[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] GIRL X FRIEND

GIRL X FRIEND.jpg

GIRL X FRIEND

 

Title : GIRL X FRIEND
Author : Azalea
Cast : Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena (OC/You)
Genre : Romance, Friendship
Rating : PG-17
Length : Oneshot
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri yang khusus aku buat untuk hari ulang tahunnya Baekhyun. Ff ini juga di post di wattpad, id ku mongmongngi_b dengan judul cerita Girl x Friend.

Credit Poster by RAVENCLAW

Terima kasih banyak Raven sudah membuatkan poster yang bagus untukku…^^

< ~ >

 

EXO – GIRL X FRIEND

 
Pada saat kita mulai menghabiskan waktu setiap hari, seolah-olah kita adalah satu kesatuan.  Hari sekolahku yang ku habiskan bersamamu, setiap memori yang aku miliki terasa jelas selamanya di dalam pikiranku.
Jika aku bisa meskipun mungkin agak canggung
Jika aku bisa, aku akan melakukan segalanya
Jika aku bisa, sekarang bagiku kamulah
Kamu bukan hanya temanku, kamu akan jadi kekasihku

Kita merasakannya, ya, kita merasakannya
Kau selalu ada disampingku
Aku bukan laki-laki yang bercukupan
Aku tidak bisa berkata jujur. Aku tidak tau bagaimana perasaanku
Aku akan berkata semua sebelum itu terlambat

Jika kamu menyukainya, aku akan…
Jika kamu menyukainya, aku akan menjadi priamu
Jika kamu menyukainya, kamu sekarang…
Ini tidak hanya sahabatku, kau akan menjadi pacarku

Aku berjalan menghabiskan waktu dan menemui pagi dengan memegang tanganmu

Aku mengingatmu dengan mataku
Aku membayangkanmu dengan kepalaku
dan aku merasa hangat
Tanpa jarak diantara kita
aku kekasihmu…

Ketika musim dingin ini berlalu, jika aku masih merasakan hal yang sama, aku akan memberitahumu
Sebenarnya aku…….

Aku mencintaimu

 

Lyrics translated by Ayuu_tae

 

< ~ >

 

“Berapa harganya?” tanya seseorang yang langsung membuat Sena tersadar dari lamunannya dan mengalihkan tatapannya untuk menatap seseorang yang ada di depannya itu.

Begitu manik mata mereka bertemu, seketika itu juga Sena menundukkan wajahnya untuk menatap kembali bunga yang sedang dia rangkai.

“Sepuluh ribu won.” Ucapnya senormal mungkin, padahal sekuat tenaga dia menormalkan jantungnya yang sedang berdetak dengan sangat kencangnya semenjak seseorang yang ada di depannya ini masuk ke dalam tokonya untuk membeli rangkaian bunganya, lagi.

Seseorang yang sedang menatap Sena itu adalah Byun Baekhyun. Ini memang bukan pertama kalinya Baekhyun membeli rangkaian bunga padanya. Hampir setiap bulan dia akan membeli sebuah rangkaian bunga yang berbeda-beda. Terkadang dia juga akan membeli satu pot bunga hidup yang memang dijajakan di depan toko bunganya ini.

Sena semakin menundukkan wajahnya saat dirasakannya Baekhyun sedang memperhatikan apa yang tengah ia kerjakan. Sena bisa merasakan pipi hingga telinganya sedang bersemu merah, dan itu hanya karena tatapan dari seorang Byun Baekhyun.

Jja,, bunganya sudah jadi.” Ucap Sena begitu senang saat satu pekerjaan sudah dia selesaikan. Sena langsung menyerahkan rangkaian bunga krisan kuning yang berbentuk bulat itu pada Baekhyun.

“Ini uangnya. Gomawoyo.” Ucap Baekhyun sambil menyerahkan selembar uang kertas pada Sena. Sena pun mengulurkan tangannya untuk menyerahkan rangkaian bunga itu dan menerima uang pembayarannya dari Baekhyun.

Cheonmaneyo (sama-sama).” Ucap Sena sambil membalas senyuman Baekhyun yang membuat jantungnya semakin berdetak kencang.

“Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi.” Ucap Baekhyun yang langsung meruntuhkan perasaan bahagia yang dirasakan Sena saat itu.

“Hm… Annyeonghi kasipsio.” Balasnya sambil berusaha untuk tetap tersenyum, padahal dalam hatinya Sena sedang menjerit sedih. Sena pun membungkukkan sedikit badannya saat Baekhyun akan beranjak dari tokonya.

