[Bagian 2 of?]Let Me In (Sequel Hold Me Tight): ‘Before Time Tell You to Stop’

cymera_20160723_094653

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

 

Author | RahayK

 

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

Yoon So hee  x Baek Eun Ha

Irene Bae  x   Park Ae Ri

Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

Kim Jong In  x   Kai Kim

 

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

 

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

 

Disclaimer |SEMUA CERITA BERASAL DARI OTAK SAYA,DAN MILIK SAYA!PLEASE JANGAN MELAKUKAN TINDAKAN MERUGIKAN SEPERTI PLAGIAT. AND..SEBAGAI BENTUK MENGHARGAI, SAYA PERLU Komentar kalian agar dapat membuat karya yang lebih baik lagi. Thank You~

 

Poster | RahayK Poster

 

Summary  this  Chapter | “–jangan pernah mencoba untuk mati, jika waktu belum menyuruhmu untuk berhenti. Call?”

 

#2#

Baekhyun menendang kerikil kecil yang berada dibawah alas kakinya.Ia tak minum alkohol sama sekali tetapi yang ia rasa hanya pusing hingga kepalanya terasa mau meledak.

 

Ia baru mengangkat kepalanya saat ia mendengar deru halus suara air sungai yang mengalir tenang.Entah karena perasaannya yang kacau, jadi  pendengarannya lebih peka atau kendaraan yang sama sekali tak berlalu lalang disisi jalan yang ia pijak.Begitu netranya menangkap objek seorang gadis yang berdiri diatas pilar besi diatas jembatan panjang  yang berada diatas sungai Han ini.

 

Baekhyun menyipitkan matanya yang membuat dahinya mengeluarkan garis kerut halus untuk sesaat, dingin menerpanya.

Namun, apa yang dilihatnya membuatnya hanya tersenyum samar. Bagaimana bisa, Tuhan membuat manusia hingga merasa seputus asa seperti dirinya dan orang itu.

Baekhyun mempunyai pemikiran yang sama dengan gadis itu, ia merasa kesedihan, keputus asaan, benci yang sama ada juga pada diri gadis itu.

Tapi, ada rasa ragu yang besar dalam diri Baekhyun untuk melakukan suatu hal demikian. Seperti yang Jackson katakan dalam telpon, ia bisa saja melakukan balas dendam pada seseorang yang pernah mencintainya sedangkan dirinya sendiri masih sangat cinta pada orang itu, benar -benar tidak adil. Mungkin, dibandingkan balas dendam yang artinya ia sama saja dengan orang yang merebut Ae Ri lebih baik ia melakukan sebuah pembuktian.

Bukti bahwa ia juga bisa sebanding dengan lelaki itu, bahkan lebih.

Dan, menutup bukunya karena sudah terlalu usang.

 

Bukan dirinya tetapi hatinya.

 

Tidak akan ada lagi momen -momen pengulangan.

 

Ia mendengar gumaman gadis itu walau ia tak berkata dengan keras -keras, cukup jelas malahan. Kali ini, biarlah Baekhyun jadi seorang stalker yang menguping pembicaraan orang. Bagaimanapun, Tuhan pasti memberikan gadis itu kehidupan yang panjang.

Gadis itu harus hidup tak perduli bertapa sulitnya halang rintang yang menghadang dimasa depan. Yang penting hanya sekarang.

Sekarang.

 

Rambut hitam pucatnya yang tertiup angin membuat Baekhyun memajukan langkahnya.Yang lelaki itu tahu, gadis itu pasti lebih putus asa darinya.

Hanya selangkah.

 

“Kau tidak bisa mati sekarang. Hidupmu itu masih panjang.”

Baekhyun menarik nafas dengan mata yang menyipit karena hawa dingin yang menerpanya.Sementara, gadis itu memandang Baekhyun dengan gesture dan tatapan yang sama dengan Baekhyun. Hanya saja kata ‘lebih’ ada padanya.

 

Lebih putus asa.

Lebih kecewa.

Lebih sendu.

Dan, hanya rasa benci yang samar

dan juga rindu pada seseorang.

 

“…sangat panjang.”

 

|`[Reset]`|

 

|`Bagian 2`|

 

“Ahjussi siapa?”

