[Chapter #8] Hold Me Tight: Complicated

HOLD ME TIGHT 2

Hold Me Tight – 8

Rahay™Kim –

Byun Baekhyun|Park Ae Ri| Song Yun Hyeong-

Chapter-

Jackson Wang|Kim Da Hyun

PG-15

AU-Dark|Married-Life|Romance|Sad|Slice of Life

The Inspiration from one track from BTS -In The Mood of Love pt.1 (Hold me Tight). All storyline and the plot just my own.

No-Copas – No- reblog – No Plagiarism!! -Not For who siders – RCL Juseyoo~^^

 

                         |In the Quotes|

 

“Tetap genggam tanganku apapun yang terjadi, genggamlah dan jangan lepaskan.”_Baek Hyun

 

 

“JIKA AKU MELEPASKAN GENGGAMAN TANGANMU ADALAH PILIHAN YANG TERBAIK, APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?”_Ae Ri

Summary this chapter

“Pergi! Aku tidak ingin melihatmu sekarang!”

 

#Hold Me Tight#

 

“Tuan, ada telpon dari Nona Park.” kata seseorang yang lebih tua dari Yun Hyeong yang adalah sekretarisnya. “Ae Ri?” Yun Hyeong segera menerima panggilan itu.

 

“Yun Hyeong -ssi..” lirih Ae Ri diseberang telpon. “Apa kau menangis, Ae Ri -ya? Apa yang terjadi?” Yun Hyeong begitu panik mendengar suara Ae Ri yang begitu putus asa.

“Joo Eun..”

“Baiklah aku akan kesana sekarang. Tunggu aku.”

Yun Hyeong langsung masuk kedalam mobil,begitu hanya terdengar nama Joo Eun yang keluar dari mulut Ae Ri.

“Pak Yoo, segera kerumah sakit Seoul. Ppalli-yeo!

#Hold Me Tight#

Yun Hyeong segera masuk kerumah sakit. Ia menghampiri Ae Ri yang berada didepan bangsal radiologi.

Ia hanya memandang lantai rumah sakit dengan tatapan kosong. “Ae Ri, apa yang terjadi?”

Setelah Yun Hyeong bersuara,Ae Ri baru menengadahkan kepalanya. “Aku tidak tahu, berapa lama lagi Joo Eun akan bertahan.. Aku harus bagaimana?”

Ae Ri masih terisak, Yun Hyeong ingin mengusap air mata Ae Ri namun gadis itu malah memalingkan mukanya dan tertunduk.

“Dimana suamimu?” tanya Yun Hyeong. Ae Ri menggeleng lemah. “Aku tidak tahu.. Apa yang harus kukatakan pada Baekhyun nanti? Mungkin, Baekhyun akan berpikir bahwa aku bukan ibu dan istri yang baik untuknya.. Rasanya aku ingin mati..”

 

Wajah Ae Ri terlihat kacau, membuat Yun Hyeong merasa tak tega jika meninggalkan gadis itu sendirian. Ia mendekat dan memeluk Ae Ri, mengelus punggung Ae Ri. Berharap dengan begitu beban gadis itu menghilang.

“Justru, Baekhyunlah yang salah disini. Seharusnya ia bisa menjaga Joo Eun dan kau dengan baik, hingga hal seperti ini tak akan terjadi. Tak ada yang perlu disesali, kau tidak salah. Tapi, suamimu yang salah.”

 

“Jika aku itu Baekhyun, atau aku yang berada diposisi itu.. Aku tidak akan membiarkanmu terluka, atau melihatmu menangis. Aku tidak akan melakukan hal itu.”

 

#Hold Me Tight#

Baekhyun berlari menuju ruang Joo Eun dirawat. Ada dokter Ji yang baru keluar dari sana.

“Dokter Ji Hae Soo!!” Baekhyun berlari menghampiri dokter Ji dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

Omo!Baekhyun -ssi?kenapa kau baru datang, sekarang?’

“Bagaimana keadaan Joo Eun?”

“Aku baru saja berbincang dengan Ae Ri soal Joo Eun. Ada seorang lelaki bersamanya. Ia bilang, sebagai perwakilanmu.”

“Lalu, dimana Ae Ri sekarang?”

“Aku baru membawa Joo Eun keruang radiologi, mungkin Ae Ri ada disana. Aku akan menyusul, setelah mengambil rekam medis Joo Eun.”

Baekhyun hanya mengangguk dan kembali kelantai 1 dimana ruang radiologi terletak. Langkahnya terhenti, begitu ia melihat Ae Ri tidak sendirian. Tapi, bersama Yun Hyeong.

Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Yun Hyeong sedang memeluk Ae Ri yang sedang terisak.

Baekhyun mengepalkan tangannya. “Song Yun Hyeong!” Baekhyun bersuara dengan nada yang menekan.

Dan..

Bug!!

Sebuah tinju mentah mendarat dipipi mulus Yun Hyeong, membuat pria itu tersungkur kelantai. Darah segar keluar dari tepi bibirnya yang terkena hajar oleh Baekhyun yang sedang kalut.

“Apa begini,caranya kau mengambil Ae Ri dariku?Hah?!!!

Yun Hyeong tak melawan dan hanya tersenyum miring. Baekhyun ingin menghajar Yun Hyeong lagi, namun ditahan oleh Ae Ri. “Hentikkan Baek!! ini rumah sakit!!”

Plak!

Ae Ri menampar pipi Baekhyun agar ia tersadar, tak seharusnya ia melakukan hal itu didepan Yun Hyeong. Baekhyun mematung seketika, tak menyangka bahwa istrinya itu malah membela lelaki itu dan bukan suaminya sendiri.

“Yun Hyeong -ah, gwaenchana? Apa kau bisa berdiri?” Ae Ri membantu Yun Hyeong berdiri, membopong Yun Hyeong dan duduk dibangku. Ae Ri mengalihkan pandangnya kearah Baekhyun yang masih termangu. “Pergilah!Aku.. tak ingin melihat wajahmu..” Ae Ri berdiri “Kau tunggu sini, aku akan mengambil alkohol dan obat untukmu, Yun Hyeong.” Ae Ri meninggalkan kedua lelaki itu.

 

Baekhyun terdiam, baik ini salahnya. Tak mungkin Ae Ri akan berkata seperti itu, jika bukan Baek Hyun yang salah. Baekhyunpun mengejar Ae Ri yang pergi meninggalkan Yun Hyeong untuk mengambil alkohol dan obat lainnya.

 

#Hold Me Tight#

 

Ae Ri mengambil beberapa peralatan yang ia butuhkan untuk mengobati luka Yun Hyeong. “Terimakasih atas bantuannya.” Ae Ri membungkukkan badannya. Dan, ketika ia berbalik ada Baekhyun yang berdiri tak jauh didepannya.

“Pergi! Aku tidak ingin melihatmu sekarang!” Ae Ri berjalan dan melewati suaminya itu seperti orang asing. Baekhyun segera menahannya dan ia berbalik, menatap istrinya lekat-lekat. “Aku benci melihat dirimu! Aku benci ketika kau menuruti emosimu tanpa memikirkan aku dan Joo Eun!Sekarang, aku mohon.. pergilah dari hadapanku.” Ae Ri menepis tangan Baekhyun yang menahan lengannya. Ia menahan tangisnya, sehingga suaranya begitu terdengar sangat parau.

 

“Ae Ri! dengarkan aku, aku minta maaf..” Baekhyun masih menahan gadis itu untuk tetap bersamanya. “Kau tidak perlu melakukan itu. Benar. kau selalu menganggapku sebagai istri yang sedang berselingkuh dengan orang lain. Kau itu posesif. Benar, anggap saja begitu. Anggap aku sesukamu saja. Aku tidak perduli lagi. Jadi, aku mohon lepaskan tanganku. Aku.. tidak ingin melihatmu.”

Baekhyun tak berdaya lagi, kalimat Ae Ri bagaikan sihir untuknya. Maka, saat itulah ia membiarkan istrinya itu melangkah pergi meninggalkan punggungnya yang bahkan Baekhyun tahu, tubuh gadis itu bergetar hebat.

Baekhyun mengusap wajahnya frustasi, ia tak tahu bagaimana lagi ia berhadapan dengan Ae Ri. berkali -kali istrinya mengatakan bahwa ia tidak ingin melihatnya lagi. Bahwa Ae Ri tak ingin melihat Baekhyun untuk saat ini. Bagaimana jika semuanya berlanjut? hingga esok, lusa bahkan Baekhyun sangat takut jika Ae Ri tak ingin melihat suaminya itu untuk selama-lamanya.

Ia hanya jatuh terduduk dilantai rumah sakit. Ia tak mampu lagi untuk berdiri, mengejar kembali gadis itu. Baekhyun merasa terpuruk. Dan, tak ada satu hal pun yang bisa ia lakukan, kecuali satu.

Menangis.

“Joo Eun, apa yang harus kukatakan pada ibumu.. jika aku dipecat karena ulah lelaki itu.”