Saat Baekhyun berjalan keluar dari tokonya, mata Sena masih memperhatikan setiap pergerakan Baekhyun. Raut wajah sedihnya tidak lagi ditutupi saat Sena menatap langsung punggung tegap Baekhyun yang berjalan menjauh dari tempatnya berdiri.

Selama ini Sena begitu penasaran, akan diberikan kepada siapa rangkaian bunga yang hampir setiap bulannya ini dia dibuat untuk Baekhyun selama lebih kurang tujuh tahun ini. Baekhyun tidak pernah bercerita untuk siapa rangkaian bunga tersebut, sedangkan Sena sendiri sungkan untuk bertanya padanya. Padahal rasa penasaran begitu menguasainya.

Pada akhirnya selalu berakhir dengan perasaan kecewa, tidak mendapatkan informasi apa-apa yang begitu diinginkan oleh Sena. Sena menghela nafas dalam saat mengingat pertemanannya dengan Baekhyun yang sudah terjalin selama tujuh tahun ini.

Bukan teman dekat seperti pada umumnya. Hanya sebatas teman satu kelas selama tiga tahun saat SMA dan teman di tempat kerja walaupun bukan di tempat yang sama. Sena bekerja di toko bunga ibunya, sedangkan Baekhyun sendiri bekerja part-time di sebuah toko buku yang berada di depan toko bunga ibu Sena.

Hampir setiap hari sepulang sekolah dulu mereka berangkat bersama menuju tempat kerja masing-masing. Walaupun itu tidak bisa dikatakan berangkat bersama, karena Sena akan memilih untuk berjalan di belakang atau di depan Baekhyun dari pada harus berjalan di sampingnya.

Alasannya hanya satu. Sena selalu tidak bisa mengendalikan dirinya saat berada di dekat Baekhyun. Jantungnya akan berdetak dengan sangat cepat, lidahnya menjadi kelu, keringat dingin bercucuran dari wajahnya, dan mendadak dia akan menjadi patung jika harus berhadapan dengan Baekhyun.

Sena lebih senang memandangi punggung tegap Baekhyun yang ada di depannya. Baginya semua itu sudah lebih dari cukup. Daripada dia harus mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Baekhyun, Sena akan lebih memilih mengamatinya dari jauh, mengingatnya dengan matanya, membayangkannya dengan pikirannya, dan Sena akan merasa hangat akan hal itu. Walaupun jarak yang terbentang di antara mereka sangat jauh.

Tanpa terasa hari pun sudah berganti lagi. Menjadikan hari kemarin sebagai suatu sejarah, hari ini sebagai suatu anugerah, dan menyisakan besok sebagai sebuah misteri.

Annyeong…” sapa seseorang pada Sena yang sedang asyik membaca sebuah novel. Seketika konsentrasi Sena pun pecah. Tidak lagi tertuju pada buku yang ada di tangannya.

Perlahan Sena mengalihkan tatapannya pada seseorang yang sudah duduk di sampingnya. Saat mata mereka bertemu, detak jantung Sena kembali berdetak dengan kencangnya.

Annyeong haseyo…” balas Sena senormal mungkin sambil sedikit menganggukkan kepalanya. Setelah itu Sena berusaha kembali berkonsentrasi pada bukunya, tapi itu semua gagal saat dia merasakan sebuah tatapan yang tertuju padanya dari orang yang ada di sampingnya. Matanya memang tertuju pada buku, tapi pikirannya hanya tertuju pada Baekhyun, orang yang sedang menatapnya.

“Kau baru pulang kuliah?” tanya Baekhyun sekedar berbasa-basi pada Sena, karena sebenarnya dia tahu sendiri jawabannya seperti apa.

“Hm…” jawab Sena sambil menganggukkan kepalanya. “Kau sendiri?” lanjut Sena balas bertanya pada Baekhyun hanya sebagai formalitas belaka.

“Sama seperti yang kau lihat.” Jawab Baekhyun sedikit acuh.

Kemudian mereka kembali terdiam. Sena mengalihkan pandangannya dari buku ke arah jendela bis yang dinaikinya. Sena merutuki kebodohannya karena tidak sadar jika dia tadi melewati kampus tempat Baekhyun menimba ilmu.

Mereka memang tidak melanjutkan di universitas yang sama, namun karena arah yang mereka tuju sama, sesekali mereka akan bertemu di dalam bis yang sama seperti sekarang ini. Diam-diam Sena tersenyum saat kaca jendela bis itu memantulkan bayangan wajah Baekhyun yang juga sedang membaca sebuah buku.

“Buku apa yang sedang kau baca?” tanya Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca, membuat Sena tersadar dari lamunannya.

“Novel Jonathan Livingston Seagull karya Richard Bach.” Jawab Sena sambil melihat cover dari buku yang sedang dia baca.

