THREE DAYS – SLICE #8

Three Days

Author : IRISH

Tittle : Three Days

Main Cast : EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Lee Sunhee

Genre : Romance, Fantasy

Supported : EXO Members, Xi Luhan, Lee Jieun, A-Pink’s Jung Eunji

Rate :  PG 17+

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

“Hanya karena dia sudah berbuat jahat padaku bukan berarti aku tak boleh mencintainya bukan?”—Lee Sunhee

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeoreum’s Eyes..

Semua keinginanku hanyalah pengharapan karena nyatanya aku lebih sibuk menghafalkan jalanan daripada mengutarakan kenyataan bahwa Baekhyun tau aku adalah Yeoreum.

Aku ingin mengatakannya, tapi aku tidak mendapat kesempatan itu karena kami berjalan ke stasiun dalam waktu tidak sampai sepuluh menit dan kembali ke rumah dalam waktu yang hampir sama dengan langsung mendapati Baekhyun ada diujung pintu.

“Sehun! Kai! Kemana kalian membawanya?!”

Aku terkesiap bukan main saat mendengar Baekhyun berteriak keras.

“Oh kita cukup beruntung Ia tidak berteriak kesakitan.”, ucap Kai sebelum Ia menatapku dan tersenyum tipis.

“Senang bisa bicara denganmu.”

“Semoga berhasil,”, Sehun berucap sebelum mereka berdua melangkah melewati Baekhyun yang menghadiahi mereka dengan tatapan tajam dan menakutkan.

Aku segera melangkah mendatangi Baekhyun, dan meraih lengannya.

“Kenapa menatap mereka seperti itu?”, tanyaku membuat Baekhyun menatapku, dan tatapannya berubah, lembut.

“Kenapa kau bersama mereka?”

“Kau cemburu?”

Baekhyun diam. Tidak menyahutiku.

“Oh.. Kau benar-benar cemburu Baekhyun-ah?”, tanyaku

“Kenapa kau tidak menjawabku? Apa kau berencana meninggalkanku bersama mereka?”

“Eh?”, aku terkesiap mendengar pertanyaan Baekhyun

“Benar? Kau berencana meninggalkanku?”, ucapnya membuatku segera memeluk lengannya.

“Aku tidak pernah mengatakan aku akan meninggalkanmu,”, ucapku membuat ekspresi Baekhyun sedikit demi sedikit berubah.

“Apapun yang mereka katakan, jangan dengarkan, kau percaya padaku bukan? Aku tidak akan melukaimu lagi, sungguh,”, Baekhyun kini menggenggam erat jemariku.

Aku tersenyum tipis.

“Aku percaya padamu Baekhyun-ah.”

Baekhyun bergerak akan mendaratkan ciuman dibibirku, tapi aku segera menahannya.

“Kenapa?”, tanya Baekhyun menatapku bingung

“Kau tidak malu melakukannya didepan rumah?”, ucapku membuat senyum mengembang diwajah Baekhyun.

Ia tiba-tiba saja mengangkat tubuhku, dan menatapku.

“Kalau begitu didalam saja,”, ucapnya

“Aku tidak pernah tau kau seperti ini,”, kataku

Baekhyun tertawa pelan.

“Sudah kubilang aku bisa menyerangmu lebih dari malam itu bukan? Semua ini salahmu karena membuatku benar-benar menyukaimu.”, ucapnya

“Keundae.. Perasaanmu padaku, apa hanya sekedar suka?”, tanyaku

Baekhyun menatapku, dan menggeleng.

“Kau mengatakan suka adalah ‘sekedar’? Kau tau? Perasaan sayang, adalah awal dari rasa cinta yang nantinya berubah menjadi benci. Sedangkan suka, diucapkan saat pertama kali seseorang tertarik pada sesuatu.

“Dan saat seseorang terus mengatakannya, perasaan suka itu akan terus tertimbun setiap waktunya, dan tidak akan pernah berubah menjadi rasa benci.”

Aku memandang Baekhyun dengan kening berkerut. Sementara Ia sekarang membawa kami ke lantai atas.

“Aku tidak pernah mendengar seseorang berkata seperti itu.”

“Tentu saja karena mereka tidak menyadari bahwa perasaan suka adalah awal dari semua perasaan menyenangkan itu.”

Aku tersenyum. Benarkah begitu? Lalu bisakah aku terus menyukai namja ini sampai kapanpun walau kami nanti mungkin berpisah? Jika aku kembali ke kehidupanku, apa Ia akan masih menyukaiku saat kami bertemu kembali?

“Itulah kenapa, kau tidak boleh meninggalkanku.”

“Eh? Memangnya apa alasannya?”

“Karena kalau kau meninggalkanku, aku akan sadar bahwa aku mencintaimu, dan rasa cinta itu, cepat atau lambat akan berubah menjadi kebencian. Aku ingin terus menyukaimu sampai kapanpun.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku memperhatikan tiket yang ada dimeja kosong dikamarku. Aku bahkan tak pernah tidur dikamar ini selama beberapa hari. Benar. Aku hanya tiga hari berada disini, dan rasanya, semua perasaan ini, terutama perasaanku pada Baekhyun, seperti tidak nyata.

Maksudku, tidak ada satupun orang yang jatuh cinta pada seseorang dalam waktu tiga hari bukan? Dan aku cukup yakin hal yang sama berlaku padaku juga Baekhyun.

Saat Ia katakan Ia menyukaiku, jantung ini memang berdegup kencang, tapi bukan karena ucapannya, melainkan karena dia adalah namja pertama yang mengucapkan hal itu padaku.

Aku mengingat kehidupanku sebelumnya, Dan aku juga ingat, sampai usia ku 24 tahun, aku tak pernah menjalin hubungan spesial dengan siapapun. Bahkan mendengar seseorang menyukaiku saja tidak, maksudku, seorang namja mengungkapkan perasaannya padaku, tidak pernah terjadi.

Dan Baekhyun adalah yang pertama. Apa bisa kukatakan bahwa Ia cinta pertamaku? Kurasa ya.

Tapi aku tidak mau terhanyut dalam perasaan ini. Ia sudah mencintai Sunhee selama hampir tiga puluh tahun dan perasaannya tidak berubah. Hanya kebetulan saja kedatanganku sedikit membuat keadaannya berubah.

