[ONESHOT] Break Up

Judul: Break Up
Author: Takoparfait
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, School life
Lenght: Oneshot
Summary: ‘Kita putus saja,’

No Plagiat! Hargai kami penulis online yang nulis cuma-cuma (cuma dibayar like+comment maksudnya).

Special Story; An EXO Fanfiction: Break Up

Main Cast:
Byun Baekhyun
Kim Chohyun (OC)

Disclaimer: I don’t own the Characters, I just write this story. Tumben kali Takopa bikin disclaimer, biasanya masabodo.

Happy reading~♥

Gadis itu berjalan di koridor sekolahnya. Matahari sudah berada di ujung, hendak meninggalkan singgasananya. Matanya bergerak menelusuri kelas-kelas, mencari seseorang. Kemudian, dilihatnya sebuah kelas. Gadis itu membuka atau lebih tepatnya mendobrak pintu kelas itu. Matanya membelalak melihat pemandangan di depannya. Dia melihat kekasihnya sedang bercumbu dengan seorang gadis.

“Astaga! Baekhyun?!” Pekiknya kaget. Baekhyun terlonjak kaget mendengar suara kekasihnya. Dengan cepat didorongnya gadis yang sedang diciumnya itu. Terlihat pakaian gadis itu sudah berantakan. Bibirnya sudah merah membengkak. Chohyun, kekasih Baekhyun, menatap mereka berdua dengan tatapan terluka.

“Tunggu, Chohyun, aku bisa jelasin ini semua!” Ucap Baekhyun cepat, mencoba mendekati Chohyun. Chohyun hanya berjalan melewatinya. Bahkan dia menepis tangan Baekhyun yang sudah akan menyentuh pundaknya.

“Kenapa berhenti? Lanjutin aja! Aku cuma mau ambil barang, kok,” kata Chohyun dengan dingin. Baekhyun menatap Chohyun kaget.

“Chohyun, aku mohon dengerin aku dulu! Ini gak seperti yang kamu kira! Dia yang duluan menggodaku!” Pemuda bermata sendu itu meraih tangan Chohyun, berusaha menjelaskan, tetapi Chohyun langsung menyentakkan tangannya.

“Jelasin apa? Gaada yang perlu dijelasin, kok, iya kan, Ahreum-ssi?” Gadis itu, Ahreum, memandang Chohyun dengan bingung. Kenapa gadis ini tidak marah melihatnya bercumbu dengan kekasihnya?

“Chohyun! Aku mohon dengerin aku dulu! Ini salah paham!” Seru Baekhyun mulai panik. Dia tahu Chohyun marah besar padanya. Tapi Chohyun malah menatap langsung ke kedua bola mata Baekhyun. Terlihat rasa benci menguar dari kedua bola mata itu.

“Gak ada kesalahpahaman apapun. Anggap aja aku gak liat apa-apa tadi. Oh, dan lagi, Baekhyun, kita putus saja,” ucap Chohyun dengan entengnya. Baekhyun membelalak kaget.

“Tunggu! Chohyun! Ini salah paham! Dia duluan yang menggodaku!” Pekik Baekhyun berusaha membela dirinya. Ahreum menatap Baekhyun tidak terima.

“Apa maksudmu aku yang memulainya?! Aku memang ingin menyatakan perasaanku padamu, makanya aku memanggilmu ke sini, tapi aku tidak menggodamu! Kau yang mendorongku dan mulai mencium bibirku!” Pekik Ahreum tidak terima. Chohyun mendengus sinis mendengarnya.

“Ahreum-ssi, aku sarankan kau jangan dekati pria ini lagi! Dia hampir mengambil kehormatanmu, kan? Sebaiknya sekarang kau pergi sebelum dia mulai menyalahkanmu lagi,” kata Chohyun sambil memandang Baekhyun sinis. Mata Baekhyun melebar, menatapnya nanar.

“Chohyun, kau tidak serius ingin meminta putus, kan?” Tanya Baekhyun dengan suara bergetar. Chohyun tertawa mendengar pertanyaan Baekhyun.

