[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Surprise

FF BAEK.png

“Baekhyun-a?”

Baekhyun  menoleh pada sumber suara. Seorang gadis dengan surai panjang berwarna brunette menghampirinya. Gadis itu adalah Kim Tae Yeon.

“Eh noona, akhirnya datang juga. Ada apa? Tumben kau ingin bertemu denganku?” ujar lelaki berambut hitam itu.

Gadis yang dipanggil noona itu menundukkan kepala, “sebenarnya, aku ingin kita putus, Baekhyun-a,”

Perkataan Taeyeon barusan membuat Baekhyun seperti disambar petir. Baekhyun tertawa terbahak-bahak kemudian menyeruput secangkir moccachino di depannya, “kau bercanda, kan? Ayolah noona, bercandamu itu keterlaluan!”

“Aku serius, Baekhyun-a,” gadis yang berusia setahun di atas Baekhyun itu memasang wajah serius. Oh, dia tidak main-main ternyata.

“Tapi kenapa noona? Apa aku seperti anak kecil di matamu? Kalau iya aku akan berubah noona.  Aku akan menjadi pria yang sangat diidamkan noona. Jadi tolong jangan mengatakan hal itu, noona,” ujar Baekhyun.

“Aku… Aku jatuh cinta dengan sahabatmu, Baekhyun-a. Bahkan aku sudah berpacaran dengannya. Aku tidak ingin menjadi gadis yang menghianatimu. Oleh karena itu aku ingin mengakhiri hubungan ini. Maaf,”  Taeyeon berdiri seraya menunduk. Kemudian ia berjalan dengan tempo cepat meninggalkan lelaki bermarga Byun itu.

***

“Baekhyun-ah, nanti temani aku latihan ya,” Park Chan Yeol, lelaki bertubuh tinggi dan bertelinga caplang menghampiri Baekhyun yang sedang melamun.

“Oi.. Baekhyun-a? Baekhyun-a?” Chanyeol melambaikan tangan besarnya di depan wajah Baekhyun. Beberapa saat kemudian sahabat kecil lelaki tinggi itu tersadar dari lamunannya.

“Eh, apa?”

“Nanti temani aku latihan,ya” lelaki bersuara bariton itu duduk di bangku kosong sebelah Baekhyun. Lelaki imut itu mengangguk setuju.

Beberapa saat kemudian bel berbunyi tanda waktu pulang. Semua orang berbondong-bondong keluar dari kelas X-A-kelas Baekhyun- menyisakan Baekhyun dan Chanyeol yang sedang berbincang-bincang.

“Baek, kau jadi menemaniku, kan?” tanya Chanyeol. Oh, ini sudah yang ketiga kalinya lelaki bermata besar itu bertanya pada Baekhyun.

“Ini sudah yang kesembilan kalinya kau bertanya padaku. Kalau kau bertanya lagi akan kupukul kepalamu,” ancam Baekhyun. Lelaki itu mengambil ancang-ancang untuk memukul Chanyeol kapan saja.

Chanyeol terkikik mendengar ancaman sahabatnya. Lelaki itu kemudian memakai tasnya lalu berjalan mendahului Baekhyun, “Kalau begitu ayo, Baekhyun-ah.”

***

Baekhyun dan Chanyeol sampai di lapangan basket. Sudah banyak orang berkumpul di sana. Mata Baekhyun menangkap sosok gadis yang sangat ia kenali. Dia adalah Kim Taeyeon. Sedang apa dia kemari?

Taeyeon melambaikan tangan seraya tersenyum senang. Baekhyun tersenyum kemudian membalas lambaian tangan noona cantik itu.  Gadis itu berjalan menghampiri Baekhyun. Senyuman manis masih menghiasi bibir plumnya.

“Chanyeolliee…”

Eh, Baekhyun tidak salah dengar kan? Taeyeon memanggil Chanyeol dengan panggilan mesra? Chanyeol melambaikan tangannya pada gadis itu kemudian merangkul tubuh kecilnya. Sedangkan Baekhyun? Ia menelan pil pahit kekecewaan. Ternyata ini alasan Taeyeon putus dengannya.

“Chanyeol, aku duluan ya. Tiba-tiba aku tidak enak badan,” Baekhyun pamit. Lelaki itu tidak berani menatap gadis yang sedang menggandeng tangan Chanyeol.

“Oh baiklah, hati-hati Baekhyun-ah. Salam untuk Baekhee noona,” ujar Chanyeol.

Oh Park Chan Yeol, bahkan kau bersikap seolah tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Kau memang sahabat yang jahat, ya?

***

Baekhyun berjalan dengan gontai menuju rumahnya. Wajah bahagia Taeyeon ketika bertemu Chanyeol masih terbayang jelas di benaknya. Rasanya ingin sekali Baekhyun memaki Chanyeol dengan kata kasar karena lelaki itu telah merebut gadis yang amat dicintainya. Namun Baekhyun tidak ingin persahabatan ini hancur hanya karena seorang gadis. Lagipula Taeyeon sangat cocok dengan Chanyeol yang tampan, kapten basket, dan anak paling pintar di sekolah dibandingkan dengannya yang pendek, penakut, dan berbadan lemah.

“Aku pulang,”

Lelaki itu menaruh sepatunya di atas rak sepatu. Kemudian berjalan gontai menuju kamarnya.

