DREAM – Slice #9 — IRISH`s Story

on

irish-dream-2

D R E A M

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Lee Hyerin

Supported by EXO Members and OC

A fantasy, supranatural, school-life, romance, slight!mystery story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


Dream? You’re just like a dream for me.”


Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || [NOW] Chapter 9

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Kudengar kelompok kalian dapat nilai tambahan,”

“Yap.”

“Benarkah? Karena apa mereka dapat nilai tambahan?” tanya Sehun saat ikut bergabung bersama mereka

“Karena Baekhyun mendapat prestasi di sana,” ucap Suho sambil merangkul bahu Baekhyun, dan hanya membuat pemuda itu tersenyum samar.

“Ya, dia berhasil mengalahkan Hyerin,” ucap Jungha menambahkan.

“Hyerin? Gadis berambut merah itu?” tanya Suho.

Jungha mengangguk cepat.

“Oh, lalu apa dia baik-baik saja? Bukankah di ingatannya dia akan dipukuli jika mendapat nilai jelek?” tanya Sehun seketika itu berhasil menghentikan aktifitas Jungha dan Baekhyun.

“Baek …”

Baekhyun terkesiap. Pemuda itu memandang Jungha, dengan tatapan penuh kepanikan.

“Kalian kenapa?” tanya Suho menyadari perubahan keadaan dua orang itu.

“Aku akan kembali ke sana.” ucap Baekhyun berdiri.

Mwo? Ya! Kau tidak mungkin di izinkan keluar!” teriak Suho.

“Aku pasti boleh!” sahut Baekhyun sambil berlari meninggalkan tempat itu.

“Dia pasti boleh.” ucap Sehun membenarkan.

“Jangan-jangan … pikiran Hyerin hari ini …”

“Kau bicara apa Jungha?” tanya Sehun

“Tidak … Aku hanya khawatir … mungkin gadis itu terjebak dalam masalah.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun terhenti di depan sebuah rumah. Rumah yang ia yakini sebagai rumah Hyerin. Tapi rumah itu tampak gelap, seperti tidak ada satupun orang disana. Tatapan Baekhyun terhenti pada sepeda Hyerin yang terparkir di dalam halaman rumah kecil itu.

Pemuda itu menghela nafas panjang, waktu yang masih belum merambat larut membuatnya semakin yakin jika sesuatu yang buruk terjadi pada Hyerin. Karena rumah gadis itu tampak sepi.

Baekhyun melangkah menjauhi rumah itu, pikirannya melayang ingin menunggu Hyerin sampai hari pagi, tapi dia sudah tidak punya tempat persinggahan lagi, dan tidak mungkin baginya jika kembali begitu saja ke Akademi, dia bisa mendapatkan poin pelanggaran.

Ahjumma! Aku minta soju lagi!”

Pendengaran tajam Baekhyun berhasil menangkap suara yang sangat familiar di telinga pemuda itu, dan pemuda itu langsung terhenti.

“Hyerin …” gumamnya tanpa sadar, memandang sekitarnya, berusaha menemukan darimana arah datangnya suara Hyerin yang Ia dengar.

“Nak … Aigoo … Berhentilah minum seperti ini …”

Ahjumma! Ppaliwa!”

Baekhyun melangkah cepat mendekati arah datangnya suara yang tadi ia dengar. Dan tatapan pemuda itu terhenti saat melihat seorang gadis duduk di depan sebuah warung.

“Hyerin!”

Baekhyun langsung berlari mendatangi warung itu, dan segera menahan tangan ahjumma yang akan memberikan Hyerin sebotol soju lagi.

“Lee Hyerin, apa yang terjadi padamu?” ucap Baekhyun terkejut melihat keadaan gadis itu.

Hyerin hanya mengenakan kaos tipis dan rambut gadis itu terurai begitu acak-acakkan. Wajah gadis itu memerah dan gadis itu sudah tampak tidak sadar.

Aigoo … Untung kau datang nak, aku sudah tidak tahu bagaimana cara menenangkan Hyerin. Dia sedari tadi menangis karena dikeluarkan dari sekolahnya. Aish, sekolah mahal macam apa yang mengeluarkan murid seperti Hyerin …”

“N-Nde? Dia di keluarkan?” ucap Baekhyun tak percaya

HiksEommaEotteohke … Aku … hiks … tidak sekolah Eomma …”

Baekhyun terdiam. Tersadar jika Hyerin benar-benar mendapat masalah.

Ahjumma, berapa banyak Hyerin sudah makan dan minum?” tanya Baekhyun.

Ahjumma itu memandang Hyerin sedih.

“Hyerin hanya minum soju dari tadi. Dia tidak pernah makan. Hyerin tidak pernah diberi uang oleh ayah tirinya … Aigoo … Kasihan sekali nasib anak ini …”

Baekhyun segera mengeluarkan dompetnya, dan memberikan beberapa lembar uang yang masih tersisa di dompetnya.

“Aku akan mengantar Hyerin pulang ahjumma,” ucap Baekhyun.

“Astaga, jangan, Hyerin bisa di marahi habis-habisan oleh ayahnya jika dia pulang dalam keadaan begini …”

“Hyerin … sudah sering seperti ini?” tanya Baekhyun tak percaya.

Ahjumma itu mengangguk pelan.

“Setiap ada masalah Hyerin selalu seperti ini …”

Baekhyun menggeleng tak percaya. Pemuda itu sudah akan membopong tubuh Hyerin, jika saja Ia tidak mendengar teriakan keras di dekat tempat itu.

