[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Maps

on

baeeeekk.jpg

Title: Maps
Cast: Byun Baekhyun x Kim Dahye (OC), etc
Author: milkaiyeol
Genre: Romance, sad
Rating: G
A/N: written by the author and inspired by Maroon 5’s Maps mv. Cast hanya milik Tuhan semata.

——-

” The maps that leads only to her, but he has passed the wrong way.”

——-

“Dimana dia? Kim Dahye! Dimana wanita bernama Kim Dahye?! Sus–”

“Dia sedang dalam penanganan dokter, Tuan. Saya mohon anda bersabar,” ucap suster yang sedang sibuk seadanya pada lelaki yang sedang khawatir itu sambil menunjuk pada ruang unit gawat darurat di sebelah kirinya.

Byun Baekhyun.


Ia segera berlari tanpa memperdulikan ucapan suster tadi untuk bersabar. Baekhyun berlari tergesa-gesa ke unit gawat darurat dengan keadaan yang tidak cukup baik-baik saja. Matanya memerah karena menangis, napasnya tersengal begitu mengetahui keadaan wanitanya itu, baju yang ia kenakan lusuh karena keringatnya yang terus-menerus keluar, intinya ia terlihat sangat bukan Byun Baekhyun yang biasanya. Tidak ada senyuman di sana. Bahkan tatapan teduhnya berubah menjadi tatapan kekhawatiran yang luar biasa.

“Dahye …” lirih Baekhyun ketika melihat Dahye yang terkulai lemas di ranjang UGD dengan darah dan luka-luka yang menyelimuti beberapa bagian tubuh Dahye.

Baekhyun masih mematung melihat wanitanya itu. Matanya memanas, dadanya naik turun tidak karuan. Bodoh! Pikirnya. Ia tidak seharusnya melakukan hal seperti itu. Harusnya.

“Dahye-ya!” Baekhyun hendak mencapai tangan Dahye yang terbaring namun dengan cepat beberapa perawat laki-laki menahan gerakan Baekhyun.

“Maaf, Tuan ia sedang dalam penanganan. Tunggulah sebentar,” ucap perawat 1 yang memegang erat tangan Baekhyun.

“Dia membutuhkanku! Dia … sekarat karenaku! Jebal …” pintanya sambil terus meronta ingin dilepaskan.

“Maaf, Tuan. Anda sebaiknya tunggu di luar,” ucap perawat 2 yang berhasil mengeluarkan Baekhyun dari ruangan tersebut.

“Byun Baekhyun!”

Baekhyun menoleh ke arah suara itu. Ia menghela napasnya lega melihat lelaki itu. Segera ia berlari ke arahnya namun …

BUGH!

“Kau gila!” Lelaki tadi meninju wajah Baekhyun sangat keras. Kim Junmyeon. Kakak Dahye-lah yang telah meninju wajah Baekhyun itu.

“Hyung …” ucap Baekhyun lirih. Ia paham ia lah yang sepenuhnya salah di sini atas kejadian Dahye tersebut.

“Bukankah aku sudah memperingatimu jangan pernah bawa Dahye ke tempat kotor itu!? Hah?! Apa kau tuli?! Ya akupun tau kau tidak sebaik yang Dahye pikir. Tapi kenapa aku mengizinkan kau bersama Dahye?! Karena Dahye sangat mencintaimu,” jelas Junmyeon yang naik sudah pitam itu. “Brengsek!” Sekali lagi Junmyeon meninju Baekhyun dan berhasil mengeluarkan tetes demi tetes darah dari sudut bibir dan hidung Baekhyun.

Baekhyun yang tersungkur hanya diam menahan amarah dan tangisnya. Ia telah melakukan kesalahan besar membawa Dahye ke tempat yang tidak seharusnya. Ah, itu karena Baekhyun sangat merindukan tempat lamanya dan ia ingin bertemu dengan seorang wanita juga, yang mana teman lama Baekhyun. Lee Aeri.

****

-Flashback On-

“Dahye-ya, nanti malam kita pergi ya,” ucap Baekhyun bahagia.

