Story of Byun Family #1 – Sequel Autumn


Story of Byun Family present from Puspita.desu

Byun Baekhyun and Kim Yoora

Romance, family, idol life

.

.

Ingat dengan mereka? Aku akan kasih dua atau tiga sequel disini, ya untuk mengobati rasa rindu ku pada mereka kkk~

Juga untuk mengawali tulisanku yang emang udah lama hiatus, so sorry karena menghilang hampir 2bulan. Aku merasa jika aku hampir lupa tatacara menulis, otakku dipenuhi ini itu kkk~

Jadi maaf kalo kaku dan jelek. Aku akan berusaha untuk menulis lebih giat lagi 🙂

Oh ya, dan selamat untuk aktor Byun yang meraih trofi pertamanya untuk akting! You are Jjang 😘

.

.

.

Ya, jika harus memilih akan sesuatu yang paling diinginkan aku akan meminta untuk membuat hidupku seperti ini selamanya. 

.
Kim Yoora mengernyit namun setelahnya tersenyum, menatap masakan didepannya yang tidak terlalu buruk. Kemampuan memasaknya telah meningkat dan dia sedikit bangga akan hal itu. 

Yah setidaknya keluarga kecilnya tidak harus lagi berpura-pura menyantap hidangannya dengan penuh minat namun raut wajah yang sebaliknya. Oh, mereka bukan aktor yang baik! 

Dan dia merasa belum menjadi istri yang baik.

Pernikahannya yang kini telah berjalan hampir 3 tahun dengan Baekhyun tentu saja selalu mengalami pasang surut. Terlebih jika Baekhyun harus meninggalkan dia dan Daehyun demi pekerjaannya. 

Yoora bahkan selalu menangis karena Daehyun yang merengek sepanjang malam ingin melihat Ayahnya konser. Ya, itu mudah jika konser suaminya ada di Korea. Tapi bagaimana jika di adakan di luar negeri? 

Yoora bahkan selalu ikut menangis karena sungguh, menjadi istri seorang Byun Baekhyun bukan perkara yang mudah. 

Disisi lain dia juga bahagia, saat dimana keluarga mereka berkumpul dan jika bisa Yoora ingin menghentikan waktu demi melihat suami dan anaknya bersama. 

Yoora masih tersenyum, meraih mangkuk besar dan menyiapkan jjangmyeon buatannya. Omong-omong ini adalah makanan favorit Baekhyun dan Daehyun. Ayah dan anak itu terlalu mirip sampai Yoora mengira jika Baekhyunlah yang melahirkan dan membuat Daehyun sendirian. Karena tidak ada sedikitpun sesuatu yang menurun darinya pada Daehyun. 

Atau tidak dia ketahui. 

Namun demi apapun, dia mencintai Daehyun. Anak pria nya yang tidak lama lagi berusia 4 tahun. 

Yoora selesai menata hidangannya di meja makan, sejenak melirik jam dinding dan mendengus kesal karena ini sudah siang namun dua makhluk itu tak kunjung bangun juga. Maka dia membuka apronnya dan melangkah menuju kamar anaknya. 

Ya, mereka disana. Tidur sembari berpelukan dengan hanya memakai kaos dalam. Persis ayah dan anak beruang. Ya Tuhan

Yoora menyibak tirai jendela dan menyebabkan ruangan itu terang seketika. 

Kedua Beruang itu menggeliat namun tertidur lagi setelahnya. 

Yoora mendekat dan dengan cekatan memukul bokong keduanya kencang. 

“Yak! Apa yang kau lakukan?”

“Ah eomma sakit. Hwaaa! ”

Yoora berusaha menahan tawanya sembari mengcakak pinggang. Menatap Baekhyun yang menggeliat di ranjang sempit Daehyun. Tidak habis fikir akan keduanya yang rela bermain game semalaman hanya karena hari ini adalah weekend. 

Ya dia bisa berbangga pada teman grup nya karena secara khusus manager nya memberikan weekend hari minggu karena Baekhyun sudah berkeluarga. 

Dan Oh Tuhan pria itu sudah berusia 26 tahun. Namun seperti hanya beberapa bulan terlewat sebab tak ada perubahan yang signifikan padanya. 

Hanya saja, kemampuan gombalnya semakin pesat. 

Apa itu termasuk dalam hitungan? 

