DREAM – Slice #2 — IRISH’s Story

irish-dream-2

D R E A M

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Lee Hyerin

Supported by EXO Members and OC

A fantasy, supranatural, school-life romance, slight!mystery story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


 

Dream? You’re just like a dream for me.”


Previous Chapter

Chapter 1 || [NOW] Chapter 2

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Seorang yeoja melangkah pelan ke persimpangan jalan, dengan menuntun sepeda gunung yang setiap hari selalu Ia naiki.

“Seolmi-ah…” ucap yeoja itu pelan, memandang ke jalanan ramai di depan nya.

Yeoja itu duduk di bawah sebuah pohon, tempat Ia selama beberapa tahun ini selalu menunggu hingga hari sore, dan datang ke sebuah rumah untuk memastikan apakah orang yang di tunggunya sudah pulang atau belum, dan kembali ke tempat yang sama, menunggu hingga larut malam, berjaga-jaga jika mungkin sosok itu akan muncul.

Yeoja itu memandang kosong jalanan di depan nya, tanpa sadar yeoja itu menunduk, memejamkan matanya, merekam semua suara kendaraan yang lewat di dekatnya, dan kemudian Ia membuka matanya lagi.

“Aku berharap masa-masa itu bisa terulang…” ucapnya pelan, sambil kemudian bersandar di pohon di belakangnya, memandang matahari yang mulai turun, membiarkan sebagian wajahnya merasakan hangatnya pancaran sinar matahari yang menembus dahan-dahan pohon tempat Ia sekarang berlindung.

Yeoja itu memasang headphone yang selama ini selalu menemaninya, dan alunan instrumen lembut terdengar samar masuk ke dalam telinga yeoja itu. Membuat yeoja itu tersenyum samar.

“Kau selalu memainkan musik ini Seolmi-ah…”

Baekhyun menyernyit.

“Seolmi? Apa Seolmi adalah nama yeoja itu?” gumam Baekhyun pelan, memandang sosok yeoja yang tengah tampak memejamkan matanya dan bersandar di bawah sebuah pohon.

“Seolmi… Seolmi… Kenapa nama itu rasanya familiar sekali…” gumam Baekhyun, sebelum perhatian nya terpecah saat melihat yeoja yang tak lain adalah Hyerin itu terbangun, dan merapikan pakaian nya.

“Apa kita harus mengikutinya?” tanya Baekhyun pada sosok yang sangat mungil yang ada di telapak tangan nya.

Sosok yeoja mungil itu mengangguk. Ukuran yeoja mungil itu hanya sebesar jari kelingking, dan punya tubuh yang memancarkan cahaya berkilau. Seorang Elf.

“Kau yakin?” tanya Baekhyun lagi

Sosok itu mengangguk. Membuat Baekhyun segera melangkah mengikuti Hyerin yang mulai mengayuh sepedanya. Tentu saja tidak sulit bagi Baekhyun untuk mengikuti Hyerin karena namja itu bisa berjalan dengan kecepatan di atas kemampuan normal manusia.

Langkah Baekhyun terhenti di ujung sebuah gang kecil perumahan. Tanpa harus tahu dimana Hyerin berhenti, namja itu bisa mendengar apa yang Hyerin bicarakan.

“Seolmi belum pulang?”

“Hyerin-ah…”

“Dia pasti belum pulang…”

“Ku mohon berhentilah seperti ini… Seolmi tidak akan kembali nak…”

Baekhyun menyernyit.

“Apa yeoja itu menghilang?” gumamnya

Hiks…” pendengaran Baekhyun kembali menangkap suara tangisan pelan

“Seolmi… Harusnya aku tidak bertengkar dengan nya… Harusnya aku—”

GeumanhaeJebal geumanhae… Ahjumma tidak ingin kau menyesali kejadian itu lagi… Kau tidak salah Hyerin-ah… Kau tidak salah…”

Keundae Seolmi… Seolmi…”

“Seolmi tidak akan kembali walaupun kau menangis seperti ini…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun menunggu beberapa menit di ujung gang kecil itu, sampai Ia mendengar suara rantai sepeda Hyerin yang mulai familiar di pendengaran tajamnya. Dan benar saja, tak lama, Hyerin muncul dengan menuntun sepedanya.

