[Oneshoot] The First Snow

image

Title: The First Snow

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
          Kim Yoora

Genre: Romance, fantasi, misteri.

Length: Oneshoot.

_____________

Semoga keberuntungan ku seindah khayalan ini..

Byun Baekhyun menyadari apa yang baru saja terjadi,

Matanya kian berbinar disertai lengkungan senyum yang berbentuk hati, tangannya bergerak mengusap-usap jendela yang dingin bak air yang baru saja membeku. Tangan kirinya terus mengitari sebingkai jendela itu menimbulkan uap dingin yang kini menempel di telapak tangannya.
Terlihat matahari yang menyembul malu-malu disertai lampu terangnya yang kian menembus jendela rumahnya, embun-embun es bergelayut manja di dahan pohon, dan jangan lupakan seluruh jalan yang sekarang memutih.
Mulutnya semakin mengembang bahagia,

Salju pertama.

Dan dia menjadi saksi hidup bagaimana salju pertama itu turun dengan anggunnya, menebar butiran-butiran kebahagiaan dan membuat setiap rumah menjadi hangat. Karena disaat dingin seperti ini semua anggota keluarga pasti berkumpul.

Baekhyun memang penggemar berat salju.

Matanya menyipit kala menemukan suatu hal yang aneh, seorang gadis yang dengan ajaibnya berjalan santai diatas salju.
Tanpa boots,
Tanpa mantel.
Oh dia semakin gila melihat gadis itu hanya mengenakan kemeja putih tipis dan hotpants diatas lutut.
Apa dia pikir salju itu hangat?
Apa dia pikir dirinya sedang berjalan diatas awan?

Atau gadis itu… tersesat?

Matanya membulat memikirkan hipotesa terakhirnya itu, kakinya melompat seketika dari atas ranjangnya dan berlari mencari perlengkapan musim dinginnya.

“Kau mau kemana Baekyunnie?”

Pemuda itu menghentikan lajunya tatkala dia merekam suara ibunya, menengok kearah suara itu dan matanya kini disuguhkan dengan wanita paruh baya kesayangannya yang hendak memanaskan tungku perapian. Sejenak merasa menyesal karena tak membantu ibunya, namun gadis yang tadi dilihatnya terus saja berputar-putar dalam bayangan.
Mungkin saja gadis itu sangat  membutuhkan bantuannya.

“Aku keluar sebentar Bu, ada urusan mendadak”
Mengenyahkan sejenak rasa menyesalnya pada sang ibu yang kini selesai menyalakan tungkunya, api kuning mulai menyebar menggerogoti kayu pinus dan menyebar kehangatan. Salah satu hal yang Baekhyun senangi saat musim dingin.

Ibu Byun tampak tersenyum simpul mengamati wajah khawatir dari putranya, mengangguk dan binarnya melihatkan segaris tipis.

“Hati-hati nak, bawa payung dan pakai kaus kaki. Salju mungkin akan turun deras hari ini..”

Baekhyun tampak bahagia, senyum hatinya mulai terbit lagi dan kepalanya tertunduk sebentar. Melanjutkan misi mengejar gadis paginya dengan rasa penasaran.

Baekhyun mengitari halaman rumahnya, tampak Cherry blossom yang kini mulai menggigil dan daunnya terselimut salju. Rumah pohon miliknya yang berada tepat di teras samping juga  tertutup salju, jangan lupakan lapangan basket mini-nya. Sangat indah untuk seseorang yang ingin belajar berselancar es.

Matanya mengitari sekitar, gadis itu masih disana. Tak jauh dari bawah rumah pohon, berjongkok di semak-semak dan terlihat mengintip dibalik semak itu, membelakangi Baekhyun.

Apa gadis itu buronan?

Menggeleng pelan tak mungkin. Pria itu mendekat dan sebelum tangannya menggapai bahu sang gadis, pemiliknya terlebih dahulu berbalik.
Matanya membulat terkejut dan Baekhyun beringsut mundur.