Daehyun yang masih merengek berdiri di ranjangnya dan menawarkan diri untuk di gendong. Wajah khas bangun tidurnya membuat Yoora gemas bukan main, membuat Yoora melupakan kemarahannya dan meraih lengan anaknya. 

Menggendongnya penuh sayang seraya menciumi Daehyun. 

Bocah itu tersenyum dan mencium bibir ibunya. 

“Selamat pagi Eomma! ”

Baekhyun yang melihat adegan itu hanya mendengus kesal. Heol, sejak kapan anaknya menjadi pandai merayu? 

Lihat saja wajah Yoora yang berubah drastis. 

Keduanya beranjak membuatnya semakin kesal. Mengapa Yoora tidak menyapanya? 

Namun sedetik kemudian Yoora kembali di hadapan nya seorang diri. Baekhyun tersenyum sumringah dan mengangkat tangannya persis Daehyun. Namun Yoora menepisnya dan melempar amplop cokelat pada Baekhyun. 

“Bangunlah dan baca ini!”

Yoora terdiam dan duduk di ranjang Daehyun diikuti Baekhyun. Pria itu membuka amplop itu pelan. Dan terkejut setelahnya. 

Dia bahkan belum siap untuk ini dan Oh Baekhyun bahkan mungkin tak pernah siap. 

Diliriknya Yoora yang menunduk dan memainkan jemarinya. Matanya melirik gelisah dan mungkin sebentar lagi akan menangis. 

Sebentar saja Baekhyun meninggalkannya Yoora sudah menangis di telepon dan mengancam nya akan pergi jika Baekhyun tidak kunjung pulang dalam waktu seminggu. 

Lantas bagaimana jika Baekhyun meninggalkan mereka dalam waktu dua tahun? 

“Ada begitu banyak teman grup mu yang lebih tua darimu. Mengapa kau harus lebih dulu mendapat panggilan?”

Yoora menatap Baekhyun dengan berkaca-kaca. Baekhyun menggeleng tak mengerti. 

Bahkan leadernya Suho pun belum mendaftar untuk wajib militer mengapa harus dia dahulu? 

Apa karena Baekhyun sudah menikah? 

“Aku akan mencoba berbicara dengan manager Hyung! Ja jangan menangis. ”

Baekhyun kembali melihat Yoora yang menangis. Yoora tidak bisa ditinggalkan olehnya, lantas dia harus bagaimana? 

Sehari tidak memeluk Yoora saja membuatnya sesak nafas bagaimana dengan dua tahun? 

Dua tahun, 

Dan mungkin dia akan kehilangan jantungnya. 

Yoora menangis semakin kencang, wajahnya dia tutupi dengan telapak tangan. 

“Ayolah sayang, berhenti menangis hm?”

Baekhyun memeluk Yoora dan menepuk punggungnya.

“Aku akan berbicara dengan mereka terlebih dahulu”

“Bagaimana jika kau tetap harus mendaftar?”

“Aku.. Tidak tahu”

“Hwaaaa. Mengapa kau selalu seperti ini hah? Mengapa kau selalu meninggalkanku?”

Ya, bahkan sampai saat ini Baekhyun belum bisa menjadi suami dan ayah yang baik.

Apa perlu kita pindah negara? 

Jangan bodoh, Oppa! 

.

.

Baekhyun merasakan hawa dingin dari Yoora, gadis itu makan dalam diam. Tidak seperti biasanya.

Bahkan Daehyun terus saja melihat ibunya sembari mengunyah dan Yoora bahkan tak menyadarinya. 

Baekhyun mengusap kepala anaknya dan seketika Daehyun berpaling, alis nya bertaut penuh tanya dan ayahnya hanya bisa menggeleng. Dia bukan tidak tahu, hanya saja jika Daehyun tahu bahwa dia akan melaksanakan wajib militer mungkin dia tak terselamatkan lagi. 

“Eomma? Apa kau perlu suntik botox? Appa selalu menyimpan voucher botox dibawah bantal Daehyun! ”

Baekhyun terkejut dengan ucapan lancar dari anaknya. Yoora yang mendengarnyapun segera menatap Baekhyun penuh amarah. 

“Kau selalu melakukan itu? Untuk siapa?”

