In Your Eyes ‘Chapter 3’

Puspita.desu’s present. 

Cover by Laykim @IndoFanfictionArts

Byun Baekhyun • Kim Yoora

Fantasi • Mistery • Romance • 15+

Chaptered length. 

.

.

Maaf telat banget up nya. Aku akhir2 ini gak pernah ada waktu luang, sekalipun ada aku gunain buat istirahat. 

So, jadwal up aku sekarang gak nentu. Mohon memaklumi 🙂

.

.

Mimpi yang memang bukan mimpi, ini nyata. Jika dihadapkan dengan ujung pedang mungkin Yoora rela dibanding harus mengingat kejadian yang terus saja terulang dalam otaknya. 

Merajai seluruh atensinya. 

Dia, seorang Byun Baekhyun yang membunuh dengan cara yang tak pernah manusia lain fikirkan. 

Atau dia vampir? 

Atau dia zombie? 

Sudah kubilang Kim Yoora, kau harus menjauhiku. 

Bagaimana pria itu memerintah Yoora menjauhinya, sedangkan dia kini berada di rumahnya. Di kamarnya. Di tempat tidurnya. 

Dia bahkan nyaris gila memikirkan fakta ini. Atau mencari alasan yang tak pernah berujung benar jika ayahnya memergoki dia tertidur di ranjang seorang pria. 

Pria serigala. 

Ehmm. 

“Aku menemukan jawabannya!”

Suara cokelat meleleh kembali menghantam kesadaran Yoora, walau tetap bersikeras untuk berpura-pura tertidur, dan juga dia yakin bahwa orang itu sepenuhnya tahu bahwa dia berbohong. 

Lantas apa yang di maksud dengan jawaban? 

Alasan mengapa Yoora mengikutinya sepanjang hari? Tidak, dia memendamnya dalam hati sendiri. Atau bahwa mata merah itu bahkan mampu membaca isi hatinya? 

Yoora menenggak salivanya pelan, merasakan mata itu yang kini menatapnya terpejam. Entah apa yang akan dilakukan selanjutnya, yang pasti kini Yoora teramat enggan membuka matanya. Enggan menemukan fakta bahwa pria itu baru saja membunuh seorang manusia.

Bagaimana jika orang yang dibunuh itu sedang mencari nafkah untuk keluarganya?

Bagaimana jika dia tertangkap dan dipenjara? Lagi? Apakah dia pernah di penjara karena membantai seluruh keluarganya?

Yoora bingung dengan segala pemikiran yang ada dalam kepalanya. Dia menantikan. Bahkan kini berasumsi bahwa sel otaknya banyak yang terputus akibat berfikir terlalu dalam. Sungguh, situasi apa yang sedang dia hadapi sekarang?

“Itu.. Lonimia Cartepillar kan?”

Si cokelat meleleh kembali merecoki fikirannya. Nama ulat yang tidak asing baginya berhasil keluar dari bibir Byun Baekhyun. 

Oh kasus itu, dia mungkin berfikir keras untuk memecahkannya. 

Maka dengan hati berdebar, Yoora membuka matanya pelan. Tidak ada. Baekhyun tak ada disana. 

Yoora bangkit dengan cepat, menelisik seluruh ruangan asing itu. Hanya ada satu ranjang sedang, satu lemari kayu mahogani, meja belajar dengan komputer menyala dan kursi santai yang telah diisi penghuninya. 

Baekhyun disana. Duduk membelakanginya menatap jalanan yang berada di bawah apartemen kecilnya. Dia tinggal sendiri. Dia tak punya teman. Dia menanggung semuanya sendiri. 

“Jika sebelah sandal bulunya ditemukan dan telapak kaki kiri korban itu mengalami ruam mungkin itu karena ulat mematikan semacam Lonimia Cartepillar.! “

Dia bergumam kembali, Yoora menatap punggung tegapnya. Tetap diam tanpa berniat menjawab apa yang telah pria itu fikirkan seharian melalui kasus itu. 

Baekhyun memutar kursinya sehingga dihadapkan dengan sepasang mata cokelat Yoora yang menatapnya terkejut. Baekhyun membuka penutup matanya dan si merah menyalang itu tepat menatap Yoora sampai dia merasakan seluruh tubuhnya bergetar. 

Yoora menunduk. Dan masih terdiam. Kendati kini langkah Baekhyun mendekatinya, dia tetap pada posisinya. Kendati jantungnya berdebar, dia tak lari selangkahpun dari sana. Hanya tertunduk dan menanti. 

“Maaf untuk yang semalam. Kau melihat hal yang tak sepantasnya.!”

Baekhyun duduk di tepi ranjang, menatap wajah bangun tidur Kim Yoora. Sedikit menggelitik hatinya karena pria itu tersenyum sekilas. 

