DREAM – Slice #12 — IRISH`s Story

irish-dream-2

D R E A M

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Lee Hyerin

Supported by EXO Members and OC

A fantasy, supranatural, school-life, romance, slight!mystery story rated by PG-17 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


Dream? You’re just like a dream for me.”


Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 ||  Chapter 10 || Chapter 11 || [NOW] Chapter 12

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

“Hyerin-ah, kau mau kan tinggal di Asrama dan sekolah di Akademi?”

“Seperti apa keadaan disana?”

“Secara fasilitas semuanya sama dengan yang ada di tempat manusia. Yang membedakan hanya pelajaran dan sistem pengajarannya.”

“Jelaskan,”

“Di sini, pelajaran yang kau ambil hanya pelajaran yang sesuai dengan kemampuanmu yang diramalkan. Ada 10 pelajaran totalnya, dan nanti, kau akan diramal dulu oleh salah seorang guru ahli di Akademi. Dan setelah satu tahun kau ikut beberapa kelas, kau akan diminta memilih satu kelas saja yang paling kau mau.”

“Bagaimana isi pelajarannya?” tanya Hyerin.

Eum, sebenarnya … mungkin kau akan sedikit sulit untuk mengerti. Tapi kau kan pintar, aku yakin kau pasti bisa paham dengan cepat.” ucapku meyakinkan Hyerin.

Cih, tentu saja pemahamanku dan pemahaman bangsa kalian berbeda.” ucap Hyerin membuatku tertawa geli.

Ia masih memperhatikan perbedaan itu.

“Jadi, bagaimana?” tanyaku.

Hyerin mengangguk pelan.

“Baiklah. Terserah kau saja,”

“Terserah padaku?”

“Ya. Kau kan sudah jadi suamiku. Dasar bodoh.” Hyerin kembali merengut. Setidaknya ia mengakui aku sebagai suaminya, dan itu artinya dia milikku sekarang.

“Kalau begitu … apa boleh sekarang?” tanyaku.

Mwo? Apanya?”

“Kau pasti sudah mengerti,” aku tersenyum tipis, Hyerin kembali mengalihkan pandangannya, dan membuatku semakin tidak sabar menghadapi gadis ini.

Aku mencekal lengan Hyerin, menariknya untuk berbalik memandangku.

“YYa!”

Aku meletakkan telunjukku di bibir Hyerin, dan membuatnya kembali terkesiap.

“Apa kau akan menolak? Hyerin-ah?”

Hyerin tidak menyahut, dan bagiku kediamannya adalah penerimaan.

Dengan perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajah Hyerin, membuat iamenutup matanya, mengizinkanku untuk memiliki bibirnya. Dengan lembut aku mengecup bibirnya, meraupnya dengan kasar tanpa melukai Hyerin, sementara kurasakan jemari kurus Hyerin mencekal lenganku.

Apa ia ingin menghentikannya? Tapi aku baru saja memulai. Aku memperdalam ciumanku di bibir Hyerin, dan tanpa sadar, ciumanku mulai berpindah, ke lehernya, dan jemariku mulai menelusuri punggung Hyerin, memeluknya, membuatnya tidak terpisah dariku.

“Baekhyun …” Hyerin menggumamkan namaku dengan sangat pelan, dan … ugh, menggoda. Membuatku tidak bisa lagi menahan diriku untuk tidak mencium setiap sudut di lehernya dengan kasar.

Tanganku bergerak menyusup masuk ke dalam pakaian Hyerin, dan ia benar-benar tidak melawan. Aku memerangkap Hyerin di sebuah pohon, samar, aku mendengar deru nafasnya.

“Boleh aku melakukannya, Hyerin-ah?”

“Ya …”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyerin’s Eyes…

Baekhyun semakin bersemangat setelah malam itu. Sekarang hampir setiap waktu ia akan bertanya ‘Apa boleh aku melakukannya lagi?’ yang membuatku frustasi karena berulang kali harus menolaknya. Dia jadi sangat menyebalkan.

Untunglah hari ini ia memintaku untuk mulai bersekolah. Walaupun ia mengatakan bahwa akan ada seleksi kelas terlebih dulu. Dan nantinya aku akan tinggal di asrama.

“Apa yang mungkin akan terjadi di dalam sana?”

“Tidak banyak. Seperti wawancara. Cukup jawab dengan jujur menurut pemikiranmu. Itu saja.” ucap Baekhyun.

“Oh, baiklah.”

“Selamat berjuang Hyerin. Aku akan menunggumu disini.” ucapnya dan entah mengapa aku yakin ia akan benar-benar menungguku.

Aku melangkah masuk ke dalam ruangan berpintu putih di depanku. Dan seperti pintunya, dekorasi dalam ruangan ini juga seluruhnya putih. Dengan adanya satu meja dengan beberapa kursi. Mendadak aku merasa seperti orang gangguan jiwa yang sedang di masukkan ke dalam ruangan isolasi.

“Duduklah,”

Entah sejak kapan muncul dua orang di kursi bagian belakang meja. Aku mengangguk, dan melangkah cepat untuk duduk di satu-satunya kursi kosong yang ada di sana.

“Lee Hyerin?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Lee Hyerin?”

“Ya.”

Hyerin memandang dua orang di hadapannya, yang satu gadis, dan yang satu pemuda.

“Sebelum memulai kelasmu, kau harus mengubah penampilanmu. Rambut bercat warna di larang di Akademi ini, seragam press-body juga di larang.”

Hyerin tertawa pelan.

“Aku tidak tahu jika Akademi ini sangat mirip dengan sekolah di tempat manusia.” ucap gadis itu ringan.

“Peraturan tetap peraturan. Mengerti?”

“Akan aku pikirkan.”

“Apa kau benar-benar menyanggupi untuk bersekolah disini?” tanya gadis di hadapan Hyerin.

“Bersekolah disini bukanlah keinginanku, seongsaengnim.” ucap Hyerin segera membuat gadis di depannya mengerjap cepat.

“Pasti Baekhyun belum memperkenalkanmu dengan nama-nama guru disini.”

“Aku bisa menghafal nama mereka dalam hitungan menit.”

Guru di hadapan Hyerin memandang gadis di depannya, yang jelas-jelas menunjukkan sikap menantang aturan yang baru saja di ucapkannya.

“Mengenal Baekhyun bukan berarti kau bisa mempergunakan kekuasaannya di tempat ini, Nona Lee.”

“Aku tidak bergantung padanya. Aku hidup dengan caraku sendiri.” ucap Hyerin.