Baekhyun mengusap wajahnya frustasi, Daehyun benar-benar tidak bisa dipercaya. Lihat saja anak itu kini mengunyah apelnya tanpa rasa bersalah. 

“Itu punya Chanyeol! ”

“Untuk siapa? ”

“Aku tidak tahu. Mungkin untuk ibunya”

“Mengapa ada padamu?”

Baekhyun terdiam, melumat bibirnya dramatis. 

“Sudahlah Yoo. Toh itu bukan milikku, Chanyeol hanya menitipkannya padaku! ”

Yoora menghela nafasnya, tidak baik jika diteruskan. Mungkin Baekhyun benar. Lantas dia meninggalkan meja makan dan meraih jus untuk penutup sarapan pagi mereka. 

Mood nya benar-benar buruk pagi ini. Yoora bahkan tidak tersenyum pada Baekhyun sampai sekarang. 

“Aku ingin jalan-jalan! ”

Itu Daehyun yang kini berada di samping Baekhyun. Berusaha merebut ponsel ayahnya dan tidak kunjung diberikan. 

Tentu tidak untuk kali ini. Baekhyun sudah lelah ketika esoknya banyak yang mengatakan kalau dia kurang kerjaan. Mengirimkan gambar tidak sopan di semua kontak telponnya. 

Yang terparah Daehyun pernah mengirim dirinya dan Yoora sedang berpelukan mesra. Dan berakhir dengan cemoohan ketika dia pergi ke gedung agensinya. 

“Ayo ke asramamu! ”

Kali ini Yoora yang bersuara. 

“Jangan macam-macam Yoora! ”

Baekhyun tahu apa yang sekarang berada dalam otak istrinya. 

Daehyun kini berjingkrak girang. Yoora pun hanya tersenyum dan membuka pakaian anaknya hendak bersiap. 

“Aku tidak akan berbuat apapun. Aku hanya ingin mengunjungi temanmu, apa mereka semua ada?”

Baekhyun mengingat jadwal mereka satu persatu. Oh tidak, hari ini hanya ada latihan itupun jam 3 sore sampai malam. 

Yoora dan Daehyun kini ada di hadapannya. Membawa pakaian Baekhyun dan menyuruhnya untuk mengganti pakaian. 

Entah apa lagi yang akan di perbuat Daehyun di asrama, terakhir kali mereka berkunjung Daehyun bahkan hampir membuat dapur mereka kebakaran. 

Anaknya memang luar biasa! 

.

.

“Waw ada Daehyun. Keponakanku, kemana saja kau hah?”

Chanyeol menggendong Daehyun yang baru saja tiba. Anak itu mencium pipi Chanyeol dan menimbulkan cibiran dari ayahnya. 

“Aku ingin es krim! ”

“Tidak Dae, kau sudah makan dirumah! ”

Yoora menyahut dan menghampiri beberapa member yang berada disana. Mereka sedang sarapan. 

“Hai Yoora. Kau membawa sesuatu?”

Tanya Sehun. 

“Hari ini aku memasak banyak Jjangmyeon. Kemana yang lain?”

Disana hanya ada Sehun dan Kai. 

“Kyungsoo hyung menjemput Hyeri dan Suho hyung ada di kamar mandi! ”

Jawab Kai. 

Kyungsoo dan Hyeri. Yoora hanya tersenyum mengingat keduanya kini semakin dekat. Walaupun belum memasuki tahap berpacaran, setidaknya Kyungsoo Oppa tidak terpaku pada Yoora seperti pada awal dia menikah.

“Ada apa dengan wajahmu Hyung?”

Kai kembali bersuara. Menatap wajah Baekhyun yang sedari tadi mengkerut. Dan selalu bertambah parah ketika melihat Daehyun yang kini berada dalam pangkuan Chanyeol di ruang televisi sambil menjilati es krim hasil curiannya milik Sehun.

Berhitung dalam hati jika Sehun akan murka sebentar lagi.

Park Chanyeol mengajarkan hal buruk pada anaknya.

“Apa Suho hyung sudah mendapat panggilan wajib militer?”

Baekhyun menyuarakan kegundahannya seraya berbisik. Takut jika Daehyun akan mendengar.

“Aku tidak tahu. Tapi kurasa dia belum mendapatkan itu. Mengapa?”

Baekhyun memandang Sehun kemudian istrinya yang kini terdiam.

