Cheer Up[Chap 3] – Alona

on

wp-1474575963041.png

Starring by; Byun Baekhyun[EXO] – Kim Seoulhyun[AOA] – EXO member’s – OC’s

Genre;Romance – AU – School Life – Hurt/Comfort – Sad

Length;Chapterred

Rated;PG – 15

Thanks for Amazing Poster by; ChaerimIndo Fanfiction Art

Disclaimer;

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

A Fanfiction’s by A L O N A

“Gotta See U love me like a real man…”



•••

Seolhyun bukanlah gadis bodoh, meski sebenarnya dia tak mengerti apa arti ungkapan Baekhyun tadi siang yang bernada biasa namun kontradiktif itu. Tapi dia tau jika Baekhyun memang punya maksud lain dari ucapannya saat itu dan tentunya ucapan laki – laki berwajah tampan itu bukanlah sebuah main – main.

Dan Seolhyun tak bisa menganggapnya sebuah candaan belaka kala mengingat bagaimana tatapan serius Pria itu tujukan padanya saat mengatakannya.

Semua serba salah.

Di satu sisi, Seolhyun ingin mengenyahkan pikiran itu, karna menurutnya Lelaki macam Baekhyun hanyalah merasa tertantang untuk menaklukannya—mengingat banyak yang bilang dia cuek—Dan setelahnya akan bosan. Namun, disisi lain Seolhyun takut ucapan Baekhyun bukanlah sebuah lelucon.

Gadis itu mengacak rambutnya yang baru saja Ia keringkan dengan handuk hingga semakin berantakan karna dia belum menyisir.

Selama 16 tahun Seolhyun hidup. Dia baru pertama kali merasakan perasaan takut dan terharu disaat bersamaan karna melihat seorang Lelaki sebaya dengannya mengatakan bahwa dia menyukainya.

Dulu, Seolhyun juga pernah mengalaminya. Namun, cowok itu tak percaya diri mengingat Seolhyun adalah gadis pintar yang sulit digapai.

Cowok itu menyerah sebelum berusaha.

Dan Seolhyun kecewa karna nyatanya dia juga menyukai cowok itu.

Mata Seolhyun tak sengaja menatap tumpukan buku dimeja belajarnya yang terbuka dan berserakan. Itu tugasnya yang belum dia selsaikan.

Dengan gontai, Seolhyun mendekati meja tersebut dan mulai mengerjakan tugasnya ditemani segelas susu vanila sambil berharap dapat meredakan rasa bingungnya.

•••

Baekhyun menutup pintu kamarnya dengan cepat lalu segera menguncinya.

Seharian penuh ini, pikirannya terus tertuju pada sosok gadis yang menarik perhatiannya sejak dia naik kelas 11. Sosok gadis yang nyatanya memiliki kadar otak hampir menyamai dirinya, hanya kurang diasah lagi.

Baekhyun bukanlah lelaki polos yang baru tau apa itu cinta. Hingga dia bisa langsung mengetahuinya kala tau jantungnya berdegup kala melihat gadis itu—Seolhyun.

Tentu Baekhyun tak pernah lupa bagaimana ritme jantungnya kala mendengar nama itu, memikirkannya atau bahkan bicara sedekat tadi saat istirahat disekolah.

Untuk ukuran lelaki populer sepertinya, Tentu Seolhyun bukanlah cinta pertamanya. Makanya Baekhyun harap Seolhyun akan seindah cinta pertamanya meski awal pertemuan mereka tidak bisa disebut sebagai pertemuan yang bagus. Namun Baekhyun yakin, Seolhyun akan terus mengingatnya. Makanya Baekhyun tak menyesal barang secuilpun.

Memang dari awal juga, Baekhyun tak mengharapkan pertemuan yang bagus. Dia malah mengharapkan pertemuan dalam bentuk apapun asal Seolhyun dapat mengingatnya terus – menerus.

Ketukan pintu kamarnya membuat Baekhyun bergumam dengan keras demi menyauti panggilan Ibunya.

“Jangan lupa minum vitaminmu, Hyun!”Seru Baekrin, Ibunya dari luar diiringi ketukannya dipintu.

“Ne, Eomma!”Balasnya dengam cepat. Malas menanggapi ucapan membosankan Ibunya itu.

