Cheer Up[Chap.2] – Alona

Starring by; Byun Baekhyun[EXO] – Kim Seoulhyun[AOA] – EXO member’s – OC’s

Genre;Romance – AU – School Life – Hurt/Comfort – Sad

Length;Chapterred 

Rated;PG – 15

Thanks for Amazing Poster byChaerimIndo Fanfiction Art

Disclaimer;

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

A Fanfiction’s by A L O N A

 

“Gotta See U love me like a real man…”

 

Meski saat itu Chanyeol telah sepenuhnya mengklarifikasikan bahwa ucapan Baekhyun itu tidak benar. Namun desas – desus yang menyebutkan bahwa Baekhyun menyukai Seolhyun tetap saja terdengar. Seperti pagi ini.

Meski Seolhyun bukanlah manusia yang memiliki superhearing, namun dia tetap saja bisa mendengar gosip itu disetiap langkah yang diambilnya menuju kelas.

Seolhyun sudah mengantisipasinya dengan begitu baik. Hingga kini dia bisa berjalan diantara gadis – gadis yang membisikan soal gosip itu atau meliriknya sinis dan dibalas wajah cuek andalannya.

Dia sudah berpikir hal ini akan terjadi sebelumnya. Jadi tentu dia tidak akan kaget atau bahkan menahan tangis saat dengan terang – terangan dirinya dicemooh atau paling parah dibully. Mengingat Baekhyun adalah anak laki – laki yang cukup berpengaruh disekolah, yang sudah pasti memiliki banyak fans. Seolhyun dapat mengatasinya dengan segala rencana yang tersusun rapi diotaknya.

“Cih, kalau tau begini akhirnya. Aku menyesal memberikan pria itu nomor ponselmu.”Lirih Minkyung yang tiba – tiba ada disampingnya. Entah kapan datangnya yang jelas begitulah Minkyung. Si Gadis tiba – tiba.

“Ya, salahkanlah gadis yang langsung meleleh hanya karna seorang pria populer bicara padanya, lalu memberikan nomor ponsel sahabatnya dengan begitu mudah.”Ledek Seolhyun dengan senyum sinis. Perempuan yang rambutnya kini diikat bak buntut kuda itu menarik kursi miliknya lalu duduk disana setelah mengecek bahwa itu aman.

“Haruskah aku membenci gadis itu? Kan karna dia kini aku punya banyak musuh?!”Lanjut Seolhyun dengan nada mengejeknya yang luar biasa menyebalkan.

“Ish! Janganlah, kalau itu terjadi. Siapa yang akan membantuku mengerjakan tugas atau memperlihatkanku jawabannya saat ulangan?”Pinta Minkyung tiba -tiba. Gadis berambut ombre itu bahkan menggenggam tangan kanan Seolhyun dan menggoyangkannya seolah sedang meminta Ibunya membeli permen.

“Oh, jadi kau memintaku bersahabat hanya karna itu?”Tanyanya dengan raut tak percaya yang dengan polosnya dijawab anggukan.

“Sialan. Kenapa jadi dramatis begini?”Seru Minkyung tiba – tiba seraya mendudukan dirinya disamping Seolhyun yang sedang tertawa pelan.

“Siapa yang memulainya? Aku hanya mengikutinya saja.”Sahut Seolhyun dengan nada membela diri. Cewek itu mulai mengeluarkan buku novelnya dan membacanya.

“Aish, aku masih benar – benar menyesal memberi nomormu pada pria itu.”Ketus Minkyung dengan raut sebalnya yang luar binasa menyebalkan.

“Yasudah, mau bagaimana? Kau sudah memberikannya? Terlanjur!”Sahut Seolhyun tanpa melirik Minkyung yang kini memandangnya aneh.

“Untung sayang.”Ucap Minkyung yang kini tersenyum, senyum yang dibenci Seolhyun tentunya hingga gadis itu berdecih geli.

***

Bel istirahat telah berdering sejak Nam-saem menutup pelajarannya.

