First Love – Slice #3 [3/3] — IRISH’s Story

on

irish-first-love (3)

First Love

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Nada Kim

Supported by EXO’s Park Chanyeol, Oh Sehun, Suho Kim

A friendship, sad-romance, slight!fantasy story rated by PG-15 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved

I will still loved you the way you are.”—Byun Baekhyun

Previous Chapter

Chapter 1 || Chapter 2 || [NOW] Chapter 3

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Nada’s Eyes…

“Aku Baekhyun…”

Aku terpaku. Sosok itu berjalan mendekatiku, dan aku hanya mematung di tempat.

Jeongmal bogoshipeoyo Nada-ya…” sosok itu berdiri di hadapanku sekarang

“Kau bukan Baekhyun… Baekhyun sudah pergi…” aku bergerak menjauh

Tapi sosok itu mencekal lenganku. Membuatku terkesiap.

“Kurasa cahaya kunang-kunang bisa membantumu melihatku…” titik-titik cahaya kecil mendekati sosok itu saat Ia menggerakkan satu tangannya yang bebas.

Dia… Baekhyun.

“Tidak mungkin…”

Baekhyun sudah hilang di kebakaran besar tiga tahun lalu.

“Tiga tahun aku menunggumu datang kesini Nada-ya…” Baekhyun tersenyum

Senyum yang sangat ku rindukan. Baekhyun masih sama seperti dulu, saat Ia meninggalkanku. Aku memasang penutup kepala dari jaketku, dan ku tarik pelan rambutku untuk menutupi wajahku yang mengerikan. Aku sedikit memiringkan kepalaku ke kanan.

“Apa kau suka lagunya? Aku membuat lagu itu untukmu,” Baekhyun bergerak mengambil kertas yang ada di tanganku.

Tapi Ia juga mengambil undanganku. Dan Baekhyun tampak kaget memandang undangan itu. Ia menatapku, lama, lalu Ia tersenyum.

“Seharusnya kau tidak melihat lagunya tadi… Aku senang kau bersama Chanyeol Nada-ya, aku sangat tahu kau menyukainya. Besok akan jadi hari yang sangat membahagiakan bagimu,” Baekhyun tersenyum

Aku memandang sosok yang masih tidak ku yakini sebagai Baekhyun-ku itu.

“Kau benar-benar Baekhyun?” ucapku pelan

“Tentu Nada-ya, aku sudah janji dulu kan? Aku tidak akan meninggalkanmu, aku sudah menepati janjiku. Tapi tiga tahun ini kau tidak pernah ke apertemenku lagi, dan sekarang kau kesini untuk mengundangku ke pernikahanmu?” Ia memandangku.

Tapi melihat tatapannya yang sama, ekspresi lembutnya, wajah itu… suara itu… Malah membuatku berjalan menjauhi sosok itu. Tidak akan ada kejadian seperti ini di belahan dunia manapun.

“Kau bukan Baekhyun. Baekhyun sudah mati. Baekhyun tidak menepati janjinya.” aku berlari keluar dari apertemen Baekhyun.

Aku mulai kehilangan orientasiku, aku lupa jalan keluar dari tempat ini.

BRUGK.

Aku terjatuh saat tubuhku menabrak sesuatu.

“Kau berkata begitu hanya karena kau tidak ingin mengingatku.”

Aku terkesiap. Aku menabrak sosok itu tadi. Aku bergerak memasang penutup kepalaku lagi, rambutku sudah jadi sangat acak-acakan karena berlari tadi.

“Ku kira kau benar-benar menangis saat melihat kejadian itu Nada-ya. Ternyata… Tangisanmu waktu itu tangisan bahagia karena kau berpikir aku mati?”

“Apa?” aku memandang sosok itu tak percaya

“Kau benar-benar sudah di butakan perasaanmu pada Chanyeol… Kau bahkan berusaha meyakinkan dirimu bahwa aku sudah mati karena kau tidak ingin teringat padaku lagi kan?”

Aniyo…” aku menahan diriku untuk tidak menangis

“Pulanglah Nada-ya… Besok pagi adalah hari bahagiamu…”

Aku berpegangan pada pilar tua di sebelahku dan berusaha berdiri.

“Kami tidak akan menikah besok…” ucapku

“Apa? Sudah jelas undangan itu tadi ingin kau letakkan di kamarku kan? Tenanglah Nada-ya… Aku tidak akan menciptakan kekacauan apapun di pernikahanmu…”

“Aku membatalkan pernikahanku beberapa hari yang lalu…” kataku pelan

“Maksudmu?”

Aku tertunduk…

“Chanyeol ingin membatalkan pernikahan kami, tapi aku mendahuluinya… Dia… Pernikahan kami bukanlah karena dia menyukaiku, tapi karena Eommanya yang menginginkan hal itu…” kataku lebih pelan

“Ah, aku ingat. Kau dulu sering mengatakan bahwa Eomma Chanyeol sangat suka padamu karena kau cantik,” aku memandang sosok di depanku

Apa Ia benar-benar Baekhyun? Ia bahkan mengingat semuanya dengan jelas.

Eomma nya sudah tidak berpikir begitu sekarang… Baekhyun-ah…” kataku pelan

“Apa? Apa yang terjadi Nada-ya?” Baekhyun mencekal lenganku

Aku diam.

“Senang bisa bertemu denganmu lagi… Aku harus pergi sekarang,” aku mendorong lengan Baekhyun

Dia tidak boleh tahu. Sudah cukup banyak orang yang tahu keadaan menyedihkanku. Aku berjalan cepat meninggalkan Baekhyun. Aku tidak ingin Ia—walaupun aku tak yakin Ia nyata—melihat keadaanku juga.

KLIK.

Aku terkesiap saat ruangan tempatku berjalan sekarang bercahaya. Sama persis seperti yang dulu ku kenal. Aku menunduk. Dan langkahku terhenti melihat seseorang menghalangi jalanku. Baekhyun—atau sosok yang mirip dengannya itu. Pasti.

“Nada… Apa yang terjadi?” ucap Baekhyun pelan

Jebal… Biarkan aku pergi…” suaraku bergetar hebat, tapi Baekhyun masih diam

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi Nada-ya… Kau tahu aku tidak akan meninggalkanmu,”

“Lupakan saja aku Baekhyun-ah… Aku tidak seperti Nada yang kau kenal dulu…”

Baekhyun memegang kedua bahuku, kebiasaan nya yang sangat ku kenal saat Ia dulu menenangkanku.

“Nada-ya… Katakan padaku…”

“Wajahku…”

Kurasakan tangan Baekhyun membuka penutup kepalaku, tangan nya memegang daguku sekarang.

“Jangan lihat Baekhyun-ah… Aku sangat mengerikan sekarang.”

Tapi Baekhyun menengadahkan wajahku, memandangku lama. Ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku. Dia melihatnya.

“Apa yang terjadi dengan…” aku memandang Baekhyun, Ia memandang wajahku, diam. Aku tahu Ia juga menganggapku mengerikan.

Aku terpaku saat Baekhyun memelukku, begitu erat. Membuatku tidak sanggup menahan tangisku.

“Bagaimana bisa jadi begini Nada-ya?” aku memeluk Baekhyun erat-erat dan terisak.