Dan Baekhyun selalu berharap semoga Seolhyun akan menerimanya apa adanya.Seperti dia menerima gadis itu dengan lapang dada. Tanpa ada niatan melukai sedikitpun.

Bibirnya menampilkan seringaian setelah tau besok akan menjadi hari yang panjang.

°°°

Seolhyun menekan tombol disebelah kursinya kala melihat halte sekolahnya sudah terlihat, hingga bus itu berhenti tepat didepannya.

Dengan cepat, Seolhyun turun setelah menggesekan kartunya demi mengejar waktu dimana gerbang akan ditutup.

Mendengar bel masuk telah berdering. Membuat Seolhyun buru – buru melangkah mendekati lokernya dan mengambil buku pelajaran hari ini dan memasukkannya kedalam tas saat tiba – tiba saja lengannya ditarik hingga badannya terhuyung kebelakang dan pintu lokernya ditutup dengan keras.

Cukup membuat perhatian sih, tapi saat melihat yang menarik adalah Luhan, si lelaki yang sering terlihat bersama Baekhyun dan kawan – kawannya dalam hampir satu tahun ini membuat yang lainnya hanya bisa menatap Seolhyun iba dan sisanya berusaha mengabaikan, takut terkena masalah juga.

Luhan sendiri hanya diam. Cowok yang Seolhyun dengar pintar memainkan kubik  itu hanya terus menariknya menuju kekantin dalam diam, dan Seolhyun pun tak mau buka suara. Takut berujung fatal.

 Bayangan Baekhyun melintas dikepalanya. Dia tau ini pasti ulah cowok kurang kerjaan itu hingga membuatnya harus rela nilainya dikurangi karna telat masuk kekelas So Eun-Saem si guru disiplin.

“A-ada apa ya?” Tanyanya. Berusaha meredakan degup jantungnya. Takut – takut didengar oleh pria tampan itu karna dirinya terlalu panik.

Tapi,Luhan hanya diam dan tetap menariknya hingga sampai di kantin.

Hingga sampai di depan kantin yang sepi, Luhan mendorongnya memasuki kantin dan menatap dirinya dengan pandangan aneh.

“Ingat, jika kau menolaknya, Ucapkan dengan baik – baik. Kalau menerimanya, aku berterima kasih padamu!” Ucap lelaki dengan mata mirip rusa itu sebelum pergi meninggalkannya dalam kebingungan.

“Hey, Seolhyun kemarilah!”

Sebuah suara familiar terdengar menarik perhatiannya hingga dia berbalik dan mengerngit kala melihat seorang pria duduk sendirian di meja yang berada di tengah – tengah.

Baekhyun.

Astaga, Seolhyun merinding mendengar nama itu diserukan oleh hati kecilnya. Mau mengelak juga bagaimana? Yang duduk disana itu memang benar Baekhyun.

“Duduklah, dan lihat. Aku punya apa? Aku tau kau belum sarapan! Kesiangan bukan?”Tanya lelaki itu saat dirinya mendekat. Lelaki itu bicara seolah semuanya baik saja.

Mata Seolhyun bergulir melirik ke meja dan menemukan banyak makanan disana. Ada sandwich, Omelet, Kimbap, Spaggeti, Chicken soup, Ramen?

“Banyak sekali.” Bisik Seolhyun kecil tapi nyatanya mampu didengar Baekhyun karna kini pria itu tersenyum lebar.

“Aku tidak tau kau suka makan apa. Jadi kupesan semua. Apa ada lagi yang kau mau? Atau yang kau suka tak ada disini?” Tanyanya dengan nada santai. Sama sekali tak nyambung dengan ekspresi bingung Seolhyun.

‘Ayam goreng’ Dalam hati, Seolhyun mengucapkannya dengan lantang. Karna itu memang favoritenya, Tapi tak mungkinkan dia ucapkan?

Bagaimanapun, dia harus tetap menjaga image cuek dan dinginnya, apalagi didepan Baekhyun yang terang – terangan menyatakan kalau pria itu menyukainya.

“Aku tidak lapar. Kenapa kau sok tau sekali?” Tanya Seolhyun dengan kening mengerut. Memikirkan bagaimana Baekhyun bisa tau kalau dia belum saparan.

“Aku tidak sok tau, sweetgirl.Lagipula jika kau sudah sarapan dan tidak kesiangan tak mungkin kau datang jam segini,bukan? Mengaku saja.” Tutur Baekhyun dengan senyum terbaiknya.

