[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] The Destiny

PicsArt_1462526808566.jpg

The Destiny

Storyline and art by; Chokoby

Starring/Cast by : Byun Baekhyun of EXO‘s

And support Cast comming soon

AU, Familly, Marriage Life, Fluff, Angs, slaight!Hurt of Genres

Ficlet of Durration (800+ word)

PG15 of Rate (I don’t know)

I just own the plot! and OC!

Typo? My hobby

.

chokoby present ©2016Telah Lulus Sensor/?

.

.

” Hilang semuanya ditelan garis takdir yang pahit ”

.

.

.

Heningnya malam tak mampu menenangkankan perasaan. Perasaan yang hampa seakan terisi derita. Dinginnya malam tak mampu menyandingi hati sang gadis yang kini tengah meringkuk pilu diatas kasurnya. Lelahnya sandiwara membuat dirinya muak merasakan semua. Tak mampu mengungkap kata yang sebenarnya, ia dituntut harus bahagia oleh siapa pun itu tak perduli hubungan atau status tak pasti.

Gesekan daun diluar sana tak mempengaruhinya yang kini tengah menerawang masa lalunya, tentu saja kebahagiaan kini yang dimaksudnya. Berjalan dengan sang ayah menuju altar, menghampiri Byun Bakhyun, seorang pria ber tuxedo hitam dengan senyuman melekat di wajah rupawanya. Semua pasang mata kala itu menatapnya penuh bahagia, pun dengan mereka yang kini tengah mengucapkan janji suci untuk sehidup semati. Semua kamera tertuju padanya ketika mereka selesai melingkarkan cincin dijari manis keduanya. Bersalaman sudah menjadi tradisi kala mereka menjalankan upacara sakral itu, bakhan tak jarang candaan dari teman sebaya menggodanya.

Sungguh bahagia memang dirinya kala itu, tapi bukan berarti ia tak bahagia sekarang, justru ia sungguh sangat beruntung menikahi dirinya apalagi diusia yang semuda ini. Bukankah itu menjadi alasan bagi mereka untuk hidup bersama lebih lama ‘kan.

Shirin menatap laun pintu yang kini menampakan seorang pria dibaliknya, terfokus pada objek yang dipandang manik matanya. Ia mengulum senyum terbaiknya hanya untuk pria tampan yang sekarang tengah berjalan menghampirinya. Bahagia memang sekarang ini pantas di sandangnya, hidup dengan pria yang dicintainya sejak ia masih kecil hingga sekarang tak akan pudar sekalipun itu oleh waktu.

Pria itu menghampirinya lalu duduk di samping kirinya. Membelai rambutnya dengan penuh kasih sudah menjadi kebiasaanya, menatap manik gadis itu dengan penuh cinta seakan tak mau kehilangannya. Tak ada pergerakan yang ditimbulkan Shirin kala dirinya dikecup kasih olehnya -pria itu-. Ia hanya menutup matanya sembari menahan semua gejolak di dadanya yang kini menyalur menuju perutnya pertanda ia merindukan seseorang. Dia membaringkan dirinya tepat sebelah Shirin, karenanya ini merupakan bentuk kepedulian pada gadis kesayanganya.

Bukankah ia tergolong gadis yang beruntung mempunyai pendamping hidup yang setia bersamanya, tak malu memeluknya kala dirinya kedinginan dengan berbagai derita, menjadi penuntun selama ia hidup di dunia. Sungguh banyak kesetiaan yang ditujukan padanya sehingga tak terhitung apalagi terdeskripsikan untuk diceritakan.

Oppa, apakah kau menyayangiku?” tanya Shirin pada pria disampingnya yang kini tengah memejamkan matanya. Ada rasa sakit yang tersirat dimata sayunya, trauma menjadi senjatanya. Pria itu segera memiringkan tubuhnya untuk menatap gadis yang kini tengah menatapnya.

“Tentu saja, karena kau gadisku. Aku akan selalu menyayangimu sampai aku tutup usia kelak”  Jawabnya meyakinkan Shirin. Ia tahu kemana arah pembicaraan gadis itu, karena itu ia harus berusaha meyakinkan Shirin walau harus sekeras apapun, ia harus meyakinkan kalau ia sungguh menyayangi Shirin.

” Kau tak akan meninggalkanku ‘kan?” timpal Shirin, kali ini dengan sebuah isakan yang lolos keluar dari bibirnya. Sangat kentara jika dirinya sedang ketakutan akan ditinggalkan.