“Kau sedang apa?”

Gadis itu membisu, kepalanya menengok ke belakang dengan gelisah. Kembali melihat pria di depannya dengan alis berkerut.

“Kau bisa melihat ku?”

Baekhyun menangkap suara merdu gadis itu, bagai harmonika yang ditiup dengan indah, pemuda itu bahkan sempat memejamkan matanya meresapi suara yang baru saja di dengar nya. Namun sedetik kemudian membulatkan matanya mengingat perkataan gadis itu.

“Tentu saja, apa kau pikir dirimu ini Hantu?”

Hantu.

Merasa menyesal dengan pemikiran dirinya sendiri, Baekhyun merasakan hawa dingin teramat dingin di tengkuknya.

Bagaimana jika gadis ini Hantu?
Tapi mana ada Hantu secantik dia? Hantu yang sering dia lihat di TV itu memakai baju gamis kotor penuh dengan darah dan wajah yang buruk rupa.

Jika hantu dengan wujud Dewi Aprodhit seperti didepannya, mungkin orang di luaran sana berebut ingin melihat hantu.

Atau mungkin berencana menikahi mereka.

Oh sepertinya Baekhyun mulai gila.

“Bukan begitu, aku ini bukan manusia.”

Wanita itu kembali bersuara, menyerukan rasa penasarannya karena dia dapat terlihat oleh pemuda di depannya.

“Apa kau sejenis Liliput?”

Baekhyun bertanya dengan polos, pria itu tidak habis pikir. Mana ada manusia yang mengaku dirinya bukan manusia, dirinya bahkan dapat melihat dengan jelas. Matanya sebiru laut dengan bulu lentik diatasnya, alis tipis yang mengkerut, hidung mancung kecilnya, bibir merah tipis, kulit seputih salju, dan Oh, Baekhyun mungkin jatuh cinta.

Jatuh cinta pada gadis liliput? 
Tertawa dalam batin, gadis ini tidak pandai bercanda.

Gadis itu terlihat kesal, dia berdiri angkuh di depan Baekhyun dan menghentakkan kaki telanjang nya tanpa rasa dingin.

Mungkin dia memang bukan manusia.

Baekhyun saja yang sudah puluhan kali melewati musim dingin, tetap harus memakai boots dan mantel tebal jika ingin keluar rumah.

Berkali-kali melirik kaki gadis itu, takut jika tiba-tiba dia melayang seperti hantu dan memakannya.
Setidaknya Baekhyun harus waspada dan siap mengeluarkan jurus seribu langkah untuk menghadapinya.

“Apa aku ini sekecil Liliput huh? Ck, lihat saja wajahmu yang seperti perempuan. Apa kau berkelamin ganda?”

Gadis itu berseru kesal, tak terima akan anggapan pria itu dengan menyebutnya Liliput. Dia bahkan terbilang tinggi di antara perempuan sebangsanya, dan pria burung hantu ini dengan lancarnya menyebut Liliput?

Dia saja yang abnormal..

“Apa? Hei bahkan ratusan gadis di sekolahku mengantri untuk menjadi kekasihku, dan kau seenak mulutmu menyebutku kelamin ganda? Dasar Liliput..”

Baekhyun tak terima tentu saja, baru kali ini mendengar seorang gadis yang bahkan tidak memuji ketampanannya sedikitpun. Dan itu membuatnya kesal.

Gadis itu menaikkan alis seraya menggedikkan bahunya, tak peduli.

“Terserah kau saja, aku pergi..”

Dan gadis Liliput itu berbalik tanpa dosa.

Baekhyun mengejarnya dan menghadang gadis itu, membuat sang empunya menghentikan langkah dan memutar mata birunya jengah.

Mengapa pagi pertamanya sangat kacau?

“Kau mau kemana? Apa perlu aku membawakanmu mantel dan sandal?”

