Beacuse of Kim Jongin and Oh Sehun – ECCEDENVY

image

Vy‘s Storyline

Starring

EXO‘s Byun Baekhyun and OC‘s Kim Chohyun

Featuring

EXO‘s Oh Sehun and Kim Jongin

In Romance – Friendship – Marriage life with Lenght Oneshot and Rating PG-17

image

BECAUSE OF KIM JONGIN AND OH SEHUN

Binar binar cahaya pagi mulai masuk perlahan ke dalam ruangan kamar. Gorden yang tidak tertutup sepenuhnya membuat cahaya dapat masuk dengan mudah ke dalam kamar itu. Kedua insan manusia yang tertidur di dalam ruangan itu tampak tidak terusik sedikitpun.

Mereka malah makin mengeratkan dekapan masing masing. Namun cahaya itu nyatanya memang cukup mengganggu sehingga yang lebih muda bergerak mencoba menjauhi cahaya sembari merengek pelan.

“Ugh, silau!” Wanita itu, tampak menggeliat dalam dekapam suaminya. Ia merengsek menyembunyikan kepalanya di dada lelaki itu. Menghalau cahaya yang mengganggu acara tidurnya.

“Chohyun-ah!” Lelaki itu tampak tergganggu dengan gerakan sang wanita.

“Oppa…” Dan hanys dibalas rengekan kecil. Akhirnya sang lelaki memaksa membuka matanya yang berat. Ia berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.

“Hmm..” Gumam lelaki itu.

“Oh?” Wanita itu tampak membuka matanya cepat. Terlihat terkejut.

“Ada apa?!” Lelaki itu malah terlihat panik.

“Dia menendang!” Sahut Chohyun senang. Ia mendongak menatap suaminya cerah. Mata lelaki itu tampak membulat dan berbinar. Ia taruh jemari panjangnya di perut sang istri. Merasakan pergerakan buah hatinya yang sudah berdiam selama delapan bulan lebih di dalam perut wanita itu.

“Ya Tuhan! Apa dia berusaha membangunkan kita?” Tanya lelaki itu. Chohyun hanya terkekeh pelan.

“Mungkin dia mencoba mengingatkan kita kalau hari ini kita harus pergi ke café.” Ujar Chohyun. Dan ucapan itu sukses membuat wajah seorang Byun Baekhyun masam. Padahal lelaki itu baru saja mendapat cutinya setelah hampir dua minggu bekerja penuh. Dan liburnya malah diisi dengan sang istri yang merengek rindu kedua sahabatnya, Jongin dan Sehun. Oh, mimpi apa dia semalam? Kenapa istrinya ini memiliki terlalu banyak teman lelaki?!

“Jangan memasang wajah begitu, kau tau aku sudah lama tidak betemu mereka dan juga Donghun. Aku merindukan bocah tampan itu. Aku terlalu bergantung pada mereka dulu.” Ucap Chohyun. Baekhyun mengangguk sekilas. Terkihat sedikit tidak ikhlas. Tapi apapun demi istrinya yang sebentar lagi melahirkan. Dia ingin menghabiskan waktunya dengan Chohyun, dan juga mengabulkan segala bentuk permintaan istrinya sebelum mendekam di rumah sakit sampai waktunya tiba nanti.

“Hmm, aku tau, baiklah! Tuan putri mandi!” Ujar Baekhyun bangkit. Ia membantu Chohyun terlebih dahulu sebelum beranjak ke kamar mandi.

“Byun Baekhyun! Jalanlah perlahan! Kau pikir mudah berjalan secepat kau dengan perut sebesar ini? Dasar bodoh!” Pekik Chohyun sambil menyangga perut besarnya. Baekhyun hanya terkekeh dan membantu istrinya lagi. Kali ini lebih perlahan.

“Baiklah nyonya.” Canda Baekhyun. Chohyun terkekeh pelan. Dan setelahnya mereka melaksanakan ritual mandi mereka masing masing.