“Hentikan perdebatan ini. Dan kau Nona Lee, kau tetap harus mematuhi aturan di Akademi walaupun kau tidak berniat untuk bersekolah disini. Apa kau sudah membaca rekapan pelajaran di sini?” seorang pemuda di hadapan Hyerin memotong perdebatan dua gadis yang tampak sama-sama keras kepala tersebut.

“Ya. Sudah.”

“Kelas apa yang menarik perhatianmu?”

Artemiclass. Kurasa Baekhyun bilang jika kalian semua punya kemampuan. Dan melihat keterangan dari Artemiclass membuatku penasaran, seperti apa murid-murid yang ada di dalam kelas itu.”

Pemuda di depan Hyerin mengangguk-angguk paham.

“Bagaimana dengan kelas yang lain?”

“Tidak ada yang terlalu menarik perhatianku secara spesifik. Sembilan kelas yang lain tidak begitu bisa kupahami.”

“Itu karena kau bukan bagian dari kami.

Hyerin tersenyum.

“Terima kasih karena sudah mengingatkanku. Dan juga, aku tahu aku bukan bagian dari kalian. Itulah kenapa, taruh saja aku di kelas yang setidaknya membuat kalian tidak memperhatikan keberadaanku.”

“Keberadaanmu pasti sangat kami perhatikan jika kau tidak bisa mengejar ketertinggalanmu. Cara pikir manusia dan kami jauh berbeda.”

Hyerin lagi-lagi tersenyum.

“Aku sangat ingin tahu sejauh apa perbedaan cara berpikir itu.”

“Apa kau sedang membanggakan prestasi manusiamu?”

“Untuk apa membanggakan prestasi yang aku dapatkan tanpa persaingan seperti itu? Bukankah disini dan di tempat lamaku berbeda? Jauh berbeda? Aku ingin benar-benar bersaing disini. Apa Anda akan tetap menganggapku sebagai seseorang yang akan tertinggal?” tanya Hyerin telak membuat gadis di depannya diam.

“Empat kelas sudah cukup banyak untukmu di tahun ini.” ucap pemuda di sebelah guru wanita tersebut.

“Kau sudah memutuskan?” ucap gadis itu tak percaya.

“Pertama, Artemiclass, karena ketertarikanmu. Lalu Athenaclass, Heraniclass, dan Aresseclass. Kau tidak keberatan dengan empat kelas kan?”

“Sama sekali tidak keberatan.”

Pemuda di depan Hyerin tersenyum.

“Kau boleh keluar sekarang, Baekhyun akan mengantarkanmu ke asramamu.”

Gomapseumnida.”

Hyerin melangkah keluar dari ruangan itu. Dan seperti yang gadis itu duga, Baekhyun sudah berdiri menunggunya.

“Bagaimana?” tanya pemuda itu bersemangat.

“Aku dapat empat kelas.” jawab Hyerin sambil menutup pintu ruangan itu

“Whoah. Banyak sekali …” gumam Baekhyun.

“Memangnya kau dapat berapa?” ucap Hyerin.

“Lima kelas. Empat kelas untuk murid baru seperti mu rasanya terlalu banyak … Kelas apa saja yang kau dapat?” tanya Baekhyun penasaran.

Artemiclass, Athenaclass, Heraniclass, dan Aresseclass.”

“M-Mwo!?”

Hyerin tersentak dan segera menjauhkan dirinya dari pemuda di sebelahnya.

“Jangan berlebihan.”

“Kenapa mereka menaruhmu di Aresseclass?”

“Memangnya ada apa di kelas itu?”

“Kau membaca tentang kelas yang aku berikan padamu kan?”

“Ya. Lalu?”

“Kau tahu Aresseclass di tujukan untuk apa kan?”

“Aku tahu. Lalu kenapa?”

Baekhyun menatap gadis di sampingnya tak percaya.

“Kenapa kau tidak menolaknya?”

Hyerin terdiam. Lalu tersenyum tipis.

“Ada hal yang ingin aku buktikan.” ucapnya.

“Memangnya apa?”

“Tentu saja rahasia.”

“Ya! Aku kan su—aish, kenapa aku tidak boleh tahu?” ucap Baekhyun mendesak.

“Untuk apa kau tahu? Apa alasan yang membuatku harus memberitahumu?” balas Hyerin tak mau kalah.

“Karena aku … suamimu.” ucap Baekhyun akhirnya.

Hyerin menaikkan sebelah alisnya.

“Kau mengakuinya? Ini tempat umum.” ucap Hyerin menyindir, dan segera membuat Baekhyun bungkam.

“Kau tidak mau mengakui hubungan ini, dan aku tidak mau melakukannya, sudah tidak ada alasan kau mau memaksaku kan?” ucap Hyerin.

Geurae. Kurasa kita sama-sama tidak siap untuk hal seperti ini.” ucap Baekhyun pelan

“Dan kau baru menyadarinya sekarang. Pintar sekali.”

“Kau tidak perlu menggunakan kata-kata itu untuk menyindirku.”

“Karena aku tidak mungkin berkata dengan terus terang bukan? Kau sangat perasa.” ucap Hyerin.

Baekhyun menghela nafas panjang. Membuat Hyerin memandangnya, lama.

“Kita jalani saja hubungan ini, bukankah suatu hari kita pasti sama-sama siap untuk hal ini?” ucap Hyerin berhasil membuat senyum mengembang di wajah Baekhyun yang tadinya sudah kusut.

“Benar. Kau benar Hyerin. Kita pasti akan siap nanti.”

Hyerin mengangguk pelan.

Kajja! Aku harus mengantarkanmu ke asrama.” ucap Baekhyun.

Dua orang itu kemudian mulai melangkah menyusuri lorong dengan warna dominan putih di dinding dan atapnya. Hanya lantai lorong saja yang berwarna hitam mengkilat, memantulkan bayangan orang-orang yang melewatinya, dan memantulkan beberapa siluet dengan warna sedikit berbeda yang menempel di dinding.

“Lihat lorong ini? Ini lorong asrama tiga. Dengan lambang Siren di atasnya. Ingat?” ucap Baekhyun dan di jawab dengan anggukan oleh Hyerin.

“Dari sini, kau jalan terus lurus, sampai di depan pintu nomor 6, kau belok ke kiri, terus lurus, sampai kau menemukan pintu nomor 11, kau belok ke kanan, sampai di pintu nomor 16. Sampai disini kau mengerti?” tanya Baekhyun.

