In Your Eyes ‘Chapter 2’

Puspita.desu’s present for In Your Eyes
Cover by Laykim @Indo Fanfiction Art

Byun Baekhyun • Kim Yoora

Fantasi • Mistery • Crime

15+ and Chaptered.

**

Adakah manusia baik? 

Ya. 

Adakah manusia jahat? 

Ya. 

Lalu apa sebenarnya keinginan manusia? 

Aku tidak tahu. Tapi percayalah, tak ada orang yang mau menjadi jahat. 

Kecuali kau? 

Ya. Aku bukan manusia. 

.

.

Kim Yoora seolah melupakan kejadian semalam yang hampir sukses membuatnya tak tidur. Hanya sedikit, setelah pikirannya bertumpu pada pria bertopeng yang membuatnya semangat pergi ke sekolah. 

Pencapaian terbesar dalam hidupnya. 

Appa-nya bahkan mengernyit keheranan melihat anak gadis nya tersenyum sembari mengunyah nasi goreng sayuran. 

Kim Yoora membenci sayuran seumur hidupnya. 

Dan appa-nya hanya sekedar mencoba memasak makanan itu, kalau-kalau Yoora menyukainya. 

Dan ini lebih dari harapan, bahkan membuatnya sanksi jika arwah Yoora pergi entah kemana. 

Ah, dia menggeleng. 

“Kau suka makanan-nya? ”

“Ya. Appa”

“Apa yang kau makan pagi ini?”

“Aku belum makan apapun, hanya… YAK Appa, mengapa membuat sarapan seperti ini?”

Teriakan Yoora bahkan mampu membuat Tuan Kim melonjak terkejut lantas mendengus dengan kelakuan anaknya. 

“Kau bahkan sudah menghabiskan setengahnya, Yoora kemana perginya dirimu sedari tadi? Aihh”

Yoora mengerucut, mengunyah sisa makanan yang ada di mulutnya dan minum susu cokelat kegemarannya. 

“Tadi aku tidak melihat benda itu dipiring. ”

“Dan benda itu ada begitu saja disana? Hei, kau fikir ini dunia sihir? Tidur yang cukup Yoora, jangan terlalu banyak membaca novel sihir itu! ”

“Yak Appa jangan menyalahkan Harry Potter-ku..! ”

Tuan Kim kembali gemas dengan perilaku anaknya, menghabiskan kopi paginya dengan sedikit tak sabaran.

“Aku berangkat Appa!”

Tau-tau Kim Yoora sudah berdiri dihadapannya dengan merengut. Lalu Tuan Kim ikut berdiri dan menjitak kepala Yoora.

“Aww! Sakit hwaaaaa”

“Belajar yang benar, jangan merengut seperti itu. Appa janji kita akan kembali ke Jepang secepatnya.!”

Yoora menghentikan ekspresi kesakitannya yang berlebihan, dia terdiam. Menatap wajah ayahnya.

Kita akan secepatnya kembali ke Jepang.

Appa berjanji.

“Appa, bisakah kita tinggal sedikit lebih lama?”

Tuan Kim kembali merasa keheranan, baru satu hari berlalu dan Yoora telah mengalami perubahan. Tuan Kim tersenyum, belum pernah Yoora sebahagia ini sebelumnya. 

Mengacak rambut anaknya dan kembali terdengar dengusan kasar. Membuat Tuan Kim tertawa. 

“Kenalkan padaku Yoo-! ”

“Apa?”

“Kenalkan padaku orang yang bisa membuatmu seperti ini! ”

Apa Appa berniat berkenalan dengan pria bertopeng?

.

.

Kim Yoora mengabaikan peringatan padanya. Itu memang sifatnya sedari kecil. Tapi dia tak tahu apa yang akan menimpanya kali ini. 

