Mistake Chapter 3

mistake 2nd

 

Title: Mistake Chapter 3

Genre: Romance,School Life,Friendship,Sad

Cast:

Byun Baekhyun aka Baekhyun EXO

Kim Jongdae aka Chen EXO

Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Yousi aka Yousi (OC)

Sub. Cast:

Jung Chan Rian aka Hanri (OC)

Kim Jongin aka Kai EXO

Oh Hayoung aka Hayoung Apink

Kim Jommyeon aka Suho EXO

Zhang Yi Xing aka Lay EXO

Jin Ran Kan aka Ran (OC)

Wang Xia Ji aka Xia (OC)

Daneun dan Hara (OC)

Lee Taemin aka Taemin Shinee

Rating: Teen

Length: Chaptered

Disclaimer: ini ff murni hasil pemikiran saya dan ide saya yang muncul secara tiba-tiba. Jadi kalau ada kesalahan sedikit, mohon diperbaikki ya chingu ^_^

Summary: Aku telah membuat kesalahan yaitu menyukai seorang namja yang tak seharusnya aku sukai.
Bagaimana ini?

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Mistake Chapter 3

Baekhyun menghentikan aktivitas melukisnya sebentar. Ia menoleh kepada Sehun yang tengah focus dengan PSP miliknya.

“Hei, Sehun” panggil Baekhyun
Sehun mempause gamenya kemudian menoleh kepada Baekhyun yang memanggilnya.

“Wae?” Tanya Sehun dingin

“Kau sudah masuk kelompok Seni Budaya?” Tanya Baekhyun. Sehun mentautkan keningnya tanda tidak mengerti. Baekhyun memutar bola matanya malas.

“Taemin!” panggil Baekhyun keras. Sehinggah membuat yang mempunyai nama Taemin menatapnya.

“Ke sini cepat! Aku ada perlu denganmu” perintah Baekhyun kepada Taemin. Taemin hanya menghela nafas dengan sikap dan tingkah laku Baekhyun yang tidak sopan. Begini-begini, Ia adalah ketua kelas. Orang yang mempunyai kekuasaan tertinggi di kelas.

“Mwo?!” Tanya Taemin jengkel.

“Hei! Ubalah pembagian kelompok, tambahkan dia dan saudara perempuannya” ucap Baekhyun santai sambil menunjuk Sehun dan Hayoung.

“Maksudmu apa?” Tanya Taemin tidak mengerti

“Memang dasar, kau terlalu bodoh” ledek Baekhyun kepada Taemin

“Apa maksudmu Baekhyun!” bentak Taemin keras. Membuat seisi kelas menoleh kepada Baekhyun dan Taemin. Termasuk Yousi, namun Chen tetap focus dengan buku bahasa Cina miliknya.

“Kau tidak mengerti maksudku?! Kelompok Seni Budaya!” bentak Baekhyun keras lagi. Taemin menahan nafasnya sebentar. Ia harus mengontrol emosinya. Kalau Ia sampai-sampai berkelahi dengan Baekhyun, kodratnya sebagai murid teladan dan ketua kelas yang ramah akan luntur seketika.

“Ehm, Sehun kau belum punya kelompok Seni Budaya kan?” Tanya Taemin. Sehun pun hanya mengangguk-angguk.

“Kau dan saudaramu yang namanya siapa itu Hayung..Hayo atau apalah itu masuk di kelompok satu” ucap Taemin santai lalu berjalan meninggalkan meja Baekhyun.

“YA! Taemin, kenapa kau membiarkan Ia dan saudaranya sekelompok denganku?!” marah Baekhyun. Membuat Taemin menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Kelompok satu hanya beranggotakan 10 orang, sementara kelompok dua 12 orang” balas Taemin malas lalu berbalik dan berjalan lagi.

“Hah! Sial” erang Baekhyun dan duduk kembali di tempatnya.

“Kau tidak mau sekelompok dengan Hayoung kan?” Tanya Sehun kepada Baekhyun.