Baekhyun mengulurkan tangannya. Menginterupsi agar gadis itu segera turun dari sana. “Hanya seseorang yang baru saja meloloskanmu dari malaikat pencabut nyawa.”

Baekhyun berucap santai, memang faktanya demikian. Gadis itu masih berdiri disana. Namun, pendiriannya menjadi  sedikit goyah sekarang, karena satu hal.

 

Ada seseorang yang perduli dan mencegahnya untuk mati.

“Bunuh diri hanya membuatmu tersiksa di neraka. Jika kau tak mau turun aku ingin melanjutkan perjalananku untuk kembali ke rumah.” tambahnya lagi seraya bergidik.

Baekhyun mengerjapkan matanya karena hawa semakin dingin, mungkin musim dingin sebentar lagi akan tiba.

Timingnya benar -benar tepat.

 

Baekhyun hendak kembali melangkah namun gadis itu bersuara.

“Ahjussi jamkkamannyeo..”

Baekhyun menghentikkan langkahnya lalu menoleh.Lelaki itu memandang netra cokelat pekat gadis itu penuh selidik. Bahkan, lelaki itu bisa menyimpulkan ada tatapan lain dibalik kesenduannya.

Tapi, ia tak dapat mendefinisikannya.

Baekhyun menaikkan kedua alisnya, menunggu apa yang dikatakan gadis itu.

“Aku ingin turun.Tolong bantu aku, Ahjussi.”

Gadis itu mengulurkan tangannya, tak lama, Baekhyun segera meraihnya dan hampir saja gadis itu tergelincir kearah sungai. Beruntung Baekhyun segera menarik mantel gadis itu dan mereka terjatuh.

Tentu saja, Baekhyun mengorbankan tubuhnya untuk beradu dengan aspal beton yang dinginnya bukan main.

 

Kedua insan itu terdiam.

Salah satu dari mereka menelan salivanya dan ada yang menahan nafasnya.

Dan, hanya satu dari mereka yang menahan debar jantungnya agar tak meledak dengan segera.

Setelah sadar, gadis itu segera bangkit dan berdiri. Sementara yang menangkapnya tadi hanya ikut melakukan apa yang si gadis lakukan dan membersihkan mantelnya.

“Maafkan aku.” ujar gadis itu bersuara lagi. Baekhyun hanya mengacak rambutnya lalu terkekeh pelan. “Kau tak terluka ‘kan? –Jangan merasa ragu, jika ingin mati.” cerca Baekhyun lalu membungkuk dan mengambil ponsel gadis itu yang sudah terbelah beberapa bagian, namun sepertinya masih bisa digunakan.

Ia menyerahkannya pada gadis itu. Si gadis  kemudian membungkukkan badan sebagai rasa hormat dan terimakasih.

“Gamsahamnida, Ahjussi.”

Baekhyun hanya mengangguk melukis senyum simpul. “Aku tak tahu apa yang terjadi padamu atau bagaimana masalahmu, tapi untuk seumuranmu aku yakin itu hanya masalah sekolah dan nilai. Oh ya, kau tingkat berapa?”

“Hng, tingkat 2..”

 

“Seperti dugaanku, perjalananmu masih panjang, banyak yang harus kau dapatkan dikemudian hari. Jadi –‘ Baekhyun memegang kedua bahu gadis itu.

“–jangan pernah mencoba untuk mati, jika waktu belum menyuruhmu untuk berhenti. Call?”

 

“Nde, algeseubnida, Ahjussi.”

 

Baekhyun tersenyum lalu menghempaskan tangannya kesisi tubuhnya, memasukkan jemarinya yang dingin kedalam mantel yang ia pakai.

Lalu berjalan meninggalkan gadis itu yang masih berdiri ditempatnya. Ia berjalan melawan arah, kembali dari arah dimana ia datang.

Diwaktu yang sama, salju putih mulai turun dari langit perlahan -lahan. Membuat Baekhyun menghentikkan langkahnya dan berbalik.

Dan, tidak seperti dugaannya, gadis itu masih tak bergeming ditempatnya.

Setidaknya, ia melakukan satu hal baik hari ini. Berpura -pura baik kepada orang lain memang tak ada salahnya, kadang kala itu cukup membantu, dari pada harus jujur  tapi tak ada solusi sama sekali, itu lebih menyebalkan menurut Baekhyun.

