Knock Series #1

collage-14

Knock

EXO’Baekhyun | OC’Kim Yoojung

Fluff

Oneshoot

General

Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

 

Because you knock on me

 

“Selamat malam para pendengar setia radio ‘Lukewarm of Lullaby’ disini saya, Yoojung akan menemani malam anda sampai terlelap. Hahhahhaha hanya bercanda, sekitar 30 menit ke depan saya akan bersama anda semua” ucap

Yoojung, gadis kecil yang berprofesi sebagai DJ radio itu.

“Nah, hari ini saya akan mulai dengan membacakan sebuah puisi yang dikirim tadi sore. Ah, yang mengirim puisi ini tidak mencatumkan namanya. Kita panggil dia,NN saja ya. No Name, hahhahhahha”

“Ah, maaf saya kelepasan” Yoojung sedikit merapikan poninya yang terlepas dari jepit yang sudah dipakainya.

“Untuk, NN-ssi saya akan bacakan puisinya dengan judul ‘Tok-tok’ ”

‘Seperti hujan musim semi yang menempel di jendela’

‘Hatiku menjadi basah dan kemudian kering karenamu’

‘Ketika aku melihatmu, aku tersenyum sekarang juga’

‘Jika hanya satu nada keluar dari suaramu, itu sangat menyenangkan’

‘Jika aku menutup mataku, aku hanya bisa memikirkanmu’

‘Kau mengetuk-ngetuk mengetuk padaku’

‘Selalu dan selalu pada jalan hatiku’

‘Setiap malam, aku tertidur karena menunggumu’

‘Karena kau sel…’

Yoojung menghentikan bacaannya, karena puisi yang dibacanya sudah tidak ada sambungannya lagi.

“Mohon maaf, puisinya tidak ada lagi sambungannya. Padahal isinya sangat bagus, aku saja sampai tersenyum sendiri saat membacanya” ujar Yoojung sambil tersenyum.

“Dan sekarang waktunya kita call for love, disini anda semua bisa mengcurahkan isi hati anda via telepon dan saya akan siap memberikan solusi yang sesuai dengan isi hati anda. Silahkan hubungi, 010-6285-3379”

“Ah, ada telepon yang masuk. Halo selamat malam, dan selamat datang di Call for Love” ucap Yoojung kepada orang di seberang sana.

“Selamat malam juga” balas orang itu.

“Wahh, sepertinya yang menelepon kali ini adalah namja. Namamu siapa?”

“Namaku, B” ucapan namja itu, membuat gerakan tangan Yoojung yang hendak menulis nama penelepon terhenti.

“B?” Tanya Yoojung pada penelepon yang langsung dianggapnya adalah namja yang sangat aneh, bukan orangnya karena Yoojung belum pernah bertemu dengannya. Tapi namanya itu, apakah hanya B?

“Iya, namaku B” jawab namja itu.
Yoojung hanya terheran sebentar, kemudian lebih memilih untuk melanjutkan sesi call for love.

“Baiklah, B-ssi apa yang mau kau curahkan hari ini?” Tanya Yoojung, beberapa detik berlalu namja B hanya diam.

“B-ssi?” Tanya Yoojung lagi, kemudian dari seberang telepon sana terdengar suara orang yang berdehem.

“Maafkan saya, tadi saya sedang minum air” ucap namja itu membuat Yoojung mentautkan keningnya heran.

‘Penelepon apa ini?’ batin Yoojung penuh tanda Tanya.

“Sebenarnya hari ini, aku telah jatuh cinta pada seorang yeoja. Dia sangat kecil, wajahnya bulat, dan tidak terlalu tinggi atau dikatakan pendek saja” ucap namja B.

“Wahh, sepertinya ada yang barusan jatuh cinta nih” goda Yoojung pada namja B yang berada di seberang telepon sana.

“Saat aku melihat dia, aku merasa seperti terkena angin musim semi yang hangat” lanjut namja B itu lagi, entah kenapa Yoojung agak sedikit merasa tidak asing dengan apa yang diucapkan namja B ini.