Tidak bisa membayangkan bahwa dia akan pergi dan kembali saat Daehyun berusia 6 tahun. 

Bagaimana jika Yoora melupakannya? 

Bagaimana jika Daehyun menganggapnya ayah tidak bertanggung jawab? 

Sungguh, dia ingin membenturkan kepalanya untuk melupakan perihal ini. 

“Oh, kalian datang?”

Suho menyapa keduanya dan terbingung karena mereka semua diam. Tidak biasanya. 

Lantas melirik Daehyun dan Chanyeol yang kini sedang menatap ponsel Baekhyun. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan. 

“Bocah itu semakin besar saja yaa. Aku bahkan selalu kalah jika berdebat dengannya! ”

“Kau saja yang lamban Hyung”

Ayah Dae menjawab cepat. Menimbulkan kekehan dari mereka semua. Ingin memaki Baekhyun namun terhenti karena anaknya kini berlari padanya serta Chanyeol di belakang Daehyun. 

“Suho Samchon, Dae punya sesuatu untukmu! ”

Suho berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Daehyun. Menjawil gemas pipinya. 

“Apa itu?”

Suho menyodorkan telapak tangannya menyuruh Daehyun mengeluarkan sesuatu dalam genggamannya. 

“YYAAAKKKK DAEHYUN APA YANG KAU LAKUKAN HAH? 

BAEKHYUN USIR MAKHLUK ITU!”

Suho melemparkan sejauh mungkin apa yang tadi dia pegang. Tak ada rasa curiga apapun Daehyun akan memberinya makhluk menjijikan seperti itu. Baekhyun hanya menghela nafasnya dan memandang Chanyeol yang kini terbahak-bahak. Bukan hanya dia, tapi semua orang yang ada disana tertawa seolah melupakan bahwa setelah ini Suho akan marah. 

Baekhyun memungut mainan itu dengan malas, membawanya kembali pada Suho dan membuat pria itu kembali menggeram. 

“Ini hanya cicak mainan hyung. Jangan berlebihan! ”

Suho menggeleng dan berbisik pada Baekhyun. 

“Anakmu tidak tertolong Baek! ”

.

Kyungsoo tersenyum menatap Yoora. Sudah lama mereka tidak bertemu, seingatnya terakhir kali gadis itu berkunjung sekitar 5bulan yang lalu. Dan dia sedikit menyesal karena terlambat pulang, mungkin tidak sepenuhnya karena dirinya baru saja menjemput Hyeri dari agensi. 

Ya sekarang Hyeri adalah trainee agensi mereka dan akan melakukan debut tahun depan. Kyungsoo masih dalam proses untuk melupakan perasaannya pada Yoora dengan membalas perasaan Hyeri. Baginya tidak mudah, waktu tiga tahun seperti tidak berarti kala dia kembali melihat Yoora.

Apakah Kyungsoo harus pindah saja?

“Bagaimana kabarmu?”

Tanya Kyungsoo akhirnya sebelum mendudukan dirinya di sofa dan memandang Daehyun yang tidak jauh darinya. Anak itu menyunggingkan senyumnya dan mendekati Kyungsoo, meninggalkan Chanyeol yang sedari tadi asik dengan ponselnya. 

Kyungsoo menepuk pahanya dan Daehyun duduk disana menghadap padanya. 

Hal yang paling tidak dimengerti bagi semuanya adalah Daehyun yang akan menjadi anak baik ketika bersama Kyungsoo, jauh berbeda ketika dia bersama Chanyeol ataupun Sehun. 

Bahkan Baekhyun selalu marah karena Daehyun lebih menurut pada Kyungsoo daripada dirinya. 

“Aigoo. Dae kemana saja? Samchon merindukanmu”

“Dae ada dirumah. Eomma bilang Dae bisa masuk sekolah sebentar lagi. Tapi Dae tidak mau! ”

“Mengapa? ”

“Eomma akan pergi belanja dan ke salon jika Dae pergi. Sedangkan Dae harus memegang pensil dan menulis. Nanti tangan Dae pegal-pegal! ”

Kyungsoo tertawa kecil. Wajahnya memerah demi menahan tawa tersebut semakin keras. Dia melirik Yoora yang mengeluarkan wajah kesal dan bersembunyi di bahu Baekhyun yang baru saja terduduk. Baekhyun tersenyum geli dan menautkan jemari mereka. 

