[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] My Lovely Brother

on

PicsArt_05-07-12.34.46.jpg

Title    : My Lovely Brother

Genre    : Bromance

Cast    : Baekhyun & Hana (OC),dll.

Desclaimer    : Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Dan tokoh dalam FF ini milik Tuhan, keluarga, dan agensi masing-masing.

“Hya! Hana !! Cepat bangun! Apa kau mau ketinggalan bus lagi?” Teriak seorang namja yang sedang memasak di dapur.

“Ahhhhhh….Hyung kenapa kau membangunkanku sepagi ini? Aku masih mengantuk,” teriakku dari bawah selimut yang masih menutupi seluruh badanku.

“Apa kau tidak melihat jam berapa ini?”

Aku segera keluar dari kepompong selimutku dan melihat jam weker yang terletak dimeja samping tempat tidurku, “Kyaaaa!!! Hyung kenapa kau tidak membangunkanku?”

Secepat kilat aku berlari ke kamar mandi karena jam menunjukkan pukul 6.30 pagi dan artinya aku ‘kesiangan’ LAGI.

 

-skip time-

 

Aku sudah rapi dengan seragam sekolahku dan segera ‘teleport’ ke bawah menuju dapur.

“Hyaa Hyung! Kenapa kau tidak membangunkanku?”

“Apa kau tau berapa kali aku mencoba untuk membangunkanmu? Suaraku hampir habis karenamu tau !! Ini sarapanmu,” jawabnya dengan tangan yang menyodorkan nampan berisi nasi goreng dan lauk pauknya kepadaku.

“Ahhh…. mianhe Hyung tapi aku sudah terlambat,”

“Dasar putri tidur. Kalau begitu ini, bawa bekalmu.”

“Hahahaha….Gomawo Hyung! Saranghae!”

Aku memasukkan bekal handmade dari Hyung-ku dan segera berlari menuju halte agar tidak tertinggal bus lagi.

 

~Baekhyun’s POV

 

“Ohhhh jinja! Kenapa gadis itu susah sekali dibangunkan?” gerutuku dalam hati.

Dia adalah Hana, Baek Hana seorang yeoja berumur 17 tahun yang sekarang duduk dibangku kelas 3 SMA Yeosan. Satu-satunya adikku yang sangat aku sayangi. Dia cantik dan kepandaiannya juga diatas rata-rata. Tapi sayangnya dia juga minus dalam banyak hal.

 

“Hya! Hana !! Cepat bangun! Apa kau mau ketiggalan bus lagi?” Tak terhitung teriakan keberapa yang sudah aku keluarkan untuk membangunkannya pagi ini. Untuk beberapa saat masih belum ada tanda-tanda kalau dia sudah bangun. Aku menaiki tangga menuju kamarnya dan baru setengah jalan terdengar teriakannya “Ahhhhhh….Hyung kenapa kau membangunkanku sepagi ini? Aku masih mengantuk!”

 

“(Dasar gadis tukang tidur). Apa kau tidak melihat jam berapa ini?”

“Kyaaaa!!! Hyung kenapa kau tidak membangunkanku?”

Teriakannya menandakan kalau nyawanya sudah 100% terkumpul alias bangun. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru lalu diikuti suara gemericik air. Aku kembali ke dapur untuk menyiapkan bekal untuknya karena pasti dia tidak sempat sarapan lagi. Dan benar saja, dia tak menyentuh sarapannya karena ‘kesiangan’. Aku hanya bisa mengela nafas karena kebiasaannya yang satu itu.

 

“………bawa bekalmu.” Aku memberikan bekal makan siang seperti biasanya karena dia tidak pernah mau memakan menu kantin sejak beberapa bulan lalu. Alasannya yah….karena sedikit trauma mungkin, dia pernah memakan menu kantin yang tanpa dia sadari ada sedikit capuran kerang dalam supnya dan hasilnya cukup untuk membuatnya diam dirumah selama seminggu. Hana memang sangat alergi terhadap kerang.

Dia langsung memasukkan bekalnya dan berlari keluar. Semoga dia tidak tertinggal bus lagi.

 

Hana’s POV

Aku tidak tau kenapa hyung ngotot selalu ingin membuatkan sarapan untukku, padahal ada ahjumma disini. Kupikir kesibukannya dikantor sudah cukup untuk membuatnya kerepotan. Tapi yahhh memang semenjak eomma pergi dia selalu melakukannya, membuat sarapan dan bekal setiap pagi.

