[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] ROUGH Ver. 2

irish-rough

EXO Birthday Project

Baekhyun’s Story

⌈   ROUGH verse 2 

  EXO`s Baekhyun & GFriend`s Sowon ⌉

⌈   slight appearance EXO`s D.O. & Xiumin 

  mystery, psychology, romance story rated by T served in ficlet length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

I wasn’t able to tell you but I liked you.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Rough Ver. 2

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

PROLOGUE

“Apa mereka sepasang kekasih?”

Bisikan Sowon di telinga Baekhyun hampir saja membuat pemuda Byun itu tersedak. Pasalnya, sejak tadi Sowon tak hentinya menatap serius ke arah dua orang yang di matanya tengah melakukan ‘hal berbau kekasih’ yang bagi Baekhyun, terlihat seperti kegiatan aneh.

“Bukan, Sowon-ah. Berhenti memperhatikan mereka.” omel Baekhyun.

“Kenapa? Kau tidak lihat? Cara pemuda itu menatap gadis yang memakai heels merah di sudut sana itu, benar-benar berbeda, Baekhyun-ah.” Sowon berucap menjelaskan.

Sejenak, Baekhyun menatap bergiliran dua orang yang sedari tadi berhasil merebut perhatian Sowon sebelum ia menghembuskan nafas panjang.

“Mereka itu stalker-couple.” ujar Baekhyun.

“Apa?” Sowon menyernyit bingung.

“Iya, Oh Seunghee, teman sekelasku itu, dia memang sejak dulu sering diperhatikan oleh penjaga cafetaria itu. Kurasa, pemuda itu seorang stalker, tapi temanku belum sadar.”

“Benarkah?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KIM SOWON VER.

“Adikku meninggal, Sowon-ah.”

Ucapan Baekhyun terdengar bagai petir di siang hari dalam pendengaranku. Bagaimana tidak, aku baru saja mencegat langkahnya ketika ia terlihat begitu terburu-buru keluar dari kelas saat dengan ekspresi tenang Baekhyun berucap seperti itu padaku.

“Apa yang kau bicarakan, Baekhyun-ah?” tanyaku, mencari kebohongan atau candaan yang kerap kali Baekhyun pamerkan.

“Dia sudah meninggalkanku.” tuturnya, lembut, tanpa kebohongan, entah mengapa aku sanggup mendengar bagaimana nada terluka dalam suaranya sekarang.

“Kapan?” pertanyaan itu lolos tanpa bisa kucegah.

Baekhyun tertunduk, tubuhnya terhuyung lemas namun tertahan tembok yang jadi pendengar kami sekarang.

“Semalam, Dokter Do meneleponku.”

“Baekhyun-ah…” tanpa sadar aku meremas bahu Baekhyun, berharap kesakitannya bisa hilang barang sedikit saja.

Sebuah isakan lolos dari bibir Baekhyun, sekon selanjutnya ia meraih bahuku, merengkuh tubuhku dengan erat sebelum ia menenggelamkan kepalanya di ceruk bahuku dan terisak.

Baekhyun menangis.

Ia benar-benar menangis.

“Aku tidak punya siapa-siapa lagi, Sowon-ah… Aku sudah sendirian di dunia ini.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

BYUN BAEKHYUN VER.

Adikku menghilang. Tubuh adikku menghilang.

Ia seharusnya dimakamkan hari ini, tapi tubuhnya bahkan tidak ada di kamar mayat. Lalu kemana tubuh adikku pergi?

“Baekhyun-ah.” sopran Sowon mendominasi runguku sekarang, menyadarkanku bahwa sedari tadi, Sowon tidak melepaskan tautan jemarinya dariku. Ia menggenggam jari-jariku yang sudah dingin karena ketakutan, marah, dan kesedihan, dengan sebuah kehangatan yang sanggup menekan rasa sakit yang sekarang aku rasakan.

“Sowon-ah…” tanpa sadar netraku menatapnya.

Sowon tersenyum, mengangguk pelan padaku, tangannya yang bebas bergerak meremas bahuku pelan—cara yang selalu ia lakukan untuk mengurangi stres yang tengah melandaku—dan berucap.

“Tenang saja, polisi pasti melakukan yang terbaik.” ujarnya.

“Terima kasih…” tuturku.

“Jangan berterima kasih padaku, aku hanya menemanimu di sini.” katanya.

Aku menggeleng. Justru, eksistensi Sowon saat inilah yang memberiku kekuatan. Bukan hanya karena dia gadis yang mengenal adikku sama baiknya denganku, tapi juga karena dia adalah gadis yang diam-diam sudah mencuri perhatianku.

Ah, sempat-sempatnya otak kotor ini memikirkan perkara cinta di saat yang tidak tepat seperti sekarang.

“Baekhyun, apa ada perkembangan?” aku terlonjak saat mendengar suara Dokter Do.

“D-Dokter—”

Sungguh, semua kalimat yang sudah teruntai di dalam pikiran kini lenyap. Dokter Do benar-benar ada di sini. Ya, selama beberapa bulan ini, Dokter Do memang membantuku untuk membiayai pengobatan adikku.

