Devil’s Play[PART.2]—ALONA’s Fictional

 

picsart_04-01-05.18.27.jpg

 Devil’s Play

Byun Baekhyun & OC Kim Ji MI — And Supported by EXO member

Supranatural – Romance – AU – Life – Hurt

Disclaimer:

FF is MINE. I just PLOT owner, not CAST. FF is belongs to Reader.If the reader find the groove and the same story, it’s an accident. It made me purely from my imagination. So, any false things here are for falsehood, place names, character, background, all just imagination and fiction.

A Fanfiction’s by ALONA

“Play with water you drown. Play with Lightened you be stuck. But Play with devil, You Fall (In Love)”

Prev Chapter; Chap 1

Ji Mi View

 

Aku terbangun dengan rasa pusing yang mendominasi sebagian diriku. Keringat membasahi baju tidurku. Dan rambutku yang ikut lepek.

 

Aku mendorong selimut bermotif bunga yang melilit tubuhku kuat, hingga terpental ke lantai. Tapi, aku tidak perduli.

 

Aku memilih mengambil handuk lalu membersihkan diriku. Dari mimpi terkutuk itu.

 

Dari segala hal yang kuinginkan didunia ini, Kini berubah menjadi 1 permintaan, Aku menginginkan sebuah kewarasan. Sebuah kenormalan.

 

Aku hanya ingin menjadi seperti teman – temanku yang dapat hidup tenang, dan berangan – angan untuk hidup kedepannya.

 

Tidak seperti aku, Jangankan memikirkan Angan – angan untuk hidupku. Memikirkan soal pasangan hidup. Untuk sekedar menutup mata dan berharap mimpi indah saja rasanya sulit.

 

Bagaimana aku bisa memikirkan masa depanku, jika nyatanya semua itu berputar pada diriku. Jika nyatanya hidupku diatur makhluk menjijikan macam dia. Makhluk menjijikan yang sialnya menjadi sosok yang sangat kucintai.

Aku menatap pantulan diriku dicermin. Menatap betapa menyedihkan diriku. Aku memakai baju kantorku. Hanya sebuah, Kemeja biru dongker,dan sebuah rok ketat hitam polos selutut yang terbelah di bagian belakang.

 

Aku mengakui bahwa aku memanglah cantik dengan rambut terurai.

 

Aku berbalik dan menatap takut pada ranjangku yang sudaj kembali bersih seperti semula.

 

Dimana selimut bermotif bunga yang kutendang tadi kini terlipat rapi.

 

Sudah kubilang bukan? Aku menginginkan sebuah kewarasan.

 

Baekhyun View

 

Aku menatap gadis itu sendu.

 

Aku tau, aku telah membuatnya kecewa beberapa kali, hanya karna kalimat bodoh yang kuucapkan. Tapi, jujur! Aku sangat ingin bersamanya. Menemaninya layaknya pasangan kekasih. Namun apa daya? Aku tidak bisa melakukannya.

 

Nyatanya aku tidak bisa membalas perasaan mulia gadis polos sepertinya. Nyatanya diri ini hanya bisa memberinya senyum manis. Bukan senyum penuh cinta.

 

Aku tau, aku telah berbohong padanya.

 

Aku bukan hanya sebuah halusinasinya yang selalu berkeliaran di alam mimpinya. Karna nyatanya aku adalah Iblis.

 

Aku bisa berkeliaran kemanapun aku mau. Dan dapat kulihat betapa lelahnya hidup gadisku. Aku merasa kasihan padanya. Sudah sering kuiingatkan padanya untuk jangan mencintaiku, Karna sampai kapanpun perasaan itu tidak akan tumbuh.

 

Aku yakin, kalian pasti tau dengan hubungan iblis dengan manusia.

Mereka berakhir bahagia, dengan Sang iblis yang melawan segala peraturan Rajanya dan tinggal di Bumi. Atau membawa gadis itu ketempat asalnya(?).

 

Aku tersenyum kala mengingat buku yang selalu dibaca Ji Mi saat dirinya sedih akan kenyataan ini.

 

Namun, nyatanya kisahku berbeda dari segala cerita fiksi itu.

 

Sebenarnya, Rajaku tidak pernah melarang kami -para-iblis- untuk melakukan sesuatu. Karna nyatanya tugas kami hanyalah untuk menggoda manusia agar terjerumus dalam kejahatan.

