Mission success (chapter 2)

Judul : Mission success
Author : kimchoi
Cast :
-Byun Baekhyun
-Byun Baekhee
-Choi Heejoong
-Kim Jongin
-Kim Jongdae
-Park donghee
And others
Lenght : Chaptered
Summary : “dalam misi apapun kita harus berhasil!”

Jangan plagiat! Dan jangan nge bash!

Saya sudah berusaha untuk tidak adanya typo. Tapi kalau masih ada maafkanlah saya. Dan saya minta maaf, karena EYD saya tidak terlalu bagus.

Selamat membaca^^

*********

Baekhyun, Baekhee dan Chen masih berkutat dengan laptopnya masing-masing. Begitupun dengan Donghee, Heejoong dan Kai, mereka masih mempersiapkan senjata-senjata yang akan mereka pakai dalam menjalankan misi. Mereka terus begitu sampai mereka lupa waktu. Hari sudah menjelang sore, tapi mereka masih dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sampai akhirnya ada satu orang yang menyelesaikan pekerjaanya.

“Aaaaahhh. Pegalnya.” Kata Donghee sambil merenggangkan tubuhnya dan kemudian berdiri dari sofa yang seharian penuh ia duduki untuk mengecek senjata-senjata dan juga alat-alatnya.

“Kau sudah selesai?” Tanya Heejoong melihat Donghee berdiri.

“Belum. Akan kulanjutkan besok. Aku sudah pegal. Aku sudah lelah. Aku mau mandi. Aku juga sudah lapar.” Kata Donghee langsung pergi.
.
.
.
“Hey Baekhee!” Panggil Baekhyun.

“Ehm… Ada apa?” Jawab Baekhee masih menatap laptopnya.

“Buatkan makan malam!” Kata Baekhyun sambil menatap kembarannya itu.

“Mmm… Tapi malam ini makan ramyeon dan kimchi saja ya aku sudah lelah.” Kata Baekhee sambil mematikan laptopnya.

“Baiklah.” Kata Baekhyun sambil mematikan laptopnya juga dan berjalan keluar ruangan. Saat baekhyun sudah berada di luar dia bertemu dengan Donghee.

“Oppa! Apa eonni masih di dalam?” Tanya Donghee.

“Eoh. iya.” Kata Baekhyun. Kemudian Baekhee dan Chen keluar.

“Eonni! Makan malamnya apa?” Tanya Donghee.

“Ramyeon dan kimchi.” Kata Baekhee dan langsung pergi. Chen juga ikutan pergi.

“Ah wae?” Kata Donghee bingung.

“Kasihan Baekhee biarkanlah dia. Kau juga tinggal makan saja.” Kata Baekhyun dan langsung pergi meninggalkan Donghee.

Baekhyun berjalan menuju kamarnya dan kemudian berjalan menuju kamar mandi. Dia membersihkan dirinya lalu setelah selesai dia memakai pakaian untuk di pakai tidur dan kemudian berjalan keluar menuju ruang tengah dengan tab nya. Saat berada di ruang tengah ia mendengar teriakan Baekhee.

“HEEEEEEYYYY KALIAN. MAKANANNYA SUDAH SIAP. CEPAT KESINI!!!!” Teriak Baekhee dari ruang makan.

Baekhyun, Chen dan Donghee langsung menuju ruang makan. Kemudian mereka duduk di tempat masing-masing.

“Kemana Kai dan Heejoong?” Tanya Baekhee.

“Mungkin masih di ruangan senjata. Tadi saat aku keluar mereka berdua masih ada disana.” Kata Donghee. Kai datang.

“Eoh kau datang. Kai, Heejoong mana?” Tanya Baekhee.

“Dia belum datang? Mungkin dia masih ada di ruang senjata.” Kata kai.

“Panggil dia suruh makan sekarang!” Kata Baekhyun.

“Iya.” Kata Kai dan berlalu pergi untuk memanggil Heejoong. Tidak berapa lama Kai datang bersama Heejoong.

“Ayo makan.” Kata Baekhyun.

“Jalmeokgesseubnida~” kata mereka berenam dan mulai makan. Di tengah makan malam Baekhyun berbicara.

“Aku sudah mencari dimana biasanya ia judi. Tempat judi itu ada di daerah busan. Heejoong dan Kai, kalian kesanalah besok.” Kata Baekhyun.

“Ya. Baiklah.” Kata Kai dan Heejoong.

“Oh iya baek. Dan aku tadi melihat jadwal Lee kwangdoo. Dia minggu depan tidak ada kegiatan sama sekali, kemungkinan besar dia akan ke tempat judi itu minggu depan. Jadi kemungkinan besar kita akan melaksanakan misi disana.” Kata Baekhee.

“Makasih Baekhee. Jadi kalian juga cari tau seluk beluk tempat judi itu.” Kata Baekhyun.

“Iya.” Kata Kai dan Heejoong.

“Mmm…” Jawab Baekhee dengan deheman. Merekapun menyelesaikan makan malam dan kemudian tidur.
.
.
.
Baekhyun bangun dari tempat tidurnya dan kemudian berjalan keluar. Di luar sudah ada Donghee dan Chen yang sedang menonton tv. Dan Heejoong dan Baekhee berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Sedangkan Kai masih terlelap tidur di kamarnya. Baekhyun berjalan menuju dapur.

“Apakah masih lama?” Tanya Baekhyun.

“Tidak. Ini tinggal di taruh di meja makan.” Kata Baekhee menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Ooohh. Baiklah. Sini ku bantu.” Kata baekhyun. Sambil mengangkat panci berisikan sup hangat.

“Terima kasih. Heejoong panggilkan yang lain!” Suruh Baekhee kepada Heejoong.