“Kau sangat menyukai sastra?” tanya Baekhyun yang sudah menutup bukunya untuk beralih menatap Sena.

“Hm…kurang lebih seperti itu.”

“Kenapa kau tidak mengambil jurusan sastra di SNU saja?”

“Aku merasa tidak akan mampu masuk ke sana. Kau tahu sendiri nilaiku seperti apa, tidak seperti dirimu.” Jawab Sena lesu sambil memikirkan bagaimana nilai-nilainya yang tidak sebagus Baekhyun.

“Kau tidak akan tahu jika kau tidak mencobanya terlebih dahulu. Asalkan punya keinginan yang kuat, diiringi dengan usaha yang sama kuatnya, aku yakin kau pasti bisa”

“Kau benar, mungkin karena aku saja yang tidak percaya diri untuk masuk ke sana.” Jawab Sena lemah. Sebenarnya bukan itu alasan Sena tidak kuliah di SNU, dirinya hanya terlalu takut jika harus melihat Baekhyun dekat dengan gadis lain.

Kemudian mereka kembali terdiam. Hanyut akan pikiran masing-masing. Sena tidak lagi membaca bukunya, karena baginya hal itu sudah tidak menarik lagi selepas kedatangan Baekhyun. Dirinya lebih memilih menatap pemandangan keluar jendela bis.

Sena sebenarnya tidak terlalu menyukai suasana yang hening. Baginya itu sangat membosankan dan membuatnya mudah tidur. Hal itu terbukti baru sepuluh menit dirinya dan Baekhyun duduk diam, Sena pun sudah jatuh terlelap. Pada awalnya Sena menyandarkan kepalanya pada jendela bis, namun karena jalanan kota Seoul yang tidak selamanya lurus, membuat kepalanya tidak lagi menyandar pada kaca jendela bis tersebut.

Sesekali Sena akan terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya karena tidak punya sandaran. Baekhyun yang awalnya sedang fokus pada bukunya langsung teralihkan fokusnya saat menyadari orang yang ada di sampingnya sedang tertidur. Seulas senyuman terbit di wajahnya saat memperhatikan wajah Sena yang sedang tertidur. Cantik. Itulah kata yang selalu terbesit di benaknya saat memperhatikan Sena.

Pluk.

Tanpa bisa dicegah, kepala Sena pun bersandar pada pundak Baekhyun saat bis berbelok ke arah kiri. Tanpa Baekhyun sadari, dia mengeratkan pegangan tangannya pada buku yang dia pegang. Detak jantung yang sudah susah payah dia normalkan, kembali berdetak dengan kencangnya. Tubuhnya menjadi kaku saat Baekhyun merasakan Sena bergerak dalam tidurnya untuk mencari posisi yang nyaman pada dirinya.

Setelah Sena berhenti bergerak, Baekhyun pun perlahan menghembuskan nafasnya yang secara tidak sengaja dia tahan saat merasakan Sena bergerak. Selama beberapa menit Baekhyun terus memperhatikan wajah Sena. Perlahan tangannya terulur untuk merapihkan beberapa helai rambut Sena yang sedikit menutupi wajahnya.

“Aku akan mengingatmu dengan mataku. Lalu membayangkanmu dengan kepalaku, dan aku merasa hangat akan hal itu. Seakan tidak ada jarak di antara kita.” Ucap Baekhyun sambil mengamati wajah Sena yang ada di pundaknya.

“Aku menyukai hari-hari semasa sekolah dulu yang aku habiskan denganmu. Kenangan itu selamanya akan terpatri di dalam benakku. Jika aku bisa meskipun mungkin agak canggung, aku akan melakukan segalanya untumu. Karena kau adalah segalanya bagiku.” Ungkap Baekhyun lembut sambil sedikit membelai pipi Sena dengan jemari tangannya.

“Aku bukan laki-laki yang berkecukupan yang bisa menjanjikan segala hal untukmu. Berkata jujur padamu saja tidak bisa aku lakukan. Aku tidak tau bagaimana perasaanku sendiri, tapi aku akan mengatakan semuanya sebelum itu terlambat. Jika aku masih merasakan hal yang sama seperti tujuh tahun yang lalu, aku akan memberitahumu bahwa sebenarnya aku…..” ucap Baekhyun terpotong saat menjelaskan tentang perasaan yang disimpannya selama ini walaupun semua itu jelas tidak akan terdengar oleh orang yang sedang diajaknya bicara. Tapi memang itulah tujuannya.