 

Ya, aku mendekati Ji Mi untuk membuat dia masuk kedalam lingkup kejahatan yang membawa dirinya tersiksa. Namun, perasaan kasihan dan nyaman membuatku tidak jadi melakukannya.

 

Tidak.

 

Aku tidak mencintainya. Aku tidak bisa merasakan itu. Aku hanya merasa membutuhkan gadis itu karna rasa nyaman.

 

 

Author View

 

Ji Mi baru saja kembali dari kantin hanya untuk membeli sebuah kopi.

Meski dia ketahui bahwa dirinya amat membenci bau dari minuman ber kafein rendah itu. Apalagi rasa pahit meski sedikit manis. Tapi, minuman berwarna coklat atau hitam itu mampu membuat dirinya terjaga demi mengerjakan projectnya. Ya, dia harus minum demi pekerjaan bukan?

 

Kantor memang mulai sepi. Mengingat waktu pulang telah tiba. Hanya dirinya, beberapa Cleaning Office, dan beberapa pekerja yang juga lembur.

 

“Aku bingung, kenapa kita harus mengerjakan ini malam ini? Padahal deadline masih seminggu bukan?”Tanya rekan kerjanya. Seorang gadis yang Ji Mi ketahui bernama Seo Hee. Mengingat gadis itu adalah seniornya.

 

“Kau tau kan, Presdir sangat gila dalam berbisnis?”Jawab salah seorang temannya. Ji Won. Ji Mi hanya tersenyum melihat beberapa rekan kerjanya mengeluh membenarkan.

 

“Ekhem— Aku menunggu hasil kerja kalian…”Suara berat itu membuat mereka yang mengeluh memekik seperti tikus terjepit.

 

“Presdir juga bagai hantu… Selalu muncul disaat kita membicarakannya…”Sahut Hana. Membuat yang lain mengangguk dengan fokus pada sekumpulan kertas dan layar monitor mereka.

 

“Tentu saja dia bagai hantu. Dia adalah kawanku. Kai namanya…”Suara bisikan ditelinga sebelah kirinya. Membuat dirinya memekik tertahan. Hingga manusia yang ada disana menengok.

 

Ji Mi hanya tersenyum kikuk. Dan menggumamkan kata maaf.

 

Tentu Ji Mi sangatlah tau suara siapa itu. Itu adalah ssuara pria yang selalu hadir didalam mimpinya. Suara pria yang dicintainya.

 

Sontak Ji Mi menengok dan menemukan sesosok pria berpakaian serba hitam, dengan tangan yang dimasukkan ke saku celana berdiri angkuh. Dan menatapnya datar. Dia hanya mampu menahan napas, hingga melihat sebuah senyuman di bibir pria itu.

 

“Simpan semua pertanyaanmu… Aku akan menjawabnya nanti…”

 

 

Angin menerpa anak rambut Ji Mi. Membuat gadis itu merasa dingin, meski sebelah tangan telah memegang sebuah cup kopi panas.

 

“Kenapa tidak didalam cafe saja? Disini membuatmu dingin!”Ji Mi tidak sedikitpun menengok. Gadis itu sangat tau, ada sesosok yang duduk manis di sebelahnya.

 

Dia menghela nafas, bukankah dia kini bagai anak pemilik Sixth sense?

 

“Ya Ya Ya.. Aku memang akan hangat disana.. Dan akan dikatai gila karna bicara sendirian!”Ketusnya. Merasa makhluk disampingnya bodoh.

 

Ji Mi memang sudah diberi tau, bahwa tak ada yang bisa melihat Baekhyun. Kecuali dia. Dan anak lain pemilik sixt sense.

 

Tapi ini bukan berarti Ji Mi pemilik sixth sense kan?

 

“Ba-Bagaimana kau bisa ada disini?”Tanya Ji Mi. Memecah kehiningan. Beruntung bangku diluar cafe sepi. Karna dia tau, orang – orang pasti mencari kehangatan didalam sana.

 

Ya, Ji Mi memang akan agak gila bila berhadapan dengan Baekhyun.

 

“Maafkan aku…”Ji Mi menengok. Menatap sosok tak terlihat di mata orang lain itu aneh.

 

“Aku bisa berkelana kemanapun aku mau, mengingat diriku seorang iblis. Aku memiliki tugas membuat manusia terlena akan indahnya nikmat dunia. Menjerumuskan mereka kejahatan…”Ji Mi tak sengaja menjatuhkan cup berisi kopinya ke jalanan dingin, untuk menggunakan tangannua membekap mulutnya sendiri. Tak menyangka Baekhyun sudah membohonginya sejauh ini.

