JASMINE [SCENE 2] – ECCEDENVY

image

JASMINE

Vy‘s Storyline

Starring

EXO‘s Byun Baekhyun with OC‘s Sharon Williams

Featuring

EXO‘s member Lay – Chanyeol – Kai – Sehun – Xiumin – D.O – Kris (EX-member)

In Fantasy – Romance – Action with Lenght Chaptered and Rating PG-13

Poster by I R I S H [thankseu kakak irish]

image

~^•^~♪~^•^~

Sharon sedikit bingung sebenarnya, buat apa menyambut dirinya sampai pergi ke pantai segala? Merepotkan saja. Tapi ia tidak peduli. Bisa menenangkan pikiran sedikit tidak masalah. Apalagi suara deburan ombak yang menenangkan.

“Jadi, kau akan pergi ke pantai?” Tanya Suho, kakaknya. Sharon hanya mengangguk pelan. Ia merapihkan beberapa pakaian yang akan dia bawa ke pantai nantinya.

“Tidak takut matahari?” Tanya Suho.

“Aku hanya akan keluar malam. Oppa sudah membersihkan darah? Aku belum. Mungkin nanti bersama mom.” Ucap Sharon. Logatnya bercampur dengan logat barat.

“Baguslah, di sana ada tempat menyentuh tidak? Jangan gegabah dan berenang di laut seperti waktu itu. Dan lebih baik kita bersihkan darah. Kau di sana berapa lama?” Tanya Suho. Setelah selesai memasukkan pakaiannya, Sharon turun ke lantai bawah bersama kakaknya.

“Tapi untuk apa sih, mom melakukan pembersihan darah aneh itu? Hanya membuang buang darah.” Ujar Sharon. Tidak mengubris pertanyaan Suho yang terakhir.

“Memang, aku juga tidak mengerti. Tapi anehnya juga, kita tidak mati karna hal itu. Tapi terkadang, aku merasa ada banyak kristal aneh keluar dari tanganku saat pembersihan darah.” Cerita Suho. Sharon menatap kakaknya tidak percaya.

“Ah, yang benar? Kenapa tidak dijual saja? Kita kan bisa untung besar!” Ujar Sharon geli. Mana mungkin ada kristal keluar dari pembersihan darah.

“Nah, yang ditunggu datang. Kita pembersihan darah.” Ny. Williams duduk di depan counter dapur sambil memegang pisau.

“Siapa lebih dulu?” Tanya wanita itu. Suho mengajukan dirinya lebih dulu. Ia lalu meletakan tangannya dalam posisi pergelangan di wastafel dan nadi tangan di bagian atas. Ibunya dengan tak segan segan langsung memotong nadi anaknya. Suho menggeram tertahan saat bau anyir menusuk hidungnya. Ia benci darah demi apapun. Darah mengalir terus di wastafel. Suho menunggu. Ibunya menyiapkan sebuah sapu tangan, begitu darah anaknya berhenti, ia menyiram bekas luka tadi dengan air keran dan mengelapnya dengan sapu tangan yang dipegangnya. Suho melihat tangannya yang terbuka. Ia kadang bingung kenapa ia tidak mati kalau nadinya diputuskan. Apalagi ia melakukan itu sejak umurnya 3 tahun. Dan juga, rasanya tidak sakit sama sekali.

“Eomma, kenapa kita melakukan ini sih?” Tanya Sharon sambil melihat darahnya yang mengalir.

“Karena syndrom kalian.” Ucap Ny. Williams tenang. Sharon mengernyit. Kenapa darah menyambung ke syndrom?

“Hah? Syndrom kita tapi kan berbeda mom!” Ucap Suho.

“Tapi cara mengurangi intesitas syndrom kalian kambuh adalah dengan pembersihan darah.” Ny. Williams mencuci pisaunya.

“Memangnya ada hubungannya?” Tanya Sharon bingung. Ny. Williams mengangguk.

“Entahlah, dulu eomma juga punya syndrom, dan kata beberapa orang, melakukan itu cukup mengurangi intesitas syndrom.” Ujar Ny. Williams.

“Wah, memang eomma punya syndrom apa dulu?” Tanya Suho.

“Sama seperti Sharon. Tidak bisa terkena cahaya.” Jawab Ny. Williams.

“Benarkah? Lalu sekarang syndrom nya bagaimana?” Tanya Sharon.