“Ne, aku tidak suka dengan saudara perempuanmu itu” ucap Baekhyun kesal.

“Kau tahu Baekhyun, ia mati-matian mau pindah ke Korea itu karenamu” ucap Sehun tapi masih focus dengan PSPnya.

“Aku tidak peduli” balas Baekhyun dingin.

“Kalau kau mau tahu info tentang kelompok 1 tanya saja, yeoja yang duduk di depan sana” sambung Baekhyun sambil menunjuk Yousi.

“Hn Baiklah” Sehun melangkah malas menuju tempat duduk Yousi.

“Oh, nona Park ya?” batin Sehun

^^^^^^^^^^

Yousi POV

Aku menoleh ke Chen, melihat Ia tenang-tenang saja duduk denganku. Memang dasar, Ia bagaikan pengacau dalam hidupku. Coba saja Xia ada, dia pasti tidak akan duduk denganku. Kalau besok, Xia masuk sekolah, semoga saja Chen pindah duduk dengan yeoja pindahan itu. Namanya siapa lagi? Oh Hayoung.

Tanpa kusadari, namja pindahan yang bernama Oh Sehun itu berjalan menuju ke tempat dudukku. Apa ini? Apakah aku yang terlalu percaya diri?

“Annyeong, apakah aku menggangu?” oh nooo! Ternyata benar, Sehun berada di depan mejaku. Aku hanya terpaku menatap wajahnya yang lumayan tampan.

“Andweyo, wae?” tanyaku kepadanya. Wajahnya seperti mengingatkanku akan seseorang saat dulu. Tapi siapa?

“Kau kelompok 1 Seni Budaya kan?” Tanya Sehun kepadaku. Dari nada bicaranya, bisa kuketahui bahwa Ia sepertinya sudah kenal lama denganku. Tapi Ia siapa?

“Ne” balasku masih agak kaku. Aku sedikit takut menatap matanya yang tajam.

“Kapan latihannya, dan dimana?” Tanya Sehun kepadaku.

“Ah kalau itu, besok sudah mulai latihan di rumahnya Ran. Kau belum tahu kan Ran yang mana? Nah itu yang namanya Ran” setelah menjelaskan kepada Sehun, kemudian aku menunjuk Ran yang sedang memakan hamburger miliknya.

Sehun hanya mengangguk-angguk saja sambil melihat Ran. Kemudian mengalihkan pandangannya lagi kepadaku.

“Kau tahu rumahnya?” Tanya Sehun.

“Sebenarnya aku juga tidak tahu dimana rumahnya Ran, tapi katanya di suruh menunggu di halte Myeongdam. Nanti Ran yang datang menjemput” ucapku kepada Sehun sambil menggaruk kepalaku yang mulai sangat gatal. Astaga kenapa ini?
Apakah aku sudah mulai punya kutu?

“Aku tidak tahu dimana halte Myeongdam, kau kan tahu aku dan saudaraku baru pindah dari New York” ucap Sehun kepadaku.

Oh iya! Aku baru sadar, dia kan baru pindah. Mana mungkin tahu dimana halte Myeongdam. Tapi, bukankah mereka keturunan Korea-Eropa. Pasti mereka pernah ke Korea juga kan?

Mana mungkin tidak tahu halte Myeongdam. Salah satu halte besar di kota Seoul. Biasanya tempat pemberhentian bus dari Guangdo dan Incheon.

“Yaa, kalau begitu kau jalan saja dengan Baekhyun” ucapku kepada Sehun.

“Kalau aku jalan saja denganmu bagaimana?” Tanya Sehun dengan sedikit tersirat nada permohonan.
Ini lagi! Kenapa harus aku yang jadi sasaran sih?. Tiba-tiba, Aku terkaget sedikit dengan bantingan buku bahasa Cina milik Chen. Chen menatap Sehun agak tidak suka.

