The Possession[CHAP.1] – Alona

The Possession

EXO’s Byun Baekhyun & Kim Ji Mi

Romance – AU – Supranatural

Rating; PG – 17

Disclaimer;
FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.


Thanks for Amazing poster by kak Alkindi

“She got me gone crazy…”

Ji Mi melangkahkan kakinya lebih cepat saat merasakam hembusan angin sore yang cukup dingin.

Dari setiap langkah yang ia ambil, selalu diiming – imingi doa, dan berbagai sumpah serapah dari lubuk hati terdalamnya. 

Dia mengutuk pada adik laki – lakinya. Sehun. Yang bisa – bisanya tidak menjemput dirinya di sekolahnya, itulaj yang mengakibatkan dia pulang sore hari.

“Aku pulang…”Lirih Ji Mi kesal.Sedikit kaget karna Sehun berdiri menjulang di depannya saat dia membuka pintu masuk.

Pria tinggi itu berdiri dengan tatapan datar dan cueknya yang khas sekali. Uh, bagaimana bisa Ji Mi melupakan jika dia memiliki adik dengan tingkat kecuekan level tinggi. 

“Noona, Maaf tadi aku tidak menjemputmu. Aku harus menjemput Appa yang pulang mendadak…”Ji Mi menjatuhkan rahangnya. Astaga.. dia takjub sekali pada adiknya yang datar ini bisa mengucapkan kata maaf meski ekpresinya masih sama.

“Apa Chanyeol Hyung mengantar Noona?”Ji Mi tau. Secuek – cueknya Sehun padanya, pria itu pasti menyayangi dirinya seperti pada umumnya. Jadi
Ji Mi mengangguk pelan.

 Gadis itu menjinjitkan badannya untuk mengacak rambut Sehun gemas yang dibalas tatapan melotot milik adiknya itu.

“Hehe, kau lucu sih!”Canda Ji Mi hambar. Gadis itu melempar tasnya keatas sofa yang membuat Sehun mengernyit geli.

Gadis Kim ini segera melangkahkan kakinya dengan riang menuju dapur tempat dimana ibu dan ayahnya berkumpul.

“Cuci tangan dan kakimu, Ji Mi!”Tegur Ibunya seraya membenahi meja makan dengan makanan yang dibuat wanita awet muda itu. 

“Ne,Eomma! Appa? Kau kenapa?”Ji Mi mengerutkaan keningnya saat melihat wajah ayahnya yaang begitu tegang saat dia ingin melaksanakan perintah ibunya.

“Mana ada Vampire di dunia ini? Kenapa semua orang percaya, bahkan para mentri juga ikut percaya pada makhluk penghisap darah itu?”Ketus Ayahnya dengan wajah merengut lucu. Sehun si cuek bahkan terkikik melihat ayahnya yang menggemaskan.

“Vampire?”Tanya Ji Mi dengan wajahnya yang nampak tengah berpikir keras.

“Ya, Aku yakin kau telah menonton si Edward Cullen itu!”Ketus Sehun. Pria tinggi itu mendudukan dirinya tanpa mengindahkan Ji Mi yang melotot kearahnya.

“Edward Cullen? Menjijikan!! Aku tidak pernah menonton film seperti itu!!?”Balas Ji Mi kesal, masih mempertahankan pelototannya.

“Aish anak ini. Diamlah saat makan!”Omel Ibunya seraya ikut mendudukan diri di bangku.

“Aah, Eomma~ Sehun duluan…”Rengek Ji Mi dengan mulut yang menggigit sumpitnya. 

“Astaga, Ji Mi!Seharusnya kau bangga jika adikmu banyak bicara, bukankah itu perkembangan yang bagus?”Tanya ibunya. Ji Mi sendiri hanya menghela nafas beratnya sambil memakan Ikan Tunanya saat melihat Sehun menyeringai. Dia merasa kalah dukungan.

Wanita tua yang awet muda yang menjadi Ibu Ji Mi, adalah wanita yang cantik alami. Choi Seukhye namanya. Wanita yang dulunya bekerja sebagai sekertaris pada sebuah perusahaan yang bekerja di bidang perbankan.
Sedangkan ayahnya yang masih terlihat gagah meski sudah memasuki kepala 4. Kim jongkook Masih bekerja sebagai ketua jaksa di daerah Daegu ini. 
Ji Mi sendiri masihlah seorang gadis SHS tingkat 3 yang memiliki Adik laki – laki yang berada di SHS tingkat 1. Ya… mereka hanya berbeda 2 tahun.