“Aku mencintaimu.” Ucap Baekhyun yang diakhiri dengan mengecup kening Sena. Sebut saja dia seorang pengecut, karena hanya berani mengungkapkan perasaannya di saat orang yang diajak bicaranya itu sedang tertidur pulas. Baekhyun tersenyum kecut karena merutuki kebodohannya yang hanya bisa menyimpan perasaan yang dia miliki untuk gadis yang telah disukainya selama tujuh tahun terakhir ini tanpa melakukan apa-apa.

Tanpa Baekhyun duga, tiba-tiba bis pun berhenti bergerak hingga menyebabkan Sena yang sedang tertidur pun terjerembab ke depan dan membuat kepalanya membentur kursi yang ada di depannya. Tangannya perlahan menyentuh keningnya yang terasa berdenyut nyeri. Kemudian dia mengedarkan tatapan bingungnya untuk melihat situasi saat ini.

Saat matanya bersitatap dengan Baekhyun, entah kenapa Sena dihantui rasa panik yang tidak beralasan. ‘Apakah tadi saat aku tidur melakukan hal yang aneh? Apakah aku mempermalukan diriku lagi di hadapan Baekhyun? Bagaimana jika iya? Ah…’ keluhnya dalam hati saat mendapati tatapan bertanya dari Baekhyun.

Sebenarnya Baekhyun juga terkejut saat bis mengerem mendadak dan membuat ciumannya terlepas dari kening Sena secara paksa. Baekhyun takut Sena menyadari perbuatan tidak sopan yang telah dia lakukan padanya. Hingga pada akhirnya Baekhyun memilih diam, menyimpan kejadian itu untuk dirinya sendiri. Berharap Sena tidak mengingatnya sama sekali.

“Apakah aku tertidur begitu lama?” tanya Sena sedikit gugup dan Baekhyun menyadarinya.

“Tidak.” Jawab Baekhyun singkat sambil menggelengkan kepalanya.

“Apakah aku melakukan hal yang aneh saat tertidur tadi?” tanya Sena lagi sambil menatap Baekhyun cemas.

“Tidak.” Tapi aku yang melakukan hal yang aneh setiap kali kau tidur di sampingku. Lanjut Baekhyun dalam hati.

Mendengar jawaban Baekhyun itu membuat Sena bisa bernafas lega. Ini bukan kali pertama dia tidur di bis di samping Baekhyun. Entah kenapa setiap kali Baekhyun duduk di sampingnya, pastilah dia akan jatuh tertidur.

Maka dari itu, setiap kali akan berangkat bekerja dengan menaiki bis, Sena akan memilih duduk di tempat satu orang atau dia akan lebih memilih untuk berdiri daripada harus duduk di samping Baekhyun kemudian tidur dan tanpa sadar dia akan melakukan perbuatan yang aneh-aneh yang akan membuatnya mempermalukan dirinya sendiri.

Menyadari halte bis tujuannya sebentar lagi sampai, Baekhyun dan Sena pun bergegas untuk berdiri di depan pintu keluar. Begitu pintu terbuka, Sena pun memilih untuk keluar terlebih dulu daripada Baekhyun.

Kajja.” Ajak Sena saat mereka berjalan di trotoar untuk menuju tempat kerja masing-masing meninggalkan Baekhyun di belakangnya.

Baekhyun hanya bisa mengikutinya dari belakang sambil tersenyum mengamati setiap pergerakan Sena. ‘Akankah datang hari di mana aku berjalan di sampingmu dengan menggenggam tanganmu sebagai kekasihku bukan sebagai temanku, Na-ya? Akankah kau menjadi  salah satu kado terindah dari Tuhan untukku?’  tanya Baekhyun dalam hati.

Apakah Baekhyun akan mengungkapkannya atau tidak, semua keputusan itu ada di tangannya. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.

 

~ The End ~

 

Maafkan aku jika ff ini jelek. Entah kenapa mood menulisku akhir-akhir ini lagi buruk. Tadinya ceritanya ngga bakal seperti ini, tapi apa dayaku saat rencana dan pelaksanaannya tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Sekali lagi maafkan aku.

Untuk dua ff ku yang lainnya, “DREAM” dan “MY LADY” , aku harap kalian bersabar, karena aku butuh liburan untuk menyegarkan kembali otakku yang sudah jenuh ini.

Dan untuk Baekkii Oppa… Happy Birthday, aku selalu berdo’a yang terbaik untukmu…

Untuk Aeri dan EXO-L semuanya, #HappyBaekhyunDay

Sekian cuap-cuap ngga penting aku. Semoga kalian tidak bosan baca ff ku terus.

Sekali lagi maafkan aku jika ff ini jeleknya minta ampun.

See You All :*

Regards,

Azalea

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s