The Possession[Chapter 2]-Alona

wp-1468494987238.jpg

The Possession

 

EXO’s Byun Baekhyun & Kim Ji Mi




Romance – AU – Supranatural




Rating; PG – 17

 

Disclaimer;
FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

 

Thanks for Amazing poster by kak Alkindi

 


“She got me gone crazy…”

***

 

JiMi meringis kala melihat berita pembunuhan akibat makhluk anemia liar di luar sana.

 

Sangar menyeramkan melihat tubuh – tubuh kaku dengan ekspresi kesakitan. Sedikit kasihan juga sebenarnya.

 

“Matikan saja.. Kaukan penakut! Nanti kebawa mimpi…”Suara menyebalkan milik Sehun menampar indra pendengarannya. Hingga secara reflek JiMi mendengus kesal.

 

“Aish! Berhentilah mengejekku. Kalau kau khawatir padaku katakan saja…”Ketusnya dengan bibir mengerucut. Sehun sendiri yang melihatnya malah tersenyum geli tapi dia segera menyampaikan amanat sekaligus mengganti topik.

 

“Appa memanggil kita untuk kekamarnya…”Tutur Sehun kembali dengan wajah datarnya. Datar memang, namun entah kenapa.. JiMi malah gemas melihatnya.

 

“Untuk apa?”JiMi bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Sehun yang berdiri bersender di pintu.

 

Pria tinggi itu hanya mengindikkan bahunya tidak tau. Karna dia juga memang tidak mengerti apa yang akan dibicarakan oleh kedua orang tuanya.

 

***

 

Ji Mi View.

 

 

Aku berjalan bersama Sehun menuju Aula gedung kejaksaan ini dengan langkah pelan.

 

Tadi saat kami berdua pergi ke kamar Ayah dan Ibu. Kami malah mendapat pesan dari salah seorang pelayan kebersihan bahwasanya kami harus pergi menuju Aula.

 

Entah kenapa jantungku berdebar keras. Aku hanya takut melihat atau mendengar sesuatu yang buruk mengenai keadaan Ayah atau Ibu atau keadaan buruk yang lainnya.

 

Aku merasakan kehangatan saat tangan besar Sehun menggenggam erat tanganku yang bergetar.

 

Noona percayalah… Semua akan baik – baik saja…”Aku tau. Secuek apapun Sehun. Dia tetaplah seorang adik yang kusayangi. Dia khawatir padaku… Aku merasakannya.

 

“Kau akan bersamaku kan?”Tanyaku dengan pandangan memohon.

 

Dia mengangguk pasti.

 

Keadaan Aula sangatlah sunyi, padahal banyak orang yang duduk disana.

 

Aku tidak tau apa yang terjadi karna wajah mereka sangatlah tegang.

 

Mereka menolak negoisasi yang kuberikan. Merekabahkan menggigit para pengawalku…” Ucap seorang pria muda dengan kepala tertunduk. Semuanya nampak semakin tegang.

 

 Dia adalah Shindong,salah satu rekan kerja Ayahku yang terbaik. Dia pintar berbicara atau memberikan sebuah negoisasi terhadap terpidana atau musuh kelas kakap. Mendengar dia gagal dalam memberi negoisasi itu terdengar aneh dan mengerikan.

 

Presiden Kim melukiskan sebuah senyum kecutnya.

 

“Bukankah itu artinya mereka melawan?”Tanyanya dengan nada terlirih yang pernah kudengar.

 

Presiden Kim Jong Un adalah pria paruh baya yang sangat terhormat. Dia selalu bijaksana dalam bertindak karna itulah dia dipilih sebagai Presiden Korea Selatan.

 

Mendengarnya berbicara dengan lirih membuatku takut. Dia selalu berbicara dengan tegas, namun kini? Apakah dia menyerah?

 

Aku sangat yakin. Dia pasti menyalahkan dirinya sendiri karna tidak bisa berbuat apa – apa demi rakyatnya.

 

“Aku sudah memikirkan sebuah ide… Dan ini akan gila… Namun, hanya ini satu – satunya cara agar kita bisa mempermainkan mereka dan berakhir memberantas mereka.”Ayah berkata dengan lantang.

 

Aku tau. Ayah pasti bisa menolong.

 

Namun… Mengingat Ayah akan bertemu dengan pimpinan Vampire itu lagi… Aku takut.

