[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Peterpan

IMG_5055.JPG
EXO – PETERPAN.
Cast : Byun Baekhyun, Claire.
Genre : fanfiction.
Minggu, 16 April 2016.
Pagi  itu Fajar menyapa dengan hangatnya, burung-burung menyanyi saling bersautan, daun -daun saling berjatuhan seraya angin memberikan oksigen yang melewati faring pernapasan sepersekian detik.
Seorang Pria membuka matanya, terbangun dari sebuah mimpi indah yang mengingatkannya pada kisah masa lalunya. Rasa itu semakin mendorong pria itu untuk mengingatnya.
–I brush off the dust on the old diary, The inside that suddenly opened up brightly. You are there still Like before. —

Maka pria itu berjalan memantapkan langkahnya. Ditemani rentetan kayu yang sudah lapuk, ia menyusuri jalan menuju sebuah ruang bawah tanah yang tembok lukisannya  penuh dengan kenangan manis, hingga membuat pria itu terdiam sesaat, menatapi setiap sudut yang ada.
Tak berjarak lama, sebuah senyuman terlampir di bibir pria itu. Ia masih terus tersenyum sambil berjalan ke arah sebuah meja. Diayunkannya tangannya, mengambil sebuah buku yang sudah sangat usang, berdebu. Sampul buku itu bertuliskan “Saranghae, Baekhyun-a”  dan Ia menatap buku itu dengan tersenyum.
Perlahan ia membuka buku itu sambil menarik bangku, dan duduk. Halaman pertama dibuka, menampilkan sebuah artistik wajah dengan 2 sosok yang terlihat diliputi kebahagiaan, menatap satu sama lain dengan tawa lebar yang terlampir bahagia di kedua wajah mereka. Di halaman kedua pun masih sama, namun kali ini lebih manis, di foto tersebut terlihat Baekhyun tertawa, sambil tangannya mengelus lembut rambut yang terurai tidak terlalu panjang dari gadis cantik itu.
–You are remained. I recall the pictures that I lived forgetting The little tremblings splurge in my body. It’s a bit of a sad thing that we can’t go back to that time.–
Begitu pun yang terjadi di setiap halaman buku itu, Baekhyun terus membukanya dengan tidak terlewatkan satu senyum pun dari  bibirnya.
Tanpa disadari titik-titik air membasahi matanya. Ia menangis seolah terharu seraya membuka lembaran-lembaran itu.
“Senyum mu masih sama, apa tidak ada yang berubah? jangan tertawa seperti itu, tawamu selalu menarikku.”
Begitulah monolog pria itu, seakan batinnnya menuntut untuk kembali ke masa itu, namun ‘waktu’ menghalangi keinginan batin pria itu.
–I’m going to look for you Tinker bell that the memories on the Neverland that followed through. At that place While looking at each other, were we smiling.–
Pria itu mengingat masa dimana mereka di pertemukan. Ya, pertemuan antara Baekhyun dan gadis itu, Claire. Sangat singkat awalnya, namun membuka sebuah kisah cinta klasik yang bernuansa abadi.
Kala itu, malam musim dingin. Seorang pria yang tidak lain adalah Baekhyun sedang menikmati secangkir americano di sebuah cafe. Ia meneguk secangkir kopi itu sambil menikmati pemandangan sekitar yang menampilkan suasana keramaian, yang tak kunjung hening.
 –The mischievous rascal that bothered you a lot. The memories are starting from that time, I gained your heart and even a kiss.–
Tak lama tampak seorang wanita yang terlihat tepat dimana Baekhyun memandang ke arah luar cafe tersebut. Seorang wanita berlenggok cantik menarik perhatiannya, Claire.
Saat Baekhyun tengah memperhatikannya tiba-tiba datang sekelompok laki-laki yang terihat dengan sengaja mengganggu wanita itu. Tanpa berfikir panjang Ia langsung mengambil tas nya dan berjalan ke arah wanita itu.
“Hey siapa kalian? Jangan berani kalian mengganggunya, dia milikku.”
Kata Baekhyun sambil meletakan tas nya di lantai jalanan depan cafe itu.
“Wah ada pahlawan disini.” Ledek sekelompok pria itu pada Baekhyun.
Mereka pun mulai berkelahi satu sama lain. Akhirnya sekelompok pria pengganggu itu pergi setelah mendengar suara sirine polisi tepat dibelakang mereka.
“Kamu baik-baik saja?”
“Ya, saya baik-baik saja, terimakasih.”
Inilah awal petemuan mereka. Sangat singkat, namun begitulah kenyataannya.
 –Although I turned one page that I lastly wrote about you in, no longer. I didn’t have the strength to read on, I’m going to erase the sad writings. It’s not going to be the end of our story, Because I’m going to meet you again. —
Kembali ke keadaan Baekhyun sekarang. Langit kian memudar, matahari turut menyembunyikan diri. Namun Ia masih menatapi buku yg penuh kenangan itu dengan mata berkaca kaca dan tak lupa, sebuah senyuman. Senyuman perih terlukis begitu jelas di raut wajahnya.
“Kau akan selalu ada dalam kenangan, kenangan terindah yang tak akan terlupakan dalam hidupku”
Baekhyun mengatakannya sambil memalingkan mukanya dari buku itu. Saat itu merupakan halaman terakhir yang ada pada buku itu. Namun Baekhyun memutuskan untuk tidak melihatnya.
Hatinya mengatakan bahwa ini semua belum berakhir. Dan ia percaya bahwa suatu saat mereka akan bertemu lagi, pasti. Entah melalui sebuah pertemuan singkat maupun panjang yang akan terus merangkai cerita cinta klasik bernuansa abadi di buku kehidupan mereka.
Advertisements

One Comment Add yours

  1. uchie vitria says:

    kemana emangnya sosok claire ini
    nyataatau enggak
    bikin penasaran kan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s