[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Black Heart

Black Heart Poster copy hj.jpg

Black Heart©

Author : Rinata N.

Cast :  EXO’s Baekhyun and OC’s ??

Genre : Fantasy, tragedy, slight thriller and (maybe) little romance.

Length: Oneshot

Rated : PG-17

DISCLAIMER:  This is just a work of fiction. I don’t own the cast including the OC. The real characters belong to their real life, and for the OC, I just made them inside my brain, it means ‘they’re not real’, just belong to their appearance in this fiction. I just own the storyline. Please DON’T be a PLAGIATOR or repost it without my permission OR take the whole idea from this story.

____Kau tidak mengingatku?

_________________________________


Author PoV

Sesosok perempuan mengamati seorang pemuda yang sedang tertidur. Ia tak berani mendekat, hanya mengamatinya dari sudut ruangan. Sinar bulan sabit yang terang menyinari kamar pemuda tersebut. Perlahan, sosoknya terlihat samar-samar. Ya, sosok perempuan itu adalah hantu.

Ia memandang pemuda itu dengan lembut. Wajahnya yang selalu datar itu sekarang tersenyum. Walaupun hanya dari jauh, ia senang dapat memandang pemuda itu.

Pemuda itu tiba-tiba menggeliat. Karena takut ketahuan, ia menghilang dari tempat itu.

*~~~~*~~~~*~~~~*

5 jam berlalu. Sekarang pukul 6 pagi. Matahari pun mulai muncul dari tempat persembunyiannya menyinari seluruh tempat di Bumi. Termasuk kamar pemuda ini, Byun Baekhyun. Karena sinarnya yang menyilaukan, ia pelan-pelan membuka matanya. Setelah ia menggeliat beberapa saat, ia bangun dan duduk di tempat tidurnya sambil melakukan peregangan. Matanya yang masih setengah terbuka itu tiba-tiba membelalak ketika pandangannya jatuh pada sudut ruangan.

Nuguseyo?!” Ia terkejut melihat orang asing di kamarnya. Sosok yang di tanyai itu hanya diam, mengunci mulutnya. Baekhyun meraih apa yang ada di dekatnya, bantal, dan kemudian melemparnya pada sosok itu. Melihat bantal itu hanya menembus tubuh yeoja itu membuatnya tambah terkejut.

“Kau ini. . . .  hantu?” Namja pemilik nama keluarga “Byun” itu bergetar. Ia perlahan berdiri dan berusaha mengendalikan dirinya.

“Apa kau ini sungguh-sungguh hantu?” tanyanya sekali lagi. Dan sekali lagi hantu yeoja itu hanya diam. Baekhyun sebenarnya tidak takut padanya. Ia tak tampak menyeramkan, hanya berwajah pucat dan berekspresi datar, persis seperti orang sakit.

“Apa kau penghuni rumah ini?” Baekhyun bertanya kembali. Baekhyun memang baru menempati rumah ini selama 3 bulan. Ia menunggu jawaban. Sosok perempuan itu akhirnya menggeleng.

“Bukan? Geurom, nuguya?”

Tidak ada jawaban. Karena malas menunggu respon sosok itu, ia memutuskan untuk mandi.

*~~~~*~~~~*~~~~*

Baekhyun PoV

Aku tinggal sendirian. Setelah orangtuaku meninggal bertahun-tahun silam, aku hanya mempunyai paman (yang merupakan kakak dari Appa) sebagai kerabatku yang terdekat. Paman tidak bisa tinggal bersamaku, karena ia harus bekerja dan menghidupi keluarganya. Aku pun tak ingin merepotkannya, maka dari itu aku memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuaku.

Setelah beberapa tahun aku tinggal sendiri, musibah terjadi. Rumah itu terbakar. Kebakaran itu terjadi diduga karena percikan dari punting rokok yang di buang ke halaman rumahku dan menyambar bensin yang kebetulan aku pakai untuk suatu hal.

Untung saja, saat kebakaran itu terjadi, aku tidak sedang berada di rumah. Rumah peninggalan orang tuaku itu saja yang hangus terbakar. Walaupun begitu, aku sedih. Aku tidak terlalu sedih memikirkan dimana aku harus tinggal setelah itu.

Tetapi, kenangan. Kenangan bersama orang tuaku itu lenyap bersama api. Hanya beberapa lembar foto yang berhasil selamat. Aku sangat bersyukur, setidaknya ada sesuatu yang berharga yang tidak ikut pergi bersama kenangan itu.

“Apa kau akan mengikutiku terus?” Dan sekarang sosok hantu ini yang tiba-tiba muncul di hadapanku. Sudah beberapa hari ini ia selalu mengikutiku kemana pun aku pergi! Saat bekerja, saat makan, bahkan saat aku bangun tidur, ia selalu ‘setia’ menunggu di sudut kamar.

Aku menatapnya. Saat ini aku sedang berjalan menuju halte bus. Aku memang lebih senang menggunakan bus untuk bekerja. Selain aku yang belum mempunyai SIM, itu juga dapat menghemat pengeluaranku.