“Lorong dengan lambang Siren. Pintu nomor 6 belok kiri, pintu nomor 11 belok kanan sampai nomor 16.” ucap Hyerin.

“Bagus. Dari pintu nomor 16 kau belok ke kanan lagi sampai ke pintu nomor 19. Dan kau belok ke kiri sampai nomor 22. Mengerti?”

“Kenapa jauh sekali belok-beloknya?” tanya Hyerin.

“Memang seperti itu peraturannya.” ucap Baekhyun ringan.

“Memangnya apa yang mungkin terjadi kalau aku tidak lewat semua belokan ini?”

“Coba lihat ke belakang.” ucap Baekhyun.

Hyerin berbalik, dan tersentak saat di belakangnya hanya ada tembok putih.

“K-Kemana semua jalan yang kita lewati?” ucap Hyerin tak percaya.

“Itulah kenapa aku bilang ini sudah peraturannya. Sampai mana aku? Oh, dari pintu nomor 22 kau jalan terus sampai pintu nomor 27.”

“Lalu? Aku belok kemana?” Baekhyun tertawa pelan mendengar nada bingung dalam suara Hyerin sekarang.

“Sebenarnya belokan selanjutnya ada di nomor 24. Tapi kamar nomor 27 adalah kamarmu.” ucap Baekhyun.

“Oh, lorong ketiga dengan lambang Siren, pintu ke 6 belok kiri sampai pintu 11 belok kanan sampai nomor 16 belok kanan lagi sampai 19. Dari 19 belok kiri sampai nomor 22 lalu lurus sampai kesini. Aku mengerti.”

“Kau sangat pintar. Baiklah. Dari sini, kamarmu adalah kamar nomor 3.”

“Maksudmu?”

“Di dalam sini ada enam kamar lagi. Dan kau menempati kamar nomor 3. Kalau kau tidak suka, kau bisa memilih kamar lain, tapi, kamar nomor 3 ada di pojok, dan kau mungkin suka karena lebih banyak pemandangan disana, dan juga kamar di pojok biasanya lebih luas.” ucap Baekhyun.

“Aku akan suka.” ucap Hyerin cepat.

“Oh ya. Ada banyak tipe kamar yang bisa kau pilih kalau kau sudah ada di dalam kamarmu Hyerin-ah. Ubah saja isi kamarmu sesuai yang kau mau. Aku sudah menaruh barang-barangmu di dalam. Oh, dan juga, aku akan menjemputmu besok pagi jam setengah 7 untuk kelas pertamamu.”

Gomawo …”

Jaljjayo Hyerin …”

Chakkaman, jalanan di sini sudah hilang semua kecuali kamar ini, kau akan keluar dari mana?” tanya Hyerin.

“Aku akan menjelaskannya besok. Kau pasti sudah lelah. Istirahatlah.”

Hyerin akhirnya mengangguk. Lalu membuka pintu kamar nomor 27. Gadis itu langsung di hadiahi dengan pemandangan ruang tengah yang tampak begitu luas. Dengan beberapa pintu di sebelah kiri dan kanannya.

Hyerin menutup pintu ruangan itu, lalu melangkah ke kamar paling ujung, gadis itu sempat beradu pandang dengan beberapa orang yang ada di ruang tengah, namun dengan cepat gadis itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar nomor 3.

“Siapa dia?” tanya salah seorang yang tadinya duduk di ruang tengah.

“Manusia.”

“Manusia? Cih, bagaimana bisa dia menginjakkan kaki disini?”

“Baekhyun.”

“Oh. Pantas saja.”

Hyerin menyernyit. Merasa heran karena ia bisa mendengar ucapan di luar kamar. Gadis itu segera menggeleng cepat, dan memandang kamar barunya. Kamar dengan ukuran luas dengan perabotan dominan berwarna cokelat tua. Hyerin memandang sebuah kotak kecil seperti LCD yang ada di atas sebuah meja.

“Tipe A?” gumam gadis itu pelan sambil kemudian melangkah masuk ke pintu lain yang ada di dalam ruangan itu. Ada kotak kecil LCD lain di dalam ruangan yang berupa kamar mandi itu.

“Tipe A juga?” Hyerin melangkah keluar dari kamar mandi kamarnya, dan masuk ke dalam ruangan lain disana.

“Ruang belajar … Tipe A juga.”

Hyerin menutup pintu ruang belajar yang terakhir ia masuki, kemudian gadis itu melangkah mendekati kopernya yang teronggok di depan tempat tidur berukuran besar di kamarnya.

“Ini kamar untuk satu orang atau sepuluh orang …” gumam gadis itu sambil membuka kopernya.

Hyerin menghela nafas panjang saat melihat barang-barangnya. Gadis itu menutup kembali kopernya, dan melangkah ke lemari besar di depan tempat tidurnya. Hyerin membuka pintu lemari, dan langsung memandang ke arah beberapa pakaian yang tergantung disana. Juga sebuah surat kecil yang di tempel di bagian dalam lemari.

Hyerin menarik surat kecil itu, dan tersenyum saat membaca isinya.

Ini seragam dan beberapa pakaian baru untukmu. Jungha membantuku memilih pakaian ^^ semoga kau suka yeobo-ah

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyerin’s Eyes…

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur baru ruangan ini. Rasanya masih asing. Walaupun aku sudah mandi dengan tenang dan mulai membiasakan diriku dengan hal-hal serba wah di kamar ini.

Aku memejamkan mataku, menunggu. Tapi nyatanya aku tidak berhasil tertidur. Aku memandang jam kecil yang ada di meja samping tempat tidur.

Jam 1. Dan aku masih terbangun. Tidak merasa mengantuk sedikit pun. Apa karena kebiasaanku sejak dulu? Ayolah Hyerin. Jangan bercanda. Kau tidak bisa tidur di kelas barumu besok.

Aku segera bangun, dan melangkah keluar dari kamarku. Keadaan di ruangan ini sudah gelap. Hanya ada pencahayaan dari beberapa lampu kecil yang berkerlap-kerlip di beberapa buah pot bunga.

Aku melangkah mencari dapur, aku tidak sempat tahu apa saja isi kamar ini, dan aku perlu mencari kulkas. Langkahku terhenti saat melihat sebuah kotak besar berwarna putih. Apa itu kulkas? Kurasa. Tidak mungkin kamar sebesar ini tidak ada kulkasnya.

Aku berjalan cepat ke arah benda itu, dan membuka knop penutup pintunya. Benar dugaanku. Benda ini kulkas. Aku sempat terperangah saat melihat isi kulkasnya, tapi, bukan isinya yang aku butuhkan.