“Ada orang… menyiramku…” aku berusaha bicara di tengah tangisanku

Baekhyun mengusap kepalaku. Lalu Ia melepaskan pelukannya. Ia memandangku sekarang.

“Karena ini pernikahanmu dan Chanyeol batal?” tanyanya

Aku mengangguk pelan, tertunduk. Tapi Baekhyun malah menegakkan wajahku.

“Ikutlah dengan ku Nada-ya. Kita menikah,” kata Baekhyun

“Apa?” aku memandangnya tak percaya

“Setelah kejadian seperti ini, kau masih berpikir untuk menyukai Chanyeol?” Baekhyun bertanya padaku.

Aku menggeleng pelan.

“Kalau begitu sudah jelas Kim Nada, kau harus denganku.” kata Baekhyun

Andwaeyo…” ucapku pelan

Baekhyun memandangku tak percaya.

“Kau bisa dapatkan yeoja yang lebih baik dariku Baekhyun-ah…” Baekhyun tidak boleh bersama seorang yeoja mengerikan sepertiku

“Aku menunggumu selama tiga tahun, aku membuat lagu itu untukmu, dan malam ini aku melamarmu. Kau masih berpikir ada yeoja yang lebih baik daripadamu?”

Aku memandang Baekhyun.

“Aku pasti sedang bermimpi…” kataku pelan

“Kau sudah bertemu denganku lagi sekarang, kau berharap ini mimpi?”

Aku menggeleng pelan.

“Nada-ya, aku menyayangimu bukan karena alasan seperti yang Eomma Chanyeol ucapkan. Aku menyukaimu sejak dulu, sejak kita sama-sama kecil, aku menyukai segalanya tentangmu, seperti apapun keadaanmu, belasan tahun aku menyukaimu, dan kau masih akan menolak ku sekarang?” ucap Baekhyun

Aniyo…”

Baekhyun memelukku.

“Ikut denganku oh Nada-ya? Kita bisa bahagia,” kata Baekhyun

Aku memandangnya. Dan mulut ini akhirnya berhasil melontarkan pertanyaan yang sedari tadi mengangguku.

“Kemana kau hilang selama tiga tahun ini?”

“Negeri Perantara. Tempat itu sangat indah, kau akan suka.” kata Baekhyun

Aku menyernyit. Ucapan nya benar-benar tidak masuk akal.

“Apa kau ingin membawa barang-barangmu dari rumah?” tanya Baekhyun

Aku diam, memandangnya. Baekhyun memandangku lama.

“Kau masih berpikir ini tidak masuk akal? Pulanglah dulu Nada-ya, bereskan semua barang-barangmu, besok pagi akan ku jemput kau di rumah,” Baekhyun tersenyum

“Tapi semua orang sudah berpikir kau hilang,” kataku

“Itulah mengapa aku bilang aku akan menjemputmu, supaya kau percaya bahwa kau tidak bermimpi,” kata Baekhyun sambil mengusap kepalaku

“Akan ku jemput kau jam 8 Nada-ya, pulanglah sekarang.” kata Baekhyun lagi

Aku mengangguk. Baekhyun membimbing langkahku turun dari lantai dua. Tempat ini kembali menjadi gelap gulita, tapi Baekhyun membimbingku dengan sangat lancar, seolah kegelapan tidak mempengaruhinya.

“Jangan menangis lagi oh? Aku tidak mau melihat matamu bengkak besok pagi,” Baekhyun tersenyum saat Ia melepasku di pintu belakang

Nae,” kataku

“Baekhyun-ahGomawoyo…” kataku lagi

“Untuk apa?” Ia memandangku bingung

“Karena kau… tidak meninggalkanku,” aku tersenyum

Baekhyun memandangku lama, lalu tersenyum.

“Aku tidak pernah mengingkari janjiku Nada-ya,” ucapnya

Aku berjalan menjauhi gedung itu. Hujan sudah reda, jadi aku tidak perlu melindungi diriku lagi. Aku memandang ke belakang, sosok Baekhyun sudah tidak ada.

Diam-diam hatiku merasa sedih. Apa tadi aku hanya berhalusinasi?

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku terbangun karena suara orang-orang yang mulai beraktifitas. Aku meregangkan tubuhku, melirik jam yang ada di mejaku.

Jam setengah 8. Keberangkatanku nanti jam 9. Aku hanya perlu sedikit merapikan rumah ini lalu pergi. Tidak akan ada yang mengusik rumah ini lagi… kurasa.

Aku bangkit dari tempat tidur dan membuka jendelaku. Kemudian aku berjalan dengan gontai ke kamar mandi.

Mandi pagi tidak jadi sesuatu yang menyenangkan sekarang.

Dulu aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi. Aku suka merawat tubuhku, tapi sekarang… aku bahkan tidak ingin melihat wajahku di cermin.

Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan ke dapur. Aku memandang beberapa anak kecil yang bermain di taman, mereka tampak sangat bahagia. Aku mengambil gelas dan minum masih dengan memperhatikan anak-anak kecil itu.

“Waktu kecil kita dulu sering bermain seperti itu Nada-ya,”

“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” aku tidak sanggup bernafas dengan normal saat suara yang sangat ku kenal terdengar sangat dekat denganku.

Gwenchanayo Nada-ya?” seseorang mengusap-usap tengkuk ku, aku memandangnya, Baekhyun.

“Baekhyun?” aku terbelalak tak percaya

“Aish kau ini, kenapa belum berdandan sedikitpun? Aku sudah menjemputmu tepat waktu tuan putri,” gerutu sosok yang benar-benar sama seperti Baekhyun itu.

“Aku… sudah tidak pernah berdandan lagi,” ucapku pelan

Mwoya? Hanya gara-gara Chanyeol bodoh itu kau begini?!” katanya sambil memandangku tak percaya

Aku memandangnya lama, Ia benar-benar sama seperti Baekhyun-ku. Cara bicaranya, tatapan kekanak-kanakan nya, apa mungkin aku bermimpi?

Aniyo… Bukan karena dia.” kataku sambil tersenyum tipis

“Lalu?” Ia menatapku, menunggu.

“Karena ini…” aku menunjuk wajah bagian kananku

Baekhyun terdiam memandangku.

“Kau tetap lah Nada-ku walaupun wajahmu jadi seperti itu, Nada yang dulu setiap hari datang ke apertemenku dan masak untuk ku, merapikan apertemenku, yang membantuku menemukan ide untuk lagu-laguku, Nada yang selalu melakukan hal berbahaya yang tidak ku sukai,”

Aku menatap sosok di depanku. Kurasa… Walaupun ini hanya mimpi… Aku rela jika aku tidak akan terbangun lagi.

Gomawo Baekhyun-ah…” aku menahan diriku untuk tidak menangis

“Kau ingin menangis? Nanti saja menangis nya di rumah baru kita, sekarang kau harus beres-beres dulu,” kata Baekhyun

Aku tertawa pelan.

“Kau jadi kekanak-kanakan sekarang,” kataku

“Benarkah? Ah! Kurasa karena dulu aku selalu menjaga imej ku agar menjadi namja yang dewasa di depanmu,” kata Baekhyun

Aku mengacak-acak rambut Baekhyun.

