[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] I’m Sorry…For Loving You to Much

unnamedlllllllllllllllllllllllllll.jpg

Author : Yuuki

Title : I’m Sorry…For Loving You To Much

Genre : Sad-romance

Cast : -Byun Baekhyun

-Park Hae Na

Rec song: The Only Person – K.Will & You Are My Spring – Sung Si Kyung

Hae Na Pov

“Pagi kurcaci bawel”

Aku memandang datar lelaki dihadapanku ini. Sesungguhnya aku tidak pernah merasa kesal dengan segala ejekannya padaku. Sebaliknya aku merasa senang karena aku menganggap itu panggilan ‘sayang’ darinya.

“Pagi Baek, dan berapa kali harus ku bilang padamu kalau namaku itu Park Hae Na, tuan Byun Baek Hyun.” Aku sedikit menekankan kata-kataku saat mengucapkan namanya.

“Hahaha aku hanya bercanda.” ia mengacak rambutku pelan lalu berjalan meninggalkanku. Rona merah mulai kembali menghiasi pipiku, jantungku berdegup kencang saat aku memegang puncak kepala yang baru saja diacak oleh Baekhyun. “Aku mencintaimu, oppa” ucapku parau.

Dari kejauhan aku melihat Baekhyun menghampiri seorang gadis yang sangat manis, postur tubuhnya semampai lengkap dengan wajahnya yang imut. Sungguh seorang gadis yang sangat sempurna. Mereka terlihat saling bercerita satu sama lain, kadang diselingi dengan cerita konyol yang dilontarkan Baekhyun yang membuat mereka berdua tertawa bahagia. Ya. Ia sangat bahagia. Baekhyun selalu tertawa bahagia saat bersama dengan gadis itu.

Aku hanya tersenyum miris saat lagi-lagi harus menyaksikan kejadian ini, “Kau anggap apa aku sebenarnya, oppa?” Aku menangis. Lebih tepatnya hatiku yang menangis. Air mata yang seharusnya mengalir kurasa sudah habis tidak bersisa. Semua ini karena ulah seorang pria bernama Byun Baek Hyun.

Aku berjalan meninggalkan pekarangan rumahku. Disaat seperti ini yang kubutuhkan adalah suasana kamarku yang sunyi. Sekelebat bayangan tentang Baekhyun kembali berputar. Seperti film, aku masih bisa membayangkannya dengan jelas.

Tes

“Bodoh. Hiks”

Tes

“Berhentilah dasar air mata bodoh!” aku terus mengelap air mata yang lagi-lagi tanpa ijin mengalir dengan deras.

“Berhentilah, hiks. Dia tidak perduli padamu! Untuk apa kau menangis! JANGAN BODOH HAENA-YA!!!” aku memukul-mukul kepalaku.

“Aku mencintaimu oppa… aku mencintaimu hiks” ucapku pelan.

Aku mengambil mp3ku lalu memasang earphone pada kedua telingaku. Lagu The Only Person yang dinyanyikan oleh K.Will mulai terdengar di telingaku. Aku lagi-lagi tersenyum miris saat mendengar lagu ini.

‘Aku bodoh ya, oppa’

Masih dengan menggunakan earphone aku memilih pergi ke sebuah taman. Taman yang menjadi saksi bisu hubunganku dengan Baekhyun. Taman yang menjadi saksi bisu kesenangan dan kesedihan yang kualami bersamanya. Taman yang menjadi saksi bisu tentang segalanya.

Aku mendudukan diriku disalah satu kursi disebelah pepohonan yang rindang. Mataku terpejam menghayati lagu-lagu yang mengalun dari eaphone yang ku gunakan. Setidaknya aku ingin menikmati suasana ini untuk terakhir kalinya. Aku sedikit kaget saat merasakan ada sepasang tangan melingkar dileherku. Dari aromanya aku sudah mengetahuinya. Itu Baekhyun.

“Oppa” ucapku lemah nyaris tidak terdengar.

“Maafkan aku. Kumohon jangan menangis lagi” ucapnya lemah

Sekuat tenaga aku berusaha untuk tersenyum. Aku tidak boleh terlihat lemah. Aku tidak mau menjadikan diriku sebagai beban untuknya. Sudah cukup aku membebaninya dengan semua perasaanku padanya.

“Aku baik-baik saja, oppa”

Ya. Aku  baik-baik saja. Apa yang bisa kulakukan?  Memaksanya untuk mencintaiku?  Dia sudah menolakku bukan? Pantaskah kejadian waktu itu disebut penolakkan? Aku pun tidak tau.