Gadis itu segera membantu ibunya mencuci piring kotor sambil menyenandungkan lagu milik Girlband AOA – Good Luck yang memiliki gerakan erotis itu. 

Setelah selsai dia berjalan untuk menuju kamarnya di atas sebelum melihat Ayahnya yang duduk dengan wajah lelah dam frustasi di depan layar TV yang menampilkan berita terkini.

‘Seorang perempuan ditemukan tewas di parkiran Mall dengan luka robek di pergelangan tangannya, yang menyebabkan perempuan tersebut kehilangan darah. Banyak yang menduga ini adalah ulah para makluk penghisap darah yang katanya mulai berkeliaran.’



Kening Ji Mi mengerut kala mendengar berita yang disampaikan reporter pria yang bekerja pada saluran stasiun swasta itu.

“Ji Mi!”

Ji Mi tersentak saat Ayahnya memanggil namanya dengan suara lelahnya. Dia menghampiri ayahnya dengan ragu.

“Appa mohon…jangan keluar rumah tanpa Appa, Sehun, atau kekasihmu itu!”Lirih Ayahnya dengan tatapan memelas. “Appa takut kau jadi korban pembunuhan seperti berita – berita terdahulu. Appa tidak percaya pelakukanya adalah makhluk bernama Vampire itu! Appa berpikir pembunuhnya adalah orang psikopat yang merajalela,Arraseo?”

Ji Mi tau. Appanya berusaha melindunginya, jadi dia hanya mengangguk setuju dengan senyuman hangatnya. Membuat sang ayah mengusap puncuk rambutnya lalu membiarkan dia memasuki kamarnya. 

“Semoga itu tidak benar…”

.

Sang matahari mulai menghinggapi ufuk timur. Memberi sinarnya yang terang pada pelosok pelosok bumi, Menyinari tiap sudut yang gelap. 

Makhluk malam mulai memasuki sarang mereka untuk menghindari sinarnya yang silau. Makhluk pagi mulai berkeliaran untuk mencari makanan. Termasuk manusia yang mulai berkeliaran untuk menjalankan aktivitas mereka, mencari nafkah untuk keluarga, menuntut ilmu.

Ji Mi termasuk makhluk pagi tersebut. 

Gadis itu mendudukan dirinya di bangku yang halte bus tersebut sediakan. Beberapa kali dia melirik arloji berwarna merah yang melingkar nyaman di pergelangan tangan kirinya. 

Bibirnya terus menyenandungkan beberapa lagu yang tersalur dari Handphonenya menuju earphone yang menyumbat telinganya. 

Ji Mi segera berdiri saat melihat bus yang akan dinaikinya berhenti didepannya.
Gadis bersurai hitam itu memasuki bus sambil meremas erat tas ranselnya yang berwarna putih.

Tempat duduk di depan adalah pilihannya yang bagus. Dia memilih duduk di dekat jendela.

Matanya memicing saat melihat seorang pemuda berpakaian casual dengan kedua tangan di masing – masing sakunya, berjalan santai dibelakang seorang gadis berpakaian seragam sekolah. Ah, Ji Mi ingat, itu seragam sekolah yang kini menjadi musuh sekolahnya, karna lomba basket bulan lalu.

Mata bulatnya masih terus mengikuti pergerakan pemuda itu. Beruntung bus tak melaju karna Traffic light, jadi dia lebih leluasa memerhatikan pemuda itu. 
Ji Mi tak tau kenapa dia merasa curiga pada pemuda itu.

Tak lama, mata bulat Ji Mi makin membulat saat melihat pemuda itu berlari sangat cepat dan meraih gadis itu lalu memojokkannya pada sebuah tembok yang tertutup tiang.

Mulut gadis itu terbuka lebar tapi segera ditutup oleh tangan sang pemuda saat pemuda itu mengarahkan wajahnya pada leher jenjang sang gadis. 
Ji Mi menahan nafasnya dengan kedua mata yang tak berkedip.