“Menghilang. Lihatlah.” Ny. Williams menyingkap bagian lengan kemeja yang menutupi pergelangan sebelah kirinya. Di sana terdapat banyak garis tidak berauturan.

“Ini bekas pembersihan darah.” Ujarnya. Suho mengangguk paham.

“Pembersihan darah…” Sharon memutar sedikit otaknya. Ia tiba tiba teringat sesuatu. Tapi entah apa. Tentang darah.

“Ya sudah, pergilah tidur. Kau juga harus pergi besok bukan?” Tanya wanita paruh baya itu. Sharon mengangguk saat ibunya mengusak rambutnya. Lalu gadis itu berlari bak anak kecil ke dalam kamarnya. Membuat kedua orang yang berada di sana tertawa. Bahkan ayah mereka yang duduk di ruang keluarga cukup kaget melihat anaknya berlari.

~^•^~♪~^•^~

Baekhyun membuka sebuah kotak yang didalamnya terdapat kaca. Ia berkedip sebentar sebelum kaca itu menampilkan hyung tersayangnya di sana. Baekhyun menampakkan gurat sedihnya melihat bagaimana lelaki di dalam kotak itu terbatuk keras. Dan juga bagian bahu belakangnya yang terus mengeluarkan darah. Memang Xiumin tidak menjerit. Tapi ia tau bagaimana sakitnya tanda milik lelaki itu mengeluarkan darah.

“Sedikit lagi. Aku akan membawa obat itu untukmu. Sedikit lagi.” Baekhyun hampir saja menangis. Jam di dalam kamarnya berdentang. Baekhyun menutup kotak itu cepat dan keluar kamarnya. Ia mengatur ekspresinya terlebih dahulu.

“Sudah siap semua?” Tanya Baekhyun. Yang lain mengangguk. Sudah mengajak seseorang dalam acara pembuktian ini?”

“Tentu.” Ujar Kai pendek. Baekhyun berjalan mendekati keenam pria yang duduk santai di sofa ruang tengah itu. Ia menjatuhkan pantatnya di sebelah Lay.

“Siapa saja yang kalian ajak? Pastikan mereka cukup untuk kita tipu.” Sahut Baekhyun.

“Eum, aku mengajak seseorang dari jepang bernama Sakura, lalu Kris mengajak Ashley, Kai dengan Evelyn, Lay dengan Stella, Sehun dengan Llie, dan Chanyeol dengan Min.” Kyungsoo menyebutkan semua. Baekhyun mengangkat sebelah alisnya.

“Kau mengajak orang korea?” Tanyanya menatap Chanyeol. Chanyeol memasang tampang bodoh.

“Bukan, namanya saja yang korea. Dia orang perancis.” Jawab Chanyeol.

“Bagus, semua siap. Besok bawa mobil kalian masing masing okay?” Suruh Baekhyun. Semua tentu mengangguk setuju sekali. Mereka sudah lama tidak menaiki mobil mereka. Rasanya cukup menyenangkan memakai mobil lagi.

“Kita lalu berkumpul dimana nanti?” Tanya Kyungsoo.

“Hotel Felix tepat di pesisir pantai. Tinggal sebutkan nama kalian. Nanti mereka akan memberikan kunci kamar kalian.” Jawab Kris. Mereka mengangguk mengerti.

Baekhyun berjalan kembali ke dalam kamarnya. Ia duduk di atas ranjangnya. Ia jarang memang tidur di sana. Tapi masih membutuhkannya. Rasanya nyaman saat permukaan empuk dari kasur itu memanjakan tubuh lelahnya. Baekhyun mengambil sebuah figura. Di sana terdapat tiga lelaki dan satu gadis. Baekhyun merindukan dua diantara mereka. Satu lelaki dan satu gadis. Chen dan Liu.

“Andai, waktu itu aku yang menyerahkan diriku, kalian pasti masih hidup. Aku menyesal sekali. Apalagi itu membuat Xiumin Hyung sedih dan kecewa bukan main.” Gumamnya. Ia mengusap wajahnya kasar. Merasa cukup frustasi. Ia harus secepatnya mendapatkan obat penawar itu. Ia harus cepat membuktikan Sharon itu manusia biasa atau bukan. Agar nasib kawanan mereka yang tertinggal di rumah tidak digantung. Mereka harus mendapat kepastian.

