[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Full Of Pain

1461818747696 copy.jpg

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] -Full Of Pain-

Title : Full Of Pain

Cast :

  • Byun Baekhyun (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Yeol Ra ( OC)
  • Eun Hye Min (OC)
  • Kim Jongin (EXO)

Supporting  Cast :  Chanyeol  (EXO), Kris and  Sandara Park (2NE1),

Genre :  School life; Mystery; Fantasy; Comedy (?); Friendship ; Romance.

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

Author :  baekheart__

Disclamer :  This story murni dari otakku sendiri dan terinspirasi dari beberapa ff yang pernah aku baca. jika ada kesamaan alur cerita atau yang lain itu bukan unsur kesengajaan. Cast dan OC hanya milik YME, orang tuanya dan agensi masing-masing.

Don’t  be  plagiarism, and copas without my permission.

Happy Reading Guys ~

Summary : || “ To love is to receive a glimpse of heaven.” ||

Byun Baekhyun atau biasa dipanggil Baekhyun. Daridulu,  Baekhyun adalah murid terbodoh di kelasnya  , bahkan ia selalu mendapatkan nilai 0. Kim songsenim, memberi kertas ulangan kemaren satu per satu. Giliran tempat duduk Baekhyun, ia memberi kertas ulangan dengan tatapan sinis. Baekhyun malah mengacuhkannya.

“Baekhyun!! Lagi-lagi kamu mendapatkan nilai nol! Kapan kau tidak mau berubah Byun Baekhyun? kau harus seperti Hye min, ia adalah murid andalan sekolah kita.” Kata Kim songsaenim berkomentar pedas.

Semua teman sekelasnya menyorakinya dengan sebutannya itu. Mereka menertawai Baekhyun, apalagi Kai ia mengejek Baekhyun habis-habisan. Memang, Kai sangat membenci Baekhyun karena tidak letih mengejar cinta dari Eun Hye min yang sekarang telah menjadi kekasihnya. Sebenarnya Baekhyun juga punya perasaan suka dengan Yeolra, tapi ia masih bimbang.

“Hahahaha..  kau mimpi bisa merebut Hyemin dariku. Hahaaha..” umpat Kai yang merendahkan Baekhyun.

“Memangnya kenapa kalau aku mendapat nilai nol lagi? Kau ini cemburu ya dengan penghargaan nol ku itu?” Tanya Baekhyun.

“Apa-apaan kau ini! Hah!”

Kai mencengkram kerah baju Baekhyun sampai-sampai Baekhyun terbangun dari kursinya. Kai memukul  pipi Baekhyun hingga memar. Itu memang sudah menjadi pekerjaan Kai setiap kali Baekhyun mendapatkan nilai nol.

***

    Bel berbunyi,waktunya untuk jam olahraga. Semua murid keluar kelas untuk mengganti baju. Begitu juga dengan Baekhyun ia berjalan sendirian ke lokernya untuk mengambil baju olahraganya yang sengaja ia tinggal di lokernya itu.

Baekhyun membuka lokernya, namun angin berhembus kencang. Keadaan di sekitarnya berubah menjadi menyeramkan. Malahan, semua pintu di loker-loker terbuka lalu tertutup lagi dan lampu-lampu di atas meredup seketika Baekhyun membuka lokernya itu.

“Ada apa ini? Kok tiba-tiba bulu kuduknya merinding begini, sih?.”

Baekhyun melanjutkan mengambil kaos olahraganya di dalam lokernya. Namun, setelah beberapa langkah berjalan ia mendengar ada seseorang yang memanggilnya. Ia menoleh kesekelilingnya. Namun,tempat itu sepi, tidak ada seorangpun disana.

“Baekhyun, tunggu sebentar. Tolonglah aku Baekhyun, jebal. Mungkin orang sekelilingmu tidak bisa merasakan kedatanganku kesini, dan hanya kaulah yang bisa menolongku. Jebal, dengarkan aku dulu.”

“Nuguya? Apa maumu sebenarnya.. kalo mau meminta bantuanku harus dengan baik-baik, jangan malah membuatku seperti ada di game Resident Evil begini dong. Ayo sini, wujudkan dirimu baik-baik.”

WUSSSSSSSSHHH ~

Seketika, seseorang misterius itu muncul begitu saja di hadapan Baekhyun. Ia bertatapan dengan Baekhyun. Tubuhnya seperti sesosok manusia normal. Ia cukup tampan. Ia juga berbicara seperti manusia biasa. Tapi.. kenapa ada manusia transparan dan berpendar-pendar seperti itu, batin Baekhyun.

“AAAAAAAHHHHHH, JEBAL.” Baekhyun menjerit kaget.

