[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Annabelle

on

annabelle-copy.jpg

Annabelle

A Fanfiction`s By ALONA

Byun Baekhyun & OC Annabelle Kim

Romance | Life | AU | Lil bit Horror | Mysteri

Teen labeled!

Thanks For AMAZING Poster,by; :Lizzle Ayumu Rin @ IFA

Disclaimer;

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

[https://alenachoi11.wordpress.com]

Baekhyun View

Aku melihatnya lagi.

Gadis itu berdiri dibarisan ditengah – tengah dengan senyuman andalannya dan mematikan. Mematikan dalam artian begitu mempesona. Hingga membuat banyak lelaki menyukainya. Termasuk aku.

Gadis itu nampak lucu saat rambutnya diikat ala Ponytail, dan terlihat begitu mungil saat mengenakan pakaian olahraganya yang begitu kebesaran dibadannya. Terlihat sangat menggemaskan untuk kupeluk.

Bukankah gadis seperti itu manis?

Tapi, satu hal yang membuatku bingung.

Kenapa tidak ada satupun yang mau mendekatinya?

Dan, Ah ya.. Namanya adalah Annabelle.

                        .

Annabelle View

Aku tau.

Pria itu selalu menatapku. Melihat aktivitas apa saja yang aku lakukan.

Dia adalah seniorku. Kelas 3 tepatnya.

Dia sangat baik. Tampan. Dewasa. Dan yang lebih lagi aku menyukainya. Namun aku tidak mengetahui siapa namanya. Padahal bisa saja aku bertanya pada teman sekelasku—Oh ya. Siapa yang mau bicara padaku. Bahkan gurupun enggan.

Aku tidak mengerti mengapa mereka menganggapku sebagai sesosok yang patut dijauhi dan masuk dalam Blacklist!

Padahal semua baik saja saat pertama aku masuk.

Tapi mulai berubah saat aku memperkenalkan diri. Mereka malah tertawa. Mereka mengejekku dan aku tau itu sebuah candaan. Jadi, aku nyaman.

Tapi, aku bingung.

Kenapa semua yang kuanggap sangat berkesan dihati malah meninggalkanku?

Ya, mereka tewas.

                       .

Baekhyun View

Bel istirahat baru saja berdering.

Aku dan teman sekelasku mulai berhamburan keluar untuk mengisi perut kami yang terus menerus mengeluarkan suara.

Aku membawa nampan berisi sebuah sandwich dan susu strawberry. Tempat duduk di pojok kanan memang tempat ternyaman selama aku sekolah disini.

Aku mulai memakam sandwichku sampai aku melihat beberapa temanku datang dan duduk disini. Kami bercanda dan tertawa. Sampai lagi – lagi aku merasakan aura kesal dan tegang.

Aku mendongak seraya meminum susuku.

Gadis itu datang dengan kedua tangan menenteng sebuah tas kecil berwarna abu – abu yang kuyakin berisi kotak bekal.

Aku tak dapat mengalihkan pandanganku darinya. Apalagi dari dia melangkah dengan anggun.

“Hey,Bro.. Kupikir kau sudah tau! Jauhi dia…”Chanyeol, Temanku berseru seraya menepuk pelan bahuku.

“Menyukainya? Aku juga dulu begitu, Hanya saja mengingat konsekuensinya, Aku takut!”Lanjut temanku yang kuketahui bernama Suho.

Ya, Kita semua takut. Mati.

Jujur, aku juga sangat takut.

Namun hanya saja, perasaan cinta dan penasaran membuat perasaan takutku terkalahkan.

Aku masih terus memandangnya. Sampai aku merasakan tepukan kedua dibahuku.

“Aku sangat berharap kau menjauhinya,Bro! Ini demi kebaikanmu.. Karna jika kau ingin tau, Yeah.. Tak ada yang selamat!”Lagi – lagi Chanyeol menasehatiku.

Ya, Dikelas memang akulah yang paling menonjolkan perasaan suka padanya. Bodoh bukan? Ya, bodoh pada cinta.

Aku tidak tau.

Kenapa membuat gadis itu nyaman malah membuat seseorang itu mati mengenaskan?

Apa karna nama gadis itu mirip film horror dan sebuah kejadian nyata?

Tapi, mengapa aku malah makin mencintainya. Sekarang?

                      .

Author View

Minggu ke minggu berlalu.

Namun itu tidak membuat perasaan Baekhyun teralihkan. Bahkan pria itu dengan santai mendekati Anna—Ya, itu panggilan Baekhyun untuk gadis itu.

