DREAM – Slice #6 — IRISH`s Story

on

irish-dream-2

D R E A M

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Lee Hyerin

Supported by EXO Members and OC

A fantasy, supranatural, school-life, romance, slight!mystery story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


Dream? You’re just like a dream for me.”


Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || [NOW] Chapter 6

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyerin`s Eyes…

“Enam bulan, sudah enam bulan Hyerin-ah…”

Aku tertawa sinis.

“Enam bulan kau membohongiku?” ucapku.

“Hyerin-ah…”

“Pernahkah aku menyembunyikan satu hal kecil dari mu? Apa pernah aku menutupi rahasia apapun darimu? Apa pernah?” ucapku pada Seolmi.

MianhaeJeongmal mianhae…”

“Aku marah padamu Seolmi-ah. Sangat marah.” ucapku sambil berjalan dengan cepat ke tikungan tempat kami meninggalkan sepeda kami.

“Hyerin-ah!”

“Jangan ikuti aku! Pulanglah sendiri!” teriakku pada Seolmi sambil mengayuh sepedaku sekencang mungkin.

“Hyerin-ah! Jangan terlalu cepat! Kakimu bisa sakit!”

“Aku tidak peduli!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku terus mengayuh sepedaku, dan setelah beberapa lama, aku berhenti. Kakiku benar-benar terasa sangat nyeri. Aku melemparkan pandanganku ke belakang, Seolmi tidak mengikutiku. Baguslah. Supaya dia tahu bahwa aku benar-benar marah padanya.

Aku melanjutkan perjalanan pulangku dengan menuntun sepedaku ke rumah. Tapi langkahku terhenti saat melihat ada beberapa orang pemuda keluar dari rumahku, dengan segera aku bersembunyi di belakang sebuah pohon, setelah menidurkan sepedaku di balik semak-semak.

Aku memperhatikan gerak-gerik pemuda aneh itu, mereka tidak tampak seperti teman bunglon itu, dan juga, mobil bunglon itu tidak ada di depan rumah. Apa mereka pencuri?

Adrenalinku sempat terpacu saat mendengar derap langkah mereka begitu dekat denganku. Kurasa mereka melewati pohon yang ku jadikan tempat persembunyian.

“…tidak ada di sana. Kurasa dia masih di tempat lain.”

“Cih, tempat apa lagi yang bisa digunakan oleh manusia untuk bersembunyi?”

“Sudahlah, aku yakin dia cepat atau lambat akan mati.”

“Maksudmu?”

“Kita sudah melenyapkan orang terdekatnya, tidak kah kau pikir dia akan menyusul orang itu ke neraka?”

“Oh, maksudmu, ibunya?”

Jantungku segera terpacu dengan kencang, teringat pada kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu. Saat Eomma

“Mungkin dia memang sedang tidak ada di rumah. Ayo, kita bisa datang lagi kapan-kapan, urusan membunuh pengganggu itu sangat mudah. Sekarang kita harus selesaikan masalah bodoh ini.”

“Masalah yang mana? Oh, orang yang sekarang sedang kita bodohi dan menghancurkan kotanya sendiri?”

Geurae. Hah. Tidak kusangka menipunya itu sangat mudah, seharusnya aku menipunya sejak dulu.”

“Ayolah, cukup dengan mengatakan padanya bahwa dia ditipu oleh bangsanya saja sudah membuatnya bergabung dengan kita. Dia begitu tolol.”

“Benar. Ayo. Kita harus pastikan dia menghancurkan segalanya.”

Aku keluar dari tempat persembunyianku. Tiga orang pemuda, mereka pasti… mereka pasti orang-orang yang membuat Eomma terbunuh.

Tapi… kemana mereka? Bagaimana bisa mereka menghilang dengan sangat cepat? Padahal aku yakin aku mendengar suara mereka sangat dekat denganku.

Dan yang mereka bicarakan…

Siapa mereka? Kenapa mereka bicara seperti itu… Jika memang mereka yang membunuh Eomma… Kenapa? Kenapa mereka membunuh Eommaku?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Kenapa Seolmi tidak kunjung masuk sekolah? Kenapa dia tidak pulang ke rumah? Kemana perginya Seolmi?

Aku masih tidak mau untuk bertanya pada Kyungsoo, dia bukan manusia, dan itu sudah mengusikku. Tapi kurasa dia akan tahu kemana perginya Seolmi. Tunggu dulu, jika memang dia tahu kemana perginya Seolmi, dia pasti juga tidak mencari Seolmi. Bukankah beberapa hari lalu aku berpapasan dengan nya saat aku akan ke rumah Seolmi dan dia baru saja pulang dari rumah Seolmi?