Adegan yang membuat tawa Kyungsoo terhenti dan kini beralih kembali pada Daehyun yang masih berada di pangkuannya. 

“Dae harus sekolah agar menjadi pintar. Jika sudah besar Dae ingin menjadi apa?”

“Gamers! ”

“APA? YAK PARK CHANYEOL APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAKKU! ”

Chanyeol yang merasa terpanggil, mendongak melihat Baekhyun yang murka. Dia menggeleng, merasa hari ini tidak melakukan hal yang berarti pada Daehyun. 

Hanya mencuri es krim dan makanan milik Sehun dan setelah itu melihat video Baekhyun yang dia sembunyikan. 

“Aku tidak melakukan apapun! ”

“Chan samchon bilang Dae akan mendapat banyak uang dari game! Dae ingin punya banyak uang seperti Appa. Tapi Dae tidak mau bernyanyi, karena Eomma selalu menangis jika Appa pulang terlambat karena bernyanyi! ”

“Hentikan Daehyun,! ”

“Eomma juga menangis jika Appa dekat dengan ajjuma lain di televisi.!”

“Ya Tuhan Daehyun! ”

Yoora semakin kesal karena anaknya membeberkan rahasianya. Dan semakin kesal mendengar tawa keras dari Baekhyun dan Chanyeol. Kyungsoo juga tersenyum geli padanya. 

Dia berani bertaruh hari ini adalah hari tersial baginya. 

.

.

Yoora dan Baekhyun berbaring berhadapan. Saling menatap tanpa berbicara sedikitpun. Yoora bahkan sudah menangis namun yang Baekhyun lakukan hanya terdiam. 

Terlalu bingung harus berlaku seperti apa. Baginya itu tidak ada gunanya. 

Besok dia akan pergi selama dua tahun. Memang benar mereka memberi keringanan pada Baekhyun seperti jatah dua tahunnya akan dikurangi tiga bulan dan dia diberi libur dua kali dalam waktu itu. 

Tetap saja, dia tak sanggup. 

Bagaimana Yoora dan Daehyun hidup tanpa dirinya? 

Bagaimana jika nanti Daehyun akan melupakannya? 

Dan,

Bagaimana dengan Baekhyun yang bahkan tidak bisa tertidur jika tidak memeluk Yoora?

“Aku akan membunuhmu!”

“Hah?”

“Aku akan membunuhmu jika nanti kau terlambat pulang!”

“Tentu saja aku tidak akan terlambat Yoo!”

“Aku akan berpaling jika kau berani mendekati wanita lain disana!”

“Yak, mana berani aku berbuat demikian Sayang!”

Baekhyun mengusap air mata Yoora dan memeluk gadis itu. Malam terakhir mereka.

Isakan Yoora semakin kencang. Baekhyunpun ikut menitikan air matanya. Melepas pelukan Yoora dan menatap gadis itu.

“Jangan lupa makan. Jangan lupa mengunci pintu sebelum tidur. Jangan biarkan Daehyun pergi sendirian. Hubungi Kyungsoo atau Chanyeol jika terjadi sesuatu.!

Baekhyun menjeda kalimatnya dan mengecup bibir Yoora sebentar.

“Aku akan menghubungimu setiap pekan. Aku akan datang ketika aku mendapat libur. Aku akan.. Ya Tuhan Yoora!”

Yoora meringsek masuk dalam pelukannya. Pakaiannya basah karena air mata gadis itu.

Melepas kembali pelukan mereka dan mencium istrinya lembut.

“Jangan lupakan aku. Tunggu aku.!”

“Aku. Mencintaimu!”

.

.

To be continue..

.

Yoora. Kau ingat aku?

Ya. Tentu saja Oppa.

Bagaimana dengan perasaanku Yoo. Kau masih ingat?

Hentikan Jinki Oppa!

Aku mencintaimu.

Hentikan!

.

Kyungsoo Oppa

Ya?

Bagaimana jika Baekhyun tidak kembali?

Dia akan kembali, tunggu saja sebentar lagi.

Dia ikut dalam pelatihan luar negeri. Ku dengar disana sedang dalam peperangan. Bagaimana jika dia tidak kembali?

.

.

Daehyun. Appa mu tidak kembali.


