[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Draw Blood

zea (1).pngDraw Blood

Cast : Byun Baekhyun, Kim Jaeri (OC), Nam Heeri (OC)

Rate : Teen

Length : Ficlet

Thanks to

ladyoong @PosterChannel

Storyline by ZeaEugenia

.

“ Level tertinggi mencintai adalah merelakanmu bahagia bersamanya. Level tertinggi bullshit adalah kalimat barusan. ”

.

.

Srrkk

Srrkk

Seorang pria bertopi hitam berjalan dengan menundukkan kepalanya, sesekali ia menyeret kakinya seakan – akan kakinya tak mampu lagi untuk berjalan. Dia Byun Baekhyun.

Ntah apa yang membuatnya seperti ini, apa mungkin karena nilai ujiannya rendah?  Mustahil!

Bruk!

Tiba – tiba saja seorang gadis kecil berlari dari arah berlawanan, tanpa sengaja menabrak Baekhyun yang – jelas – tubuhnya lebih besar dibanding dirinya. Ringisan kecil keluar dari bibirnya, membuat Baekhyun bergegas menolongnya dengan mengangkatnya dan mendudukkannya di kursi.

“ apa yang sakit? ” Baekhyun memeriksa bagian kaki, tangan dan wajah gadis itu. Dan ia melihat luka di bagian siku kanannya. “ appo.. ” lirih gadis itu.

“ tunggu disini, tahan sebentar arra? ” pesan Baekhyun kepada gadis itu sambil tersenyum dan mengusap rambutnya. Lalu pergi ke sebuah minimarket yang tak jauh dari taman ini. senyuman kecil terhias di bibir gadis itu, oppa yang tampan.

.

.

“ ahahaha.. oppa kena.. ” Jaeri memeletkan lidahnya kepada Baekhyun, setelah mengotori pipi kiri Baekhyun dengan ice cream vanilla yang baru saja mereka beli di dekat taman tadi. Ya, Jae-ri.. gadis itu bernama Kim Jaeri.

“ aish.. nakalnya.. saat ini beruang sedang marah hahaha.. akan kugigit kau Jaeri-ya.. ” dengan sedikit menggeram, Baekhyun berakting layaknya beruang yang sedang menatap mangsanya, yaitu Jaeri.

Jaeri pun berlari menghindari Baekhyun yang tengah mengejarnya sekarang. Sesekali ia menjerit ketika tangan Baekhyun hampir meraih tubuh kecilnya. Terkadang mereka memutari kursi taman berkali – kali, membuat Jaeri hampir menyerah.

Hingga..

Bruk!

Lagi – lagi ia terjatuh, karena menabrak seseorang, tapi kali ini bukan Baekhyun.. Melainkan..

“ Heera ” seutas nama seseorang keluar dari bibir tipis Baekhyun ketika melihat – di depannya – seorang gadis sedang membantu Jaeri bangkit dari tidur tak elitnya(?).

“ minta obat sama oppa.. ” tiba – tiba saja Jaeri berucap dengan volume – agak – tinggi sambil menunjuk ke arah Baekhyun. Membuat Baekhyun terkejut dan langsung berpura – pura seolah – olah ia tidak tau apa yang terjadi.

“ oh? Baekhyun-ah.. ekhem.. hai ” Heera – nama gadis itu – juga terkejut melihat Baekhyun yang ternyata ada didepannya. Ia juga terlihat gugup ketika Baekhyun balas memandangnya.

“ anu.. obatnya? ” pintanya pada Baekhyun. Dan Baekhyun pun langsung menyerahkannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“ Oppa saja yang obatin.. ” Ujar Jaeri yang sudah duduk diatas kursi, dan menolak ketika Heera hendak membuka botol obat lukanya.

“ arraseo, ” Heera pun langsung menyerahkan kembali obat itu kepada Baekhyun dan Baekhyun berjongkok untuk mengobati luka di lutut Jaeri dengan hati – hati.

“ Baekhyun – ah .. maaf untuk so- ”

“ kau tidak bersalah Heera.. ” potong Baekhyun, membuat Heera langsung tertunduk dan membungkam.

“ kau ternyata masih sering berkunjung kesini, sendirian? ” Heera pun mendongakkan kepalanya ketika Baekhyun bertanya kepadanya.

“ tidak, aku bersama.. ” belum selesai Heera menyelesaikan ucapannya dengan ragu, suara berat dari arah belakang memotongnya “ Chan – Yeol ” dengan di-eja.