“Kau berubah banyak sekali…” kataku sambil tersenyum

“Kau juga berubah banyak,” katanya tak mau kalah

“Benarkah? Ah, ya aku tahu, aku jelek sekarang, tidak seperti Nada yang dulu kau kenal kan?” kataku

Aniyo… Aku tidak pernah menganggap luka itu ada di wajahmu Nada-ya, aku bilang kau berbeda karena kau sekarang tidak tertawa sekeras dulu. Dulu kau bisa tertawa sangat keras dan berteriak di manapun,”

Aku heran bagaimana Ia masih sangat ingat hal itu.

“Bodoh, wajahku terasa sakit jika aku membuka mulutku terlalu lebar,”

“Benarkah?” Baekhyun memandangku

“Ah, kau sudah makan Baekhyun-ah?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan

“Belum,” katanya

“Kau selalu makan terlambat,” gerutuku

“Jangan memasak sekarang Nada-ya, kau bisa memasak nanti, dan kita makan bersama-sama, kita harus segera pergi Nada-ya, aku tidak suka berlama-lama disini,” kata Baekhyun

“Eh? Wae? Dulu kau juga besar di desa ini,” kataku

“Disini aku tidak punya siapapun kecuali kau Nada-ya, di Kota Perantara, aku punya banyak keluarga dan teman. Kajja, ku bantu kau membawa barang-barangmu, aigoo, barangmu banyak juga,” kata Baekhyun tersenyum, membuatku terdiam

“Kau punya banyak orang yang bisa membuatmu bahagia disana Baekhyun-ah…”

“Apa?” Baekhyun memandangku kaget

“Baekhyun-ah… Kita tidak bisa bersama… Aku akan pergi ke Jepang, dan aku Yakin kau juga akan temukan seseorang yang jauh lebih baik dari pada aku, aku senang kita berteman selama belasan tahun Baekhyun-ah, aku bahagia karena mengenalmu, tapi kita tidak bisa bersama Baekhyun-ah…”

“Nada-ya…”

Aku berjalan dan memakai jaketku.

“Kau ke Jepang karena saudara Appa mu akan membiayaimu berobat kan?”

“Bagaimana kau tahu?” aku memandangnya, kaget

“Aku berubah banyak sejak kita berpisah Nada-ya… Ku kira… Dengan bertemu denganku semalam kau akan batal pergi, tapi ternyata tidak…” katanya

Aku memandang Baekhyun… lama.

Jeongmalmianhaeyo…”

Gwenchanayo… Tiga tahun ini aku juga tidak bersamamu,” Baekhyun tersenyum, sangat terpaksa, aku tahu itu, aku mengenalnya lebih baik dari siapapun.

“Kau sudah terbiasa kan? Kau akan baik-baik saja Baekhyun-ah,” kataku sambil tersenyum meyakinkan nya

Baekhyun hanya diam.

Arraseo… Semoga hidupmu jadi lebih baik Nada-ya…” kata Baekhyun sambil tersenyum lembut padaku

“Kau juga Baekhyun-ah… Senang bisa bertemu denganmu dan melihatmu baik-baik saja…” kataku

“Aku tidak akan kembali ke sini lagi Nada-ya,” Baekhyun melangkah keluar dari rumahku

Aku terdiam. Mengapa sekarang semuanya jadi sangat membingungkan?

Bagaimana bisa Baekhyun tiba-tiba muncul? Bukankah dia…

PIP. PIP. PIP. PIP.

Aku terkesiap saat mendengar alarm ponselku. Jam setengah 9. Astaga! Aku harus bergegas.

Aku merapikan rumahku untuk terakhir kalinya. Menutup jendela rumahku. Rumah ini tidak akan ku temui lagi… kurasa. Aku menarik dua koper besar keluar dari rumahku, lalu aku mengunci rapat rumah mungilku.

Semua kenangan ku akan tertinggal di rumah ini.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“…panggilan terakhir… Pesawat A112 tujuan Tokyo…”

Aku masih duduk di bangku tunggu. Memandang kosong ke arah tiket ku. Pikiranku berkecamuk. Aku harus bagaimana?

“Ikutlah dengan ku Nada-ya. Kita menikah,”

“Aku menunggumu selama tiga tahun, aku membuat lagu itu untukmu, dan malam ini aku melamarmu. Kau masih berpikir ada yeoja yang lebih baik daripadamu Nada-ya?”

“Nada-ya, aku menyayangimu bukan karena alasan seperti yang Eomma Chanyeol ucapkan. Aku menyukaimu sejak dulu, belasan tahun aku menyukaimu, dan kau masih akan menolak ku sekarang?”

“Ikut denganku nae Nada-ya? Kita bisa bahagia,”

Baekhyun… Tiga tahun aku hidup menderita karena kehilangan Baekhyun.

“Aku tidak akan kembali ke sini lagi Nada-ya,”

Relakah aku kehilangan dia lagi?

Tidak.

Aku mengambil ponselku, dan menghubungi pamanku yang pasti akan menjemputku nanti di Jepang.

Moshi moshi?”

Ahjussi, ini aku, Nada,”

“Ah, Nada? Sudahkah kau berangkat?”

Aku terdiam. Memandang tiket di tanganku.

Ahjussi… Aku tidak akan ke Jepang, aku akan tinggal disini saja…” kataku pelan

“Apa? Apa yang terjadi nak?”

Mianhaeyo ahjussi, aku akan tinggal di sini, maaf merepotkan ahjussi,” ucapku

“Ah, begitu rupanya… Baiklah… Tidak apa-apa Nada-ya… Jaga dirimu baik-baik disana, ahjussi dan ahjumma akan mengunjungimu bulan depan,” kata ahjussi

Nae ahjussi, aku akan baik-baik saja disini… Gomawoyo ahjussi… Aku harus pulang sekarang, titipkan salamku pada ahjumma nae?” ucapku

“Ah, tentu Nada, akan ku sampaikan salam mu,”

GomawoyoAnnyeong ahjussi…”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku turun dari taksi. Aku kembali ke rumah lagi. Aku menarik koperku ke arah rumah, kenapa aku memutuskan pulang?

Aku memandang gedung tua itu. Apa Baekhyun masih ada disana? Atau Ia sudah pergi lagi ke tempat yang Ia ceritakan padaku?

Tanpa sadar kakiku berjalan ke arah gedung itu. Aku berdiri tak jauh dari gedung itu sekarang.

Jendela kamar Baekhyun… tertutup.

Apa dia sudah benar-benar pergi?

Aku menarik koperku ke bawah pohon tempat aku biasanya membuat Baekhyun kesal. Aku naik ke pohon itu. Pohon itu masih sama kuatnya dengan dulu.

TOK. TOK. TOK.

Aku mengetuk jendela kamar Baekhyun. Menunggu. Tidak ada jawaban.

TOK. TOK. TOK. TOK. TOK.

Masih tidak ada jawaban.

“Baekhyun-ah Ireona…”

Deja vu. Aku dulu sering melakukan hal ini. Dan Baekhyun akan muncul sambil mengusap wajahnya karena masih mengantuk. Lalu Ia akan marah karena aku naik di pohon.

“Baekhyun-ah…”

Tanganku bergerak untuk mengetuk jendela kamarnya lagi, tapi tanganku bergetar. Aku terisak pelan. Mataku sudah kabur, air mata membendung dan siap untuk mengalir ke pipiku.