Yeoja itu tampaknya melamun, sampai Ia tidak menyadari keberadaan Baekhyun disana. Hyerin terus menuntun sepedanya, dan berjalan keluar dari perumahan tersebut. Dengan langkah cepat Baekhyun menyusul yeoja itu.

Tapi Baekhyun tersentak saat Hyerin menghentikan langkahnya.

“Kenapa kau mengikutiku? Kau sudah mengikutiku sejak dari sekolah. Iya kan?”

“Dia tahu,” Baekhyun tersenyum tipis, segera menyembunyikan sosok yang sedari tadi ada di telapak tangan nya, kemudian namja itu melangkah cepat mendekati Hyerin.

“Jadi kau tahu?” ucap Baekhyun tenang

Hyerin memandang namja itu dengan tatapan dingin yang selalu ada di matanya.

“Kenapa? Untuk apa kau mengikutiku?” tanya Hyerin

Baekhyun tersenyum tipis.

“Kau pasti sudah tahu untuk apa kan? Aku sudah mengatakan nya tadi.” ucap Baekhyun tenang

“Karena kau bilang kau harus bertemu dengan sahabatku untuk membicarakan hal yang sangat penting dan rahasia. Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak punya teman.”

Kojimal.”

Museunseuriya?” ucap Hyerin

“Kau benar-benar tidak mau berkata jujur?” ucap Baekhyun

Hyerin memandang namja itu sebentar.

“Aku bahkan tidak mengenalmu, untuk apa aku bicara?” sahut Hyerin sambil melangkah meninggalkan Baekhyun, kali ini dengan menaiki sepedanya.

Glossophsyra…”

…Namja aneh, untuk apa mengikutiku sejauh ini hanya untuk mendapat jawaban yang sama… Dan kenapa Ia memaksa ingin tahu tentang temanku. Hah. Teman yang mana yang Ia bicarakan. Apa namja itu gila? Aku bahkan tidak pernah bicara pada satupun orang, dia berpikir aku punya teman? Dasar aneh… Ahh, kakiku sakit…

Baekhyun memandang yeoja yang sekarang sudah semakin menjauh dari tempatnya berdiri. Namja itu menyernyit, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh yeoja itu.

“Dia bahkan bisa berbohong di dalam pikiran nya… Hebat sekali…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Jungha’s Eyes…

Hari ini aku datang mendahului Baekhyun. Dengan berbekal keinginan kuatku untuk tahu apa yang sebenarnya menjadi hubungan aneh antara Hyerin dan target Baekhyun yang bernama Kyungsoo itu.

Ah, harusnya aku juga berfokus pada targetku, aku bahkan tidak bisa mendengar pikiran targetku. Bagaimana bisa aku begitu tenang? Pikirkan sebuah cara Jungha… Kau harus bisa tahu apa yang targetmu pikirkan.

Langkahku terhenti saat melihat Hyerin sudah ada di tempatnya, dan Ia menenggelamkan wajahnya di meja. Apa Ia tidur? Tapi tatapanku juga kini tertuju pada salah satu teman sekelasku yang juga sudah ada di kelas dan tampak serius belajar.

…Bajingan Hyerin itu benar-benar meledekku…

Aku segera menajamkan pendengaranku. Apa yang yeoja ini bicarakan? Hyerin meledeknya? Dengan cara apa? Apa Ia tidur seperti itu bisa berarti Ia meledek? Pikiran manusia begitu membingungkan.

Aku sedikit menggeser kursiku, ingin tahu apakah Hyerin hanya berpura-pura tidur atau benar-benar tertidur. Tapi Ia tidak bereaksi apapun. Itu artinya Ia benar-benar tidur. Aku tidak menyangka teman semejaku ini sangat hobi tidur di kelas.

…Lihat saja apa yang akan terjadi padanya jika Ia berani untuk mengalahkanku… Bajingan itu akan di tendang keluar dari sekolah!…

Satu lagi pikiran jahat dari teman sekelas yang… tunggu.

Aku memandang nametag nya, Sunmi. Kim Sunmi.

