[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Hate

1462445022833.jpg

HATE…

Amura || Kim Yejin (OC), Byun Baekhyun EXO,  Song Young Eun (OC)|| Romance, Sad || oneshoot || PG Teen ||

Summary :

“gelegar angin pembawa pesan memberi peringatan pada rahasia cinta untuk melihatnya. Namun seolah tak didengar, raga ini terjatuh dalam lautan tawa yang berusaha menenggelamkannya. Keinginan untuk menghindar terasa percuma, saat rasa yang terpendam kini hanya menjadi angan angan kosong belaka

—-KIM YEJIN POV—-

Malam yang semakin larut tak dapat menghentikan keramaian pesta yang kini telah memenuhi ballroom hotel bintang 5 Seoul. Pesta untuk merayakan kelulusanku dan teman-temankupun berlangsung sangat meriah dan menyenangkan. Namun bukannya tenggelam dalam hiruk pikuk kesenangan pesta, aku hanya duduk ditepi ruangan sambil menatap bosan sekeliling.

“Hei, kau tidak bergabung dengan teman-temanmu?” Tanya seorang yeoja yang kutahu bernama Song Young Eun, membuatku menoleh menatapnya.

“Tidak, kau sendiri?”

“Aku hanya ingin menepi sebentar,” Jawabnya membuatku mengangguk pelan.

Baru beberapa menit terdiam, tiba-tiba lampu ruanganpun padam membuat semua orang memekik tertahan, tak terkecuali diriku yang kini telah berdiri sambil menatap sekeliling mencari pencahayaan. Namun percuma saja karena semuanya gelap. Tiba-tiba tanpa diduga lampu panggungpun menyala membuat semua orang menoleh. Akupun terkejut saat mendapati namja yang kukagumi dalam hati selama ini, kini telah duduk didepan piano.

“Maaf atas gangguannya, hari ini aku ingin memainkan melodi untuk seseorang yang special untukku.” Kata namja itu membuat seluruh penghuni ruangan bertepuk tangan meriah. Detik berikutnya yang terdengar hanyalah suara lembut piano yang dimainkan olehnya.

“Yejin-ah, kenapa Baekhyun Sunbae ada disini?” tanya Eunji-sahabatku yang kini telah berada disampingku membuatku menatapnya terkejut. “kau mengundangnya?”

“Tidak,”

“Kau yakin? Bukankah kalian sedang dekat?”

“Apa kau lupa seberapa luas koneksi namja itu? hanya menghadiri acara seperti ini saja pasti bukanlah hal yang sulit untuknya.” Kataku.

Kamipun lalu terdiam menikmati melodi Baekhyun Sunbae. Ya memang benar saat ini aku tengah dekat dengan namja itu. tapi mengundangnya kemari? Apa hak dan kuasaku? Aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya seorang yeoja penonton yang hanya bisa menyimpan perasaannya dalam hati. Jangankan untuk mengundangnya, menemuinya saja aku merasa tak pantas.

Entah berapa lama jari namja itu menari diatas piano, aku tidak tahu. Yang kutahu adalah setelah mendapatkan tepukan tangan meriah, Baekhyun Sunbae turun dari panggung sambil membawa sebuket bunga mawar. Akupun terdiam seketika saat namja itu berhenti didepanku sambil mengulurkan buket bunga itu kepadaku sambil tersenyum lembut. Dapat kurasakan puluhan pasang mata kini tengah menatapku dalam diam. Dengan ragu akupun mengambil buket bunga itu kemudian menatap Baekhyun Sunbae yang kini tersenyum padaku.

“Terimakasih untuk bantuanmu Kim Yejin,” katanya membuatku menatapnya bingung.

Setelah itu Baekhyun Sunbaepun berjalan melewatiku dan berhenti didepan Young Eun yang sedari tadi diam mengawasiku. Hal yang tak pernah kuduga sebelumnyapun kini terjadi, Baekhyun Sunbae berjongkok didepan Young Eun sambil membawa sebuah kotak yang berisi sebuah cincin.

“Young Eun maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Baekhyun Sunbae.