Hanya sebatas itu.

Aku cukup yakin seterusnya akan tetap terjadi seperti ini.

Aku menghembuskan nafas pelan, dan mulai memasukkan beberapa pakaianku ke dalam tas yang kubawa saat aku datang ke rumah ini. Aku sekarang ingat aku memang tak pernah punya banyak barang karena hidup berpindah-pindah.

Setelah selesai dengan barangku, aku meletakkan tiket itu diatas tasku, dan melangkah keluar kamar. Baekhyun akan merasa aneh jika aku menghabiskan waktu terlalu banyak dikamar.

Seperti dugaanku, Baekhyun sudah berdiri diujung koridor, bersandar pada pembatas tangga, tepat sejajar dengan pintu kamarku.

“Aku sudah akan masuk kekamarmu jika kau tidak keluar dalam dua menit.”, ucapnya, dalam hitungan detik Ia sudah ada dihadapanku, dan kembali.. saat melihat wajahnya dalam jarak sedekat ini, jantungku melompat tidak karuan.

“Kenapa kau diam saja?”, tanyanya membuatku segera tersadar

Ini hari terakhirku dirumah ini bukan? Kurasa aku harus lebih menikmati setiap menitnya, jadi aku tidak akan pernah melupakannya disisa hidupku.

“Aku lapar Baekhyun-ah,”, ucapku membuat tatapan Baekhyun melebar

“Benar, kau bahkan belum makan dari pagi, ayo kita kebawah,”, ucapnya sambil menggamit lenganku.

Ia menarikku menuruni tangga, sementara keluarganya yang lain ada diruang utama rumah itu, menatap kami. Baekhyun memang tidak ambil pusing dengan tatapan mereka, tapi aku tentu tidak bisa mengabaikan tatapan mereka.

Chanyeol tersenyum padaku, ah, aku tidak akan bertemu dengannya lagi setelah ini, aku tak akan pernah lupa Ia adalah orang pertama yang bersikap baik padaku disini, oh, setelah dokter Xi tentu saja.

Dan Baekhyun? Ia.. tidak bisa kukategorikan dimanapun.

Aku tersadar saat nyatanya tak hanya Chanyeol yang tersenyum padaku, tapi juga keluarganya yang lain. Apa senyum itu semacam ucapan perpisahan untukku?

Entahlah.

“Apa yang kau lamunkan?”, tanya Baekhyun segera menyadarkanku

“Aku berpikir kenapa jantungku terus melonjak seperti ini saat didekatmu, tidakkah kau pikir itu berbahaya Baekhyun-ah?”, bohongku

“Kenapa berbahaya?”, Ia menyernyit menatapku

“Bagaimana jika tiba-tiba jantungku tidak mau bekerja lagi?”

“Jangan bercanda.”, ucapnya terkejut

Melihat ekspresi Baekhyun, aku tertawa geli.

“Aku hanya bercanda,”, ucapku

Baekhyun kemudian menatapku serius.

“Kita akan ke rumah sakit di Seoul besok.”

“Kenapa?”, kali ini aku yang menyernyit menatapnya

“Untuk mendaftarkanmu dipenerimaan donor jantung tentu saja,”

“M-Mwo?”

“Bagaimana kalau jantungmu benar-benar terkena gangguan?”, tanya Baekhyun membuatku terkesiap.

Bagaimana jika Ia benar?

“Kau membuatku takut,”, ucapku akhirnya

Kali ini Baekhyun yang tertawa. Ia kemudian mendudukkanku dikursi yang ada didepan meja panjang didapur.

“Bagaimana jika setelah ini kita berjalan-jalan?”, tanya Baekhyun

Aku sangat ingin mengiyakan ajakannya, tapi mengingat bahwa aku tak akan berada lama disini, dan semakin banyak hal yang kuperbuat bersamanya berarti aku akan semakin membuatnya ingat padaku, aku tidak ingin itu terjadi.

Karena aku akan meninggalkannya.

“Bagaimana jika kita dirumah saja?”, pintaku

Baekhyun awalnya menatapku, tapi Ia kemudian mengangguk, dan meletakkan sebuah roti gandum berukuran sedang didepanku.

“Baiklah, kita dikamar saja,”, tandasnya

Aku makan dalam diam, dan tentu saja, Baekhyun terus memperhatikanku. Tidak seperti kemarin, hari ini sikapnya tidak membuatku merasa aneh lagi. Aku.. seperti sudah terbiasa pada sikapnya padaku.

Makan malamku berjalan dengan sangat singkat dan cepat. Dan segera setelah aku selesai, Baekhyun langsung menarikku pergi dari dapur karena menurutnya Chanyeol dan yang lainnya akan berusaha bicara padaku, Ia tidak suka pada pemikirannya itu.

Saat kutanyakan darimana Ia tau Chanyeol dan yang lain akan berusaha bicara padaku, Ia kembali mengingatkanku bahwa Ia punya telinga dimanapun dirumah ini.

Ia mendudukkanku ditempat tidur, dan Ia sendiri tampak berusaha menutup rapat pintu kamarnya, tentu saja usahanya tidak berhasil karena pintu itu memang sudah rusak permanen dan tidak bisa lagi ditutup.

Setelah berdecak kesal karena usahanya gagal, Baekhyun akhirnya menyerah, dan memilih untuk duduk disebelahku.

“Baekhyun-ah,”, ucapku

“Ya Yeoreum-ah?”

“Bagaimana kau bisa suka padaku?”, tanyaku padanya

Baekhyun menatapku.

“Kau pernah bertanya seperti ini,”

“Tapi jawabanmu itu.. Sebelum kau tau aku bukan Sunhee.”, ucapku

Baekhyun kemudian berbaring ditempat tidur, dan menatap langit-langit kamarnya.

“Aku tidak tau.. Karena kau selalu mengkhawatirkanku.. Karena kau tidak takut pada sosok asliku.. Karena kau tidak keberatan untuk mendengar teriakan kesakitanku.. Karena kau berjanji tidak akan meninggalkanku.

“Kurasa itu alasan aku menyukaimu.”

Aku menatap Baekhyun.