Tidak. Mungkin dia juga mencari Seolmi. Jadi, tidak ada gunanya aku bertanya pada Kyungsoo. Lagipula, aku tidak mengenalnya. Seolmi yang mengenalnya.

Aku berdiri diam di tikungan tempat terakhir pertengkaranku dan Seolmi.

“Seolmi-ah… Kau janji tidak akan meninggalkanku…”

“Jadi Seolmi benar-benar hilang? Hyerin-ah?”

Aku menoleh, dan memandang kaget Kyungsoo yang sekarang berdiri di belakangku. Apa yang ia lakukan disini?

“Kenapa kau disini?” ucapku padanya.

“Aku kira kau sudah tahu kemana perginya Seolmi…” ucap Kyungsoo pelan.

“Bukankah harusnya aku yang bertanya padamu? Kau yang memaksanya untuk menyembunyikan hal yang seharusnya dia tidak tahu bukan?” ucapku membuat Kyungsoo memandangku, lama.

“Aku tidak memaksanya untuk menyembunyikan hal itu… Aku memberitahu Seolmi tentang jati diriku… karena aku menyukai Seolmi…”

Mwo?” apa ia sedang bercanda.

“Aku menyukainya, Hyerin, aku memperhatikan Seolmi sejak dia sering di perlakukan dengan tidak wajar oleh anak-anak di kelas, dan aku senang karena kau adalah orang yang sangat baik dan selalu ada di dekat Seolmi, membuat keadaannya jadi lebih baik…”

Aku tersentak. Fakta bahwa aku adalah satu-satunya teman Seolmi, dan begitu juga sebaliknya, kembali membuatku teringat pada kejadian pertengkaran kami. Janji yang kami buat…

“Aku tidak menyangkal jika kau mau menyalahkanku sebagai penyebab hilangnya Seolmi, keundae… aku juga sangat kehilangannya…”

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

Aku melangkah pelan saat hari ini lagi-lagi aku tidak berhasil menemukan Seolmi. Padahal aku sudah menunggunya sampai sore hari.

BRUGK.

Aku tersentak saat seseorang menarikku dan menghempaskan tubuhku dengan kasar ke tembok di belakangku.

Neo mwohaneugeoya!?” teriakku marah.

Aku memandang seorang pemuda yang berdiri memandangku, dengan senyuman yang menurutku terlihat sangat licik.

“Kita bertemu lagi, Lee Hyerin.”

“M-Mwo!?”

“Bukankah sudah kukatakan bahwa aku akan mengambil semua orang yang dekat denganmu?” ucap pemuda itu, membuatku seketika itu teringat pada suara pemuda yang ku dengar dua kali di dekat rumahku.

“N-Neo!”

“Benar… Akulah orang yang membunuh ibumu. Dan sekarang… aku akan membunuhmu juga.”

“M-Mwo!? Kau bicara apa huh!? Apa salahku!?” aku berusaha melepaskan diriku dari cengkraman pemuda di hadapanku, tapi kekuatanku seolah tidak ada bandingannya sedikitpun dengan pemuda ini.

“Kau tidak tahu kesalahanmu?”

“Hentikan!”

Aku menoleh, dan kaget melihat Kyungsoo ada di dekat sana.

Akh!”

Aku kembali tersentak saat pemuda di depanku melepaskan cengkramannya dariku, dan samar, aku melihat tubuh pemuda itu memerah, seolah… terbakar.

“Urusan kita belum selesai!”

Pemuda itu menghilang dalam sekejap, membuatku hanya bisa terperangah kaget. Siapa pemuda itu? Kenapa ia mau membunuhku? Apa salahku? Kenapa dia… membunuh Eomma ku?

Neo gwenchana Hyerin?”

“Kenapa kau disini?” ucapku, menyentakkan tangan Kyungsoo yang sudah terulur untuk menolongku.

Mianhae…”

Mwo?”

“Kau tidak seharusnya di serang oleh bangsaku.” ucap Kyungsoo.

“Jadi pemuda itu… sama sepertimu?”

Kyungsoo mengangguk pelan.

Mianhae. Mungkin dia menyerangmu karena kau tahu tentangku.” ucap Kyungsoo.

Jinjja? Itu artinya kita harus berhenti saling mengenal.”

“M-Mwo?”

“Berhentilah bicara padaku, atau berusaha menolongku seperti tadi, berhentilah datang ke tikungan itu untuk menunggu Seolmi, kita harus berhenti saling mengenal.” ucapku.

“Hye-Hyerin-ah, tidak seperti ini caranya…”

“Ini satu-satunya cara. Aku tidak mau jadi korban penyerangan karena kesalahan yang tidak aku buat. Aku tahu tentangmu bukan karena keinginanku.”

Keundae, bagaimana jika kau—”

“Aku akan melupakan kejadian ini. Atau kejadian sebelumnya. Aku akan melupakan semua kejadian tidak manusia yang pernah aku lihat.”

