[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] The Other Happiness

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] - The Other Happiness.jpg

The Other Happiness

By : Kim Kimmy

 

“Jika kau kehilangan satu kebahagiaanmu, maka Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang lain untukmu.”

 

20 April 2016, Awal untuk kita kembali.

Musim semi kali ini tampak begita cerah. Bunga-bunga di taman saling memamerkan senyumannya. Tampak damai dan indah. Tapi tidak dengan seorang gadis yang kini berjalan dengan setengah berlari di sebuah gedung pencakar langit berlabelkan “Lotte Group” menuju ruangan si pemilik salah satu perusahaan terkenal di Korea Selatan ini. Dari sisi ke sisi ruangan gadis yang bernama Hana itu berjalan dengan tatapan penuh benci dan muak. Sesekali merapalkan sebuah kalimat entah untuk siapa itu. “Aegiya, Juno sayang, tunggu eomma nak, aku akan membalas orang gila itu.”

Manik mata hazelnya yang indah itu tampak berkilat-kilat menatap seseorang yang kini duduk di kursi kebesarannya. Hana berdehem untuk menyadarkan orang tersebut. “Ouh, ada tamu rupanya, silakan duduk.” Sambutnya ramah tetapi terselip seringaian tipis di bibirnya itu. “Tidak perlu duduk.” Sahut Hana dengan nada yang begitu datar. “Jadi, apa yang membawa seorang Kim Hana, CEO Rumah Sakit Hewan Sungnam menginjakkan kakinya di sini? Merindukanku eoh?” “Aku tidak perlu omong kosongmu, Byun Baekhyun-ssi yang terhormat, aku butuh pertanggungjawabanmu.” Balas Hana dengan nada sinis. Baekhyun mengernyitkan dahinya, bingung. “Pertanggungjawaban? Apa aku menghamilimu?”

Perkataan Baekhyun itu seolah menambah besar kobaran api di hati Hana. “Mwo? Hamil? Apa katamu? Dasar byuntae.” BUAAKKKK. Hana maju dan langsung menendang kaki Baekhyun dengan sangat keras, Baekhyun meringis karena tulang keringnya yang begitu ngilu. Namun belum sempat melawan atau menghindar, Baekhyun kembali dihadiahi jambakan menyakitkan dari Hana yang membuat rambut Baekhyun yang tertata rapi sebelumnya nampak hancur berantakan. “Kau menabrak Juno-ku dan sekarang kau berkata-kata yang tidak-tidak. Dasar menyebalkan, awas saja kau….. aku akan membunuhmu sekarang juga.” Hana mengeluarkan segala macam sumpah serapahnya yang dibarengi dengan pukulan yang membabi buta. “Mana jurus hapkidomu yang dulu kau sombongkan itu, hah.. dasar payah, orang gila, kau menyakiti Junoku.” Baekhyun meringis sambil mencoba menahan pukulan Hana.

Karena merasa jika tidak dihentikan akan semakin menjadi, Baekhyun segera menangkis pukulan Hana dan menggulingkan Hana di sofa dengan Baekhyun berada di atas Hana. Dalam keadaan seperti itu Hana dan Baekhyun sama-sama terdiam. Ded deg deg. “Jinja, namja byuntae ini apa yang dia lakukan, omo jantungku kenapa ini?” Hana membatin. Baekhyun menatap tajam manik mata hazel Hana. Tersadar akan apa yang terjadi, Hana segera mendorong Baekhyun menjauh darinya. Namun bukannya menjauh Baekhyun malah memajukan wajahnya dan memangkas jarak di antara mereka berdua. Kemudian Baekhyun berbisik di sebelah telinga Hana “Apa kau akan selalu seperti ini? Selalu mengibarkan bendera perang padaku tanpa niat damai sedikitpun. Apa kau tak bosan,hemm?”

Setelah melayangkan pertanyaan yang membuat Hana membeku itu, Baekhyun semakin memangkas jarak di antara mereka. Hanya tinggal 1 inchi lagi, wajah mereka akan bersentuhan. Namun tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan beberapa pasang mata yang sedang memandang mereka berdua. Keduanya gelagapan dan segera bangun dari posisi mereka yang canggung itu. “Ha….Haelmoni?” kata Baekhyun gugup. “Aigho, Tuhanku, mungkin aku hidup terlalu lama. Aku mau pulang saja Baekhyun-ie.” Eomma Baekhyun kemudian berbalik dan meninggalkan mereka berdua sambil memegangi kepalanya. “Dasar anak zaman sekarang, tidak tahu tempat.” Melihat karyawan-karyawannya yang masih membeku Baekhyun segera mengeluarkan tatapan tajamnya. “BUBAR!” Titahnya.