Aku mencoba berjalan lagi dengan berharap ia akan segera menghilang. Dan saat berbalik, tampak ia tetap mengikutiku.

Huh, apa dia tidak bisa pergi?” Aku berkata dalam hati kesal.  Ia menatapku datar. Aku menghela nafas, berusaha sabar.

“Kau ingin sesuatu dariku?” aku berusaha bertanya walaupun tidak pernah ditanggapi. Mungkin jika aku mengabulkan permintaannya, ia bisa pergi. Sinar matanya berubah, meskipun wajahnya tetap menampilkan ekspresi datar khasnya.

“Bisakah kau mengantarku ke tempat tinggalmu yang dulu?”

*~~~~*~~~~*~~~~*

Respon. Akhirnya sebuah respon. Aku senang ia menjawab walaupun juga bingung secara bersamaan. Tempat tinggalku yang dulu?

“Jadi ia mengenalku?” pikirku. Aku mengeleng-gelengkan kepala. Pada akhirnya, aku tidak jadi bekerja. Aku tahu aku akan kena marah dengan atasan besok. Tapi, setidaknya ia bisa pergi dan tidak menganggu hidupku lagi.

Suasana canggung menggelayuti di bus yang berisi sedikit penumpang ini. Aku duduk bersampingan dengan sosok yeoja ini. Walaupun ia tak terlihat oleh manusia lain, tetap saja ia seorang yeoja! Aku duduk dengan salah tingkah.

Ia tiba-tiba menoleh ke arahku, tetap dengan wajah tanpa ekpresinya.

“W-wae?”

Aniyo.” Ia sekarang mau menjawabku. Aneh.

Aku melihat keluar jendela. Aku memencet bel tanda berhenti. Akhirnya kami sampai di halte bus dekat dengan rumahku yang dulu.

Aku berjalan menuju rumahku. Sosok hantu ini mengikuti dari belakang. Aku tiba di depan puing-puing rumahku yang terbakar. Aku menatapnya, teringat akan masa kecilku.

-Flashback- (Author PoV)

“Byun Baekhyun!!!” Seorang anak perempuan berlari dari kejauhan. Baekhyun kecil yang sedang bermain gelembung sabun itu menoleh. Anak itu memasuki halaman Baekhyun yang luas.

“Min Yoo-ya!” Baekhyun tersenyum lebar ketika melihat sahabatnya itu datang.

“Kau main gelembung sabun ya?”  Ia bertanya ceria. Di tangannya terdapat keranjang kecil berisi bunga dan makanan.

“Aku mau ikut dong!” Baekhyun yang masih berwajah lucu itu mengambilkan satu botol lagi. Mereka bermain bersama dengan gembira.

“Ah, aku bawa bunga-bunga! Uri eomma juga membuat kue untuk kita! Mau makan?” Perempuan kecil itu duduk lalu mengeluarkan isi keranjangnya. Baekhyun ikut duduk.

Gadis kecil yang dipanggil Min Yoo oleh Baekhyun itu dengan cekatan merangkai bunga-bunga itu menjadi mahkota. Ia lalu meletakkannya di kepalanya.

“Aku cantik kan?” katanya. Baekhyun tersenyum kemudian berdiri, menekuk satu lututnya.

“Pengantinku.” Baekhyun mengulurkan satu tangannya. Min Yoo tersenyum lalu meraih tangan Baekhyun. Mereka bergandengan tangan, pura-pura sedang menikah.

“Hahahaha! Ini seperti sungguhan saja!” Min Yoo tertawa. Baekhyun yang disebelahnya itu ikut tertawa dan memandang Min Yoo dengan tatapan penuh kasih.

-Flashback End-  

Aku tersenyum mengingat masa itu. Min Yoo adalah satu-satunya sahabatku dari kecil.

“Apa kau mengingat sesuatu, Baekhyun-ah?” Tiba-tiba hantu yeoja itu bersuara.

Ne?” Aku terkejut mendengar namaku dipanggil. Terlintas di kepalaku darimana ia mengetahui namaku. Mungkin ia melihatnya di sesuatu di kamarku.

“Kau . . . . . . . mengingat masa lalumu ya?”

Aku mengangguk. “Hm.”

“Yah, perkampungan disini memang indah. Aku sangat menyukainya.” Hantu ini memandang sekeliling.  Gantian aku yang menatapnya.

“Kau tahu tempat ini?”

“Tentu saja. Aku sangat mengenalnya.” Ia menatap sekelilingnya dengan tatapan sedih. Rambutnya tertiup angin. Terlihat bekas luka di pelipisnya. Baekhyun tanpa sengaja meliriknya.

“Jadi, apa kau mengenalku?”

Ia terdiam. “Tidak.” Ia menjawab setelah beberapa saat.  Tak terasa kami sudah 2 jam berdiri disini.

“Ayo pulang.”

*~~~~*~~~~*~~~~*

Author PoV

Setelah turun dari bus, Baekhyun melangkahkan kakinya ke rumahnya. Dan dalam situasi yang sama, hantu itu tetap mengikutinya. Entah kenapa Baekhyun tidak merasa terlalu kesal lagi diikuti terus oleh sosok tak terlihat ini.