“Kemana?” balas Dahye yang sedang sibuk memasak di dapur apartemennya tanpa menoleh ke arah Baekhyun.

“Ehm … kemana saja. Aku ingin refreshing,” jelas Baekhyun.

Mendengar ucapan Baekhyun, Dahye langsung mematikan kompornya dan berlari ke arah Baekhyun yang tengah menikmati kopi paginya di meja makan.

Pagi-pagi sekali tadi Baekhyun sudah datang ke apartemwn Dahye dengan dalih ia sangat merindukan wanitanya itu.

“Jeongmal!? Aaaa aku juga mau, Baek. Rasanya sudah lama tidak bersenang-senang.” Dahye menangkup kedua pipi Baekhyun bahagia. Senyumannya makin ia kembangkan tatkala mendapatkan anggukan dari kekasihnya itu.

“Aku mencintaimu!” ujar Dahye yang langsung menyambar bibir tipis Baekhyun itu.

“Baiklah, sekarang kau selesaikan dulu masakmu, sayang.”

Baekhyun merasa sangat bahagia kekasihnya menyetujui keingiinannya itu. Lalu segera menyeruput habis kopinya.

****

Dahye yang begitu antusias tengah memilih pakaian apa yang cocok dipakai nanti malam untuk–anggap saja kencan–pergi bersama Baekhyun. Ia memilih pakaian masih ditemani Baekhyun yang tengah bersantai di sofa.

“Apa ini cocok?” tanya Dahye sambil memperlihatkan dress miliknya pada Baekhyun meminta persetujuan.

“Tidak, tidak. Ganti.”

“Baiklah,” ujar Dahye terlihat kecewa. Itu adalah percobaan pakaian yang ke-4 bagi Dahye yang ia perlihatkan ke Baekhyun dan selalu mendapat ‘Tidak!’.

“Bagaimana? Kumohon katakan iya, aku lelah, Baek.”

“Take it!” ujar Baekhyun menyetujui pilihan ke-5 Dahye.

“Haaaah akhirnya …” Dahye merasa lega akhirnya kekasihnya itu menyetujui pakaian kelima pilihannya.

****

“Apa sudah siap?” tanya Baekhyun yang tiba-tiba muncul di depan pintu apartemen Dahye.

Sangat tampan. Itulah yang pertama kali Dahye pikirkan tentang kekasihnya yang tengah berdiri tepat di depannya dengan pakaian kasualnya.

“Yap! Seperti dirimu.” Dahye memeluk Baekhyun, menenggelankan kepalanya di dada Baekhyun, mencium aroma Baekhyun yang sangat Dahye sukai itu.

“Ayo!” ajak Dahye setelah melepas pelukannya itu, lalu menarik tangan Baekhyun antusias.

****

“Waaah kau sangat antusias sekali, sayang,” ucap Baekhyun sambil mengacak rambut Dahye disela menyetirnya. Baekhyun begitu terpesona dengan penampilan Dahye yang begitu … ehm, cantik. Ya memang setiap hari di mata Baekhyun Dahye selalu cantik, tapi malam ini ia terlihat begitu berbeda.

“Ehm, tentu! Aku ingin bersenang-senang, kau tau?” alas Dahye yang sedari tadi sangat sulit untuk tidak tersenyum.

Setelah beberapa menit berkendara, mereka akhirnya sampai di tempat yang Baekhyun tuju.

“Bar?” tanya Dahye dengan wajah yang tidak begitu senang.

“Ayolah, Kim Dahye, kau ingin bersenang-senang bukan? Ini yang aku maksud refreshing dan bersenang-senang, sayang,” jelas Baekhyun dengan wajah teduhnya sambil mengelus rambut Dahye. Ehm, seperti merayu Dahye untuk benar-benar mengikuti kemauan Baekhyun.

“Kau tau? Aku memintamu untuk tidak mengunjungi ini lagi, Baek. Tapi apa?! Kau malah membawaku ke sini,” sungut Dahye yang hampir tersulut emosi itu.