“Tentu saja aku serius, mana ada perempuan yang masih mau berpacaran dengan pria yang ketahuan berselingkuh di depan matanya? Seharusnya aku tahu resikonya sebelum aku berpacaran dengan bajingan sepertimu, Baekhyun-ssi. Aku memang gadis yang bodoh.” Kata Chohyun dengan pandangan terluka. Baekhyun menatap Chohyun kaget. Chohyun berjalan kembali menuju pintu. Dia ingin pergi saja dari tempat itu. Dadanya terasa sesak, matanya mulai memanas. Baekhyun menarik tangan Chohyun yang sudah berada di dekat pintu.

“Cho-Chohyun kumohon! Beri aku satu kesempatan lagi! Biarkan aku menjelaskan semuanya!” Seru Baekhyun sambil menyentak tubuh Chohyun sampai gadis itu berbalik. Tangannya terayun dengan cepat.

PLAKK!

“APA LAGI YANG HARUS DIJELASIN HAH?!” Jerit Chohyun marah. Bulir-bulir kristal bening menetes dari kedua matanya. Baekhyun tertegun melihatnya. Tangannya menyentuh pipinya yang memerah dan terasa panas.

“C-Chohyun…”

“Sudah cukup! Aku tidak ingin dengar apa-apa lagi! Mulai sekarang, kita putus! Ayo, Ahreum-ssi! Ayo pergi dari sini sebelum dia mulai menodaimu lagi!” Seru Chohyun dengan suara bergetar. Ahreum langsung berlari menghampiri Chohyun dan berjalan di belakangnya, meninggalkan Baekhyun yang masih tertegun sendirian di kelas itu.

“Shit!” Umpat Baekhyun begitu Chohyun dan Ahreum sudah tidak terlihat lagi di situ.

~¤~¤~¤~¤~¤~

Esok Harinya…

Baekhyun berjalan dengan limbung di koridor sekolah. Padahal ini masih pagi, tapi penampilannya sangat berantakan. Rambutnya dibiarkan berantakan seperti habis terkena angin ribut. Kancing bajunya terlewat satu, sehingga tinggi sebelah. Matanya merah dan sepertinya dia lupa memakai eyelinernya.

“Yo! Baekhyun! Wah, anda gagal dalam percobaan apa lagi kali ini, profesor?” Tanya Chanyeol, sahabatnya, begitu melihat keadaan Baekhyun yang kacau. Baekhyun hanya meliriknya sekilas, kemudian melihat ke depan lagi.

“Dia habis diputusin sama Chohyun,” ungkap Kyungsoo, teman mereka, yang kebetulan juga sampai di sekolah bersamaan dengan Chanyeol dan Baekhyun.

“Lah? Kok kamu bisa tau sih, Kyung? Emang Baekhyun cerita ke kamu?” Tanya Chanyeol bingung. Biasanya Baekhyun kalau galau pasti menelpon Chanyeol dulu, baru yang lainnya.

“Iyalah! Kan Baekhee yang cerita! Tuh, liat, Yongwoo-noona udah kayak sapi ngamuk!” Ucap Kyungsoo enteng sambil menunjuk ke depan. Terlihat Yongwoo, sahabat Chohyun, sedang berjalan menuju mereka. Dia kelihatan murka dengan seseorang di antara mereka.

“YA!! BYUN BAEKHYUN!!” Teriak Yongwoo dengan wajah marah. Dia berhenti tepat di depan Baekhyun, kemudian mendongak untuk melihat wajah pemuda itu. Maklum, mengingat tingginya tidak seberapa.

“Waeyo, noona? Aku sedang menuju kelas, tolong jangan menghalangiku,” ujar Baekhyun dengan suara lemah. Sepertinya, sejak dia diputuskan oleh Chohyun, hidupnya seakan hancur bersama cintanya. Yongwoo menyambar kerah baju Baekhyun, kemudian menariknya.

“Kau apakan Chohyun, hah?! Sudah kubilang jangan membuatnya menangis! Kau apakan dia?! Ya!! Byun Baekhyun! Jawab aku!” Teriak Yongwoo di depan wajah Baekhyun. Chanyeol dan Kyungsoo yang melihatnya langsung panik. Mereka sontak berusaha menarik Yongwoo yang marah dari Baekhyun.