Banyak teman Baekhyun yang selalu menasehati pria itu. Namun cinta tetaplah cinta. Cinta membutakan semuanya.

Angin bertiup kencang sejak Baekhyun membuka pintu menuju atap sekolah.

Senyum simpul terlukis dibibirnya,saat melihat gadis yang dicintainya itu duduk termenung dengan background anak rambutnya yang berterngan. Ya, dengan posisi membelakanginya.

“Kenapa kau mau berdekatan denganku? Padahal aku telah masuk ke list orang yang dihindari di sekolah ini?”Tanya gadis itu saat Baekhyun ikut mendudukan diri disampingnya.

Tangan Baekhyun terangkat untuk membelai rambut halus gadis itu. Membuat mata gadis itu terpejam menikmati tangan lihai Baekhyun yang kini menari indah di puncuknya.

“Kenapa kau selalu menutup dirimu? Lantas, apa kau keberatan aku mendekatimu?”Bukannya menjawab, Baekhyun malah balik bertanya. Membuat mata jernih itu terbuka, dengan bulu lentik yang menghiasinya  bergerak ke atas dan bawah.

Kepala gadis itu bergerak menggeleng pelan. Lalu menunduk. Menyembunyikan mata dengan pancaran kehangatan yang sangat Baekhyun sukai.

“Aku mencintaimu…”Kata – kata itu terluncur begitu saja dari mulut Baekhyun.

“Bagaimana jika kau akan sama, seperti mereka yang lebih dulu?”Mata jernih itu kembali menutup karna Baekhyun mencium bibirnya dengan gerakan cepat.

“Itu karna kau, memikirkannya… Cobalah berpikir positive!”

“Aku hanya takut!!”—Aku juga takut.

Hanya keheningan yang melanda.

“Maukan menemaniku untuk membeli makanan?”

                      .

Bel masuk memang telah berbunyi sejak beberapa menit lalu. Namun Baekhyun dengan santai berjalan menuju kelas 10 -2 diikuti senyuman manisnya.

Hari ini sekolahnya memang meliburkan segala pelajaran karna sebagian guru rapat, dan sebagian menemani anak murid untuk ikut olimpiade dan berbagai lomba untuk beberapa minggu lagi. Dan tentunya para murid menonton jagoan mereka. Apalagi, ada Flower boy disana.

“Kenapa tidak ikut yang lain? Aku menunggumu…”Gadis yang tengah duduk menyembunyikan wajah di lipatan tangannya itu mendongak.

“Untuk apa? Untuk apa jika pada akhirnya aku diusir?”Tanya gadis itu agak ketus. Baekhyun tersenyum maklum.

“Setidaknya demi aku…”Dapat Baekhyun lihat gadis terkejut.

“Mau menemaniku ke atap lagi?”Anna hanya mengangguk.

Selama perjalanan menuju atap sekolah, tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga akhirnya Baekhyun membuka suara.

“Kenapa semua banyak yang membencimu? Kau itu cantik, baik, ramah, murah senyum. Bagian mana sisi gelapmu?”Tanya Baekhyun seraya menengok melihat teman – temannya tengah bermain sepak bola.

“Aku membunuh orang yang kusayang…”Baekhyun menghentikan langkahnya. Menatap sosok gadis yang kini menurutnya tengah berdiri dengan sisa ketegarannya.

“Kau tidak…”

“Ya, tapi semua berkata begitu bukan?”Baekhyun mengikis jarak hingga akhirnya mereka berpelukan. Lalu mengelus punggung gadis itu saat mendengar ssuara isakan.

“Itu hanyalah takdir,… Semua hanyalah kebetulan!”

“Itu bukan, itu kutukan Baek…”Perasaan takut menghinggapi dada Baekhyun. Membuat pria itu goyah.

Namun, Baekhyun masih tetap memeluk erat gadis itu disisa keberaniannya.

“Semua akan baik – baik saja, Anna…”Tenang pria itu. Meski perasaan ragu menghinggapi dirinya.

“A-Anna?”Gadis itu melepas pelukannya.

“Tidak apa – apa bukan? Itu nama panggilanku untukmu…”Baekhyun tersenyum lega kala melihat gadis itu nampak tak mempermasalahkannya.

Baekhyun menarik lengan gadis itu saat merasa banyak yang memperhatikan mereka dari lapangan sepak bola dengan pandangan kesal.

Banyak pula, yang memberinya sebuah kode untuk meninggalkan gadis itu. Namun Baekhyun, tetaplah Baekhyun meski keadaan telah genting.