Aku bisa memastikan diriku untuk selalu khawatir padanya, tidak takut padanya, dan bersedia mendengar teriakan kesakitannya, tapi.. aku tidak bisa terus tinggal disisinya.

Aku sangat menyukaimu Baekhyun-ah. Sangat sangat menyukaimu.

“Ya. Aku tau kau juga menyukaiku, Yeoreum-ah. Dan kau tau apa? Ini sudah satu hari aku tidak berteriak kesakitan, karenamu, karena ada kau disini.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Unnie! Ppaliwa! Kita harus segera berangkat!”

“Yeoreum-ah! Cepat! Biar Seung yang membereskan semuanya!”

“Unnie! Aish! Ppali! Aku sudah—ah! Unnie awas!!”

“Yeoreum!! Awas!!”

Aku terbangun saat memimpikan kejadian itu. Kecelakaan itu. Aku melihat ke sisiku. Baekhyun tidak ada dikamar ini. Dimana dia?

Aku segera bangkit dari tempat tidur, dan melangkah keluar dari kamar. Aku melongokkan kepalaku ke lantai bawah, rumah tampak sepi. Tapi pintu depan rumah terbuka lebar.

Dengan cepat aku melangkah ke kamar mandi, dan mencuci wajahku sebelum aku akhirnya kembali kekamar, kamarku.

Aku menatap tiket kereta di atas tasku, dan menghembuskan nafas panjang.

Kurasa mereka sudah membawa Baekhyun pergi untuk memberiku kesempatan keluar dari rumah ini.

Aku mengenakan jaket tebalku, dan membawa tas ranselku keluar dari kamar. Aku sekali lagi menatap kelantai bawah, dan berusaha mendengar jika saja ada pembicaraan kecil dibawah.

Nihil.

Aku melangkah kelantai bawah, dan menyempatkan diriku turun ke lantai bawah, ruangan dokter Xi terbuka, dan tampak gelap. Kurasa Ia tak ada didalam. Padahal aku ingin mengatakan padanya bahwa Baekhyun sudah tau aku bukan Sunhee.

Sudahlah. Mengatakan hal itu padanya tidak akan mengubah banyak hal.

Aku melangkah ke arah pintu, dan berusaha mengingat jalur yang Kai juga Sehun ajarkan padaku. Dengan cepat aku menuruni tangga kecil didepan rumah itu, tapi langkahku terhenti saat mendengar pembicaraan kecil dibelakangku.

“..kau membawaku ke bawah tanah untuk hal tidak penting. Kau tidak tau aku harus ada dikamar saat dia bangun?”

“Ayolah Baekhyun-ah, ini pertama kalinya aku penasaran pada gambar-gambarmu.”

“Aku tau. Itulah kenapa aku curiga padamu.”

Aku berbalik, dan nafasku seakan terhenti saat melihat Baekhyun, Chanyeol, dan saudaranya yang lain muncul dari pintu kecil dibawah tangga.

Aku segera terhuyung mundur, berharap mereka tidak melihatku. Dan aku berbalik, melangkah cepat meninggalkan rumah itu tapi langkahku lagi-lagi terhenti saat mendengar suara Baekhyun.

“Tidak!”

Aku berbalik, jantungku seakan melompat dari persinggahannya saat tatapan Baekhyun bersarang padaku.

“Kemana kau akan pergi?”, Ia berucap dari dalam rumah, tapi tatapannya padaku.. sarat akan luka.

“Maafkan aku..”

“Tidak!!”

Baekhyun baru saja akan melesat ke arahku saat saudara-saudaranya yang lain segera menahannya.

“Tidak! Lepaskan! Jangan tinggalkan aku!”

Aku gemetar ketakutan. Ia kembali berteriak kesakitan seperti sebelumnya.

“Lari! Pergi Yeoreum! Pergi!!”

Tapi lututku masih goyah. Aku terpaku saat melihat sepasang taring Baekhyun bertambah panjang, dan kuku tangannya juga bertambah panjang. Matanya berubah merah kelam dan kulitnya berubah sangat pucat.

Menakutkan. Seperti itukah Ia saat berubah menjadi sosok aslinya?

“Jangan pergi! Kau berjanji tidak akan meninggalkanku!”

“Lari! Pergi! Selamatkan dirimu!”

“Tidak!!”, Baekhyun kembali berteriak, “Aku berjanji aku tidak akan melukaimu! Tidak! Kembalilah! Tidak! Jangan tinggalkan aku!”

Aku berbalik dan berlari menjauhi rumah itu.

“Tidak!! Kau sudah berjanji akan selalu ada disisiku! Kau mengatakan kau menyukaiku!! Tidak!”

Tidak bisa. Aku tidak bisa tetap disini.

“Akh!! Lepaskan aku!!”

Aku terkesiap saat mendengar teriakan sangat keras dari dalam rumah, dan dengan sekuat tenaga, aku berlari menjauh. Mengikuti alur yang semalam diajarkan Sehun dan Kai padaku.

Aku sempat terhenti beberapa kali karena kelelahan, tapi aku berhenti dibawah pohon besar yang Eunji katakan padaku. Setelah memastikan aku adalah satu-satunya orang yang ada disana, aku melanjutkan pelarianku.

“Aku menyukaimu.. Tidak peduli bahwa kau adalah Yeoreum.. Aku menyukaimu.”

Maafkan aku.. Baekhyun-ah.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

3 years later~

In Yeoreum’s Eyes..

“Lima menit lagi panggung off!”

“Arraseo noona!”

“Arraseo Yeoreum-ah!”

Aku tersenyum pada beberapa orang yang menyahutiku. Sebagian lainnya memilih untuk meneruskan pertunjukan mereka. Tentu saja. Mereka selalu fokus pada pertunjukan mereka.

“Unnie, mau makan malam bersama setelah ini?”

Aku tersentak saat seseorang merangkul bahuku dari belakang.

“Apa kau akan mentraktirku, Yoonhee-ah?”, ucapku pada yeoja itu

“Aish, kenapa aku harus mentraktir Unnie?”, ledeknya sambil kemudian beranjak pergi, tapi aku segera menahan lengannya.