 

“Ahjusshi! Ahjusshi! Tunggu!” Teriakku dengan nafas terengah-engah karena berlari setengah mati mengejar bus. “Ahjusshi kau hampir meniggalkanku lagi.” Han-ahjusshi hanya membalas dengan senyuman. Aku menggesekkan kartu bus-ku dan berjalan mencari tempat duduk.

“Hana-ya! Cepat kesini.” Sebuah tangan melambai padaku dari kursi belakang.

“Nuna!” dengan langkah pelan aku menuju kursi belakang dan menjatuhkan tubuhku disamping Minri-nuna. Brukkkk….

“Apa kau terlambat bangun lagi?”

Aku hanya menjawab dengan anggukan.

“Aishhh…. Sudahlah kamu istirahat aja dulu.”

Dia adalah Choi Minri, teman sekelasku dan karena dia 1 tahun lebih tua dariku aku memanggilnya Minri-nuna. Dia termasuk siswi pandai di sekolah dan juga siswi tercantik plus paling baik bagiku.

 

-skip time-

 

Sampai dikelas aku langsung duduk dan menumpukan kepalaku diatas meja. Lelah sekali rasanya karena mengejar bus tadi.

“Hana-ssi apa kau sudah mengerjakan tugas dari Kang-seosaengnim?”

“Hmmm, aku sudah mengerjakannya hyung.”

“Boleh kupinjam sebentar? Please~, ” Dia memperlihatkan puppy-eyes nya yang pasti tidak bisa aku tolak. Aku membuka tasku ingin mengambil buku tugasku, tapi ya ampun…kenapa tidak ada? Aku mengeluarkan semua isi tasku tapi tetap tidak ada. Aduh bagaimana ini? Padahal harus dikumpulkan hari ini juga.

“Ada apa Hana-ssi?” Tanya Sehun-hyung yang tadi ingin meminjam tugasku.

“Bu-buku tugasku tidak ada. Aduh bagaimana ini padahal kelas Kang-seosaengnim 10 menit lagi dimulai.” Raut wajahku sudah tak karuan, bagaimana bisa aku meninggalkan tugas dari guru killer itu?

Yahhhhh…. aku pinjam ke Minri saja kalau begitu.”

 

Sebenarnya bisa saja aku mengerjakan ulang dalam 10 menit, tapi masalahnya adalah bukunya. Peraturan dari Kang-seosaengnim mengharuskan semua siswanya untuk mengerjakan tugas di buku yang telah ia tentukan, buku degan sampul berwarna merah dengan stampel miliknya dibagian atas. Dan kalaupun aku pulang untuk mengambilnya berarti aku akan terlambat. Aishhhhh…. Guru itu membuatku sebal dengan setiap peraturan yang ia buat. “Sudahlah, nanti aku bilang saja kalau buku tugasku tertinggal dan toh aslinya memang tertinggal kan ,” batinku. Tapi aku benar-benar gak mau kalau harus menerima hukuman darinya, ‘berdiri di depan kelas’ hukuman yang sangat sederhana tapi sukses bikin malu.

 

5 menit lagi bel tanda masuk akan berbunyi dan pastinya di ikuti Kang-seosaengnim yang masuk ke kelasku. Kang-seosaengnim tidak pernah terlambat masuk ke kelas 1 menit pun (just like my lecturer ^^).

 

—- tokk tokk tokkk

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatianku, dan coba tebak siapa yang berdiri disana? Kang-seosaengnim?

 

“Baekhyun-hyung!”

“Hyaa Hana!! Kau melupakan buku tugasmu.”

“Ahhhhh..Gomawo hyung, kau menjadi penyelamatku!”

“Sudah pasti! Kau harus membayarku untuk ini.”

“Arasseo. Aku pasti membayarnya.”

Baekhyun-hyung mengusap rambutku pelan dan berjalan pergi. “Hyung saranghae!” Teriakku padanya. Kulihat dia membalasku dengan membuat tanda love menggunakan tangannya.

 

Baekhyun-hyung memang yang terbaik. Dia sudah menjadi seorang kakak yang sekaligus merangkap sebagai ‘appa dan eomma’ untukku. Kami sudah kehilangan eomma sekitar 5 tahun lalu karena sebuah kecelakaan yang juga melibatkanku. Dan appa, dia sering keluar kota ataupun keluar negeri untuk urusan bisnisnya. Satu minggu, dua miggu, tiga minggu , satu bulan bahkan berbulan-bulan lamanya.