Suhu dinginnya.

Aku membuka pintu kulkas, dan berdiri sambil memejamkan mataku. Suhu yang dingin biasanya membuatku akan mengantuk, terutama karena tiupan udara dari dalam kulkas yang biasa nya membuatku semakin mudah mengantuk.

“Kau ingin membekukan dirimu disana?”

Aku tersentak, dan segera berbalik. Rupanya ada salah seorang teman sekamarku yang juga terbangun.

Ani,” jawabku cepat, sosoknya hanya terlihat seperti bayangan hitam dari tempatku berdiri.

“Sepertinya aku mengenalmu …” ucap sosok itu, melangkah mendekatiku, dan dengan sangat tiba-tiba menyorotkan senter ke arahku, membuatku mengerjap cepat berusaha beradaptasi dengan cahaya menyilaukan itu.

“Oh! Lee Hyerin? Baekhyun benar-benar membawamu kesini?”

“Matikan cahaya itu. Aish.”

“Oh, maaf. Ini aku, Taehyung.”

“Taehyung? Kim Taehyung?”

Aku segera berusaha memandang sosok di depanku. Taehyung mengarahkan lampu sorot yang tadi ia arahkan padaku, ke wajahnya, dan tampaklah sosok Taehyung, pembuat masalah di sekolahku.

“Kau di kamar ini juga?” ucapku tak percaya.

Taehyung tersenyum.

“Sepertinya dia memang sengaja menaruhmu di kamar ini. Setidaknya kau harus satu kamar dengan seseorang yang kau kenal.”

Aku merengut.

“Kau tidak akan mengerjaiku lagi kan?” ucapku.

Taehyung tertawa pelan.

“Bukankah sudah kukatakan aku membencimu?” tanyanya.

“Kau sudah mengatakannya berulang kali.”

Geurae. Aku selalu mencoba mengirim ingatan burukmu, saat kau tidur di kelas, atau saat kau melamun, tapi, kau sama sekali tidak terusik. Makanya aku sangat benci padamu. Kau orang pertama yang tidak terganggu karena kekuatanku.”

Aku tersenyum tipis.

“Aku bahkan tidak tahu jika itu ulahmu. Bagaimana kamar ini?” tanyaku.

Taehyung terdiam.

“Seperti yang sudah aku bilang. Kekuatanku bukanlah hal yang menyenangkan untuk di tunjukkan pada mereka.” ucap Taehyung segera membuatku tersadar.

Di bumi ia bahkan dijauhi. Dan di sini pun ia dijauhi?

“Apa disini mereka juga menjauhimu?”

Taehyung mengangguk pelan.

“Salah satu teman sekamar kita ada di ruang kesehatan setelah menatap mataku. Kau tahu bagaimana hebatnya mataku ini kan?” ucap Taehyung membuatku tergelak.

“Aku tidak pernah merasa terganggu walaupun memandang ke arah matamu.”

“Aku suka kau karena itu. Kau orang pertama yang kuat bertatap mata lebih dari satu menit denganku.” ucap Taehyung.

“Bagus bukan? Jadi kekuatanmu itu punya kelemahan.” Ucapku.

Geurae. Ah, ngomong-ngomong, kenapa kau berdiri di depan kulkas?” tanyanya.

“Berusaha mencari udara dingin supaya aku mengantuk. Aku tidak ingin tertidur di kelas baruku seperti yang biasanya aku lakukan.” Ucapku.

Taehyung memandangku, lama. Dan aku tahu ia tengah menelusuri ingatanku. Biar saja. Toh ia memang dengan mudah bisa tahu.

“Ah, menarik sekali. Aku tidak akan membahasnya, karena ini rahasiamu dengannya. Jadi, kurasa hal baik terjadi padamu saat pindah kesini.”

“Hal baik apa?” aku menyernyit.

“Kau punya keinginan untuk tidak tertidur saat di kelas.”

Aku menghela nafas panjang.

“Aku tidak merasa aku akan berhasil. Sampai sekarang aku belum merasa mengantuk.” Ucapku.

“Cobalah untuk tidur. Aku harus ke kamar, kelasku di mulai jam 4. Ah, kalau kau mencariku, kamarku adalah kamar nomor 2.”

“Kamar kita bersebelahan.” ucapku tergelak.

“Benarkah? Baguslah. Semoga kau bisa tidur Hyerin, jaljja.” aku mengangguk, dan membiarkan Taehyung melangkah kembali ke dalam kamarnya.

Jaljja … Taehyung-ah.”

Walaupun rasanya terlalu hebat untuk jadi sebuah kebetulan, aku yakin, Baekhyun memang sengaja menaruhku di kamar ini, dengan kamar nomor 3. Apa ia sedang berbuat baik padaku untuk membuatku setidaknya merasa sedikit nyaman disini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baiklah. Nyatanya aku benar-benar tidak tidur sampai dini hari. Beberapa jam di kamar-kamar lain di dekatku berbunyi. Alarm mereka. Pasti. Dan itu artinya aku juga harus bangun.

CKLEK.

Aku menyernyit saat mendengar suara pintu terbuka. Apa mereka terbiasa bangun dan keluar kamar? Aku segera bangkit, dan mengintip dari pintu.

“Taehyung?”

Aku yakin dahiku berkerut sempurna karena nyatanya Taehyung berdiri di depan kulkas. Apa ia sedang mencari makanan?

“Oh, apa aku membangunkanmu?” tanyanya.

Aku tersenyum tipis.

“Tidak.” jawabku, memandang penampilan Taehyung, ia tampak sudah siap untuk berangkat sekolah. Sebenarnya tujuanku bangun adalah ingin melihat setelan seragam apa yang harus aku pakai untuk hari ini.

“Ah, baguslah. Segeralah bersiap ke sekolah, aku harus berangkat lebih pagi,” ucap Taehyung.

Arraseo.” Ucapku.

Taehyung mengambil sebuah kaleng yang mungkin berisi makanan, sebelum kemudian ia melangkah pergi.

Hey, Taehyung-ah.”

“Ya Hyerin?” Taehyung berbalik, memandangku bingung.

“Kelas apa saja yang kau dapat?” tanyaku.

“Kita akan bertemu di Aresseclass.” ucap Taehyung membuatku menyernyit.

“Kau tahu kelas yang kudapat?”

“Sangat mudah menebaknya.” Taehyung tersenyum lalu melambai ringan padaku.

“Sampai bertemu.” ucapnya sebelum ia keluar dari kamar.