Atap sekolah begitu sepi. Hanya angin yang menyapa mereka.

Dapat mereka lihat banyak para murid di bawah sana melakukan kegiatan seperti, Basket, sepak bola, voli, dan sisanya hanya menonton dan belajar untuk olimpiade pelajaran.

“Apa kau tidak takut mati jika bersamaku?”Ucapan Annalah yang memecah keheningan. Sebuah pertanyaaan yang membuat kerutan di dahi Baekhyun.

“Kenapa harus? Kematian itu ada di tangan Tuhan!”Jawab Baekhyun percaya diri. Meski dalam hati terbesit keraguan.

“Sebenarnya nama panjangmu apa?”Tanya Baekhyun. Membuat gadis itu menengok dan tersenyum. Sangat cantik ditambah terpaan angin yang membuat anak rambut Anna berterbangan.

“Annabelle Kim… Sebetulnya hanya Annabelle, tapi mengingat ayahku bermarga Kim.. Aku ikut!”Baekhyun hanya menganggukkan kepala paham.

“Apa kau tidak menyesal berteman bahkan mencintaiku?”Tanya Anna, dengan senyum hangat. Yang Baekhyun ketahui tersimpan begitu banyak makna.

“Kenapa harus? Berhentilah bertanya soal hal – hal yang aneh, Anna…”Rungut Baekhyun kesal, lalu menarik gadis itu agar berada didekapan hangatnya.

“Aku menyukaimu,Baek…”Jantung Baekhyun berdetak kencang saat kalimat itu akhirnya meluncur dengan indah dari bibir manis plum kesukaannya.

“Kau mau tau, kenapa mamaku memberiku nama Annabelle?”Baekhyun mengerutkan keningnya. Tapi,pria itu mengangguk.

“Namaku artinya itu, kegembiraan dan rahmat.”Baekhyun tersenyum senang. Merasa puas akan pertanyaan yang selalu menari di otaknya.

“Aku senang kau menceritakannya padaku, Setidaknya aku akan memberi—”

“Mereka juga sudah kuberi tau..”Baekhyun memasang wajah bingung. Kenapa gadis dihadapannya sangatlah membingungkan?

“Mereka yang sudah mati… Aku telah memberitau mereka soal ini. Juga.”Baekhyun masih mencoba memahami perkataan gadis itu. Tapi yang dituntut soal penjelasan malah tersenyum simpul.

“Apa kau mau tau, kenapa Ibu memberiku nama Annabelle?”Anna melirik pria yang masih terdiam. Tangan gadis itu menggenggan jemari hangat pria yang disukainya ini. Dia suka. Dulu, tangan mereka juga hangat.

“Karna mereka menginginkan kau dapat membahagiakan mereka juga orang lain, dan menjadi rrahmat bagi siapapun yang kau kenal…”Jawab Baekhyun. Pria itu mengelus telapak tangan Anna dengan gerakan lembut.

“Kau benar…”Baekhyun ikut tersenyum, kala gadis yang dicintainya tersenyum. Senyum indah yang belum pernah dilihatnya.

“Bukankah aku harus memberi mereka sebuah hadiah sebelum mereka mati?”Baekhyun mengerutkan keningnya. Lagi. Apalagi gadis itu berdiri dan membawanya menuju ujung atap ini. Meski disana terdapat teralis untuk membatasi siapapun yang ada disana agat tak terjatuh. Tapi, melihat dari atas sana sudah cukup menyeramkan.

“Kau lihat mereka? Mereka adalah orang yang pintar. Dan baik,Baek..”Baekhyun bergidik karna gadis itu malah dengan santai dan nyamannya melongo untuk melihat keadaan dibawah sana. Bisa Baekhyun kira, ini setinggi 5-7 Meter. Mungkin langsung mati bila terjatuh.

“Orang tuaku memberiku nama ini, karna mereka berharap aku dapat memberi kebahagiaan dan rahmat kepada orang lain, karna aku hanya mampu memberi mereka kutukan.. Mereka hanya berharap, karna itu tak akan terjadi…”Baekhyun menatap gadis ini kesal. Kenapa selalu memberi dirinya sebuah teka – teki?

“Aku menyukaimu…”Mata Baekhyun menatap Anna dengan penuh keteduhan.

Seperkian detik kemudian yang terdengar adalah sebuah jeritan ketakutan dan teriakan.

“Tapi maaf, aku hanyalah bohong..”

                     FIN

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. morimoi says:

    “Tapi maaf, aku hanyalah bohong..”
    ini yang ngomong baekhyun ato anna?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s