“Yousi, sudah jalan denganku. Hanya aku dan dia” ucap Chen dengan sedikit penekanan pada kalimat ‘Hanya aku dan dia’ itu terdengar sedikit menakutkan bagiku dan agak ganjil.
Memangnya aku ini ada hubungan apa dengannya? Sehinggah Ia dengan tegasnya bilang, hanya aku dan dia. Kayak seperti di cerpen-cerpen remaja yang aku baca secara online.

“Bisakah, Sehun dan Hayoung ikut? Mereka juga kan tidak tahu dimana halte Myeongdam” belaku kepada Sehun. heh? Kenapa kau jadi memihak Sehun?

“Aku tidak mau, kau hanya boleh jalan denganku. Tidak boleh ada yang lain ikut” ucap Chen agak tegas. Sepertinya ia tetap berpegang erat akan keputusannya.

“Err, Sehun daripada kau sampai ribut dengan Chen. Lebih baik, kau bertanya saja kepada itu Kim Jongin” ucapku sembari menunjuk Kai yang tengah memainkan smartphonenya.

“Ne, terima kasih atas infonya. Park Yousi-ssi” ucap Sehun sambil berjalan meninggalkan mejaku.
Apa tadi yang Ia baru bilang? Park Yousi dengan bahasa formal ssi di belakang namaku? Kenapa Ia bisa tahu margaku?

Apakah aku terkenal? Hehehhehhe.

Kulihat Chen kembali membaca bukunya. Aku tidak tahu kenapa Chen bertingkah terlalu kepadaku. Terlalu perhatian dia, padahal aku bahkan tidak terlalu mengenalnya.

Masa bodoh dengannya, aku mengeluarkan buku sketsa milikku. Dan mulai membuka melihat hasil-hasil melukis milikku.

Aku tidak tahu dari kapan aku mulai menyukai melukis. Entalah, semenjak aku tersesat di tengah parade hari raya Valentine pada 6 tahun lalu. Waktu itu aku berumur 8 tahun, aku kehilangan ayahku saat parade.

Aku menangis, dan menutup telingaku yang tiba-tiba sakit karena mendengar sesuatu yang mendengung dan membisingkan telingaku.

Tiba-tiba, ada seorang namja yang Nampak bermumur sama denganku. Ia menayaiku, kenapa aku menangis. Spontan saja, aku menyebut bahwa aku terpisah dengan ayahku.

Dia menyuruhku menyebutkan ciri-ciri ayahku sambil mengeluarkan sebuah pena dan selembar kertas. Kemudian Ia dengan cepatnya melukis sesuai dengan ciri-ciri yang aku sebutkan.

Dan tepat! Lukisannya sangat mirip dengan sosok ayahku, kemudian Ia tersenyum tulus. Sambil memberikan lukisannya kepadaku dan berkata

‘carilah ayahmu’ ucapnya lalu berjalan meninggalkanku yang menatapnya tak percaya dengan hasil lukisannya.
Menggunakan hasil lukisannya, kucari ayahku. Dengan cara menunjukkan lukisan kepada banyak orang. Dan akhirnya,
aku menemukan ayahku.

Sejak saat itu, aku mulai menyukai melukis. Tapi, aku lupa dengan namja itu. Namanya bahkan belum sempat kutanyakan. Aku berharap dan bertemu dengannya kembali dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Aku menyukainya, ku rasa begitu.

“Yousi! Kau sakit?” ucapan Daneun tiba-tiba menyadarkanku dari lamunan masa laluku. Aku menggelengkan kepalaku berusaha mengembalikan kesadaranku.

“Gwenchana” ucapku sambil tersenyum tipis dan memasukkan buku sketsa milikku ke dalam tas. Aku tidak jadi melukis karena terlalu lama memikirkan masa laluku yang muncul secara tiba-tiba.

“Kalau tidak sakit, jangan melamun kelamaan nanti kemasukkan angin loh! Pilek lagi” ledek Daneun.