 

***

 

Aku sungguh tak percaya ini akan terjadi.

 

Para warga berdemo karna merasa keselamatan mereka terganggu. Dan meminta Presiden Jong Un untuk turun tangan.

 

Ayah dan kami semua—termasuk para pemerintah. Akan pergi menemui pimpinan Vampire itu yang tengah berdiam di rumah perlindungan Presiden.

 

Para pengawal hanya diperbolehkan berada di luar gedung bersama para pengawal pimpinan Vampire itu.

 

Aku dapat menyium bau anyir dimana – mana. Mengerikan.

 

Didalam gedung putih berkaca ini.

 

Pria yang waktu itu sempat datang dan berwajah familiar itu duduk di kursi yang kurasa adalah miliknya. Kursi  berwarna hitam dengan sebuah ukiran bergambar singa dipegangannya.

 

Kami semua_para menteri,jaksa, detective, polisi, dan Presiden duduk di kursi yang telah disediakan. Jumlahnya ratusan kurasa. Apa dia sekaya itu?

 

“Maaf mengganggu wak—“

 

“Ya.Kau memang telah menggangguku,pak Tua!”Pria berwajah manis itu memotong ucapan Ayahku dengan nada sebal.

 

Sialan. Beraninya dia. Tidak sopan.

 

“Begini—“

 

“Kau mau memberikan pilihan apa lagi?”Tanyanya. “Apapun itu, pilihanku adalah tetap menguasai bumi…”Tegasnya. Matanya yang tegas memandang seluruh orang pemerintah, dan berhenti diarahku.

 

Ah, entahlah. Tapi kurasa di wanita seksi disebelahku. Si polisi intel.

 

“Bukan… Ini berbeda!”Ayah berdehem. “Aku akan memberikan sebuah tumbal berupa manusia kepadamu. Khusus untukmu… Seorang wanita yang bisa—“

 

“Kubuat menjadislave ku?”Potongnya lagi. Seringaian menyeramkan terlukis di bibir tipis merah alaminya. Buluku meremang melihatnya.

 

“Tutup matamu saja.Noona..”Bisik Sehun. Aku hanya menggeleng mendengarnya. Tapi tanganku meremas jemarinya erat.

 

“Ya. Terserah padamu…”Lanjut Ayah dengan anggukkan mantapnya.

 

Polisi intel yang tadi duduk disebelahku berdiri dan melangkah mendekati pemimpin Vampire itu berada.

 

“Dia adalah—“

 

Aku menahan nafasku dengan mata membulat sempurna.

 

Pria itu tadi berdiri dan dengan kecepatan tak terkira langsung berlari kearah polisi intel yang kuketahui bernama Ella tadi dan menabraknya hingga tubuh gadis malang itu terjatuh dengan posisi dibawah pria itu.

 

Suara pekikkannya terdengar di seluruh penjuru ruangan.

 

Pria itu mengarahkan wajahnya kearah leher jenjang gadis itu. Dan mengigitnya dengan brutal.

 

Aku tak tau apa yang dilakukan pria sialan itu. Yang pasti itu adalah hal menyakitkan yang pertama kalinya kulihat secara langsung.

 

Kulihat Sehun memfokuskan dirinya kearah buku psikologinya. Lagi.

 

Wajah para pemerintah menegang melihatnya. Bahkan mata mereka membulat.

 

Ella terus berteriak. Kedua tangannya terus mendorong, memukul bahu pria itu. Sedangkan kakinya menendang tak menentu arah.

 

Wajahnya kelihatan sakit sekali. Sementara pria itu masih asik menggigit leher Ella dengan brutal.

 

Aku dapat melihat satu tangan milik pria itu akhirnya menahan kedua tangan Ella kedadanya. Sedangkan satu tangannya lagi berada dipinggang gadis itu.

 

Aku kasihan melihatnya, hingga akhirnya aku memilih membuang pandanganku pada sosok Ayah yang terdiam membeku melihat kejadian didepan matahya.

 

Perutku mual melihat semua ini.

 

Aku menahan air mataku saat melihat tubuh Ella yang tak bergerak sama sekali.

 

Aku yakin dia mati.

 

Pemuda sialan itu bangkit dengan wajah datarnya.

 

Satu tangannya yang berada di pinggang ramping  Ella dia tarik kembali.