“Baiklah, kalau pertunjukan ini berakhir tepat waktu, aku yang akan mentraktir semua orang.”, ucapku akhirnya

“Jinjja? Whoah! Daebak! Semuanya! Ketua Han yang akan mentraktir malam ini!”

“Ya! Itu kalau pertunjukannya berakhir tepat waktu!”

Aku berteriak menyahuti Yoonhee. Ia tergelak dan segera melangkah pergi, sempat-sempatnya Ia membereskan benda-benda yang ada didekatnya.

Yoonhee adalah yang termuda dipertunjukan ini. Karena Ia adalah seseorang yang putus sekolah tapi sangat menyukai pertunjukan, jadi tim ini merekrutnya. Dan karena ada Yoonhee, suasana di tim ini jadi ramai.

Selain Yoonhee, ada seorang lagi yang direkrut oleh tim ini. Dia adalah—

“Baekyeon! Cepat kesini dan bantu aku membereskan tenda!”

Kang Baekyeon. Namanya adalah Kang Baekyeon tapi semua orang terus memanggilnya dengan nama yang membuat namanya terdengar seperti kata ‘Baekhyun’ dalam pendengaranku.

Ugh. Aku sangat jarang bicara pada Baekyeon karena aku tidak ingin tergelincir memanggilnya Baekhyun. Ia direkrut di tim ini saat aku hilang—ternyata aku koma selama beberapa bulan saja, dan dipindah ke rumah sakit lain tanpa diketahui oleh timku—karena tim ini kekurangan crew, dan karena kinerjanya bagus, Ia tetap ada disini walaupun aku sudah kembali.

Diam-diam aku selalu merasa aneh saat melihatnya. Ia memang tidak mirip dengan Baekhyun, namja yang kutinggalkan tiga tahun lalu, tapi namanya sangat terdengar mirip—dipendengaranku, hanya dipendengaranku—dengannya dan membuatku terus mengingat namja itu selama tiga tahun ini.

Apa Ia baik-baik saja? Apa Ia masih sering berteriak kesakitan?

Saat aku kembali, aku juga sadar ada beberapa ingatan yang tidak kuingat dengan baik. Baekhyun bukanlah cinta pertamaku, karena hari kecelakaanku adalah hari dimana hubunganku yang—hampir mencapai pernikahan—kandas, dan.. jika seseorang sekarang bertanya padaku tentang berapa hari yang aku butuhkan untuk jatuh cinta lagi? Untukku, hanya tiga hari, tiga hari bersama sosok itu, berhasil membuatku sepenuhnya melupakan perasaanku yang sebelumnya.

Aku tidak menyesal karena meninggalkannya, bukan berarti jika sesuatu yang buruk terjadi padanya aku tidak merasa menyesal. Tapi meninggalkannya dan kembali ke kehidupanku sebelumnya adalah cara terbaik bagiku untuk sadar..

Aku menyukainya lebih dari apapun didunia ini.

Aku tidak menyayanginya, atau mencintainya, karena perasaan itu hanya akan berubah menjadi kebencian, seperti ucapannya. Tapi aku menyukainya. Aku suka sirkus, aku suka pertunjukan, dan nyatanya, aku suka pada sirkus juga pertunjukan sejak usiaku 6 tahun. Selama 21 tahun aku sudah menyukai sirkus dan pertunjukan.

Ia benar. Perasaan suka lebih kekal dari segalanya.

Itulah kenapa, aku juga terus menyukainya. Pada orang lain? Aku bisa saja menyayangi dan mencintai mereka. Tapi perasaan suka? Hanya dia yang mendapatkan label suka dariku.

“Unnie! Kami sudah selesai!”

Aku tersadar saat Yoonhee berteriak keras dari ujung panggung. Kusadari mereka sudah selesai berkemas. Aku mengangguk dan tersenyum pada Yoonhee, dengan segera aku mengambil ranselku dan membawa peralatan didekatku.

“Dimana kita akan makan malam Unnie-ah?”, tanya Yoonhee bersemangat, Ia segera meraih tas yang ada ditanganku dan membawanya dipunggungnya.

“Hmm, kalian tentukan saja tempatnya, bukankah aku hanya bertugas mentraktir huh?”, ucapku segera membuat Yoonhee melonjak senang

“Yes! Aku ingin makan daging!”

“Aku juga!”

“Whoah! Aku juga mau!”

Aku tertawa pelan, dan segera meletakkan barang-barangku di bagasi mobil besar milik kami. Tim kami selalu berada di empat mobil yang sama.

“Kajja! Besok kita sudah akan berangkat berlibur ke Tokyo!”

Ah, benar. Tim pertunjukan kami mendapatkan undangan untuk tampil di sebuah pertunjukan seni besar yang akan diadakan di Tokyo selama dua minggu. Dan semua tim ini sangat senang untuk—

“Yeoreum-ah! Ada yang mencarimu!”

Aku menoleh saat seseorang memanggilku. Aku segera melangkah menghampirinya, menatap bingung.

“Siapa yang mencariku saat pertunjukan selesai?”, ucapku

Salah satu anggota tim ku itu mengedikkan dagunya ke satu arah. Saat aku melemparkan pandanganku, aku sedikit terkejut melihat seorang namja berdiri diujung jalan.

“Kami akan menunggu dimobil.”, ucapnya sebelum Ia melangkah meninggalkanku

Aku mengangguk pelan dan segera melangkah menghampiri namja itu.

“Nugu.. seyo?”, ucapku ragu padanya

Ia tersenyum padaku.

“Kau tidak mengingatku?”

“Eh?”

“Suho. Anak angkat dokter Xi. Saudara dari Baekhyun.”

Jantungku berdegup tidak karuan cukup hanya dengan mendengar namanya.

“Baekhyun?”

“Ya.. Kau ingat?”

Kurasa.. aku pernah melihat wajah namja ini, tapi tak pernah bicara padanya.

Aku menganguk pelan. Setidaknya aku ingat pada Baekhyun.

“Ya, aku ingat, tapi.. ada apa?”

“Rasanya sangat aneh saat semua orang dirumah mengatakan ini, tapi, mereka memintaku untuk memastikan kau sudah hidup dengan baik-baik saja,”

“Ah.. Ya, aku sudah hidup dengan baik..”, jawabku pelan

“Baguslah kalau begitu. Karena kalau tidak, mereka memintaku untuk membawamu ke rumah lagi.”