“Lee Hyerin!”

Baekhyun masih terlalu tidak percaya untuk menyadari jika Ayah Hyerinlah yang berteriak marah seperti itu, dan beberapa detik yang lalu menarik gadis itu dengan kasar.

“Kasihan sekali Hyerin …”

Baekhyun tersadar. Dia memandang ke arah Hyerin yang mengerang kesakitan karena perlakuan kasar Ayah tirinya.

“Hyerin selalu di perlakukan begitu ahjumma?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Baekhyun! Apa yang terjadi!?” ucap Jungha panik saat melihat Baekhyun kembali ke Akademi dalam keadaan yang kacau.

“Dimana Kai?” ucap Baekhyun.

“M-Mwo?”

“Aku benar-benar membuat Hyerin mendapat masalah …” ucap Baekhyun pelan.

Hah? Kau bicara apa?” ucap Jungha tak mengerti, dengan cepat gadis itu berusaha menembus pikiran Baekhyun.

Karena aku dia dikeluarkan dari sekolah, karena aku dia di perlakukan kasar oleh Ayah nya, karena aku keadaan nya semakin kacau … Bagaimana ini

“Baekhyun-ah …”

Eotteohke Jungha-ya? Dia jadi kacau karena ulahku.”

Jungha terdiam. Dan memandang Baekhyun dengan tatapan iba.

“Baekhyun-ah … Kau harus temui Ayahmu.”

Dengan cepat Baekhyun mengangguk. Dan melangkah ke bagian lain Akademi, berusaha secepat mungkin datang ke ruangan Ayahnya. Pemilik Akademi itu.

“Ayah,” ucap Baekhyun saat ia masuk ke ruangan.

“Aku sudah mendengarnya nak,”

Baekhyun tertunduk. Pemuda itu sangat tahu jika Ayahnya punya kemampuan yang sangat mudah bisa tahu apa yang sudah terjadi di Akademi.

“Ayah, aku tidak bisa membiarkannya, dia di keluarkan dari sekolah karena aku.”

“Bukan salahmu. Manusia itu punya masalah dengan manusia lain.”

Baekhyun memicingkan matanya tak percaya.

“Ayah, aku tidak bisa membiarkannya terjebak dalam masalah seperti ini.”

“Tidak Baekhyun. Kita tidak punya kewajiban untuk ikut campur dalam kehidupan manusia.”

“Aku tetap merasa bahwa aku yang bertanggung jawab atas keadaan Hyerin.” ucap Baekhyun sambil melangkah dengan marah keluar dari ruangan Ayahnya.

“Kai!” teriak Baekhyun keras membuat beberapa orang menaruh perhatian pada sikap pemuda itu.

“Ya?” dalam hitungan detik Kai langsung muncul di hadapan pemuda itu.

“Kau harus ikut aku ke bumi. Aku memerlukan kekuatanmu.” ucap Baekhyun.

Dua orang pemuda itu kemudian dengan cepat keluar dari Akademi. Dan menembus gerbang waktu untuk kembali ke masa manusia.

“Di sini rumahnya?” tanya Kai sambil memandang rumah mungil yang tampak sepi di depannya.

“Ya. Dia pasti ada di dalam.” ucap Baekhyun, memberi isyarat pada Kai untuk segera bertindak.

“Kita harus ke dalam,” ucap Baekhyun lagi. Dengan paham Kai mengangguk, dan membawa mereka berdua ke dalam rumah itu.

“Astaga, apa sudah terjadi perang di rumah ini …” gerutu Kai melihat keadaan di dalam rumah yang sangat kacau.

Pecahan kaca berhamburan di banyak tempat. Dan banyak benda yang berada di tempat yang tidak seharusnya. Belum selesai mereka terperangah karena keadaan di dalam rumah, dua pemuda itu kembali di kejutkan karena adanya percikan darah di dekat tempat mereka sekarang melangkah.

Baekhyun segera menajamkan pendengarannya, dan melangkah menyusuri percikan darah di ruangan itu.

“Hyerin? Lee Hyerin?”

Samar-samar, pemuda itu mendengar hembusan nafas pelan dari dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat. Dengan cepat Baekhyun membuka pintu ruangan itu, dan terperangah saat melihat sosok Hyerin terbaring di lantai, noda darah tampak begitu banyak di sekitar tempat gadis itu terbaring.

Lengan dan wajah gadis itu juga penuh dengan luka memar, robek dan darah. Membuat Baekhyun semakin panik.

“Lee Hyerin!” Baekhyun segera menghampiri gadis itu, mengangkat kepala Hyerin, tapi pemuda itu terkesiap saat nyatanya ia menyentuh luka basah di kepala Hyerin.

“Bertahanlah Hyerin-ah!”

“Ah … AppoManhi appo …”

“Hyung, kurasa … kaki gadis ini patah …” ucap Kai membuat Baekhyun melemparkan pandangannya ke arah kaki Hyerin.

Kaki kanan gadis itu tampak membiru dan semakin memperparah keadaan menyedihkan yang dialami gadis itu sekarang. Baekhyun dengan sigap melepaskan jaket yang ia kenakan dan menutupinya ke tubuh Hyerin, walaupun pemuda itu kembali kaget karena merasakan pecahan kaca yang menempel di beberapa bagian di tubuh Hyerin.

“Kita harus membawanya ke Akademi.”