Kurasa semalam Baekhyun bilang bahwa ia akan menjemputku jam setengah 7. Tapi sampai sekarang aku belum merasa mengantuk. Oh ayolah, jangan katakan bahwa aku akan merasa mengantuk dikelas?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Apa kau tidak tidur nyenyak semalam?” Baekhyun bicara saat untuk kesekian kalinya aku menguap saat kami berjalan.

“Tidak, kurasa aku hanya belum terbiasa dengan tempat baru.” ucapku mengelak.

Tidak mungkin aku mengatakan padanya bahwa aku tidak tidur sama sekali bukan?

“Kurasa kau akan kena poin pelanggaran hari ini.”

“Kenapa? Apa aku terlambat?” tanyaku.

“Rambutmu.”

“Oh.”

“Hanya oh?” Baekhyun memandangku, membuatku menyernyit.

“Lalu kau berharap aku bicara apa?” tanyaku membuatnya menggeleng pelan.

“Tidak. Lupakan saja.”

Keadaanku dan Baekhyun berubah kaku dalam seketika. Aku tidak ingin bicara apapun padanya karena memang tidak ada hal yang terpikir olehku akan bisa mencairkan suasana diantara kami. Dan sampai di depan kelas pertamaku, Baekhyun masih juga diam.

Artemiclass?” ucapku dan hanya dijawab dengan anggukan ringan oleh Baekhyun, membuatku segera mengalihkan pandangan darinya.

“Aku akan menjemputmu nanti untuk kelas selanjutnya.” ucap Baekhyun dan dengan segera kusahuti.

“Tidak perlu. Aku akan mencarinya sendiri.” dan tanpa menunggu reaksi apapun dari Baekhyun aku segera meninggalkannya.

Ekspresi murid dikelas ini benar-benar tidak ada satupun yang bersahabat. Apa yang begitu mereka banggakan dengan ada di Artemiclass yang merupakan tanda bahwa mereka belum mempunyai kekuatan apapun?

Bahkan wajah seongsaengnim pun menunjukkan ketidak sukaan yang kentara padaku. Ia bahkan hanya menunjuk kursi yang kosong di sudut kelas dengan dagunya, dan tanpa bicara apapun aku melangkah ke kursi itu.

Ada sekitar dua puluh murid di kelas ini, dan mereka semua tampak tidak ramah, termasuk dua orang guru yang ada di kelas ini. Secara sistem kelas ini dibentuk seperti lingkaran, dengan aku yang ada di sudut lingkaran paling belakang, dan dua orang guru yang berdiri di tengah lingkaran.

Dan sistem pengajarannya juga berbeda. Masing-masing murid disini sudah memegang satu buku—entah buku apa yang jelas kurasa semacam buku panduan—dan guru-guru itu melatih mereka, mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak kumengerti.

Sesekali aku bahkan melihat sulap di hadapanku. Mereka bisa menggerakkan benda, memindahkannya. Dan sampai akhir pelajaran aku hanya menonton mereka.

Dengan malas aku membereskan benda-benda di mejaku—benda yang ada hanya bolpoin—dan menunggu sampai semua murid dikelas ini keluar.

Aku berdiri, dan melangkah keluar kelas, sadar bahwa seperti diriku yang tidak menerima keberadaan makhluk berbeda, mereka juga tidak menerima keberadaan seorang manusia.

“Aku heran kenapa anak pemilik yayasan tertarik pada manusia sepertimu. Setidaknya ia seharusnya memilih manusia yang sedikit lebih pintar.”

Aku berbalik, memandang seorang guru gadis yang berdiri dihadapanku. Ingin sekali rasanya aku melontarkan kalimat-kalimat penuh emosi yang biasanya ku ucapkan, tapi mengingat bahwa dengan bertindak seperti itu disini akan membuat Baekhyun kecewa padaku, aku memilih untuk menelan kalimat-kalimat itu dan beranjak meninggalkan kelas tidak ramah ini.

Oh ayolah Hyerin, kau mengharapkan mereka bersikap ramah? Tidak bukan?

Aku menemukan Heraniclass dengan cukup mudah. Beberapa orang gadis yang tampak begitu sombong dengan wajah beraura kejam terlihat bergerombol memasuki sebuah kelas, dan aku memandang ke papan yang ada di pintu. Benar. Heraniclass.

Tidak seperti di kelas sebelumnya dimana tidak ada seorangpun yang merespon keberadaanku, dikelas ini, ada begitu banyak Sunmi. Maksudku, hampir semua gadis di sini berkelakuan seperti Sunmi.

Dan mereka melakukan banyak tindakan kekanak-kanakkan yang sangat tidak pantas untuk dilakukan makhluk bukan manusia. Pembullyan. Dan seperti sikapku dikelas pertama, aku mengabaikan mereka. Tahan dirimu Hyerin, jangan kecewakan Baekhyun.

Tapi, sampai kapan aku bisa bertahan?

Titik kesabaranku benar-benar pecah saat aku duduk di Aresseclass. Tindakan mereka benar-benar membuatku meledak. Enam orang dari mereka memukuliku. Dan aku tidak mau tinggal diam.

Pertengkaran terjadi dikelas ini, dan saat aku sudah menyerah, Taehyung menyelamatkanku. Dia menyerang seisi kelas menggunakan ingatan menyakitkan yang membuat mereka meraung kesakitan.

“Taehyung-ah …” suaraku bergetar hebat saat Taehyung menghampiriku, ia mengulurkan tangannya, tersenyum padaku, seolah mengatakan bahwa aku tidak salah.

“Kau memang tidak salah Hyerin-ah … Ayo, aku antar kau keruang kesehatan.” ucap Taehyung saat aku sudah berdiri.

“Aku tidak memulainya … Aku tidak memulainya …”

Taehyung diam. Dan disaat kami melangkah menuju ruang kesehatan, aku sangat ingin menangis. Aku tidak sanggup membayangkan wajah Baekhyun saat tahu aku membuat kekacauan di kelas, di hari pertamaku.

“Setidaknya kau tidak tidur di hari pertamamu.” aku tertawa pelan mendengar ucapan Taehyung.

“Kau benar … aku tidak tidur …” ulangku.

Taehyung mendudukkanku di tempat tidur ruang kesehatan. Dan menyernyit memandangku.

“Kau terlihat sakit Hyerin-ah.” ucapnya.