 

“Tapi sungguh, aku tak bisa melakukannya padamu… Aku merasa kasihan padamu. Aku nyaman kau ada disisiku…”Lanjut Baekhyun. Pria itu mengubah wujudnya menjadi manusia, dan menarik kedua tangan Ji Mi yang tengah menutup bibirnya menahan isakan. Lalu menggenggam tangan putih itu dan meniupnya juga menggosokkannya. Membuat rasa hangat disana dan dilubuk hati Ji Mi. Meski hatinya kecewa.

 

“Kenapa?”Tanya gadis itu diantara isakannya.

Baekhyun mendekap gadis itu erat. Tak perduli jika kemeja hitamnya basah.

“Aku kasihan padamu… Akan aneh bila tak ada dirimu…”Jawab pria itu. Membuat Ji Mi melepas dekapan yang sangat disukanya dan menggeleng.

 

“Kau menyukaiku…”Gadis itu menghapus jejak air matanya. Dan tersenyum.

 

“Tidak Ji Mi.. Kau sangat tau aku…”Tapi, sahutan tegas Baekhyun membuat senyum itu luntur.

 

Ya, Ji Mi paling tau soal perasaan Baekhyun. Lantas kenapa dia begitu berharap ada seberkas rasa itu? Meski sedikit? Padahal sudah sangat hafal diluar kepalanya bahwa Baekhyun tak bisa mencintainya.

 

Lagi – lagi ini terjadi.

 

Dimana Baekhyun akan selalu menenangkan dirinya yang menangis histeris.

 

Kenapa Tuhan nampak suka membuat perasaannya melambung lalu jatuh?

 

 

Hari – hari berlalu dengan sangat cepat.

 

Baekhyun memang selalu ada disisinya. Di mimpi dan dunia nyata.

 

Seperti sekarang.

 

Ji Mi tersenyum saat Baekhyun memberinya sebuah lelucon soal presdirnya yang ternyata jelmaan Iblis itu.

 

“Dia memang paling hitam asal kau tau.”Ucap Baekhyun disela – sela tawanya.

 

Bukankah Baekhyun tak dapat dilihat. Tentu tak ada yang menyadarinya.

 

‘Baekhyun, hentikan! Aku tengah rapat. Dia akan memarahiku bila aku menertawakannya…’Batin Ji Mi. Ya, mereka berbicara melalui batin.

 

Sang presdir tengah menjelaskan project apa saja yang harus karyawannya kerjakan. Dan kapan deadlinenya. Tapi, Baekhyun tak lelah – lelahnya membuat lelucon.

 

Dapat Ji Mi lihat, bahwa wajah sang presdir tengah memerah. Menahan marah mungkin. Tentu dia mendengar apa yang Baekhyun ucapkan.

 

‘Matilah kau Baek…’Batin Ji Mi lalu menundukkan wajahnya.

 

“Baiklah, rapat selsai… Ingat! Bekerjalah semaksimal mungkin, Deadline minggu depan. Sekarang kalian bisa meninggalkan ruangan ini, kecuali kau, Nona Kim Ji Mi!”

 

Ji Mi membelalakan matanya. Sementara beberapa temannya menatap iba.

 

Di ruangan itu tinggallah mereka ber3.

 

“Bagaimana caranya kau bisa mengetahui soal kami?”Tanya sang presdir seraya membereskan beberapa mapnya. Yang Ji Mi ketahui bernama Jong In ini.

 

“Aku yang membuatnya bisa melihat kita..”Sahut Baekhyun santai. Membuat Jong In menghela nafas kasar. Pria itu menyenderkan badannya di senderan kursi khususnya.

 

“Kau tau kan,Baek? Gadis ini akan dilenyapkan bila kau membuatnya makin mengenal kita…”Lirih Jong In seraya memijit pelipisnya.

 

Ji Mi mengerutkan keningnya. Dia tak pernah tau apa yang Jong In ucapkan. Karna ini memang kali pertama dia mendengarnya.

 

“Maksudnya?”Tanya Ji Mi, mulai tak paham asal pembicaraan ini.