“Hyerin…”

“Sebelum ini kita juga tidak saling mengenal bukan?”

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

Aku berdiri diam di tepi sebuah batu karang besar. Angin perlahan menerpa wajahku saat aku memejamkan mata, membuatku tanpa sadar kembali teringat pada Seolmi…

“Hye-ah!

“Mwo?” ucapku pada Seolmi saat melihatnya berdiri di tepi batu karang menakutkan itu.

“Kemarilah!”

“Hah? Shireo!” teriakku, aku tidak suka untuk berdiri di dekat bahaya seperti yang Seolmi sekarang lakukan

“Ppali! Kemarilah!” teriak Seolmi

Aku akhirnya melangkah mendekati Seolmi, walaupun masih dengan langkah hati-hati yang ku perkirakan tidak akan membuatku berada di dekat bahaya. Seolmi sudah tampak dengan santai berdiri di tepi batu karang.

“Shin Seolmi! Aku tidak suka disini!”

“Mwo?” Seolmi berbalik, dan dia langsung menarik lenganku untuk berjalan ke tepi batu karang.

“Seolmi… Neo…”

“Aish, kau ini. Di sekolah saja kau berani melawan semua orang, berdiri di tepi batu karang saja kau takut.” ucap Seolmi membuatku berdecak kesal.

“Ini sudah beda urusan!” kataku kesal

Ish, sama saja. Aku suka disini Hyerin-ah,” ucapnya membuatku memberanikan diriku memandang sekitar tempatku dan Seolmi sekarang berdiri.

“Apa yang kau sukai dari tempat sepi seperti ini?” tanyaku.

“Aku senang saat merasakan angin di wajahku,”

Aku memandang Seolmi. Dia tampak memejamkan matanya, dan rambut panjang sebatas punggungnya tertiup angin.

“Aku tidak suka tempat sepi seperti ini.” kataku membuat Seolmi membuka matanya.

“Mwo? Wae? Di tempat seperti ini… rasanya aku bisa menenangkan pikiranku…”

Aku tersadar dari lamunanku, dan memandang lautan biru yang menghampar begitu luas di hadapanku. Seolmi benar. Entah sejak kapan, aku menyukai tempat ini. Aku merapikan rambutku yang acak-acakkan karena ulah angin di tempat ini, dan satu ingatan lamaku terlempar lagi…

“Kenapa rambutmu di cat dengan warna begini?” tanya Seolmi.

“Memangnya kenapa?”

“Kenapa rambutmu di potong dengan model ini?” tanyanya lagi.

“Aish, kau bicara apa sih?” ucapku mulai kesal.

“Ani, rambutmu aneh Hyerin. Separuh pendek, separuh panjang, yang kau cat dengan warna pirang juga hanya ujung-ujungnya.” ucap Seolmi.

“Memangnya kenapa?” ucapku mengulang pertanyaan yang sama.

“Gwenchana… Aku penasaran seperti apa rambutmu kalau di warnai merah.” Seolmi terkikik geli.

“Aku akan mencoba warna merah lain kali.” ucapku ringan.

“Mwo? Aish, aku hanya bercanda. Warna merah sangat tidak cocok dengan kulit pucatmu.” ucap Seolmi.

“Lalu kenapa kau memprotes rambutku?” tanyaku padanya.

Seolmi mengerutkan dahinya, tampak seolah Ia tengah berpikir sangat keras. Padahal aku yakin dia hanya akan bicara sangat simpel.

“Tidak ada. Karena tidak ada hal lain yang bisa aku protes darimu.”

Benar kan? Dia tidak punya alasan lain. Dan itu lah kenapa dia jadi memprotes rambutku. Yang benar saja, apa dia berharap aku punya rambut dengan warna hitam dan tertata rapi seperti kebanyakan orang?

Aku tersenyum samar. Semua ingatan bisa terasa sangat nyata saat aku berdiri di sini. Mungkinkah alasan ini juga jadi alasan Seolmi senang pada tempat ini?

Aku memandang lautan di bawahku, rasanya, jika aku melompat ke bawah, tidak akan ada orang yang melihat, dan aku bisa terbebas dari semua beban pikiranku. Rasa kehilanganku.

Aku berbalik, dan memejamkan mataku, membayangkan seperti apa jadinya jika aku membuang diriku ke belakang.

Tidak. Tidak Hyerin. Kau bukan orang bodoh yang akan mengakhiri hidupmu dengan bunuh diri. Walaupun kemungkinan berhasilnya sangat besar. Jangan Hyerin. Eomma tidak akan suka melihatmu seperti ini.

Eomma… Anak kesayanganmu ini sekarang sendirian…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hahahahaha!”