Kai mengangguk patuh, dengan cepat pemuda itu meraih lengan Baekhyun dan membawa dua orang itu kembali ke Akademi.

“Baekhyun! Aku hampir mati menunggumu di—astaga! Apa yang terjadi!?” Jungha adalah orang yang sangat terbelalak saat melihat Hyerin ada di gendongan Baekhyun dengan tubuh penuh luka.

“Awas Jungha! Dia harus aku bawa ke ruang kesehatan!” ucap Baekhyun.

Tiga orang itu mungkin saja bisa dengan mudah menyembunyikan Hyerin, tapi noda darah Hyerin yang menetes di lantai tentu saja tidak bisa mereka tutupi dengan mudah. Mengingat mereka bukanlah manusia dan tidak lagi bisa berdarah dengan mudah.

Dan noda darah Hyerin segera menarik perhatian beberapa orang yang melihatnya.

“Byun Baekhyun! Kekacauan apa yang kau bu—” ucapan Ayah Baekhyun segera terhenti saat melihat sosok Hyerin yang terbaring pucat di tempat tidur ruang kesehatan.

Beberapa orang tengah berusaha menyembuhkan luka gadis itu.

“Apa yang terjadi?!” ucap pemuda paruh baya itu tak percaya.

“Ayah, gadis ini mungkin saja mati jika aku tidak menolongnya,” ucap Baekhyun.

Di belakang pemuda paruh baya itu, seorang wanita cantik tampak melangkah mendekati mereka. Dengan cepat Baekhyun menutupi langkah wanita tersebut.

“Ada apa Baekhyun?” tanya wanita cantik yang tak lain adalah Eomma pemuda itu

Eomma tidak akan suka melihat ini,” ucap Baekhyun.

“Manusia itu terluka. Kau tidak akan suka melihat darahnya,” ucap Ayah Baekhyun segera membuat wanita cantik itu menyernyit ngeri.

“Apa yang terjadi?” tanyanya.

“Kurasa … Ayah Hyerin yang melakukan hal ini,” ucap Baekhyun pelan.

Mwo? Ayahnya? Bagaimana bisa seorang Ayah bertindak—”

“Dia hanya anak tiri, Eomma,” ucap Baekhyun.

“Tuan Muda, terlalu banyak luka di tubuh gadis manusia itu. Dan juga, tulang kering kaki kanannya remuk. Sangat kecil kemungkinan untuk mempertahankan hidupnya.”

Baekhyun segera melemparkan pandangannya ke arah Appa dan Eommanya.

Appa, Eomma, izinkan dia untuk tinggal di sini, dan bersekolah disini. Dia adalah manusia yang sangat pintar, dan juga, aku sendiri yang akan bertanggung jawab atas keadaannya. Aku bisa pastikan, dia tidak akan membuat masalah di Akademi kita. Kali ini saja … biarkan ada satu manusia di tempat ini.” ucap Baekhyun, kemudian pemuda itu mengalihkan pandangannya.

“Aku akan merancang genetiknya sendiri,” ucap Baekhyun sebelum pemuda itu beranjak pergi.

“Aku akan mengawasimu dengan ketat Byun Baekhyun.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

Aku tertegun saat memandang tubuh Hyerin yang terbaring pucat di atas tempat tidur khusus ruang kesehatan. Keadaan nya sudah sangat menyedihkan.

“Apa Tuan Muda mau mengubahnya? Saya akan menyuntikkan morfin dosis tinggi untuk menghentikan kerja jantungnya.” ucap salah seorang medis di dekatku.

“Tidak. Cukup beri dia morfin dengan dosis rendah yang akan membuatnya tidak merasakan sakit. Campur morfinnya dengan obat bius.”

“T-Tapi … Tuan tidak—”

“Tidak. Dia harus tetap menjadi seorang manusia.” ucapku tegas.

Hyerin tidak boleh menjadi makhluk kaku seperti kami. Dia harus tetap jadi seorang manusia.

“Ah, baiklah. Lalu campuran genetik apa yang akan menutupi luka-luka itu?”

“Halogen yang di campur dengan Crystallopshyra. Pastikan kulitnya jadi sangat manusia, dan pastikan juga tidak akan tersisa satupun luka di kulitnya.” ucapku sambil kemudian mengenakan sarung tanganku, dan memandang kaki Hyerin yang sudah remuk.

Hyerin … kenapa keadaanmu begitu menyedihkan?

“Kedua kakinya akan ku ganti dengan Poliopshyra.”

Aku segera mengambil timbal tipis yang sudah berbentuk tulang kering manusia. Benda itu akan sama beratnya dengan tulang manusia, namun fungsinya akan berlipat kali lebih kuat. Dengan cepat aku memasukkan karbon cair ke dalam lubang kecil di ujung pipa timbal itu, membiarkan karbon itu menyatu dan membuat pipa yang ku pegang berubah menjadi warna putih tulang.

Dengan cepat aku mengalihkan sisa-sisa tulang Hyerin yang ada di kaki kanan nya, dan meletakkan timbal itu di sana. Alat yang pintar, dalam hitungan detik kait-kait kecil keluar dari kedua ujung timbal, dan mengikatkan diri mereka di bagian tulang Hyerin yang sesungguhnya.

Aku yakin tulang baru Hyerin sedang berusaha mengambil kendali atas kekuatan tulang lamanya, mengubah setiap kekuatan kaki Hyerin sebelumnya. Jadi aku melanjutkan dengan mengganti tulang kering kaki kiri Hyerin dengan timbal yang sama.