Baekhyun bertanya dengan khawatir, kekesalannya entah menguap kemana dan kini tersisa kekhawatiran pria itu. Bagaimana bisa dia membiarkan seorang gadis sendirian berjalan di tengah salju tanpa pakaian hangat dan alas kaki? 
Apalagi disekitar sini kawasan jarang penduduk, Baekhyun dan keluarganya memang tinggal di tempat yang jauh dari hiruk pikuk keramaian. Keluarga Byun sangat menyukai keasrian alam tanpa kepulan asap kendaraan. Jadi bisa dipastikan jika gadis itu berjalan tak tahu arah, dia akan tersesat di hutan.

Gadis Liliputnya masih terdiam, kembali mengerutkan dahinya memandang aneh Baekhyun. Tangannya menjulur kebawah meraih segenggam salju dan menjatuhkan salju itu kembali dengan perlahan. Matanya kembali menatap Baekhyun dan bibirnya mulai membuka.

“Aku tidak kedinginan sama sekali, dan hei sudah kuberitahu aku ini bukan manusia seperti kalian yang tidak tahan terhadap salju tanpa pakaian tebal..”

Baekhyun semakin merasa aneh, apa dia melewatkan pelajaran ilmu pengetahuan alam nya sampai dia tidak tahu makhluk sejenis apa yang ada di hadapannya ini? Tidak mungkin, bahkan terakhir dia ujian semester pun tidak ada satu pertanyaan pun yang meminta jawaban perihal makhluk apa yang tahan terhadap suhu dimusim dingin?

Tangannya terulur ke wajah gadis itu, menyentuh dahinya dan benar saja. Suhu tubuhnya normal tanpa ada tanda-tanda kedinginan sedikitpun.

Gadis itu terkejut dan memundurkan tubuhnya tatkala menerima sentuhan pria itu di dahinya.

Terlalu terkejut sampai gadis itu hampir terjerembab jika saja Baekhyun tidak menahannya dan membuat mereka kini seperti sedang berdansa. Baekhyun menahan punggung gadis itu dengan sebelah tangannya yang gemetar, merasakan jantungnya melompat-lompat bak genderang. Ini terlalu dekat dan Baekhyun tidak pernah sedekat ini dengan gadis manapun.

Gadis Liliput itu terlihat mendongakkan kepalanya kebelakang, irisnya melihat sekelebat bayangan yang sedari tadi dia takuti. Secepat kilat bangkit dari kegugupan pria itu dan menarik tangannya berlari.

Baekhyun yang seperti terhipnotis mengikuti begitu saja kemana gadis itu menariknya. Berlari dengan tangan saling berpegangan melewati salju yang kian menebal di atas tanah, ini benar-benar menyulitkan acara lari paginya. Namun gadis Liliput itu berlari tanpa kepayahan sedikitpun, bak berlari diatas arena balap. Sesekali melihat kebelakang ditengah larinya, membuat Baekhyun ikut menengokkan kepalanya dan dia bisa melihat tiga orang pria bertubuh tinggi mengejar mereka.

Apa mereka juga Liliput?

Sejenak Baekhyun memikirkan pagi pertamanya di musim salju, mimpi apa dia semalam sampai bisa bertemu dengan makhluk abstrak seperti ini? Oh bagaimana jika dia tidak selamat dan harus berlari seumur hidupnya di tengah hujan salju? Sekalipun berlari bersama Dewi Liliput dan membuat Baekhyun jatuh cinta pada pandangan pertama, Baekhyun tidak rela jika kisah cintanya harus diisi dengan berlari sepanjang hidupnya.

Baekhyun menyesal.

Tapi beberapa langkah kemudian gadis itu menariknya sembunyi dibalik pohon cemara tinggi.

Mungkin ketakutan primitif Baekhyun akan lari tidak terjadi, dan dia kini harus bersembunyi seumur hidupnya?