Aku mengusap mataku. Baekhyun sudah benar-benar pergi. Aku bergerak turun dari pohon walaupun aku sangat ingin menangis.

GREP.

Sial. Aku terpeleset. Untuk pertama kalinya.

BRUGK.

“Auw…” aku mengusap punggungku yang sukses jadi korban pohon ini

“Hah. Sudah ku bilang naik pohon itu berbahaya, kau masih saja melakukan nya.”

Aku terkesiap. Seseorang berdiri disampingku.

“B-Baekhyun?!” ucapku kaget

Baekhyun! Dia berdiri di sampingku! Wajahnya tampak sangat kesal.

“Kau selalu saja melakukan hal yang berbahaya. Lihat? Akhirnya kau jatuh dari pohon kesayanganmu itu.” kata Baekhyun

Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis. Baekhyun dengan panik berjongkok di sampingku. Mengguncang bahuku.

“Kenapa menangis Nada-ya? Badanmu sakit karena jatuh tadi? Apa ada tulangmu yang patah? Bagian mana yang sakit Nada-ya?”

Aku sekarang menangis sambil tertawa. Kepanikan Baekhyun sebenarnya membuatku geli, tapi air mataku masih mengalir.

“Eh? Kau kenapa Nada-ya? Bagaimana bisa kau menangis sambil tertawa?”

“Aku menangis karena senang melihatmu… dan aku tertawa karena kepanikanmu…” kataku

“Apa? Ish! Kau ini!” Baekhyun menjitakku pelan, membuatku sekarang tertawa

“Hentikan Nada-ya. Kau menyebalkan sekali,” gerutu Baekhyun

“A-Arraseo…” aku berusaha menghentikan tawaku

Aku memandang Baekhyun. Dia benar-benar Baekhyun yang ku kenal.

“Aku berpikir kau benar-benar pergi Baekhyun-ah…” kataku pelan

“Aku tadi memang mau pergi, tapi kau memanggilku jadi aku kembali lagi,” kata Baekhyun

“Benarkah?” aku memandangnya

Baekhyun mengangguk.

“Tapi kenapa jendela kamarmu di tutup?” tanyaku

“Jendela itu bisa ku buka dan ku tutup kapanpun aku mau,” Baekhyun menggerakkan jarinya ke arah jendela itu

Aku terpana. Jendela itu membuka dan menutup mengikuti irama dari jadi Baekhyun. Aku memandang sosok di sebelahku. Dia bukan Baekhyun yang dulu… Dia… banyak berubah.

“Apa kau hantu Baekhyun-ah?” tanyaku

JTAK.

“Auwww! Ya! Appo!” gerutuku

“Bisakah seorang hantu menjitak manusia?” tanya Baekhyun

Aku menggeleng.

“Lalu kau apa? Kenapa kau bisa begitu tadi?” tanyaku sambil menunjuk jendelanya yang sekarang membuka

Baekhyun tampak berpikir.

“Aku juga tidak tahu, yang jelas sejak aku tinggal di Negeri Perantara aku bisa begitu,” katanya membuatku terdiam

“Aish, sudah jangan di bahas lagi, aku tahu kau pasti bingung Nada-ya. Nah, sekarang kau sudah disini, semua barangmu juga sudah ada disini, bisa kita pergi sekarang?” tanya Baekhyun

“Pergi kemana?” tanyaku

“Tentu saja ke Negeri Perantara. Kau kesini karena mau menemuiku dan ikut denganku kan Nada-ya?”

Aku terdiam lagi.

Mollaseo… Aku hanya tidak mau kau pergi… Tiga tahun ini aku sudah benar-benar menderita…” kataku pelan

“Benarkah? Bukankah kau senang bersama Chanyeol?” tanya Baekhyun

“Memang, aku senang saat bersama Chanyeol. Tapi saat dirumah, saat aku mendengar lagumu, aku sedih lagi…” ucapku

“Laguku? Yang mana?” Baekhyun menyernyit bingung

“Yang dulu ku rekam saat Eomma dan Appa ku meninggal…” kataku

“Kau masih menyimpan lagu itu?” aku memandang Baekhyun bingung

“Tentu saja, kau pikir aku membuangnya?” tanyaku

Baekhyun menggeleng dan tersenyum.

“Aku senang kau menyimpan nya. Nada-ya, ikut denganku oh? Kita hidup bersama,” kata Baekhyun

“Kau benar-benar serius Baekhyun-ah? Aku yakin di tempatmu ada banyak yeoja cantik yang bisa membuatmu bahagia, lagipula kau bilang aku menyebalkan,” kataku

“Kau memang menyebalkan. Selalu melakukan hal-hal yang ku benci. Tapi kau tetap Nada yang jadi sahabatku selama belasan tahun. Nada yang ku sayangi…”

Aku tersenyum.

Gomawoyo Baekhyun-ahJeongmal gomawoyo…” ucapku

Baekhyun berdiri, lalu mengulurkan tangan nya padaku.

Kajja, banyak orang sudah menunggumu,”

Aku meraih tangan nya dan berdiri.

“Menungguku? Untuk apa?” tanyaku bingung

“Tentu saja karena aku mengumumkan bahwa aku akan menikah, ahahahaha!” Baekhyun tertawa begitu keras, membuatku terkejut

“Memangnya kau mau menikah dengan siapa?” godaku

Baekhyun langsung menghentikan tawanya. Lalu memandangku kesal.

“Tentu saja denganmu, dasar Nada bodoh. Ayo kita pergi sekarang.” Baekhyun menarik tanganku

“Ya! Chakkaman, bagaimana dengan barang-barangku?” kataku

Baekhyun lagi-lagi menggerakkan jarinya. Membuat koper itu bergerak dengan sendirinya di depan kami.

Baekhyun kemudian menggenggam tanganku, menarik ku untuk berjalan ke arah belakang gedung itu, tempat tadi malam aku dan Baekhyun berpisah.

“Kau jadi tambah tinggi Baekhyun-ah…” ucapku, menyadari bahwa sekarang aku hanya sebatas telinganya saja. Dulu tinggi kami seimbang.

“Tentu saja aku bertambah tinggi, jangan meledekku Nada-ya,” Baekhyun mengacak-acak rambutku, membuatku tertawa pelan

“Nah, tutup matamu Nada-ya,” ucap Baekhyun

Aku menyernyit.

Aigoo… Kau ini…” Baekhyun menutup mataku dengan telapak tangan nya, dan—

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku membuka mataku saat ku rasakan sesuatu di pipiku. Baekhyun tersenyum. Aku langsung sadar tangan nya lah yang ada di pipiku.

“Kita sudah sampai Nada-ya,” ucap Baekhyun

Kami ada di sebuah ruangan kecil. Aku langsung bangkit. Aku mendengar suara rendah di luar ruangan tempat kami berada. Pembicaraan.

“Kita dimana?” tanyaku

“Negeri Perantara,” ucap Baekhyun sambil tersenyum lalu menarik ku berdiri

Kajja, ku perkenalkan kau ke keluarga dan teman-temanku,” kata Baekhyun

Aku menahan lengan Baekhyun. Memandangnya sedih.