Sungguh, Yoora teramat penasaran dengan pemilik punggung yang kini telah Yoora ikuti sedari bel istirahat berbunyi. Terus berjalan dibelakangnya, dengan dua kopi ditangannya. 

Yoora berhenti tatkala sepatu yang dia kenal juga berhenti didepannya. Sial, dia ketahuan! 

Lantas mendongak menemukan wajah topeng di depannya. 

“Berhenti mengikutiku! ”

Yoora menelan saliva-nya berat, matanya bergerak-gerak mencari alasan atau mungkin Oh Sehun berada disini sehingga pria itu bisa menyelamatkannya lagi. 

Tak ada! 

“Aku tidak mengikutimu, siapa yang bilang?”

Baekhyun melangkah mendekati Yoora, membuat gadis itu semakin gugup. Dan mengapa koridor ini sepi sekali? Yoora memang belum hafal tata letak sekolahnya yang baru. 

Yang dia tahu hanya jalan menuju kelasnya, kantin dan perpustakaan. 

Oh dia tak ingin mengalami resiko encok jika nekat mengelilingi sekolahnya yang luas itu. Sebut saja dia pemalas. 

“Aah baiklah aku hanya ingin mengatakan jika jas mu belum selesai di cuci. Kau tahu udara kemarin sangat dingin,!”

Yoora yang kini terpojok, merasakan punggungnya menabrak dinding. Mengabaikan rasa gugupnya dan menyerahkan satu cup kopinya pada pria itu. 

“Ambillah ini, anggap saja tanda perkenalan kita. Aku Kim Yoora, kau siapa?”

Tanya Yoora berpura-pura tak tahu. Baekhyun belum menerima kopinya, hanya mundur beberapa langkah dan menatap tajam Yoora. 

“Aku yakin kau tidak tuli saat guru menyebut namaku.!”

Yoora hanya nyengir, memamerkan deretan giginya kikuk. Lalu memaksa Baekhyun menerima kopinya. 

Satu lagi, Yoora benci penolakan.

Maka Baekhyun menerimanya dengan terpaksa. Membuat Yoora tersenyum puas, namun setelahnya merengut karena Baekhyun berlalu begitu saja. 

Yoora tanpa menyerah kembali mendekati pria itu, kali ini dengan terang-terangan berjalan disampingnya. 

Menyeruput kopi dinginnya dengan senyuman. 

“Kau hendak kemana?”

Diam. 

“Apa kau sudah makan siang?”

Diam. 

“Ah.. Mengapa kau selalu sendiri? Kau orang aneh?”

Baekhyun berhenti dan Yoora mengikutinya. Menoleh pada pria itu yang kini juga menatapnya. 

“Berhenti mengikutiku, sialan! ”

Yoora terdiam takut, mata kanan pria itu yang kelam menatapnya tajam. Membunuh. Tanpa penolakan. 

Yoora masih terdiam saat tanpa toleransi nya Baekhyun mengembalikan kopinya yang masih penuh. Namun setelahnya tersadar, tatkala Baekhyun melangkah didepannya. 

“Baekhyun-ssi, bolehkah kita berteman? ”

Sialan! 

Baekhyum mengumpat dalam hati, walau faktanya pria itu melenggang pergi membiarkan gadis aneh terus mengikutinya. Berusaha menyamakan langkahnya yang lebar. Baekhyun menoleh melihat gadis disampingnya yang tersenyum. Dia benci sebuah senyuman. 

.

“Kau suka detektif ya?”

Yoora lagi-lagi mengoceh didepan Baekhyun, mengamati pria itu yang sedari tadi membaca buku series Sherlock Holmes karya Sir. Arthur Conan Doyle. Membacanya teramat serius sehingga tak menyadari Yoora di depannya jika saja gadis itu hanya diam saja. 

Nyatanya ocehan Yoora terlampau sukses membuatnya kesal, mungkin menyesal membiarkannya mengikuti Baekhyun ke perpustakaan. 