Tuhan tidak membiarkan hatinya hancur sepenuhnya, Baekhyun merasa ia sedikit terobati dan ia tahu jika tak hanya ia yang memiliki masalah pelik dalam hidupnya.

Tapi, orang lain juga.

“Pulanglah ke rumahmu dengan segera. Hari akan semakin dingin seiring  langit yang sudah larut, haksaeng.”

Setelah itu, tanpa menunggu jawaban dari siswa perempuan itu, ia kembali melangkah.

“Mungkin saja —jika Tuhan memberikan hidup yang panjang pada Joo Eun, ketika ia tumbuh besar, pasti ia akan secantik itu.”

 

|`[Reset]`|

6 Tahun lalu…

Beberapa hari sebelum perayaan tahun baru,

“Jika kau dapat menyaksikan malam pergantian tahun —kau ingin melakukan apa, Tuan Byun?”

Gadis itu menaruh dagunya dimeja kerja Baekhyun. Sementara yang ditanya masih sibuk dengan sebuah buku tebal yang entah apa isinya. Setelah merasa gadis itu sudah mengerucutkan bibirnya karena merasa diabaikan, barulah ia menghentikkan aktvitasnya dan menopang dagunya seraya menatap gadis itu penuh sayang.

“Entahlah —ini adalah penantian tahun baru yang paling panjang. Karena ini adalah perayaan yang kita lakukan bersama -sama.”

Baekhyun kemudian bangkit dan memandang kearah luar. Kemudian diikuti oleh gadis yang sejak tadi menggodanya. Gadis itu hanya tersenyum kecil lalu mendecak. “Setiap tahun kurasa kita memang bersama -sama terus untuk perayaan tahun baru, begitu juga dengan natal lalu chuseok. Ada apa denganmu sih?”

 

Pertanyaan gadis itu membuat Baekhyun membalikkan badan dan memeluk gadis itu dari belakang, melingkarkan tangannya pada tubuh mungil gadis itu.

“Tidak ada apapun. Bagaimana dengan keinginan atau harapan untuk tahun esok?”

 

“Umm —selalu bersama denganmu untuk waktu yang lama.Mungkin, jika kita diizinkan untuk melihat rambut kita memutih satu sama lain. Bagaimana denganmu, Tuan Byun?”

tanya gadis itu dengan senyum cerah, ia menoleh kearah Baekhyun. Baekhyun hanya menyengir lalu mengecup pipi gadis itu singkat.

“Jawabanku sudah terwakilkan. Bahkan, kalau bisa sampai kita melihat anak -anak kita besar nanti?”

Kesepakatan Baekhyun membuat gadis itu tertawa. Dan mengangguk antusias.

“Sepakat!”

 

Mereka berdua lalu bercanda, bergurau satu sama lain.

 

Hingga sebuah suara membangunkannya untuk kembali ke alam sadar.

Suara bass yang masuk ketelinganya sudah tak asing lagi di pendengarannya untuk kisaran beberapa bulan terakhir ini.

Melihat rekannya bangun dengan berpeluh -peluh membuat ia segera mengambil handuk kecil dan memberikannya pada lelaki yang baru bangun dari tidur itu.

 

“Kau sudah bisa tidur sekarang –tapi, kau terus didatangi oleh mimpi buruk ya?” cibir Yeol seraya mendecak.

“Lebih baik.” pungkas Baekhyun dan turun dari tempatnya tidur. Senyaman apapun ia tidur, tidak terasa seperti dirumah ia tak punya beban apapun, tapi rasanya hidup makin berat saja.

“Yah, dulu kau insomnia –sekarang bisa tidur dan selalu ditemani mimpi buruk. Jika aku adalah kau, sudah dari dulu aku menderita. Sudah lelah dengan pekerjaan, alternatif paling manjur adalah tidur, tapi kau sama sekali tak nyenyak karena beberapa alasan yang mengganggumu.Jika soal ketua Tim Jung –ceritakan saja padaku.” Yeol berkata panjang lebar, lalu memakai jam tangannya, teman Baekhyun itu sudah rapih bak model yang akan melakukan pemotretan.