Bagianku selesai. Aku melemparkan pandanganku pada beberapa orang yang membantuku, mereka tampaknya sudah mengalirkan Radiopshyra ke sekitar kulit Hyerin, membuat kulit Hyerin sekarang mulai tampak seperti Ia dulu.

“Tuan, jangan lupa mengalirkan alkali ke tulang baru itu,”

Aku mengangguk. Dan segera melangkah mengambil kabel alkali yang terletak tak jauh dari tempatku berdiri. Saat aku kembali, kulit di sekitar kaki Hyerin, tempat aku tadi memasang pipa timbal, sudah tertutup dengan rapat. Tidak ada sisa darah, ataupun luka robekan.

Sekarang Hyerin sudah tampak seperti biasanya. Tanpa ada luka sedikitpun. Hanya satu langkah lagi, mengalirkan alkali ke pipa timbal di kaki Hyerin sehingga pipa itu menyatu dengan tubuh Hyerin, dan semua fungsinya bisa Hyerin gunakan nantinya.

Aku melilitkan kabel alkali di kaki Hyerin dalam empat putaran, dan segera mengatur tekanan nya, lalu membiarkan listrik mengalirkan alkali itu ke pipa timbal di bawah kulit Hyerin.

Beberapa orang medis yang membantuku tadi segera membereskan sisa-sisa pekerjaan mereka. Memang butuh waktu beberapa jam sampai timbal bisa menyatuh sempurna, dan kami tidak mungkin menunggu.

Aku segera menutup tubuh Hyerin dengan selimut, berharap Ia bisa tidak merasa sakit karena luka-luka yang baru saja kami buat di tubuhnya. Terutama karena ini pertama kalinya seorang manusia di ubah organ nya tanpa mendapatkan morfin dalam dosis tinggi.

Aku tidak ingin membunuh Hyerin, walaupun Ia akan hidup lagi, dan jadi seperti kami. Aku yakin Hyerin akan punya kehidupan yang lebih baik jika Ia tetap jadi seorang manusia. Menjadi seperti kami bukanlah sesuatu yang bisa di anggap menyenangkan.

Dan aku tidak ingin Hyerin menjadikan perubahannya sebagai beban baru dalam hidupnya. Hyerin sudah mendapat cukup banyak masalah.

Sementara menunggu Hyerin sadar, aku beranjak keluar, ada banyak hal yang harus aku jelaskan pada Hyerin saat Ia sadar, dan ada banyak hal yang aku harus persiapkan untuk Hyerin. Jadi, aku segera melangkah ke Aula, aku tahu Jungha dan yang lainnya akan ada disana.

“Jungha-ya!”

“Baekhyun!” Jungha segera berlari kecil ke arahku, dan memandangku dengan tatapan seolah mengatakan apa-yang-terjadi-cepat-beritahu-aku miliknya yang sangat tidak sesuai dengan kemampuan nya membaca pikiran.

Aish, aku melakukannya supaya kau tidak merasa terganggu karena kemampuanku,” gerutu Jungha sambil merengut, membuatku tertawa geli karena tindakan nya.

“Aku tahu kau sudah mendengarnya dari pikiranku. Mau membantu?” tanyaku langsung.

Jungha mengangguk cepat.

“Tentu saja. Aku dan yang lainnya akan membantu.” ucap Jungha sambil tersenyum padaku.

Gomawo, aku tidak tahu aku harus minta tolong pada siapa lagi,”

Keundae, apa Hyerin akan benar-benar bersekolah di sini? Bersama kita?” tanya Jungha tampak tidak yakin.

“Tentu. Kenapa? Kau takut Hyerin lebih pintar darimu huh?” ledekku.

Aish, walaupun Hyerin itu sangat pintar di tempat manusianya, dia tidak akan bisa mengalahkan kita. Kau akan membuatnya tambah stres,” ucap Jungha.

“Tidak juga, aku yakin Hyerin tidak akan stres, karena dia tahu kita berbeda dengannya. Iya kan?”

Jungha mengangguk-angguk pelan.

Geurae … Dia pasti tidak akan terkejut kalau kita lebih pintar darinya …” gumam Jungha.

“Sudah, cepat sana ajak Suho dan yang lainnya untuk membantuku. Aku akan memeriksa keadaan Hyerin lagi.” Ucapku.

Jungha mengacungkan dua jempolnya.

“Pasti. Beritahu aku jika Hyerin sadar!” teriak Jungha saat Ia berlari menjauhiku.

Arraseo!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyerin’s Eyes…

Aku membuka mataku saat merasakan nyeri di sekujur lengan dan wajahku. Apa Ayah sudah pulang? Apa aku masih hidup?

“Hyerin?”

Aku tersentak. Suara itu … seperti …

“Baek … akh …” rasanya mulutku sangat nyeri untuk digunakan berbicara. Aku bergerak pelan, berusaha menemukan kerja pergerakanku.

Lengan, kepala, paru-paru, perut, dan … kaki.

Tunggu. Aku tidak bisa merasakan kakiku!

Aku berusaha membuka mataku, dan terpaksa menutup mataku dengan paksa saat cahaya yang sangat menyilaukan masuk ke pandanganku.

Dimana aku?

“Jangan memaksakan diri Hyerin …”

Suara itu lagi. Aku tidak sedang bermimpi kan?