“Nde?”

Suho tersenyum.

“Apa mungkin.. Ada hal yang kau rahasiakan?”

“Maksudmu?”, aku menyernyit menatapnya

“Hal yang kau rahasiakan dari kami semua, dan hanya kau juga Baekhyun yang tau. Apakah ada?”

Aku terdiam.

“Ya..”

“Rahasia apa itu?”

Aku kini menatap Suho.

“Apa sesuatu yang buruk terjadi?”, tanyaku, tapi Suho masih menatapku dengan tatapan yang sama, menunggu.

Aku akhirnya menghembuskan nafas pelan.

“Sebenarnya, aku mau memberitahu dokter Xi saat itu, tapi dia tidak ada, dan aku tidak berani mengatakan pada kalian karena sepertinya kalian tidak menyukaiku. Jadi aku terus menyimpannya walaupun Baekhyun sudah mengatakan padaku untuk memberitahu kalian.”

Kali ini Suho yang terdiam.

“Apa mungkin.. dia sudah tau kau bukan Sunhee?”

Aku mengangguk.

“Dia sudah tau aku bukan Sunhee, tapi hari itu Chanyeol dan Jieun memberitahuku yang sebenarnya, dan dokter Xi juga memberiku tiket untuk pergi. Aku sangat ingin mengatakannya pada kalian.

“Baekhyun juga sudah memintaku memberitahu kalian bahwa Ia tau aku bukan Sunhee. Tapi.. aku sangat takut saat itu untuk memberitahu kalian semua.”

Suho tersenyum, dan menepuk pelan bahuku.

“Itu menjawab pertanyaan kami tentang Baekhyun selama tiga tahun ini.”

“Apa?”, kali ini aku terkesiap

“Kudengar selama dua minggu ke depan kau ada tour ke Jepang, jika tidak keberatan, dua minggu lagi bagaimana jika kau berkunjung ke rumah kami?”

“Apa sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun?”

“Datanglah dua minggu lagi, dan kau akan tau sendiri.”

Aku menahan lengan Suho saat Ia akan melangkah pergi.

“Apa keadaannya memburuk?”, tanyaku mendesak

Suho menghela nafas panjang.

“Dulu, setelah kami berhasil membohonginya dengan membawa yeoja ke rumah dan membuat yeoja itu sebagai Sunhee lain, saat ingatannya kembali, Baekhyun akan berteriak keras kalau yeoja itu bukan Sunhee. Tapi beberapa tahun belakangan ini, baru saja kami membawa seorang yeoja, hanya dengan melihat wajah yeoja itu saja sudah membuatnya berteriak.”

“Ia.. mengingat Sunhee lagi?”, tanyaku khawatir

“Sunhee? Kau berpikir Ia meneriakkan nama Sunhee?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Apapun yang mereka katakan, jangan dengarkan, kau percaya padaku bukan? Aku tidak akan melukaimu lagi, sungguh,”

“Aku percaya padamu Baekhyun-ah.”

“Tidak! Lepaskan! Jangan tinggalkan aku!”

“Jangan pergi! Kau berjanji tidak akan meninggalkanku!”

“Aku berjanji aku tidak akan melukaimu! Tidak! Kembalilah! Tidak! Jangan tinggalkan aku!”

“Tidak!! Kau sudah berjanji akan selalu ada disisiku! Kau mengatakan kau menyukaiku!! Tidak!”

Aku terbangun karena mimpi buru—tidak. Ini bukan mimpi buruk. Aku hanya teringat pada saat-saat itu. Selama tiga tahun ini aku memang tidak pernah tidur nyenyak, tapi malam ini, untuk pertama kalinya aku bermimpi tentang Baekhyun.

Sekarang aku mengkhawatirkannya. Apa Ia baik-baik saja?

“Unnie, kenapa kau tidak tidur?”

Aku tersentak saat Yoonhee bicara padaku.

“Oh, Yoonhee-ah, aku sedang berpikir.”

“Tentang apa?”, Yoonhee menatapku penasaran

“Yoonhee-ah, kalau kau akan pergi jauh, tapi orang yang kau sukai sakit parah, apa yang akan kau lakukan?”, tanyaku

“Tentu saja aku tidak akan pergi dan ada disisinya,”, Yoonhee menyahut sambil mengusap matanya yang mengantuk

“Benarkah? Kenapa kau melakukannya?”

Yoonhee membulatkan matanya.

“Tentu saja karena aku tidak akan bisa pergi jika tau Ia sakit. Mana bisa aku membiarkan orang yang kusukai kesakitan?”, ucapnya

“Ah.. Begitu rupanya..”

“Keundae, kenapa Unnie bertanya seperti ini? Apa mungkin..”

“Oh.. Orang yang kusukai sedang sakit parah. Tapi selama ini aku belum melihat keadaannya.”, ucapku akhirnya

“Omo. Unnie! Lalu kenapa kau masih disini?”

“Eh?”

“Kau tidak menemuinya? Kau tidak khawatir padanya? Apa kau benar-benar suka padanya Unnie? Kenapa kau bisa tenang saat tidak tau keadaannya seperti apa?”

Pertanyaan Yoonhee mencecarku.

“Lalu menurutmu aku harus tidak ikut ke Tokyo?”

“Bagaimana jika Unnie tidak akan bisa menemuinya lagi setelah 2 minggu ini?”

Aku terkesiap. Jantungku segera terpompa dengan kencang saat mendengar pertanyaan Yoonhee.

“Kau benar.. Aku tidak bisa pergi meninggalkannya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Esoknya, setelah mengantarkan tim ku pergi—tentu saja sekaligus berpamitan pada mereka bahwa aku akan ke Jeollado selama dua minggu ini dan akan menemui mereka setelah mereka kembali—aku naik kereta ke Jeollado, tiga tahun berlalu, Jeollado masih tampak sama.

Saat sampai distasiun, aku bahkan masih ingat dengan jelas langkah yang harus kutempuh untuk sampai ke rumah itu. Rumah besar yang terlihat jelas bahkan dari stasiun itu berhasil membuat jantungku terpompa dengan kencang.