“Aku mandi dulu.” Baekhyun meraih handuk dan berjalan ke toilet.

“Baiklah. Sebelum kembali ke Seoul ketua akan mengadakan rapat. Segeralah keluar jika kau telah usai mandi.” teriaknya dan segera meninggalkan kamar itu.

 

||`||

Baekhyun hanya terdiam begitu melihat pantulan dicermin.Ia baik -baik saja, tak kekurangan satu apapun. Dan, secara fisik memang ia adalah seorang Byun Baekhyun.

Hanya saja, saking sibuknya atau dia sendiri yang tak memperhatikan wajahnya, sampai -sampai bulu halus dibawah hidungnya mulai tumbuh. Lelaki itu hanya mendecak kecil, demikianlah ia sadar bahwa umurnya sudah seperempat abad lebih, dan untuk pertama kalinya ia lupa untuk melakukan cukur kumis. Yah, walau diakui, ia tampak gagah juga berpenampilan seperti itu, hanya saja, ia merasa tidak rapih.

 

Detik berikutnya ia membuka lemari kecil yang ada disisi kaca dan mengambil pisau cukur dan krim agar kulitnya tidak iritasi. Membasuh wajahnya, dan mulai mencukur bagian sekitar bawah jambang dan juga dagu serta piltrum.

Sudah begitu lama, sejak terakhir kali seseorang membantunya untuk bercukur. Mengingat masa -masa itu ia merasa dirinya benar -benar menyedihkan.

Ditambah lagi, kenapa juga ia harus memiliki mimpi yang benar -benar buruk. Kenapa orang itu datang kedalam mimpinya?

Dia benar -benar tak tahu terimakasih, pikir Baekhyun.

“Mengapa makin lama kau semakin tak tahu diri saja, Park Ae Ri? —untuk apa mengunjungiku dalam mimpi?”–‘

Baekhyun tahu ini gila, tentu itu hanyalah halusinasi dari Ae Ri. Lelaki itu melihat pantulan mantan istrinya itu dicermin.

“… memangnya aku terlihat menyedihkan?Enyahlah kau –Sialan!” rutuk Baekhyun dan meninju cermin itu hingga retak. Tangannya mengeluarkan banyak darah. Ia hanya membiarkannya tercuci oleh air yang mengalir dari keran wastafel.

||`||

“Jadi, apa yang mau kau katakan, Baekhyun –ssi?” tanya Ketua Jung yang menghampiri Baekhyun seusai rapat. Baekhyun kemudian memberikan secangkir kopi, merekapun memutuskan untuk bicara diluar kapal.

Sementara Ketua Jung menyesap kopimya, Baekhyun merogoh sebuah surat dari saku celananya, dan menyerahkannya kepada Jung.

“Mungkin aku lancang untuk memberikan itu padamu.Tapi, Aku sepertinya harus mengundurkan diri, Ketua Tim Jung.”

“Oh, waeyeo?apa kau tidak nyaman denganku?” tanya Ketua Jung dengan alis yang bertaut.

“Bukan begitu. Aku rasa, sudah saatnya aku kembali ke bidangku lagi. Seseorang teman membutuhkan partner kerja untuk perusahaan farmasinya yang baru berdiri, dan aku ditawarkan untuk kerja disana.” ujar Baekhyun mengklarifikasi alasan ia mengundurkan diri dari riset pertambangan. Ketua Jung mengangguk lalu bersedekap, karena udara diluar cukup dingin pagi ini.

“Aah,begitu..—omong -omong,sebenarnya aku suka dengan kinerjamu, walau ini tidak sesuai dengan bidangmu. Tapi, kau akan bertugas dimana?”

“Amerika.”

“Itu kesempatan yang bagus. Tak ada salahnya kau menerima tawaran temanmu —aku doakan semoga sukses.” dukung Ketua Jung sambil menepuk bahu Baekhyun memberi semangat.

“Jadi, kau menerima pengunduran diriku?”

“Tentu saja.Tapi, ketika kau sukses jangan lupa mengunjungi kami.” Ketua Jung menyengir lalu mengulurkan tangannya sebagai tanda sepakat, dengan berjabat tangan dengan Baekhyun.