“Aku tidak akan mengecewakanmu lagi Hyung. Aku tidak mau kehilangan lagi orang orang yang kusayangi.” Baekhyun memeluk figura itu. Untuk pertama kalinya dalam satu abad terakhir, Baekhyun menangis kembali dalam tidurnya. Bahkan ia jarang tertidur.

~^•^~♪~^•^~

Sharon mengecek arlojinya. Ia menunggu di depan pintu rumahnya. Suho yang melihat adiknya dari pagi aneh bingung. Pasalnya, tidak biasanya adiknya diam sepanjang pagi. Itu aneh sekali. Gadis itu pasti akan membuat satu masalah di pagi hari.

“Kau aneh sekali! Pagi ini tenang sekali. Ada apa? Kau bisa ceritakan!” Suho duduk di kursi teras sambil membawa mug berisi kopi yang masih mengepul.

“Tidak. Kau akan menertawaiku. Lagipula, mana mungkin kau percaya.” Sharon ikut duduk di kursi lain. Suho mengangkat alisnya tanda bingung.

“Ceritakan dulu, aku tidak janji tidak tertawa, tapi kau butuh melepaskan sesuatu, jangan memendamnya. Itu akan membuatmu stress.” Suho menyeruput kopinya.

“Benar ya? Tidak tertawa!!” Sahut Sharon. Ia menuntut kakaknya dengan jari telunjuknya. Suho terkekeh.

“Tidak janji, tapi aku akan berusaha.” Ujar Suho. Sharon mengangguk. Gadis itu menghela nafasnya sebentar.

“Aku bermimpi buruk.” Jawab Sharon. Suho menatap adiknya konyol.

“Kau diam hanya karena mimpi buruk? Oh ayolah!!” Suho mengejek.

“Tapi ini mimpi yang sama saat syndromku mulai muncul. Bukankah Oppa pernah mengalaminya juga?” Tanya Sharon. Suho terdiam sebentar dan mengangguk.

“Memang.” Jawab Suho.

“Mimpi itu selalu terasa nyata. Aku takut itu menjadi kenyataan.” Lanjut Sharon. Suho jadi diam.

“Apa yang kau mimpikan sebenarnya?” Tanya Suho. Sharon menoleh pada kakaknya.

“Sebuah peperangan dan gadis yang dibakar hidup hidup. Aku juga melihat lelaki yang hanyut di sebuah sungai.” Kepalanya berputar putar saat menceritakannya.

“Persis.” Sahut Suho. Sharon mengernyit.

“Hah?” Tanya gadis itu bingung.

“Persis seperti mimpiku. Tapi aku tidak pernah memimpikannya lagi sejak umurku memasuki 19 tahun.” Jawab Suho.

“Benarkah?” Tanya Sharon. Suho mengangguk. Ny. Williams yang tidak sengaja mendengar percakapan kedua anaknya memandang mereka tersenyum.

“Mereka sebentar lagi kembali. Apa kau akan ikut?” Tiba tiba suara berat menginterupsi. Tn. Williams.

“Yah, aku tau, Xiumin hampir pada puncak penderitaannya. Lagipula, aku sudah cukup menjaga mereka. Dan terimakasih mau menerimaku. Aku akan tinggal. Xiumin sudah ada di sana. Jadi aku tidak diperlukan.” Ny. Williams memeluk suaminya erat.

“Aku juga berterimakasih.” Balas Tn. Williams.

TING TONG

“Eoh? Itu dia. Aku pergi dulu. Mungkin seminggu. Nanti kuhubungi.” Sharon berjalan keluar. Ia membuka pagar rumahnya dan langsung disuguhkan warna merah mengkilat mobil BMW milik Baekhyun. Gadis itu mengedip.

“Wow.” Sahutnya pendek. Baekhyun yang bersandar di body mobilnya bingung dengan reaksi Sharon.

“Reaksi apa itu?” Tanya Baekhyun sewot.

“Tidak, hanya saja…”

“Sudahlah, kita nanti terlambat. Kita akan pergi ke Ilsan sekarang.” Baekhyun langsung menarik Sharon masuk kedalam mobilnya. Ia lalu ikut masuk setelah berputar di depan kap mobilnya.

“Pakai sabuk pengamanmu!” Baekhyun yang melihat Sharon masih diam lantas memasangkan sabuk pengaman gadis itu. Sehingga posisi mereka dekat sekali saat itu. Sangat dekat.

“Baek-baekhyun…” Sharon gugup. Ia menyentuh permukaan wajah halus Baekhyun. Baekhyun berjengit kaget.