“Baekhyun-ah… Kau yakin?” tanyaku

Baekhyun seolah mengerti apa yang ku maksud. Ia mengusap kepalaku pelan, lalu tersenyum

“Luka ini tidak akan mengubah apapun, Nada,” kata Baekhyun sambil menarik ku untuk berjalan di sebelahnya

Ku harap ucapan Baekhyun benar.

Baekhyun membuka pintu ruangan tempat kami berada. Aku terpana melihat tempat ini. Seperti istana. Gedung tempat kami berada sangat besar dan tinggi. Seperti istana. Disinikah Baekhyun tinggal selama tiga tahun ini?

Hyung, kau kembali?”

Aku terkesiap melihat seorang namja berlari ke arah Baekhyun.

Nae Sehun-ah! Aku kembali,” Baekhyun tersenyum

Dia benar. Dia punya banyak keluarga disini.

“Dia Nada?” namja itu memandangku dan tersenyum ramah

Nae, ini Nada. Nada-ya, dia Sehun, salah satu dongsaengku disini,”

Aku tersenyum pada Sehun. Beberapa orang tampak berjalan mendekati kami, membuat nyaliku ciut. Baekhyun tidak seharusnya membawa seorang yeoja semenyedihkan aku.

“Jangan menunduk Nada,” bisik Baekhyun

“Aku malu…”

“Dasar bodoh.” Baekhyun menegakkan daguku, membuatku merasa serba salah

“Semuanya, ini Kim Nada, yeoja yang selalu aku ceritakan pada kalian,” kata Baekhyun

“Ah, inikah Nada yang kau sukai itu?”

“Benarkah dia?”

Omo, yeoja yang membuatmu selama tiga tahun ini sering kembali ke tempat lamamu?”

Aigoo… Dia benar-benar beruntung…”

Aku bingung mendengar suara-suara rendah di sekitarku yang terus-terusan bergumam.

“Dia orangnya. Aku akan menemui Pangeran, aku dan Nada akan menikah sesegera mungkin,”

Aku memandang Baekhyun kaget. Dia mengabaikan kekagetanku. Bersikap seolah Ia tidak tahu keterkejutanku. Bagaimana bisa kata-kata pernikahan meluncur dengan mulus dari mulutnya?

“Pangeran ada di tempatnya, cepatlah temui dia hyung, dia sudah sangat penasaran,” kata salah seorang namja

Baekhyun tersenyum lalu menggenggam tanganku yang berkeringat dingin lebih erat. Saat Ia melakukan itu, aku tahu tanganku gemetar.

“Aku akan menemui kalian lagi nanti,” kata Baekhyun lalu menarik ku untuk melangkah mengikutinya

Namja yang bernama Sehun itu mengikuti kami, dia berjalan di sebelahku, memandangku sambil tersenyum. Membuatku merasa seolah ada yang salah pada diriku.

“Nada noona, apa benar noona yang selama belasan tahun bersama dengan Baekhyun hyung?” tanyanya

Aku mengangguk.

“N-Nae, waeyo?”

Ani… Baekhyun hyung cerita sangat banyak tentangmu pada kami, membuat kami penasaran seperti apa kau. Aku senang kau tinggal disini sekarang noona,” kata Sehun

“Dia cerita apa saja?” aku melirik Baekhyun yang tertawa pelan

“Banyak. Hyung bilang kau selalu membangunkan nya setiap pagi, dan memasak juga merapikan tempat tinggalnya. Hyung juga bilang kau selalu membuatnya cemburu jika kau cerita tentang namja yang kau sukai,” kata Sehun

“Chanyeol?” aku memandang Baekhyun

Baekhyun mengangguk.

“Kau bercerita tentang Chanyeol selalu membuatku beribu-ribu kali lebih kesal daripada harus melihatmu memanjat pohon,” kata Baekhyun

Mianhaeyo…” ucapku pelan, kemudian aku memandang Sehun

“Tidak adakah satu yeoja pun yang menyukai Baekhyun disini?” tanyaku

“Banyak noona! Tapi Baekhyun hyung selalu bilang begini ‘Mianhae, aku sudah punya Nada’, itulah mengapa aku bilang banyak orang penasaran pada noona.” kata Sehun

Aku tersenyum.

Gomawoyo… Baekhyun-ah…” ucapku

“Kau tahu sudah berapa ratus kali kau mengucapkan kata itu?” kata Baekhyun

Kami berhenti di depan sebuah ruangan dengan pintu besar.

“Baekhyun?” tanya seorang namja bertubuh besar disana, kurasa Ia penjaga

“Aku mau menemui Pangeran,” kata Baekhyun

Namja bertubuh besar itu membuka pintu.

“Aku boleh ikut kan hyung?” tanya Sehun

Baekhyun mengangguk dan tersenyum. Kami berjalan ke sebuah ruangan yang lebih kecil. Ada seorang namja. Dia kah Pangeran yang di sebut Baekhyun? Dia memang sangat pantas menjadi Pangeran. Dia terlihat sangat… bijaksana? Tidak.

Maksudku, Ia benar-benar terlihat seperti seorang pangeran. Bukan karena pakaian mewahnya, hanya… auranya saja sudah membuatku tahu bahwa Ia seorang pangeran.

“Dia yang bernama Nada, Baekhyun-ah?” tanyanya

Nae, dia Nada,” Baekhyun mendorongku untuk maju selangkah

“Dia terlihat sama seperti yang selalu kau ceritakan padaku,”

Terlihat sama? Bagaimana bisa keadaan mengerikan ini terlihat sama seperti beberapa tahun lalu?

“Baekhyun hyung selalu bercerita tentangmu kepada siapapun,” bisik Sehun

“Sehun, bisa bawa Baekhyun keluar? Aku ingin bicara dengan Nada,”

“Tentu hyung,” kata Sehun

Hyung? Ia tidak memanggil ‘Pangeran’?

“Beberapa orang disini sangat dekat denganku, jadi mereka tidak perlu memanggilku pangeran.”

Aku menatap namja didepanku. Ia seperti sedang membaca pikiranku.

“Baekhyun juga biasanya selalu memanggilku hyung seperti yang lainnya. Ah, namaku Suho, duduklah, Nada-ya, aku sudah lama menunggu seperti apa yeoja yang disukai Baekhyun dan membuatnya bisa selalu tersenyum saat menyebut nama yeoja itu.”

Aku duduk dengan canggung.

“M-Maksudmu?” tanyaku hati-hati

“Sejak pertama kali datang ke tempat ini, Ia selalu terlihat muram. Tapi saat seseorang bertanya padanya tentang siapa yang membuatnya sedih, Ia akan menjawab, Kim Nada, dan saat menyebut nama itu, wajahnya berubah senang, Ia pasti sudah sangat lama menyukaimu bukan?”

Aku mengangguk pelan.

“Baekhyun bilang seperti itu, tapi aku tidak pernah menyadarinya.”

Namja bernama Suho itu tertawa pelan.

“Aku mengenal Chanyeol,” katanya membuatku terkejut

“Benarkah?”