Aigoo! Dasar bodoh!”

“Lihat! Pakaian dalamnya kelihatan!”

Aku terbangun saat mendengar keributan di kelasku. Tatapanku terhenti pada sosok Jungha yang berdiri dalam keadaan basah kuyup di depan kelas. Anak-anak di kelas pasti mengerjainya.

Jungha berlari keluar kelas, ia tampak sangat marah, dan aku yakin ia memang sangat marah. Karena perlakuan di sekolah ini pada murid pertukaran pelajar sangat berbeda dengan sekolah mereka, kurasa.

Aku melangkah keluar kelas, dengan membawa seragam cadangan yang setiap hari selalu ku bawa. Aku yakin Jungha ada di UKS, setiap orang yang dapat masalah akan pergi ke UKS sebagai tempat pelarian pertama kan?

Neo gwenchana?”

“Kenapa kau kesini? Seharusnya kau ikut tertawa di kelas bersama mereka.” nada suara Jungha terdengar sangat dingin, tapi bagiku menggelikan.

“Aku sudah tertawa disana tadi.” sahutku.

“Pergi.”

Aku mengabaikannya. Aku melangkah mendekati Jungha. Ia memandangku tajam, membuatku tanpa sadar menyernyit saat melihat matanya, matanya berwarna keperakan, seperti…

“Pergi.” ulangnya.

“Aku yakin kau tidak bawa seragam lagi, pakailah dulu milikku. Kurasa ukuran nya mirip.” ucapku.

Mwo?”

Apa dia bodoh? Atau masih terlalu marah?

“Aku masih sangat marah. Pergilah.”

Arra.”

Aku melangkah keluar, tapi langkahku langsung terhenti saat melihat beberapa gadis kelasku berjalan cepat ke arah UKS. Dengan segera aku menutup pintu UKS, menguncinya.

“Apa yang kau lakukan!?”

CKLEK. CKLEK.

“Dia mengunci pintunya dari dalam!”

“Sudah ayo pergi. Kita bisa mengerjainya lagi nanti.”

“Ada baiknya kau pakai saja seragamku.” ucapku pada Jungha.

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

Neo gwenchana?” aku mendongak saat Jungha bicara padaku.

Apa aku harus cerita padanya? Keundae… Dia pasti tidak mengerti… Ancaman itu…

“Kau boleh cerita padaku Hyerin-ah, aku akan coba mengerti.”

Kurasa tidak ada salahnya bercerita… Keundae

Ani. Nan gwenchana.” ucapku singkat.

“Lalu, apa aku boleh bertanya?”

“Apa?”

“Kenapa kau berpenampilan seperti ini?” tanya Jungha.

“Maksudmu?”

“Kau terlihat sangat melawan aturan sekolah.”

Aku tertawa pelan. Rasanya aneh saat mendengar ucapan seperti ini untuk kedua kalinya.

“Seseorang pernah mengatakan hal itu juga padaku,”

Jinjja?”

“Ya. Beberapa tahun yang lalu.”

“Lalu… kenapa? Itu artinya kau sudah begini sejak dulu kan?”

Aku memandang Jungha, apa iya sejak dulu? Aku sudah lupa berapa lama aku berubah jadi seperti ini… Dan juga… Aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi…

“Kau tidak harus cerita jika kau tidak mau Hyerin.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Keadaan Jungha saat ia di kerjai oleh teman-teman di kelas sangatlah mirip dengan kedaan Seolmi dulu saat ia di musuhi. Sebelum ia berteman denganku… sebelum ia…

Sudahlah. Lupakan Hyerin. Berhenti mengingat kejadian itu. Tidak. Aku tidak bisa melupakan kejadian yang terjadi karena kebodohanku sendiri.

“Hyerin bodoh.”

Aku mengetuk-ngetukkan kepalaku di jendela mobil salah satu seongsaengnimku. Tentu saja tidak akan ada yang melihat kelakuanku, aku datang cukup pagi, dan rasanya masih ada sedikit orang di sekolah.

“Menyiksa diri sendiri karena rasa bersalah. Dasar bodoh!”

Aku mengetuk-ngetukkan kepalaku lagi. Kenapa? Aku sangat bodoh karena membiarkan diriku kehilangan seorang teman seperti Seolmi.

“Bodoh… Hyerin bodoh…”

Seharusnya aku tidak bertengkar dengan Seolmi di saat itu, seharusnya aku mendengarkan penjelasan nya dulu. Seharusnya aku…

“Harusnya gadis bodoh seperti mu itu mati saja…”

Jika aku mati, aku tidak akan terpuruk oleh rasa bersalah seperti sekarang. Aku tidak akan terus mengutuki diriku karena kesalahan kecil yang aku lakukan.