Sekali lagi aku berusaha membuka mataku, dan kali ini dengan perlahan-lahan, aku bisa menemukan bayangan Baekhyun ada di dekatku.

“Kau …”

“Apa badanmu terasa sakit?” pertanyaannya menyambutku.

Aku menyernyit. Sekujur badanku terasa sakit. Sangat ngilu, dan kram.

“Kakiku … aku tidak bisa merasakan kakiku …”

“Ah, jangan khawatir Hyerin, sebentar lagi kau bisa merasakan kakimu lagi,”

“M-Mwo?”

Baekhyun tidak menyahutiku, dan aku merasa terlalu lelah untuk tetap terjaga dan membuka mataku sementara hampir setiap persendian di tubuhku merasa sangat sakit dan nyeri. Aku memejamkan mataku, berusaha menghilangkan setidaknya sedikit dari rasa sakit yang sekarang aku rasakan.

“Maafkan aku Hyerin-ah …”

“Untuk apa?” sahutku tanpa membuka mataku.

“Karena aku … kau di keluarkan dari sekolah …”

Aku terdiam. Bagaimana dia tahu tentang kejadian ini?

“Aku tidak di keluarkan dari sekolah,” bohongku.

Kojimal. Aku mendengar apa yang kau katakan saat kau mabuk,” ucapnya membuatku membuka mataku.

“Darimana kau tahu aku mabuk?”

“Kau tidak ingat? Aku menemukanmu di warung kecil dekat rumahmu, sebelum Ayah tirimu membawamu pergi.” ucapnya membuatku kembali memejamkan mataku.

“Bagaimana kau bisa menemukanku? Seingatku … aku ada di dalam rumah.” Ucapku.

“Kau akan dipukuli jika nilaimu jelek bukan? Aku langsung kembali ke bumi begitu mengingat hal itu … ternyata, kejadian di masa lalu dan masa sekarang tidak banyak berbeda.” ucap Baekhyun.

“Bunglon itu tidak pernah memukuliku selama beberapa tahun ini, hah … di keluarkan dari sekolah hanya karena mendapat rangking 2 …” tanpa sadar aku tertawa pelan, betapa menyedihkannya keadaanku.

“Dia sangat marah … Dan pertengkaran kami terjadi begitu saja,” ucapku.

“Kau berbohong karena bilang bahwa kau banyak makan di rumah,” kata Baekhyun kembali membuatku ingin tertawa geli.

“Aku tidak suka makan,” sahutku.

“Itulah kenapa badanmu seperti ini,”

“Kenapa kau sangat senang mempermasalahkan berat badanku?” ucapku.

“Tidak, aku hanya bicara saja …”

Aku membuka mataku saat perlahan merasa kram di kakiku.

Hey, kakiku terasa aneh,” kataku membuat Baekhyun segera melangkah ke kakiku, dan aku baru sadar jika ada kabel melingkari kakiku, melilitnya, dan sedari tadi apa yang aku perhatikan?

Baekhyun melepaskan lilitan kabel di kakiku, lalu perlahan, aku menggerakkan kakiku. Hebat sekali. Kakiku sudah terasa sama sekali tidak sakit.

“Bagaimana rasanya? Masih nyeri?”

“Tidak terasa apapun. Kakiku sudah baik-baik saja.”

Baekhyun mengangguk-angguk pelan, lalu meletakkan kabel yang ada di tangan nya ke dalam kotak berwarna silver yang kemudian Ia masukkan ke dalam lemari.

“Benda apa itu?” tanyaku.

“Sangat rumit menjelaskannya, tapi, ada yang perlu aku bicarakan denganmu.” ucap Baekhyun.

“Apa?”

“Tidak disini. Aku akan membicarakan nya sambil mengajakmu berjalan-jalan di sekitar sini.” Ucapnya.

“Oh, arraseo.” aku bergerak turun, dan aku sadar, setiap gerak-gerikku di perhatikan oleh Baekhyun.

“Kenapa kau melihatku terus?” tanyaku.

“Tidak ada, aku hanya memastikan kau benar-benar baik-baik saja.” ucapnya membuatku refleks memutar bola mataku.

“Aku bukan anak kecil,” ucapku.

“Aku tahu. Ayo, kau akan suka pada tempat ini,”

Tanpa bicara apapun aku melangkah mengikuti Baekhyun, Ia membawaku keluar dari ruangan tempat aku tadi berada, dan sekarang kami berjalan di koridor panjang berwarna putih. Tampak sangat asing.

“Sebenarnya kau mau bicara apa?” tanyaku.

Baekhyun menghentikan langkahnya, berbalik memandangku.

“Apa kau masih ingin sekolah?” tanyanya berhasil membuatku tersentak.

“Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Jika ku katakan, kau bisa bersekolah disini, di sekolah kami, bagaimana?”

Aku menyernyit bingung. Apa yang sedang Ia bicarakan?

“Jangan bercanda di saat seperti ini.”

“Aku tidak bercanda Hyerin. Mianhae, karena membuatmu di keluarkan dari sekolah, seharusnya aku tidak bersikap egois dengan berusaha jadi juara pertama di sekolahmu, tapi, kurasa, kau pantas untuk bersekolah disini.” Ucapnya.

“Aku bukan bagian dari kalian. Kau tidak harus menebus kesalahanmu dengan seperti ini. Lagipula, walaupun aku ada di posisi pertama, aku akan tetap di keluarkan dari sekolah itu,” kataku.