Dahye menyebut tempat itu adalah ‘tempat terlaknat’. Karena dulu sebelum ia mengenal Baekhyun, ia hampir saja kehilangan keperawanannya. Tapi saat itu juga, Baekhyun datang untuk menolong Dahye dari lelaki tersebut.

“Kau ingat bagaimana aku menyelamatkanmu? Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu malam ini. Ayolah,” bujuk Baekhyun sekali lagi.

“Oke oke! Hanya malam ini bersenang-senang. Selanjutnya sampai selamanya aku tidak akan pernah mau ke sini lagi denganmu dan siapapun, Byun Baekhyun,” tutur Dahye menegaskan di setiap katanya.

****

Dahye yang sebenarnya tidak begitu suka dengan suasana di tempat itu, tetap menikmati minuman yang disediakan oleh bartender wanita di depannya itu. Dan Baekhyun sedang berbincang sebentar dengan temannya di sudut ruangan tersebut.

****

“Hey! Bagaimana kabarmu dan kekasihmu itu, tuan Byun?” tanya teman Baekhyun itu yang bernama Kris Wu, lalu menegak minuman yang di pegangnya.

“Ah, aku dan kekasihku baik-baik saja. Ehm, dan ia makin hari makin membuatku jatuh cinta, kau tau. Haha,” balas Baekhyun yang antusias.

“Kris! Ada Baekhyun? Suruh dia ke sini,” teriak seorang teman Baekhyun lainnya dari sebuah ruangan.

“Yap! Baekhyun ada di sini. Baiklah aku membawanya ke sana.”

“Siapa?” tanya Baekhyun penasaran.

“Oh Sehun. Ia menyuruhmu mendatanginya. Oh iya, Lee Aeri menanyakanmu, Baek,” tutur Kris yang lalu mendahului Baekhyun ke ruangan yang dituju. “Ayo ikut aku.”

Akhirnya Baekhyun mengikuti langkah Kris ke tempat Oh Sehun berada.

****

Dahye gusar menunggu Baekhyun yang begitu lama berbincang-bincang dengan temannya. Ia meneguk gelas demi gelas alkohol di depannya itu.

Brak!

“Brengsek! Bukankah ia berkata bahwa ingin bersenang-senang denganku?! Dasar.” Emosi Dahye yang hampir memuncak itu membuatnya sedikit kehilangan jati dirinya.

Dahye bangkit dari duduknya lalu pergi ke tempat yang tadi Baekhyun datangi dengan Kris Wu.

****

Kecupan manis Baekhyun lontarkan pada gadis di hadapannya itu.

“Kau merindukanku huh?” tanya Baekhyun dengan nada menggodanya pada gadis itu.

Gadis itu hanya mengangguk mengiyakan ucapan Baekhyun.

Gadis itu makin mengeratkan lengannya di leher Baekhyun. Walaupun Baekhyun berusaha untuk melepaskan pelukannya, tapi gadis itu tetap melingkarkan lengannya.

Sepasang mata menyiratkan sebuah emosi mendalam melihat dua insan yang saling mencumbu itu. Ia menahan tangisannya dan sesuatu tengah menohok tepat di dadanya. Ia marah, sangat marah dengan lelakinya itu.

“Brengsek!” teriaknya parau.

Dua insan yang mendengar ucapan itu, berbalik melihat siapa dia.

“Dahye-ya!” Lelaki itu, Byun Baekhyun melepaskan lengan gadis itu dari lehernya lalu mengejar Dahye dengan segera.

****

“Brengsek! Kau bodoh, Dahye! Kim Dahye sangat bodoh! Dan yak! Byun damn Baekhyun, I really hate you so damn much!!!” Dahye terus menerus mengumpat ketika keluar dari bar tersebut. Ia segera pergi dari tempat itu tanpa tahu harus kemana.

Perasaannya kacau melihat kejadian tadi tepat di depan matanya. Dahye terisak sambil mengelap air matanya dan berjalan tanpa arah juga tanpa melihat kanan-kirinya. Sampai suatu ketika …

BAAAAM!