“Kalau kau mati… Tidak akan ada rasa bersalah seperti ini lagi…”

Aku memandang pantulan wajahku di kaca mobil. Tidak. Jika aku mati, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Seolmi lagi dan minta maaf padanya. Jika aku mati, rasa bersalah ini akan ikut bersamaku.

Aku segera merapikan penampilanku, dan melangkah menjauh dari tempat parkir. Memulai satu lagi hari membosankan di sekolah ini.

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

“Kau benar-benar jadi seperti yang dia inginkan.” langkahku langsung terhenti saat mendengar Kyungsoo bicara. Kami sangat jarang bicara seperti ini, terutama karena ini masih di depan umum.

“Aku harap dia disini…” ucapku pelan, agar tidak ada yang mendengar suaraku.

“Aku yakin dia senang sekarang Hyerin-ah, kau benar-benar jadi sahabat yang baik untuknya.” ucap Kyungsoo membuatku kembali teringat pada Seolmi.

“Dan kau jadi pemuda yang selalu sayang padanya tanpa dia tahu…” karena Kyungsoo belum sempat mengungkapkan perasaan nya pada Seolmi?

Karena dia sempat ku salahkan sebagai alasan pertengkaran ku juga Seolmi? Alasan hilangnya Seolmi? Aku menghela nafas panjang. Jelas tindakanku saat itu salah.

“Kita selalu mengatakan hal ini berulang-ulang selama dua tahun.” ucapku pelan, menyedihkan sekali karena terus melakukan hal seperti ini.

“Ya. Hampir setiap harinya dan setiap kali bertemu.” ucap Kyungsoo.

“Kembalilah ke kelasmu, mereka mungkin berpikir kita aneh jika melihat kita bicara.” ucapku sambil melangkah meninggalkan Kyungsoo, tidak akan aman jika ada yang melihat Kyungsoo bicara padaku.

“Apa kau masih mengingat kejadian di hari itu Hyerin?”

Aku terhenti.

“Yang mana? Saat kita bertemu, atau saat kita berpisah?”

“Saat… kota hancur…”

Saat perpisahanku dengan Seolmi juga?

“Ya. Aku mengingatnya. Tapi kau bilang aku harus berpura-pura tidak mengingatnya bukan? Aku sudah lakukan selama ini.” ucap Hyerin.

“Benarkah?”

“Ya.”

Mana bisa aku melupakan kejadian itu begitu saja? Apa baginya sangat mudah untuk lupa tentang kejadian menyakitkan itu?

“Sampai bertemu lagi Hyerin-ah.”

Aku mengangguk samar, tapi aku yakin Kyungsoo akan tahu. Dia memang bisa tahu bukan? Aku melanjutkan langkahku, tapi langkahku terhenti saat melihat seorang pemuda berdiri di depanku, menutupi jalanku.

Mwo?” ucapku padanya.

“Apa kau Lee Hyerin?”

Aku menjawab dengan anggukan singkat.

“Ada apa?” tanyaku.

“Kau mengenal Kyungsoo kan?”

Aku menyernyit.

“Tidak.”

“Kau tidak perlu berbohong Hyerin. Aku sudah tahu kau mengenal Kyungsoo. Keundae, siapa temanmu yang satu lagi? Aku harus bertemu dengan temanmu itu.” ucap pemuda sok tahu itu.

Mwo? Kau bicara apa huh?” ucapku sambil mengambil jalan lain, tapi pemuda itu kembali menghentikan langkahku.

Neo mwohaneungeoya?” ucapku sambil memandangnya sinis.

“Aku mau bertemu dengan temanmu.”

“Aku tidak punya teman.” ucapku sambil mendorong lengan pemuda itu, supaya dia tidak menghalangi jalanku lagi.

Teman? Hah. Teman yang mana yang ia sedang bicarakan.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku melangkah keluar kelas saat sedikit merasa pening. Akhir-akhir ini aku semakin tidak bisa istirahat di sekolah, berkat orang-orang sok pintar itu.

“Tidak bisakah kau hentikan tindakanmu itu?” langkahku terhenti saat melihat Jungha bersama pemuda itu ada di depan salah satu ruangan, aku langsung menyelip di balik pintu, mendengarkan pembicaraan mereka.

“Maksudmu?”

“Jangan ke kelasku lagi. Jangan jadi sok pintar lagi. Kau hanya akan membuat Hyerin marah. Kita membutuhkan bantuannya, ingat?”

Bantuan? Bantuanku? Bantuan apa yang mereka bicarakan?

“Aku tahu. Aku hanya mau membuktikan ucapanku padanya.” ucap pemuda itu, oh, ya, dia mengancamku. Ancaman bodoh. Tapi setidaknya dia menepati ucapan nya.

Tsk. Kau sama sekali tidak mengerti!” Jungha berucap dengan marah, kemudian beberapa lama mereka sama-sama diam.