Dan sungguh, seorang dokter sibuk sepertinya punya waktu untuk mengurusi mayat hilang dari seorang dokter internship rendahan sepertiku adalah sebuah keajaiban.

“Apa yang polisi katakan?” Dokter Do bertanya, sempat, ia tersenyum padaku, seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Mereka bilang masih berusaha menemukan tubuh adikku.”

“Ah, aku turut berduka, dokter muda Byun. Aku tahu benar bagaimana hubunganmu dengan adikmu.” tutur Dokter Do.

Aku hanya tersenyum tipis, tidak tahu harus menjawab apa. Kedatangan Dokter Do di tempat ini saja sudah sangat tidak terduga.

“Tuan Byun?”

“Ah, nde.” aku menoleh saat mendengar namaku dipanggil. Seorang inspektur polisi sekarang tengah melangkah mendekati kami.

“Kami sudah melakukan penyelidikan, dan mungkin akan membutuhkan sedikit waktu untuk menemukan penyebab hilangnya tubuh adik Anda. Hari ini sudah cukup larut, jadi mungkin penyelidikan hari ini bisa kami tutup kalau Anda tidak keberatan.”

Aku mengangguk pelan. Mau bagaimana lagi, upacara pemakaman adikku akan dilakukan dua hari lagi, dan kalau tubuhnya—ah, sudahlah Baekhyun. Polisi pasti berusaha menemukan tubuh adikmu.

“Ya, tentu saja Inspektur, maaf sudah banyak menyita waktu tim anda.” ujarku akhirnya.

“Kami juga sangat berharap kasus ini bisa terselesaikan, Inspektur.” Dokter Do ikut bicara, ditatapnya inspektur polisi di hadapanku dengan senyuman.

“Karena Dokter Byun sudah seperti saudaraku sendiri, kejadian ini mau tidak mau mengusikku juga.” ujar Dokter Do lagi.

“Ya, kami akan berusaha sebaik mungkin.” inspektur polisi tersebut berucap.

“Terima kasih, semoga penyelidikan esok hari bisa membuahkan hasil yang jauh lebih baik, Inspektur Kim Minseok.” Dokter Do mengulurkan tangan, sementara inspektur polisi di depanku menjabatnya, membalas dengan senyuman simpul.

“Ya, sama-sama, dokter.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

EPILOGUE

Do Kyungsoo baru saja akan merajut langkah menaiki mobilnya kala seseorang didapatinya melangkah ke arah tempatnya berdiri sekarang.

Sebuah senyum kecil muncul di wajah Kyungsoo, kecurigaannya pada sosok itu sekarang semakin bulat.

Dengan sengaja, Kyungsoo mengurungkan niat untuk naik ke mobil, memilih melangkah mendekati sosok berpakaian polisi tersebut sebelum secara tidak sengaja ia menyenggol bahu sosok tersebut, sosok yang beberapa menit lalu menjabat tangannya saat ia bicara tentang hilangnya tubuh adik Baekhyun.

“Ah, maafkan aku.” Kyungsoo berucap sopan.

Sosok itu menatap sejenak.

“Ya, tidak apa-apa.” ujarnya sembari melanjutkan langkah.

Kini, Kyungsoo berdiri sendirian, sebuah senyum terukir di wajahnya saat ia menggumam.

“Kim Minseok… ternyata kau seorang prosopognasia.”

FIN

.

.

.

Cuap-Cuap by IRISH:

Aku labil. Hilangnya data-data di dalem Violet berefek banyak hal: Violet niat kuganti nama biar apesnya ilang, niat aku sama EXO Birthday Project luntur karena storyline series ini hilang dengan kenangan.

Cerita Baekhyun sendiri sebenernya ada tiga versi sih. Tapi sebenernya sampe dua versi ini aja udah cukup. Ada banyak pertanyaan yang terjawab di sini.

Penyakit apa yang Xiumin derita sampe-sampe dia mainnya cuma sama Seulgi doang, terus di series High Heels, siapa polisi yang diliat sama Seunghee dan Sehun saat Sehun lagi ‘makan malem’ dan well, sebenernya ‘kemana’ adik Baekhyun di sini sudah terjawab di High Heels jadi gak perlu dipertanyakan lagi ya. LOL. Untung sekali ceritanya continued ya.

Ah, aku gak kuat menghadapi cobaan hari ini. Berhubung versi 2 kupost jam segini… bagaimana nasib versi 3 yang kukasih adegan ‘sedih’ ini… Hiks.

P.s:

1 – maaf gabisa hyperlink semua series sebelumnya takut notif ketimbun..

2 – maaf mungkin ver 3 gak aku post (nanti ikutan di series Suho aja kali ya) karena keadaanku secara fisik dan mental lagi bener-bener kacau.

3 – maaf karena besok SMP UN, jadi aku hiatus satu minggu lagi ya, sekalian istirahat buat masalah akhir-akhir ini.

4 – maaf karena notenya banyak dan mengecewakan.

5 – mohon pengertiannya, aku juga manusia, butuh istirahat dan waktu ‘sendiri’ yang aku pengen buat kalian hargain juga, hidup aku gak melulu tentang fanfiksi dan fantasi, terima kasih.

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s