Hari sudah menginjak malam saat aku tiba disana. Dan tatapanku segera tertuju pada gerbang besar rumah yang terbuka. Dengan langkah pelan aku menyusuri halaman luasnya, dan sampai dipintu raksasa rumah itu.

“Akh!!”

Aku terkesiap saat mendengar teriakan dari dalam rumah. Baekhyun? Teriakannya masih terdengar sama menyedihkannya seperti dulu.

Enam.. Tujuh..

“Akh!! Tidak!! Jangan pergi!”

Aku terkesiap saat kembali mendengar teriakannya. Kenapa dengannya? Kenapa Ia bahkan berteriak lebih sering sekarang?

“Yeoreum! Han Yeoreum! Aku mengingatmu! Jangan pergi!”

Jantungku lagi-lagi melonjak tidak karuan saat mendengar teriakannya. Yeoreum? Aku? Namaku? Ia menyebut namaku? Bukan Sunhee?

Dengan ragu tanganku bergerak mengetuk pintu besar itu. Dan menunggu.

Tak lama, pintu itu terbuka sedikit, menampakkan seorang yeoja yang awalnya beraut sangat kesal tapi ekspresinya segera berubah saat melihatku.

“K-Kau..”

“Lama tidak berjumpa.. Jieun-ah..”

“C-Chanyeol!!”, yeoja yang tak lain adalah Jieun itu berteriak memanggil Chanyeol, tak sampai dua detik, namja jangkung itu juga muncul dipintu.

“Kenapa kau ada disini? Bukankah Suho bilang kau mungkin akan da—”

“Apa dia.. baik-baik saja?”

Chanyeol terhenti saat mendengar pertanyaanku. Ia tersenyum menatapku. Membuatku semakin merasa khawatir.

“Kau masih sama seperti dulu, selalu mengkhawatirkannya,”

Jieun membuka pintu besar itu, memberiku celah untuk masuk, dan tatapanku segera bertumbukan dengan Suho yang ada disana.

“Kukira kau akan datang dua minggu lagi,”, ucapnya

“Aku.. tidak bisa menahan diriku.”, ucapku pelan

“Chanyeol, temani dia ke atas, kau pasti ingin memastikan Baekhyun baik-baik saja atau tidak bukan?”

Aku mengangguk pelan. Dan Chanyeol segera melangkah didepanku.

“Akh!!”

Aku terhenti saat mendengar teriakan Baekhyun. Sementara Chanyeol kini menatapku.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Dia menyerang kami semua saat kau pergi, dan dia akan terus berusaha menyerang kami, jadi.. kami merantainya.. dikamar.

“Dia juga terus meneriakkan namamu. Saat itu kami berpikir bahwa dia sudah tau kau bukan Sunhee, tapi karena kau tidak bilang apapun, kami membiarkanmu pergi.”

Aku menatap Chanyeol.

“Apa karena aku keadaannya jadi seperti ini?”

“Kami semua tau dia melukaimu dulu. Kau kira bekas luka dilenganmu tidak jadi bukti?”, ucap Chanyeol

“Keundae.. Hanya karena dia sudah berbuat jahat padaku bukan berarti aku tak boleh mencintainya bukan? Ah, ani, aku menyukainya,”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Yuhuuuu XD akhirnya chapter ini ke publish juga di jadwal ku XD hoho~ dan juga chapter yang release besok adalah chapter terakhir sekaligus epilogue fanfiction ini XD duh thanks banget buat semua readers yang udah repot-repot meluangkan waktunya dan ngebaca fanfict absurdku XD see you~~

Advertisements

70 Comments Add yours

  1. laychen says:

    Sedah didugaa bakalan end nih
    Happy end ya kasohan baekhyun baru bisa move on harus kehilangan skrng bikin dia happy end yaaa
    Klo bisaaa baek sembuh total lol

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD aduh duuhh iya akhirnya ff ini selesai jugaaaa XD hehehehe okeeeee kubuat happy ending XD thanks komennya

      Like

  2. suretodream says:

    Kasian baekhyun sampe dirantai, Yeoreum’ah jangan pergi lg kasian baekhyun, aku jd gk tega but ngebayangin

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD ya ampuun tunggu deh epilog nyaaa wkwk thanks komennya

      Liked by 1 person

  3. avlentcs says:

    yeayyy akhirnya chapter ini dirilis juga:’)) thankyou author-nim kkk
    cukup kaget ternyata yeoreum jadi juga pergi 😮 kalo misalnya yeoreum kasih tau ke orang2 kalo baekhyun udah tau yeoreum bukan sunhee, mereka bakal nahan dia tinggal dirumah itu terus/? ada satu lagi yg bikin aku bingung, suho&sehun itu saudara angkat kan/? kemarin katanya mereka lima bersaudara/? apa dokter xi nambah anak lagi/? *lahhh._.*
    baekhyun juga kasian mesti dirantai :c

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Sama2 sayang XD thanks juga komennyaa wkwkwk eh iya ya -_- anaknya berapa sih duh aku butuh membaca ulang ini, karena banyak progress jadi aku banyak lupa -_-

      Like

  4. Nurnie says:

    Yahh kq udh mw end sch eonni .
    Ya ampunnn critanya ngena bngdd , ksihan baeknya ! Smoga happy end yaa eonn .

    Next eonni . Fighting 🙂

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahaha iyaaaa XD thankyou komennya yaa XD tunggu end nya XD

      Like

  5. heyitsbii says:

    ohh shit. fanfic kyk gini dibilang absurd ? fanfic yg bisa bikin gua greget sedih gini dibilang absurd ? okelaahhh… terserah anda saja kak irish ((=

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD ya ampuuunn aku ngerasa banget ff ini begitu absurd dibanding ff author2 lainnya XD thanks ya komennyaa

      Like

  6. edyoxoo says:

    ih kak kok bilang terima kasih si? aturan kita yang bilang terima kasih tau kak atas ff yang katanya absrud ini, hehe.. semoga aja baek bisa sembuh ya ga teriak-teriak lagi, ngebayanginnya aja kuping udah sakit wkwk

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahaha iya aku berterima kasih soalnya komen kalian membangun semua XD jd terharu wkwkwkwk duuuhh tunggu deh next chap nya XD

      Like

  7. neccha says:

    😥 😥 😥 eonni, aku kasihan liat baekhyun nya, dia bener” suka sma yeoreum..
    ahh jdi chap selanjutnya yg terakhir ya eonni, gg kerasa udh mw sampai penghujung saja, yg jls aku suka sma cerita.a eonni..
    fighting eonni.. 😀
    makasih buat waktu dan ceritanya..