Baekhyun Pov

Hari ini aku berencana mengajak HaeNa jalan-jalan ke taman. Tentu saja taman yang sama dengan yang kemarin kami datangi. Tepatnya aku menyusulnya. Butuh waktu lumayan lama agar aku bisa sampai kerumahnya.

Tok…tok…tok…

Aku tersenyum saat melihat ibu Eunbi membukakanku pintu.

“Pagi ibu, HaeNa ada?”

“Loh Baekhyun? Memang HaeNa benar-benar tidak memberitahumu?”

Aku sedikit mengernyitkan dahiku “memberitahu?”

“HaeNa pindah ke Amerika, dia berangkat kemarin malam”

Bagai disambar petir di siang bolong, aku hanya bisa diam mendengar penjelasan yang baru saja kudengar

“Ah iya, ada titipan untukmu Baekhyun.”

Aku langsung mengambil amplop yang dititipkan untukku, “Terimakasih” ucapku singkat lalu langsung pergi dari rumah HaeNa. Aku berjalan sendiri menuju taman yang tadinya ingin kukunjungi bersama dengan HaeNa. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang sangat berharga hilang dari dalam diriku. Perlahan aku membuka amplop lalu mengambil surat yang ada didalamnya.

To: Baekhyunie oppa

Oppa! Apa kabar? Maaf aku pergi tanpa memberitahumu terlebih dahulu. Jika aku mengatakannya padamau lalu kau sampai menahanku, aku takut tidak akan bisa pergi meninggalkan Korea. Jika kau sudah membaca ini bearti aku sudah tidak disana, aku sudah di Amerika, oppa.

Aku tidak tau untuk apa aku menulis surat ini. Aku hanya ingin berterimakasih atas semua kenangan yang sudah kau berikan padaku. Semua kenangan juga luka yang terselip didalamnya.

Kau tau oppa? Jika bisa, aku ingin memutar waktu dan memilih tidak mengenalmu. Memilih untuk tidak bertemu denganmu. Aku terlalu lelah menahan semua luka ini.

Oiya oppa. Kau sangat serasi dengan gadis manis yang sering kau temui. Dia sangat cantik juga memiliki postur tubuh yang ideal. Cocok untuk lelaki sepertimu!

Kau tau betapa sakitnya saat aku melihat kau bersamanya oppa? Rasanya seperti menancapkan belati secara perlahan. Rasa sakitnya berbekas dan tidak hilang.

Kau tau betapa sakitnya saat aku berusaha tersenyum saat melihat kau dengannya? Rasanya seperti belati itu menancap dan tidak bisa terlepas.

Oppa. Apa kau ingat saat hari dimana kau mengetahui semua perasaanku? Kau menolakku. Benarkan? Bahkan setelah itu kau menjauhiku layaknya kita tidak pernah saling mengenal. Rasanya aku seperti ingin mati saja oppa. Lebih baik aku pergi daripada harus dianggap tidak ada olehmu.

Apa kau tau oppa? Saat kau menjauhiku aku terkena penyakit maag karena aku tidak makan dan minum apapun. Aku seperti sedang menunggu waktu menjemput.

Dan bisakah kau menghitung jumlah air mata yang sudah ku habiskan untuk menangisimu? Kurasa tidak bisa, oppa. Itu teralu banyak sampai rasanya mataku kering.

Tapi aku bersyukur bisa bertemu denganmu oppa…. Oppa mengajariku banyak hal khususnya dalam hal perasaan. Terimakasih untuk semua luka yang sudah kau torehkan oppa. Aku akan berusaha melupakanmu agar kau bisa bahagia.

From: HaeNa

Air mataku menetes saat membaca surat dari HaeNa. Sebegitu sakitnyakah dia? Maafkan aku HaeNa. Maafkan aku. Kau harus mengetahui yang sebenarnya, Haena. Aku mencintaimu, AKU MENCINTAIMU PARK HAE NA. Dan gadis yang sering kutemui adalah kakakku. Dan tentunya dia bukan gadis yang ku cintai. Yang kucintai hanya kau. PARK HAE NA. Salahkan takdir yang memisahkan kita dengan hubungan persaudaraan yang kita miliki. Aku tau, mungkin kau melupakannya. Tapi aku adalah kakakmu, HaeNa. Orang tua kita menikah lalu berpisah secara tidak resmi. Aku tidak mungkin menyukai adikku sendiri. Oleh karena itu aku berusaha agar kau tidak semakin mencintaiku.

Aku mengambil smartphone dari sakuku lalu menyalakannya. Disana terpampang fotoku dan HaeNa saat sedang berlibur ke Pantai. Ku usap perlahan wajah HaeNa yang ada di foto itu.

“Aku mencintaimu, Park HaeNa. Aku mencintaimu, adikku”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s