Baekhyun selesai terlebih dulu pastinya. Ia sudah siap dengan kaos putih dan juga skinny jeans hitam. Jaket kulit berwarna biru tua menyempurnakan penampilannya. Rambut pirangnya ia biarkan berantakan. Efek terlalu malas menyisir. Ia duduk di ruang tv sembari memainkan handphonenya menunggu istri tercintanya selesai dengan acara basah basahannya.

CEKLEK

Begitu pintu terbuka, Chohyun keluar dengan rambut sepunggungnya setengah basah. Ia memakai celana panjang longgar berwarna hitam dan juga kaos besar berwarna biru muda nyaris putih. Rambut madunya ia sisir terlebih dahulu sebelum beranjak menuju dapur untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer di sana. Sebenarnya Baekhyun tidak mengerti mengapa istrinya menyimpan hair dryer di dapur, tapi ia tidak bertanya.

Chohyun kembali dengan rambut lebih kering. Sekarang ikal kecil di bagian rambut bawahnya terlihat karena sudah kering. Wanita berumur 23 tahun itu menguncir kuda rambutnya. Membiarkan beberapa helai anak rambut menjuntai di depan wajahnya.

“Kita pergi sekarang?” Tanya Baekhyun mengulurkan tangannya. Chohyun mengangguk. Wanita itu mengambil tas kecilnya dan juga cardigan biru dongker yang tersampir di sofa ruang tv. Lalu mereka berjalan beriringan sampai basement. Apartement mereka di lantai tujuh, dan mereka dengan lambat menuju basement. Baekhyun sebenarnya agak sedikit menyesal membeli apartement di lantai yang terlalu tinggi dan juga jauh dari ujung koridor tempat beradanya lift. Karena pasti akan sulit bagi Chohyun jika tiba tiba terjadi kebakaran atau lift rusak.

“Ya Tuhan! Aku tidak sabar bertemu dengan mereka!!” Pekik Chohyun antusias. Baekhyun hanya terkekeh geli. Chohyun sungguh menggemaskan.

“Sabarlah sedikit, hanya 30 menit menuju ke sana dengan mobil sayang. Lagipula, sepertinya kita datang terlalu awal. Sehun pasti akan repot karena Donghun rewel, dan aku tau kalau Jongin itu terlalu ngaret. Mungkin kita hanya akan bertemu dengan Kyungsoo dan Minseok Hyung di sana nantinya.” Ujar Baekhyun. Chohyun mengangguk angguk imut. Baekhyun terkekeh gemas.

Setelah perjalanan 30 menit lamanya, mereka akhirnya sampai di café milik keluarga Baekhyun. Lelaki itu membantu istrinya turun dan mereka memasuki café. Bunyi bel yang menandakan pintu café terbuka, terdengar. Chohyun tersenyum lebar.

“Eonniiiiiii!!!” Pekiknya. Ia berjalan cepat kearah wanita lain di sana. Baekhyun menggeleng geleng.

“Hei! Hati hati! Dasar bocah! Jangan berlari lari begitu! Perutmu sudah besar!” Pekik Baekhee. Saudara kembar Baekhyun itu memekik histeris walau ia berakhir memeluk erat Chohyun.

“Baiklah, Kyungsoo Oppa dan Minseok Oppa?” Tanya Chohyun.

“Di dapur. Mereka sedang berbincang ringan.” Ujar Baekhee. Chohyun langsung masuk ke dapur tanpa permisi. Kini giliran Baekhee yang menggeleng.

“Istrimu tuh! Kenapa dia aktif sekali?!” Baekhee memukul saudaranya kencang.

“Bawaan bayi kali. Biasanya ia tidak seperti itu sebelum hamil. Selalu berbaring di kamar.” Baekhyun mengedikkan bahunya tidak tau.

“Hah dasar!” Baekhee hanya mendengus.

KLING

“Imooo~” Teriakan khas anak kecil terdengar.

“Donghun-aaaaah~” Itu bukan Baekhee. Lebih tepatnya Chohyun yang sudah berlari kecil keluar dari dapur dan langsung memeluk Donghun. Putra kecil Sehun dan Donghee.

“Chohyun!!” Semua memekik histeris.