Aku hanya tersenyum kecut kepadanya. Aku menoleh lagi kepada Chen, sungguh aku terlalu ganjil duduk dengannya. Biarkan saja, aku dan dia diam-diam terus. Kalau aku yang mulai bicara, pasti sangat tidak cocok. Seharusnya Ia yang mulai bicara bukan aku!

^^^^^^^^^

“Aku pulang” sapaku ketika masuk rumah. Sepi, ya begitulah. Mungkin ibuku sedang tidur. Aku melangkah memasukki kamarku. Dan segera saja kurebahkan diriku yang sudah sangat lelah di tempat tidurku.

Menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan kembali. Baru saja aku ingin menutup mata untuk terlelap dalam tidur, suara panggilan ibuku membuat aku menghela nafas kasar.

“YOUSI!! YOUSI!!! CEPAT KEMARI!!!!” teriak ibuku. Dengan malas aku berjalan menuju sumber suara yang berada di kamar ibuku.

“Waeyo, eonmma?” Tanya ku malas dari pintu yang sedikit terbuka.

“Kau cari setrika, lalu pakai uang yang diatas meja dan pergilah ke tukang servis barang-barang eletronik” perintah ibuku. Aku memutar bola mata malas, kemudian masuk ke dalam kamar ibuku dan mengambil uang 10.000 won di atas meja.

“Kembalilah sebelum jam 4 sore, kalau kau tidak kembali dengan setrika yang sudah diperbaikki. Kau akan dapat hukuman!” ancam ibuku yang membuat aku bergidik ngeri. Jangan sampai kejadian saat aku dipukul dengan menggunakan panci penggorengan terulang kembali.

Aku segera berjalan cepat-cepat menuju ke kamarku dan memakai jaket. Dan mencari setrika yang ternyata ada di bawah kolong tempat tidurku. Segera saja aku berlari keluar rumah dan sebelumnya tidak lupa kututup pintu.

^^^^^^^^^

“Maaf nona, nampaknya setrikanya sudah tidak bisa diperbaikki lagi. Itu berarti nona harus membeli baru” ucap ajjushi itu sambil memberikan setrika kepadaku.

“Kalau begitu, berapa harga setrika yang baru?” tanyaku kepada ajjhusi itu.

“35000 nona” ucap ajjushi itu.
Astaga! Bagaimana ini?! Uangku hanya 10000 dan jika aku tidak kembali dengan setrika yang sudah diperbaikki matilah aku dari ibuku!

Bagaimana ini?

Aku mulai berkeringat sambil memegang setrika milikku. Dengan langkah tertatih-tatih aku berjalan keluar dari tempat servis barang eletronik.

“Bagaimana ini?” gumamku khawatir.

“Yousi?” panggil seseorang membuat aku menghentikan langkahku sambil berbalik.

“Sehun? kau sedang buat apa disini?” tanyaku kepada seseorang yang ternyata Sehun. Ia nampaknya sedang memegang kantong belanjaan yang didalamnnya seperti diisi setrika.

“Ini setrika milikmu kan?” Ia menunjukkan kantong itu sambil menunjuk setrika yang ada didalamnya.

“Itu bukan punyaku, kau lihat tidak. Aku sedang memegang setrika” ucapku bingung sambil menunjukkan setrika milikku kepadanya.

“Tadi, ada ajjushi yang menitipkannya kepadaku” Sehun berjalan mendekat ke arahku.

“Ambillah” Ia meraih tangan kiriku dan memasangkan kantong itu di tanganku.

“Aku pergi dulu ya” Sehun berlari meninggalkanku yang masih bingung dengan apa yang baru terjadi padaku.

“YA! SEHUN!” teriakku namun apa daya. Ia sudah berlari sangat jauh. Aku hanya menggelengkan kepalaku kemudian berbalik dan berjalan lanjut menuju ke rumahku.

Sehun muncul secara tiba-tiba dan langsung memberi aku setrika yang baru. Sangat aneh! Ingat sangat aneh!!!!