“M-Mwo? Kenapa?”

Aku tersenyum tipis.

“Ada hal yang kau tidak harus tahu alasannya. Jeongmal gomawo, karena membawaku ke sini dan mengobati lukaku, dan gomawo karena sudah berpikir untuk membuatku bisa bersekolah, disini. Tapi, tempat ini bukan tempat yang tepat untukku, tempat ini untuk kalian.”

“Tapi kau pintar, sangat pintar, apa kau takut kau akan di kalahkan oleh kami?” tanyanya membuatku ingin tergelak, tapi segera kutahan.

“Aku tidak pernah takut di kalahkan, aku hanya yakin, aku tidak sepantasnya ada disini.”

Keundae, Hyerin-ah …”

“Berhentilah merasa bersalah. Berhentilah bersikap peduli padaku, Baekhyun.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

“Berhentilah merasa bersalah. Berhentilah bersikap peduli padaku, Baekhyun.”

Aku tersentak saat mendengar ucapan Hyerin.

“Kenapa kau bicara seperti itu?” ucapku.

“Aku tidak suka. Aku sudah terbiasa hidup dalam ketidak pedulian, dan aneh … saat ada orang yang peduli padaku. Terutama karena Ia bukan manusia.” ucap Hyerin membuatku terdiam.

Ia sangat menganggap perbedaan kami. Satu hal yang membuatku terluka. Ia menganggap bahwa dirinya tidak akan bisa ada disini, bersama kami. Dan dia beranggapan bahwa kepedulian seseorang yang bukan manusia tidaklah ada artinya, dan aneh.

“Memangnya apa yang salah jika aku bukan manusia? Apa hanya manusia yang bisa peduli pada sesama manusia?” tanyaku.

“Aku tidak bilang begitu. Kemunculanmu sebagai seorang bukan manusia yang meminta bantuanku, bagiku sudah sangat tidak masuk akal, dan aku tidak ingin menenggelamkan diriku dalam ketidak masuk akalan. Aku ingin pulang, Baekhyun. Tempatku bukan disini.”

“Kenapa? Kau tidak menyukai kami? Kau tidak menerima perbedaan? Kau masih marah karena aku merebut posisi mu dan membuatmu kehilangan sekolah?”

“Aku sama sekali tidak berpikir untuk menjawab ya pada salah satu pertanyaanmu. Apa kau terbiasa bersikap kekanak-kanakkan seperti ini?”

Aku diam. Tidak menyahuti ucapan Hyerin. Bukan karena aku tidak ingin menjawabnya, tapi karena apa yang Ia ucapkan. Aku sangat tidak terbiasa untuk tidak dituruti oleh semua orang disini.

Dan sikap Hyerin padaku selalu menampakkan bagaimana dia sangat tidak pernah ingin menurutiku. Dan aku tidak suka. Aku tidak suka saat ada orang yang membantahku.

“Kurasa jawabannya ya.” ucap Hyerin membuyarkanku dari pemikiranku.

“Aku akan mengantarmu pulang,” ucapku lagi-lagi tidak menyahuti ucapan Hyerin.

“Mana penutup matanya?” tanya Hyerin, mengingatkanku jika selama dua kali yang lalu Ia selalu menggunakan penutup mata agar tidak melihat jalur masuk dan keluar dari Akademi ini.

“Pejamkan saja matamu, aku akan membawamu keluar dalam hitungan detik,” ucapku

Hyerin memandangku sebentar, lalu Ia mengangguk dan memejamkan matanya. Dengan satu spelling aku membawa Hyerin keluar dari Akademi, dan kami sekarang sudah berdiri di tikungan yang jadi tempat favorit Hyerin.

“Kita sudah sampai,” ucapku, dan Hyerin membuka matanya dengan cepat

Gomawo,”

Aku diam. Memandang Hyerin untuk terakhir kalinya, karena aku tahu, setelah ini kami tidak akan pernah bertemu lagi.

“Selamat tinggal Hyerin,” ucapku sambil melangkah mundur.

Hyerin menjawab dengan anggukan yang entah mengapa membuatku kecewa lagi. Dengan satu spelling aku akhirnya pergi dari tempat Hyerin, dan kembali ke Akademi. Tempat yang sekarang … entah mengapa tidak begitu aku inginkan.

“Ada apa denganmu nak?”

Aku mendongak, tersenyum kaku memandang Eomma yang berdiri di ujung kamarku.

“Aku baik-baik saja.”

“Gadis manusia itu tidak mau disini?” tanya Eomma

Aku menggeleng.

“Dia bilang dia bukan bagian dari kita,”

“Dia memang bukan bagian dari kita.”

Yeobo-ah,”

“Kita tidak bisa memaksakannya. Dia sadar jika dia bukan bagian dari kita. Dan kita tidak bisa memaksanya.”

“Tapi aku ingin dia di sini dan jadi bagian dari kita.” Ucapku.

“Tidak ada baiknya bagimu jika kau terus mengingat manusia itu.” ucap Ayah.

Mwo?”

Yeobo-ah!”