” Aku Park Chanyeol bersumpah tak akan meninggalkan gadisku Park Shirin dan jagoan kecilku dibalik lapisan kulit perut ini. Aku akan selalu bersama kalian. Selamanya. Dan ku mohon kau jangan memikirkan apa – apa karena satu bulan lagi kau akan melahirkan jagoan kecilku ini” tukasnya sekali lagi meyakinkan Shirin, ia tersenyum penuh arti dan mengelus perut Shirin yang sudah membuncit dengan penuh kasih sayang. Lantas ia beringsut dan merengkuhkan tangan kananya untuk memeluk Shirin dalam dekapanya. Ia tak ingin melihat Shirin-nya merasakan rasa sakit yang teramat sehingga merubah dirinya seakan tak bernyawa seperti sekarang ini dan Chanyeol benci itu.

” Kau ragu?”

” A- aku takut hiks…”

Chanyeol  tahu ketakutan seperti apa yang dideritanya karena ia juga merasakanya, bahkan lebih parah menurutnya. Ia semakin mengeratkan pelukanya seolah  tak mau melepaskanya. Tak ada perlakuan yang mampu menenangkan Shirin kala ini. Kembali ia mengecup kening Shirin untuk yang kedua kalinya, mengusap air mata yang tak hentinya mengalir seiringan dengan isakanya. Chanyeol memang pria cerdas dan bergelimang harta, tapi semua itu tak berarti apa – apa untuk Shirin kala dirinya tengah rapuh, karena sejatinya Shirin hanya membutuhkan kasih sayang dari Chanyeol, ya hanya Chanyeol.

” Aku tahu sesakit apa yang tengah kau rasakan karena aku juga merasakanya. Tapi kumohon ikhlaskan Baekhyun, dia meninggalkanmu karena takdir, ia sudah tenang bersama eomma dan appa disisi tuhan Park Shirin. Sungguh aku sebagai seorang kakak merasa tak berguna untuk adiknya, aku lebih menderita darimu. Aku menderita melihat kau menangis. Aku menderita mendengar isakanmu, aku menderita kehilangan adikku yang ceria dan periang. Aku menderita jika harus melihat kau mengeluarkan air mata. Aku benci diriku yang tak bisa membantumu melupakan kesedihanmu. Aku benci diriku!”  teriaknya sambil menangis, merasakan apa yang tengah Shirin rasakan juga memeluknya semakin erat dan berbaring diatas ranjang yang sama  sudah kebiasaannya satu bulan terakhir ini.

Dua bulan yang lalu mereka kehilangan orang tuanya. Dan tak lama berjarak satu minggu Chanyeol kehilangan istrinya yang tengah memperjuangkan buah hati mereka untuk lahir ke dunia. Satu bulan setelahnya disusul Baekhyun yang  meninggalkan Shirin karena sebuah kecelakaan maut yang menewaskan dirinya, tetapi ia masih beruntung karena Baekhyun masih sempat berbicara pada malaikat kecilnya yang waktu itu baru berusia tujuh bulan dan sempat menciumnya diperut Shirin. “ Appa mencitamu jagoan. Jaga eommamu yang bawel ini, jagan biarkan ia merasakan kehilangan, berbahagialah selama kalian hidup. Appa akan selalu berada bersama kalian malaikatku,  terima kasih Shirin  kau bidadariku chu~”  hening keadaan setelanya, seiringan dengan terpejam matanya serta terhenti pernafasanya, tak ada lagi suara yang sama dengan pria itu sampai detik ini.

Hilang semuanya ditelan garis takdir yang pahit. Menyisakan dirinya, Park Chanyeol kakaknya dan malaikat kecilnya kelak.

 

.(End).

a/n:

Nah ini gak yakin kalo genre nya angs, hurt, apalagi sad:'( tadinya sih mau dibikin fluff aja udah, eeh jadi ngaco kan’-‘  maklum ini aku bikinya dadakan kurang dari dua jam ehe maklum ya~

Dan terserah seterusnya,  kalian berimajinasi dan beranggapan tentang plot nya gimana terserah. Karena aku juga ragu sama plot nya ehe:DDDD

HAPPY BIRTHDAY BEBEK GOSONG><

 

LaffLaff ❤

‘chokoby ©2016’

chu~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s