“Musim semi?” Tanya Yoojung tidak mengerti,

“Karena aku mulai jatuh cinta padanya saat musim semi” jawab namja B itu membuat Yoojung menganggukkan kepalanya mengerti.

“Lalu apakah kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?” Tanya Yoojung lagi, namja B itu terdiam sepersekian detik.

“Itulah yang menjadi masalahku disini, aku ingin bertanya solusinya padamu” Yoojung tersenyum mendengarnya.

“B-ssi, kau jatuh cinta pada musim semi. Berarti sudah dari 4 bulan yang lalu kan?” Tanya Yoojung.

“Iya, sudah 4 bulan aku jatuh cinta padanya” jawab B.

“Kalau begitu, apa setelah itu kau mulai melakukan pendekatan kepadanya?”

“Itu juga masalahku, aku bahkan baru tahu namanya hari ini” jawaban namja B membuat Yoojung menahan tawanya agar tidak keluar. Namja ini benar-benar, apakah Ia serius dengan yeoja ini atau tidak?

“Lalu, setelah itu apa yang kau ketahui hari ini selain namanya?”

“Dia orangnya semangat dan suka tertawa, bahkan dia bekerja di stasiun radio” jawab namja B itu.

“Jadi, dia juga bekerja seperti diriku?”

“Ia”

“Wahh, kalau soal trik mendekati yeoja seorang DJ radio itu aku tidak tahu bagaimana. Karena aku sendiri adalah DJ radio” ucap Yoojung dengan nada penyesalan, entah kenapa untuk masalah cinta tipe seperti ini baru pertama kali ditemuinya.

“Ah, tidak apa-apa. Sekarang pun aku sudah tahu bagaimana caranya” ucapan namja B membuat Yoojung penasaran.

“Eh, secepat itukah?” Tanya Yoojung tidak percaya.

“Kalau sang detektif cinta tidak bisa memberikan solusi berarti aku yang harus mencari solusinya sendiri kan?” ucap namja B sambil sedikit tertawa.

“Wahh, kau sukses membuatku begini B-ssi” Yoojung mengacungkan kedua jempolnya ke depan.

“Tapi, dia bahkan tidak menyadari kalau aku sudah berusaha menyampaikan perasaanku padanya tadi”

“Benarkah?”

“Aku mengirim sebuah puisi ke email stasiun radio tempat Ia bekerja tadi sore”

“Lalu?”

“Malam ini sekitar jam 9 malam, Ia membacakan puisiku” lanjut namja B itu, membuat Yoojung yang tadinya antusias karena rasa penasarannya kini terlihat serius dan merasa tidak asing.

“Dia bilang, dia tersenyum sendiri saat membacanya dan itu membuatku sangat gembira” ucapan namja B, membuat Yoojung menyadari satu hal. Yeoja itu, yeoja yang ternyata disukai oleh namja B itu adalah dirinya.

“B-ssi, siapa nama yeoja itu?” Tanya Yoojung dengan cemas, berharap bahwa itu bukanlah dirinya.

“Yoojung” jawaban namja B membuat Yoojung ingin pingsan seketika saat itu juga.

“B-ssi kau jangan bercanda, ini tidaklah lucu”

“Yoojung adalah yeoja yang berprofesi sebagai DJ stasiun radio ‘Lukewarm of Lullaby’ dan aku mulai jatuh cinta padanya saat musim semi dimana saat itu angin berhembus mengenaiku dan dirinya” ucap namja B lanjut, kemudian memutuskan sambungan teleponnya.

Yoojung hanya bisa menatap tidak percaya pada gagang telepon yang kini hanya terdengar nada putusan panggilan.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Yoojung, kau terlihat pucat hari ini. Sebaiknya kau ijin bekerja hari ini dulu, dan berjalan menghirup udara segar sedikit” ucap seorang wanita parubaya berkacamata yang kini menatap Yoojung dengan khawatir.

“Kau sepertinya berpikir keras tentang namja yang kemarin malam” ucapan lanjut sang manager membuat Yoojung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

“Aku kepikiran sampai tidak bisa tidur, B-ssi orang yang benar-benar misterius” jawab Yoojung, yang disambut senyuman manager.