 

1 jam kemudian

Seorang laki-laki terlihat menekuk wajahnya di depan ranjang tempat seekor kucing kecil berbulu kecokelatan itu memejamkan mata dan berbagai selang rumah sakit tertancap di tubuhnya. Ya, laki-laki itu adalah Byun Baekhyun. Setelah perdebatannya dan Hana di kantor tadi, akhirnya Baekhyun terpaksa menerima hukumannya untuk menunggui Juno-kucing Hana yang sedang koma karenanya itu. “Aku tidak butuh uangmu, aku butuh kau menunggui Juno untuk menebus kesalahanmu, Byun Baekhyun-ssi. Kalau tidak, aku akan menghabisimu di sini sekarang juga.” Itulah ancaman Hana di kantornya tadi. Bukan karena takut karena ancaman Hana, tapi lebih kepada rasa bersalahnya karena menabrak kucing kecil itu.

Dan tak terasa ini adalah hari ketiganya Baekhyun menemani Juno di rumah sakit, dan ia menyulap tempat itu menjadi ruang kerjanya sementara. Untuk seorang pebisnis handal seperti Baekhyun tak mungkin untuk menelantarkan pekerjaannya begitu saja. Dan sebuah keberuntungan bagi Baekhyun sendiri karena Hana memaklumi itu. Karena terlalu capek, Baekhyun akhirnya tertidur dengan menyenderkan kepalanya di bantalan sofa. Selang beberapa menit Hana datang. Melihat kondisi Baekhyun yang tak berdaya itu Hana merasa iba. Mungkin karena beberapa hari ini mereka sering bertemu Hana menjadi sedikit bersahabat. Hana mendekatkan dirinya. Hana mengamati setiap jengkal wajah Baekhyun. Tanpa sadar Hana bergumam, “kau selalu terlihat tampan jika sedang tidur seperti ini.” Belum sadar akan yang diucapkannya Hana malah menyentuhkan jari-jari kecilnya ke wajah Baekhyun.

Baru saja akan menjauhkan tangannya dari wajah Baekhyun ada tangan lain yang menariknya dan memaksanya untuk duduk. Tanpa membuka matanya Baekhyun mengalihkan kepalanya ke pangkuan Hana. Hana ingin membuka mulutnya namun sudah dipotong oleh ucapan Baekhyun dengan mata yang terpejam dan suara seraknya. “Biarkan seperti ini sebentar saja. Aku sangat lelah hari ini. Kau juga perlu beristirahat Hana. Tidurlah.” Ingin rasanya Hana memaki Baekhyun yang dengan lancangnya tidur di pangkuannya. Namun tubuhnya berkhianat, dia malah diam membeku dan menuruti perkataan Baekhyun untuk memejamkan matanya.

“Nona, Tuan ini makanannya sudah datang.” Song Ajhumma datang membawa satu kantong plastik makanan untuk tuan dan nonanya. Tapi setelah melihat keadaan tuan dan nonanya itu, Song Ajhumma cukup terkejut. “Omo, omo.” Kekagetan Song Ajhumma membangunkan kedua anak manusia yang ternyata entah bagaimana bisa tertidur saling berpelukan selama hampir 1 jam itu. Dengan wajah khas bangun tidur Hana berucap, “Ouh, ne ajhumma, gumawoyo.” Menyadari ada yang aneh dengan pandangan Song Ajhumma, Hana melirik tubuhnya yang ternyata masih dilingkari oleh lengan milik orang di sampingnya. BLUSH… Muka Hana memerah menahan malu dan segera berdiri, membuat Baekhyun-laki-laki di sampingnya itu sadar dan melepaskan pelukannya. “Kalau begitu saya pamit nona, tuan.” “Ne, ajhumma.” Jawab mereka serentak.

Dengan canggung Hana menyodorkan makanannya ke Baekhyun dengan wajah yang teramat datar. “Ini, makanlah, aku ingin keluar sebentar, ada urusan dengan Taeyong.” Setelah Hana melenggang pergi Baekhyun menyunggingkan senyuman tipisnya. “Dasar, anak itu. Hana-ya, Hana-ya, kau ada urusan atau kau hanya terlalu gugup di dekatku.”