Senyuman pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Dia berasumsi demikian. 

Yoora mendongak memberanikan diri menatap langsung mata itu. Dia bagai terhipnotis. Entah apa itu artinya. Yang dia tahu itu mata terindah yang pernah Yoora lihat.

“Kumohon jangan bertanya mengapa mataku seperti ini. Aku tidak ingin menjelaskannya!”

Oh, Byun Baekhyun melalui masa-masa pahit dari matanya. Terlepas dari membunuh orang dengan mata itu, mungkin saja Baekhyun tak pernah mau melakukan itu semua. Entah keyakinan darimana tapi Yoora sepenuhnya percaya jika Baekhyun adalah orang yang baik.

“Aku.. Suka matamu.”

Kalimat pertama Kim Yoora di pagi ini terlampau berhasil membuat Byun Baekhyun terkejut bukan main. Seorang gadis menyukai matanya disaat dia ingin sekali menghancurkan mata itu. 

“Kau yakin? Ini matashinigami. Mata iblis. ”

Yoora tersenyum misterius, dia telah menduga jika itu mata terkenal di dunia animasi Jepang. Itu bahkan fantasi dan lelucon para animator untuk mendapat pundi uang dan ketenaran.Shinigami? Bagaimana jika mereka tahu bahwa mata itu nyata dan membunuh seperti halnya dalam imajinasi mereka? 

“Ya. Aku menyukai mata shinigami.

Lantas, siapa yang harus di salahkan? 

.

.

Kim Yoora selalu bersyukur karena pohon oak tinggi tumbuh di belakang sekolah, sebab kini dia bisa bersantai di waktu istirahat di bawah pohon itu tanpa harus memikirkan Park Yoojin yang semakin hari terus menjauhinya. Tanpa sebab. Atau mungkin dia tak peka akan kesalahannya. Atau mengapa paling tidak gadis itu memberitahunya sehingga dia bisa memperbaiki kesalahannya? 

Yoora menghela nafasnya kasar. Dia pusing sampai tak tahu permasalahan yang mana dulu yang harus dia fikirkan? Namun sedetiknya mengeleng lantas membuka buku tebal yang di bawanya dari perpustakaan. 

The Death Cure karya James Dashner dari trilogi nya. Mungkin jika diibaratkan dia juga tak ayalnya terjebak dalam sebuah maze dan tak tahu bagaimana jalan keluarnya. Hanya menunggu untuk diselamatkan sampai dia mati kelaparan atau berjuang sendiri mencari jalan keluar. Intinya tetap saja, dia akan mati jua. 

Manusia sebagaimana rakus dan tamaknya tetap akan berakhir dalam peti jua kan? 

Oh, lamunannya sudah terlalu jauh. 

Dan terkejut ketika sebuah rangkulan dia rasakan, berbalik kesamping kanan dan pria bernama Oh Sehun duduk disampingnya dengan sekotak susu. Lantas menyodorkan susunya dan Yoora menggeleng bermaksud menolak. 

Jangan gila jika Yoora mau meminum susu bekas bibir Oh Sehun. Dia bukan penggemarnya sekalipun dia akui Sehun luar biasa tampan. Dan terkenal. Dan pintar. Dan oh, lupakan saja. 

“Aku mencarimu dari kemarin, ternyata kau disini! ”

“Kau tidak benar-benar mencariku! ”

Faktanya Kim Yoora selalu berada dalam kelasnya, di kantin, perpustakaan atau dibawah pohon oak. Sangat mudah mencari seorang siswa baru bukan? 

Sehun nyengir, dia melirik ke arah buku tebal ditangan Yoora kemudian menghabiskan susunya. 

“Aku lega kau tidak bersama Baekhyun! ”

Aku baru saja akan menemuinya jika kau tidak datang. 

“Kau tidak lupa untuk menjauhinya kan?”

Aku ingat dan aku akan mengabaikan itu. 

“Oh Sehun, apa kau tahu kapan dan bagaimana Baekhyun membunuh keluarganya?”

“Sudah kubilang jangan pernah menanyakan perihal itu. Jangan penasaran padanya. Anggap saja orang itu tidak ada, Yoora! ”

Sehun berucap dengan nada kesal, setengah frustasi dengan gadis itu. 

“Kau tahu itu kan? Apa kau pernah menjadi teman dekatnya?”

Yoora menghiraukan kembali peringatan Sehun. Dia berfikir jika hanya Sehun yang tahu perihal Baekhyun. Mana mungkin orang sekitar akan membiarkan seorang pembunuh berkeliaran bebas, jika mereka tak tahu bagaimana yang sebenarnya? 