“Berhenti bertanya, sialan! ”

“Namaku Kim Yoora.”

“Ya. Terserah. ”

Ehm..  

Beberapa deheman dari siswa lain membuat Yoora mengurungkan niatnya untuk kembali berbicara. Lantas melihat jam tangannya dan istirahatnya masih tersisa sepuluh menit lagi. 

Yoora mencondongkan wajahnya mendekati Baekhyun, menatap wajah tampannya sebentar sebelum berbisik. 

“Aku pernah membantu pamanku di Jepang menyelesaikan kasus pembunuhan. Dia seorang Jaksa! ”

Bisiknya penuh percaya diri. Berharap Baekhyun akan tertarik dan Ya, kali ini Yoora berhasil karena pria itu mengalihkan perhatiannya dari buku detektif itu, lantas menatap Yoora yang teramat dekat dengannya. 

Alis kanannya terangkat, pertanda dia tertarik. 

“Hari itu sepasang kekasih bermain roller coaster, saat tiba di paling atas si wanita tiba-tiba muntah dan mengalami pendarahan, ginjalnya rusak dan mungkin juga mengalami serangan jantung dadakan. Itu menurut penuturan si pria nya. 

Yoora berhenti lantas tersenyum karena Baekhyun yang masih terpaku mendengar penuturannya. 

“Aku melihat jasad wanita itu karena ajakan ayah. Polisi juga sudah mengamankan semua barang bukti, namun aku tak melihat sandal bagian kanan korban. Waktu itu pamanku datang dan mengklaim bahwa ini adalah murni kecelakaan. Karena ginjal dan jantung yang membengkak, kemungkinan si korban memiliki riwayat penyakit serius. Tapi, aku tak yakin karena pihak keluarga tidak ada yang mengetahui penyakit yang diderita korban. ”

“Bagaimana dengan kekasihnya?”

Oh, Byun Baekhyun benar-benar tertarik sekarang. 

“Sehari sebelum berkencan sang pria pergi ke Amerika karena pekerjaan dan menghadiahi sandal berbulu beruang yang telah kehilangan bagian kanannya,”

Yoora kembali terdiam, sebelum memutuskan melanjutkan pembicaraannya bel telah berbunyi menandakan jam istirahat usai. Namun Baekhyun terdiam menganalisa perkataan dari Yoora tadi. 

“Dia dibunuh.”

Lanjut Yoora, dan Baekhyun berdiri begitu saja. Membereskan buku bacaanya dan menyimpan kembali kedalam rak. 

“Jangan dulu menjawab hasil akhirnya, aku akan menemukannya juga.!”

Baekhyun berbalik diikuti Yoora disampingnya. 

“Kau ingin jadi jaksa?”

“Tidak. Aku mencari seseorang yang ingin sekali kubunuh sejak dulu.”

Yoora terkesiap karena ucapan kelamnya Baekhyun muncul lagi. Bahkan bibirnya mengatup seperti siap mengeluarkan amarahnya. 

“Siapa?”

“Seseorang yang membuatku menjadi monster.”

Monster. 

.

.

Yoora terbingung ketika menemukan Park Yoojin pindah tempat duduk di pojok kiri dan membiarkannya sendirian. Bahkan gadis itu berbicara ketus saat Yoora menanyakan perihal mengapa dia pindah. Sungguh, Yoora tak mengerti. 
Apa dia memiliki kesalahan? 

Kau bahkan akan dijauhi semua orang jika berani mendekati Baekhyun. 

Dia teringat perkataan Sehun kemarin, pria yang hari ini tidak dia lihat kemunculannya. Namun menggeleng tak yakin, tak mungkin jika Yoojin-pun menjauhinya hanya karena dia beberapa kali terlibat dengan Baekhyun. 

Dan pria yang kini ada di fikirannya hanya melihat punggung Yoora yang masih tak percaya akan situasi yang membingungkan ini. 

.