 

~Baekhyun’s POV

Setelah dia berangkat, aku naik ke lantai atas menuju kamarnya. Dan satu lagi kebiasaannya yang membuatku menarik nafas dalam-dalam, sungguh kenapa kamar seorang gadis bisa kacau seperti ini. Seperti sebuah tempat yang terkena gempa berkekuatan 6 skala richter, berantakan. Aku berjalan menuju meja belajarnya, melihat beberapa tumpukan buku dan note yang terpasang pada kedua sisi meja itu. ‘DL TUGAS KIMIA~2 Mei 2016’ itu adalah hari ini. “Pantas saja dia telat bangun, pasti gara-gara ini.” gumamku mengambil note itu. Ku tempelkan lagi ketempatnya, kurapikan beberapa tumpukan buku yang berserakan. Tanganku terhenti pada sebuah buku degan sampul berwarna merah dengan stampel dan tulisan ‘Tugas Kimia’ diatasnya. “Kenapa gadis ini sangat ceroboh?”

Aku langsung berlari ke garasi dan mengeluarkan motorku. Secepat mungkin aku melaju menyusuri jalan menuju SMA Yeosan.

 

Dan untunglah kelas paginya belum dimulai, karena aku tau tugas ini harus dikumpulkan pada jam pertama. Aku mengingat jadwal sekolahnya dan bahkan mengetahui semua kegiatan yang dia lakukan. Aku berlari menaiki tangga menuju ruang kelasnya di lantai 3. Banyak siswa yang melihatku berlari menyusuri koridor sekolah, tapi aku tak peduli dengan itu. Sampai di depan kelasnya aku berhenti sebentar untuk menetralkan nafasku, kulihat dari jendela dia duduk di bangku paling belakang menundukkan kepalanya. Kuketuk pintu kelas itu, dan dia langsung mengarahkan pandangannya padaku. “Baekhyun-hyung!” teriaknya dan langsung berlari mengampiriku. “Hyaa Hana!! Kau melupakan buku tugasmu.” Kuberikan buku itu, dia berterima kasih padaku dan mengatakan kalau aku adalah penyelamatnya. Wahhhh… Memangnya siapa lagi kalau bukan aku. Tak lama kemudian aku berjalan pergi meninggalkan kelasnya. “Hyung saranghae!” teriaknya terdengar ditelingaku. Aku mengangkat tanganku membentuk love kearahnya. Dan dia melambaikan tangannya kearahku dan diikuti senyuman mengembag diwajahnya, manis sekali membuatku tambah menyayanginya.

 

“Hana-ssi, apakah dia kakakmu?” pertanyaan yang langsung aku terima setelah memasuki kelas dari yeoja-yeoja dengan mata berbinar mereka.

“Iya, dia hyung-ku. Kenapa?”

“Omoooo…. Dia sangat tampan dan perhatian sekali. Benar-benar tipeku~,” sahut seorang yeoja bernama Park Ji Eun dengan ekspresinya yang membuatku sangat ‘geli’ melihatnya.

 

Kenapa banyak gadis yang langsung tertarik setelah melihat hyungku? Apakah dia setampan itu? Aishhh…. Mungkin karena aku sudah sering melihatnya jadi aku menganggapnya biasa saja. Tapi kalau di ingat-ingat Baekhyun-hyung memang good-looking. Dengan tubuh tinggi dan tegapnya ditambah wajah yang menurutku tergolong ke baby-face belum lagi dengan karirnya yang benar-benar cemerlang. Ahhh.. Jangan sampai mereka tau soal karirnya atau stalker Baekhyun-hyung akan bertambah.

 

OK! Let’s introduce my brother’s,

Byun Baekhyun, 24 tahun (Korea : 25 tahun) dengan tinggi badan 174 cm dan berat 58 kg, tipe darah O, alumni Seoul University Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ekonomi 3 tahun lalu. Dan sekarang dia menjadi pemimpin di salah satu cabang perusahaan ayah di Seoul. Pacar????? Aku tau hyungku memiliki seseorang yang telah lama menetap dihatinya, walaupun seseorang itu sudah tak menjadi miliknya lagi.

 

—–back to real life

“Hana-ssi boleh aku tau namanya? Dan emmm…apakah dia sudah punya ….” lanjut yeoja bernama Park Ji Eun tadi. Tapi langsung aku potong karena aku sudah tau kearah mana pembicaraan ini akan berlanjut.