…Dia bisa tidur seenaknya sekarang, lihat apa yang terjadi padanya nanti…

Aku tidak mengerti. Sangat jarang aku berusaha untuk peduli pada pemikiran mereka semua. Tapi karena pemikiran ini menyangkut tentang Hyerin entah kenapa aku terusik. Karena Ia setidaknya ada hubungan nya dengan bangsaku? Karena Ia adalah satu-satunya orang yang jarang berpikir?

Mungkin.

BRAK!

Aku tersentak saat mendengar suara bantingan cukup keras di dekatku.

Sialan!

Neo mwohaneungeoya?”

Bisa ku ketahui jika Hyerin sangat kaget karena suara itu, dan membuatnya terbangun. Hyerin menyarangkan tatapan nya pada Sunmi yang tampak duduk tenang seolah Ia tadinya tidak membuat keributan di kelas yang masih sangat sepi ini.

Eobseo. Apa aku membuatmu terbangun? Maaf.”

…Rasakan, kau pasti sangat marah karena keributan ini kan?

Aku memandang Hyerin, Ia tampak sangat kesal, terutama karena matanya masih memerah, tanda bahwa Ia tadinya tengah tertidur nyenyak.

Ku kira Ia akan marah seperti yang di pikirkan Sunmi, keundae, Hyerin kembali menenggelamkan dirinya ke meja, kali ini dengan aksesoris tambahan, headphone nya.

Aku mendengar Sunmi berdecak pelan, tapi Ia sepertinya sudah tidak punya akal lain untuk mengerjai Hyerin lagi, terutama karena sekarang sudah ada beberapa murid lain yang datang. Aku tidak menyebut mereka sebagai temanku. Karena nyatanya mereka tida—

Kurasa Sunmi berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan nya dari nilai Hyerin…

Aku heran, apa Hyerin mendapat kepintaran nya dari tidur begitu…

Kurasa aku harus berpikir untuk menjelajahi pikiran mereka, untuk mendapatkan informasi lebih banyak soal Hyerin.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Dari apa yang aku pelajari selama beberapa hari ini, Hyerin bukanlah seseorang yang mau repot-repot memikirkan soal dirinya. Dia berpikir sangat singkat dan rasional. Saat Ia mendebat seseorang, ucapan nya terdengar sangat pasti dan tidak terbantahkan.

Walaupun sebenarnya ada begitu banyak kalimat yang bisa di gunakan untuk mendebat kalimat Hyerin, tapi nada bicara dan juga keadaan yang tercipta saat Ia bicara, membuatnya menjadi sebuah pernyataan tak terbantahkan.

Beberapa kali Sunmi dan Hyerin sekarang berebut poin di kelas. Dan bagi sebagian anak di kelas, sekarang kelas mereka terasa hidup. Setelah selama dua tahun Hyerin terus menguasai semua pelajaran dan nilai tambahan.

Juga, karena rasa penasaranku pada Hyerin, setidaknya memulai pembicaran tentang Hyerin pada anak yang lain membuatku mendapatkan teman bicara, teman bicara, bukan teman. Kami hanya bicara sebentar, dan kemudian mereka sadar jika mereka bicara padaku.

Dan selama beberapa hari ini Baekhyun juga secara intens mengikuti yeoja itu, berusaha mendapatkan informasi darinya. Tapi nihil. Yeoja itu masih sekeras batu. Bahkan beberapa spelling sudah Baekhyun ucapkan dengan melawan aturan di dunia manusia, masih tidak bisa mematahkan rasa penasaran nya pada benak Hyerin yang begitu tersembunyi.

“…Kau masih tidak mau memberikan gelarmu huh?! Kau mau mati!?”

“Neo mwohaneungeoya? Seharusnya yeoja idiot itu yang berusaha untuk mengalahkanku. Bukan aku yang mengalah.”

“Cih! Kau benar-benar ingin ku tendang dari sekolah ini!?”

“Akan lebih terhormat bagiku jika aku di tendang keluar dengan meninggalkan prestasi. Jika aku tetap di posisiku, aku akan di keluarkan, jika aku menyerahkan posisiku pada yeoja idiot itu, aku di keluarkan. Apa bedanya?”