Aissshhh!!!!!!!

^^^^^^^^^^^^

Author POV

Sehun masuk ke dalam mobilnya, Ia sedikit berkeringat karena tadi baru habis berlari.

“Kau darimana saja?” Tanya Hayoung kepada Sehun sambil masih focus dengan Ipad miliknya.

“Dari suatu tempat” balas Sehun datar

“Menyangkut Yousi? Yeoja rendahan itu” ledek Hayoung

“Jaga perkataanmu!” marah Sehun

“Aku heran dengan kau, menyukai yeoja rendah seperti dia. Seleramu rendah sekali” balas Hayoung sengit.
Sehun menatap tajam Hayoung.

“Jangan membuatku main tangan terhadapmu” ancam Sehun dingin.
Hayoung berdecak kesal dan lebih memilih diam. Sebab Ia tahu Sehun sangat kasar ketika memukul seseorang. Seperti dulu, Sehun pernah menamparnya.

“Ajjushi, ayo jalan” perintah Sehun kepada supir mobilnya. Kemudian Sehun mengambil earphonenya dan memasangnya ke telinganya serta menyetel lagu kesukaannya. Black pearl~

She’s my black pearl~

She’s my black pearl~

Jidoneun piryo eobseo, nae mami neol garikyeo~

Alunan lagu black pearl membuat Sehun sedikit teringat akan memory masa lalunya.

“Sehunah, jangan jahat seperti itu!”seorang yeoja kecil yang pasti bukanlah Hayoung meringis kesakitan ketika
kepalanya dijitak keras oleh seorang namja yang berumur sama dengannya.

Sehun ingat, saat itu. Ia dan yeoja kecil itu berumur 6 tahun.

“Kau yang telah merebut kasih sayang appaku!” bentak Sehun kepada yeoja itu.
Yeoja itu berdiri mensejajarkan dirinya dengan Sehun yang lebih tinggi darinya.

“Apa itu masalah?! Kau yang terlalu nakal, makanya appa meninggalkanmu dan keluargamu dan lebih memilih bersama aku dan eonmmaku!” tantang yeoja itu.

Sehun berdecak kesal dan menatap yeoja itu dengan amarah. Dari tatapan yeoja itu, menyiratkan bahwa yeoja itu marah sekaligus sedih.

Sehun tiba-tiba menatap yeoja itu sendu, wajahnya berubah seketika.

“Aku pergi!” yeoja itu berjalan meninggalkannya, namun tangannya seketika ditarik oleh Sehun. segera saja Sehun mengecup bibir yeoja itu singkat dan melepaskannya.

Suatu hal yang sangat mustahil dilakukan oleh anak-anak berusia 6 tahun. Tapi apalah itu yang dilakukan Sehun.
Yeoja itu berlari meninggalkan Sehun. Sehun menatap yeoja itu miris.

“Aku membencinya tapi,

aku menginginkannya”

^^^^^^^^^^^^^

Hah?! Apa ini?! Kenapa bisa ada kissing scenenya? Haduhhh padahal tujuannya buat ff ini nggak ada adegan kissing scene.

Tapi yasudalah, namanya ff remaja. Hahahhahaa (tertawa nggak jelas -_-) maaf ya agak lama kelanjutannya nanti, karena berhubung aku mau ujian kenaikan kelas yeahhh!!!!

No Plagiarism.

Soalnya aku trauma, pernah aku search ff begitu. Aku nemuin ff dengan judul berbeda, tapi ceritanya mirip banget dengan cerita ff aku. Masalahnya aku sudah posting lebih dahulu sekitar bulan November 2013, sedangkan ff yang mirip dengan ff aku itu dipost Januari 2014. Aku sempat kaget. Juga/

Terima kasih juga sudah mau membaca,

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. suretodream says:

    I like,,, yousi am sehun saudara tiri ya?

    Like

  2. reisya soo says:

    next ny mw baca jg,,bolehkan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s