Hati Seolhyun seolah berkhianat. Karna menyerukan dengan keras bahwa Baekhyun sangat tampan dengan senyumnya itu, apalagi ditambah seragam sekolahnya. Menawan.

Sialan, apa yang kau pikirkan Seolhyun?

“Kenapa bengong? Ayo duduk dan makan.” Ajak Baekhyun, masih dengan senyum menawan cowok itu.

“Apa maksud terselubung yang kau rencakan?”

Setelah terdiam sekitar 3 detik. Akhirnya Seolhyun buka suara. Gadis dengan rambut tergerai itu mulai memikirkan kembali ucapan Luhan padanya sebelum lelaki China itu pergi.

Pasti ada sesuatu. Seru batinnya.

“Ooh. Aku tau, Luhan memberimu clue ya?” Tanya pria itu dengan santainya. Seolhyun sendiri bingung kenapa dia bisa sesantai itu?

“Berarti benarkan?” Tanya Seolhyun sekali lagi. Merasa aneh dengan kata passiveBaekhyun.

“Memangnya siapa yang bilang salah?” Bukannha menjawab. Baekhyun malah balik bertanya.

“Apa rencanamu?” Seru Seolhyun dengan mata memicing. Bagaimanapun dia tau otak Baekhyun itu jenius, cowok itu bisa punya rencanaluar biasa kalau dia mau. Dan Seolhyun bisa tak sadar kalau dia telah masuk dalam dalamrencana itu.

“Ini hari apa?” Itu sama sekali bukan jawaban yang Seolhyun mau. Tapi, demi mendapatkan jawaban dia memilih mengikuyi pertanyaan yang dimainkan Baekhyun.

“Kamis. Apa rencanamu?”

“Kau membenciku ya?” Tanya cowok itu dengan nada biasa namun tersenyum geli. Seolhyun bingung tapi memilih menjawab dengan jujur.

“Ya, bisa dibilang begitu. Kenapa?”

“Berarti kau tak menyukaiku?” Tanya Baekhyun lagi.

“Iya. Kenapa memangnya?” Jawab Seolhyun malas. Gadis itu mulai menarik kursi yang berada cukup jauh dengan Baekhyun lantaran lelah berdiri.

“Jawab dengan jujur.” Seru Baekhyun dengan mata memicing. Seolhyun tak mengerti apa yang lelaki itu lakukan.

“Kau malas menemuiku?”

“Ya.”

“Kau kesal karna harus terlambat?”

“Ya.”

“Kau pusing karna aku membuatmu begitu?”

“Iya.”

“Kau bingung?”

“Iya.”

Seolhyun malas. Sungguh.

Baekhyun bertanya, dan itu benar – benar menyebalkan. Apalagi pertanyaan pria itu benar – benar monoton.

“Kau menyukaiku?”

“Tidak.” Jawab Seolhyun dengan melotot. Namun Baekhyun menanggapinya dengan senyum geli.

“Aku tampan?”

“Tidak.”

“Kau mau menyukaiku?”

“Tidak.”

“Tapi kau mau kehilanganku?”

“Tidak-Apa?”

Seolhyun memelototkan matanya. Mulai menyesali dengan respon otaknya yang agak lelet.

Sialan. Ini pastu jebakan cowok itu.

“Wow aku terkejut. Kau  begitu mengejutjan Nona Kim!” Decak Baekhyun dengan kepala menggeleng pelan.

“Kau- Kau menjebakku? Murahan sekali rencanamu?” Marah Seolhyun dengan kesal. Gadis itu masih merutuki dirinya karna salah menjawab.

“Murahan tapi kau terjebak juga, SeolhyunAh. Terima kasih tidak mau kehilanganku. Mungkin kau bisa belajar mencintaiku dari sekarang?” Ucap Baekhyun dengan alis dinaik – turunkan.

Dan Seolhyun hanya bisa memelotokan matanya seraya beranjak bangun dan pergi dengan kepala pusing.

TBC

Maaf karna lagi – lagi telatngepost. 

Kemarin Mamaku sakit, danyeah… Semua gak ada yang urus, jadi sebagai anak pertama dan cewek aku harus bantu – bantu. 

Jadi, bagaimana menurut kalian soal Chapter ini?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s