“Eoh? Maaf, syndromku kambuh.” Sharon bergetar saking gugupnya. Ia sampai berbohong. Padahal Syndromnya tidak kambuh sama sekali.

“Ooh, baiklah. Perjalanan mungkin agak lama. Kau bisa tidur jika kau mau.” Ucap Baekhyun. Sharon makin gugup saja dibuatnya. Entah kenapa ia senang suara Baekhyun memasuki telinganya. Ia ingin mendengar lelaki itu bernyanyi.

~^•^~♪~^•^~

“Siapa saja yang akan ikut di pesta malam pantai?” Tanya Sakura. Gadis jepang yang duduk di sebelah Kyungsoo itu memainkan ponselnya. Ia memasang sebuah lagu klasik yang familiar di telinga Kyungsoo.

“Menenangkan bukan?” Tanyanya lagi setelah lagu klasik itu mengalun.

“Hmm, banyak yang ikut. Tapi ini hanya pesta private di hotel nanti. Kita hanya akan keluar saat malam.” Jawab Kyungsoo. Lelaki itu mengernyit ketika menyium bau tidak asing. Tanda baru. Ini bau darah yang mengering.

“Baguslah, aku tidak begitu suka matahari. Mereka menyengat kulit.” Sahut Sakura.

“Kau bisa memakai suncream bukan?” Tanya Kyungsoo.

“Memang, tapi suncream sudah tidak mempan lagi untukku.” Gadis itu mengangguk sambil menyampirkan rambut panjangnya ke sebelah kanan. Membuat bahu kirinya terekspose begitu saja. Apalagi dengan baju yang memiliki kerah yang rendah dan mempertontonkan bahu mulusnya.

“Kenapa?” Kyungsoo menoleh ke arah gadis itu dan terkejut. Gadis itu memiliki tanda di bahu kirinya. Tanda kawanan.

“Karena aku sama sepertimu.” Lalu gadis itu mengubah wujudnya. Menjadi seorang gadis dengan rambut sebahu. Kyungsoo terbelalak.

“Baekhee?”

~^•^~♪~^•^~

“Argh, aku merindukan Liu dan Chen. Kapan mereka kembali…” Xiumin mengerang saat merasakan perih yang menusuk di bahu kirinya. Darah terus mengalir dari sana.

“Tenang saja. Mereka pasti kembali. Mereka ada di tangan yang tepat. Jangan khawatir!” Luhan, sahabatnya menenangkan. Xiumin mengangguk. Luhan mengompres kembali tanda milik Xiumin. Lelaki itu mengerang lagi saat air hangat dari kompresan itu mengenai tandanya. Tapi ia merasa lebih baik karena itu cukup untuk menghambat darahnya. Setidaknya rasa sakit itu bisa berhenti sejenak.

“Semoga saja. Terimakasih Luhan. Kau bisa meninggalkanku sendiri bukan?” Tanya Xiumin. luhan mengangguk. Lalu lelaki yang lebih muda satu bulan dibandingnya itu keluar kamar.

“Pembakaran dan penghanyutan. Para peri itu ternyata lebih kuat. Mereka pasti dapat kekuatan dari alam. Aku benci ini. Argh, kapan Baekhyun akan kembali?” Xiumin menghela nafasnya lelah. Tubuhnya melemah dari hari ke hari. Ia rasa ia memang harus memberikan kepemimpinan pada Baekhyun saja. Ia sudah tidak bisa diharapkan. Apalagi kalau sewaktu waktu peri itu kembali menyerang bukan?

“Kau akan kembali memimpin kawanan Xiumin. Aku sudah memberikan kepimpinanku padamu. Jagalah dengan baik!” Suara menggema di kamarnya. Xiumin menghela. Ratu Jasmine mengusiknya lagi.

“Baik ratu.” Ucap Xiumin.

~^•^~♪~^•^~

“Semua lengkap?” Tanya Baekhyun. Yang lain mengabsen satu sama lain sebelum mengangguk.

“Bagus, semua sudah memegang kunci kamar masing masing, kalian beristirahatlah dulu. Kita akan mulai acara kita nanti malam jam 18.30 di ballroom.” Ujar Baekhyun.

“Ballroom? Apa tidak terlalu besar hanya untuk kita saja?” Tanya Min.

“Malah menurutku kurang besar.” Balas Chanyeol.