“Kau harus ijin kerja hari ini” ucap manager yang membuat Yoojung langsung menatapnya tidak percaya.

“Tapi, manager hari ini saya merasa baik-baik saja” sergah Yoojung membuat sang manager menampakkan wajah kesalnya dan itu langsung membuat Yoojung bergidik ngeri.

“Baiklah, saya akan ijin bekerja hari ini. Mohon sampaikan maaf saya pada Sujeong yang harus menggantikan saya nanti” ucap Yoojung sambil membungkuk hormat kemudian bergegas keluar ruangan manajer stasiun radio tempat Ia bekerja.

“Sujeong tidak akan menggantikanmu hari ini, yang menggantikanmu nanti adalah putraku” ucapan sang manager membuat Yoojung menghentikan langkahnya membuka pintu dan berbalik,

“Putra?” Tanya Yoojung bingung,

“Aku punya seorang putra, ya meskipun Ia tidak kuliah dibidang yang bersangkutan disini. Tapi dia rajin juga mendengarkan radio ini” sambung sang manager membuat Yoojung hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“Dan, kau tidak keberatan bila membantuku sedikit sebelum kau pulang?” Tanya manager pada Yoojung yang masih berdiri di dekat pintu keluar.

“Saya siap kalau saya bisa” jawab Yoojung sambil tersenyum cengir, membuat manager yang melihatnya ikut tersenyum.

“Tolong serahkan berkas siaran sebentar malam padanya. Dia ada di café radio, yang rambutnya pirang itu” ucap manager sambil menyerahkan beberapa lembar kertas yang sudah di jepit menjadi satu.

“Siapa?” Tanya Yoojung bingung, membuat manager menepuk keningnya.

“Ya, putraku. Byun Baekhyun”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yoojung memasuki café radio dan mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian di dalam café, sambil melihat ke kanan dan ke kiri.

“Ah, itu dia” senyum Yoojung mengembang ketika melihat seorang namja sedang duduk memainkan ponselnya.
Namja itu berambut pirang dan berkulit putih.

 

“Selamat siang” sapa Yoojung sambil duduk di kursi depan namja itu, membuat namja yang bernama Byun Baekhyun itu langsung menghentikan aktifitasnya dan melihat siapa yang datang.

“Selamat siang juga” balas Baekhyun sambil tersenyum, membuat Yoojung merasa ia ingin sekali mencubit pipi Baekhyun yang terlihat agak merona? Menurutnya.

“Namaku Yoojung, aku disuruh ibumu membawakan berkas siaran radio sebentar malam” ucap Yoojung langsung pada intinya tanpa basa-basi lagi.

“Ah, terima kasih” ucap Baekhyun sambil menerima berkas yang diberikan Yoojung padanya.

“Aku pergi dulu” Yoojung dengan senyumannya hendak pergi berlalu dari Baekhyun. Namun tangan Baekhyun menahan sweater yang dipakainya.

“Maaf?” Yoojung bertanya-tanya kenapa Baekhyun menarik sweaternya.

“Aku mau bertanya satu hal padamu” tanpa memedulikan ekspresi bingung Yoojung yang ditarik sweaternya, Baekhyun malah bertanya padanya.

“Maaf, tapi aku mau pergi sekarang” elak Yoojung berusaha pergi.

“Kau boleh pergi setelah selesai menjawab pertanyaanku” ucapan Baekhyun membuat Yoojung berhenti bergerak, sekarang ia dengan menurutnya mengikuti Baekhyun yang menyuruhnya duduk.

“Namaku, Kim Yoojung kan?” Tanya Baekhyun, membuat Yoojung hanya mengangguk pasrah.

“Orang ini maunya apa sih?” batin Yoojung dengan penuh tanda Tanya.

“Saat musim semi lalu, kau sedang dimana saat itu?” tanya Baekhyun lanjut.

“Musim semi lagi? Kenapa belakangan ini musim semi terus?”

“Tunggu, memangnya dia ini detektif atau anggota kepolisian?”

“Aku di Suwon saat itu, sedang bersama bibiku ikut memanen tomat disana” jelas Yoojung, terlihat Baekhyun yang tersenyum cerah saat itu juga.

