[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Byun Jelly Hyun

on

tumblr_nwhs4xP0Ou1qaf8tao2_500.png

Byun Baekhyun | Shim Chaesa

Romance | Friendship | University Life | Fluff | Comedy

Pg-17

Dan jika bukan karena Chanyeol yang tiba-tiba mengiriminya pesan singkat pukul dua belas malam tadi dia tidak ingin bahwa sekarang hari ulang tahunnya. Menjadi mahasiswa yang merangkap sebagai ketua senat membuatnya kelimpuhan setengah mati. Setelah menyelesaikan rapat pukul dua belas malam tadi, Baekhyun masih diam di kampus bersama beberapa temannya untuk menyelesaikan-bersih-bersih- setelah acara ulang tahun fakultas tadi.

Seingatnya, dia sudah memiliki kekasih sejak setahun lalu. Apa gadis itu tidak ingat bahwa ulang tahunnya sudah lewat dua jam yang lalu? Bahkan tidak ada kejutan apapun hari ini. Orang-orang datang menyapa beberapa memberi kue kecil, hadiah, dan tidak jarang yang memberikan tamparan dan pukulan seperti Suho hyung, Park Chanyeol, Sehun, dan Kim Jongin. Dua bocah itu harus di tending pantatnya jika dia sudah merasa baikan nanti.

Baekhyun tiduran di halaman berumput sintetis depan gedung fakultas sambil menatap langit malam. kedua tangannya dilipat kebelakang jadikan bantal. Rasanya lelah sekali hari ini. Semua pekerjaannya baru saja selesai. Dia sepertinya akan menginap di flat miliki Kyungsoo yang lebih dekat dengan kampus. Lagi-lagi pikirannya terpusat pada Shim Chaesa-kekasihnya. Seharusnya Baekhyun terbiasa dengan sikap dingin dan tidak peduli Chaesa. Mereka sudah berteman setidaknya enam tahun lamanya dan menjadi kekasih setahun. Tujuh tahun bersamanya harusnya dia paham dan memakluminya. Tapi ini tahun pertama dia akan merayakan ulang tahun bersama Chaesa sebagai kekasihnya.

Kembali Baekhyun menatap ponselnya. Tidak ada kabar apapun dari Shim Chaesa. Sial.

“Oy! Byun Baek!!”

Baekhyun menoleh. Seorang gadis memakai jaket kebesaran dengan celana jeans sobek di lututnya datang menghapiri. Jika saja dia tidak membuka topi, Baekhyun tidak akan pernah tahu bahwa gadis itu adalah Shim Chaesa.

Gadis itu tersenyul lebar-sangat malah lalu duduk di samping Baekhyun. Kedua matanya seolah berkata, maafkan-aku. Untuk saat ini, Shim Chaesa tidak terlihat seperti mahasiswa Matematika Murni dengan penampilan urakan seperti ini.

“Hey, aku memiliki seorang kekasih yang sama sekali tidak ingat bahwa satu jam yang lalu aku berulang tahun. Hebat sekali dia.  Aku rasa dia bukan gadis pelupa tapi kenapa dia sejahat ini. Dia ingin menjailiku?” Baekhyun mulai bercerita, menyindir gadisnya dan semoga saja dia paham.

“Aku tidak lupa, sumpah!” bela Chaesa, Baekhyun kembali berbaring menatap langit. Menutup matanya dan pura-pura mencoba untuk tidur. “Aku taruhan dengan Chanyeol, siapa yang mengucapkan ulang tahun tercepat. Aku ketiduran dan saat aku bangun dia mengirimi screen cap chat kalian. Aku kesal dan aku sudah tidak punya mood untuk mengucapkan kata-kata manis untuk ulang tahunmu.”

Baekhyun semakin menutup matanya, semakin kesal. “Aku sudah membuat kue untukmu red velvet aku bersumpah, kau mau melihat fotonya? Aku sempat memfoto sebelum memberikannya padamu. Cantik sekali.” Baekhyun melirik Chaesa menatap langit. Sepertinya dia membayangkan kuenya tadi. Seketika dia luluh. “Tapi temanku mengirim foto di instagram hebohnya acara ulang tahun fakultasmu. Aku ingat kau ketua senat dan pasti sibuk aku piker kue ini tidak berguna. Kita pasti tidak akan bisa bertemu, makanya aku makan saja sendiri.”

Hebat sekali Shim Chaesa!!!