“Apa maksudmu?” lama sekali pemuda itu menjawab ucapan Jungha.

“Kau memperparah keadaan nya. Apa kau tidak lihat keadaan Hyerin seperti apa? Dia sudah seperti orang penyakitan!”

DEG.

Jantungku tiba-tiba seolah berhenti bekerja selama beberapa hentakan. Keadaanku? Seperti orang penyakitan? Hah. Seperti ini kah Jungha bicara tentangku di belakangku? Padahal aku tidak pernah sekalipun bicara buruk soalnya?

“Tidak seperti ini caranya Baekhyun. Kau tidak harus membuatnya marah untuk membuatnya memperhatikanmu.”

Aku kembali tersentak. Pemuda itu ingin aku memperhatikannya?

“Baekhyun, apa kau menyuka—”

“Tidak. Aku akan kembali ke kelas. Beberapa hari lagi kita mulai ujian, dan aku harus dapatkan posisi pertama. Dan juga, aku akan bicara pada Hyerin tentang rencana kita, setelah ujian sebaiknya kita siap-siap berangkat.”

Pemuda itu memotong ucapan Jungha. Tapi aku sudah terlalu mengerti tentang apa yang Jungha ingin katakan.

Pemuda aneh itu? Tidak mungkin dia menyukaiku.

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

“Kau mau bicara apa?”

Eng, soal… permintaan tolongku,” ucap pemuda itu.

“Oh. Jadi kau mau menjawabku sekarang?” sahutku ringan.

Nde?”

“Kenapa kau sangat ingin tahu apa aku punya teman atau tidak? Apa hubungan nya denganmu? Kenapa harus aku yang kau tanyai? Masalah apa yang akan kau bicarakan dengan nya?”

Pemuda itu tertawa pelan.

“Kau benar-benar pintar, bisa mengingat pertanyaan itu dengan sempurna.”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.” ucapku menyahutinya.

“Aku sangat butuh bantuanmu. Aku… semua masalah ini ada hubungan nya denganmu, dan aku hanya bisa minta tolong padamu.”

Aku memandang pemuda itu.

“Masalah apa? Apa hubungan nya denganmu? Apa yang membuat masalah itu berhubungan denganku?”

Pemuda itu menyernyit, membuatku tahu, dia sedang berpikir keras, dan hal itu membuatku geli.

“Kau bahkan belum menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang sebelumnya. Dan pertanyaan yang sekarang juga belum kau jawab. Apa kau benar-benar akan bicara jujur?” aku berdiri, dan mulai melangkah pergi, tidak mungkin dia akan bicara sejujurnya bukan?

“Kau mengenal Kyungsoo dan Chanyeol bukan?”

Aku terhenti. Dan langsung berbalik memandang pemuda itu.

“Memangnya kenapa?”

“Mereka berdua sama sepertiku, dan seperti Jungha juga. Mereka bukan manusia. Kami adalah Aviopshyra. Manusia yang punya kelainan genetik. Dan kami tidak seharusnya ada disini, ada Akademi yang khusus di buat untuk bangsa kami. Dan aku maupun Jungha, harus membawa dua orang itu ke Akademi tempat kami berasal, supaya mereka bisa hidup seperti Aviopshyra lainnya.”

Aku menyenyit, tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan, tapi… setidaknya aku tahu, dia bicara jujur. Aku melangkah mendekati pemuda itu lagi.

“Lalu?” ucapku saat aku duduk.

“Kebanyakan manusia yang tahu jika kami berbeda, menganggap kami sebagai sesuatu yang harus di musnahkan. Jadi mereka menciptakan Aviatopshyra, yang bekerja untuk memusnahkan bangsa kami. Itu juga jadi ancaman bagi Kyungsoo dan Chanyeol jika mereka tetap ada disini.”

“Hmm… Apa hubungan nya semua yang kau ucapkan itu dengan ku?”

“Apa kau pernah tahu kejadian penghancuran kota empat tahun lalu?” ucapan pemuda itu segera membuatku terkesiap. Dia tahu?

Aku mengangguk pelan sebagai jawaban, karena aku tidak tahu harus bicara apa.

“Di hari itu, ada banyak kesalah pahaman di bangsa kami. Dan di hari itu, salah seorang pimpinan Aviopshyra, menghancurkan kota. Dan membuat pandangan semua orang jadi negatif terhadap keberadaan kami.”

Penghancuran kota… mungkinkah…

“Apa kau bicara soal Ayah Kyungsoo?”

“Kau tahu?”

“Ya. Aku tahu Kyungsoo bukan manusia. Aku hanya tidak tahu dia makhluk apa. Apa kau bicara soal Ayah Kyungsoo? Beliau yang empat tahun lalu membuat kota ini rusak, kata Kyungsoo, Ayahnya marah karena di tipu oleh bangsanya.” ucapku.