“Anyeong Haseyo, aku sehun, seorang gustas dari dimensi lain, yaitu axy dimension. Mungkin, hanya 20 orang yang bisa melihatku dari semua murid di sekolah ini..”  ujarnya

Gustas? Jadi kau itu bukan hantu? Kau jelas hantu.kau transparan dan bisa menghilang meskipun wajahmu tak sedikitpun menyeramkan.”

“Ckckcck, manusia ini,, aku ini benar-benar gustas. Dan, maksud kedatanganku disini hanya untuk meminta bantuanmu untuk mencari liontin axy yang ada di sini. Aku ingin kembali lagi, ke duniaku. Dunia dimana, semua kembaran manusia yang ada di bumi tinggal tapi mereka sifatnya bertolak belakang dari manusia tersebut. Contohnya aku, aku ini adalah kembaranmu dari axy dimension.”

“Mwo? Kenapa wajahmu tampan sekali? Dan kau .. fashionable sekali?” Baekhyun tak yakin.

“Yah, itu karena orang-orang yang tinggal di dunia ku ini sifatnya bertolak belakangan semua dengan kembarannya masing-masing di bumi ini. Sebenarnya , aku tidak bisa balik lagi ke tempat tinggalku itu karena kembaranku harus bisa berubah. Dan aku hanya boleh kesana setelah aku menemukan liontin axy ku itu yang ada di jiwamu itu, Baekhyun-ssi.”

“Ohh, begitu. Aku masih tak percaya denganmu. Manamungkin,kembaranku lebih tampan sepertimu?” potong Baekhyun.

“Sudahlah, ikuti perintahku saja.”

“lalu, dimana liontinmu itu? Apakah aku harus mencarinya sampai keliling dunia?”

“Tidak… liontin itu jelas ada di jiwamu. Kau harus bisa mengubah dirimu menjadi seorang genius seperti Eun Hye min dan membalas cinta seseorang yang benar-benar mencintaimu..” kata sehun,

SKIP >>>

Baekhyun merasa aneh melihat sekelilingnya, ia yakin kalo Sehun mengikutinya dari belakang. Dan benar saja, Sehun tengah di sampingnya sambil memegang sebuah alat yang kelihatannya mirip dengan handphone touchscreeen keluaran terbaru. Baekhyun mencoba merebutnya, tapi malah menerobos begitu saja. Ia mencoba berulang kali, tapi hasilnya sia-sia. Ia tidak bisa memegang alat tersebut. Baekhyun mengeluh kesal, Sehun  hanya tertawa terbahak-bahak melihatnya.

“Hanya gustas lah yang bisa memainkan alat ini.” Kata Sehun dengan sombong.

*****

Yeolra POV.

    Baekhyun-ah.. kenapa lo masih gak peka ama gua sih?

    “Yeolra , kenapa lo bengong?” kata Chanyeol.

Baekhyun menuju ke warung kimchi tersebut. Nama penjualnya abang Ipan. Emang sih kepalanya mirip bohlam atau gak gurunya sung go kong yang palanya botak kinclong.Malahan tiap hari tuh abang ipan selalu ada yang minta selfie bareng. Gua ama chanyeol ngakak sendiri pas liat Baekhyun ngegodain tuh abang-abang kimchi.

“Woii nying.. lo kalo mau minta gratisan jangan nyabe di sini dong!” ledek Chanyeol.

“Daripada lu ngemodusin mba-mbak mekdi. Masih mendingan gua lah vrooh.” Gertak Baekhyun

Pesenan abang bohlam akhirnya udah kelar, Baekhyun duduk di sebelah gua, malahan tiang bendera minta geseran mulu lagi. Gua jadinya terlalu mepet ama tuh tutup mijon. Gua gak myangka akhirnya gua duduk sebelahan juga ama nih tutup mijon. Soalnya dari dulu , gua tuh kalo di kantin duduknya sebelahan mulu sama tiang bendera jadi bete gua. Gua ngefly pas Baekhyun diam-diam ngeliatin gua pas lagi makan kimchi.

Setelah makan di kantin , kita semua ke kelas masing-masing. Chanyeol udah disamperin tuh sama pacarnya si Dara. Sedangkan , gue? Harus ke kelas bareng sama tutup mijon. Emang nasib emang. Pas udah ngelewatin kelasnya ceye , baekhyun genggam erat tangan gua secara tiba-tiba.  Perasaan gua ada yang ngetawain gua ama Baekhyun yang lagi gandengan. Yaudah gua nengok ke belakang. Astogeeh.. kok tumben ada hantu cogan begitu.

“aku Sehun, gustas Baekhyun dari axy dimension.” suara itu buat gua jadi rada kaget.