Baru saja Taehyung akan beranjak mengambil obat untukku, aku sudah mendengar derap langkah cepat mendekati ruangan kami. Aku tidak terlalu berharap hal baik yang datang, cepat atau lambat mereka tidak akan membiarkan kasus hari ini. Dan juga—

“Lee Hyerin! Apa yang sudah kau lakukan!?”

Aku tersentak saat Baekhyun berdiri di hadapanku, dengan dua orang ada di belakangnya, salah satunya adalah Jungha.

“A-Aku …” melihatnya berdiri dengan raut sangat marah, mendadak aku kehilangan semua kata-kataku.

“Kau membuat kekacauan!”

“Baek …” Jungha menepuk bahu Baekhyun, berusaha menenangkannya.

“Dia tidak melakukannya.”

“Diam Kim Taehyung, kau juga membuat masalah!”

“Lalu apa kau menyalahkan Hyerin? Jika kau yang ada di posisiku tadi, apa kau akan membiarkan Hyerin mati dipukuli murid Aresseclass?!” ucap Taehyung tak kalah keras.

“Aku kecewa padamu Lee Hyerin …”

Baekhyun berucap sebelum akhirnya ia meninggalkanku diruangan itu. Meninggalkanku berdua bersama Taehyung. Dan saat ia meninggalkanku seperti itu, aku benar-benar merasa aku tidak berguna.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

Advertisements

75 Comments Add yours

  1. bingbuing says:

    Ohh,kasian hyerin. Baru masuk aja udah banyak yg gak suka sama dia. Mulai dari guru,temen sekelas seakademi sampe baekhyun suaminya aja mulai ‘ngeh’ sama dia. Ahh,gw lelah bayangin perasaan hyerin yg nista mulu idupnya. Ckckckc

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakakak kasian kan si Hyerin ya banyak cobaannya XD

      Like

  2. OWL says:

    Kok baek marah??😕
    Msak marah cman gara2 itu doang..😑
    Kasian Hyerin😭😭

    Wah.. Mau lebaran kak irish update😄😄..
    Fighting rish😃😃

    Selamat hari raya idul fitri👌

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD baek mah gitu orangnya XD wkwkwk

      Like

  3. SHINERSB says:

    ya ampun .. padahal baek yang dulu maksa2 :” apa jangan jangan dia bipolar /ditendang kak rish/ (?)

    KAK RISH! BESOK LEBARAN .. YA AMPUN. MAAPKEUN DAKU .. READER BIADAB YANG SATU INI SUKA BIKIN KESEL YA (?) KAN YA (?)–yang jelas maapkan diriku kak. maaf kadang ngecewain dirimu.. sama sering jadi spammers garis keras dgn komen tergaje /perlu masuk nominasi nih/ 😂😂 lol yah pokoknya hal buruk yang ku lakuin.. maapkeun. KU CINTA DIRIMU 💕🙆

    파이팅~😇😄

    Like

    1. IRISH says:

      XD kenapa jadi baek yang bipolar? XD wkwkwkwkwkwkwkwk astagfirullah XD wkwkwkwkwkwkw

      Liked by 1 person

  4. suretodream says:

    Aduh,,, aku gk suka kalo baekhyun ngomong gt ke hyerim,, katanya udh jd suami, seharusnya ngebela istrinya dulu bkn malah nyalahin gt kn

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakakakakakakka ada yang komen baekhyun kena bipolar, mungkin dia beneran bipolar

      Like

  5. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  6. erinn says:

    LAH NGAPAIN LU MARAH BAEKK KAN BUKAN SALAHNYA HYERIN! EMANGNYA LU GAK LIAT ISTRI LU BABAK BELUR? LU MAU DIA MATI DIPUKULIN? KALO UDAH MATI NTAR LU YANG NYESEL! DENGERIN KEK DULU PENJELASANNYA HYERIN. KAN LU YANG MAKSA BAWA DIA KEMARI. LU JUGA UDAH NIKAHIN DIA!

    SUMPAH YA INI CABE NGESELIN BANGET-_- PADAHAL AWALNYA UDAH SENYUM2 BACA ADEGAN EHEMMNYA EH TERAKHIRNYA MALAH DIBIKIN KESEL NJERRRR

    SEMANGAT NULISNYA RISH! MAAFKAN CAPSLOCK JEBOL GUE GEGARA KESEL SAMA SI CABE WKWK

    Like

    1. IRISH says:

      disaat baca komen ini aku merasa seolah aku si Baekhyun yang dimarahin…kemudian aku inget: YA ENTE YANG NULIS CERITA RISH, PANTES AJA RIDER MARAH KE ENTE XD XD XD XD

      duh salahin si cabe tuh ngapain laibl -_- cerai aja udah cerai! hyerin mending cerai mah!

      Like

  7. tari says:

    Sebelumnya aku mau ngucapin minal aidzin walfaidzin ya irish maaf kalo aku punya salah maaf kalo coment.an aku ga bermutu maaf #edisil lebaran

    Oke kembali ke ff kasian hyerin dipancing pancing amarahnya

    Baekhyun lagi malah marah marah untung ada taehyung,, kekuatannya taehyung keren ya ditunggu chap selanjutnya ya

    Hwaiting irish ^^

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakaka iya sama-sama, minal aidzin wal faidzin juga yaa XD

      okeh kembali ke cerita XD aduh mending hyerin minta ceraaaiii aja XD

      Like

  8. Desma Yanti says:

    Kesian ya Hyerinnya.
    Yang tabah Hyerin. Si cabe mah eamang gitu orangnya wkwk

    Like

  9. Parknovem says:

    UDAH HYERIN SMA TAEHYUNG AJA GAUSAH SMA BAEK LAGI BAEK KEZAM HUH

    Like

    1. Parknovem says:

      Minal aidzinn wal faidzin ya kak mohon maaf lahir batin😊😊

      Like

      1. IRISH says:

        XDhahahaha iya sama-samaa, minal aidzin wal faidzin juga yaa

        Like

    2. IRISH says:

      XD buakakakakak jangan sama taehyung

      Like

  10. Awalnya udah romantis bangett kaaa,tp kok akhir”nya kasian hyerin nya,baek juga asal nyalahin ajaa ,hyerin direbut taehyung baru tau rasaaa -_-

    Like

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha si cabe noh labil

      Like

      1. Lah biasmu kak -_-

        Like

      2. IRISH says:

        XD bias kesayangan ~

        Like

      3. Cabe pedes penggoda ya kak wkwk

        Like

      4. IRISH says:

        XD godaan iman banget ~

        Like

  11. Bettybeth says:

    DEMI APA KAK IRISH PHP~ 😥 😥 AKU KAN SYEDIH /NAD, JAN NGEDRAMA!