 

24 April 2016, Kejutan yang tak terduga.

 

Keesokan harinya, masih sama Baekhyun masih menunggui Juno yang belum juga sadar. Namun perhatian Baekhyun teralihkan karena Juno yang tiba-tiba kejang. Baekhyun segera menghubungi Hana. Dan beberapa saat kemudian Hana masuk dan dengan tergesa-gesa mendekati Juno. Hana segera memeriksa keadaan Juno. Hana memberikan segala upayanya untuk menyelamatkan keadaan Juno yang kini tengah di ambang antara hidup dan mati. Taeyong yang baru datang segera mendekati Baekyun dan berbisik, “Hyung, tolong sepertinya hanya kau yang bisa menyampaikan, Juno sebenarnya sudah tidak bisa bertahan. Tulang rusuknya patah akibat kecelakaan itu, namun noona tetap mempertahankannya dengan bantuan alat-alat medis itu Hyung.”

Baekhyun yang menangkap maksud dari perkataan Taeyong, segera mendekati Hana. Baekhyun segera menarik Hana dan memeluknya. Taeyong segera mengambil tindakan melepas semua alat bantu medis di tubuh Juno. Hana meronta-ronta sambil menangis. “Taeyong-ah apa yang kau lakukan pada Juno, hah? Neo micheosso? Juno-ya, Juno-ya… Oemma di sini nak, bertahanlah..” Baekhyun segera mengunci tubuh Hana yang meronta-ronta dengan memeluknya erat. “Hana-ya, Hana-ya dengarkan aku.” “Baekhyun-ah, hiks, hiks, Taeyong ingin membunuh Juno.” Baekhyun menarik wajah Hana dan menatapnya dalam. “Hana-ya, kau itu seorang dokter, dokter hanya bisa mengobati, tidak bisa mengubah takdir Tuhan, Hana-ya. Kau bukan pencipta keajaiban, Hana-ya. Biarkan Juno pergi Hana.” “MALDO ANDWE. ANDWE. ANDWE. Juno tidak akan meninggalkanku lagi, ANDWE… ANDWE..” Hana merosot ke lantai dan menangis sejadi-jadinya. Baekhyun ikut berlutut dan menggenggam erat tangan Hana. “Biarkan dia pergi Hana, kau menyiksanya jika tidak membiarkannya pergi. Percayalah padaku Hana.” Baekhyun mengecup kepala Hana dengan tulus dan membawa Hana berdiri.  Hana tetap menangis seiring kepergian Juno dan seketika pingsan setelah Juno menghembuskan nafas terakhirnya.

Setelah kepergian Juno, Hana dirundung kesedihan yang teramat dalam. Juno, kucing kesayangannya yang dianggapnya seperti anak itu meninggalkannya. Hana mengalami depresi dan tidak bisa memakan makanannya. Hana hanya mengurung diri di kamarnya. Namun dia tidak sendirian, karena setiap hari ada seseorang yang selalu menemaninya hingga ia terlelap dan sudah ada ketika ia terbangun dari tidurnya. Ya, orang itu adalah Baekhyun. Orang yang dianggap rivalnya itu. Setelah memastikan Hana terlelap, Baekhyun menarik selimut Hana dan mengecup kening Hana dengan tulus. “Aku pulang dulu, Hana-ya, sayangku, chagiya.” Baekhyun mengecup bibir Hana cukup lama. Hanya mengecup. Ingat itu! Tidak apa-apalah mencuri ciuman Hana. Itu sering ia lakukan dulu ketika mereka masih bersama.

Baekhyun keluar dari kamar Hana dan menutup pintunya pelan. Saatnya untuk pulang. Ketika turun dari tangga Baekhyun berpapasan dengan ibu Hana. “Ah, ajhumma. Anyeong haseyo.” Sapa Baekhyun. “Kau selalu saja seperti itu, Baekhyunah, jangan panggil aku seperti itu, panggil eommonim ne.” “Ah, ne eommonim.” “Bisakah aku berbicara sebentar denganmu nak?” “Ne, eommonim.” Jawab Baekhyun dengan sopan.

“Hana menjadi terobsesi dengan Juno setelah kepergianmu nak. Hana mengalami tekanan batin yang cukup berat kata dokter ketika tak menemukanmu saat dia sadar dari komanya dulu. Karena tidak ada kau di sampingnya Hana menganggap bahwa kau meninggalkannya begitu saja. Oppanya membelikan Juno untuk menghiburnya dan sampai sekarang Hana hanya memikirkan Juno dan tidak memikirkan apapun lagi. Dia masih mencintaimu nak. Mendengarmu kembali Hana senang namun ia tak berani menemuimu karena takut kau akan meninggalkannya lagi. Jadi bisakah, nak Baekhyun mengembalikan Hana seperti dulu lagi.?” Mendengar penjelasan eomma Hana yang panjang itu Baekhyun hanya bisa tersenyum. Baekhyun menggenggam tangan eomma Hana. “Ne eommonim aku berjanji.”