Dapat kurasakan semua orang kini menatapku dan Young Eun bergantian. Dan aku merasa sangat yakin ada pandangan belas kasihan yang terpancar diwajah mereka untukku. Young Eunpun menatapku sekilas sebelum yeoja itu mengangguk setuju. Sebelum mereka memperlihatkan adegan yang akan membuatku semakin terluka, aku segera berlari keluar ruangan bahkan keluar dari gedung hotel terkutuk ini.

Meskipun diluar sekarang tengah hujan deras, namun aku sama sekali tidak peduli. Yang ada dipikiranku saat ini adalah bagaimana caranya menjauh dari gedung jahanam itu. akupun mempercepat lariku saat kurasakan air mataku mengalir dengan derasnya sambil meremas tangkai buket bunga. Tak kupedulikan rasa sakit yang kurasakan saat duri bunga mawar itu menancap di telapak tanganku. Setelah kurasa agak jauh, akupun memperlambat lariku kemudian menatap buket bunga mawar pemberian Baekhyun Sunbae.

“AKU MEMBENCIMU BYUN BAEKHYUN! KAU HANYA MEMANFAATKANKU!” teriakku marah sambil meremas bunga mawar hingga hancur.

Setelah itu akupun melemparnya ke jalanan dan tak memandangnya lagi. Akupun hanya menatap hampa darah telapak tanganku yang kini telah bercampur dengan air hujan. Dalam hati aku mengutuk kedekatanku dengan Baekhyun Sunbae selama satu bulan terakhir ini.

—-000—-

Aku menatap keluar kaca mobil saat mobil yang kunaiki berhenti berhenti didepan gerbang sekolah, membuatku menghembuskan nafas berat sebelum turun dari mobil. Akupun segera mempercepat jalanku saat kurasakan tatapan murid lain saat aku berjalan melewati mereka dikoridor. Dalam hati aku mengutuk kejadian semalam yang membuatku sangat malu.

Langkah kakikupun terhenti saat seseorang menahan lenganku membuatku berbalik menatap pemilik tangan itu. akupun terdiam saat mendapati Byun Baekhyun kini berdiri dihadapanku sambil tersenyum manis seperti biasa.

“Yejin, kenapa kau pergi begitu saja semalam?” tanyanya membuatku menatapnya dingin. “Kenapa kau diam?”

“Apa yang kau telah lakukan padaku semalam? Apa maksudnya itu?”

“Semalam?”

“Kenapa kau memberiku bunga? Apa arti dibaliknya?”

”Ahh bunga itu? Aku hanya ingin berterimakasih saja.” Jawabnya membuatku tersenyum sinis.

“Berterimakasih? Kau bercanda?”

“Hei kenapa denganmu?”

“Kau tidak berterimakasih, tapi kau mempermalukanku!”

“Apa maksudmu?” Tanya Baekhyun Sunbae sambil menatapku bingung. Akupun menghembuskan nafas pelan kemudian menampar wajah namja itu, membuatnya menatapku terkejut. Dapat kudengar pekikan tertahan dari murid yeoja yang tengah memperhatikan kami, namun aku sama sekali tidak peduli.

“Kim Yejin!”

“Kenapa? Apa kau marah? Apa sakit? Hatiku bahkan jauh lebih sakit saat menyentuhmu.” Kataku dingin membuatnya menatapku terdiam.

“Yejin..”

“Byun Baekhyun, apa yang telah kau lakukan padaku semalam itu JAHAT!!” kataku dingin kemudian berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Byun Baekhyun yang masih terdiam ditempat. Dapat kurasakan pandangan namja itu yang menusuk punggungku saat aku berjalan pergi. “Byun Baekhyun kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan padaku,” Kutukku dalam hati sambil berjalan menaiki tangga.

END

Advertisements

One Comment Add yours

  1. uchie vitria says:

    harus ditunggu nich pembalasan yejin kebaekhyun itu mah jahat banget dideketin hanya untuk dimanfaatkan

    tulisannya agak kurang jelas ya saengi karna background belakangnya yang gelap jadi tulisannya tersamarkan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s