“Terimakasih, ketua Jung.” ujar Baekhyun lalu membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.

“Akan aku sampaikan surat pengunduran dirimu ke presdir nanti.”

|`[Reset]`|

“Eun Ha –ssi?” panggil seorang pria setengah abad, beliau adalah pemilik dari super -market yang ada diperempatan pasar tradisional sangam-dong.

“Nde?”

Ini adalah kerja part -timenya yang ke -3, karena memang hari ini sekolah libur karena seluruh murid dari tingkat awal hingga akhir pergi study-wisata ke daerah Noryang. Tapi, Eun Ha tidak bisa ikut karena harus bekerja, lagipula ia terlalu menyanyangkan biaya yang keluar, tak sedikit jumlahnya.

Dan, ia harus belajar untuk mencapai peringkat 10 teratas agar beasiswanya terus berjalan tanpa kendala. Lagipula, ia lebih menikmati kegiatannya sekarang, daripada harus mendengarkan bahan -bahan pembicaraan anak sekelasnya yang sama sekali Eun Ha mengerti. Semuanya seakan -akan memperlihatkan dengan jelas strata sosial mereka. Sama saja membunuh Eun Ha secara halus.

Eun Ha menghampiri sang pemilik toko, dan mencopot sapu tangannya.

“Ini adalah gajimu bulan ini—- aku ingin kau mencari seorang pekerja pria untuk berganti shift denganmu,aku tahu kau sudah tingkat akhir —pasti part-time ini sangat berat untukmu.Lagipula, No Jin harus ikut ujian universitas sehingga ia ijin padaku untuk mengundurkan diri.”

“Tapi, aku baik -baik saja, Ahjussi. Aku juga tidak keberatan bekerja dari shift awal hingga malam nanti, asal anda bisa membayarku lebih sedikit saja.”

“Maafkan aku, seharusnya kau bersyukur sudah mendapat kerja disini. Karena biasanya aku hanya menerima mahasiswa saja untuk bekerja disini. Kau ‘kan juga lihat pelanggan kita turun akhir -akhir ini, karena cafe -market yang baru buka didekat stasiun subway.” Pak Tua itu berbicara lagi lalu mengambil remote tv dan mengganti channel.

“Aah, aku juga melihatnya, kebetulan aku pulang lewat sana.Tapi, kalau seorang pria seperti agaknya berumur tidak apa?” tanya Eun Ha seraya mencopot rompi kerjanya dan mengambil mantel yang ia taruh dekat meja kasir.

“Maksudmu Ahjussi?—Bagaimana dengan wajahnya?” tanya Pak Tua dengan mata mengerling. Eun Ha tampak berpikir sejenak, ia lalu mengangguk penuh arti.

“Hng.. iya lumayan muda sih.Tapi, aku rasa ia berumur 30–an.”

“Sepertinya bisa.Bawa saja kesini, kita lihat apa dia layak atau tidak.” ujar Pak Tua itu.

“Hng..Ahjussi —kalau aku tak bisa membawa orang itu kemari?”

“Cari pekerjaan lain saja kalau begitu.” cerca Pak Tua dengan tatapan datarnya. Eun Ha cuman tersenyum pahit dan membungkukkan badannya.

“Aah,nde. Aku mengerti —terimakasih atas gajinya.”

“Pergilah!”

“Nde, sampai jumpa besok, Ahjussi.”

Eun Ha membuka pintu supermarket,kemudian membuka amplop itu dan menghitung isinya. Ia kemudian kembali kedalam supermarket.

“Ahjussi, bayaranku tak seperti kesepakatan awal. Ini kurang 30.150 won. Seharusnya 130.150 ribu won tapi ini cuman 110.00 ribu won.”

“Kau saja kemarin datang terlambat, tentu kau harus membayar dendanya. Sudah sana –pergi dari sini!”

Pak tua itu mendorong Eun Ha keluar dari dalam toko.Ia segera mengunci pintunya dari dalam dan tak perduli pada Eun Ha yang berteriak -teriak dari luar.

“Ahjussi!Ahjussi!! —-aish!” rutuk Eun Ha menyentakkan kakinya keaspal yang ditutupi salju. Akhirnya, ia lebih memilih untuk meninggalkan tempat itu daripada harus menjadi pusat perhatian orang -orang yang berlalu -lalang.