Lagu EXO yang berjudul Monster terputar di handphonenya, membuat pikiran Ji Mi melayang jauh karna lagunya mungkin mendukung suasana.

Dapat Ji Mi lihat gadis itu menutup matanya dengan kedua tangan terkalung di leher pria itu, Ah pria itu membuatnya seolah sang gadis tengah menikmati cumbuannya.

Ji Mi tau, gadis itu pasti sudah tewas. Gadis bermata bulat ini merasa heran karna mengapa tak ada yang menyadarinya. Ah, pasti hanya dirinya yang begitu memerhatikan pemuda itu.
Ji Mi segera memfokuskan diri pada ponselnya saat dirasa sang pemuda akan menengok, beruntung lagi Traffic light telah berubah warna.

Gadis bersurai hitam itu merasakan jantungnya berdegup kencang dengan keringat bercucuran yang sedikit membasahi seragamnya.

Dia segera melangkahkan kakinya saat telah sampai di gerbang sekolahnya.
Matanya langsung menemukan Chanyeol—sang kekasih, yang tengah berjalan di koridor lantai 1 seraya membaca buku.

“Oppa…”Teriak Ji Mi. Cukup menarik perhatian beberapa mata, tapi mereka tau. Itu pasti salah satu pasangan yang ada di sekolah.

“Kau baru datang?”Tanya Chanyeol dengan senyum tiga jarinya. 

Ji Mi hanya mengangguk seraya tersenyum begitu polos hingga membuat Chanyeol mengacak surainya gemas.

“Mian, Oppa tidak menjemputmu tadi. Tadi…Eomma menyuruhku mengantarnya ke supermarket. Mian ne?”Lirih Chanyeol dengan kepala tertunduk.

“Gwenchanha…Oppa~Bagaimana kabar Eommonim? Lama aku tidak bertemu…”Seru Ji Mi dengan cengiran lebarnya.

“Hehe…Eomma baik! Ibumu jugakan?”Jawab Chanyeol dengan senyumnya yang menampilkan gigi putihnya. Ji Mi mengangguk antusias.

Para murid mulai melewati koridor, membuat koridor menjadi lebih ramai, mengingat jam menunjukan pukul 7.15. Ya, jam masuk sekolah.

“Bel akan berdering, masuklah kekelasmu… Atau kau masih mau disini? Kangen aku kan?”Canda Chanyeol yang dihadiahi pukulan di perutnya.

“Akh, Sakit sayang..”Ji Mi segera membalik badannya dengan pipi memerah dan berjalan menjauhi Chanyeol yang tertawa geli.

Chanyeol adalah kekasihnya sejak gadis itu berada di tingkat 1. Ya, mereka telah berpacaran selama 2 tahun. Tentu dirinya dan Chanyeol seumuran,hanya saja berbeda bulan. Chanyeol November, sedangkan Ji Mi December.

.

Ji Mi terlamun, dengan pikiran yang melambung memikirkan pemuda yang membuat gadis itu tewas.
Dapat Ji Mi ketahui, pemuda itu pasti makhluk penghisap darah atau yang biasa disebut vampire. Gadis bersurai hitam itu bahkan tak menyadari kehadiran guru sejarahnya, yang diikuti seorang pemuda manis.

“Nona kim, Anda baik – baik saja?”Tegur gurunya yang seorang wanita tua tetapi awet muda.

“Ah~ ne, gwenchanha Saem..Joseonghamida…”Ji Mi segera bangkit dari duduknya lalu membungkuk meminta maaf yang dijawab gelengan maklum oleh gurunya.

“Ayo, kenalkan dirimu Nak!”
Gadis bersurai hitam ini melirik pemuda di belakang Lee Songsaenim, Manis. Pikirnya.

“Anyeonghaseo, Namaku Do Kyungsoo. Aku pindahan dari Seoul!”Ucap pria itu sambil membungkuk. 
Ji Mi sendiri sempat bergidik karna merasakan aura dingin di sekitarnya.

.

Ji Mi berjalan dengan langkah pelan menuju halte bus di depan sekolahnya. Banyak para murid berkeliaran.
Chanyeol tidak bisa menjemputnya karna katanya pria itu ada acara dengan teman – temannya. 

