[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Happen Ending

happen ending.png

Happen Ending?

A fanfiction by wonxian ©

[EXO]  Baekhyun  &  [OC] Ji Saehyun

Support cast : [SNSD] Taeyeon (mentioned)

Genre : Sad-Romance, Friendship // Length : Oneshoot (with 1.054 words) // Rate : Teenagers

Disclaimer

Cast’s milik Tuhan, Orang tua dan agensi masing-masing, OC milik author /wkwkw/, don’t plagiat or copy-paste without my permission! Hargai penulis yang sudah susah payah mencari ide ceritanya.

A/N : Fanfiction ini saya persembahkan untuk ikut memriahkan ajang Give Away yang di selenggaakan oleh EXO Fanfiction Indonesia, dkk dalam rangka Birthday Project member EXO yang berulang tahun di bulan Mei yaitu Baekhyun dan Tao. Sekedar pemberitahuan saja, fanfiction ini merupakan re-make (berupa sedikit tambahan adegan yang diambil) dari fanfiction saya dengan judul “Love is Not Over” dan pada saat itu nama pena saya adalah “AprelTian” yang sekarang sudah berganti menjadi “wonxian”. Selamat membaca ya…

Apapun itu, jawabanku masih akan tetap sama seperti waktu itu…

-Baekhyun-

=+=My Answer=+=

Wushhhhhhh …….

Semilir angin malam musim semi berhembus menerpa wajah kedua sejoli yang sedang berdiri ditengah taman bunga yang dihiasi daun-daun yang berjatuhan. Seorang pemuda dengan paras tampan dan hampir dikatakan sempurna dan seorang gadis yang tak kalah sempurnanya dengan si pemuda, karena ia memiliki wajah cantik nan mempesona.

Ekspresi wajah keduanya dapat dikatakan sedang tidak baik-baik saja. Raut wajah kesedihan terukir jelas di wajah sempurna keduanya itu. Nampaknya mereka tengah membicarakan hal yang sensitif yang dapat menimbulkan berbagai macam tanggapan, mulai dari sedih, marah dan kecewa.

HENING….

Hanya terdengar hembusan angin yang berlalu-lalang menerpa wajah keduanya. Bahkan sepuluh menit telah berlalu semenjak kalimat terakhir yang dikatakan si gadis saat mereka baru saja bertemu tadi.

“Apa kau memang sangat membenci sikap egoisku, Ji Saehyun?” lirih si pemuda membuka kembali perbincangan mereka.

“Bukan begitu, Baekhyun.” jawab si gadis yang dipanggil Saehyun itu tak kalah lirihnya.

“Lalu, apa maksud jawabanmu tadi? Jika memang karena hal itu aku sungguh minta maaf, Saehyun-ah.” ucap si pemuda pada gadis dihadapannya, yang diketahui bernama Ji Saehyun itu.

“Maafkan aku Baekhyun, tapi aku tidak bisa kembali lagi padamu.” jawab si gadis, pada Baekhyun.

“Apa alasanmu?”

“Aku hanya tidak ingin merasakan apa yang pernah aku rasakan sebelumnya, Baek.” jelas Saehyun. “Bahkan Kakak ku sekalipun tidak pernah mengizinkan aku untuk bertemu denganmu semenjak kejadian itu, dan kau tahu, demi pertemuan kita ini aku harus membohongi Kakak ku sendiri.” lanjut sang gadis diakhiri dengan helaan nafas berat yang dihembuskannya dengan kasar.

Suasana kembali hening. Baekhyun mengepalkan tangannya kuat, giginya pun menggretak hebat. Baekhyun memjamkan matanya sesaat sembari menghela nafas gelisah sebelum akhirnya kembali membuka suara.

“Ji Saehyun…” lirihnya memanggil nama gadis yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan lembut, bahkan sangat.

Namun gadis bermarga Ji itu seolah tak bergeming dengan panggilan hangat Baekhyun. Atensinya masih terpaku pada kedua pasang sepatu converse biru yang dipakainya.

“Aku tahu kau mendengarkanku saat ini. Ji Saehyun, apa kau tahu?” Baekhyun menjeda sebentar kalimatnya, “Apapun dan bagaimanapun keadaanya, kapanpun dan di manapun, jawabaku akan tetap sama seperti waktu itu.” Lanjutnya menimbulkan tanda tanya di benak Saehyun.

Kali ini, Saehyun mengalihkan atensinya pada Baekhyun dengan tatapan seolah tak mengerti maksud kalimat Baekhyun barusan. Seolah mengerti akan tatapan kebingungan gadis di hadapannya, Baekhyun kembali angkat suara.

“Jawabanku adalah kau, Ji Saehyun.”

Hanya dengan satu kalimat pendek itu, Baekhyun mampu membuat hati Saehyun menjadi tak karuan. Bukan karena tersanjung atau merasa berbunga-bunga karena menjadi satu-satunya gadis impian seorang Idol sekelas Baekhyun. Justru, karena hal itulah Saehyun merasa khawatir, sedih bahkan tak tahu arus memberikan reaksi seperti apa atas pengakuan Baekhyun.

Keheningan kembali melanda keduanya, yang semakin menambah canggung suasana. Hanya helaan nafas gusar keduanya yang terdengar samar-samar.

“Maaf…”

Sebuah suara yang sangat diinginkan Baekhyun menelusup ke indra pendnegarannya yang dapat mengalihkan seratuspersen atensi pemuda itu. Itu suara Saehyun yang tidak tahan lagi akan keheningan yang semakin memperparah kecanggungannya dengan Baekhyun.