“Aku pikir sore ini kau sudah selesai. Ngomong-ngomong aku sibuk kuliah dari pagi tadi sampai jam 4. Setelah keluar yah kira-kira jam lima aku datang menunggu di bawah pohon depan acara fakultasmu aku pikir kau selesai. Ternyata aku masih melihatmu begitu sibuk. Lalu Chanyeol datang dan menagih hutang.”

“Hutang?” Tanya Baekhyun menyela, “Hutang apa?”

“Taruhan yang mengucapkan ulang tahun padamu lebih dulu. Aku kalah dan aku harus mentlaktirnya makan.”

“Kalian makan berdua?” Baekhyun bangkit duduk menghadap Chaesa marah. Kesal sih lebih tepatnya.

“Iya.” Jawab Chaesa polos. Seolah tidak ada apapun yang salah.

“Setelah itu aku kembali menunggumu di bawah pohon sampai sekarang. Aku menunggumu santai. Aku sering melihatmu di kerumuni wanita yang memberikan kue dan hadiah. Yah aku tahu aku rasanya tidak berguna. Benarkan?”

Entah kenapa rasanya Baekhyu seketika lulus. Gadis itu memang menyebalkan. Tapi saat ini dia benar-benar seperti kucing yang matanya berkilauan. Menggemaskan.

“Aku lihat kau beristirahat di sini. Makanya aku datang menghampiri. Aku bilang pada Mom kalau aku akan menginap. Makanya aku masih bisa berkeliaran malam-malam begini.” Katanya lalu terkekeh.

Baekhyun tahu benar, Shim Chaesa memiliki jam malam. Paling telat pukul sepuluh dia harus sudah berada di rumah. Dan sekarang pukul satu. Apa satu? Gadis itu benar-benar menunggunya sampai pukul satu?

“Kenapa tidak datang saja. Aku bisa menghampirimu sejenak.”

Chaesa menggeleng, “Aku tidak ingin orang-orang membencimu dan aku karena aku mengambil waktumu. Aku tahu kau sudah kelimpuhan, aku tidak ingin kau semakin kelimpuhan karena aku.”

“Kenapa tidak minta Chanyeol untuk menemani?”

“Tidak, aku tahu pacarku sudah cemburu dengan aku makan berdua bersama Chanyeol. Apalagi jika aku berjam-jam bersamanya berdua di bawah pohon.”

Chaesa terkekeh dan Baekhyun membenarkan. Well, dia salah jika sempat berfikir bahwa kekasihnya tidak pengertian.

“Lalu kau bawa apa untuk ulang tahunku?” Tanya Baekhyun menagih. Dia sekarang duduk bersila menghadap Chaesa.

“Tidak ada, maaf. Hehe.” Chaesa menggigit bibir merasa bersalah. Dan Baekhyun semakin mendengus.

“Kau membawakan kue dan topi untuk Chanyeol. Kemeja untuk Kyungsoo. Dan kau tidak membawakan apa-“

Baekhyun terdiam. Chaesa hebat.

Gadis itu baru saja menciumnya. Setelah setahun berpacaran. Setelah setiap saat mengemis meminta dan selalu gagal. Sekarang.

“Aku sudah memikirkannya. Aku akan memberikan ciuman pertamaku padamu.”

Baekhyun memandangnya tidak percaya. Gadis itu selalu membanggakan bahwa ciuman pertamanya akan diberikan pada suaminya kelak. Pria tampan dan itu bukan Baekhyun.  Apa sekarang dia sudah yakin bahwa suatu saat nanti mereka akan menikah? Apa yang membuat Chaesa berfikir seperti itu?

“Kenapa?” Tanya Baekhyun masih tidak bisa berkata-kata lagi.

“Karena aku mencintaimu!!” pekik Chaesa senang lalu memeluk Baekhyun begitu erat. Pria itu senang sekaligus ngeri. Maksudnya ini tidak seperti Shim Chaesa yang dia kenal. Gadis ini lebih enerjik dan begitu bersemangat.

“Bagaimana jika kita jalan-jalan malam berdua. Aku yang tlaktir bagaimana?”

“Call!!” Chaesa melepaskan pelukannya lalu menatap Baekhyun intens, “Tapi sebelumnya aku ingin mmmmm lima ciuman lagi darimu.”

“APA??!!”

-FIN-

Advertisements

One Comment Add yours

  1. OWL says:

    Widiw keren .. Cium cium baek….😭😭

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s