“Byun Baekhyun.. namanya Byun Baekhyun dan dia sudah punya pacar jadi jangan terlalu berharap!” jawabku dengan nada sedikit ketus. Aku benar-benar malas untuk melayani segala pertanyaannya.

“Omooo sayang sekali.. Kenapa dia sudah punya pacar? Padahal aku sangat menyukainya. Apakah pacarnya cantik? Bagaimana kepribadiannya? Dan apa dia juga…..” pertanyaan yang keluar dari mulutnya benar-benar seperti kereta dengan banyak gerbong dibelakangnya.

“Hya!!! Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu?! Bisakah kau tak mengangguku?!” Seketika dia diam dan kembali ke bangkunya karena Kang-seosaengnim sudah memasuki ruang kelas.

Aku benar-benar tidak menyukai yeoja yang satu itu. Kenapa? Karena dia selalu mencampuri urusan orang lain dan selalu mengusik ketenanganku sejak aku masuk sekolah ini. Mencoret-coret mejaku, membuang barang-barangku ke tempat sampah, merendam buku pelajaranku dan masih banyak hal lainnya. Dan hal itu hanya karena namja yang dulu ia sukai malah menyukaiku.

 

-skip time-

Kelas hari ini berjalan lancar dan waktu istirahat aku juga memakan bekalku bersama Minri-nuna dan Sehun-hyung sama seperti biasanya. Aku mengenal Minri-nuna sejak sekolah dasar setelah dia pindah rumah ke kompleks perumahanku. Dia adalah orang yang paling mengerti aku setelah Baekhyun-hyung. Dan Sehun-hyung, aku baru mengenalnya 2 tahun ini. Pertemuan pertama kami adalah saat kegiatan MOS. Dia lebih tua 1 tahun dariku, makanya aku memanggilnya hyung. Good-looking dan juga baik hanya saja dia sangat usil. Sehun-hyung sudah punya pacar dan aku juga mengenal baik gadis yang menjadi pacarnya tersebut, Lee Min Ah. Kami tergabung dalam satu komunitas taekwondo, aku sangat mengaguminya dan aku adalah fans nomor satunya.

 

~kringggg

Bel pulang sekolah berbunyi yang menandakan waktu pukul 03.00 sore. Beberapa siswa keluar ruang kelas untuk pulang tapi ada juga yang tinggal untuk mengerjakan tugas. Aku berdiri dan merapikan isi tasku, “Minri-nuna kajja kita pulang.” ucapku dengan semangat. “Mianhe Hana-ssi aku harus ke perpustakaan sekarang jadi kau pulang saja duluan,” jawabnya pelan. “Oh,,baiklah. Sampai jumpa besok.”

 

—- Di dalam bus,

Aku duduk di kursi dekat jendela sambil mengenakan earphone dan memutar beberapa lagu dari ponsel. Kusandarkan kepalaku pada jendela, ku buka galeri ponselku yang hanya berisi beberapa foto saja. “Eomma bogoshipoyo,” lirihku pelan.

 

~Aku sampai dirumah,

“Ahjumma, hyung belum pulang?” tanyaku pada seorang wanita paruh baya yang sedang memasak di dapur.

“Belum nona, apa nona membutuhkan sesuatu?” tanyanya menghampiriku. “Ah tidak. Emm..ahjumma apakah appa menelfon kerumah hari ini?”

“Belum nona,”jawab ahjumma yang sudah menemaniku selama 5 tahun ini.

 

Aku keluar dapur dan menaiki anak tangga menuju kamarku. Kututup pintu kamar dan ku buka jendela besar dengan kaca putih bening disana. Angin sore ini menerpa tubuhku hangat rasanya. Aku mengambil ponselku dan kutelfon appa, tuttttt tutttt tutttt…..tak kunjung diangkat olehnya. Kucoba berkali-kali tapi tetap tidak diangkat. Aku membanting kasar ponselku kekursi dibalkon kamarku. “Kenapa appa susah sekali dihubungi sih?!” gumamku kesal. Tak lama kemudian ada panggilan masuk,

“Appa! Kenapa telfonku tidak diangkat?” seruku bernada kesal pada seorang pria yang sedang duduk dimeja kerjanya dibelahan bumi lain itu.

“Miannnn appa benar-benar sibuk. Ada apa Hana-ya?”