“Dia dulu tinggal disini, bersama kami, tapi dia membuat masalah disini, dan aku menghukumnya untuk kembali ke bumi, tapi nampaknya… dia membuat masalah lagi…”

“M-Maksudmu?” aku menyernyit bingung

“Chanyeol membuat kekacauan karena membakar gedung lagi, hari itu kami sudah akan membawanya kembali karena masa hukumannya sudah habis, tapi ulahnya malah menjadi masalah besar dan membuatmu terpaksa kehilangan Baekhyun. Jadi saat Baekhyun kesini bersamamu, aku menyuruhnya untuk membakar habis gedung itu, Chanyeol lebih baik tidak kembali kesini…” ucapnya

“Tapi bukankah Ia juga berasal dari sini?” kataku pelan

“Semua yang melanggar aturan harus mendapatkan hukuman bukan? Nah, lupakan masalah Chanyeol, bisa aku bertanya soal Baekhyun padamu?”

Aku mengangguk.

“Berapa lama kau mengenal Baekhyun?” tanyanya

Aku berusaha mengingat.

“Sebelas tahun lebih… Aku mengenal Baekhyun sejak dia pindah ke apertemen, waktu itu… dia baru kehilangan kedua orang tuanya,” ucapku

“Masih ingatkah kau hal yang sangat disukai Baekhyun?”

Aku mengangguk.

“Baekhyun sangat suka makanan manis, dia juga suka berlama-lama di depan pianonya,” kataku

Suho mengangguk pelan.

“Lalu, hal yang paling di bencinya?”

“Baekhyun tidak suka kegelapan—sejujurnya aku heran bagaimana dia bisa berani melewati gedung apertemen yang gelap itu, lalu, Baekhyun juga benci jika aku melakukan hal-hal yang menurutnya berbahaya,” kataku

“Ada satu lagi hal yang di bencinya Nada-ya, tidakkah kau tahu?”

Aku menyernyit bingung.

“Apa itu saat aku bersama Chanyeol?” tanyaku

Suho menggeleng.

“Baekhyun malah senang jika kau bersama Chanyeol. Karena kau terlihat sangat bahagia saat bersama Chanyeol.”

Aku berpikir keras. Lalu menggeleng.

“Aku tidak tahu satu hal itu…” kataku pelan

Suho berpindah ke sebelahku lalu mengusap kepalaku.

“Kemarin dia datang padaku dan bilang bahwa Ia sangat membenci orang yang membuat wajahmu jadi seperti ini…”

Aku terdiam.

“Apa itu artinya Ia membenci wajahku yang sekarang?” tanyaku

Suho tertawa pelan.

“Apa keadaan ini benar-benar membuatmu malu untuk ada didekat Baekhyun sementara Ia terus tersenyum secerah itu saat bersama denganmu walaupun dengan keadaanmu seperti ini?”

Aku terdiam.

“Baginya kau tetap Nada yang sama, dia hanya benci pada orang yang membuat wajahmu begini, dan karena kau sudah disini, jadi aku akan memberimu hadiah,”

Aku menyernyit.

“Hadiah?”

Suho mengusap pipiku yang terluka itu. Terasa sedikit panas dan perih.

“Kau sudah dapat hadiahmu, lihatlah dirimu di kaca sekarang,” ucapnya sambil mengulurkan cermin kecil padaku

Aku terkesiap. Luka itu menghilang. Wajahku sudah kembali seperti sedia kala.

“Wajahku…”

“Aku tahu kau ingin wajahmu kembali, anggap saja penyembuhan itu sebagai ucapan terima kasihku karena kau kesini dan menjadi bagian dari keluarga kami,”

Aku memandangnya tak percaya. Aku ingin menangis sekarang.

“Kau bisa menemui Baekhyun sekarang,” ucapnya

JeongmalGomawoyo…” ucapku, suaraku bergetar hebat

“Jangan menangis Nada-ya, Baekhyun tidak suka saat kau menangis.”

Aku mengangguk. Suho membimbing langkahku keluar dari tempatnya. Aku melihat Baekhyun dan Sehun duduk membelakangi kami.

“Beri dia kejutan…” bisik Suho

Aku mengangguk dan tersenyum. Lalu aku berlari ke arah Baekhyun, menutup matanya dari belakang. Hal yang sering ku lakukan dulu.

“Tebak siapa aku?”

“Nada-ya? Kenapa bermain seperti ini?” tanya Baekhyun

Aku membuka matanya perlahan, Ia kaget memandangku.

“Wajahmu…”

Aku tersenyum.

“Dia menyembukan wajahku,” ucapku, memandang Suho

Gomawoyo hyungJeongmal gomawoyo…” ucap Baekhyun lalu Ia memandangku

“Whoah… Coba ku lihat wajahmu… Kenapa selama tiga tahun ini kau malah bertambah cantik huh? Bagaimana jika ada namja disini yang menyukaimu?”

Aku membulatkan mataku terkejut saat mendengar ucapannya.

“A-Apa?”

“Jadi, kapan kalian akan menikah?” tanya Sehun

“Apa?” aku kini semakin terkesiap

Baekhyun memelukku. Sejak kapan Ia berani bertindak seperti ini?

“Secepat mungkin. Iya kan Nada-ya?” tanyanya

Aku hanya tersenyum. Untuk apa aku membantahnya saat Ia sudah membawakan kebahagiaan dihidupku yang menyedihkan ini?

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau masih tidak rapi sama sekali.” ucapku saat masuk ke kamar Baekhyun yang sangat kacau

“Kau tidak kesini untuk merapikan nya,” kilah Baekhyun

“Ish!” aku menjitak nya lalu merapikan beberapa benda yang berada di dekatku

“Kekekeke, kau merapikan kamarku lagi Nada-ya, nanti kau harus masak oh? Aku sangat rindu masakanmu,” ucapnya

Aku memandang Baekhyun.

“Baekhyun-ah, aku tidak sedang bermimpi kan?” tanyaku

“Tentu tidak Nada-ya, kenapa?”

“Aku hanya takut jika ini mimpi… Aku tidak mau terbangun…” ucapku

Baekhyun memeluk ku, begitu erat.

“Kau tidak bermimpi Nada-ya, kita bersama sekarang.” ucapnya sambil mengusap puncak kepalaku

Saranghaeyo Baekhyun-ah…” ucapku

Nado saranghaeyo Nada-ya, aku senang kau bersamaku, aku… benar-benar bahagia,” ucap Baekhyun

“Aku juga bahagia,” kataku

Memang inilah nyatanya, aku bahagia. Aku sangat bahagia.

Baekhyun, sahabatku, tidak, dia lebih dari seorang sahabat bagiku. Dia… hidupku.

Baekhyun mengecup bibirku sekilas, membuatku terkesiap.

“Aku tidak pernah mencium mu sekalipun. Tidak apa kan?” katanya sambil tersenyum

Aku yakin wajahku sangat merah sekarang.

“Byun Baekhyun!” aku menjitaknya.

“Ish! Kenapa kau menjitak ku? Waktu itu saja saat kau yang mencium ku aku tidak marah!” ucapnya kesal.

“Eh? Mwo? Kapan aku mencium mu hah?!” bentak ku

“Dulu! Saat kau mabuk bodoh! Kau menciumku dan mengatakan ‘Saranghaeyo Chanyeol’ ish! Betapa menyebalkan nya!” Baekhyun merengut marah

“Benarkah?” aku membulatkan mataku, aku tidak pernah tahu aku pernah melakukan hal seperti itu.

Baekhyun diam. Dia marah. Seperti yang dulu sering Ia lakukan.