“Kami tidak menipu Ayah Kyungsoo… Dia—”

“Aku tidak mengerti soal hal itu. Dan sebaiknya jangan kau jelaskan. Jelaskan saja kenapa kau meminta bantuanku.” potongku, tidak ingin untuk tahu tentang semakin banyak hal tidak manusia ini.

“Aku meminta bantuanmu karena kau mengenal Kyungsoo, dan karena… di hari itu, mungkin ada orang yang berpikir jika hancurnya kota itu bukanlah hal yang buruk.”

Aku memandang pemuda itu bingung.

“Aku tidak mengerti.” ucapnya.

“Aku membutuhkan bantuanmu karena aku memerlukan ingatanmu. Tentang kejadian selama empat tahun ini. Supaya aku dan Jungha bisa membuat Kyungsoo dan Chanyeol ikut bersama kami. Sudah jelas?”

Aku lagi-lagi mengangguk pelan.

“Jadi, aku sudah menjelaskan nya, sekarang, aku jelaskan masalah utamanya.”

“Apa itu?”

“Tidak semua orang berpikir jika kejadian empat tahun lalu itu adalah kejadian bagus. Dan di antara beberapa orang yang masih sangat mengingat jelas kejadian itu, ada satu orang yang pasti menilai kejadian itu sebagai hal yang bagus,”

“Siapa?”

“Temanmu. Dia teman dekatmu. Dan juga dekat dengan Kyungsoo. Jungha melihat di pikiran Kyungsoo, dan tahu jika Kyungsoo selalu memikirkan temanmu itu, dan Kyungsoo bilang hanya temanmu itu yang berpikir jika keberadaan mereka adalah sebuah keajaiban.”

Temanku? Teman dekat? Apa dia bicara soal Seolmi? Seolmi tahu tentang hal ini bukan? Dia tahu jika—

Neo gwenchana?”

“Jadi, kau membutuhkan ingatan temanku itu untuk membuat Kyungsoo ikut bersama kalian?” ucapku pelan.

“Bukan hanya itu. Kami membutuhkan ingatan itu untuk mengubah pandangan beberapa orang yang berpikir bahwa keberadaan kami adalah ancaman.”

Benar Seolmi. Seolmi yang merahasiakan masalah ini dariku. Dan pasti… pemuda ini mencari Seolmi.

“Hyerin?”

Hm?”

“Kau memikirkan apa?”

“Tidak ada. Hanya itu saja yang kau mau ceritakan?” tanyaku.

“Ya. Tidak ada yang lain. Aku sudah memberitahumu semuanya. Sekarang giliranmu.” ucap pemuda itu membuatku hanya bisa mengangguk-angguk tanpa sanggup untuk bicara.

“Hyerin? Neo gwenchana?”

Nan gwenchana. Bisakah, aku mengatakan nya padamu setelah hasil ujian keluar?” ucapku, setidaknya aku ingin fokus pada ujianku dulu, mengingat tentang Seolmi akan membuatku merasa seharusnya aku tidak ada disini. Aku seharusnya sudah berhasil bunu—

“Kenapa? Kenapa tidak sekarang?”

Jebal…” ucapku pelan

“AAh. Ya. Asal kau janji kau akan mengatakan nya.”

“Ya. Aku pasti mengatakannya.” kataku, memandang pemuda itu, dia membutuhkan Seolmi? Dan meminta bantuanku? Padahal aku sendiri tidak tahu dimana Seolmi sekarang…

“Aku harus pulang sekarang, jangan ikuti aku lagi.” ucapku cepat sambil melangkah menjauhi pemuda itu.

Aku berjalan cepat, berusaha menetralisir perasaanku saat lagi-lagi aku merasa sesak, ingin menangis. Mengingat tentang Seolmi kembali membangkitkan perasaan bersalahku.

Bodoh. Sangat bodoh. seharusnya aku tida—sial. Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali… seolah aku aka—

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

39 Comments Add yours

  1. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  2. Siti says:

    Woahhhh akhirnya dream di publis juga,, tapi aq masih bingung,, irish ditunggu next chapnya karena chap ini belum bisa jelasin semuanya haha

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Bingungnya kenapa ini? XD

      Like

  3. tyazputri says:

    aku masih penasaran hyerin kenal sama chanyeol rish

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Buakakakak itu tetanggaan mungkin (?)