“Hya appa! Apakah appa lupa kalau 4 hari lagi adalah hari ulang tahunnya hyung?!”

“Ah benar! Appa akan pulang tunggu saja.”

“Janji!”

“Ne appa janji, keperluan yang lain biar ditangani sekertaris Kim kamu tinggal mengatakan rencanamu saja padanya.”

“Arraseo, tepati saja janji appa. Jangan sampai terlambat.” kututup telfon dari appa dan bergegas mandi.

 

-skip time-

Waktu sudah menunjukkan jam makam malam, tapi hyung belum pulang juga. “Ahjumma apakah hyung lembur? Dia sama sekali belum menghubungiku.” Baru saja aku bertanya pada ahjumma, ponselku berbunyi dan itu dari hyung.

“Hyung apakah kau lembur?” tanyaku langsung setelah mengangkatnya.

“Ah mianhe Hana, hyung ada pertemuan mendadak dengan klien di Busan mungkin hyung akan menginap beberapa hari disini.”

“Berapa hari hyung?” tanyaku langsung to the point.

“Sekitar 3 atau 4 hari. Kenapa?”

“Tidak apa-apa hyung. Hati-hati dan jaga kesehatan, fighting!”

“Ne gomawo. Saranghae!”

“Nado saranghae hyung!” kututup telfonnya. Yesss pas sekali waktunya, aku bisa mempersiapkannya dengan tenang.

 

Keesokan harinya aku menemui sekertaris Kim untuk membicarakan rencanaku. Setelah semua selesai aku hanya tinggal menunggu hari H nya.

Satu hari…….,

Dua hari…….,

Tiga hari…….,

Hari-hariku tanpa hyung benar-benar terasa sepi. Biasanya kalau kami sama-sama sedang tidak sibuk, kami pasti pergi untuk jalan-jalan atau bersepeda dan tempat favorit kami adalah Sungai Han. Walaupun tiga hari ini kami tetap berhubungan lewat pesan singkat ataupan bervideo call tapi tetap saja rasanya berbeda. Sepertinya hidupku benar-benar hampa tanpa hyung, padahal ini baru tiga hari.

 

Semua tamu yang masuk list undangan sudah aku hubungi semua. Dan kebanyakan dari mereka bersedia untuk hadir, termasuk seorang yeoja dari masa lalu hyungku. Seorang yeoja yang selalu menetap dihati Baekhyun-hyung, Eun Hee-nuna.

“Annyeong hasimnikka Eun Hee-nuna, maaf menganggu malam-malam.” Aku menyapanya setelah dia membuka pintu apartemen miliknya, sebuah apartemen sederhana di pinggiran kota Seoul. Dia mempersilahkan aku untuk masuk ke kediamannya.

“Annyeong haseyo Hana-ssi, silahkan duduk tapi maaf kalau tempatku sangat berantakan.” Ucapnya lembut padaku. Terlihat memang kalau apartemennya sedikit berantakan, banyak kertas yang berserakan disana-sini. Tapi menurutku wajar-wajar saja Eun Hee-nuna kan seorang pelukis. “Eun Hee-nuna aku ingin berbicara mengenai hal kemarin.”

 

~Flashback

3 tahun lalu….

Baekhyun-hyung pulang dengan wajah kusut tidak seperti biasanya. Bukankah dia habis kencan dengan Eun Hee-nuna? Dia hanya berjalan lurus menuju kamar, tak menghiraukan aku dan appa yang dari tadi menunggu kabar gembira darinya.

“Hyung bagaimana hasilnya? Dia menerimamu kan?” tanyaku dengan tampang tak berdosa karena aku benar-benar optimis kalau Eun Hee-nuna akan menerima lamaran hyung kesayanganku itu. “Ani, dia menolakku.” jawabnya lesu. “Mwo?!” teriakku kompak dengan appa. “Bagaimana bisa dia menolakmu? Bukankah kalian sudah lama bersama?” tanya appa penasaran. “Entahlah aku juga tidak tau, dia memutuskanku.” Tanpa penjelasan lebih lanjut Baekhyun-hyung langsung naik ke kamarnya. Aku dan appa hanya menatapnya sedih.