 

6 Mei 2016, Hati yang kembali menjadi satu untuk selamanya.

 

Dan setelah hampir dua minggu Baekhyun menemani Hana, kini mereka kembali dekat dan tampak berjalan bersama di kawasan Myeongdong. Baekhyun melirik Hana yang ada di sampingnya. “Hana-ya, mian.” “Kau selalu seperti itu Byunie. Sudah kubilang jangan minta maaf terus, aku bosan mendengarnya. Juno sudah tenang di sana.” Jawab Hana sambil memukul pelan lengan Baekhyun. “Ah, arraseo nyonya Byun. Kau sudah memanggilku seperti itu. Jadi apa kau sudah menerimaku lagi, hemm?” Baekhyun tersenyum lalu dengan cepat mencium pipi Hana. “Dasar, byunie byuntae, aku tidak mau menjadi yeojachingu tuan byuntae sepertimu.” “Ah arraseo.” Jawab Baekhyun berubah datar. Hana kaget dengan jawaban Baekhyun. Hana kira Baekhyun akan memohon padanya. Dasar namja menyebalkan.

Setelah itu mereka saling diam. Dalam perjalanan pulang ke rumah Hana tidak ada yang berucap sepatah katapun di antara keduanya. Sampai akhirnya mereka sampai di rumah Hana. Setelah mobil Baekhyun berhenti, Hana segera melesat keluar tanpa menghiraukan Baekhyun yang membuntutinya. Hana membuka pintunya sedikit kasar, namun Hana membeku seketika melihat tamu yang ada di rumahnya. Hana menatap Baekhyun seakan berkata “Ada apa ini? Kenapa keluargamu di sini.” Tidak menjawab pertanyaan dari Hana, Baekhyun malah merangkul pinggang Hana. “Anyeong haseyo eommonim, abeonim, appa, omma, Hana merajuk tadi.” Hana bingung dan sedikit kesal langsung melangkahkan kakinya ke kamarnya. Baekhyun segera mengikuti Hana.

Sebelum Hana menutup pintunya, Baekhyun segera masuk menyusul Hana yang masih bersungut-sungut. “Masalah apalagi yang kau buat Tuan Byun?” Tanya Hana sambil terisak. “Uljima eoh, chagiya.” “Aku takut kau pergi lagi, apa kalian kesini untuk berpamitan eoh? Karena kalian akan pindah lagi dan kau juga akan pergi lagi sekarang? Aku membecimu nappeun namja. Pergi. Ka.. Aku benci benci benhmpppppp…” Ucapan Hana terpotong karena bibirnya kini dibungkam oleh bibir Baekhyun. Hana membelalakkan matanya namun beberapa detik kemudian Hana memejamkan matanya. Baekhyun melumat kecil bibir Hana. Terasa manis, dan Baekhyun akan memastikan bibir ini akan selalu menjadi miliknya bukan orang lain.

Perlahan Baekhyun melepaskan tautan bibir mereka kemudian mencium kening, mata, pipi dan terakhir kecupan lembut di bibir Hana. “Tidak sayang, aku tidak akan pergi. Orangtuaku kesini untuk melamarmu, kau menolak menjadi yeojachinguku tapi kau tidak bilang menolak menjadi istri dan ibu dari anak-anakku kelak, kan chagiya?” “Dasar, menyebalkan.” Pukul Hana sambil tersenyum. “Jadi apa kau mau menjadi istriku atau menerimaku sebagai suamimu?” “Apa tidak ada pilihan lain?” “Ani.” Baekhyun menggelengkan kepalanya. “Jadi?” “Ne, Tuan Byun aku menerimamu.” Tiba-tiba Hana teringat sesuatu. “Ah, saengil chukae byunie sayangku.” Hana mengecup bibir Baekhyun dengan lembut. “Tapi aku lupa belum membelikanmu kado.” “Tidak perlu sayang, kau kembali padaku adalah kado terindah bagiku.” “Nado, saranghae, byunieku.”

 

THE END

 

AUTHOR’s NOTE :

Saya di sini author baru dan juga masih amatiran jadi mohon maklum dan bimbingannya. Maaf atas kebosanan yang dialami saat membaca FF saya. Dan juga selamat ulang tahun untuk Baekhyun Oppa, semoga tambah sukses kariernya dan tetep semangat pokoknya. EXO FIGHTING. BAEKHYUN OPPA FIGHTING!!!!!

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Deevae says:

    semangat ya… terus berkarya.. FIGHTING!!!!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s