Pria paruh baya itu hanya nengingatkan para muridnya untuk mengerjakan tugas yang diberikannya sejak beberapa menit yang lalu dengan benar karna jawabannya sudah dijelaskan di buku pelajaran mereka, Buku Fisika.

“Ck, dia kira otak kita sejenius Albert Einstein apa? Aku saja butuh waktu 3 hari untuk mengerti rumus newton. Dan kini? Apa lah ini?”Tanya Minkyung dengan pulpen menujuk bukunya yang menjelaskan tentang tugas tadi dengan emosi.

“Aku bisa mati,Seol!”Lanjut Minkyung dengan kepala terkulai tak berdaya diatas bukunya.

“Coba saja dikerjakan sambil melihat foto candid para pria seksi itu, kau akan kembali semangat bukan?”Sahut Seolhyun dengan wajah datarnya. Yang dihadiahi tepuk tangan heboh milik Minkyung.

“Ah, tidak salah Jung-saem memilihmu untuk ikut lomba Kimia antar kelas. Kau memang pintar sungguhan.”Seru Minkyung dengan riang, seolah lupa jika barusan dia mengeluh layaknya orang yang akan dibunuh.

“Cih, dipikir apa pintar bohongan. Otakmu dimana?”

“Otakku selalu ada didalam kepalaku. Dan disaat itu juga bekerjanya selalu seperti di lutut. Kau belum mengetahuinya ya?”Seru Minkyung yang dibalas gelengan maklum dari Seolhyun.

“Ayo kekantin!”Ajak Minkyung. Gadis itu dengan riangnya berdiri disamping Seolhyun yang terduduk. Bibirnya menampilkan senyum bahagia, tidak memperhatikan wajah sahabatnya yang kini merunyam.

“Eomma membuatkanku bekal. Kau sendiri saja.”Jawab Seolhyun seraya mengeluarkan kotak bekal berbentuk kotak dengan warna abu – abu dari tasnya.

Gadis itu mulai membuka tutup kotak bekalnya dan segera memakannya, tak memperdulikan wajah Minkyung yang kini melukiskan ekspresi kepingin.

“Yasudah, aku kekantin.”Vokal Minkyung setelah mendengus kesal.

“Hati – hati, kemungkinan ada yang lebih buruk dari fansnya Baekhyun. Jaga dirimu, Arraseo?!” Ucap Minkyung dengan nada memperingati, mencoba menakut – nakuti sosok Seolhyun yang hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah kepergian Minkyung. Keadaan kelas memang menjadi sunyi, karna kebanyakan murid memilih berdiam dikantin,seperti Minkyung contohnya dan Seolhyun jika saja dia tak dibawakan Bekal.

Sebenarnya alasan Seolhyun sendiri membawa bekal adalah karna dia ingin menghindari tatapan sinis para gadis yang mengaku menyukai Baekhyun,atau  disebut sebagai fansnya. Itu membuatnya tak nyaman, apalagi niatnya kekantin itu ingin makan namun para wanita itu akan menghancurkan imajinasinya soal makan dengan tenang.

Jadi, disinilah Seolhyun.

Duduk sendirian dikelas sambil memakan ayam goreng buatan Ibunya dengan lahap.

Sebenarnya ini bukan tipenya, menyendiri karna ketakutan dimasa. Iew. Seolhyun tak takut itu, dia hanya ingin tenang tanpa adanya hal yang membuatya terganggu.

Gadis itu memakan bekalnya sambil beberapa kali melirik tugas yang tengah dikerjakannya. Sebetulnya itu bisa dikerjakan saat pulang sekolah, namun mengingat dirinya dilanda kebosanan. Seolhyun memilih mencoba mengerjakannya sekarang.

“Kenapa tidak kekantin?”

Suara familiar dari pintu masuk kelas membuat Seolhyun mendongak.

Kejadiannya sangat cepat hingga dia membulatkan matanya, saat seorang anak laki – laki dengan santainya berjalan masuk dan duduk dihadapannya.