 

Setelah kejadian itu mereka berdua benar-benar putus kontak. Dan hyung bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Dia kembali menjadi hyungku yang selalu tersenyum tapi yang kulihat senyumannya benar-benar berbeda. Masih ada kesedihan dan rasa kecewa dalam hatinya. Sekeras apapun dia mencoba untuk menyembunyikannya tapi dia tidak bisa membohongiku. Sering kali aku memergokinya tengah memandangi foto Eun Hee-nuna, yang pasti tanpa sepengetahuannya. Aku benar-benar kasihan pada hyungku, cinta pertama memang sangat indah tapi baginya keindahan itu sudah lenyap tanpa bekas.

 

Aku berusaha untuk mendapatkan penjelasan dari Eun Hee-nuna, tapi nihil aku tak mendapatkan apapun. Eun Hee-nuna pindah dan aku berusaha terus untuk mengetahui keberadaannya. Hingga satu bulan lalu aku berhasil menemukannya secara tidak sengaja di sebuah toko buku kecil di pinggiran kota Seoul. Aku terus menyelidiknya hingga aku mendapatkan sebuah fakta bahwa Eun Hee-nuna terpaksa memutuskan hubungannya dengan Baekhyun-hyung karena ada seseorang yang mengancam akan menyakiti semua yang berusaha mendekatinya yaitu hyungnya sendiri. Dan tentu saja Eun Hee-nuna tidak ingin namja yang dicintainya terluka.

~Flashback End

 

“Nuna, aku harap nuna bisa jujur dengan diri nuna sendiri. Aku tau nuna juga belum bisa melupakan Baekhyun-hyung,” ucapku dengan keyakinan penuh. Untuk sesaat hanya hening diantara kami. “Nuna tenang saja sudah tak ada yang akan melukai Baekhyun-hyung, aku bisa menjamin itu. Kita sudah lama membahas hal ini dan pada akhirnya keputusan nuna lah yang akan menjadi finalnya. Besok aku akan menjemput nuna pukul 4 sore. Baekhyun-hyung akan tiba dirumah malam hari nya. Jadi tolong bersiaplah nuna,” jelasku panjang lebar untuk meyakinkan bahwa keputusan yan dia ambil sudah benar.

“Baiklah Hana-ssi.” Hanya kata itu yang terucap darinya. Setelah itu aku pergi untuk memastikan bahwa semua telah siap.

 

~Hari H

“Hyung kau ada dimana?” Tanyaku pada Baekhyun-hyung melalu telfon. “Aku ada dijalan, sebentar lagi sampai.” Terdengar suara Baekhyun-hyung dan suara kendaraan yang lalu-lalang di jalan. “Ah baiklah, sampai jumpa dirumah hyung.” ucapku. “Ne, sampai jumpa dirumah.” balas Baekhyun-hyung.

 

~Baekhyun’s POV

Sudah tiga hari aku tidak bertemu dengannya dan rasanya aneh sekali, mungkin karena kami selalu bersama sejak kecil dan bahkan setelah eomma pergi kami seperti tak terpisahkan. Kata-kata terakhir yang eomma ucapkan tak pernah aku lupakan, “Kau harus menjadi hyung yang baik untuk adikmu, jangan pernah meninggalkannya kau harus selalu bersama dan menjaganya..”

 

~Flashback

Pada hari pemakaman eomma, Hana terus saja menangis tidak mau makan, minum bahkan tidak mau bicara, kami semua khawatir dibuatnya. “Hana-ya ayo kita makan, semua orang sudah menunggu dibawah. ” Aku terus mengetuk pintu kamarnya, masih terdengar suara isak tangisnya. “Hyung maafkan aku, gara-gara aku eomma pergi. Andai saja aku tidak memaksa eomma untuk mengantarku, pasti sekarang eomma masih bersama kita.” ucapnya disela-sela tangisnya.”Sudahlah ini bukan kesalahanmu, kalau kau terus seperti ini eomma pasti akan sedih disana. Jadi keluarlah dan makan bersama kami atau setidaknya kau meminum susunya.” Setelah itu hanya isakan tangis lagi yang terdengar.

Sudah 3 hari setelah kepergian eomma, tapi Hana tetap mengurung diri dikamar tanpa menyentuh makanan yang aku antarkan. “Hana-ssi kalau kau terus seperti ini nanti kau sakit. Makanlah, sedikit saja juga tak apa,” ucapku cemas. “Hyung aku rindu masakan eomma,” jawabnya pelan. “Baiklah, akan hyung buatkan masakan yang biasa eomma buat untukmu.” Aku segera berlari ke dapur untuk membuat makanan favoritnya yang biasa eomma buatkan untuknya, nasi goreng.