Aku tertawa pelan lalu bergelayut di lengan nya.

“Jangan marah oh?” ucapku sambil mengguncang lengan nya

“Kau masih menyebalkan seperti dulu!” gerutu Baekhyun

“Ish. Ya sudah kalau tidak mau memaafkanku,” aku melepaskan tangan nya lalu berbalik menjauhi Baekhyun.

Tapi kemudian Baekhyun menarik ku ke dalam pelukan nya.

Ani ani, aku tidak marah,” ucapnya masih merengut

“Benarkah?” aku memandangnya

Baekhyun mengangguk. Dan dia tersenyum.

“Baguslah, jadi aku tidak perlu repot-repot merayumu lagi kalau kau marah.”

Mwohago?” Baekhyun berteriak kaget

Aku tertawa begitu keras. Baekhyun sangat menggelikan. Dia masih seperti dulu. Sering berteriak marah jika aku bersikap menyebalkan.

“Aku hanya bercanda chagiya…” ucapku sambil mencubit pipinya

“Kau memanggilku apa?” ucap Baekhyun

Chagiya…” kataku sambil tersenyum

“Kau benar-benar memanggilku ‘chagi’?” ucap Baekhyun terkejut

“Oh, lalu aku harus memanggilmu apa? Yeobo? Huh?”

Baekhyun mengulum senyum, dan lagi-lagi menyarangkan ciuman kecil di bibirku.

“Panggil aku dengan sebutan apapun aku pasti suka. Asal kau yang mengucapkannya, Nada-ya.”

.

.

.

Epilogue

In Author’s Eyes…

“Kebakaran! Kebakaran!”

Chanyeol terkesiap saat mendengar teriakan di luar rumahnya.

“Chanyeol! Tunanganmu masuk ke gedung tua itu!”

Chanyeol awalnya mengabaikan ucapan ahjussinya. Nada bukanlah tunangan nya lagi. Tapi satu sisi hatinya benar-benar khawatir pada yeoja itu. Chanyeol langsung keluar rumahnya dan berlari ke arah gedung itu. Ia dengan jelas melihat Nada berjalan dengan seorang namja ke arah belakang gedung tua itu.

“Nada! Hentikan!”

Chanyeol berlari menyusul dua orang itu. Dan Ia terkesiap melihat sosok yang bersama Nada adalah Baekhyun.

“Kau! Bagaimana bisa kau masih hidup?!” teriak Chanyeol

“Aku datang hanya untuk membawa Nada bersamaku.” ucap Baekhyun

Nada sudah dalam keadaan tidak sadar di gendongan nya.

“Kau tidak boleh membawanya!”

“Dia milik ku Chanyeol. Sejak dulu, Nada adalah milikku. Dan satu lagi, kau tidak akan bisa kembali ke Negeri Perantara, Suho hyung memintaku untuk membakar habis tempat ini.” ucap Baekhyun dingin sambil masuk ke kobaran api, membawa Nada bersamanya.

“Tidak mungkin…”

Nada hilang dalam kebakaran. Dia lah satu-satunya korban. Gedung tua itu terbakar habis kali ini. Hanya tersisa puing-puing kecil saja disana.

Chanyeol memandang sisa gedung yang hangus itu.

“TIDAK! AKU TIDAK MAU TERJEBAK DISINI!”

Fin.

Advertisements

51 Comments Add yours

  1. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  2. byunrose says:

    jadi mreka sejenis apa eon?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      ……akupun gabisa mendeskripsikannya……

      Like

  3. tyazputri says:

    akhirnya nada kembali ke baekhyun…..
    ternyata kebakarannya disengaja
    untung bekhyun kagak ikut kebakar,hahaha

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha aku ngakak bayangin baekhyun gosong😂😂😂😂

      Like

  4. rahmaniy says:

    Jadi, yg bisa ke negeri perantara itu yg jadi korban kebakaran apartemen? Jadi bener tiap tahunnya atau apa aku lupa itu kebakaran di apartemen itu? Jadi negeri perantara itu kaya tempat peristirahatan mereka? Jadi aku banyak banget pertanyaan 😂😂😆 keren keren keren kaaakk👍👍👍👍

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iya bener semua loh itu tebakan kamu😂😂😂😂😂 kenapa bingungg

      Liked by 1 person

      1. rahmaniy says:

        Gatau juga apa yg dibingungin 😅 oya berarti chan juga pernah jadi korban?

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Huahahaha iyaaa XD dia juga korbaann

        Liked by 1 person

  5. zhafi says:

    akhirnyaaaaa kembaliiii,,,,, rishhhhh tolong jelaskannnnnn siapaaaa merekaaaa sbnrnyaaaaa?????????????? Klo chan dlu tinggal di negeri perantara ,, knpa dia pnya ayah dan ibuu???
    Trus yng ngrusak wajah nara itu emang preman yaa rishhh,,,,

    Apa ini fantasy dari fikiran mu sendiri rishhhh????????
    ;(
    Irishhhhhhhhhhh JELASINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

    ;( 😦 ;'(

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Harus kujelaskan gimanaaaaaahh XD huahahahahahha iya emg preman itu murni kecelakaan wkwkwkwkwkwk XD jelasin bagian mana loh semuanya udah kamu tebak

      Like

  6. myze says:

    msh bingung klu chanyeol dl juga berasal dr negri perantara,apa 2 berarti ia bkn ank kandung eommanya?
    negri perantara 2 sebuah kerajaan atau bnr2 sebuah negri?bagaimana keadaan disana?apakah penduduknya adalah org2 yg dl tinggal di apartemen 2 yg menghilang scr misterius?sptnya baekhyun 2 hantu……
    q juga penasaran cp yg dl nyiram muka nada…….

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iyaaa dia bukan anak kandung wkak kan ga aku jelasin juga ya itu dia anak kandung apa bukan
      Hmm mungkin dunia lain di dalem dunia? Kek gitu buahahahaha

      Like

  7. suretodream says:

    Akhirnya selese,, lama banget update terakhirnya ak bhnkan harus berfikir agk keras buat inget ini cert yg mana pas liat notfnya,,
    Tp untungnya semuanya udh happy ever after 😊

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iya desember bulan sibuk banget sampe aku ga sempet rapiin ff huhu~ wkwkwkwkwk untung masih inget ya😂😂😂😂

      Like

  8. tari says:

    wahhh akhirnya selesai juga…
    seneng banget akhirnya ff ini di update juga …
    untung akhirnya happy aku sempet ngira sad ending wkwk

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha engga dong aku gatega bikin sad ending XD

      Like

  9. BbuingBbuing says:

    Aaaaaaaaaa,masih kurang ngerti eon. Tolong jelasin dong jadi sebenarnya yg korban kebakaran itu baekhyun atau nada? Trus baekhyun itu jadi jenis apa?
    Trus,kalo chanyeol dari negeri perantara orang tua chanyeol itu gmana?
    Aku masih belum ngerti.

    Okelah,tp FF ini tetep keren kok.Daebakk lah pokoknya.
    Btw,Jadi Pengen banget punya temen skaligus pendamping hidup kek baekhyun yg sifatnya kek gitu. Aihh,setia banget dianya.