 

“Aku tau kau adalah gadis baik… Kusarankan, Jauhi Baekhyun! Kau tau kan? Bangsa kami tidak bisa merasakan perasaan mencintai! Kau hanya akan menghabiskan waktumu, demi mencintai Baekhyun!”Jong In menepuk bahu sempit Ji Mi. Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

 

“Maaf…”Ji Mi menengok. Mendapati Baekhyun yang tersenyum kikuk.

 

“Gwenchanha… Ini pilihanku!”

Ji Mi View

 

Aku bingung.

 

Ini sangat aneh. Mengingat Baekhyun yang selalu mengikutiku pergi. Dan hadir di mimpiku. Kini menghilang.

 

Soal perkataan Jong In mengenai aku yang tidak boleh mengenal seluk beluk soal mereka, membuat aku takut. Bagaimana bila Baekhyun dihukum?

 

Hari ini sudah menjelang malam. Dan aku merindukan suara Baekhyun. Merindukan sikapnya yang membuat hatiku hancur. Entahlah. Aku merindukannya. Bukankah cinta membuat yang merasakannya buta?

 

Aku menggenggam mug berisi kopi ini. Sudah menjadi keseharianku meminum kopi, sejak Baekhyun selalu hadir di mimpiku.

 

Aku sangat menyalahkan diriku, bila Baekhyun memang dihukum.

 

Lantas, hanya 1 jalan untuk mengetahuinya. Tidur. Dan bermimpi.

 

Aku bangkit dari bangku santai yang menghadap kaca besar itu. Lalu berjalan menuju dapur,mencuci mug kosong itu. Dan kembali melangkah menuju ranjangku.

 

Aku memandang langit – langit kamarku bingung. Apakah, bila aku tidur. Baekhyun memang akan hadir? Dan sedang menungguku?

 

Aku tidak tau, tapi lama – kelamaan, Mataku memberat. Hingga aku tak bisa merasakan sunyinya malam.

Baekhyun View

 

Gadis itu terbangun.

 

Dia mulai membuka mata bulat nan jernih yang amat kusukai. Aku merindukan Ji Mi. Sangat.

 

Tapi, aku tidak bisa kembali ke dunia. Dan menemani Ji Mi yang kesepian.

 

Jong In sudah memberi tau kepada ketuaku, soal aku yang memberi kekuatan pada gadis incaranku.

 

Bukankah aku jahat? Membohonginya?

 

“Baekhyun?”

 

Ji Mi mendudukan dirinya. Lalu menatapku lega. Mungkin dia berpikir keras soal ucapan Kai. Ck, pria itu memang baik, tapi jika menyangkut keamanan bangsa, dia akan melakukan apapun meski sang pelaku sahabatnya. Sial.

 

Aku tersenyum saat Ji Mi memelukku erat. Erat sampai aku dapat merasakan bahwa gadis itu merindukanku.

 

“Gwenchanha? Aku memikirkanmu!”Ucapnya jujur. Membuatku mengusap pelan puncuk rambutnya.

 

“Tenanglah, semua baik – baik saja.”Lirihku menenangkannya. Meski, aku tau gadis itu tak bisa tenang bila pertanyaan di otaknya tak terjawab.

 

“Mereka sudah tau jika aku sering menemuimu…”Gadis itu terpaku. Tatapannya mengosong. Dan aku tau, dia takut.

 

“A-Apa yang akan terjadi?”Tanyanya. Suara gadis itu bagai tikus terjepit. Aku menggenggam tangan mungilnya yang berkeringat.

 

“Mereka tak akan suka.. Tapi percayalah, aku bisa mengatasinya.”Jawabku yakin. Aku memang sudah memikirkan berbagai cara untuk mengatasi ini dengan matang.

 

“Benarkah? Bagaimana-”

 

“Kumohon, kali ini percayalah padaku…”

Ji Mi View

 

Baekhyun menggenggam jemariku erat. Menciptakan kehangatan disana. Tapi aku tau, Baekhyun berusaha membuatku tenang. Nyatanya, melihat dia berdiri, bernafas, tersenyum padaku saja sudah membuatku tenang.

 

Kami berjalan melawan kuatnya hembusan angin. Hingga sampai pada sebuah rumah tua yang masih terlihat elegan.

 

“Aku sudah memperingatimu, Baek… Kau memang keras kepala!”Aku menganga melihat paras asli Presdi Kim Jong In. Dia amat tampan.