 

Selesai aku memasak, aku langsung mengantarkannya keatas. Dia menyendok sedikit dari piring dan memasukkanya pelan kedalam mulutnya, dia menangis. “Apa tidak enak?” tanyaku memastikan. “Ani, sama seperti buatan eomma. Gomawo hyung.” Air mataku sudah tidak bisa kubendung lagi, melihat dongsaengku yang selalu ceria kini menjadi sangat memperihatinkan. Matanya sangat sembab karena terlalu banyak menangis. “Hyung janji akan selalu membuatkan sarapan untukmu, seperti apa yang selalu eomma lakukan. Hyung juga janji akan selalu disampingmu, seperti apa yang telah hyung janjikan ke eomma.” Tangisannya semakin menjadi, aku menariknya kedalam pelukanku.

~Flashback End

 

Baekhyun-hyung sudah sampai dirumah. Kami semua menunggu di halaman belakang yang sudah diset menjadi sebuah tempat yang sangat indah. Aku langsung menghampiri hyung yang sekarang sudah berdiri di pintu depan.

“Annyeong haseo hyung,” kataku menyambutnya dengan senyuman. Aku langsung menariknya ke halaman belakang dengan sebelumnya menutup kedua matanya. “Hya Hana! Apa yang kamu lakukan?” ucapnya berusaha melepas penutup dimatanya. “Ani hyung jangan melepasnya dulu, kita belum sampai.” kataku sambil terus menuntunnya berjalan.

 

~~Di halaman belakang

Aku sampai di tempat semua orang yang berkumpul untuk memberikan kejutan kepada hyung. Dan ketika aku membuka penutup kepala hyung

“SURPRISE!!!” Teriak semua orang yang ada disana diikuti dengan nyanyian lagu ulang tahun. Semua anggota keluarga kami berkumpul di tempat ini termasuk beberapa teman dekat dari hyungku. Dan tak lupa seorang yeoja dengan dress berwarna peach yang berdiri anggun menatap kearah hyungku. Baekhyun-hyung berjalan melewati semua orang dan berhenti di depan yeoja yang mengenakan dress peach tadi. Dia langsung memeluk Eun Hee-nuna tanpa menghiraukan keberadaan kami semua yang sekarang menatap kearah mereka.

 

~Flashback

Dua hari yang lalu aku menceritakan semua yang terjadi pada Eun Hee-nuna kepada Baekhyun-hyung. Aku hanya ingin orang yang aku sayangi mendapatkan kebahagiaannya.

~Flashback End

 

Tak lama kemudian Baekhyun-hyung mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dari sakunya. Dia membukanya dan berkata “Will you marry me?” Semua orang yang ada di tempat itu langsung menyoraki mereka,”Terima..Terima..Terima..” Sorakan itu terus berlanjut dan baru berhenti ketika Eun Hee-nuna menjawab, “ Yes, I will.” kami semua bertepuk tangan dan bersorak gembira dan itu merupakan moment tak terlupakan bagiku, terutama bagi Baekhyun-hyung dan Eun Hee-nuna. Sebuah kado ulang tahun yang sangat istimewa sepanjang hidupnya.

 

Kami semua merayakan ulang tahun Baekhyun-hyung dengan gembira. “Saengil chukhahaeyo hyung! Dan selamat juga karena telah menemukan pendamping seumur hidupmu.” Ucapku dengan ekspresi yang sangat gembira. Baekhyun-hyung langsung memelukku dan berkata,”Gomawo Hana-ssi! Kau memang dongsaeng yang paling hebat.” Aku tertawa mendengarnya, “Sudah pasti aku hebat, aku kan Hana!” jawabku dengan suara lantang. Semua orang yang mendengarnya hanya tertawa. “Hana-ssi kenapa kau tidak memanggilnya oppa saja bukankah itu terdengar lebih manis?” sahut salah seorang sepupuku. “Ani, aku lebih suka hyung daripada oppa.” Balasku pada sepupuku yang biasa aku panggil Jojo itu. “Sudah biarkan saja, dulu eommanya juga tidak pernah memanggilku oppa selalu saja hyung.” Tambah pamanku. Kami semua mengakhiri hari ini dengan tertawa gembira menyambut kebahagiaan yang dirasakan oleh hyung yang paling aku sayangi.

 

END ^^.

Sorry kalau bahasa & ceritanya kacau dan gak nyambung. Harap maklum masih bau kencur ^^.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s