“Maaf Baekhyun, aku tidak bisa… Terimakasih atas semuanya, terimakasih kau sudah sudi untuk menjagaku selama ini, bahkan kau rela sakit dan menderita demi aku. Maaf aku selalu saja menyakiti perasaanmu, Baek… Sampai jumpa.” Ucap si gadis pada akhirnya.

Setelah mengatakan kalimat-kalimat perpisahannya, Saehyun melangkah hendak meninggalkan Baekhyun yang masih terkejut atas jawaban sang gadis pujaan hatinya itu.

Baru sekitar dua sampai tiga langkah Saehyun melangkah, tiba-tiba sebuah tangan kekar menahannya dan menariknya ke dalam dekapannya. Ya. Itu adalah tangan milik Baekhyun, orang yang sangat ingin memilikinya kembali. Baekhyun menarik Saehyun ke dalam pelukannya. Erat. Sangat erat. Seakan Baekhyun tidak mau melepaskan gadisnya bahkan jikalau sang gadis sendirilah yang memintanya.

Kajima… Hajima… Jeballl…” lirih Baekhyun tepat ditelinga si gadis.

Saehyun hanya bisa menahan isakan tangisnya dalam dekapan Baekhyun, tanpa berniat memeluk balik tubuh Baekhyun meski hatinya sangat ingin. Namun rupanya sakit hatinya masih belum bisa terkalahkan hanya dengan sebuah pelukan seperti ini saja.

Lama mereka bertahan dalam posisi itu sejak lima menit tadi. Hingga akhirnya Baekhyun melonggarkan pelukannya pada sang gadis saat dirasanya Saehyun tak bereaksi apapun atas pelukannya.

Perlahan namun pasti, Baekhyun mendekatkan wajahnya pada Saehyun. Tatapan mata Baekhyun tertuju pada bibir mungil milik Saehyun. Sampai pada akhirnya Baekhyun menautkan bibirnya dengan bibir Saehyun. Lama. Namun tak ada pergerakan sama sekali dari keduanya. Bahkan gadis itu seperti tak berniat untuk membalas kecupan dari Baekhyun. Menyadari lagi-lagi tak ada respon dari Saehyun, akhirnya Baekhyun melepaskan tautan mereka tadi.

Hening…

Hanya hembusan angin malam yang semakin dingin meski ini bukanlah musim dingin, Karena faktanya mereka kini berdiri di atas lantai atap gedung tempat latihan Baekhyun.

“Aku peringatkan, ini untuk yang pertama dan terkahir kalinya kau melakukan ini padaku. Maaf, aku masih belum bisa melupakan betapa sakit hatiku atas semua yang pernah kau lakukan padaku waktu itu, Baek. Kau tahu, aku bukanlah orang yang mudah memaafkan orang lain yang sudah pernah menyakiti hatiku dengan begitu teganya.” Cairan liquid yang sedari tadi tertahan akhirnya tumpah juga, membentuk anakan sungai di pipinya.

“Maafkan aku, Saehyun…”

“Kata maaf itu bisa dengan mudah diucapkan, Baek. Tapi memaafkan itu sulit untuk dilakukan. Apalagi oleh orang sepertiku.”

“Apa haya karena berita kencanku dulu dengannya?

“Bukan hanya itu. Aku hanya merasa tidak pantas bersanding denganmu. Kau itu seperti bintang bagiku, sedangkan aku hanyalah seekor kupu-kupu yang berharap bisa terbang tinggi ke angkasa sana. Bukankah itu sangat mustahil?” Saehyun lagi-lagi menghela nafasnya, “Kau seorang Idol besar sekarang, mmepnyai banyak penggemar di luar sana, bukan hanya di Korea tapi seluruh dunia tahu dirimu. Sedangkan aku? Aku hnaya masa lalumu saja, Baek. Sekarang, lupakanlah aku, dan carilah seorang gadis yang pantas untuk bersanding denganmu. Ah, aku rasa Taeyeon-ssi cukup pantas untuk berdampingan denganmu, mengingat kalian berdua berada pada posisi yang sama, kan.” Saehyun mengakhiri alimat panjangnya dengan sebuah senyum yang tampak dipaksakan.

Baekhyun kembali menghela nafas gusarnya, “Betaapa menyedihkannya aku. Bahkan di hari ulang tahunku ini aku mendapat tolakan dari seorang gadis yang sangat aku cintai, meski aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk mmebuatnya kembali padaku.” Baekhyun ikut tersenyum miris.

Keduanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sarat akan kesedihan meski sebuah senyuman terlukis di sana. Sebuah tatapan yang menggambarkan cerita lain dari kisah Romeo dan Juliet dengan latar belakang yang berbeda. Namun dengan akhir yang masih dipertanyakan. Tidak ada yang tahu akan seperti apa hubungan mereka nantinya. Entah kembali bersama dengan tema happy ending atau tetap akan berjalan di jalan yang berbeda dengan tema sad ending? Pada intinya ini adalah kisah yang tiada yang tahu akan seperti apa akhirnya nanti. Happen Ending?

The End

PS : Terima kasih untuk semua admin yang sudah mengizinkan saya untuk mengikuti program ini hehhe… semoga suka ya sama ceritanya.

Regard,

wonxian a.k.a Tian

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. uchie vitria says:

    baekhyun akhirnya tetap ditolak
    jangan ngenes baek

    Liked by 1 person

  2. Lanjut min😊😊😊
    Bagus critanya… AKu suka😹😹

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s