Bodoh.

Nafas mereka terengah-engah, benar-benar lari pagi yang melelahkan.
Dan memabukkan.

Gadis itu melirik keluar pohon cemara dan menghembuskan nafasnya lega tatkala tiga pria gagah itu tidak lagi mengejarnya.

Melirik sejenak pria disampingnya yang kini juga sedang memandangnya frustasi. Gadis itu menunduk, merasa bersalah karena melibatkan manusia ditengah acara melarikan dirinya.

“Dan kau sekarang harus menjelaskan semuanya padaku..”

Baekhyun menuntut penjelasan, dirinya tidak mau lagi bertanya-tanya mengenai ketidakjelasan akan status ke-makhlukan gadis itu. Dia bisa saja gila karena bukan tidak mungkin, kejadian kali ini pasti terus berputar-putar dalam otaknya kalau saja dia tidak menemukan jawabannya sekarang.

Gadis itu mendesah gusar, memperhatikan kembali ke segala penjuru arah dan yang terlihat hanya pohon cemara dan oak yang kini memutih, matahari kini mulai menghitam lagi dan kemungkinan siang ini akan terjadi hujan es yang deras.
Mereka berlari sangat jauh dan tanpa sadar kini berada di hutan.
Menunduk menatap kaki telanjang nya yang kini memerah, dan kembali menatap wajah pria burung hantu yang kini masih memasang wajah penuh tanya-nya.

“Aku tidak bisa menjelaskan semuanya, singkatnya kami ini makhluk yang hanya muncul di musim salju..”

Gadis itu menjeda jawabannya, menantikan respon manusia didepannya. Terlihat Baekhyun yang hanya terdiam kendatipun dalam hatinya menantikan perkataan selanjutnya yang mungkin membuat dirinya jantungan.
Tapi dia wajib tahu.

“Tidak ada yang dapat melihat wujud kami kecuali binatang, maka dari itu aku terkejut karena kau bisa melihat ku..”

Baekhyun menghela nafas, memandang langit kelam diatasnya. Dirinya juga tidak mengerti mengapa dia bisa bertemu dengan makhluk yang bahkan Baekhyun sendiri tidak pernah bayangkan.

“Lalu siapa pria yang mengejarmu tadi? 
Mengapa kau dikejar seperti buruan?
Kau siapa di kehidupan sebangsamu?
Dan..
Siapa namamu?”

Baekhyun menanyakan serentetan pertanyaan yang tanpa henti berputar-putar dibenaknya tanpa jeda. Takut jika tiba-tiba gadis itu menghilang meninggalkan pertanyaannya akan gadis misterius nya.
Matanya memandang sendu wajah luar biasa rupawan di depannya, membuat gadis itu gugup dan berkali-kali menelan salivanya.
Manusia tampan yang pernah dia temui seumur hidup nya.

“Tadi itu pengawal ayahku, aku melarikan diri karena ayahku meninggal dan aku dijebak ibu tiri ku. Dia menjebakku dan mengumumkan pada semua rakyat ayahku jika aku yang membunuh ayah. Aku tidak melakukannya sungguh..”
Gadis itu tak melanjutkan ucapannya, wajahnya menunduk dan yang terdengar hanya isakan lembut dari bibirnya. 
Baekhyun memeluk gadis itu dan segenap perasaannya menyeruak menyebar diseluruh tubuhnya. Arteri nya kian berdenyut ngeri dan dia merasakan hatinya membuncah, merinding diatas ubun-ubunnya.

Bahagia.

Dan menyesal.

Bahagia karena bisa bertemu dengan cinta pertamanya.

Menyesal, mengapa mereka bukan makhluk sejenis. Sampai mereka harus bertemu dengan cara seperti ini, dan di keadaan gadis itu yang kini menjadi buronan. Dia amat menyesal.
Baru kali ini Baekhyun menyesal ditakdirkan menjadi manusia.