“Whoa! Noona! Sabar dulu!” Seru Chanyeol sambil menarik tubuh Yongwoo sambil setengah mengangkatnya.

“Ah, Chanyeol, Kyungsoo, selamat pagi, maaf aku tidak melihat kalian! Tolong lepaskan aku, urusanku dengan pria ini, bukan dengan kalian!” Kata Yongwoo tegas. Dia menggeliat supaya bisa terlepas dari Chanyeol, tetapi pemuda tinggi itu malah mengencangkan pelukannya supaya Yongwoo tidak mengamuk lagi.

“Tunggu dulu, noona, kita belum tahu situasinya, tolong jangan langsung membantai Baekhyun di tempat!” Ungkap Kyungsoo dengan sabar. Yongwoo hanya mendengus kesal sambil memandang Baekhyun dengan tatapan hina.

“Kalian tidak tahu saja, pemuda itu,” jari Yongwoo menunjuk Baekhyun. “Dia berselingkuh, bahkan bercumbu dengan gadis lain!”

“APA?!” Pekik Chanyeol dan Kyungsoo bersamaan. Baekhyun menghela napasnya jengah. Bisa tidak sih, gadis pendek ini mengunci mulutnya?

“Baek, itu bohong, kan?” Tanya Chanyeol, tangannya masih menahan tubuh Yongwoo. Baekhyun hanya bisa menunduk dan diam.

“Aku tidak bohong! Untuk apa aku bohong! Bahkan Chohyun melihatnya sedang bercumbu dengan seorang adik kelas!” Pekik Yongwoo marah. Ia mulai menendang-nendang kemana-mana berusaha melepaskan diri dari jeratan tangan Chanyeol. Tapi itu malah membuat Chanyeol mengeratkan pegangannya.

“Baek! Jawab! Itu bohong, kan?!” Seru Kyungsoo meminta penjelasan. Baekhyun hanya bisa diam dan menunduk saat sahabatnya itu mengguncang-guncangkan bahunya. Chanyeol terlalu shock dengan sikap temannya itu sampai tidak sadar kalau dia melepaskan Yongwoo.

“Kau paksa pun dia pasti tidak akan membuka mulutnya! Dia pasti merasa malu setelah ketahuan oleh Chohyun! Aku heran dia masih bisa menampakkan diri di sekolah ini!” Kata Yongwoo dengan nada mengejek. Tangannya disilang di depan dadanya, menatap Baekhyun sinis. Mendengarnya Baekhyun naik darah. Dengan cepat dia melesat, dan menarik kerah baju gadis yang lebih tua darinya itu.

“Jangan berkata seolah kau mengetahui kejadiannya! Ini semua salah paham! Kau! Apa yang kau ketahui tentang hubunganku dengan Chohyun!” Bentak Baekhyun marah. Persetan dengan kesopanan dan senioritas itu. Dia marah besar dengan kakak kelasnya yang satu ini.

“Aku tahu! Aku tahu semua! Aku tahu semua kejadiannya karena aku yang memberitahu Chohyun bahwa kau di situ! Dia mencarimu kemarin, dan aku bilang padanya kau ada di ruang kelas! Aku pergi untuk menyusulnya, dan apa yang kudapat?! Aku melihat Chohyun menangis sambil menggandeng seorang gadis! Kau bertanya apa yang kuketahui tentang hubungan kalian?! Hah?! Aku tahu semua! Kenapa? Karena aku diam-diam mengawasi kalian dari jauh! Seharusnya aku yang bertanya kepadamu! Apa yang kau ketahui tentang perasaan Chohyun, hah?! Apa?!” Bentak Yongwoo tidak kalah keras. Dia menatap langsung ke manik mata Baekhyun dengan tatapan penuh amarah. Baekhyun membelalak kaget mendengar bentakan Yongwoo. Bahkan Chanyeol dan Kyungsoo yang hanya melihat bergidik ngeri mendengar bentakan Yongwoo yang sangat keras itu. Baekhyun menggigit bibirnya marah. Tangan Baekhyun terayun ke atas, siap memukul.