 

Tangannya penuh dengan darah akibat ciptaran dari leher Ella yang masih mengalirkan darah. Meski tak sebanyak tadi.

 

Aku tak tau apa yang dia lakukan pada Ella. Namun.. Gadis itu sungguh malang.

 

“Baekhyun-Ssi! Apa yang kau lakukan?”Ayah bertanya dengan wajah sulit dibaca.

 

Pemuda sialan yang ternyata bernama Baekhyun itu hanya menampilkam seringaian sinisnya.

 

“Dia gadis yang kau tawarkan bukan? Aku berhak melakukan apapun padanya…”Baekhyun mendudukkan kembali dirinya pada kursi miliknya tampa risih dengan satu tangannya yang penuh darah.

 

“T-Tapi…”

 

“Aku menerima negoisasimu. Aku tidak akan membunuh manusia. Seluruh kaumku akan memakan binatang, aku sendiri yang akan membunuh mereka bila mereka sampai berani melanggarnya.”Tegas pria itu. Semua bernafas lega. Meski duka akibat tewasnya Ella masih belum terelakkan.

 

“Namun… Aku akan memilih tiap gadis yang akan menjadi tumbalnya.”Serunya dengan suara lantang.

 

Aku semakin takut saat para pemerintah mengangguk yakin. Aku juga seorang gadis bukan?

 

“Ya. Semua terserah padamu.. Baekhyun-Ssi!”Jawab Ayah. Senyum bangga terpatri di bibir tebalnya.

 

Aku hanya ikut tersenyum melihat semuanya tersenyum lega.

 

Tidakkah mereka berpikir. Kaum wanita merasakan bahaya.

 

Kami sudah lemah. Kini harus pasrah.

 

***

 

Ini sudah sekitar sebulan lamanya kami mengirim gadis – gadis untuk dijadikan tumbal.

 

Aku kasian sebenarnya. Meski, mereka adalah para gadis yang memiliki catatan kriminal. Tapi tetap saja… Melihat hukumannya begitu mengenaskan.

 

Menjadi makanan vampire.

 

 

Aku menghela nafasku berat. Ini sudah yang kesekian kalinya kulakukan.

 

Beberapa hari yang lalu, Baekhyun. Si pimpinan Vampire mulai bersikap menyebalkan. Dia mulai memilih gadis sesuai tipenya yang ternyata sulit didapat.

 

Ditambah masalah, ada yang kabur.

 

Kenapa semakin sulit?

 

Egois memang.

 

Terkadang memang, hidup ini perlu kekejaman dan keegoisan agar kita tetap bisa bertahan hidup.

 

Aku hanya menggigit bibir bawahku gugup saat melihat perdebatan antara Shindong, Ayah dengan Baekhyun.

 

“Lalu apa itu masalahku jika kau mulai kehabisan manusia bernama ‘gadis itu’ untuk dijadikan makananku?”Tanyanya dengan nada menyebalkan diikuti senyuman sinisnya.

 

“Aku hanya memohon agar—“

 

“Aku akan kehilangan selera bila itu bukan tipeku!”Teriak Baekhyun. Wajah pria itu mengeras dengan mata berkilat marah.

 

“Baiklah. Tapi aku mohoon… Kau harus—“

 

Bugh

 

 

Aku melebarkan mataku saat melihat pria tidak tau sopan santun itu meninju Ayah dengan kepalan tangannya hingga Ayah terlempar cukup jauh.

 

Aku dapat melihat tatapan sakit Ayah disertai ringisannya. Wajar saja, menabrak dinding cukup kuat.

 

Sehun dan Ibu beserta bawahan Ayah berbondong – bondong untuk mendekati Ayah dan menolongnya.

 

Akupun ikut berlari. Tapi bukan menuju Ayah. Melainkan…

 

Pria brengsek itu.

 

Aku memukul punggungnya keras. Tapi justru itu malah membuat tanganku sakit. Punggungnya terlalu kuat.

 

Aku meremas tanganku yang memerah dan sedikit robek.

 

Beberapa menteri yang melihatku melakukan aksi bak bunuh diri itu memekik tak percaya atas tindakanku. Tapi aku tak perduli.

 

Baekhyun membalik badannya menghadapku masih dengan kilatan marahnya.