 

#Hold Me Tight#

“Baekhyun -ssi.. gwaenchanhayeo?” Dokter Ji mengahampiri Baekhyun yang masih bersimpuh dilantai. “Aku.. tidak bisa satu ruangan dengan Ae Ri, sekarang ini. Jadi, apa dokter bisa bicara padaku lebih dulu mengenai Joo Eun?”

 

Mendengar permintaan Baekhyun, dokter Ji langsung memahami situasi dan mengajak Baekhyun kesuatu tempat. “Perawat Nam, tolong sampaikan rekam medik ini ke nona Park Ae Ri, ibu dari Byun Joo Eun. Jika dia mencariku, bilang saja aku harus mengurus sesuatu.Kau mengerti ‘kan?” pinta dokter Ji pada bawahannya itu.

 

Algeseubnida.” sepeninggal perawat Nam, dokter Ji membawa Baekhyun keatap rumah sakit.

“Aku pikir, ini tempat terbaik untuk mengobrol.” dokter Ji memulai perbincangan. Baekhyun hanya mengangguk kecil, hidungnya sedikit memerah akibat cuaca yang dingin.

“Bagaimana perkembangan Joo Eun?”

dokter Ji melirik Baekhyun sesaat, ia kemudian mengulum senyum getir.Menepuk bahu ayah Joo Eun itu pelan, sebagai penyemangat.

“Aku tidak tahu, bagaimana perasaanmu dan Ae Ri jika aku mengatakan ini..’ dokter Ji menggantung perkataannya. “Kemungkinannya bertahan sangat kecil ‘kan?” terka Baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca. “Yaa, kau itu lelaki. Kuatlah sedikit, istrimu juga membutuhkanmu sebagai tempat bersandar.” Baekhyun hanya terkekeh pelan, mengusap wajahnya dan menarik nafasnya, mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi pada Joo Eun. Bahkan, soal Ae Ri gadis itu punya tempat bersandar yang lebih baik dari pada suaminya sendiri.

“…Joo Eun, harus segera melakukan operasi. Seperti yang kubilang, terlalu berisiko mengingat umurnya. Namun, aku rasa itu jalan yang terbaik.Tapi, dengan satu syarat.”

“Bagaimana dengan biaya operasinya?”

“Karena kasus Joo Eun adalah kasus pertama diKorea,jadi pihak rumah sakit yang akan menanggungnya.Kau tak perlu khawatir, tapi dengan syarat yang harus kau setujui dengan Ae Ri lebih dulu.”

Baekhyun memejamkan matanya pasrah begitu nama Ae Ri keluar dari mulut dokter Ji. “…aku tahu, kalian sedang dalam keadaan tidak baik. Tapi, demi Joo Eun aku mohon pertimbangkanlah.Aku pergi.”

“dokter Ji, apa syaratnya?” tanya Baekhyun. dokter Ji menghentikkan langkahnya, ia tersenyum. “Baik kau atau Ae Ri, harus menerima risiko terburuk setelah Joo eun selesai operasi nanti.Jangan putuskan sendiri, bicarakan dengan istrimu.Aku pergi.”

Sepeninggal dokter Ji, Baekhyun hanya memandang langit malam itu.Berpikir apa yang harus ia lakukan? Ia takut, jika Ae Ri melupakan janji yang mereka buat.

“Park Ae Ri..akankah kau tetap menggenggam tanganku hingga nanti?

 

Atau

 

Kau akan melepaskannya, seperti yang kau bilang pada malam itu?”

 

Flashback

“Jackson.Antar aku sampai sini saja.”

“Tapi,hyung?Kau mabuk”

“Tidak.Aku masih tahu dimana apartemenku.Pulanglah, bujuk Dahyun agar tidak marah padamu.Aku tahu, kau menyukai gadis tengik itu.”

Jackson tak berkata-kata lagi, sedangkan Baekhyun sudah masuk kedalam gedung apartemennya.

Baekhyun tiba dilantai 6 dengan menggunakan tangga, ia berjalan terhuyung-huyung hingga tiba dipintu apartemennya yang berada diujung koridor lantai 6. Ia membuka password pintu. Menekan beberapa digit angka, namun selalu tidak valid. Akibatnya, setelah 3 kali mencoba dan gagal Baekhyun hanya menendang pintunya kesal dan terduduk didepan pintu apartemennya.

“Payah!Byun Baekhyun!kau payah!

bagaimana soal password saja kau bisa lupa.

Ini semua karena Ae Ri.

Jam berapa ini?bahkan ia belum pulang juga.”

Baekhyun berdiri dan berdiri dibalkon melihat kebawah pintu masuk gedung apartemennya. Baekhyun menyipitkan matanya, jiwanya yang tak sepenuhnya sadar, membuat Baekhyun semakin memicingkan matanya.