“Itu cukup. Baiklah, bertemu nanti di ballroom.” Baekhyun berjalan duluan ke kamarnya. Ia melirik sebentar ke arah Sharon yang tampak berbincang dengan para wanita.

“Kau berasal dari China? Aku selalu ingin ke sana! Melihat panda.” Sharon berbicara dengan antusias pada Llie yang berasal China.

“Aku bosan melihat panda!” Lalu Llie tertawa. Para gadis tertawa lepas. Mereka bercerita sambil berjalan menuju kamar masing masing.

“Baekhee!” Kyungsoo menarik Sakura-Baekhee.

“Eoh? Ada apa?” Tanya Baekhee bingung. Ia mendekat ke arah Kyungsoo yang berada di lorong kamar kamar.

“Aku butuh penjelasan lebih darimu! Ikut aku!” Kyungsoo menarik Baekhee masuk ke kamarnya. Ia melihat sekeliling hati hati. Tapi sayangnya Baekhyun melihatnya dan mengernyit.

‘Baekhee? Maksudnya apa? Apa hubungannya Kyungsoo dengan gadis itu?’

~^•^~♪~^•^~ To Be Continued ~^•^~♪~^•^~

Bacodhannya Vy :

Scene 2 Update. Entahlah, ini agak aneh menurut Vy. Aneh gak sih? Apa Vy terlalu cepat membuka teka teki? Vy bingung abis. Ini ff makin gak jelas aja ya? Ada yang penasaran gak? Ada yg udh nebak gak jalan ceritanya? Abis vy takutnya buka kartu. Ditunggu responnya ya~^^ Salam EXO L~

Advertisements

14 Comments Add yours

  1. reisya soo says:

    namanya fantasy mah slalu aneh,,klo ga aneh ya bukan fantasy,,, ga bisa nebak arahnya kemana,,ke Baekhyun aj x ya//hahaaa g nyambung ya /
    ,,Iya baekhee siapa,,siapanya siapa??
    ****next aj lah***

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Fantasy itu memang selalu gak jelas. Krn memang pure khayalan. Hahah

      Like

  2. zhafi says:

    wkwkkwkwkw 🙂 😉
    Aku suka bangett ff inii,,, hahahhaah tapi aku penasaran dengn pembuktiannyaaa wkwkwk
    Ohhh ortunya sharonnn tau xiuminnn??? Wow,,, pasti ada hubungannyaa 😉
    ratu jasmineeeee dmna??? Jangan2,,,,,,,,,,,, ( bukan sharon ) tapi orang laiinnnnnnn???? ”””””’

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Eum, gimana ya? Ortunya tau dong! Kan EXO L/? Ratu jasmine mungkin sedang bersemedi di dalam gua/??

      Like

  3. uchie vitria says:

    kalo teka teki nya cepat dibuka mah malah bagus
    kemarin di chapter 1 masih membingungkan
    sebenarnya siapa mereka
    dan kondisi sharon dan suho sang kakak yang harus nglakuin pembersihan darah

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Yuhu, sebenernya agak gak jelas sih itu pembersihan darah. Hahaha, tapi nikmati saja ceritanya. Tnx buat commentnya

      Like

  4. L-OSH says:

    Siapa itu baekhee?
    Masih rada bingung sama nih cerita, tapi.
    Lanjut deh.

    #semangat

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Emng pengen bikin bingung sih. Wkwkwkwk, tnx buat semangatnya^^

      Like

  5. Aihara says:

    Orang tua Sharon dan Suho tau Xiumin??!
    Dan juga, Baekhee itu siapa?? Dia juga sama kaya Baekhyun dan kawan-kawan~
    Banyak pertanyaan berputar di benakku:’)
    Ditunggu ya kelanjutannya kak/?(atau aku bisa panggil author apaa??) wkwk^^

    Liked by 1 person

    1. ECCEDENVY says:

      Iya dong, kan umin terkenal. Baekhee tuh… Eum… Org…

      Panggil aku Vy aja. ^^

      Like

  6. ECCEDENVY says:

    Reblogged this on ECCEDENVY DREAMS and commented:

    JASMINE – SCENE 2

    Like

  7. avatar says:

    Itu dibelek demi apa pun 😐😐😐 dan mereka g ngerasain sakit, jd sebenerny mereka semua bkn manusia? Hadoh, pokokny semangat deh kak lanjutinnyaa, ditunggu yaa!!^^

    Like

  8. Deborah Sally says:

    Jasmine ibunya shanon kah?

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s