Sehun hanya terdiam. Perkiraan Yoora benar, dia menerka dan memikirkan dari mana harus memulai. Tentang persahabatan mereka dulu, tentang Baekhyun yang entah bagaimana bisa mendapat mata itu, dan dia yang melihat secara langsung Baekhyun memusnahkan ayah dan ibunya. 

“Saat itu kami berusia tujuh tahun, dan baru memasuki tahun pertama sekolah. Kami dulu sering bermain dan menghabiskan waktu bersama. Suatu hari selama kurang lebih satu minggu Baekhyun menghilang, aku dan orang tuanya mencari kesana kemari. Lalu Baekhyun di temukan di sebuah lorong kecil dekat sungai Han tempat kami bermain, dia menangis sendirian. Aku menyaksikan itu dari kejauhan, karena aku berfikir itu masalah keluarga. Lalu Baekhyun terlihat marah pada orang tuanya, dan dengan cepat tanpa aku mengerti bagaimana tahapannya. Mereka menjadi pasir.  Ak akh! ”

Sehun meringis memegangi kepalanya, ingatan menakutkan itu selalu saja membuat kepalanya sakit bukan main. 

“Kau kenapa Sehun? Oh ya Tuhan, Sehun?”

Yoora panik. Ikut memegangi kepala Sehun yang berdenyut-denyut. Sehun berusaha menenangkan dirinya sendiri, dia diam dan menunduk. Lantas menatap Yoora yang terlihat khawatir. 

“Aku.. Saat itu aku menjauhinya, dan kami bertemu kembali disini. Dengan mata mengerikan yang dia tutup. Dia berulah hampir setiap hari, semua orang menjauhinya karena dia terlihat menakutkan.. 

Sehun terdiam. 

“..kau benar, aku tak pernah memberitahu siapapun selain kau Yoora.! ”

Yoora tetap terdiam, mencerna semua perkataan Sehun. Dia berasumsi jika mata itu dapat bereaksi ketika Baekhyun emosi.

Lantas apa yang menyebabkan dia marah pada orang tuanya? 

“Ma maafkan aku Sehun, kau baik-baik saja?”

“Aku akan baik, jika kau menjauhinya. Atau aku akan memberitahu kebenarannya jika kau berani mendekatinya lagi. Kau bisa terluka Kim Yoora..!”

Dan itu bukan cuma sekedar omong kosong. Oh Sehun benar-benar mengancam sekarang. 

Dibalik pohon oak, tersembunyi Byun Baekhyun dengan dua cangkir kopi ditangannya. Membuang itu sembarangan dan beranjak pergi. 

Sehun benar, dia seorang pembunuh. 

.

.

Ditempat itu semua orang tertegun, menjerit senang dan terbingung. 

Dan berfikir bahwa pria bernama Oh Sehun itu benar-benar tidak waras. Tiba-tiba datang dikelas Yoora dan meminta pada wali kelasnya agar dia dipindahkan di kelas itu. Sontak semua gadis terutama penggemarnya berteriak histeris. Mungkin mereka akan memaksa untuk bersekolah walaupun koma. 
Yoora yang hampir terantuk di meja nya sampai kehilangan rasa kantuknya karena orang yang tadi dia temui itu berada di sampingnya. Dan tentu mendapat cibiran kesal dari para gadis itu. 

“Aku akan terus berada didekatmu mulai sekarang! ”

Bisiknya dengan senyum. 

Sungguh, apa yang ada dalam otaknya? 

Yoora menoleh kebelakang, tempat Baekhyun berada. Pria itu menatapnya tajam dan Yoora berfikir ini situasi yang amat buruk. 

.

.

Ini buruk. 

Yoora berucap hampir dua puluh kali hari ini, ini faktanya. 

Dia terkurung diantara setidaknya enam gadis berperawakan bak model dengan dandanan dewasa di balik kamar mandi. Tak faham sampai akhirnya dia berakhir dengan dengusan para gadis itu dan mengunci pintunya dengan rapat. Dia tak bisa kemanapun. 

“Ayam.!”

Yoora mengkerut bingung. 

“Kau bagai ayam yang menginginkan buah apel yang tumbuh diatas pohon tinggi. Apa kau mencoba untuk mengepakkan sayap pendekmu itu? Percayalah jika Apel itu akan lebih membusuk sebelum kau terbang. Itu mustahil kan?”

Yoora memperhatikan gadis yang mungkin pemimpin mereka, mengunyah permen karet dengan nada arogan. Disampingnya gadis berambut sebahu yang lebih pendek dari gadis lainnya. Yoora memperhatikan satu persatu dari mereka. Terlihat begitu cantik jika saja mereka lebih tahu tatakrama dalam berpakaian.

Dan. Park Yoojin? 

Yoora menatap gadis paling belakang yang teramat dia kenal. Apa yang sebenarnya Yoojin rencanakan? 