“Tunggu. Bukankah itu Ae Ri?Siapa yang mengantarnya pulang?” Baekhyun berbicara sendiri.

“Aah!! Apa mungkin mobil itu, milik Yun -Yun siapa.. aish!sialan!Ouwww~!! mengapa malam ini semakin dingin.”

Baekhyunpun kembali terduduk dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya yang ia rapatkan.

“Baek?kenapa kau disini?”

“Aku tidak bisa masuk karenamu!”

“Aku?Kenapa?”

‘Karena kau membuat pikiranku kacau.’

“Aku lupa password pintunya.Jadinya aku tidak bisa masuk”

“Aku takut kau pergi meninggalkanku, demi lelaki kaya itu. Aku takut karena kau tak bisa menepati janjimu.”

Ae Ri mengusap rambut Baekhyun lembut, dan mengajak Baekhyun berdiri.”Aku akan berdiri jika kau menepati janjiku.Jangan pernah meninggalkan aku,demi orang yang lebih baik dariku.” Ae Ri hanya mengulum senyum tipis. “Kau mabuk,Baek. Dengarkan aku. Password pintunya adalah ulang tahun Joo Eun, kau ingat?Tentu, setelah ini kau harus mengingatnya ya.” Baekhyunpun akhirnya berdiri.

 

Baekhyun berbaring dikasur, sedangkan Ae Ri kembali keluar dari kamar. Baekhyun membuka matanya, sebetulnya Baekhyun bukan orang yang mudah mabuk.Jadi, ia masih ingat betul bagaimana Ae Ri tak menjawab kalimatnya yang terakhir.

‘Kau bahkan tak bisa mengucapkan jawaban Ya, atas janjiku.’

Mata Baekhyun kembali terpejam begitu Ae Ri kembali kedalam kamar. Ia mengeluarkan omongan aneh yang membuat Ae Ri tertawa.

“Jika aku sungguh melepaskan genggaman tanganmu,apa yang akan kau lakukan,Baek?”

Ae Ri menaruh kepalanya diperut Baekhyun.Membuat Baekhyun sedikit terkejut mendengar perkataan Ae Ri yang menurutnya sungguh diluar akal sehat.

‘Aku harap,kau tak benar-benar melakukan hal itu, Park Ae Ri.’

Flashback End

 

Baekhyun mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi seseorang. “Eoh..Ini aku,bagaimana keadaan Da Hyun?”

Baekhyun hanya mendengar helaan nafas Jackson diseberang telepon. “Ia selalu kesakitan diarea perut.”

“Sejak kapan ia kesakitan?Obat apa yang kau berikan padanya?”

Baekhyun berjalan menuruni tangga dari atap rumah sakit.

“Sekitar sehabis jam makan siang tadi.Da Hyun tidak suka dengan obat,jadi aku belum memberikannya apapun hingga sekarang.”

Suara Jackson terdengar bergetar diseberang, tak terelak lagi Jackson benar-benar khawatir pada Da Hyun

“Itu bagus.Apa dia memakan pedas makan siang ini.Atau rutin?”

Baekhyun kembali keruang radiologi,namun Ae Ri sudah tak ada disana.

“Ya, dia terus memakan yang pedas tanpa nasi.Dia terus mengeluarkan keringat dingin.”

Jackson segera mengambil mantel Da Hyun dan memakaikannya.

“Begini saja,paksa dia untuk meminum obat penghilang rasa sakit.Setelah itu,segera bawa DaHyun ke rumah sakit.Aku rasa Da Hyun terkena usus buntu, atau hal lain yang mungkin karena virus.” Baekhyun berdiri didepan ruang isolasi,melihat Joo Eun dibalik kaca tebal.

“Baiklah Hyung.Nanti,aku hubungi lagi.”

Jackson menaruh ponsel dikantung mantelnya. “Apa kau bisa berdiri?” Da Hyun hanya meringis kesakitan.Akhirnya,Jackson menggendong Da Hyun dipunggungnya dan membawanya untuk masuk kedalam taksi.

Ahjussi.. bisa kau menepi sebentar diapotik?Aku harus membeli beberapa obat.”

Nde..algeseubnida.” Taksipun berhenti ditepi jalan.Jackson segera keluar dari mobil dan masuk kedalam Apotik.Setelah 5 menit, ia kembali dengan obat penghilang rasa sakit dan sebotol air mineral.

“Da Hyun-ah, buka matamu.Minum obatnya dulu.”

Shireo..” Da Hyun menolak. “Sekali ini dengarkan aku!!Jebal Jom!!”