    Aku udh feeling, siapapun yg jadi maincast di ff kaka mah idupnya gabakal mudah 😀 itu udh hukum alam fantasi kakak kenya yah? 😀 /apasih/ kmren aku komen d previous chap kalok Hyerin akhirnya bahagia dan semoga kk gak php, tau2nya emg php /ini kek berasa ane yg di-php masa -_- /ditendang :v

    Awal2nya suit suit panas(?), akhirnya malah jadi panas beneran -____- PLIS, INI BAEKHYUN MAUNYA APAA? /TIMPUK BAEK PAKE BOTOL MIJON. LOLOLOL. Kan KZL!

    Aku mulai mencium bauk2 trienjel disini. Ihik:”) Parah kalok sampe Si anak ngerebut bininya emak(?) wkwkwk
    Mphi kok cucok bgt disini 😀 Uh, Taetae:”

    Like

    1. IRISH says:

      XD aku php apa lagi ini? XD wkwwkwkwk WAH ITU IYA BANGET, NANTI AKU BIKIN CERITA TENTANG MAIN CAST YA XD WKWKWKWK ITU DI AWAL PANAS, DI AKHIR JUGA PANAS YA XD

      Like

  12. KimIsti says:

    Ya hyerin gak salah lah. Dy yg d bully kok. Trus harus diam gitu? Hati” baek nanti nyesel lho kalo hyerin pergi lagi

    Like

    1. IRISH says:

      XD yang salah itu si cabe noh wkwk

      Like

  13. yuji_XD says:

    kasihan hyerin,,,,Baekhyun jahat!!!😠

    Like

    1. IRISH says:

      XD gampar aja si cabe

      Like

  14. tyazputri says:

    kenapa hyerin dapet THR dipukulin orang2 dan dimarahin baekhyun? irish mah tega
    btw minaal aidzin wal faaidzin irish, tyas ngaturaken mohon maaf lahir dan batin ya. maafin aku yg jadi reader tersongong ini

    Like

    1. IRISH says:

      THR? XD wkwkwkwkwkwk aduh iya ya tega aku nyiksa main cast pas deket lebaran XD

      iya sama-sama, minal aidzin wal faidzin jugaa

      Like

  15. Aku menangkap ke ababilan dr seorang baekhyun
    Apakah dia benar baekhyun??
    Curiga itu dia di spell lagi atau itu ad org yg nyamar jadi baekhyun,hahahhaha

    Dan astaga, anak ketua yayasan ngecengin anak cewe dibawah pohon,ckckckck
    Dasar ya si cabe ini,hahahaha
    Ga ada yg lbh elit apa

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakkakaka cabe mah labil ya memang, minta digampar XD

      Like

      1. Iya greget banget ini cabe, minta talak banget kelakuannya ama hyerin *eh

        Like

      2. IRISH says:

        XD buakakakak minta talak?

        Like

      3. Minta talak hyerin banget itu kelakuannya,hahahha

        Like

      4. IRISH says:

        XD ASTAGFIRULLAH

        Liked by 1 person

  16. FreyKin says:

    Astagfirullah…. nyebut hyerin… nyebut… 😢
    untung udah lebaran jadi puasanya gak batal kalo hyerin berantem sampe nangis haha
    duh… itu baek kenapa siii… masih jadi lelaki tanggung aja udah berani nikahin anak orang. Suka maksa maksa. Bawaannya baper lagi. Nah sekarang ngerti istri sendiri digebukin orang baeknya malah kek gitu… maksudnya apa ini…???
    Sakit hati aku. Udah deh hyerin minta cerai aja. Cerai. Suami kayak gitu mah buat apa, #treak treak kayak emak emak kerasukan
    lanjut kak lanjut,… penasaran aku sama kisah sedih hyerin di hari lebaran 😁😁😁
    btw… maaf lahir batin ya kak 😊

    Like

    1. IRISH says:

      XD nyebut aja si hyerin mah wkwkwk semntara si cabe udah nyuekin dia, kesian, teraniaya banget nasibnya ya XD wkwkwkwkw

      Like

  17. Si baek jahat bgt sih knpa dia mlah marah bukannya khawatir sma keadaan hyerin.. aaa aku kecewa padamu baek. Dan aku msih lom bisa paham sama kamarnya si hyerin terutama letak kulkasnya itu sbnernya ada di mana si kak, kok gagal fokus aku.. 😆

    Like

    1. IRISH says:

      XD iya si cabe mah wkwkwk XD dikemplang aja cocoknya si cabe ya

      Like

  18. Violin says:

    BAEK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! KENAPA DIRIMU ITU PAKE MARAH KE HYERIN?? GG KASIAN APA? DARIAWAL AJA KEDATANGANNYA UDAH NGGAK DIANGGAP, APA KAU PIKIR ITU NGGAK MENYAKITKAN? TAPI SYUKURLAH, HYERIN ITU CUEK, TAPI BAEK!! KAU SEBAGAI SUAMINYA SEHARUSNYA KAU MENENANGKANNYA, BUKANNYA MALAH NGEBUAT HYERIN MERASA NGGAK NYAMAN DI POSISINYA. TERUS SEKARANG HYERIN SAKIT FISIK DAN DIRIMU JUGA MENAMBAHKAN SAKIT HATI PADANYA!!! ARGH!!!! BETAPA BODOHNYA DIRIMU ITU!!! UDAH GITU KAN KALO SEUMPAMANYA HYERIN MALAH PERGI KE BUMI DAN NGGAK MAU KEMBALI PADAMU, GIMANA?? MALAH DIRIMU NANTI MENYESAL!!!! CAMKAN ITU BAEK!!!!!

    ah, aku terlalu terbawa emosi 😀 😀 😀
    lagipula itu kan juga salah Baek /mati saja kau Byun Baek/ 😀 😀

    Na anin dareun namjayeotdamyeon, huigeuk anui han gujeorieotdeoramyeon.
    Neoui geu saranggwa bakkun sangcheo modu taewobeoryeo
    Baby don’t cry, tonight
    Eodumi geochigo namyeon
    Baby don’t cry tonight
    Eobseotdeon iri doel geoya
    Mulgeopumi doeneun geoseun nega aniya, kkeutnae mollaya haetdeon.
    So baby don’t cry, cry
    Nae sarangi neol jikil teni

    (EXO Baby Don’t Cry)
    😀 😀 malah nyanyi, btw artinya cocok menggambarkan hal yang sama terjadi seperti yang menimpa BaekRin di part akhir itu

    Fighting 🙂 😀

    Like

    1. IRISH says:

      Entah kenapa aku merasa jadi baekhyun yang dimarahin di sini XD wkwkwkwkwkwkwk kemarahan ke cabenya engga aku tanggepin yak XD aku jadi merasa bersalah sama hyerin, padahal kan aku yang bikin ceritanya XD wkwkwkw
      KAMPRET EMANG SI BAEKHYUN XD XD XD WKWKWKWKWKWK
      HEEEEYYYYY
      INI KENAPA JADI KONSER DI KOLOM KOMENTAR? XD XD XD

      Like

  19. Violin says:

    oh, jangan bilang karena insiden itu Baek takut jika image nya dan ayahnya akan buruk, maka dari itu ia marah sama Hyerin?