Athazagorapshyra.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

45 Comments Add yours

  1. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Liked by 1 person

  2. OWL says:

    Wah… Update juga akhirnya..
    Tau gak?? Pas buka ni web..langsung terpampang tulisan Dream..
    Gue seneng bngt!!,..
    Rish hyerin kok dringgalin lagi??? Lnjutanya bkalan sma baekhyun kan?? Iya kan???
    Udah dlu coment pnjangnya dah…
    Fighting Rish!!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Akhirnya dream nampang juga XD wkwkwkwkwkwk maaf karena balesnya lama yakk XD ketimbun notifnya huhuhu~

      Like

  3. kirito says:

    Huwaaaa aku sudah menunggu ini hihihi… aku sukaaa baekhyun sama hyeri,, hyeri kapan kau suka sama baek baek… ayahnya baekhyun ga setuju banget yah😠 kesel… ayolah kalian bersatu saja.. suka lihat kalian.. kak irish jadi kai bagaimana?? Wkwkw masih yakin nih kai itu jongin. Ayahnya hyeri harus dimusnahkan😈 ditunggu banget kak next chapnya hihihi… keep writing and fighting!!!

    Like

    1. IRISH says:

      kurang n itu namanya XD wkwkwkwkw iya itu ayahnya si cabe berasa bukan calon mertua yang baik XD wkwkwkwk

      Like

  4. Siti says:

    Ommo ! Ommo ! Ommo ! Waaaaaah hyerin parah sekali keadaan kamu,, uuhuhuhuhu irish aq nunggu lama banget buat ff ini hiks T.T tapi aq suka sama ceritanya yang di chap ini tapi belum bisa puas soalnya masih nunggu chapter chapter selanjutnya hehehe,, knapa hyerin gak mau di akademi padahal aq berharap banyak moment baekhyun-hyerin,, oh mantra apa itu yg diucapin sama ayahnya baekh jangan jangan mantra yg bikin baekh lupa sama hyerin 😦 oh andweeeeeee !!!!!!

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakaka iya kasian hyerinnya, untung aja baekhyun tetep demen sama dia ya? XD wkwkwkwkwkwk

      Like

  5. SHINERSB says:

    kalo aja si byeon cabay notice aku dr dulu .. mungkin dia ga akan galau akan kebiadan hyerin :3

    Like

    1. SHINERSB says:

      *kebiadaban

      Like

    2. IRISH says:

      KALO AJA BEGITU XD XD XD AKU NGAKAK HYERIN DIKATA BIADAB XD

      Liked by 1 person

  6. Park novem says:

    Yeayy udh d publish.. Batu bgt si hyerin ihhh ntar klo tinggal sma ayahnya trs dipukulin lagu gimanaa. Trs itu baekhyun mau diulangi ingatanttg hyerin sma ayah nya? Ahh jdi gmn dong klo lupa sma hyerin..

    Like

    1. IRISH says:

      iyep bener, itu dia ngeyel sih gamau ikut sama si cabe XD kwkwkwk

      Like

  7. leehagi says:

    Finally kita bertemu lagi di comkent dream ini hehehehe
    Kak irish walau aku sebenranya gak tau apa yang dimaksud dengan –sphyra yang banyak baget itu heheh
    tapi entah kenapa aku yakin –shpyra yang terakhir fungsinya buat hilamgin ingatan wkwwkkw sok tau aja si sebenernya ehhe
    Dan aku kasian ama cabe , udah susah susah jadi dokter dadakan buat nyelameyin si hyerin eh ditolak juga wkwkwk
    Itu karna karena selalu ,enggoda lelaki orang, akibatnya dia ditolank oleh seorang perempuan

    Dan yang yerlahir semangat buat lanjyin semua ff ynya dan real lifenya yaaaa♥♥♥

    Like

    1. IRISH says:

      entah kenapa komen penuh typo ini ngangenin XD wkwkwkwkwkwkw itu semuanya spelling yang aku ngacoin sengaco-ngaconya XD wkwkwkwkwkwk iya itu si cabe, gatau perjuangan baekhyun apa ya XD wkwkwkwk

      Like

      1. leehagi says:

        Aaaaaaaaa, si sweet aku jadi terharuuu, kaok gitu aku gak akan hilangkan typo ini dari ko,en2nya swla jutnyaaa,
        jadi gak irish bisa terus menikmati hujan typo di setiao komentku..
        Samoai suatu saaat akan kuumngkapkan aoa yanh menyebabkan aku tak bisa comment tanpa ada typo hehehhe

        Ngakak sendiri pas tau aku nulis sok2 puitis gupitu padahal gak ada ouitisnya

        Like

      2. IRISH says:

        XD buakaakkakak serius aku belakangan ngerasa ada yang kurang dari komen, dan ternyata karena ga ada yang typo XD wkwkwkwwkk
        ini typo nya buanyaakk XD

        Like

      3. leehagi says:

        Jangan2 kak irish kangen ama typo aku wkwk makanya ngerasa ada yang aneh dari komen kemaren2 wkwk

        Like

      4. IRISH says:

        heeh ane kangen emang XD karena ga ada yang typo wkwkwkw

        Like

      5. leehagi says:

        Tapi sudah kembali lagi bukan wkwkwk, gak enak kalok gak pakek typo berasa ada yang kuran dan gak bisa bikin kak irish ngakak hehe

        Like

  8. tyazputri says:

    Hemt, lagi-lagi irish ngasih teka-teki di akhir. kira-kira apaan ya “Athazagorapshyra ” itu?

    Like

    1. IRISH says:

      gugling coba artinya apa XD

      Like

  9. Ya ampun, itu baekhyun diapain appanya
    Dihilangin ingatan kh
    Trus gimana nasib hyerin hbs balik lg ke dunia manusia
    Ketemu bapak tirinya lg
    Babak belur lagi? Pdhal udah di sembuhin,
    Greget ama hyerin kekeuh banget ttp nantang maut balik kebumi
    Bakal lari ato gimana dianya ama bapa tirinya?