 

“BERANINYA KAU MEMUKUL AYAHKU! PRIA BRENGSEK, SIALAN!”Aku terus mengumpat. Tak memperdulikan teriakan Sehun dan Ibu dari ujung sana.

 

Tangan kekar pria itu terulur untuk mencekik leherku.

 

Rasanya sakit. Tenggorokanku seperti akan putus. Nafasku tertahan. Aku berpikir akan mati.

 

Mulutku terus terbuka untuk mencari nafas sebanyak – banyaknya. Namun aku tak mendapatkan apapun. Pandanganku mulai memburam.

 

Aku hanya menjatuhkan kedua tanganku yang tadi meremas tangan kekar milik Baekhyun di leherku. Aku tau aku akan mati sebentar lagi.

 

Tiba – tiba aku dapat bernafas kembali.

 

Aku langsung terbatuk – batuk dan segera mencari nafas sebanyak – banyaknya.

 

Samar – samar aku mendengar namaku disebutkan oleh seseorang.

 

“—JiMi! Kau tak apa? JIMI!”

 

Aku langsung mengedarkan pandanganku hingga menemukam sosok Sehun yang kini tengah ditahan oleh pengawal milik Baekhyun.

 

Mereka membuat lingkaran seakan tak membolehkan siapapun mendekatiku atau Baekhyun yang kini tengah terengah.

 

“KIM JONGKOOK!”Dia dengan lantang memanggil nama Ayahku.

 

Ayah juga berdiri disamping Sehun dengan tertatih dibantu Ibu.

 

“Kau tak perlu mencari siapapun untuk dijadikan makananku lagi untuk selamanya… Aku sudah mendapatkannya…”Teriaknya dengan badan tegap yang kini berdiri menjulang di hadapanku.

 

“Aku memilih gadis ini. Kau tak apakan? Anak gadismu jadi milikku?”

 

***

 

Author View.

 

 

Wajah Jongkook mengeras.

 

Tak percaya ini akan terjadi padanya beserta keluarga kecilnya.

 

Seukhye sudah menangis histeris. Sedangkan Sehun hanya diam mematung.

 

Pria albino itu merasa gagal melindungi Kakak tercintanya. Perempuan yang dia sayang setelah Ibunya.

 

Sedangkam Jimi hanya menundukkan kepalanya tak percaya.

 

Tuhan memang tadi tak jadi membunuhnya.

 

Namun kini.. Dengan Perlahan akan membunuhnya.

 

Tubuh JiMi terangkat begitu saja tanpa ada yang menyentuhnya.

 

Gadis Kim itu segera melayang menuju sekumpulan pria berwajah datar dibelakang sana.

 

Mereka berdiri sejajar tanpa bergerak sedikitpun. JiMi bingung melihatnya.

 

Seorang gadis dengan sebuah gaun tanpa lengan sepanjang lutut berwarna maroon menggenggam tangannya dan mengantarnya menuju sebuah lorong.

 

Sebuah lorong panjang yang diterangi lampu tempel yang menghubungkannya pada sebuah kamar dengan pintu jati kuat nan kokoh yang kini tertutup rapat.

 

Kamar itu bernuansa putih. Sangat rapih. Ada sebuah ranjang King Size yang kini berseprai putih bersih. Sebuah lemari besar berwarna hitam legam. Rak buku yang berjejer mengelilingi kamar itu. Dan sebuah sofa panjang berwarna hitam pekat.

 

“Kau bisa memanggilku. Alesha. Kau lebih muda dariku kan?”Tanya seorang gadis bergaun Maroon itu dengan suarnya yang begitu lembut.

 

Alesha mendudukan JiMi pada ranjang dan memberinya sebuah gelas ramping berisi air putih.

 

Tentu dengan setelah apa yang terjadi. JiMi tak percaya pada gadis berwajah manis itu.

 

Alesha menghela nafasnya berat.

 

“Baekhyun memang begitu! Dia gila! Namun percayalah.. Aku juga dulu sama sepertimu.. Gadis biasa yang dipilih untuk menjadi pasangan abadi!” Ale berucap dengan nada  sopannya yang membuat JiMi tau. Gadis blesteran itu adalah gadis berpendidikkan.

 

“Kau sama?”

