[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] ROUGH Ver. 1

on

 irish-rough

EXO Birthday Project

Baekhyun’s Story

⌈   ROUGH verse 1 

  EXO`s Baekhyun & GFriend`s Sowon ⌉

⌈   slight appearance EXO`s D.O.  

  psychology, slight!romance story rated by T served in ficlet length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

I wasn’t able to tell you but I liked you.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Rough Ver. 1

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

BYUN BAEKHYUN VER.

Mungkin, tidak ada yang berpikir apa yang kulakukan sekarang adalah sesuatu yang aneh—membawa mayat masuk ke dalam ruangan mayat—karena aku adalah seorang dokter muda yang tengah menjalani internship di rumah sakit ini.

Mudah saja bagiku mengatakan pada orang-orang yang kutemui bahwa kelasku baru saja mengadakan sebuah praktikum. Dan ya, semua orang tentu percaya. Tidak ada orang yang pernah mencurigai seorang dokter sebagai kriminal, bukankah begitu?

Bagi orang-orang, semua dokter adalah orang yang baik. Padahal … kenyataannya tidak seindah itu.

“Apa yang kau pikirkan, Byun?”, aku menoleh saat seseorang memulai konversasi, sedari tadi, kami berjalan dalam diam seolah tidak saling menganggap eksistensi masing-masing.

“Tidak ada Dok, aku hanya memikirkan adikku.”, dengan mudah aku berbohong, meski mungkin saja dokter senior di sebelahku menyadari kebohongan yang kuucapkan, anggaplah, ia tidak mengetahuinya.

“Apa keadaannya makin memburuk?”, tanyanya membuatku terkesiap.

Sial, seharusnya aku tidak memulai pembicaraan tentang adikku, hanya membuang waktu dan malah membuatnya makin mengungkit hal yang setengah mati berusaha kusembunyikan dari semua orang.

“Tidak, tidak seperti itu.”

“Lantas?”, lagi-lagi ia bertanya, seolah tidak memahami bagaimana aku berusaha menghentikan pembicaraan kami saat ini.

“Ah,”, ia menggumam, kulirik sekilas tatapannya sekarang tertuju ke koridor kosong menuju ruangan adikku.

Oh, ya, tentu kami berdua sudah selesai ‘membuang’ mayat—yang entah dia dapatkan dari mana—dan menyembunyikannya di antara puluhan mayat tak dikenal yang ada di kamar mayat.

“Kenapa, dok?”, tanyaku tak mengerti.

Ia menggerakkan dagunya menunjuk ke satu arah, membuatku mengikuti arah yang dipandangnya sekarang dan—

“Oh, tidak, sungguh dok, aku tidak memikirkan tentangnya tadi.”

—ya, seorang gadis yang tidak kuduga ada di sana.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

KIM SOWON VER.

Dia belum datang.

Entahlah, mungkin dia sibuk dengan tugas-tugas di ER, atau malah sibuk bergelung di ruang dokter. Ugh, padahal aku sudah datang ke tempat ini seperti yang ia minta beberapa hari lalu.

“Sowon-ah!”, sebuah panggilan menyadarkanku, dia.

Memangnya siapa lagi orang yang suaranya saja bisa membuat jantungku berdebar seperti ini?

“Baekhyun, kau—”, ucapanku terhenti kala kusadari ia tidak sendirian.

Seorang dokter berjalan di sebelahnya, dari penampilannya, ia pastilah seorang dokter senior Baekhyun di rumah sakit ini.

“Oh, annyeong haseo.”, dengan sopan aku membungkukkan badanku sedikit, hamper saja aku bertingkah tidak sopan di depan senior Baekhyun.

“Kau pasti gadis yang sering Baekhyun ceritakan.”

“D-Dok, aku tidak—”

“Aku hanya bercanda.”, lekas dokter senior tersebut memotong ucapan kikuk Baekhyun sekarang.

Bisa kurasakan wajahku memanas seketika, padahal ucapan dokter tersebut hanyalah candaan. Ugh.

“Senang bertemu denganmu, kurasa, aku bisa bicara dengan Dokter Byun nanti, selamat malam.”, ia berpamitan dengan sopan, mau tak mau, aku harus lagi-lagi merasa kikuk karena ditinggalkan bersama Baekhyun setelah ia berucap aneh seperti itu.

“Kau sudah menunggu dari tadi?”, pertanyaan Baekhyun terdengar seolah ia berusaha menghapus kekakuan yang tercipta.

“Hmm, ya, lumayan. Apa kau sibuk di ER lagi?”, tanyaku segera dijawab dengan sebuah gelengan pelan oleh Baekhyun.

“Praktikum lagi,”, tuturnya, sekon selanjutnya ia dengan santai meregangkan kedua lengannya ke atas dan menguap lebar-lebar, “aku sangat lelah …”, sambungnya membuatku terdiam.

“Ah, kalau begitu aku sebaiknya pu—”

“Hey, kau itu selalu sensitif,”, ia tertawa pelan.

“Kenapa?”, tanyaku tidak mengerti.

Baekhyun tersenyum—senyum manis yang entah mengapa selalu membuatku membalas senyumnya tanpa alasan.

“Aku hanya bercanda, Sowon-ah. Apa kau sudah makan malam? Ayo kita ke kantin.”

FIN

.

.

.

Cuap-Cuap by IRISH:

Terkisahlah, diri nista ini berniat buat publish Rough ini di tanggal 7. Tapi well, rencana manusia itu seringkali gak sama dengan takdir Tuhan. Dan itu juga yang terjadi sama diri nista ini.

Di tanggal 6, karena diri ini terlalu banyak mengumpat Baekhyun menggunakan kepslok di Do You Believe, sepertinya diri ini kena karma.

Terbukti dengan gimana laptop aku—Violet—tetiba aja kena serangan jantung dan akhirnya terbaring koma di meja mas-mas servis. Yap, bayangkan gimana rasanya jadi diriku yang gabisa apa-apa karena laptop rusak, dan rusaknya itu ada di hardisk internalnya. Mas servisnya enak bener pas bilang “Ini kalo di format semuanya gimana?” dan ngekode biar diri ini serangan jantung juga kayak Violet.

PLIS, MAS. HIDUP ANE ADA DI DALEM SANA, DAN IDUP ANE MAU ENTE FORMAT? ANE MATI DONG.

Begitulah ekspresi ane.

Dan karena emang kerusakannya cukup menyedihkan, ane harus tabah menerima laptop kembali jadi baru. Kosong semua. YAWLAH, photoshop ane, vegas pro ane, ya sudahlah, nasib.

Dan ya, aku gak tau akan jadi gimana series Baekhyun kali ini. Dua atau tiga versi, sepertinya aku akan sedikit-sedikit merombaknya. Hiks.

Cukup sekian ocehan gak jelasku, maafkan diriku yang cuma manusia dan banyak salahnya daripada benernya. Salam ketjup, Irish.

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s