Advertisements

20 Comments Add yours

  1. lyoungie98 says:

    Aigoo., gemessss sama tingkahnya Daehyun😊😊😊😊
    Ckckckck., chanbaek ribut mulu eohh.. Wkwkwk

    “Yoora berusaha menahan tawanya sembari mengcakak pinggang.” MENGCAKAK???., Eonni harusnya BERKACAK PINGGANG kan?? / sama aja??..hehehehe

    Aigoo., ternyata Baekhyun di panggil untuk Wamil?!?!?!..
    Ya ampun yoora.. Nyesek ihhh..
    Endingnya Sedihhh.. 😢😢😢

    Itu jinki ngapain lagi!!., ngga puas kah dia sama yg di lakukannya dulu?!?!..kesel iihh..
    jgn buat yoora sama baekhyun pisahh ya.,kkkk
    Baekhyun jangan labil(?) lagi..hehe

    Eonni., Next juseyo
    Hwaiting!!
    💞💕💋
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    Like

    1. Puspita.desu says:

      Itu aku yang salah emang harusnya berkacak 😂😂😂 ga bgt ya eyd nya

      Pisahin aja lah mereka, udah 3taunkan romantis terus kkk

      Like

  2. PNhd_RV says:

    Kalimat terakhir, apa itu???? Ahh…seketika kalimat terakhir meruntuhkan pengharapanku huwaaaa…sedih aku

    Like

    1. Puspita.desu says:

      Udahlah jan berharap sama Baek. Dia kan gitu orangnya kekeke

      Like

  3. SHINERSB says:

    kok kak pit baliknya malah jahad sih, masa yoora mewek sepanjang ff kan kasian

    Like

    1. Puspita.desu says:

      Masa sih? Aku ga nyadar 😭

      Liked by 1 person

      1. SHINERSB says:

        wkwk,gpp kok ku kan sayang kak pit .. tapi nanti si cabe jan mati ya ㅜㅜ nanti ku nangis lhoooo

        Like

      2. Puspita.desu says:

        Gapapa lah aku jadiin aja bang Toyib ya dia. Atau mau ku jadiin reinkarnasi Yoo Si Jin? #apadah

        Liked by 1 person

      3. SHINERSB says:

        jan dong.. sijin dah om-om si cabe kan msh brondong XD

        Liked by 1 person

      4. Puspita.desu says:

        Berondong juga abs nya gillaa #eh?

        Liked by 1 person

      5. SHINERSB says:

        dah luntur kak pit dah luntur XD

        Like

      6. Puspita.desu says:

        Iya mungkin skrg one pack lagi 😂😂

        Liked by 1 person

  4. Realc says:

    Ini si jingki balik lg astagaaaa bikin runyem aj

    Like

  5. Puspita.desu says:

    Maafin yg bikin runyem kaka. 😂😂

    Like

  6. tri rahayu says:

    demi apa ini ada squel nyaaaaaa….!!!
    dan aku ketinggalan beritaaa OMEGOTTTT.

    anak nya baekhyun bener” luar biasaa wkwkw
    apa itu jinki ?? jinki balik lagii ?? jahat lagi kahhh??
    dan apa ituu, baekhyun matii ??? andweeeeee!!!

    authornim aku menunggu chap selanjutnyaa ?? kapan dipubliss ?? heheh.
    HWAIGHTING

    Like

  7. Devi-L A.R.M.Y. says:

    Bahaya bgt si daehyun ya hehe
    Duh kesian yoora lgi2 ditinggalin baek huhuhu 😭😭😭

    Like

  8. demi jamban suman ini ada sequelnya aaaaaaaaaaaaaakkkhhh cidaaaaaaakkk

    Like

  9. Jean says:

    Jinki udah mau bebas ya?
    Gimana nanti kalo baekhyun wamil dan jinki berulah lagi?

    Like

  10. Oh Al Da says:

    Woaaah, woaaaah… Aku nangis pas baca Yoo Ra nangis T_T…
    Keren banget ceritanya, Kak author… Aku baru nyadar kalau ini sequel :v Aku belum baca dari part awal kalau gitu :(…
    Daehyunnya lucu bgt… Aduh sakit jadi kyungsoo :D.. Aaah, Baek Hyun nya so sweet ^_^. Ditunggu nextnya ya, Kaaak… Fighthing! ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s