“Kau tahu? Jika Ayam tidak pernah mendongak demi mendapat apa yang dia inginkan. Dia sadar itu dan tetap menunduk menghargai apa yang ada dibawahnya.!”

Yoora berhasil mengeluarkan suaranya. Dia terdiam, mengalihkan kembali tatapannya pada Yoojin yang kini menunduk. 

“Katakan apa maumu! ”

Yoora melanjutkan. Dan tanpa dia sangka Yoojin melangkah mendekatinya. Hatinya berdebar menatap mata gadis itu yang tajam. Dia mungkin memiliki dosa teramat besar pada gadis itu. 

“A akh! ”

Yoora merasakan jambakan kuat di rambut merahnya. Matanya berair saking perihnya. 

“Apa mauku? Jauhi Oh Sehun sialan! Siapa dirimu sampai berani mendekatinya hah?”

“Yah akh, lepass! ”

Yoojin melepasnya dengan kasar lantas menampar Yoora sekuat tenaga. 

Kim Yoora memegangi pipi merahnya. Menatap Yoojin dengan gigi yang bergemeletuk. 

Yoojin tidak benar-benar menjadi temannya, dia baru menyadari itu. 

Yoojin menyukai Sehun. 

Dia memang tak pernah memiliki seorang teman disini. 

Dan gadis itu kembali mengangkat tangannya hendak menampar Yoora kembali. Namun terhenti karena pintu kamar mandi terbuka dengan paksa. Menampilkan Byun Baekhyun tanpa penutup matanya. Merah menyalang penuh amarah. 

Semuanya menjerit takut. 

Tidak, 

Jangan lakukan itu Byun Baekhyun!

 
Tbc.. 

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. shj_crown says:

    huwaa abang baekhyun muncuull 😂😂😂 duh kenapa harus tbc penasaran eon

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Duh maaf kependekan yaa

      Like

  2. lyoungie98 says:

    Andwaeeee!!
    Jgn lakukan itu., ini di sekolah..
    “Maaf untuk yang semalam. Kau melihat hal yang tak sepantasnya.!” uhh., 백현 오빠 사랑해..

    Bikin penasaran., selalu muncul Tbc..kkk
    Dtunggu klanjutanny kak

    Like

    1. Puspita.desu says:

      Itu Mentok, jadinya tbc 😂

      Like

  3. Mickeyhyun0506 says:

    Kyaaa andwee!!!!
    Baekhyun jangan pliss kalau mau nyelametin yoora jgn kek gituh😱
    Kak pita i miss you, lama banget nungguin ff ini, penasaran banget
    Gak sabar nunggu next chapnya😆
    Ditunggu kaka! Semangat!

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Duuh, makasih bgt udah nungguin ff gaje nyaa. Miss you too. Maafkan diri ini yg menghilang lama huhu

      Like

  4. SHINERSB says:

    kak pit,maapkeun dakuh yg baru baca ini.. ㅏㅏㅏ,ku msh dalam potek berkepanjangan krn eun mati, ditambah ff ini yg up dgn byunbaek yg hatinya mulai lumer kayak nutella /kan laper kan baper kan/ .. dah,tamat hidup ini dah

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Maafkan daku baru baca komenmu.. Aku ga kuku liat acting cabe,uuh keren banget ihh. Jadi Cinta 😂😂

      Liked by 1 person

      1. SHINERSB says:

        makin cinta ampe pen ngawetin 😹😹😹

        Liked by 1 person

      2. Puspita.desu says:

        Perlu dimuseumkan tuh orang 😂

        Liked by 1 person

  5. Opi.Na says:

    Uuhh kenapa harus tbc disaat saat seperti itu sih 😅 yatuhan apa yang akan kau lakukan baekhyun??? 😅 pengen banget nanti scene nya baek-yoora lebih banyak dan lebih sweet lagi uuuuu 😆
    Ditunggu banget next chapter nyaaa

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Tbc nya nanggung yaa, sebenernya aku yg bingung itu ama cerita wkwkw. Ok makasih

      Like

  6. Lirae-Bluuvyners says:

    Ya ampun pita, kog pendek bgt.. pdahal bru mulai klimaksnya…. huuuu baek jgn lkukan apapun arrasseo??

    Next chapnya..!!!!!

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Maafkan pendek bgt, aku lagi gak bisa mikir ini hehe

      Like

  7. Choqah NA says:

    baekhyun’s being her hero asseeekkkkk
    huwaa apa bener kejadiannya persis seperti apa yang du ucapkan sehun pada kim yoora? eh dan apa bener ada hubungannya sama ayah yoora weh penasara-penasara cepet dilanjutin kakak author ku tak sabar sabar tak sabar.eak
    semangat buat next chapter i’m waiting for that

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s