“Apa?! Kau mau memukulku?! Ayo pukul! Aku tidak takut!” Tantang Yongwoo sambil memelototi Baekhyun. Gadis bermata besar itu memandang Baekhyun penuh amarah. Wajahnya memerah karena marah, dan meskipun tubuhnya tidak seberapa besarnya dibanding Baekhyun, dia masih terlihat seram jika marah, dan dia juga siap kalau diajak adu tojos. Baekhyun menunduk dan menurunkan tangannya lagi. Dia tidak akan sanggup memukul gadis yang sudah seperti kakaknya ini. Yongwoo menyentakkan tangan Baekhyun dari kerah bajunya. Ia menatap Baekhyun sekilas, kemudian berjalan pergi.

“Aku tidak ingin melihatmu muncul lagi di hadapanku, Baek,” desisnya marah sebelum pergi.

“Baek… sebenarnya dosa apa kau dengan Chohyun? Aku belum pernah melihat noona semarah itu,” ungkap Kyungsoo dengan wajah ketakutan. Bahkan Chanyeol hanya bisa memandang kepergian Yongwoo dengan wajah ngeri.

“Dosaku sangat berat, Kyung, sampai-sampai aku tidak akan berani mengangkat wajahku di depan Chohyun lagi,” ucap Baekhyun lirih kemudian pergi ke kelasnya. Kyungsoo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Itulah yang terjadi kalau kau main api dengan teman dekat noona. Dia akan mengamuk,” gumam Chanyeol pelan. Biasanya dia cukup kebal dengan amukan gadis itu, tapi kali ini dia benar-benar takut. Kyungsoo hanya menghela napasnya dan menepuk pundak Chanyeol pelan.

“Yang tabah, ya, Chan, sebagai kekasih Yongwoo-noona aku cukup yakin kau yang akan jadi korbannya,” ujar Kyungsoo pelan sambil melontarkan tatapan simpatik. Chanyeol hanya bisa mendesah pasrah dengan nasib.

Baekhyun berjalan masuk ke dalam kelasnya. Bahkan kembarannya, Baekhee, bersikap dingin kepadanya. Chohyun bersikap seakan mereka tidak pernah saling kenal. Yongwoo jelas-jelas memberikan sikap permusuhan kepada Baekhyun. Dalam waktu sehari, Baekhyun sudah berubah menjadi musuh semua gadis yang menjadi teman Chohyun. Bahkan adik Chanyeol yang paling masabodo, dan kekasih kakaknya Chohyun yang paling tidak peduli ikut memusuhinya.

Chanyeol, Kyungsoo, Jongdae, dan Jongin, teman Baekhyun hanya bisa memandangnya prihatin. Bahkan teman mereka, Joonmyeon, kakak Chohyun, bersikap dingin kepada Baekhyun.

“Baek, sebenarnya kau apakan Chohyun sampai-sampai kau menjadi musuh wanita begini?” Tanya Jongin, sepupu Chohyun. Baekhyun hanya menghela napasnya. Diam-diam dia merasa lega karena Jongin lebih memilih untuk netral dan tidak memihak Chohyun maupun dirinya. Sebenarnya mereka semua tahu, Baekhyunlah yang salah. Baekhyun sendiri mengakuinya.

“Aku… aku kepergok sedang berselingkuh, Jong,” ungkap Baekhyun dengan lesu. Jongin melotot kaget.

“Pantas saja dia marah padamu, Baek!” Ucap Jongin sambil menghela napasnya. Dalam hati dia kesal akan kebodohan Baekhyun.

“Iya, aku bodoh, padahal aku punya gadis sebaik Chohyun, tapi aku malah menghianatinya,” gumamnya dengan suara teredam karena kepalanya menelungkup di atas meja. Chanyeol mendesah sambil menepuk pundak Baekhyun pelan.

“Baguslah kau sadar, itu artinya noona sebentar lagi akan berhenti menyiksaku,” ujar Chanyeol dengan sedikit nada lega. Dia harap Baekhyun mau meminta maaf kepada Chohyun.