“Itu memang kau” ucapan Baekhyun membuat Yoojung menatapnya bingung,

Kemudian Baekhyun mulai menyanyikan sebuah lagu,

 

‘Seperti hujan musim semi yang menempel di jendela’

‘Hatiku menjadi basah dan kemudian kering karenamu’

‘Ketika aku melihatmu, aku tersenyum sekarang juga’

‘Jika hanya satu nada keluar dari suaramu, itu sangat menyenangkan’

‘Jika aku menutup mataku, aku hanya bisa memikirkanmu’

‘Kau mengetuk-ngetuk mengetuk padaku’

‘Selalu dan selalu pada jalan hatiku’

‘Setiap malam, aku tertidur karena menunggumu’

Yoojung hanya bisa terpaku Baekhyun yang telah selesai bernyanyi, beberapa karyawan radio dan pelayan yang sedang berada saat itu di café langsung bertepuk tangan karena kagum pada suara indah milik Baekhyun.

“Kau…” Yoojung menutup mulutnya sendiri, ketika pikirannya mulai berputar saat Ia berlibur di rumah bibinya saat itu.

Seorang namja berkacamata yang setiap pagi selalu datang mengambil tomat di rumah bibinya, yang selalu mendengar curahan hatinya dan bahkan mengijinkannya untuk mengetuk kepala namja itu berulang kali karena

Yoojung yang gemas akan kepala namja itu yang dilapisi oleh rambut hitam yang lembut.

“Baek” ucap Yoojung sambil meneteskan air matanya, Ia sama sekali tidak mengenal Baek yang sekarang. Penampilannya sudah sangat berubah.

“Namamu ternyata, Byun Baekhyun ya?” Yoojung sedikit tertawa sambil menghapus air matanya.

“Jadi, B-ssi itu kau? Aku tidak menyangka” ucap Yoojung sambil sesegukan.

“Kau tahu, sejak kau pergi ke Seoul meninggalkan ku sampai akhir musim semi di Suwon…” Yoojung menghapus air matanya lagi.

“Aku sangat merindukanmu, sahabatku” tangis Yoojung pecah, membuat Baekhyun yang tadi hanya duduk di tempatnya kini berada tepat di depan gadis itu.

“Apakah persahabatan tidak bisa menjadi sebuah hubungan?” Tanya Baekhyun sambil menahan kedua tangan

Yoojung yang hendak menutupi wajahnya karena malu dilihat menangis oleh Baekhyun dan seluruh pengunjung café beserta pegawainya.

“Hubungan apa bodoh? Jangan tatap aku seperti itu, aku malu” ucap Yoojung pelan, semburat merah dipipinya perlahan nampak menggantikan air matanya yang sudah mulai mengering.

“Jawab aku dulu” Baekhyun masih keras kepala dengan pertanyaannya membuat Yoojung menghela nafas.

“Hubungan saudara dan sebagainya aku tidak tahu”

“Apakah persahabatan bisa menjadi cinta?” Yoojung mengalihkan pandangannya sepenuhnya pada baekhyun yang masih menatapnya lekat menunggu jawaban.

“Bisa, kalau kedua pihak saling menyukai” jawab Yoojung, Baekhyun tersenyum perlahan mendekatkan wajahnya pada Yoojung,membuat semua yang ada di dalam café itu mulai bersiul dan saling berbisik.

“Baek, apa yang kau ma-“

“Sekarang jawab aku nona Yoojung, apa kau mencintaiku?”

 

“I-I-Iy..Iya” jawab Yoojung gagap karena saking gugupnya berada sangat dekat dengan Baekhyun saat ini.

 

“Karena?”

 

“Kare-na, a-ku meng-etuk pa-da-…mu”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

ABAIKAN RASA GAJE FF ini *hahhaahhahhaa

Terima kasih telah mau membacanya

dan

jangan lupa tinggalkan ff ini.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Byun says:

    Wwwwwwkkkkkkkwkkkkkk
    Hhahahahahhhahahahahah
    Hahahahhahahahhahahhah
    Hahahhhhahahahhahahhah
    🙂
    😀
    Baekkkkkiiiiiiiiiiiiii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s