 

“Ya. Dipaksa. Sama sepertimu kini. Namun, dulu aku tidak dicekik oleh pasanganku.”Ale kembali bersuara dengan lembut. Acuh pada otaknya yang menampilkan adegan mengerikan soal masa lalunya.

 

“Pasanganmu yang mana? Dia pasti baik!”Gumam JiMi. Dia mulai membasuh tangannya dengan handuk kecil yang telah disediakan.

 

“Oh. Dia yang membuatmu melayang tadi. Dia berdiri,diantara para pria berwajah datar yang tadi kau temui.. “

 

***

 

“Aku mohoon… Jangan anakku! Dia hartaku.. Kumohon!”Jongkook berlutut dengan wajah babak belur.

 

Pria paruh baya itu telah dipukuli oleh Baekhyun yang geram karna Jongkook terus memohon padanya agar melepaskan JiMi. Gadis incarannya.

 

“Pergilah. Berpestalah bersama para bawahan dan atasanmu.. Juga istri dan anak lelakimu!”Sahut Baekhyun dengan nada datar. Pria itu telah bersiap untuk bangun dan meninggalkan Jongkook beserta yang lainnya dengan wajah tak berdosa.

 

 

‘Kau sudah mengingkari janjimu. Pergilah. Aku akan menjaganya…’

 

 

“JiMi… Maafkan Appa…”

 

***

 

 

Dahi JiMi mengerut kala melihat pintu masuk kamar yang digunakannya terbuka. Dia baru saja akan memekik senang karna Alesha datang disaat dirinya bosan.

 

Namun… Malah pria yang dihindarinya yang kini dengan santainya duduk disampingnga dengan posisi tersantai yang pernah JiMi lihat.

 

Punggung menyender pada pegangan sofa, dan kedua kaki yang menaiki pahanya. Kurang ajar sekali.

 

“Turunkam kakimu. Pria brengsek!”Kini giliran Dahi milik Baekhyun yang mengerut sempurna. Seumur – umur baru kali ini ada yang mengatainya brengsek. Terlebih itu perempuan. Gadis incarannya pula.

 

“Kau bilang apa?”Baekhyun bertanya dengan alis terangkat tinggi. JiMi sendiri menelan ludahnya gugup. Sekali saja dia salah bicara, pria itu pasti akan mencekeknya lagi. Dia kan Tak punya hati.

 

“Kau tak mendengarnya?”JiMi malah balas bertanya dengan eskpresi sok datar yabg kelihatan sekali dipaksakan.

 

Kini wajahnya itu nampak seperti seorang gadis bodoh yang mencoba terlihat tegar. Memalukan.

 

“Lupakan!”

 

Baekhyun kini mengambil posisi duduk tegak namun menghadap JiMi dengan raut datar andalannya.

 

Tangan kekar pria itu membuka kancing kemeja biru dongker yang dipakainya dengan santai. Namun JiMilah yang melihatnya dengan tidak santai.

 

“Kenapa kau membukanya?”JiMi berteriak histeris saat Baekhyun dengan santainya melempar kemeja itu kearah sebuah keranjang disebelah pintu.

 

 

Ya. Pria itu bertelanjang dada.

 

 

 “Kenapa? Aku harus mengganti pakaianku! Kau betah dengan bau darah?”JiMi menggeleng mendengar pertanyaan pria itu. Siapa yang betah dengan bau darah?

 

 

Baekhyun berdiri membelakanginya untuk mengambil sebuah kaus putih polos di lemari besar itu.

 

 

Punggungnya kekar sekali…Batin JiMi. Gadis itu segera menggelengkan kepalanya untuk menyenyahkan pikiran kotor tentang si pria berdarah dingin itu, takut – takut pria itu bisa membaca pikirannya.

 

“Kau akan melihatku bertelanjang dada tiap hari mulai sekarang…”Seringaian mesum terpatri di bibir tipis Baekhyun.

 

JiMi bergidig melihatnya. Dan semakim bergidig kala membayangkan apa yang pria itu katakan. Mengerikan sekali…

 

“Tiap hari? Dalam mimpimu.. Aku mau pulang!”JiMi berteriak dengan keras. Tak memperdulikan tatapan tak suka milik Baekhyun meski jantungnya berdebar.

 

JiMi berdiri untuk mendekati pintu dan berniat membukanya sebelum tangan dingin menariknya hingga terjatuh diatas ranjang dengan keras.