“Justru itu, Yeol, sepertinya Chohyun menghapus kontakku, memblock lineku, bahkan dia unfollow instagramku! Bagaimana aku mau minta maaf!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Jongdae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ya katakan langsung, lah, jangan lewat sosmed!” Kata Jongdae menyimpulkan. Untuk apa lewat sosmed kalau dia bisa meminta maaf langsung?

“Bagaimana aku mau minta maaf, kalau dia bersikap seakan kita tidak saling kenal?” Baekhyun memanyunkan bibirnya kesal. Teman-temannya malah mau muntah melihatnya.

“Ah! Bagaimana kalau lewat surat?!” Seru Kyungsoo tiba-tiba. Jongdae, Jongin, dan Chanyeol menatapnya seakan mengatakan, ‘Seriously?! Itu kuno!’. Baekhyun menghela napasnya.

“Sudah pernah kulakukan.”

~FLASHBACK~

Baekhyun menyelipkan surat permintaan maaf ke dalam loker Chohyun, berharap dia akan membacanya dan memaafkannya. Seminggu seperti ini membuatnya gerah. Dia bersembunyi dan menunggu sampai Chohyun datang, kemudian mengintainya dari balik tembok. Tidak lama kemudian, dilihatnya Chohyun datang bersama dengan teman sekelasnya yang juga adik dari Chanyeol, Donghee. Ya, Chohyun memang adik kelas Baekhyun.

Baekhyun mengintip dari balik tembok. Dilihatnya Chohyun membuka pintu lokernya. Kemudian gadis itu mengambil sepucuk surat. Diperhatikannya surat itu sambil dibolak-balik.

“Dari siapa?” Tanya Donghee mengintip lewat bahu Chohyun. Kemudian keningnya berkerut. “Baekhyun-oppa?”

“Tidak penting,” ujar Chohyun kemudian meremas dan melempar kertas itu ke dalam tempat sampah.

~FLASHBACK END~

“Nah, aku gak tahu lagi harus bilang apa sekarang,” ujar Kyungsoo angkat tangan. Sebenarnya dia kasihan melihat temannya ini, tapi ini semua memang salah Baekhyun. Mereka semua tahu itu salah Baekhyun.

“Baek, kurasa tidak ada pilihan selain membuat Chohyun jatuh cinta kepadamu lagi,” ucap Chanyeol sambil mengangkat bahunya. Baekhyun membelalak kaget mendengarnya. “Yah, meskipun itu adalah salah satu hal yang paling tidak mung- YAK! BYUN BAEKHYUN! MAU KEMANA KAU?!”

“Memperbaiki sesuatu yang seharusnya diperbaiki!” Seru Baekhyun sambil berlari keluar kelas. Tidak akan ada yang memarahinya mengingat jam pulang sekolah sudah lewat sejak 30 menit yang lalu. Tapi keempat pemuda yang ditinggalkannya memandangi tas Baekhyun yang tertinggal dengan tatapan saling menyuruh untuk membawa tas itu.

“Aku ada janji sama Baekhee! Dadah!” Seru Kyungsoo sambil melenggang pergi.

“Aku janji mau pulang bareng noona! Dia pasti udah nunggu! Bye!” Seru Chanyeol sambil melompat keluar jendela, mengingat mereka berada di lantai dasar.

“Aku harus menemui Heejoong di tempat latihannya!” Seru Jongin meninggalkan Jongdae sendirian. Mau tidak mau akhirnya dia yang membawa tas Baekhyun pulang.

~¤~¤~¤~¤~

Baekhyun berlari keluar lingkungam sekolah. Dia melalui Heejoong, pacar Jongin, yang menatapnya bingung. Melewati Yongwoo yang berteriak menanyakan Chanyeol. Bahkan hampir menabrak kembarannya sendiri, Baekhee, di gerbang sekolah.

Dia berlari sepanjang jalan menuju rumah Chohyun. Kepalanya celingukan mencari Chohyun. Dia terus berlari sampai akhirnya dia sampai di bagian pertokoan. Langit memang sudah agak gelap. Baekhyun mulai ragu dan sudah memutuskan untuk pulang saat dia mendengar teriakan dari salah satu gang gelap. Baekhyun mengenal suara itu. Dia langsung berbelok memasuki gang itu dan menemukan pemandangan yang sangat tidak diduganya.