    Bacanya sambil greget dan sakit mataq pangling2 liat hurufnya
    Gara2 baca versi Pc, backgroundnya baek terlalu badai, tp backgroundnya jg ngaburin tulisan2nya *mian malah curcol lagi dilapak irish,hahaha*

    Ditunggu aj next chapnya

    Like

    1. IRISH says:

      udah aku ganti btw temanya jadi baekhyun udah gak mengganggu pemandangan XD wkwkwkwkwk abis fontnya kecil2 kali ya jadi makin ga kebaca huhu maaf yaa

      Like

      1. Makasih irish atas perhatiannya

        Baekhyunnya ganteng tp bikin mataq pusing liatnya *plak

        Mungkn jg krna warna font sama backgroundnya yg sama2 gelap jdnya ga keliatan gt

        Like

      2. IRISH says:

        XD buakakakaka jangan bikin pusing, jambak aja dia mendingan XD

        Like

      3. Nanti kalau aq jambak baek psti jambak balik dan akhirnya kami bakal kelahi ala2 cewe alay nanti, main jambak n cakar,hahahaha

        Like

  10. min yoonmi says:

    wahaaaa~~~ akhirnyaaa~~~ aku kangen kak irish T~T
    kak irish lagi baik langsung post 2 slice wkwk :v
    ini hyerin jadi manusia setengah spora/? wkwk namanya susah ._.v
    sumvah kak ini sci-fi nya kerasa banget, yoon ampe bayangin jadi asistennya wkwk

    Like

    1. IRISH says:

      XD jangan kangen aku XDwkwkwkwkw setengah spora katanya XD wkwkwkwk\

      Like

  11. byun che says:

    aaah…
    maaf kak irish, aku telat buat baca dam komennya
    dan seperti biasa, update kak irish selalu memuaskan
    hehehehe

    fighting kak

    Like

    1. IRISH says:

      XD engga apa-apa, santai aja kalau sama aku mah XD wkwkwk

      Like

  12. anggunrania says:

    mantra apa itu? jgn2 mantra yg buat baek lupa sama hyerin nantinya. o ya aku mau komen buat background page nya, mnurutku agak ga nyaman pas baca soalnya di bgian tertntu tuh gelap sdgkn font nya brwrn hitam jd kdng ada bbrp kata yg susah di baca. trutama buat yg baca lewat smartphone, ga tau klo lewat pc

    Like

    1. IRISH says:

      iya itu mantranya biar lupa XD wkwkwkwkwkwk bener sekali kamu XD wkwkwk
      iyaa maaf ya, padahal di previewnya gak nutupin tapi pas di PC ternyata … btw, udah kuganti backgroundnya, semoga lebih nyaman XD

      Like

  13. EONSA says:

    Yuhuuuu akhirnya ada chap 9^^
    Ini kenapa jadi sad?duh hyerin harusnya nerima aja gitu 😦

    Duh kak,itu ayahnya kejam banget ama hyerin sih?bener bener minta di bedog tuh

    Btw aku bener bener penasaran ama kai dan jongin kak,orang yang sama kah?

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakakaka akhirnya sampe chapter sini juga ya? XD wkwkwkwkwkwk minta digampar dia mah XD

      Like

  14. suretodream says:

    Baru liat notif ternyt udh diupdate,, aku kasian lo sm baekhyun yg terus2n ditolak,, lagipula kan kalau hyerim tinggl disana dia kan pasti akan seneng karn punya bnyk temen

    Like

  15. Byun says:

    Apaa kabarr risihhhh ehh irishhhhhhhh hahhahahaha,, ingatt akuuu??????

    Woooooo,,,, bunglonnn parahhh bangettttttt yakkk,,, ganasss,,,,

    Byunn baconnnn hyeriiii huwaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Like

    1. IRISH says:

      XD ZHAFIII, INGET, ANE INGET LAH XD WKWKWKWKKW

      Like

  16. Endah says:

    Rishhhh, Keknya si Bunglon perlu kita hempas ke Ancol ⊙︿⊙ Jahat bener dia menistakan Hyerin Lahir dan Batin. Btw, izin baca kelanjutannya ya Rish ^^

    Like

    1. IRISH says:

      XD dihempas ke ancol, wkwkwkw yang nulis aja belum ke ancol ~

      Like

  17. Kak Irisseeeuu~ Aku baca sampai slice 9 wkwkwk :’3
    ceritanya keren :’3
    tsadest sekali kak. otokek :’3
    aku tidak kuat hidup jika jadi Hyerin.
    kira kira wajah bunglon seperti apa? hmz. mungkinkan seperti bunglon ._.
    biasanya yang jahat itu ibu tiri cem cerita cinderella, lah ini bapak tiri yang jaat :’3 bapak tiri cem apa dia :’3
    jangan jawab macem bungklon kak~

    Athazagorapshyra/?~~~~~~
    /otw baca slice 10/

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakaka ini padahal begitu astral dan gabisa dimengerti masa ceritanya XD syukurlah ada yang mau nyasar lagi ke sini XD

      Like

  18. PNhd_RV says:

    Jgn bilang kalo baekhtun di mantrai biar gk inget sm hyerin. Sedihhhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s