    Like

    1. IRISH says:

      XD cerai aja sama hyerin mendingan

      Like

  20. Hartiah says:

    Kak kapan dilanjutinnya udah penasaran ni.

    Like

    1. IRISH says:

      Iyaa sabar yaa ~

      Like

  21. U says:

    Ommo~~~~~~ ya

    Sumpah irish dari awal chapter knapa kmu selalu menistakan hyerin duh kan kasian amat,, baekhyun juga knapa jahat sekaleeeeeeee 😦 semoga rish di next chap hyerin tidak teraniaya lagi hahay
    Ganbatte iriseu

    Like

    1. IRISH says:

      senista itu kah seorang cabebyun? XD

      Like

  22. Siti says:

    Irish nickname U itu diatas aq ya yg biasa pke nickname siti

    Like

    1. IRISH says:

      XD iyaaa ~

      Like

  23. UDAH SAMPE CHAPTER 12 ㅠㅠ
    AKU PENGEN BACA DARI CHAPTER 1 ㅠㅠ
    terus komennya disini aja wkwk ㅠㅠ
    Dadah kak irish :’3

    Like

    1. IRISH says:

      XD aduh deeekkk kamu menyasar lagi di cerita astraaaaallll

      Liked by 1 person

      1. Se astral apapun cerita kakak dedek tetep suka, kan selera kita sama cem indomie/? 😆😆
        Ini kereeen~

        Like

      2. IRISH says:

        XD masya Allah, macem indomie

        Like

  24. kyaaaa ternyataaaaa~ O.O
    Baekhyun kzm kzm kzl(?)
    Hyerin salah apa selalu kau nistakan kan O.O

    Like

  25. viaaa1914 says:

    Hzzz kesel sm si Baek. Knpa coba langsung marah² kek gtu wkwkk
    Btw kok jd pnsran gmna reaksi ayahnya baek pas hyerin ke akademi /abaikan thor/ wkwk

    Like

    1. IRISH says:

      XD nah, gampar aja si cabe biar dia tau rasa XD

      Liked by 1 person

  26. min yoonmi says:

    T~T MIAPAH YOON BARU TAU DREAM TERNYATA ADA SLICE 12 NYA LOH /masukin kepala ke hp/
    UHUK. WAKS. APAH ITU? DI POHON? /gumoh pelangi/
    TUH KAN HYERIN, KAK IRISH BAKAL BIKIN IDUPMU BERWARNA DAN BERLIKU KEK CITATOS~
    EMANG PERNIKAHAN DINI/? BEKYUN MASI LABIL UDAH BERANI GITUIN ANAK YATIM/? AWAS DOSA LU MENGGUNUNG BEK.. WKWK KEKNYA BENER KALO BEKYUN BIPOLAR XD
    OKE MAS TEH MANIS •-• TEHYUNG BAIK T~T MAKIN CINTAH AKU MAS /slapped/sadarlah yoon!
    NEXT KAKKK~ :V

    Like

    1. IRISH says:

      AKU KOK NGAKAK SAMA KOMENTAR SATU INI. UDAH HAPE MAU DIMASUKIN KEPALA, PERNIKAHAN DINI, ADA ANAK YATIM PULA XD

      Like

  27. denia says:

    Kenapa baekhyun bersikap begitu
    Hmmm
    Kasihan hyerin
    Sabar yaaa
    Mungkin karena baekhyun emang imagenya selalu baik

    Like

    1. IRISH says:

      XD entahlah coba tanyakan pada bintang kenapa dia begitu

      Like

  28. Nia says:

    Kak Irish iihh daebak bgt deh ff ini, Baekhyun plis jgn gitu dong, sensi amat kali 😑 chapter 13 juseyo 😆😆

    Like

    1. IRISH says:

      XD ini padahal astraaalll

      Like

      1. Nia says:

        Justru aku suka yg astral fantasy gini kak 😆 tp serius bagus ih kak 👍

        Like

      2. IRISH says:

        XD alhamdulillah demen sama yang astral

        Like

  29. Kim Ji Soo says:

    Ck stiap bca ff mu bkin aku masuk ke ceritanya,wuhhhhh daebak aku suka bnget sm ff yg kmu tulis kak😄😄
    Apalgi maincastnya byun tmbah seneng jadinya🙌🙌🙌
    Ngeliat skapnya byun yg tdi mrah” ke hyeri jdi ad!a pkiran negatif aku, tkutnya dg skap di akedemi ke hyerin akn mngakbatkn byun mrah” tok le hyerin sma benci,trus sbgai penolong taehyung. Ntar ada gosip hyerin-taeh!yung,bkal runyam criganya😒kak bkin hyerin sma byun bhagia dong,kasian hyerin slalu sengsara😭😭
    Next chap sma ff yg lain aku tunggu,fighting kak!

    Like

  30. EONSA says:

    Duh ya baekhyun,nanti nyesel loh udah bilang gitu ama hyerin

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakak harusnya sih begitu

      Like

      1. EONSA says:

        Kak irish, kapan dilanjut??
        Aku selalu menanti kak

        Like

  31. PNhd_RV says:

    Baekk…tolong ngertiin hyerin napa..dia digituin taukkk….ku kechewa ugha krpada mu baekk

    Like

  32. PNhd_RV says:

    Lanjutin ya kak…kepo nih😁

    Like

  33. shin hyunjin says:

    Itu kenapa hidupnya hyerin nyesek banget……irish mah tega😔😔😔
    btw…..kapan lanjutannya nih kak….udah nggak sabar pengen baca

    Like

  34. Rumse says:

    Kak, aku baru jadi pengikut di blog ini 😀 dan, ngebut baca FF ini. Kak, ini udah gak dilanjut apa gimana? Aku suka banget kak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s