~¤~¤~¤~¤~

Chohyun berjalan pulang dengan lesu. Sudah seminggu ini dia putus dengan Baekhyun. Hal itu sangat merubah hidupnya. Jujur, sebenarnya dia tidak bisa melupakan Baekhyun. Dia hanya berusaha menjauhi Baekhyun. Tanpa disadarinya dia menabrak segerombolan berandalan.

“Ah, maafkan aku,” gumamnya pelan sambil terus berjalan. Salah satu pemuda berandalan itu mencekal tangannya.

“Tunggu, mau ke mana kau? Minta maaf yang benar!” Bentak pemuda itu di depan wajah Chohyun. Chohyun hanya mengernyit mendengar bentakannya. Ia berusaha melepaskan tangan kanannya yang dicengkram kuat.

“Tolong lepaskan aku dulu,” ujar Chohyun dengan sopan. Pemuda itu mencengkramnya sedikit terlalu kuat.

“Minta maaf dulu yang benar!” Bentak pemuda lainnya sambil mencengkram tangan Chohyun yang satunya.

“Aku kan tadi sudah minta maaf!” Protes Chohyun sambil berusaha melepaskan tangannya.

“Minta maaf itu yang benar! Sambil berlutut!” Bentak seorang pemuda yang kelihatannya seperti pemimpin geng itu. Chohyun mengernyit tidak suka mendengarnya. Mana mau dia direndahkan di depan orang seperti mereka?!

“Tidak mau!”

“Apa?! Beraninya kau!” Sebuah pukulan melayang tepat ke wajah Chohyun. Chohyun memejamkan matanya. Menunggu rasa sakit itu menyerangnya. Tidak terasa apapun. Perlahan Chohyun membuka matanya. Di hadapannya, berdiri seorang pemuda bertubuh tegap menahan tinju tadi.

“Yang benar saja, berkelahi dengan perempuan?! Pengecut!” Ucap pemuda itu sambil tersenyum sinis, lalu membalas pukulan tadi.

“B-baekhyun?!” Pekik Chohyun kaget. Baekhyun hanya menoleh ke belakang sambil menyeringai.

“Kau baik-baik saja, kan?” Tanya Baekhyun sambil membolak-balikkan tubuh Chohyun, memeriksa ada yang terluka atau tidak. Chohyun hanya mengangguk canggung.

“Hey, hey! Apa-apaan kau?! Mau berlagak jadi pahlawan?! Gadis itu berhutang maaf kepada kami!” Bentak si ketua geng. Baekhyun mendengus kesal.

“Memangnya kau sudah minta maaf kepada mereka belum?” Tanya Baekhyun. Chohyun mengangguk lemah sambil bersembunyi di belakang Baekhyun. Jujur, sebenarnya dia sangat takut. Kakinya sudah lemas, dan tangannya gemetar hebat.

“Lihat? Dia sudah minta maaf! Apalagi mau kalian?” Tanya Baekhyun mencoba sabar. Mendadak salah satu pemuda yang bertubuh paling besar menyeringai seram.

“Cih! Menurutmu apa lagi?!” Ucap pemuda itu sambil tersenyum mesum. Mata Baekhyun melebar kaget. Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal sampai buku-buku jarinya memutih.

“SIALAN KAU!” Teriaknya sambil memukul pemuda tadi. Chohyun merosot terduduk lemas. Ia hanya bisa menyaksikan ketika Baekhyun menghajar pemuda-pemuda itu. Air matanya mengalir, antara rasa takut, bercampur trauma dan rasa kaget karena di saat seperti ini ternyata Baekhyun lah yang menolongnya.

“Chohyun? Kau baik-baik saja?” Ucap Baekhyun cepat ketika pemuda terakhir tumbang. Chohyun hanya mendongakkan kepalanya. Baekhyun langsung merengkuh tubuh Chohyun ke dalam pelukannya.

“Sudah, sudah, mereka tidak akan mengganggumu lagi, aku ada di sini,” bisik Baekhyun menenangkan Chohyun. Tangisan Chohyun semakin kencang dalam pelukan Baekhyun.