 Sebenarnya Ji Mi ingin sekali meminta pria jangkung itu untuk mengantarnya, hanya saja… dia tidak bisa terus menyusahkan pria itu. Jadi disinilah dia…

Memikirkam Ucapan guru sejarahnya yang terus terngiang di otaknya.

‘Saem yakin kalian sudah mendengar berita soal pembunuhan itu. Saem harap kalian bisa menjaga diri kalian dengan tidak keluar sendirian atau berjalan di tempat sepi. Saem tau… kalian pasti menyangkal ini, namun Vampire itu benar adanya! Ini hanya agar kalian tidak meremehkannya,Arraseo?’

Seharian tadi, Tiba – tiba saja Jonghyun-Saem menceritkan soal asal usulnya Vampire,katanya sekedar pengetahuan, karna katanya pelajaran mereka sudah akan selesai?

“Aah, Kenapa aku jadi ikutan takut begini?”

.

Ji Mi menatap keadaan rumahnya dengan mata membulat dan mulut menganga.
Bagaimana tidak?
Keadaan rumahnya sangat kacau. Dengan figura keluarganya yang pecah. Sofa favorite eommanya yang kini robek dan berada di pojok ruangan dengan keadaan terbalik. 
Apalagi, keadaan rumah sangat sepi. Hanya suara televisi yang menyiarkan berita. Ji Mi memandang jijik, Televisinya yang terdapat bercak darah. 

Astaga…darah siapa itu?

‘Kami menghimbau agar para warga terus berdiam didalam rumah dengan mengunci pintu rapat. Presiden akan melakukan evakuasi dari makhluk penghisap darah ini…’

Ini…gila.

Ji Mi menangis sesegukan saat tak menemukan orang tua dan adiknya di rumahnya. Apalagi banyak bercak darah yang berceceran di lantai. 
Berbagai opini buruknya berkecamuk di pikirannya, membuat tangisannya semakin keras.

“Noona, cepat bereskan pakaian dan barangmu… Kita harus cepat sampai di Rumah perlindungan!”

.

Ji Mi tak henti – hentinya menangis. Sedangkan Sehun yang duduk disampingnya hanya meliriknya cuek dengan tangan yang memegang sebuah buku bertema Psikologi.

‘Sejak kapan si cuek itu menyukai psikologi? Apa dia ingin mengobati penyakit gilanya?’Batin Ji Mi dengan jari telunjuk dan ibu jarinya yang mengelus dagunya bak detektif. Gadis itu sudah tidak menangis sejak melihat keanehan adiknya itu, meski matanya masih memerah.

“Kau begitu menggelikan!”Komentar Sehun geli meski wajahnya begitu datar.

“Diam kau,Dasar—“

Pintu aula besar itu terbuka lebar, Diikuti beberapa pria berpakaian serba hitam dengan kemeja putih. 

Mereka mengawal seorang pemuda. Pemuda yang memakai pakaian casual yang bahkan membuat wajahnya nampak manis dan imut. 
Mata sipit yang menatap datar sekitarnya. Bibir tipis yang merah alami. Hidung mancung yang bangir. Pipi tirus. Dagu lancip. Wajah lonjong. Kulit yang putih kontras—tunggu, kenapa wajahnya nampak familiar?

Ji Mi menatap heran wajah para Hakim, para security, dan Wajah para mentri,lalu presiden juga Ayahnya bahkan menegang. Dia bingung, mengapa presiden datang ke sini? bukankah pusatnya di Seoul? Apa hebatnya Daegu?
Para pria berpakaian formal itu mulai berdiri di sekitar pemuda itu yang kini tengah mendudukan dirinya dibangku yang berada di depan para mentri,jaksa, dan Presiden itu. 

Bahkan pemuda itu menatap mereka datar dan dingin. Dia yakin, jika pemuda itu bukan orang penting, dia pasti sudah di bawa ke penjara karna berani begitu. 

Ah, jadi dia orang penting? Dengan wajah semuda itu?
Ruangan itu seketika berubah menjadi lebih terang entah kenapa.

“J-Jadi, Kau adalah pemimpin para vampire ini?”Tanya Kim Jong Un—sang presiden dengan nada gugup. Tunggu, Pemimpin Vaampire?

Pemuda itu hanya mengangguk singkat, masih dengan tatapan dinginnya.