Semuanya samar-samar. Kepala Dahye sangat begitu pening. Ia merasa semuanya hilang. Bagian-bagian tubuhnya mulai tak terasa menempel di tubuhnya.

“Aku … mencintaimu, B-ba-baekh …”

Gelap. Itulah yang Dahye rasakan.

****

“Apa kau melihat wanita berambut lurus, tingginya sekitar … 168 sentimeter, menggunakan jaket kulit–” tanya Baekhyun khawatir.

“Ya! Aku melihatnya. Atau mungkin sepertinya … itu?”

Seseorang itu menunjuk ke arah di mana Dahye tergeletak tak berdaya yang sudah dikerubungi banyak orang.

Segera, Baekhyun berlari ke arah Dahye tergesa-gesa. Tapi ia kurang cepat dengan kedatangan ambulance yang sudah siap membawa Dahye ke rumah sakit.

-Flashback off-

****

Baekhyun tidak mengerti harus bagaimana lagi dengan Dahye. Pikirannya terlalu pendek untuk berfikir. Ia harus bersabar dengan keadaan Dahye yang masih dalam perawatan dokter. Di sebelahnya, Kim Junmyeon, kakak Dahye-pun tengah harap-harap cemas dengan keadaan adiknya itu.

“Maaf … maafkan aku … hiks hiks,” isak Baekhyun sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Baekhyun merasa begitu bersalah atas apa yang dialami oleh Dahye.

Tak berapa lama, dokter yang menangani Dahye-pun menampakkan dirinya. Dengan segera, Baekhyun dan Junmyeon menghampiri dokter tersebut.

“Bagaimana, dok? Apa dia baik-baik saja?” tanya Baekhyun pertama dengan nada yang sangat khawatir.

“Maafkan kami, ia … benar-benar sudah tidak dapat diselamatkan lagi karena pendarahan yang luar biasa. Permisi,” jelas dokter tersebut yang langsung meninggalkan dua lelaki di hadapannya.

Seperti tertimbun ribuan ton bebatuan, tubuh Baekhyun sangat lemas dan tangisannya mulai terdengar, lagi.

“Dahye-ya … hiks hiks … maafkan aku … hiks hiks …”

“Huh, kau lihat? Itu semua ulahmu, tuan Byun! Apa kau bisa mengembalikan semuanya hah?! Tidak! Urus sendiri Dahye yang kau anggap milikmu itu! Dan beri abunya padaku segera.” Junmyeon yang tidak tahan dengan Baekhyun itu, meninggalkan Baekhyun sendirian dengan kesedihannya yang mendalam.

****

Baekhyun menatap nanar gadis yang ditutupi kain putih itu dengan perasaan yang tidak karuan. Tangisnya pecah lagi tatkala ia membuka kain tersebut dan melihat keadaan Dahye yang tidak begitu baik-baik saja.

“Maaf. Aku … tidak tau harus bagaimana sekarang. Uhm, Apa aku masih pantas menyebutmu sayang, sayang? Eoh? Dahye … jawab aku.”

Ia menggenggam tangan gadisnya itu erat. Dengan segenap perasaannya, Baekhyun mencium lembut kening gadisnya itu, ia juga mengecup tulus bibir ranum gadisnya, Kim Dahye.

“Maaf. Aku memang bodoh. Aku … mengkhianati kepercayaanmu, Dahye. Aku terpancing oleh wanita itu. Maafkan aku. Aku … meyakinkan diriku, pasti aku tidak akan pernah menemukan wanita sepertimu. Kelak, aku akan menemukan penggantimu, namun tidak dengan perasaanku. Aku hanya mencintaimu seorang, Kim Dahye. Aku sangat mencintaimu, sayang.”

“Seharusnya aku berpikir kau adalah satu-satunya tempatku untuk pulang. Bukan yang lain. Aku memang benar-benar bukan lelaki yang baik.”

Sekali lagi, Baekhyun mengecup bibir gadisnya itu cukup lama.

“Maafkan aku.”

-FIN-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s