Guru Kimia beberapa kali menegur Yoora yang melamun sepanjang pelajaran. 

Lamunan akan Baekhyun yang semakin hari semakin membuatnya penasaran. 

Baekhyun yang dijauhi semua orang dan tak ada satupun yang berani padanya, termasuk guru sekalipun. 

Bahkan pria itu kini tertidur dan Mr. Kim hanya menegurnya saja dan membiarkan Baekhyun tertidur. Tak ada yang peduli padanya, bahkan dia duduk dibangku paling belakang sendirian. Orang-orang membatasi jarak mereka dan berharap pria itu tidak pernah mengajaknya berbicara walau hanya bertanya jam berapa sekarang. Tak ada yang ingin satu kelompok dengannya sehingga pria itu mengerjakannya sendiri dan guru mengambil tugasnya begitu saja tanpa bertanya atau sekedar berbasa-basi padanya. 

Dia sendiri. 

Dan Yoora tak bisa berbuat sama dengan yang lainnya jika faktanya pria itu kesepian. 

Dunia mungkin menurut sebagian orang menyenangkan. Tapi dia bahkan tak tahu senang itu seperti apa. 

.

.

“Selamat pagi pemirsa dimanapun anda berada, kami memiliki topik terkini yang baru saja terjadi. Bahwa Im Soong-jae terpidana mati dengan kasus perdagangan bayi menghilang dalam sel ketika polisi hendak membawanya untuk di eksekusi. Dugaan sementara bahwa pria berusia akhir 40 itu melarikan diri, namun dugaan bisa saja berubah karena kini beberapa saksi melihatnya dib..”

Yoora mematikan layar televisi nya karena tak menemukan tayangan menarik sama sekali. Bahkan kini semua stasiun menayangkan berita tentang narapidana yang melarikan diri. 

Oh apakah mereka berfikir bahwa mungkin orang itu bukan waktunya meninggal dan mengapa juga penjagaan polisi bisa diterobos dengan mudahnya? 

Oh mengapa juga dia harus ikut ambil pusing? Yoora frustasi. 

Diliriknya jam dinding dan menunjukan pukul 10 malam. Ayahnya belum pulang, dia mengatakan bahwa ada organ yang harus dijualnya ke rumah sakit. 

Lagi-lagi Yoora merinding. Pekerjaan ayahnya memang membuatnya selalu ketakutan, bahkan tak ingin tahu apa saja atau dimana saja ayahnya menemukan organ itu. 

Yang terpenting ayahnya menyelamatkan banyak jiwa dan dia baik-baik saja. Itu lebih dari cukup. 

Dan sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunannya, beranjak cepat dan wajah letih ayahnya terhampar begitu saja. 

Yoora tersenyum tenang, setidaknya ayahnya baik-baik saja. 

“Appa istirahat ya?”

Ayahnya mengangguk dan tersenyum, menyimpan topi hitamnya dan membuka jubah hitam juga. 

Yoora mengernyit aneh, mengapa pakaian ayah seperti ini? 

Namun gadis itu kembali menghalau pemikirannya dan mengambil jas ayahnya yang hendak dia cuci besok pagi. 

“Ah, terimakasih sayang. Kau juga harus istirahat hem? ”

“Iya Appa. ”

Yoora ikut tersenyum dan menatap kepergian ayahnya. Merogoh beberapa saku di jubah hitam itu berharap menemukan sesuatu yang aneh lagi. 

Seperti surat yang penuh dengan kode yang pernah dia temukan kemarin. 

Dan hasilnya Yoora menemukan beberapa bercak berbau amis seperti darah di pergelangan tangan jubah hitam. 

Ya benar, ayahnya baru saja menjual organ kan? 

Yoora menertawakan kebodohannya. 

.

.