“Haahh  . . .” Baekhyun duduk menyandar di sofa ruang tamu. Rumahnya ini termasuk kecil. Hanya ada 2 kamar, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga serta dapur kecil.

Ia melirik jam di dinding. Jam menunujukkan jam 9 malam. Ia kemudian beranjak untuk mengambil minuman.

Jeogi. . .” Hantu itu tiba-tiba bersuara.

“Hm? Wae?”

“Apa kau tidak mengingatku, Baekhyun-ah?” tanya hantu itu. Ia menatap Baekhyun. Baekhyun balas menatapnya bingung.

“Oh?”

-Flashback-

Baekhyun kecil tiba-tiba melepaskan tangannya. Ia mencium pipi Min Yoo. Min Yoo kecil terkejut sesaat, lalu tersenyum ceria. Ia menoleh menatap Baekhyun.  

“Baeki-ya!” Tiba-tiba terdengar suara wanita dari rumah. Baekhyun cepat berlari menghampiri eomma-nya yang memanggilnya unutuk masuk rumah, sekaligus untuk menutupi rasa malunya.

Min Yoo bingung melihat Baekhyun yang terburu-buru. Ia memutuskan untuk melanjutkan kegiatan makan kue dan merangkai bunganya.

Nabi!”  Tiba-tiba seekor kupu-kupu hingga di keranjangnya. Ia mengejarnya. Tanpa sadar, ia keluar dari pagar.

CCKKIITTT . . .

Sebuah mobil menabraknya. “AAAAAAAAKKH.”

“Min Yoo?” Saat itu juga kebetulan Baekhyun keluar dan mendengar teriakan. “Min Yoo! Eommaa! Eomma!” Baekhyun berteriak. Eomma dan Appa-nya keluar. Mereka terkejut melihat Min Yoo sudah tak sadarkan diri dan tergeletak di jalan. Mobil yang menabraknya kabur begitu saja. Mereka segera menggotongnya masuk mobil dan membawanya ke rumah sakit.

-Flashback End-   

“Baekhyun-ah . . . .” Suara hantu yeoja itu terdengar lemah. Ya, hantu yeoja itu adalah Min Yoo Ah, sahabat Baekhyun sewaktu kecil. Baekhyun mengeleng-gelengkan kepalanya. Otaknya tiba-tiba memutarkan memorinya kembali.

-In Baekhyun’s Memory- (7 years ago)

“Yoo Ah-ya . . ” Baekhyun mengenggam tangan Min Yoo yang terbaring pucat. Ia terkena penyakit Alzheimer yang sudah akut. Ia tidak dapat lagi mengingatnya. Dokter sudah menyerah juga menanganinya.    

“Min Yoo-ya. . .” Air mata tak dapat lagi tertahan. Tangis Baekhyun pun pecah, menggema di ruangan itu.  

“Yoo Ah-ya . . . . Jebal . . kajima . . .” Baekhyun menangis sesenggukan. Ia menatap pedih sahabatnya yang menderita itu.  

“Aku berharap kau mengingatku, Min Yoo-ya. . .” Baekhyun menunduk. Ia semakin mempererat genggamannya.

“Aku . . . . . hanya ingin kau tahu satu hal.” Baekhyun menarik nafasnya. “Kalau aku . . .  sangat menyukaimu.”

-Back to reality-

Baekhyun membuka matanya. Ingatan itu muncul kembali. Sejak Min Yoo meninggal, ia trauma, karena telah kehilangan sahabat baiknya. Dan beberapa tahun kemudian, orangtuanya juga meninggal karena kecelakaan pesawat.  Hatinya tertutup dan perlahan . . . . memorinya ikut pudar bersama kenangan itu.

“Baekhyun-ah . . .” suara lemah itu terdengar kembali. Baekhyun menatap sosok hantu itu dengan haru.

“Yoo Ah-ya . . . . .” Baekhyun langsung memeluk yeoja itu.  Tak terasa air matanya mengalir. Ia melepasnya pelukannya dan menatap Min Yoo yang sekarang sudah berwujud hantu itu.

“Terimakasih karena kau sudah mengingatku, Byun Baekhyun.”  Min Yoo berdiri di hadapan Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

“Dan tolong . . . . maafkan aku, Baekhyun-ah . .” Tiba-tiba nada suaranya berubah. Ia melangkah maju.

SREETTT

Sebuah pisau menancap di perut Baekhyun. Tubuh pemuda berusia 24 tahun ini ambruk seketika. Mulut dan perutnya mengeluarkan darah. Dan akhirnya . . . . . .  nyawanya tak tertolong.

Sinar bulan purnama tiba-tiba muncul dari balik awan. Yeoja itu tiba-tiba terlihat transparan.

“Akhirnya kau bersamaku, Byun Baekhyun.”  

END

Advertisements

One Comment Add yours

  1. uchie vitria says:

    hahhh kenapa jadi horor dan tragis begini
    baekhyun dibunuh jugakan
    min yoo gk ikhlas banget baekhyun menjalani hidupnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s