“Kau seorang putri?

Baekhyun kembali bertanya ditengah kehangatan yang dia berikan pada gadisnya. Gadis itu masih terisak pelan, menyerukan kepalanya dalam dekapan Baekhyun dan mengangguk dalam.

“Siapa namamu?”

Gadis itu tampak berbicara lagi, entah apa.

Baekhyun tidak mendengar pembicaraan gadis itu dengan jelas, mata nya sibuk mengamati orang-orang berlarian didepannya. Kian terkejut karena merasa tidak asing dengan mereka. 
Dan secepat kilat Baekhyun membalikkan posisi dengan gadis itu.

Duarrr..

Baekhyun memejam dengan senyuman diantara hidup dan matinya, kepala nya terasa berdenyut nyeri tanpa bisa dia tahan. Namun dia mendengar teriakan nama yang membuat hatinya membuncah bahagia.

“Baekhyun..

Baekhyun..

Bangun Baekhyun..”

Gadis itu bahkan mengenalnya sebelum dia memperkenalkan namanya.

—————

Baekhyun..

Baekhyun..

Bangun Baekhyun..

Baekhyun membuka matanya mendengar suara ketukan pintu dan suara ibunya mengalun menyuruhnya untuk mengakhiri mimpi musim gugur.

Akhir dari musim gugur.

Oh Baekhyun lupa, pria itu terperanjat cepat membuka jendela kamarnya dan pemandangan yang dia tunggu-tunggu datang.
Menyapa inderanya,
Membuatnya mengembangkan senyumnya lagi,
Musim dingin.

Dan di awal musim dinginnya, dia bertemu Dewi Aprodit.

Meskipun hanya di mimpi, Baekhyun merasakan kebahagiaan diatas ubun-ubunnya.

Cinta pertamanya.

“Cepat siap-siap Baekhyun, teman ibu dan keluarganya sudah menunggumu..”

Suara ibunya kembali terdengar di balik pintu kamarnya, pria itu berbalik dan menyahut.

“Iya bu, aku sudah bangun..”

—————

Apa ini yang namanya mimpi menjadi nyata?

Gadis itu,
Gadis dalam mimpinya kini berada di hadapan Baekhyun. Tersenyum dan memandang Baekhyun, tangannya menjulur dan alisnya tertarik menyuruh pria itu menjabat tangannya.

“Namaku Kim Yoora..”

Serunya seraya tersenyum, oh Baekhyun tahu nama gadis itu.

Kini semua pertanyaannya terjawab sudah, bagai mendapat hadiah lotre Baekhyun melebarkan senyumnya dan menerima jabatan tangan Yoora.

Oh, Yoora-nya.

“Byun Baekhyun..”

Dan Cheryl menarik tangan Baekhyun keluar rumahnya.
Merasa De javu pemuda itu  mengkerut, apa gadis itu akan membawanya lari di tengah hujan salju?

Namun tebakannya salah, gadis itu berhenti di bawah pohon cemara didepan rumahnya, menundukkan dirinya di kursi mahogani dan menepuk kursi sebelahnya. Menyuruh Baekhyun duduk bersamanya.

“Kau memakai mantel?”

Baekhyun bertanya setelah mengencahkan bokongnya di samping gadis itu.

“Tentu saja, kau pikir aku ini Beruang huh? Dasar kelamin ganda..”

Gadis itu mencibir, memalingkan mukanya kesal.

“Ku kira kau bukan manusia..”

“Hah? Kau gila?”

“Tidak..”

“Kau tidak normal?”

“Apalagi itu nona, kau mau aku membuktikannya?”

“Apa?”

“Kau mau jadi kekasihku, Yoora?”

Aku mencintaimu sejak semalam.

-fin.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Violin says:

    Whoah, daebak

    Ganbatte yaa

    Liked by 1 person

  2. Cman smpe disini saja kah????
    No way. ….😤😩😭😭🎃

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s