    Ditunggu buat karya Selanjutnya,FIGHTING IRISH!!!!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Perlu kujelasin bagian mananya? XD wkwkwkwkwkwkk coba deh diimajinasikan wkwkwkwkwk aku yakin imajinasi kalian lebih dahsyat dari alur yang aku sembunyikan XD wkwkwkwkwkk
      Thanks yaaaa~❤

      Like

  10. Ahhhh,,, akhirnya baekhyun ngajak nada ketempatnya

    Dan si biang onar kebakaran ternyata chanyeol,ckckckckkck

    Akhirnya harapan baekhyun terwujud terharu dh

    Berarti nada ama baekhyun sekarang jd orang dunia astral,hehhehehehe
    Tapi ga apa2 asal mereka sama2,hohohoho

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahaha chanyeol sumber masalahnya XD wkwkwk bener banget mereka sekarang udah ada di dunia astral loh XD wkwkwkwkw

      Liked by 1 person

  11. Baekminee says:

    Owaaaaahhhhh aye bahagia 😀 seneng, terharu #plakk /apaan coba
    duhhhh pokoknya gua seneng lahh haha 😀 akhirnya happy ending kirain wktu itu sad ending gegara si baek mati trus si nada mau nikah—) /dihh pikiran gua/ tpi chanyeol.. terserahlah ama ntu orang /dihajar pyromaniacs
    keep writing eonni^^ fighting!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Akhirnya endingnya bahagia wkwkwkkwwkwk XD duh aku ini gatega kalo mau buat sad ending XD wkwkwkwkwkwk ayo tendang chanyeol bersama2 huahahhhhha

      Like

  12. Nurnie says:

    Wahhhhh ! Happy ending :D:D:D .
    Kirain td itu hntu baekhyunn ! Hehehehe 🙂 .
    Hahhhhhhh end yaa !! Eonni lnjutkn krya2 mu , fingting :*

    Like

    1. IRISH says:

      Huahahahaha hantunya? XD engga dooongg wkwkwkk thanks yaaa;*

      Like

  13. Aihara says:

    Jadi anggapan bahwa Baekhyun itu hantu salah ya XD
    Ternyata dia… masih hidup?
    masih banyak pertanyaan mengenai Negeri Perantara-nya tbh
    Tapi, senangnya Nada sama Baekhyun bisa bersama, ngga ngeduga sebelumnya hahaha

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha iya dia bukan hantu loohh wkwkwkwkkkw XD negeri perantarany kenapaahh XD wkwkwkwk endnya menyebalkan sekali ya? XD

      Like

  14. reisya soo says:

    hore hore,,akhirnya end jg ,,happy ending lagi!!
    aku g mw nanya macem macem,,namanya jg fantasy jd sah sah aj mw gmn jg,fantasy kn, yg ga ada bisa ada, yg g masuk akal jg bisa nyata,,sejauh mana imajinasimu berpetualang!
    tp aku mw komplent m Rish ne,#aku kan sedih klo chanyeol slalu dapet peran jelek,,Rish,,teganya!
    **sabar ya BangChan,aku masi suka ko ma kamu,,! sebaiknya BangChan komplent aj to ma authornya!
    heheeeeee piss!
    ****lope lope lope Rish****

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha kenapa ga nanya? XD wkwkw tapi iya sih aku emang sering ngebully chanyeol ya kasian HUAHAHAHA XD nanti kapan2 dia dapet peran baik XD wkwkwkwkwkw thanks yaaaa XD

      Like

  15. yeolwu26 says:

    fantasy nya agak ngerii yaaaa. but tetep seruu

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Ngeri? maap yaa XD wkwkwkkwk thanks komennya XD

      Like

  16. kirito says:

    Akhirnya kak irish post endingnya wkwkkw.. kak keren itu baeknya. Akhirnya happy ending, ckckck chanyeol bener bener yah. Ternyata nada dibawa sama baekhyun secara tak sadar tohhh.. keep writing kak!!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD ya ampun kelamaan ya post nya ya buahahahahaha XD thanks komennya yaaaa

      Like

  17. leehagi says:

    Wiiiii, keren akak irish, aku susah si bayanhin chanyeol jadi jahat, terus sebenernya aku sempet mikir yg bakar wajah nada itu baekhyun, soalnya kan dia mau chanyeol pisah sama nada, hehe tp ternyta bakehyun ttetep baik kyk peri,
    Aku suka aku suka ♥♥♥

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Buahahahahahaha aku ngakak bayangin dia jadi jahat XD baek baik selamanyah/?

      Like

  18. ziuziu says:

    bahhahaha jadi gini toh cerita asli nya. yaelah udah suudzon sama baekhyun 😅
    ide nya banyak sekali kamu irish, sampe ga kebayang bakal kyk gini ceritanya hahaaa
    oh ya aku ga sabar nunggu project2 coming soon mu.. banyak banget itu yg aku tungguin.. bias2 aku ada disana.. aku tunggu pokonyaa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      nah loh ini ada lagi yang bilang suudzon XD wkwkwkwkwkwkwk tunggu aja coming soon nya XD wkwkwkwkwkwk

      Like

  19. sicachu says:

    uwaaaaaa akhirnya mereka bisa bersama kkkk awalnya sempet bingung sama ceritanya tapi lama lama dong juga wkwk nice thorrrr sukaakkkkk hihiiiii nggak kebayang deh thor lo mimpiin kaya gini wkwk

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD huahahahahaha bisa dimengerti kan ini ceritanya XD syukurlah kalo sukaa XD wkwkwkwk iya mimpi aku abnormal semua ya XD

      Like

  20. Violin says:

    Uwaaa daebak, bagus banget, endingnya juga dapet. Akhirnya Baekhyun bahagia sama Nada 😊

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD endingnya bahagia kaann wkwkw

      Like

  21. Byunra says:

    happy ending yeeeay 😂😂 terhura aku, baek sweet bgett 😍😍 thank’seu buat endingnya fish 😄😄

    Like

    1. IRISH says:

      XD alhamdulillahnya happy ending ya wkwk

      Like

  22. nari says:

    hahaha rada ngakak pas bagian ending si chanyeol teriak *upss* ga diundang ke nikahan baekhyun deh kamu yeol wkwk 😛
    jadi si gedung tempat tinggalnya baekhyun itu semacam pintu masuk ke Negeri Perantara-nya ya?

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakakakakak di ending Chanyeol ini teraniaya XD

      Like

  23. donutnutty says:

    OMG kelamaan hiatus jadi ga tau kalo slice#3 dah keluar lama. Ceritanya mengharukan 😥 but seneng banget si Nada endingnya sama Baek :3

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakka hiatus setelah ujian kah kak?

      Like

      1. donutnutty says:

        Before and after sih. Abis sibuk ngurus kuliah juga sih. Anyway ‘kak’? Emang author umur berapa? 😮

        Like

      2. IRISH says:

        XD before after XD sma aja ya XD wkwkwkwk

        Like

  24. hyuncan says:

    Hai hai kak irish…..hyun datang lagi loh😂😂
    akhirnya ketebak semua teka teki dalam ni ff😃😃lega😄😄daebak😙😙😍💕👍

    Like

  25. heera says:

    huwaaa sedih banget baru nemu ni ff,
    kok bisa sih bikin cerita kyk ginii kereeeenn 😁😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s