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD aku sebagai author pun merasa kasian XD wkwkwk dia emg sukaaa banget sama yeoreum
      Heeh yang terakhir nih yang besok update XD thanks bangeet selama ini udah ngikutin ff absurd ku XD

      Like

  8. Shabrina says:

    Wuaaaa sedih mau udahan 😦 bikin lagi dooong hahahah. Ditunggu karya lainnya yang pasti lebih oke yaaa. Aku penggemarmu loh! Hahah :*

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha kenapa sediiihhh aku aja seneng ff ini mau end XD wkwkwkwk okeeehh tunggu yakk XD thanks bangeett author seabsurd dini ini ada yg gemarin XD

      Like

  9. PINGKUnakw says:

    Yeayeayeah… akhirnya ff baekhyun teriak teriak lagi a.k.a ff three days muncul. Setelah sekian lama menunggu. Suho anaknya tuan xi kak?
    Ciye yang galau ditinggal yeoreum sampai dirantai XD

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha akhirnya di update gitu wkwkwk lama emang nih? wkwkwk duh aku bener2 butuh meriksa lagi ff ini XD
      kan Baek baperan nih disini XD

      Liked by 1 person

  10. eeeeegi says:

    aku baru nemu dan langsung baca chapter 8! ini seruuuuu banget!! aku penasaran sama kelanjutannya… semangat terus ya author…

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD wah wah langsung baca sampe chap 8? Thanks banget komennya XD tunggu next chap dariku ya

      Like

  11. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  12. della delia says:

    Keren!!!
    Baekhyun suka bgt sma yeoreum bahkan sakitnya jauh lebih parah lg krn di tinggal yeoreum dibanding waktu dia di tinggal ama sunhee..
    Ohh ya kak, aku masih punya satu pertanyaan lg, baekhyun itu bisa baca pikiran org ato memang yeoreum nya yg ngak sengaja ngucapin apa yg ada di pikirannya?
    Soalnya klu di pikir” tiap yeoreum selese memikirkan sesuatu pasti langsung di jawab ama baekhyun.

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahaha iyaaaa XD baek sampe sebegitunya XD
      Sebenernya yeoreum aja yang keceplos wkwkwkwk XD bukan baek nya yang ngebaca pikiran XD
      Thanks komennya ya XD

      Like

  13. entahh karna apa komemanan aye kok kgk muncul , yaudinlah komen lagi wkwk :v
    Demi syemvank syuman thor gua greget banget baca chapter ini >.<
    mana gua telat baca lagi huhh padahal udah nunggu lama bangett ampe lumutan kek gini :'V wkwkwk abekan aye -_-
    NEXT !!! thor yo yo yo jan lama2 velissss

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Muncul kok komennya XD tapi gapapalah aku bales lagi XD lain kali jangan telat yak (?) Ntar ff nya jamuran (?) XD wkwkwkwk iya iya gak lama kok XD thanks komennya ya

      Like

  14. tyazputri says:

    baekhyun dirantai 3 tahun??? duh kasian si abang…. sini-sini aku peluk!!1
    hehehe, final chapter aku tunggu iris :)))))

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahaha iya kasian ya di rantainya lama huhu~ thankyouu tunggu ya final chapternya

      Liked by 1 person

  15. yunitawdd03 says:

    Daebak….kapan thor next chapt??? gak sabaaaaaar^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahaha sabar yaaaa thanks komennyaa chap terakhir secepetnya kok

      Like

  16. L-OSH says:

    Fiiuhh… Akhirnya paham juga ama nie cerita. Hehe,..

    Ini cerita uda end? BENERAN UDAH END? SUMVAH DEMI APA UDAH END? Ah, kirain mereka bakal bersatu, nikah, punya an- eiyy ingat judul. JUDUL!!!(three days = tiga hari) Ah aku lupa maap maap. Yaudahlah aku relakan hubungan kita cukup sampai disini saja(eh?)/oke ini sungguh gaje. Maksud akoeh, ku relakan ff ini END …jumpa lagi di ff kamu yang lainnya,

    #semangat

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahaha bener udah end ini cerita serius XD wkwkwk judulnya aja three days ya bener tiga hari XD wkwkwk iya sungguh gaje emang cerita ini u,u thanks yaaa komennya XD

      Like

  17. Aihara says:

    Pas Yeoreum ninggalin Baekhyun jadi ikut nyesek banget serius <

    Liked by 1 person

    1. Aihara says:

      (eh kepotong/?)

      Pas Yeoreum ninggalin Baekhyun jadi ikut nyesek banget serius <

      Liked by 1 person

    2. IRISH says:

      Hahahahahaha XD duhh kenapa ikut nyesek kan kamu ga ninggalin dia/?

      Like

  18. Semanggi says:

    Pertama aku lansung baca chap 8, kirain ff nya biasa ajaa, tapi setelah dibaca dari awal, wowwww ini beda banget dari yang lainnn, bikin penasaran abisss, setiap chap punya kejutan tersendii

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahahaha XD duhh serem amat bacanya dari chap 8 dulu nih huhu~ tapi suka kan? Suka? Wkwkwkwkwk thanks komennya yaa

      Like

  19. wenxiaxi says:

    vampirku yg unyu bana ini dirantai? yg bener,, kenapa chanyeol melakukan itu kayak ga berperikemanusiaan? /woy emang bukan manusia keles/ aduhhh,,, kok tiba2 yeoreum bilang cuman suka sama baekhyun?? 😦

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD bukan manusia loh bukaann XD wkwkwkwwkk aduh duuhh itu quotes kata-kata suka apa hayoh maksudnya XD

      Like

  20. anna says:

    YAAAAA palli lanjutin!!!!!!!!!aku gasabarrrrr grrr wkwkwkwkwkkwkwkw xP btw maaf baru komen nyiahahhahaha, kasin si beki sampe diiket bak binatang:( brp tahun sih? gila kali haduh. iu org2 yg serumah sm bekyun gamau usaha gitu nyari si yeoreum? nyebelin amat=_= trus itu juga si dokter luhan halah siapapun dia. jahat. jahat. jahat. memaangsa para mahluk yg kehilangan ilangan untuk jd korbannya baek. ARG AKU KESEL MAXIMAL :””””””””)

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahaha gapapaaa asalkan meninggalkan jejak aja XD hoho XD wkwk iya tuh ga ada yang mau nyari dan baru nemuinnya 3 taun kemudian duh –” Luhan nyebelin? alhamdulillah XD

      Like

  21. istri baek kelak says:

    Waaaaa beneran pergi ninggalin baekhyun ternyattaaa hiksss tp untung balik lgiiii<3. Tp gila parah sampe dirante 3 tahun gt gimana kali wkwk kasian jugaaT-T.

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahaha iyaaaa untung ya yeoreumnya balik lagi XD

      Like

  22. byunnisa says:

    kak lanjut donggg

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Yuhuy sudah ada epilogue nya kok ._.

      Like

  23. realhana says:

    Aku baru baca sampe buru2 dari chap 1 sampe chap 8. Pengen cepet2 komen kalo ff ini badaiii abis wkwk duh greget baca ikut deg2an sendiri

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD ya ampun bacanya balapan banget ya XD wkwkwkwkwk aduuuhh makasiiihh~~ udah nyempetin waktunya buat baca dan komen XD

      Liked by 1 person

  24. myze says:

    trnyt baekhyun bnr2 menyukai yoreum

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahaha iyaaa dia bener2 sukaa~

      Like

  25. ziualhaq says:

    Huuuaaa bebe nya aku di rantai, kasian ih thor sampe di rantai gitu 😢
    baekhyun emang bener2 udah ngerubah pikiran nya, dia bnr2 suka sama yeoreum. yampun kebayang teriak2 kyk gitu sampe 3th.
    ahh last chap nya happy ending ga nih.. semoga sajaa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD baekhyun udah gak suka bunuh2 orang HUAHAHAHA XD kasian kaann XD

      Like

  26. pikabyunie says:

    kaaaak!!! aku baru baca ff ini dannnn keren bgt ffnya!!! huaaaa! aku ga tau kenapa aku nangis sesenggukan baca ff ini, padahal gaada unsur sadnya sama sekali(?) wkwkw btw, maaf yaaa baru comment di chapt ini ;D

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Kenapa nangis? XD saoloh ff nya gak sad ending loh padahal ya XD huahahahahaha thankyouu~~ gapapa kok santai aja XD aku anaknya santai huahaha

      Like

  27. Isshh penasaran banget apa setelah ini baekhyun bakal benci sama yeoreum ataau engga??
    Jjang!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD enaknya dibenci apa engga ini hayohh

      Like

  28. piyung says:

    Hwa aku nangis! 😥

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Jangan nangis doong XD

      Like

  29. indahword says:

    ak br bc ff kk irish yg ini tp ak dh jatuh cintaaaaaaaaaaaaaa,,,,, ak udh bc dr awal smpi chptr 8 kk rish citanya mmng best jntng ak juga dup3 trus baekhyun sweet banggat,,,,cita kk rish semuanya ttng vampire buat ak mkn suka bc semua ff kk rish,,,,,, yeoreum jht bnggt tinggalin baekhyun,baek udah tau klu yeoreum itu bkn sunhee tp knp yeoreum tiga ninggalin baekhyun huhuhuhuhu…. kehidupan baekhyun tragis banggat ak smpi mau nangis,3 taun yeoreum ningalin baekhyun kesian ama baekhyun,knp yeoreum tdk bg tau sm semua saudara baekhyun yang baekyun tau klu dia bkn sunhee…huhuhuhuhu kk rish ini bkn chptr akhir kan? ak tunggu chptr lanjutnay hrp2 baekhyun kmbli normal dan hidup bhagia ama yeoreum….

    Like

    1. IRISH says:

      XD aduh duh kamu nyasarnya juauh sekali ke ff ini XD wkwkwkwk kalo aku baca ulang ff ini bawaannya juga pengen mengumpat karena deg-degan btw XD wkwkwkwkwk
      chapter selanjutnya udah ada, epilogue itu, udah end fanfiksi inii

      Like

      1. indahword says:

        haha ak udah bh epilogue yh kk rish ,,,, tapi ak engk puas ati ni kok ending gitu ajk huhuhuhu…. singkat bngt ak mau pnjng2 hahaha,,, tp engk apa yg ptng baek sama ak lp main cast perempuan nya hahahaha,,, tp semua ff kk rish ak suka..

        Like

      2. IRISH says:

        XD buakakakakakak kenapa emangnya sama end nya ini? XD

        Like

  30. PNhd_RV says:

    yeoreum, knp km ninggalin baekhyun huhuhu….sedih aku jadinya. tapi mksh buat yoonhee udh nyadarin yeoreum buat balik ke Baekhyun

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakak iya untung aja itu yeoreumnya balikk

      Like

  31. secret says:

    gilakk keren nih ff..suka deh 🙂

    Like

    1. IRISH says:

      thank youuuu XD ❤️

      Like

  32. secret says:

    gilak keren nih ff..suka deh 🙂

    Like

  33. Violin says:

    cinta yang abadi

    Like

    1. IRISH says:

      Alhamdulillah XD

      Like

  34. Yuriko says:

    Author mah jahat ..
    Gntungin gituuu 😢😢
    Lanjuutt yaaaa..

    Jang brenti nd gntung crtanyaa😢😢

    Like

  35. dhesiindriani says:

    Baper jadinya😭😭 sedih banget pas Yeoreum tinggalin baek, padahal baek udah janji nggak bakalan nyakitin Yeoreum.. Ini krna Yeoreum yang nggak sempat jelasin ke mereka.. Kasihan banget sma baek sampai di rantai.. Seru banget kak.. Nggak kerasa udah mau ending😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s