“Ma-Maaf! Kalau saya boleh tau mengapa anda—“

“Memakan para manusia? Tentu untuk kebutuhan makanan kami!”Tegas pemuda yang Ji Mi akui mungkin seumuran dengannya. Tapi, mungkin pria itu berumur seabad atau ratusan tahun mungkin, mengingat vampire itu abadi.

“Ya, Saya tau. Hanya saja, mengapa anda memilih memakan kami disaat para binatang ada didepan mata?”Tanya Kim Jongkook penasaran. Ji Mi merengut kesal, bagaimana bisa Ayahnya bertanya dengan nada menyebalkan itu.

Pemuda itu menaikan alisnya tinggi. “tentu saja, Darah manusia adalah makanan pokok kami. Aku tau kau telah membaca artikel soal kebiasaan kami bukan? Sekarang aku bertanya, Kenapa kau lebih memilih makanan nasi karna kenyang daripada roti?”Seru pria bermata sipit itu. 

Jantung Ji Mi berdegup kencang, saat pemuda yang memiliki surai hitam itu balik menatap kearah Ayahnya dengan tatapan tajam dan dingin. 

Manik hazelnya berpindah pada sosok Sehun yang duduk tenang dengan wajah mengeras. Ji Mi tau, adiknya itu tengah tegang, karna tentu saja yang dihadapi Ayah mereka bukanlah para penjahat tingkat kakap. Melainkan pemuda Vampire yang bisa menerjangnya kapanpun.

“Begini, Bagaimana jika kita berdamai? Kami akan memberikan bintang sebanyak mungkin agar kalian kenyang?”Kali ini Jongkook memilih bernegoisasi. 
Pemuda itu tersenyum miring. Namun cukup menyeramkan.

“Kau pikir aku bodoh? Kau mengajakku bernegoisasi? Lalu nanti saat aku setuju, kau akan menendang kaumku?”Jongkook melebarkan matanya. Tak mengerti bagaimana bisa pemuda itu mengetahui rencananya.

“Aku adalah vampire yang telah belajar selama beribu – ribu tahun. Dan bukankah kau sudah tau? Bahwa Vampire memiliki kelebihan lebih dari manusia?”Pemuda itu berucap seolah mengejek. Ji Mi sendiri merengut kesal mendengarnya.

Vampire memang telah ada—padahal Ji Mi fikir itu adalah dongeng semata—

Ini akibat percobaan seorang ilmuwan asal Gyeonggi yang ingin membuat project ‘Manusia abadi’. Namun ternyata serum tersebut gagal. Entah karna kurang atau dosis berlebihan, tak ada yang tau bahkan saat diteliti hingga kini. Ilmuwan itu menyuntiikkan serum tersebut pada anak angkatnya, hingga anaknya menjadi produk gagal. Gila memang.
Anaknya berubah menjadi manusia yang abadi memang. Namun fisiknya berubah drastis,Menjadi bak monster. Kepala tanpa rambut. Kedua mata yang amat sipit bahkan jika digambar hanya bagai 1 garis. Mulut dengan beberapa taring, dengan liur yang berceceran. Badan mengkeriput. Dan yang mengerikan, dia gila dalam memakan darah manusia. Sangat rakus. 

Ilmuwan bernama Kwon Sijoon itu tewas karna digigit oleh monster yang tak lain anaknya itu. 

Monster itu merusak beberapa pemukiman di daerah pedalaman Gyeonggi. Yang nyatanya menumbuhkan angka kematian. Semuanya hancur.

 Dan pada akhirnya pemerintah  meledakkan nuklir pada daerah monster tersebut berada dengan konsekuensi warga tewas.

Tidak sampai disitu.
Monster itu memang mati. Namun ternyata dia meninggalkan perkembang biakan berupa jentik di genangan air dekat sungai. 
Jentik itu akhirnya tumbuh, namun akhirnya mati setelah menggigit seorang wanita yang tengah hamil. Diduga anak monster itu tak berkembang karna induknya mati.

Wanita yang digigit itu dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan virus monster tersebut yang hampir membunuhnya. Namun wanita itu selamat. Tetapi tidak dengan cabang bayi.