 

Eun Ha merapatkan jaketnya dan memasukkan uang itu kedalam dompet yang ia ambil dari dalam tas sekolahnya. Ia melirik jam digital yang terpasang diwidget ponselnya, belum terlalu larut untuk sekedar berjalan -jalan.

“Bagaimanapun, kau harus hidup Baek Eun Ha.” gadis itu berujar pada dirinya sendiri. Sejak hari itu, gadis itu selalu tahu bahwa ia harus hidup, karena seperti yang ahjussi yang menyelamatkannya bilang, bahwa ia akan mempunyai hidup yang panjang dan sangat —sangat  panjang.

 

Bukan hanya itu yang selalu Eun Ha ingat dibenaknya.Tatapan sendu dan rasa sakit yang tersamar oleh senyumannya yang tertaut, Eun Ha selalu mengingatnya dan Ia tahu, belum sama sekali ia berterimakasih secara resmi pada lelaki itu.

 

Seperti  magic,  apa yang terlintas dipikiran Eun Ha cukup nyata untuk sesuatu yang masuk kedalam objek pengelihatannya.

“Ahjussi?!”

 

Bersambung..

 

I want to tell you^^

Assalamualaikum..

Halo semua?udah desember dan tanggal 23 des nanti kalo gak salah setahunnya Hold Me Tigt mengudara guys *gayaaa. Please clap your hands guys? *ngarep and, apa harapan kalian ditahun 2017? saya sih banyak, diantaranya semoga kelas 12 saya usai dengan damai dan baik serta diluluskan dalam snmptn (amin berjamaah please!) aminin aja oke? dannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn…………..

aku bertanya-tanya mengenai respon fanfic ini yang nggak sebagus aku kira diawal,dimana kayaknya presentase untuk sequel hold me tight ini menurun, and of course saya sebagai penulis cukup sedih.. T_T aku bertanya -tanya kemana para reader’s?apa sibuk?atau ceritanya udah gak seru lagi ya?well..dilema apa harus aku melanjutkan ff ini atau nggak, jadi.. ohh plese guys give me feedback about this fanfic okay? Dan, karena aku kelas akhir mulai Januari 2017 kemungkinan bakal stop update sampe sekitar Juli 2017 (sampe dapet pengumuman saya dapat kampus mana? apa ptn or pts? yah,saya mah pengennya ptn ya guys~ do’a in aja okeoke? And, saya janji bakal balik pasti setelah semua itu diketahui oleh saya.Maaf kalo gak update nya lama banget mbikos.. yah itu tadi yang diatas.Dan sebagai gantinya, semoga update setelah bulan itu bisa sebulan tiap minggu okay guys? INSYAALLAH AMIN. Udah, cuman itu makasih banyak. Wassalam..

Judul asli sequel ini awalnya RESET, but i’m changed it and jadi Let Me In

 

 

 

 

 

Advertisements

20 Comments Add yours

  1. RahayK says:

    Reblogged this on Ssstt!! This Fiction! and commented:

    Bagian ke 2

    Like

  2. zihanaa says:

    Semangat thor!! plis jangan disetop ff nya ini huhu, keep writing ya

    Like

    1. RahayK says:

      halo..makasih semangat nya zihan and.. mulai 2017 aku gak bakal update diblog manapun.. jadi.. kalo emang mau coba cek exo ffi aja aku ngepost jadi freelance disana hehehe makasih

      Like

  3. Uchie vitria says:

    Baek eun ha ma baek hyun cocok lah perbedaan usia bukanlah hal dirisaukan memulai semuanya dari awal baek

    Like

    1. RahayK says:

      pengen buat some lil’ yang gak biasa hehehe.. kurasa ceritanya bakal panjang.. karena aku nulis br smpe 5chapter hehehe
      dan konflik belum ada

      Like

  4. baekbaek says:

    Hmmm masih aja ya kepikiran sma si aeri ahaha.. Lanjut thor.. Aku pgn liat baekhyun bisa gak moveon dri aeri trus berpaling ke baek eunha ahaha.. Keep writingggg