Byun Baekhyun berdecak kesal karena lagi-lagi gadis itu mengikutinya. Sedari disekolah. Sepulang sekolah. Duduk berjam-jam di kursi cafe tempatnya bekerja. Bahkan kini sepulang kerja pun dia tetap mengikutinya secara diam-diam. 

Dia fikir Baekhyun bodoh dan tidak menyadarinya? 

Cih, gadis idiot. 

Baekhyun berbalik, dan Yoora seketika bersembunyi dibalik dinding rumah di gang terdekatnya. 

Baekhyun mendekat, hendak menyuruhnya pulang karena ini sudah larut malam. Apa gadis bodoh itu tak ingin pulang? 

Tapi dia tak di temukan di tempat persembunyiannya. Membuat Baekhyun heran dan mencari gadis itu digang lain. Nihil. 

Jeritan memekikan khas Kim Yoora terdengar di ujung gang. Baekhyun berlari kearahnya dan menemukan seorang pria berbadan besar menodongkan pistol di kepala gadis itu. 

“Baek Baek Hyun.. To long akkuh! ”

Yoora bahkan telah menangis. Pria bersenjata itu mencengkeram lehernya erat dan mencegah Baekhyun mendekat atau Yoora akan mati. 

“Kau perampok?”

Baekhyun bertanya dengan santai. 

“Haha. Ya aku perampok. Serahkan semua uangmu atau gadis ini akan tertembak.!”

“Tembak saja jika kau mau.!”

Yoora terkesiap mendengar penuturan Baekhyun, bahkan pria itu tidak berniat menolongnya. 

“Haha dengar nona manis, bahkan kekasihmu menginginkanmu mati. Kasihan sekali dirimu.!”

Yoora semakin menangis. Seketika menyesal karena mengikuti pria tak punya hati itu seharian. Bahkan Yoora berbohong pada ayahnya jika malam ini dia belajar di rumah teman. 

Nyatanya Byun Baekhyun memang bukan manusia. 

“Kau boleh menembaknya setelah melangkahi mayatku.!”

Ujar Baekhyun meneruskan, pria itu mendekati keduanya dan berusaha melawan perampok itu seorang diri. Menyuruh Yoora pergi namun dia tak bisa begitu saja meninggalkan Baekhyun. 

Bagaimana jika dia terluka? 

Maka Yoora melihat perkelahian itu dari kejauhan. Tak pernah membayangkan Baekhyun dengan tubuh kecilnya mampu membanting pria berbadan besar dengan mudah. Namun pria yang sudah tersungkur itu meraih pistol dan menodongkannya pada Baekhyun. Yoora seketika menjerit dan menutup wajahnya. 

Dia menunggu. 

Tak ada suara peluru atau Baekhyun yang tersungkur di tanah. 

Maka dengan perlahan Yoora membuka matanya, menemukan Baekhyun yang membuka penutup matanya dari belakang dan perampok yang menghilang. Yoora mendekat, seketika bingung karena di depan Baekhyun terdapat gundukan pasir dan pistol yang tadi digunakan perampok itu. 

Melirik Baekhyun yang menatap kosong didepannya dan ya, mata kirinya berwarna merah. Begitu terang namun menimbulkan aura kelam yang begitu dalam. 

Baekhyun yang baru tersadar menutup kembali matanya dan menatap Yoora tajam. 

“Sudah kubilang jangan pernah mengikutiku Kim Yoora. Atau kau akan berada dalam bahaya seumur hidupmu. ”

Yoora terdiam, masih teramat terkejut dengan apa yang baru saja dia saksikan. 

Baekhyun baru saja membunuh seseorang dengan matanya. 

Apa dia bukan manusia? 

“Lupakan apa yang tadi kau lihat, walau tadi memang nyata namun anggap saja kau tak pernah melihatnya. Dan YAK! ”

Yoora ambruk karena lemas, sama sekali tak mendengar apa yang baru saja Baekhyun katakan.

Yang dia ingat hanya mata merah darah yang seperti sedang menelannya. 