Aku tersenyum tipis. Ucapan telak Hyerin kembali membuat namja—yang sudah beberapa kali mengancam Hyerin itu—bungkam.

…Lihat saja… Kau akan memohon-mohon padaku agar aku tidak membuatmu dikeluarkan… Lee Hyerin… Kau akan bersujud padaku untuk memohon. Lihat saja nanti!

Aku tidak yakin jika seorang Hyerin akan melakukan hal seperti itu. Dari apa yang aku tahu selama beberapa hari ini, Ia adalah yeoja dengan pendirian sekeras batu karang. Sangat sulit untuk di runtuhkan. Juga, Ia berpikir sangat singkat. Aku merasa seolah aku tidak bisa membaca pikiran nya.

Ia banyak berpikir spontan, kurasa hidup ini begitu enteng di mata Hyerin.

Tapi aku masih heran soal kebiasaan dan penampilan nya yang sangat tidak sinkron dengan prestasi Hyerin. Ia berambut merah menyala seperti itu, jelas sangat melanggar aturan, dan Ia juga memakai seragam yang sangat press-body, berlipat-lipat kalinya melanggar peraturan.

Dan Ia selalu tidur di sela-sela jam kosong. Pagi hari sebelum pelajaran di mulai, saat istirahat, saat jam kosong, saat Ia sudah menyelesaikan tugas—yang Ia selesaikan dengan sangat cepat.

Ia bahkan menyempatkan diri untuk tidur selama kurang lebih satu jam di kelas setelah pulang sekolah. Aku tidak pernah sekalipun melihat Hyerin keluar dari kelas untuk membeli makanan atau sekedar pergi ke toilet.

Terkadang keanehan Hyerin membuatku berpikir, apa ia bukan manusia? Apa mungkin Ia sejenis seperti kami? Atau lawan kami?

Tapi Baekhyun membantahku dengan mengatakan bahwa Hyerin masih punya degup jantung dan bernafas normal, juga berkedip dengan normal. Jadi Ia sudah bisa di pastikan sebagai manusia.

Manusia apa yang punya kepribadian sangat buruk seperti Hyerin? Tubuh Hyerin bahkan terlihat sangat kurus. Aku heran kenapa Ia sama sekali tidak merasa lapar saat di sekolah. Apa saat di rumah Ia makan begitu banyak dan akhirnya mengantuk terus di sekolah? Atau Ia punya penyakit aneh yang membuatnya dengan mudah bisa tertidur dimanapun?

Dia sangat aneh dan tidak terduga. Aku bahkan tidak pernah menemukan seseorang yang setipe dengan Hyerin di Akademi. Oh, ayolah, di Akademi kami berjuang sangat keras untuk bisa mengejar ketertinggalan. Jika mungkin Hyerin ada disana, dia tidak akan bisa tidur dengan tenang seperti ini.

Diam-diam aku geli membayangkan sosok Hyerin yang dengan santainya bisa tidur seperti ini karena tidak ada satupun saingan di kelasnya.

Dan lagi-lagi, ini memberiku pertanyaan. Kenapa keadaan Hyerin seperti ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Hyerin’s Eyes…

Namja ini mengikutiku lagi. Untuk ke sekian kalinya di minggu ini. Kenapa Ia selalu mengikutiku dan selalu menuntut jawaban dari pertanyaan yang sama? Kenapa Ia sangat ingin tahu?

Aku menghentikan langkahku. Dan aku mendengar suara langkah cepat mendekatiku. Ia pasti akan sok menunjukkan senyumnya padaku, berpikir bahwa senyum itu bisa membuatku luluh dan bicara padanya.

Padahal nyatanya Ia hanya akan mendapatkan pertanyaan yang sama dariku, dan menjawab dengan kalimat yang sama yang sudah bisa aku hafal. Lalu aku akan marah dan meninggalkannya, jadi dia tidak mengikutiku lagi.

Oh, ayolah. Sampai kapan keadaan monoton ini akan terjadi? Sangat membosankan.

“Kenapa kau mengikutiku? Kau sudah mengikutiku sejak dari sekolah.” ucapku padanya saat Ia sudah sampai di depanku.

“Jadi kau tahu?”

“Kenapa? Untuk apa kau mengikutiku?” pertanyaan yang sama lagi-lagi aku cetuskan untuknya.