“Apa?” Yang dipanggil hanya menyahut polos. Ia sudah menggendong Donghun dalam dekapannya. Sehun buru buru mengambil alih Donghun. Chohyun protes sembari cemberut.

“Dasar bocah!” Sehun menggetoknya.

“Hei!” Pekik Chohyun sebal.

“Kau itu sedang hamil bodoh!” Suara menyahut.

“Jongin!!” Kekanakan. Chohyun berlari lagi menuju Jongin dan menubruknya.

“Hei hei slowdown!” Jongin kaget sendiri.

“Ku rindu kau!” Chohyun memeluk erat Jongin.

“Kau tidak rindu aku jadinya?” Cemburu Sehun. Chohyun mencibir. Ia bergumam mengatai Sehun jelek.

“Hei! Kalau aku jelek kau apa?” Balas Sehun. Ia menyentil kening Chohyun.

“Aku cantik.” Lalu ia berlari ke arah Baekhyun.

“Kubilang berhenti berlari!!” Baekhee marah marah. Chohyun cuma nyengir.

“Hei hei, sudahlah. Siapa mau kue kopi? Aku baru membuatnya bersama Kyungsoo.” Minseok datang membawa kue berwarna putih bersih. Kue itu berbentuk cangkir. Lucu sekali.

“Waaah~ aku mau…” Chohyun berbinar binar. Ia menatap Baekhyun memohon. Baekhyun menggeleng. Chohyun kecewa.

“Kau tidak boleh minum kopi.” Baekhyun mengingatkan. Chohyun cemberut.

“Tapi ini kue.” Balas Chohyun pelan.

“Yah sama sajalah! Pokoknya tidak boleh mengonsumsi cafein!” Baekhyun mengingatkan. Kyungsoo datang tak lama kemudian.

“Cookies saja.” Ucap Kyungsoo. Chohyun hanya mengangguk sebal sambil menyomot sepotong cookies.

“Noona, di sini ada adik bayi kan?” Donghun tiba tiba datang ke kaki Chohyun dan menempelkan kepalanya di perut wanita itu. Chohyun tertawa. Ia mengangguk.

“Sudah kukatakan berapa kali padanya untuk tidak memanggilmu noona?” Sehun berdecak.

“Haha, berarti menurutnya aku muda.” Chohyun narsis.

“Menyebalkan! Dia memanggilku ahjussi!” Jongin tidak terima.

“Oh ya, dimana Heejoong?” Tanya Chohyun.

“Dia sedang sibuk. Biarkan saja. Katanya kalau sempat ia datang. Cih, dia padahal selalu menolak saat kuajak bertemu.” Jongin menggerutu.

“Hahahaha, karma karena kau mencampakkanku dulu!” Chohyun tertawa senang.

“Hei! Memang kau siapaku?” Jongin tertawa geli.

“Dasar jelek!” Chohyun berdecih.

“Tapi aku berterima kasih pada kalian.” Chohyun melanjutkan. Sehun dan Jongin angkat alis.

“Karena aku bisa bersamamu sekarang pasti!” Baekhyun menebak. Chohyun memerah.

“Hehe…” Ia nyengir.

“Tuh kan. Tapi kalau kalian tidak bertemu dengan Heejoong dan Donghee, mungkin aku sekarang masih melajang.” Baekhyun tersenyum.

“Hmm, ya ya hyung~” Jongin mengangguk angguk mengerti.

“Iih, kenapa oppa malah bilang begitu? Kalau takdir pasti kita tetap bertemu kok!” Sanggah Chohyun.

“Yaang berterimakasih tadi kan kamu!” Baekhyun mencium pipi Chohyun.

“Eh iya ya?” Chohyun tertawa sendiri.

“Noona, adik bayi kapan keluar?” Donghun sedari tadi masih menempel pada Chohyun. Masih sibuk mengelus ngelus perut besar itu.

“Hmm, nanti sayang, kalau Donghun mau adik bayinya cepat keluar, Donghun harus minta sendiri pada adik bayinya.” Chohyun mengusap ngusap rambut Donghun.

“Hmm, adik bayi cepat keluar ya~” Donghun berbicara pada perut Chohyun. Semua tertawa geli. Anak itu menggemaskan sekali.