Setelah sedikit dibentak oleh Jackson, Da Hyun hanya menatap lelaki itu sesaat,akhirnya ia menurut dan meminum obat itu.

 

#Hold Me Tight#

“Ae Ri -ya.. siapa yang akan datang kewisudamu nanti?” sentuhan kecil Seung Wan membuat Ae Ri terlepas dari lamunannya. “Eoh?Molla.. Masih ada 2 minggu lagi.” Ae Ri hanya mengaduk -aduk teh nya malas.

“Seung Wan -ah!” panggil seseorang dan menghampiri Seung Wan yang sedang duduk dengan Ae Ri. “Aah,mian. Aku datang diwaktu yang kurang tepat.Aku akan menunggumu diparkiran kalau begitu.”

A-aniyeo, bergabunglah dengan kami. Aku teman sekelasnya Seung Wan, Ae Ri. Maaf,baru bisa menyapamu.”

Ae Ri menundukkan kepalanya dan menggeser tempat duduknya dan agak jauh dari Seung Wan. “Baiklah, dengan senang hati.Aku Kim Jong Dae,jurusan sains.Pacarnya Seung Wan.” lelaki itu juga memperkenalkan dirinya yang membuat Seung Wan hanya melipat wajahnya karena malu.

Ae Ri hanya terkekeh pelan dan menyedot lagi es teh nya.Jong Dae tiba-tiba menepuk tangannya sekali. “Oh Ya!!Bagaimana kabarnya Baekhyun?”

‘Uhuk!Uhuk!

Ae Ri tersedak ketika mendengar nama Baekhyun masuk lagi ketelinganya. Bahkan, ia sendiripun tak tahu bagaimana keadaan suaminya itu.

“Baekhyun..’

 

To Be Continued

a/n

tes! 1..2..3..

kurang complicated ya? maklum aja deh autor masih muda jadi suka naik turun emosinya haha :D. ayo ayo mana lagi komentarnya???  bingung mau ngasih note’s apaan.. udah deh gitu aja

thx bgt udh baca dan juga yang rajin komen makasih banyak 🙂 padahal menurut author cerita ini abal abis

 

Advertisements

13 Comments Add yours

  1. SHINERSB says:

    baekhyunnya ku culik boleh,ya? boleh kan? bolehkan? kasian,duh.. btw,keep writing!!♡

    Like

    1. Rahay™Kim says:

      makasih ya udh baca dan komen 🙂 bolehboleh asal dikembalikan ke aku XD
      tunggu next chapternya yaa 😀

      Liked by 1 person

  2. shj_crown says:

    lanjuuutt… makin penasaran 😂

    Liked by 1 person

    1. Rahay™Kim says:

      tunggu aja sudah dijadwal next chapter nya 🙂

      Like

  3. Aihara says:

    Makin ruwet ya
    Rasanya rumah tangga mereka udah di ujung tanduk
    Soalnya Baekhyun udah makin kebawa perasaan ditambah Aeri dapet dorongan dari sana-sini buat ngelepasin tangan Baekhyun…
    Yunhyeong makin ngegregetin ya, rasanya pengen gigit haha apalagi setelah dia mecat Baekhyun /puncaknya kekesalanku

    Ok, I’m looking forward for the next chapter 😀

    Like

    1. Rahay™Kim says:

      Hehehehe huhuhu pada kebawa emosi ni yang baca hahahaha
      Oke deh ditunggu aja yaa nect chapter nya 😀

      Like

  4. Pusfita says:

    Kenapa sekarang jadi sebel sama Ae Ri ya wkwk aku mah siapa aja disebelin, enggak deng. Author kalo ff di pw aku minta loh ya pwnya *ngancemgituu
    hwaiting author^^

    Like

  5. nadya61 says:

    Hy, salam kenal maaf bru bisa comment.. Sejauh in aku baca ff in rasa nya nyesek banget, dan di chapter in aku smpe nangis baca nya 😭😭😭😭, huuuft… 😫 aku suka ff in 😍😍 cerita nya keren, dan buat author fighting;!! Keep writing!! 🙌🙌

    Liked by 1 person

    1. RahayK says:

      hay salken juga ya nad 😉
      Btw serius nangis? Huhuhu berhasil bikin nangis reader aing kkk
      Btw makasih udh baca dan komen thx juga smngtnya

      Like

  6. safira says:

    Dari pada bbh tersiksa kaya gitu, mending sama aku aja… Wkwkwk… Hiks, gk tega liat bbh kaya gitu

    Like

  7. bebaekmidha says:

    Baru kali ini baca ff yg baekhyunnya kasian kek gini huhuhu sayangku pen meluk rasanya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s