“Kau pasti sudah tahu untuk apa kan? Aku sudah mengatakan nya sejak kemarin.”

“Karena kau bilang kau harus bertemu dengan sahabatku untuk membicarakan hal yang sangat penting dan rahasia. Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak punya teman. Tidak bisakah kau berhenti bertanya soal hal ini padaku?”

Kojimal. Jika kau jujur, kenapa kau merasa terganggu saat aku terus menanyaimu? Toh kita juga selalu bicara tentang hal yang sama setiap harinya.”

Museunseuriya?” ucapku dingin

“Kau benar-benar tidak mau berkata jujur?”

Jujur? Jujur tentang apa? Apa yang Ia sangat ingin ketahui dariku? Kenapa ia sangat mendesakku seolah jawaban dariku menentukan nasibnya.

“Aku bahkan tidak mengenalmu, untuk apa aku bicara?”

Aku mulai melangkah meninggalkan nya. Dan seperti yang biasa Ia akan berhenti mengikutiku jika aku sudah mengakhiri kalimatnya seperti itu.

Tapi baru beberapa meter melangkah, langkahku terhenti. Sekarang aku memikirkan kenapa Ia begitu ingin tahu apa aku punya teman atau tidak? Jika aku punya teman, apa hubungan nya dengan dia? Apa berpengaruh?

Aku berbalik, namja bodoh itu sudah melangkah menjauh. Aku heran bagaimana Ia sudah ada di blok yang berbeda denganku padahal rasanya tadi aku tidak berjalan terlalu tergesa-gesa.

Dengan terpaksa aku menaiki sepedaku, dan mengayuhnya cepat untuk menyusul namja itu. Aku menghentikan sepedaku beberapa meter di depan nya. Dan membuat langkahnya terhenti.

Aku turun dari sepedaku, memandangnya yang sekarang tengah berdiri dengan tatapan tak percaya. Kenapa? Karena aku menyusulnya tanpa alasan? Karena Ia pikir aku akan menyerah?

“Ada apa Hyerin?” tanyanya

“Kenapa kau sangat ingin tahu apa aku punya teman atau tidak? Apa hubungan nya denganmu? Kenapa harus aku yang kau tanyai? Masalah apa yang akan kau bicarakan dengan nya?” ucapku

Ia menyernyit. Tampak berpikir.

“Manusia butuh 0,11 sampai satu detik untuk bicara spontan tanpa berpikir, yang artinya juga tanpa kebohongan. Kau bilang aku harus menjawab dengan jujur padamu, sekarang… kenapa pembicaraan jujur ini tidak di mulai darimu?” ucapku

“Maksudmu?” Ia memandangku bingung

“Kau jawab pertanyaanku dengan jujur, dan lengkap, baru aku jawab pertanyaanmu. Jika tidak, jangan mengikutiku, karena aku tidak akan bicara sepatah katapun padamu. Sampai bertemu.” ucapku sebelum aku melangkah naik ke sepedaku, dan mengayuhnya.

Jika sudah begini kami sama-sama impas bukan? Dia harus bicara jujur padaku dulu, baru aku akan bicara.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

Aku berdiri mematung, hampir tidak berkedip memandang sosok yeoja yang sekarang sudah tidak ada dalam pandangan nya.

Yeoja itu… Pemikiran nya…” Aku segera menggeleng cepat, sekarang aku harus berpikir keras.

Aku harus mengarang cerita sebaik mungkin supaya dia bisa percaya aku berkata jujur. Aish… Seharusnya aku memikirkan rencana yang lebih baik sebelum ini, sekarang aku terjebak di peryataanku sendiri.

Pernyataanku untuk mendesaknya mengatakan kejujuran.

Dan sekarang Ia mendesakku dengan pernyataan yang sama. Seharusnya aku sadar bahwa aku tidak sedang berurusan dengan yeoja biasa. Walaupun Ia manusia, tapi Ia punya kemampuan intelegensi yang tinggi dan tidak bisa ku remehkan.