“Gua Kim Yeolra. gustas? Oh iya .. gua tau dari cerita halmoni gua kalo gustas itu semacem kembaran tapi sifatnya beda ya dari dimensi lain, ya kan bener?” celetuk gua.

“Tapi gua heran deh, kenapa gua gak punya gustas ya?”

“Karena kamu sifatnya sering berubah-ubah alias moodmaker jadinya, gitu deh.”

*****

Dua minggu kemudian..

Baekhyun semalaman belajar habis-habisan karena besok adalah ujian sekolahnya. Ia begadang semalaman. Sedangkan Sehun hanya memantaunya sambil minum bubble tea. Sehun senang akhirnya ia bisa meraih kesempatan emas. Sudah 50 soal Baekhyun mengerjakan soal pilihan ganda, ia harus bisa menyelesaikan soal essay agar bisa melihat seperti apa kehidupan di axy dimension.

“Waktunya habis.” Kata Sehun.

“Yey.. aku bisa. Sehun-ah! Lihatlah ini!”

Baekhyun memperlihatkan secarik kertas lembar jawabannya di depan muka Sehun. Sehun hanya bertepuk tangan. Ia pun mengambil sebuah alat yang ada di kantong jaketnya. Alat itu mirip mixer. Alat itu berputar layaknya sebuah mixer. Baekhyun melihat ke dalam alat tersebut. Dan benar saja, dengan sekejap air itu berubah menjadi sebuah cuplikan yang terlihat jelas menampilkan kehidupan gustas disana. Mereka malah berbeda jauh dengan kembarannya sendiri. Baekhyun akhirnya tau seperti apa kehidupan gustas sebenarnya. Ia berterima kasih kepada Sehun.

*****

    Ini adalah saat yang paling ditunggu-tunggu Baekhyun yaitu  kelulusan sekolah. Baekhyun mencari namanya dari yang paling atas sampai bawah di papan pengumuman. Dan ternyata, Baekhyun mendapatkan nilai yang cukup mencegangkan. Dia mendapatkan peringkat ke 8 diatas Yeolra. Baekhyun merasa senang sekali. Di sisi lain, ia juga merasa sedih karena harus kehilangan orang yang selama ini membuatnya menjadi sepintar ini yakni, Sehun.

“Sehun-ah.. aku tidak mau kehilanganmu..” Baekhyun  merengek-rengek di depan Sehun.

“Baekhyun-ah. Sudahlah jangan merengek seperti anak bayi di hadapanku. mungkin ini kali terakhir kita bertemu lagi.” Kata Sehun.

“Sehun-ah.. kajimaaa..” Baekhyun masih tidak kuat membiarkan Sehun hilang begitu saja.

Tiba-tiba muncul cahaya yang menyilaukan pandangan Baekhyun. Cahaya itu perlahan-lahan berubah menjadi liontin axy yang selama ini Sehun maksud. Liontin itu berbentuk hexagon , di dalamnya bertuliskan ‘To love is to receive a glimpse of heaven. Liontin itu hancur berkeping-keping saat Baekhyun metempelkan liontin axy itu ke sebuah jam tangan yang kini dipakai oleh Sehun. Perlahan-lahan tubuh Sehun menghilang dengan sekejap.

***

Sudah 5 hari Baekhyun melepaskan kepergian Sehun, ia mengenggam pecahan liontin itu di tangannya. Baekhyun masih mengingat kejadian itu. Kini saatnya, ia membalas cinta seseorang yang benar-benar ia sukai. Strategi sudah dibuatnya  untuk menyatakan perasaanya ke Yeolra. Baekhyun menarik tangan Yeolra dan mengajaknya ke rooftop. Baekhyun menyuruh Yeolra untuk menutup matanya. Dalam hitungan ketiga Yeolra membelalakan matanya. Di hadapannya sudah ada Baekhyun yang berlutut kepadanya.

“Yeolra ,sebenernya gua suka sama lo, Do you wanna be my girlfriend?” Baekhyun memberikan boneka dan setumpuk bunga mawar kepadanya.

“Ya.”

Jantung Yeolra berdegup kencang saat Baekhyun menembaknya. Dengan malu-malu, Yeolra menganggukan kepalanya. Ia menerima cinta dari Baekhyun. Baekhyun berteriak kegirangan saat Yeolra membalas jawaban ya.  suasana semakin bertambah romantis, saat Baekhyun memojokkan Yeolra ke tembok dan mencium kedua pipinya itu.

 

Yeolra tidak menyangka ternyata cinta pertamanya itu terbalas dan berbeda jauh dengan selama ini yang ia pikirkan.

 

karena takdirlah yang bisa mengubah pra sangka buruk kita.

 

-THE END –

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s