“Baek, bagaimana harimu?” tanya Baekhee, kakak Baekhyun.

“Biasa saja,”

“Besok kau ulang tahun, kan? Mau kuberi kado apa?” tanya Baekhee lagi.

“Tidak usah. Sudahlah noona, aku lagi tidak mood sekarang,” Baekhyun berjalan dengan lesu melewati gadis yang sekilas mirip dengannya.

Baekhee menatap Baekhyun bingung. Aneh sekali sikap adik satu-satunya itu. Biasanya, sepulang sekolah Baekhyun bercerita dengan semangat tentang sekolahnya dan juga tentang Taeyeon kekasihnya. Namun sekarang, apa yang harus ia ceritakan pada noonanya?

“Aku sudah memasak ayam saus teriyaki kesukaanmu. Makanlah setelah kau ganti baju,” ujar Baekhee.

“Hmm”

***

6 MEI 2016

Baekhyun terbangun dari tidurnya. Ia mengecek ponsel berwarna putih yang terletak di sebelah kanannya. Sekarang tanggal 6 di bulan Mei. Hari yang spesial bagi Baekhyun –seharusnya- karena saat ini ia genap berusia tujuh belas tahun.

Lelaki itu beranjak dari kasur berukuran single itu. Oh, rasanya malas sekali berangkat ke sekolah di hari jadinya sekarang. Apalagi nanti ia melihat Taeyeon dan Chanyeol yang sedang lovey-dovey di hadapannya.

Baekhyun berjalan gontai menuju kamar mandi. Setelah mandi, lelaki itu memakai seragamnya –atasan berwarna putih dipadu dengan blazer abu-abu serta celana panjang berwarna abu-abu- sambil bersenandung. Seusai memakai seragam, lelaki itu mengambil sisir dan mengoleskan sedikit styling pomade di rambutnya.

Lelaki itu pun tersenyum puas ketika pekerjaannya selesai.

***

“Chanyeol-ah, ayo kita bermain game online. Aku akan mentraktirmu deh!” ujar Baekhyun. Dia menyenggol lengan sahabatnya yang berukuran dua kali lipat dengannya.

Chanyeol menggeleng pelan, “maaf, aku ada kencan hari ini,”

“Oh, dengan Taeyon noona, ya,” gumam Baekhyun pelan. Dia merasa sedikit kesal dengan lelaki di sebelahnya itu. Kalau bukan karena persahabatan, ia pasti akan menghajar anak ini habis-habisan.

“Iya. Maaf ya,” ujar Chanyeol.

Baekhyun hanya mendengus kesal. Sahabatnya yang sangat ia sayangi pun tidak mengingat hari ulang tahunnya. Bahkan sampai ia memberikan kode pun. Benar-benar keterlaluan kau, Park Chan Yeol!

***

Waktu pulang telah tiba. Baekhyun berjalan gontai seraya menendang-nendang kaleng kosong yang ada di depannya. Hari ini benar-benar sial. Ia terjatuh saat olahraga, terpeleset dalam kamar mandi, dan terbentur dinding kelas. Selain itu tidak ada yang mengingat hari ulang tahunnya, bahkan Baekhee sebagai kakak dan Chanyeol sebagai sahabatnya atau bahkanTaeyeon sebagai mantannya..?

Lelaki bertubuh mungil itu menepis bayangan Taeyeon jauh-jauh. Gadis berdarah Seoul teman dekat kakaknya itu memang mempunyai daya tarik besar terhadap Baekhyun. Bahkan saat mereka berpisah seperti saat ini.

“Aku pulang…!”

Baekhyun memasuki rumahnya. Sepi, gelap, seperti tak berpenghuni. Dimana si noona cerewet yang selalu menyambutnya ketika sampai di rumah? Apa noona sedang berkencan dengan pacarnya?

TEK. Baekhyun menyalakan lampu yang berada di samping kirinya.

“SURPRISE!!!”

Taeyeon, Chanyeol, Baekhee dan kekasihnya meletuskan balon dan meniup terompet. Mereka tertawa bahagia menyambut kedatangan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya menganga kebingungan melihat apa yang terjadi di rumahnya.

“Selamat ulang tahun, sayang!” ujar Taeyeon. Gadis bertubuh paling mungil diantara mereka menghampiri Baekhyun dengan membawa sebuah kotak kecil berwarna merah.

“Noona…” Baekhyun segera memeluk erat tubuh Taeyeon seraya menangis sesenggukan.

“Kau tahu, itu semua hanyalah rekayasa,” ujar Taeyeon melepas pelukan Baekhyun. Ditatapnya manik mata lelaki di depannya seraya tersenyum. Baekhyun menatap Taeyeon tidak mengerti.

“Aku dan Taeyeon noona bersekongkol untuk membuatmu sedih dari kemarin. Dan maaf aku pinjam pacarmu itu. Hehehe,” ujar Chanyeol terkikik. Taeyeon mengangguk-menyetujui perkataan Chanyeol- seraya tersenyum.

“Jadi kita tidak putus kan, noona?”

Taeyeon tersenyum seraya menggeleng, “untuk apa aku memutuskan lelaki baik dan polos sepertimu, Baekhyun-a,”

***END***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s