“Hiks… aku takut Baek… takut…” isaknya kencang. Baekhyun hanya mengusap punggung Chohyun lembut.

“Sssh… sudah, tidak apa-apa, ayo kuantar pulang,” ucapnya lembut sambil mengusap kepala Chohyun lembut. Chohyun menggeleng pelan saat Baekhyun mengajaknya pulang.

“Aku tidak mau pulang dulu,” bisik Chohyun pelan. Dia takut kalau dia pulang, kakaknya, Joonmyeon akan memarahi Baekhyun karena membawa pulang Chohyun yang menangis.

Maka di sinilah mereka berakhir. Di sebuah cafe tempat Yongwoo bekerja sambilan. Duduk berhadapan dengan canggung. Tadinya Chohyun mau mengajak Baekhyun ke taman, tapi malam-malam seperti ini pasti sangat dingin. Tapi siapa sangka suasana di dalam cafe bisa sangat panas dengan Yongwoo yang memandangi Baekhyun ganas dari balik kasir.

“Aku… uh… aku minta maaf,” ucap Baekhyun akhirnya angkat suara. Chohyun mendongakkan kepalanya memandang Baekhyun bingung.

“Maksudmu..?” Seharusnya Chohyun berterimakasih kepada Baekhyun, bukannya Baekhyun meminta maaf kepadanya. Itulah yang ada di pikirannya.

“Aku minta maaf, aku salah, seminggu putus denganmu membuatku sadar, aku memang brengsek, tidak apa-apa kalau kau tidak mau memaafkanku, tapi aku minta maaf,” Baekhyun mengangkat kepalanya dan menatap langsung ke dalam kedua bola mata Chohyun. Yang ditatap hanya tersenyum meskipun agak dipaksakan, sambil menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah, itu hanya masa lalu, aku sudah memaafkanmu kok,” ujar Chohyun pelan. Baekhyun tahu, kalimat itu hanya ada di mulut Chohyun saja. Beberapa tahun mengenal Chohyun membuatnya bisa membedakan mana kalimat tulus dan mana kalimat terpaksa yang dikatakan Chohyun.

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan. Dia tahu Chohyun belum bisa memaafkannya. Hey, siapa pula yang bisa memaafkan laki-laki yang berselingkuh di depan mata kekasihnya? Pastinya Chohyun bukan salah satunya. Baekhyun mengusap wajahnya kasar, lalu mencondongkan tubuhnya.

“Tidak, maksudku… uh… Chohyun, aku tahu mungkin ini tidak akan berhasil, tapi kalau kau mau, tolong pertimbangkan sekali lagi hubungan kita. Aku… aku sepertinya tidak sanggup kalau harus berpisah denganmu,” ungkap Baekhyun sambil menggenggam tangan Chohyun.

‘Memangnya menurutmu aku sanggup?’ Batin Chohyun sedih. Dengan lembut ditariknya tangannya dari genggaman Baekhyun.

“Maafkan aku, Baek, aku… aku tidak sanggup,” lirih Chohyun sambil bangkit dari tempat duduknya.

Dia tidak sanggup melanjutkan pembicaraan ini lagi. Diambilnya tasnya kemudian berjalan pergi meninggalkan Baekhyun seorang diri. Dadanya terasa sesak. Rasanya kalau dia melanjutkan pembicaraan itu lebih lama lagi, tangisannya akan pecah. Chohyun berjalan menerobos hujan. Ditariknya napasnya kuat-kuat. Dia kedinginan, tapi hatinya menolak untuk meneduh. Dia memang tidak membawa payung, dan dia memang sengaja berjalan pelan-pelan di bawah hujan. Kepalanya menengadah, memandang langit Seoul yang kelabu, seakan ikut merasakan perasaannya yang campur aduk. Tanpa terasa setetes kristal bening menuruni pipinya. Langkahnya terhenti. Dia sudah akan berlari menuju rumahnya saat dirasakannya hujan mendadak berhenti. Tapi hanya di tempatnya berdiri. Chohyun menyentakkan tubuhnya berbalik. Dilihatnya seorang pemuda memayunginya dengan napas terengah-engah.