Ji Mi tidak tau lagi lanjutan cerita itu, karna dia sendiri takut mendengarnya.
Namun desas – desus yang didenggarnya. Cabang bayi itu akhirnya menjadi produk berhasil dengan lahir sempurna. Bahkan melebihi kadar sempurna manusia pada umumnya. Dan sialnya, produk berhasil itu dapat menyembunyikan dirinya dengan sangat profesional. Tak ada yang bisa tau bukan? Dia sudah melebur bersama para manusia lainnya. Bisa jadi dia teman terdekatnya? Sial sekali.

Ji Mi tersentak dari lamunan menakutkannya saat mendengar suara sesuatu yang terjatuh dengan keras.
Dia memekik tertahan saat melihat Ayahnya sendiri jatuh tersungkur. 

Pemuda itu masih duduk tenang dengan wajah dinginnya. Tapi pria yang memakai baju formal berdiri di samping pemuda seraya membungkuk.

Ji Mi yakin jika yang memukul Ayahnya adalah pria yang memakai baju formal itu. Tapi…ada apa?

“Ayah tadi memegang tangan pemuda sok itu. Kurasa para penjaganya tak suka bila tuannya di sentuh oleh Ayah yang memohon agar mereka pergi dari sini!”Sehun menjawab pertanyaan yang berputar di benak dan otak Ji Mi dengan raut tenangnya yang khawatir pada kebenarannya.

Ji Mi menatap sosok Ayahnya yang kini tengah dibantu untuk duduk kembali oleh para menteri deengan hati – hati.

“Maaf, aku menolak!”Pemuda itu bangkit lalu berjalan menuju kearah pintu keluar dengaan rombongannya.

Sialan. Aku benci dia. Batin Ji Mi.

Gadis bersurai hitam itu segera berlari menghampiri Ayahnya yang mendapat luka sobek di sudut bibirnya.

“Appa…”Isaknya. Sehun juga ikut berlari kearah ayahnya yang kini tengah diobati. Pria tinggi itu mengusap pelan bahu sempit kakaknya. 

Pria berkulit putih pucat itu segera menarik Kakaknya ke dalam pelukan teenangnya saat melihat Ayahnya meringis. Dia tak mau kakaknya sedih.

“Sebaiknya antar kakakmu ke kamarnya di lantai 5. No.167. Appa dan Eommamu akan menyusul!”

Sehun akhirnya membawa kakaknya yang kini menangis tersedu.

“Kuharap…Pemuda itu tidak benar – benar tertarik pada anak kita, yeobo…”

                            TBC

Hai….
Maaf banget karna bulan kemarin gak ngepostT_T. Itu sibuk banget, karna sekolah ngadain acara selama beberapa hari dan aku harus bantu – bantu.

Jadi…sekarang deh aku kembali, dengan FF baru lagi. Devil play-nya masih OTW. :v

Maaf ya kalau bahasaku mungkin ngebingungin, ini sih udah aku edit^^

Dimohon kritikannya dan sarannya^^
Gomawo~

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. ohsehunwife says:

    Aku bingung thor, ada beberapa adegan yg di skip ya? Kok kesannya lompat” ya

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Aduuh maaf ya… Kamu jadi bingung, itu gak ada yang di skip kok^^ Mungkin karna aku nulisnya gak jelas kali ya.. Nanti aku edit deh biar km gk bingung.. maaf ya^^

      Like

  2. Hunniee_ SeOh94 says:

    nice kak ,..,.
    walaupun masih sedikit bingung …
    ditunggu lanjutannya …. fighting

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Hehe,ok. Ditunggu yaa^^

      Like

  3. twelvefantasy says:

    keren thor! suka banget sama genre fantasy, apalagi castnya bbh :v
    btw ini chapter ya? di kira tadi oneshoot, hehe. kalo gitu di tunggu ya thor next chapnyaa

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      hehehe…makasih yaa^^ Oia aku lupa kasih Chapternya hehe…Maaf ya(Karna buru – buru mau ngepost jadi lupa deh,hehe. Makasih juga ya udh ingetin hehe)

      Like

  4. anggunrania says:

    pemuda pemimpin dr kawanan vampire itu baekhyun kah?
    mf tp aku agak aneh sama adegan nangisnya kurang greget, tp pnasaran kok pemuda itu bisa tertarik sama jimi

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s