 

“Aku berdoa semoga kau selamat, Ji Mi-Ssi.. Mengingat kau adalah karyawan terbaikku. Aku tidak bisa melenyapkanmu disaat perusahaan membutuhkan pekerja sepertimu..”Aku bingung saat Jong In menghampiriku dan memberiku sebuah gaun hitam.

 

“Demi menghormati keluargaku.. Kau tak keberatan memakainya kan?”Tanya Baekhyun. Sembari menghela nafas dan menatapku sedih.

 

“Tak apa.. Ini indah!”

 

Kulihat Jong In sudah pergi. Meninggalkan aku dan Baekhyun berdua. Entahlah pria itu nampak tak ingin melihat kami.

 

“Baek.. Aku bisa kembali ke dunia bila kau memang tak bisa. Tak apa…”Aku mengelus lengannya. Tersenyum saat Baekhyun tersenyum hangat padaku. Aku bahkan lupa bahwa dia seorang Iblis jika tak ingat bahwa dia memakai pakaian serba hitam.

 

“Ya, kau bisa kembali… Aku sudah menyelesaikan tugasku… Terima kasih masih mencintaiku,Ji Mi-Ssi… Terima kasih telah mencintai Iblis!”

 

Dan disaat itu juga aku hanya melihat kegelapan. Dan disaat aku membuka mata, Aku telah berada di kamarku.

 

Tidak. Kenapa Baekhyun bicara begitu? Kenapa dia?

 

Kenapa aku tidak bisa, tidak mencintainya?

 

TBC

 

HALLO..

 

Please, kritik ddan saran FF ini.. Kuyakin cerita ini kebelit belit! Karna aku juga pusing bacanya…

 

Maafkan aku… Di ultah Baek.. Diri ini kehabisan kuota, dan berimbas meminta Tethering Mama… Sumpah, ini gak eenak bangeeetT_T

 

BTW… Aku sendiri bingung mau bikin Suprise buat Baekhyun apa…(?)

 

Hehehe… Ditunggu kritik dan sarannya^^

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. byunjungie says:

    kasiaaaan ji mi nyaa,cintanya bertepuk sebelah tangan T.T,baekhyun jahaaaat,ini masih ada klanjutannya kn?,aku tunggu next nyaa,화이팅!!

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Iy… Aku jg kasian padahal aku yg buat/HIKS/plak

      Masih kok^^ Tunggu ya.. :3
      Makasih y udh mau komen^^

      Like

  2. SHINERSB says:

    oh! ku kangen sekali.. ini keren–cmn rada kecepetan aja sih.. tp gpp kok,author-nik jjang!!♡

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Iya ya?? Siip… Bakal kupelanin lagi, hehehe^^

      Kamu kangen? Aku bersyukur sekali, ada yg kangen sm FFky. Eh km kangen FF ini? (:v)

      Makasiih ya udh mau komen^^

      Liked by 1 person

      1. SHINERSB says:

        ku juga kangen dirimu kok 😹

        Liked by 1 person

      2. ALONA says:

        Aah masaaa??? Gk nyangka ada yg kangen diri ini^^ Makasiiih 😊

        Liked by 1 person

  3. ALONA says:

    Reblogged this on ALONA WORLD.

    Like

  4. Mueezachann says:

    Annyeong, reader baru niih. Salam kenal yaaa ^^
    Aku bacanya langsung chap 2 dan asik banget pas sdh bacanyaa. . .
    Kalo gitu aku mau baca chap satunyaaa yaaa. . . Mohon ijinnya. . .

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Hai, Salam kenal juga^^
      Hehehe, Iya silahkan😊 Makasih ya udh mau komen

      Liked by 1 person

  5. Kim Ji Soo says:

    Kenapa? Haruskah cintanya mreka terpisahkan? tapi klau ada iblis gantengnya sma baiknya kayak byun,aku jga mau😁😁🙌next chap thor

    Liked by 1 person

  6. lyoungie98 says:

    Etdahh., si Kai oppa iblis juga?..wkwkwk duh itemnya dbawa bawa lagi, kan kesian..kkkk

    “Ya, kau bisa kembali… Aku sudah menyelesaikan tugasku… Terima kasih masih mencintaiku,Ji Mi-Ssi… Terima kasih telah mencintai Iblis!” huhh., kok jadi nyesek yah
    😭

    Next dtunggu loh kak

    Liked by 1 person

    1. ALONA says:

      Aduh, jangankan kaka, aku yg bikin aja baper sendirii sediiih :((((

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s