      Like

  4. suretodream says:

    Akan APA???
    Bnyk bnget yg terjadi sm hidup hyerin, aku smpe bingung mau kasi komen ap,, aku tunggu nextnya Irish 😊

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD banyak yang terjadi, itulah takdir~

      Like

  5. byunjungie says:

    huwaaaaaa akhirnya di publish ><
    seperti biasa,ceritanya kereeeen irish,aku penasaran seolmi sebenarnya cuman menghilang atau emang udh meninggal '-',ditunggu kelanjutannyaaa irish,tapi jangan lama" :v

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD buakakaka kelamaan nunggunya ya ini XD

      Like

      1. byunjungie says:

        hooh,kelamaan nunggu😂

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Sabar ya sabar XD

        Like

  6. zhafira says:

    penasarann semuanyaa,,,, dmanaa seolmii rish??? Trusss chnayeollllknpa bahas cahnee dikit binggo??
    Dmanaa riss kau sembunnyikann seolmi??

    Oya risshh kau blum jawab prtanyaannku,,, kau surabaya daerah manaa
    ;'(

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD seolmi kusimpen di kantong wkwkwkwkwk kusembunyiin dia emang XD
      rahasia zhaf, ane mau ente santet kah?

      Like

  7. Panjang ternyata cerita flashbacknya
    Kalau hyerin diserang karna berhubungan ama kyungsoo
    Berarti si seolmi ini hilang karna ulah mereka dong tapi sebenarnya siapa ya itu org yg mempengaruhi bapa kyungsoo,hhhmm

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Flashbacknya ini banyak loh HUAHAHAHAHAHAH XD kejam ya aku ya XD

      Liked by 1 person

  8. leehagi says:

    Tumben gak ada cuap xuap jadi sepiii huhuuui
    ni makin menjelimet ya wkwk
    bbhNya sok bijak banget diakni jadi kagak berasa kalok dia cabe
    Btw, mangatsss kak irishhh ♥♥♥

    Like

  9. SHINERSB says:

    EHEM. KAK RISH UPDATE DREAM. EHEM. Kangen dream,tapi lbh kangen kamu kak😹😹 kak rish fighting!!♡

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      EHEM, akhirnya update EHEM XD wkwkkwkwkwkwkw thanks yaaaa

      Liked by 1 person

  10. tari says:

    yey di update juga
    tapi sebenerna seolmi itu hilangkan bukan mati? dan hyemi ternyata kaya gitu karna keinginannya solmi oke oke ditunggu selanjutnya ya dan turut berduka cita rish atas tragedi OH MY LOVER /kaya apaan aja ya/ wkwk
    semangat rish hwaiting ^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Buakakakakak XD iya itu seolmi ilang sebenernya, gak mati XD wkwkwkwkwkkw aduh tragedi oh my lover ini semacem…. thanks yaaa

      Like

  11. novihjkm says:

    aku bingung aku binguung 😀
    tapi aku penasaraaaan 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD bingung apa penasaran ini XD

      Like

  12. ziuziu says:

    akhirnya update juga.
    aduh seolmi itu kmn sebenernya? tp dia ga mati kan?
    aku rada lupa cerita sebelum ya gmn, tp ini masih termasuk alam bawah sadar nya hyerin kan?
    pokonya yg dibutuhin skrg itu cuma seolmi, dia kunci dari semua masalah..
    semoga di slice 7 seolmi udah ketemu heheh

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Seolmi ilang XD serius dia ilang XD wkwkwkwkwkk

      Like

  13. Aihara says:

    KAK DEMI APA AKU BARU SEMPET COMMENT 😥

    Btw, makin nikmatin flashback-nya
    Jadi bisa tau kejadian yang udah ada juga sebelumnya tapi dari sudut pandang Hyerin…
    Seolmi, di mana sih, dirimu?
    Penasaran sama anak satu ini XD

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD buakakak syukurlah kalo flashbacknya ini jelas XD wkwkwkw

      Like

  14. kirito says:

    Huwaaa kak irish akhirnya dream publish juga kekeke~ aduhhh aku suka sama ini ff.. semua ff kak irish deng.. next kak keep writing fighting!!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD buakakaka iya aku bisa publish agak cepet sih sekarang ini XD thanks yaa

      Like

  15. anggunrania says:

    wah akhirnya bisa baca cerita ini lagi hihihi
    ini masih lanjutan ingatannya hyerin ya? kok malah kayak ngulang cerita di chap sebelum2nya

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakaka iya masih lanjutannyaa, cuma sedikit aja sih, pov nya hyerin juga

      Like

  16. EONSA says:

    Jongin kak jongin
    aku tuh penasaran banget sama dia,sebenarnya udah mati apa belum??

    Hyerin yang tabah/?

    Like

    1. IRISH says:

      XD jongin itu enaknya dibikin mati apa enggaa

      Like

  17. PNhd_RV says:

    Yang mau ngebunuh hyerin tu siapa sih?! Minta dibantai dia. Apa itu punya hub sm chanyeol. Soalnya sma” api

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s