.

.

Tbc.. 

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. lyoungie98 says:

    Udah baca kak^^, tapi ngga terlalu fokus..hehe

    “Tidak. Aku mencari seseorang yang ingin sekali kubunuh sejak dulu.” org yang dimaksud baekkie oppa ayahnya yoora kah?

    Nah loh, matanya abang baek keren tapi ngeri ihhh., bisa ngebunuh org kek ngebunuh vempir yang ada tinggal debu(?)..hehe

    Kirain baekkie oppa gx punya hati, ehh tapi di terusin kata”nya bikin senyum..aseekk..wkwkwk

    “Lupakan apa yang tadi kau lihat, walau tadi memang nyata namun anggap saja kau tak pernah melihatnya. Dan YAK! ” Nah lohh., khawatir ngga noh yoora pingsan..hahaha

    Next kak ditunggu klanjutanya^^

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Kayaknya khawatir mungkin, kan kesian kalo ditinggalin bareng pasir wkwkw

      Like

  2. dancingking04 says:

    Tebece.. ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ masih penasaran sama baekhyun.itu tadi sempet kepikiran baek gak mau nolong yoora huhu betewe semangat nulisnya thor, ditunggu next chapnya yah loploplop ❤

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Ok makasih hihi

      Like

  3. SHINERSB says:

    ku jd inget jungi di moon lovers, tp kalo byunbaek yg jd wangso ku bakal ngakak sambil guling guling 😂🔫

    p.s ku rindu padamu kak pit 💙

    Liked by 2 people

    1. Puspita.desu says:

      Jan bayangin jadi wangsoo deh 😂 cabe aja cukup kalo dia.

      Rinduku padamu 😘😄

      Liked by 2 people

  4. Realc says:

    ayah nya smaa baek ada kaitan nya ya

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Sepertinyaaa 😁😁

      Like

  5. Raerin says:

    kak pit.. selalu bikin penasaran…

    apa mata byunbaek sejenis mata kutukan??
    kata-kata cabe membuatku meleleh.. “kau boleh menembaknya setelah melangkahi mayatku.” auhhhh…. <3<3<3 :* BAEKYOO..

    ditunggu chap selanjutnya.. kak pit.

    Liked by 1 person

    1. Puspita.desu says:

      Maaf selalu bikin penasaran sama Baekyoo aauuhh 😂😂

      Like

  6. mickeyhyun says:

    Kak pita aduuuh ini bikin greget sumpah!!!
    Aaaah penasaran sm yoora😆
    Emang bener baca ini keinget jun gi di moon lovers😂
    Baekhyun kalem dikit napa sih?😂 kasihan si yoora :v
    Ditunggu chap 3 nya kakaaa!!!
    Fighting!

    Liked by 2 people

    1. Puspita.desu says:

      Tp aku ga plagiat Jun Gi looh, kkkk~😁😁

      Like

      1. ByunBaek says:

        iya ane tahu kok kalau kak pita gk plagiat :’v

        Like

  7. Choqah NA says:

    wooow aku tidak tau kalau ini sudah sampai chapter 2. dan aku sudah membaca 2 chapter dari cerita ini. aw menarik, kenapa mata baekhyun jadi seperti monter sungguhan? dan itu perampoknya dibunuh dengan tangan kosong tanpa menarik pelatuk pistol milik perampoknya? huwaaa daebak. apa ayah yoora sebenarnya bukan penjual organ melainkan pekerjaan lain yang lebih berbahaya? menarik menarik cepet dilanjut ya author

    Like

  8. Opi.Na says:

    Huhuu apa ini aku baru baca sekarang, dan aku kira ini belum di post ternyata udah di post jauh jauh hari huhuuu 😅 ceritanya makin seru, makin penasaran siapa yang udah ngerubah baekhyun jadi monster begitu.. next ya author ditunggu banget wkwkkk 😉😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s