 

“Kau milikku… Dan selamanya akan terus begitu sampai aku mati!”Lirih Baekhyun. Tak percaya jikalau gadis itu menolaknya.

 

Wajah pucat JiMi menegang. Tak percaya kata seperti itu dapat keluar dengan mudahnya dari bibir pria itu. Dan sialnya itu membuat seluruh sistem di dalam tubuhnya berhenti.

 

“Aku akan mengikatmu besok… Istirahatlah!”Baekhyun kembali berucap setelah melumat bibir JiMi dengan lembut tapi menuntut.

 

Pria itu berdiri dan dengan sekejap mata telah hilang dibalik pintu yang tertutup rapat. Terkunci malah.

 

Air mata berlomba – lomba menetes untuk membasahi pipi putih JiMi.

 

Gadis itu akhirnya terlelap setelah lelah menangis.

 

***

 

 

“Maafkan Appa, Sehun-ah. Aku memang bukanlah ayah yang bisa menjaga putrinya. Aku bodoh! Aku bahkan tak memikirkan ide gila itu sejak awal. Maaf Sehun! MaafkanAppa…”Jongkook menangis dalam diam.

 

Pria yang berprofesi sebagai ketua jaksa itu terlihat begitu menyedihkan. Sedangkan Sehun hanya duduk diam dihadapan Ayahnya setelah mendengar penjelasan ayahnya.

 

 

Tentu jawaban itu juga menampar Sehun. Dia sangat tak percaya kakaknya lah yang berada diluar sama. Berada didalam istana para Vampire sialan itu.

 

“Jadi… Apa yang akan Appa lakukan?”Suara serak Sehun membuat atensi Jongkook berpindah.

 

Appa harus menunggu waktu yang tepat Sehun-Ah! Semua akan sulit bila kita salah mengambil langlah lagi…”

 

“Apa maksumu?”

 

“Kita akan menculik kakakmu dari sana…”

 

***

 

 

Pagi Jimi tak begitu buruk.

 

Sebuah nampan berisi roti bakar dengan segelas susu vanila. Setidaknya itu bisa melawan suara tak enak dari perutnya yang terus mengalun sejak tadi malam.

 

“Cepatlah selesaikan makananmu…”Suara baritone yang terdengar begitu dekat ditelinga kanannya disertai sebuah helaan nafas hangat dilehernya membuatnya menegang.

 

Dia terkaget saat menemukan sosok Baekhyun tanpa atasan kini tidur diranjang tepat disebelahnya dengan posisi kepala menindih kedua lipatan tangannya.

 

Menjengkelkan sekali. Apa pria itu memiliki kekuatan teleport?

 

Jimi segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi sebelum sebuah tangan dingin lagi menariknya hingga terjatuh diatas tempat tidur.

 

Bibir ranumnya mengeluarkan sebuah ringisan sakit saat tadi membentur bantal dengan keras.

 

 

“Dengar ya… Mulai sekarang kau adalah milikku! Ingat itu baik – baik!”

 

 

TBC

 

Ok ini ansurd binGJ ya?

 

Maaf y kl ceritanya aneh gmn gt… Hehehe.. Idenya hanya muncul segitu^^ :v

 

Mohon kritik dan sarannya…

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. uchie vitria says:

    Kalo vampirenya kamu noona pasrah digigit hahaha #ngayalkumat
    Seru sich lanjut ya

    Liked by 1 person

  2. Lirae-Bluuvyners says:

    Aku ska critanya.. tpi terkesan monoton,, trus jti dri dari vampir trlalu cpat kebongkar…. tpi overall daebak kog dan smga postnya cpat…. 👍👍 fighting..

    Liked by 1 person

  3. SHINERSB says:

    ini keren. tp kurang panjang.

    ku boleh gantiin oc nya gak? kan bs ngeliat abs setiap hari lumayan 😂🔫

    Liked by 1 person

  4. byunrose says:

    aku sukaaa. . baek sok manly. tp emg karakterx dsni.emg manly. awww

    Liked by 1 person

  5. rizkia says:

    Aku sukaaa ceritanyaaaaa
    d tunggu next chap

    Liked by 1 person

  6. Opi.Na says:

    Ceritanya kereeen aku suka aku sukaaa ditunggu kelanjutannya yaa 😊😁

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s