    Like

    1. RahayK says:

      yah.. terlalu cinta mengakibatkan seperti ini jadinya.. tapi kita nantikan aja yaaa saat hal itu terjadi.. perjalanan masih panjang makasih dukungannya–

      Like

  5. Axel says:

    ini eun ha kelas berapa jadinya? bingung brrti pas ketemu baekhyun dia masi SMP? 6 th yg lalu . makasi sudah update

    Like

    1. RahayK says:

      hai .. 6 tahun lalu itu ketika dia msh sama istrinya, ae ri.. dimana pas lelaki itu baru married..
      kamu baca ini dari hold me tight kan?? story ini lanjutan dari holdme tight ya axel jadi kalo msh bingung baca aja dari awal heheheheh, eun ha itu baru ketemu baekhyun pas di jembatan sungai han

      Like

  6. vera12 says:

    tetep semangat thor. ceritanya bagus n seru kok menurutku. plisss jangan di stoppp msh penasaran sm next chpt… :’)

    Liked by 1 person

    1. RahayK says:

      alhamdulillah kalo msh bagus menurut pembaca hehehe.. tapi, dengan berat hati aku akan hiatus mulai januari – juni 2017 mungkin, setelah semua urusan study clear aku akan melanjutkan kembali chapter selanjutnya oke? sejauh ini udh ada 8 chapter yang ada di draft mode.
      kuharap semua mau menunggu yaa thank you so much^^

      Like

  7. Lirae_BLuuviners says:

    jangan di stop do Ra, kasian pra riders yg udah nunggu lma kya aku ini..hehe

    Oh mai gat knpa jga baek ingat2 si penghianat aeri itu…ok eun ha,karakternya aku ska,,mungkin dia akan jdi tman dlm perjlanan hidup baek nanti smpai sukses… tpi umurnya kejauuuuhaaaaannnnnn…😭😭ama baekhyun

    Like

    1. RahayK says:

      yah.. semoga sesuai ekspektasi kamu, dan moga gak mengecewakan ketika sy update nanti di 2017 okay? maaf kelamaan,i know but real-life buat masa depan jadi aku cari yg important dulu..
      mksh banyak udh bc ff ini^^

      Like

  8. Lirae_BLuuviners says:

    typo.. dong

    Like

  9. LL says:

    Jangan di stop yahh. Ceritanya baguss bangett, tambah seruu. Jadi penasaaran bagaimana baek nantinya, bagaimana park ae ri yg tega2nya ninggalin baek, dan bagaimana baek memulai kisah cinta barunyaa.
    Hohoohh pliss jangan balik lagi sm ae ri yah baek😁😁😁 dia dah kurang ajar banget sm kamu.
    Authornya semangat yaahh.
    Semoga lulus d Ptn
    Amiinn😇😇😇

    Like

    1. RahayK says:

      hello el,ff ini gak akan aku stop kok yah cuman authornya izin hiatus dulu buat real-life .. makasih juga doanya amin ya allah..
      and, semoga cerita ini selalu ditunggu sama reader’s semua yaah..makasih sekali lagi^^
      sekedar info *aku udh nulis smpe chapter 8, prakiraan yah kalo nggak 15- 20 chapter lah untuk sequelnya thx you

      sampe ketemu juli 2017
      yaaa makasih

      Like

  10. Ana merya says:

    Lah, lagi seru serunya juga.
    Malah ketemu sama bersambung.
    Hiks hiks hiks.

    Liked by 1 person

    1. RahayK says:

      hai, tunggu aja apdate selanjutnya yaa ga lama kok ^^

      Like

  11. RahayK says:

    HALO SEMUA!! MAAF BUAT CAPSLOK, TAPI AKU CUMA INGIN NGASH INFO TENTANG KELAJUTAN FF INI SILAHKAN BACA DI WP PRIBADI SAYA YAA.. DI http://www.ikonfinitexo77.wordpress.com
    makasih 🙂 karena saya gak tau apa dan kenapa saya ga bisa buka dasbor untuk ngepos chapter terbaru karena user sy sepertinya diremove sm adminnya heheheh makasih banyak atas pengertiannya^^ nanti, kalo seandainya sudah di invite ulang,, aku akan apdate lagi disini thankseuu :*

    RHYK 07.04.2017

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s