“Tidak kenapa – napa. Hanya ingin!”Jawab Seolhyun seadanya dengan cepat. Tak mau membuat percakapan dengan anak cowo itu yang tak lain adalah Baekhyun.

Dapat Seolhyun lihat dari sudut matanya kalau kepala Baekhyun mengangguk – angguk paham. Jadi, dia kembali memakan Ayam goreng sambil sesekali mengerjakan tugasnya, mencoba mengabaikan tatapan intens Baekhyun yang sangat mengganggunya.

“Kau menggangguku!”Ketus Seolhyun akhirnya. Tak tahan terjebak dalam objek kesenangan Baekhyun.

Pria berambut coklat itu sebenarnya tidak melakukan apa – apa selain memerhatikan gerak gerik Seolhyun yang tengah makan seraya mengerjakan tugas. Hanya itu.

Namun entah kenapa, Seolhyun merasa terganggu. Apalagi dikelas hanya ada mereka berdua, ini adalah hal baru untuknya. Berduaan dengan seorang pria.

Alis tebal anak lelaki itu menaik dengan dahi mengerut, bingung dengan pernyataan bernada ketus yang keluar dari bibir Seolhyun.

“Lalu?”Tanyanya dengan wajah bingung yang dihadiahi dengusan sebal oleh Seolhyun.

“Lalu?” Ucap Seolhyun mengulangi ucapan Baekhyun. “Kau masih bertanya? Janganlah menatapku layaknya aku ini penjahat yang siap dihukum. Itu tidak sopan!”Lanjutnya dengan nada sebal tingkat akhir.

Seolhyun bahkan melempar penanya hingga menyebabkan bunyi benda berbentur cukup keras.

Entahlah, Seolhyun bingung dan merasa aneh. Jantungnya berdebar apalagi kala mencium parfum dengan wangi menenangkan milik Baekhyun, dan kini ditambah cowok itu tersenyum manis entah karna apa layaknya orang gila padahal Seolhyun baru saja memarahinya. Itu membuatnya terlihat.. Entahlah. Tampan.

“Tapi kau memang penjahat!”Seru anak lelaki itu masih dengan senyum manisnya yang mulai berubah misterius.

Seolhyun tak mengerti dengan ucapan Baekhyun, jadi dia mencoba mencernanya dengan dahi mengerut.

“Kau penjahat jadi memang sewajarnya kau dihukum!”Lanjut Baekhyun dengan bahu mengindik.

Semakin tidak mengerti dengan ucapan Baekhyun, Seolhyun memilih mengabaikannya dengan memakan kembali Ayam gorengnya.

Mencoba terlihat biasa saja padahal jantungnya makin berdebar, tak tau apa yang akan cowok itu lakukan nantinya atau ucapkan pada akhirnya.

“Kurasa kau masih mengingat ucapanku waktu itu. Dimana kau cantik saat marah maka aku akan memasuki tahap…”

Wajah cowok itu maju, membuat Seolhyun mundur hingga mentok di senderan bangkunya.

“… mencintaimu!”Lanjut Baekhyun dengan senyum tulusnya. Dan jantung Seolhyun makin meledak ledak kala dia merasakan sebuah benda kenyal menempel di pipi sebelah kanannya.

“Kurasa kau menerimaku. Karna kau terus menerusan marah! Dan… hukuman untuk penjahat sepertimu itu baru dimulai besok! Entahlah!”

Dan—Seolhyun tau apa maksud Minkyung tadi.Ini memang lebih buruk dari fans Baekhyun.

Jadi, bagaimana Minkyung bisa tau?

 

Note;

Maafkan aku karna gak ngepost di tanggal seharusnya. Ini udah ngaret pendek lagi ya;v

Mohon maaf lahir dan batin(?)

Ditunggu kritik, saran, masukannya^^

Advertisements

One Comment Add yours

  1. SHINERSB says:

    byunbaeknya kiyut sekali,ku bawa pulang ya XD

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s