“Chohyun, mau pergi ke apartement lama kita tidak?” Tanya Jongin. Chohyun mengangguk semangat.

“Ayo kalau begitu.” Sehun bangkit.

“Hei, istriku sedang hamil tua bodoh!” Baekhyun sebal, ia mau menahan Chohyun.

“Sekali kali oppa! Aku mau mengenang ini bersama Jongin dan Sehun.” Chohyun sudah mengikuti langkah Jongin.

“Nah, sekarang Donghun sama eomma dulu ya.” Sehun membawa Donghun pada ibunya. Ia lalu keluar bersama Chohyun dan Jongin.

“Mau naik mobil atau jalan kaki? Kau tampak sulit berjalan.” Ujar Jongin.

“Hei, itu hanya seratus meter dari sini. Tidak apa, lagipula aku perlu banyak berjalan agar posisi bayinya cepat turun.” Chohyun mengusap perutnya.

“Oke oke. Kalau ada apa apa kau jangan di sembunyikan oke?” Sambung Sehun.

“Baik.” Chohyun mengangguk patuh. Mereka akhirnya berjalan pelan menuju gedung apartement itu sembari berbincang tentang masa lalu. Begitu sampai di depan gedung, sebenarnya Chohyun sudah merasa ada yang aneh. Perutnya terasa tidak nyaman.

Mereka naik lift untuk sampai lantai 11. Lalu berjalan sepanjang koridor sepi dan sampai di kamar apartement mereka dulu. Mereka semasa kuliah tinggal di satu apartement. Cukup dekat karena berada di jurusan yang sama dan juga hendak menyewa apartement. Dengan mereka menyewa bersama, harga sewa itu jadi lebih murah. Dan dua tahun lalu mereka sepakat membeli apartement itu. Entahlah bagaimana Chohyun menyetujui tinggal bersama dua laki laki asing.

“Nah, masih sama seperti terakhir kulihat.” Jongin masuk ke dalam apartement dan langsung duduk di sofa santai depan televisi.

“Hah, wanginya tidak berubah.” Sehun menghirup udara di sana. Chohyun tampak gelisah tapi. Ia berkeringat.

“Kau kepanasan? Atau lelah karena berjalan? Keringatmu banyak sekali.” Jongin bertanya.

“Panas.” Sahut Chohyun singkat. Ia ikut duduk di depan televisi.

“Apa perlu kunyalakan pendingin ruangannya?” Tanya Sehun. Chohyun mengangguk.

“Kau terlihat aneh Chohyun. Ada ap-” Belum selesai Jongin bertanya. Chohyun melotot horror.

“Ketubanku pecah.”

“APA?!”

“Tuh! Kau sih!” Donghee marah marah sambil mencoba menenangkan Donghun. Anak itu menangis karena Chohyun kesakitan. Tangisannya tambah kencang saat dibilang kalau adik bayinya akan keluar. Dia ingat dia yang bilang agar adik bayinya cepat keluar.

“Hei, aku tidak tau, tiba tiba saja saat sampai di sana ia bilang ketubannya pecah sambil melotot!” Sehun juga panik.

“AAAAAAARRRRGGGGHHHHH!!!!”

“Ya Tuhan! Apa sesakit itu?” Tanya Jongin seram mendengar jeritan Chohyun.

“Tentu saja bodoh! Melahirkan mana tidak sakit!” Donghee menyahut.

“Aduh, jangan menakuti begitu dong! Aku jadi makin panik!!” Sehun mondar mandir tidak jelas.

“Bukan aku yang melahirkan, tapi kau gelisah sekali. Duduk! Tenang! Ada Baekhyun oppa dan dokternya di dalam. Kau tidak perlu cemas!” Sahut Donghee. Ia masih mondar mandir. Masih menenangkan Donghun. Anak itu masih sesegukkan.

“Kapan keluarnya bayi itu?!” Jongin gigit jari.

“Kau ini bodoh tingkat tinggi ya!? Mengeluarkan bayi tidak semudah kau membuatnya bodoh!” Donghee mengelus anaknya yang mulai tenang.