“Paling tidak… hh… biarkan aku mengantarmu… hh… pulang…” kata pemuda yang ternyata Baekhyun itu sambil mengatur napasnya. Chohyun menatap Baekhyun yang tersenyum lebar. Jantung Chohyun berdebar kencang. Dengan cepat dialihkannya wajahnya yang merona.

“Baekhyun-oppa, sepertinya… memulai dari teman lagi denganmu tidak buruk juga,” gumamnya pelan tanpa menatap wajah Baekhyun yang tidak terlalu jelas mendengarnya.

“Eh?” Apa Baekhyun tidak salah dengar? Tumben Chohyun memanggilnya ‘Oppa’. Apakah ini pertanda baik?

“Tidak apa-apa, jangan pedulikan, tadi katanya mau mengantarku sampai rumah?” Chohyun mengalihkan pembicaraan sambil berjalan ke depan. Mau tidak mau Baekhyun ikut berjalan di belakang Chohyun kemudian menyusulnya sampai dia berjalan di samping Chohyun.

“Hey, Chohyun, apa tidak apa-apa kalau aku katakan kita sekarang berteman?” Tanya Baekhyun dengan tatapan menerawang. Chohyun menghela napasnya agak jengah.

“Tentu saja, sekarang kau temanku, kan?” Ucap Chohyun dengan santai meskipun sebenarnya jantungnya berdegup kencang.

“Hm… iya…” Baekhyun tersenyum lega mendengar jawaban Chohyun.

Sepertinya, turun pangkat menjadi teman tidak buruk juga, dibandingkan menjadi mantan.

Fin

Maafkan aku maafkan aku maafkan aku maafkan aku

Maafkan aku yang telat ngepost. Maafkan aku juga karena aku mungkin bakal hiatus mengingat udah mau ujian. Maafkan aku yang tak kunjung membuka lappy jadi gak ngepost-ngepost. Maaf juga karena Takopa bukannya ngelanjutin Slapping Him malah nulis ini. Jujur, inj ff udah lama teronggok di memo, jadi Takopa pikir, kayaknya sebaiknya udah waktunya ff ini dibaca oleh dunia.

Pokoknya maafkan Takopa, kalian boleh ngambek, boleh nyate Takopa, mau dibikin Takoyaki juga gapapa, enak tuh. Yang jelas Takopa minta maaf. MAAAAAAAAAAAAAF!!!!

Cerita ini saya dedikasikan untuk Owner-chan. Kupinjam OC-mu ya? Sekali-sekali boleh lah yaw. Maaf juga kalo agak OOT yak. Entah kerasukan apa Takopa pas nulis ff ini. Yah, sampai jumpa kapan-kapan semua!

Jawa Barat, 29 Februari 2016

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. uchie vitria says:

    iya juga sich turun pangkat jadi teman lebih baik dari mantan kan masih bisa berhubungan baik dan lama” bisa tumbuh lagi perasaan cinta
    kalo chohyun masih mau menerimamu baek
    kelakuanmu bikin cewek sakit hati sich

    Like

    1. Takoparfait says:

      Doakan saja Baekkie kita bisa memancing hatinya Chohyun lagi ya!

      Like

  2. ECCEDENVY says:

    Reblogged this on ECCEDENVY DREAMS and commented:

    Nguing~ /redface/

    Like

  3. ECCEDENVY says:

    Aaaaaaaaa~ takopa~ kau membuatku jantungan~

    Like

    1. Takoparfait says:

      Eh? Jantungan? Tenang, ntar Baekhyun tolongin kok! /lah?

      Liked by 1 person

  4. reisya soo says:

    akhh dassar byunbaek,,,,syukurlah,,dh baikan,,!!!

    Like

  5. Aihara says:

    Baekhyun khilaf-,-
    Tapi untung dia sadar, merasa bersalah, dan berusaha memperbaiki hubungan
    So, jadi teman itu gak apa-apa! Malah itu hal yang baik banget! Hihi><
    Nice~

    Like

  6. Deborah sally says:

    Jadi, selingkuh toh

    Like

  7. “Sepertinya, turun pangkat menjadi teman tidak buruk juga, dibandingkan menjadi mantan.”

    wk wk wk, boleh ketawa kan?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s