“Eoh.” Kata Heejoong.

Heejoong berjalan menuju ruang tengah. Dia melihat Chen dan Donghee yang sedang menonton tv.

“Oppa! Donghee! Sarapan sudah jadi.” Kata Heejoong.

“Hmm.” Kata Donghee. Kemudian langsung berdiri dan berjalan menuju ruang makan.

“Terima kasih Heejoong.” Kata Chen sambil berdiri dan mematikan tv kemudian berjalan menuju ruang makan.

Heejoong berjalan menuju kamar Kai. Dia mengetuk pintunya dan kemudian membuka pintu kamar Kai.

“Kai!!! Bangunlah!!! Sarapan sudah jadi.” Kata Heejoong setengah berteriak.

“Hmmm…” Jawab Kai dengan berdehem.

Heejoong menutup pintunya dan kemudian berjalan menuju ruang makan. Dan kemudian duduk di kursinya.

“Mana Kai?” Tanya Baekhee.

“Sebentar lagi dia datang.” Kata Heejoong. Mereka menunggu Kai. 3 menit sudah berlalu tapi Kai belum datang juga.

“Kenapa Kai lama banget sih? Aku sudah lapar.” Kata Donghee kesal.

“Heejoong bangunkan Kai lagi.” Suruh Baekhyun kepada Heejoong.

“Aish… anak itu… baiklah.” Kata Heejoong kesal. Kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar Kai lagi. Sesampainya di depan kamar Kai. Heejoong langsung membuka pintu kamar Kai.

“KAI!!!!!! BANGUN!!!!!” Kata Heejoong berteriak sambil jalan mendekati Kai.

“Hmm…” jawab Kai hanya dengan deheman seperti tadi dan kemudian meringkuk masuk ke dalam selimutnya.

“KAAAAAIIII!!!!!! BANGUUUUN!!!!!” Kata Heejoong sambil menarik-narik selimut Kai.

“Hmmmm… Aku akan kesana. Tolong hentikan.” Kata Kai sambil mempertahankan selimutnya agar tidak ditarik Heejoong.

“BANGUUUNNN SEKARAAAANG!!!!!!!” Kata Heejoong masih berteriak untuk membangunkan Kai.

“Iya. aku akan kesana!” Kata Kai masih meringkuk di bawah selimutnya.

“Kalau kau tidak ada, kita tidak akan makan-makan. Si Donghee juga sudah kelaperan. Jadi banguuunn!!!!” Kata Heejoong setengah berteriak dan masih sambil menarik-narik selimut Kai.

“Iya!!! Aku akan kesana!!!” Kata Kai agak meninggikan suaranya. Heejoong masih tetap menarik-narik selimut Kai agar Kai bangun. Kai pun semakin kesal akan perbuatan Heejoong yang menarik-narik selimutnya. Akhirnya Kaipun meraih tangan Heejoong dan menariknya. Hingga Heejoong jatuh di atas badan Kai. Heejoong kaget kemudian membelalakan matanya sambil menatap Kai. Kai menatap Heejoong.

“Kau bisa diam tidak!” Kata Kai yang kesal sambil melihat ke mata Heejoong. Tidak ada jawaban dari Heejoong. Kai dan Heejoong kemudian hanya bertatap-tatapan melihat ke arah mata keduanya. Setelah beberapa detik bertatap-tatapan, Heejoong menyadari bahwa dia masih berada di atas badan Kai. Kemudian dia berdiri dan merapihkan bajunya. Kaipun yang juga baru sadar kemudian keluar dari selimutnya dan berdiri.

“A… a… ayo sarapan! Mereka sudah menunggu.” Kata Heejoong mengajak Kai menuju ruang makan dan agak tergagap.

“Eoh.” Jawab Kai rada canggung sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya walaupun tidak gatal. Mereka berdua keluar kamar Kai dan kemudian jalan beriringan menuju ruang makan.

“Kalian kenapa lama sekali sih? Aku sudah lapar nih.” Kata Donghee yang sudah menahan lapar dari tadi sambil mengusap-usap perutnya.

“Maaf.” Kata Kai. Heejoong dan Kai langsung ke tempat duduknya masing-masing.

“Hey. Kenapa muka kalian berdua merah?” Tanya Baekhee sambil melihat muka Kai dan Heejoong secara bergantian. Chen, Donghee dan Baekhyun yang penasaran juga melihat ke muka Kai dan Heejoong.

“Iya. Benar. Kenapa muka kalian berdua merah?” Tanya Chen yang baru menyadarinya.

“Apa yang terjadi pada kalian berdua tadi? Apa kalian…” Tanya Baekhyun dengan tatapan menyelidik ke arah Kai dan Heejoong.

“Tidak!!!” Kata Kai dan Heejoong berbarengan dan setengah berteriak.

“Kalian berteriak artinya benar. Kalian melakukan apa tadi?” Tanya Baekhyun lagi. Kai dan Heejoong bingung mau menjawab apa. Mereka berfikir keras untuk mencari alasan.

“A… a… aku tadi…”
.
.
.
.
.
.
.
Tbc

Maafkan saya. Saya sudah tidak bisa manjangin ini cerita lagi. Mungkin akan saya coba panjangin di chap selanjutnya. Saya akan berusaha keras. Tapi sepertinya disini terlalu banyak kaixheejoong. Maafkan saya lagi. Seperti biasa bila kalian tidak mau dibilang sider tolong tinggalkan jejak dengan like ff ini atau komen dengan cara baik-baik. Bila kalian tidak mau ya sudah tidak apa-apa. Saya tidak memaksakan kehendak orang lain. Terima kasih yang sudah mau membaca ff ini. Oh iya ff ini juga ada di blogku sendiri kimchoi1224.wordpress.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s