“Kalian ini berisik sekali! Aku jadi pusing!” Baekhee ikut marah marah. Sebal sendiri melihat perdebatan kecil itu dari tadi. Tak berselang lama, terdengar suara bayi. Mereka semua sontak berdiri. Sang dokter keluar dari ruang bersalin.

“Bagaimana?” Tanya Jongin.

“Perempuan.” Semuanya tersenyum cerah.

“Kalau begitu saya permisi, kalian bisa menemui ibu dan bayinya saat sudah di bersihkan dan dipindahkan ke ruang rawat nanti.” Dokter itu berlalu.

“Wah, Donghun punya perempuan untuk di ajak kencan nanti.” Sehun tersenyum.

“Hei, kau berfikir terlalu jauh!” Baekhee menjitak Sehun.

“Sudahlah, lebih baik kita menunggu di ruang rawatnya saja sampai ia datang.” Mereka semua mengangguk dan masuk ruang rawat Chohyun.

Ckelek

Tak berselang lama katil rumah sakit datang bersama Chohyun yang sedang memeluk bayinya. Di sana juga ada Baekhyun.

“Wah~ Selamat, kau menyusulku sekarang! Tinggal siapa lagi ya?” Sehun menyindir Jongin sembari melirik ke arah lelaki itu.

“Apa?” Tanya Jongin sok polos.

“Anakmu cantik sekali.” Baekhee memebelai bayi mungil itu dengan tekunjuknya.

“Sudah diberi nama?” Tanya Donghee.

“Sudah, namanya Junghyun.” Sahut Baekhyun.

“Bagus.” Ucap Baekhee.

“Hah…” Baekhyun duduk di kursi dekat ranjang dan menghela nafas lelah. Chohyun terkikik.

“Maaf oppa, aku terlalu kencang berteriak ya?” Tanya Chohyun. Baekhyun mengangguk pelan mengiyakan. Ia berada tepat di samping wanita itu dan dia menjerit terlalu kencang. Telinganya berdengung sekarang.

“Ini semua karena kalian berdua!” Baekhyun menunjuk Sehun dan Jongin.

“Eh? Kok kami?” Tanya Jongin.

“Kan sudah kubilang jangan membawanya! Untung dia masih bisa bertahan sampai di sini.” Ujar Baekhyun.

“Eh, tapi kan kita memang sudah merencanakan akan pergi ke apartement lagi saat bertemu!” Bela Sehun.

“Tetap saja! Semua karena kalian!” Termasuk aku bertemu Chohyun. Semua karena kalian.

END

Bacodhannya Vy :

Halo halo~ ffnya sih sebenernya udah lama~ cuma vy emng niat post tanggal 8. Maaf klo gaje. Dan agak kurang jelas. Nanti ada ff penjelasnya kok. Tenang~ hehe, ini cuma ff aneh bikinan vy aja. Buat merayakan ultah EXO. #4YearsWithEXO #HappyEXODay #EXO4thAnniv oke. Tetap sayangi baekhyun. Segitu aja, Salam EXO L~

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Deborah sally says:

    Lucu gila. Gue pikir bininya Sehun, bebeb ikan gue *lalu udah tengah jalan ‘bukan donghae kan?’ penasaran, balik ke atas ternyata Donghee. Syukurlah*

    Like

  2. baekai says:

    ngakak bacanya thor 😀 daebaklaaa pokoknyaa (y)

    Like

  3. Aihara says:

    “Semua karena kalian!”
    Jadi, Baekhyun itu kesel sekaligus berterima kasih ya?
    Btw itu Chohyun-nya aktif banget ga bisa diem sebelum lahiran, ngakak deh sama dia XD

    Like

  4. amalia says:

    whahahhaha itu istrinya sehun donghae?? ngga nyangka baek katakternya gitu disini nice nicee keep write 🙂

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Donghee donghee

      Like

  5. utimazaro says:

    apa cuma gue yang baca donghee itu donghae-__-
    kek apa coba emak emak hamil tua pecicilan banget.hahah awas brojol dijalan bayinya.hahahahahha

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Biasa, udh banyak yg bilang donghae

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s