Baekhyun pun langsung menoleh ketika mendengar suara berat itu. Sementara Jaeri hanya menatap mereka berdua dengan polosnya.

Heera pun tersenyum kecut kala Chanyeol datang menghampiri mereka yang sedang di landa keheningan dan rasa gugup – sepertinya –.

“ baiklah, kurasa kalian butuh waktu.. mm.. aku akan memberi kalian waktu.. 10 menit, itu cukup kan? Aku akan membeli beberapa makanan di market sana ” Tiba – tiba saja Chanyeol memutuskan sesuatu dengan sepihak, dan langsung pergi ke tempat yang ia katakan tadi.

“ Baek.. jika kau berpikiran kalau aku selingkuh dengannya, itu tidak benar.. karena dia adalah anak teman kerja appa, dan aku baru mengenalnya kemarin sesudah kita memutuskan hubungan kita.. dan- ”

“ tidak Hee.. aku tidak mungkin berpikiran seperti itu, kau yeoja yang baik dan sungguh tidak mungkin kau melakukan itu bukan, justru yang mungkin harus dicurigai itu adalah aku, karena.. aku dikenal seorang yang playboy di masa SMP dan SMA dulu, dan selama ini aku juga selalu pergi kuliah lalu bekerja, meninggalkanmu sendirian dirumah, Mianhae..  ” Baekhyun langsung beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Heera.

“ hikss.. ” isak tangis keluar dari bibir Heera, membuat Baekhyun melepaskan pelukannya. “  Uljima Hee.. kau tau, aku tidak suka melihatmu menangis.. ” ujarnya sambil mengelus bahu Heera.

“ Kenapa hubungan kita seperti ini? hiks ”

“ mungkin karena kau terlalu baik untukku, ” jawab Baekhyun membuat tangisan Heera makin menjadi – jadi.

“ aishh.. dengar Hee.. mungkin kita memang tidak berjodoh, tidak menjadi sepasang kekasih, tapi kita bisa menjadi teman bukan? Kita juga masih bisa bertemu kan? ” perlahan isak tangis Heera memelan, mendengar ucapan Baekhyun.

“ mari kita buat keluarga kita masing – masing menjadi keluarga yang bahagia, Kau tau aku mencintaimu kan? Aku pun bahagia jika aku melihatmu bahagia, jadi.. kau harus menjadi gadis yang baik seperti Heera-ku yang biasanya kepada Chanyeol, arraseo? ”

Heera menganggukkan kepalanya dan mengusap air matanya. “ Yak!! Sudah siap kan? Aku lelah menunggu!!! ” seseorang dibawah pohon sana, berteriak dan melambaikan tangannya kepada mereka.

Baekhyun mendengus melihatnya, sementara Heera tertawa kecil melihat keduanya. “ dapatkan yeoja yang baik dan jangan menjadi Baekhyun playboy arra? ” pesan Heera sambil menatap Baekhyun dengan tatapan mengintimidasi.

“ arraseo arraseo, dah.. sana pulang, orang ‘ itu ’ sudah menunggumu.. ” ujar Baekhyun malas.

“ bye.. Baekhyun-ah!! Jaeri-ya!! ” pamit Heera dengan melambaikan tangannya dan tersenyum senang.

“ bye.. ” gumam Baekhyun. “ Bullshit! ” Baekhyun – agak – terkejut mendengar perkataan itu dan menoleh menatap Jaeri yang sedang menatap kepergian Heera dengan ekspresi datar.

“ yak!! Apa yang kau katakana? Kasar sekali, siapa yang mengajarimu hmm? ” Baekhyun mengerutkan dahinya.

“ oppa bilang oppa akan bahagia jika dia bahagia dengan pasangan barunya, iyakan? Tapi jelas – jelas oppa sedang patah hati sekarang, yakan? ” tebak Jaeri.

“ mwo? Ck! kau hanyalah gadis kecil, kau tidak tau apa – apa ” Baekhyun langsung menolak perkataan itu dan mengangkat tubuh Jaeri dengan tubuhnya diatas bahu lebarnya.

“ aku tau itu oppa.. ”

“ kau tidak tau apa – apa, ayo aku antar pulang ”

“ aku tidak akan menunjukkan rumahku jika oppa tidak mengakuinya ”

“ yasudah, aku tinggal menurunkanmu dan meninggalkanmu saja disini ”

“ Oppa!!! ”

Fin~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s