Ish. Sekarang aku tidak tahu harus berkata apa untuk bisa mengelabui yeoja itu.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku tidak bisa menganggap remeh pernyataan Hyerin saat nyatanya Ia benar-benar tidak bicara sepatah kata pun padaku saat ke esokan harinya aku mengikutinya saat pulang. Aku tahu Ia tidak bercanda soal apa yang Ia katakan.

Itu artinya aku harus bicara lebih dulu padanya?

Bahkan rasanya aneh saat Ia sama sekali tidak merasa terusik ketika aku mengikutinya sampai ke ujung perumahan nya. Biasanya pembicaraan lucu di antara kami akan terjadi, tapi sekarang…

Ia menganggapku tidak ada. Dan terus menuntun sepedanya dari sekolah sampai ke rumahnya. Heran sekali kenapa Ia repot-repot membawa sepeda itu padahal Ia hanya menuntunnya pulang.

Jungha juga bilang Ia tidak bisa mendapatkan informasi apapun dari benak yeoja itu karena Ia sangat jarang berpikir.

Seperti apa yeoja ini sebenarnya? Kenapa Ia punya kepribadian yang sangat unik? Dan sebenarnya apa hubungan nya dengan targetku?

Argh. Semuanya begitu memusingkan. Aku bahkan tidak bisa mengerti satupun jalan pikiran nya. Dan Kyungsoo juga sama sekali tidak mau mengatakan apapun. Atau goyah dari pendirian nya.

Haruskah aku membawa pertolongan dari Akademi?

Tidak. Tidak. Seongsaengnim bisa sangat marah karena aku tidak bisa menyelesaikan tugas kelompokku ini. Dan juga, Jungha pasti akan marah. Bahkan Ia dengan ke frustasian nya karena tidak bisa membaca pikiran targetnya masih berusaha untuk mendekati targetnya. Kenapa aku tidak bisa?

Aku adalah anak pemilik Akademi. Dan aku sudah ada di Akademi sejak kecil. Seharusnya aku bisa bersikap lebih dewasa dan professional daripada Jungha yang baru menempati Akademi selama lima tahun.

Benar. Kau pasti bisa Byun Baekhyun… Kau pasti bisa.

Aku hanya perlu memikirkan satu cara yang bisa membuat Hyerin mengatakan kebenaran, dan Kyungsoo juga dengan terpaksa akan—tunggu dulu. Mereka saling mengenal bukan? Akan sangat heboh jika seisi sekolah tahu tentang ini.

Dan juga, dari apa yang aku dengar, Hyerin adalah murid terpintar di sekolah ini. Dan dia sangat membenci orang-orang yang berusaha menyainginya. Kurasa…

Ah! Benar! Ini bisa jadi ancamanku untuknya!

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Jungha’s Eyes…

“Ayolah Jungha-ya. Ini satu-satunya cara supaya dia mau bicara.”

Aku menutup telingaku rapat-rapat. Tidak mau mendengar satu kata pun yang Baekhyun ucapkan.

Jika tidak dengan cara ini dia tidak akan mau bicara apapun. Dan tugas kita akan gagal. Kau mau tidak lulus ujian??

“Cukup!” bentakku kesal membuat Baekhyun segera diam

“Aku tidak mau menggunakan cara curang seperti ini. Itu sama saja dengan kita membuat hidupnya berada dalam ancaman. Dan kita akan di diskualifikasi dari ujian. Kau mau huh?”

Seongsaengnim tidak akan tahu jika kau tidak memberitahunya.” ucap Baekhyun

Neo michyeoseo!? Lalu bagaimana jika Eomma mu tahu huh? Kau mau aku di bantai hidup-hidup olehnya?!”

Ssstt kau jangan berisik Jungha-ya. Kan ada aku, Eomma pasti tidak akan memarahimu. Ya ya ya? Jebalyo.”

Shireo! Maldo andwae! Ancam saja dia sendiri kalau kau mau!”

Arrachi. Tapi kau harus janji untuk tidak memberitahu seongsaengnim.”

Aku menatap Baekhyun tak percaya. Berulang kali aku satu kelompok dengan nya, dan aku tidak tahu jika Ia bisa berani menggunakan ancaman. Padahal sudah jelas Ia melanggar—oh ayolah, dia anak pemilik Akademi, tidak akan ada hal buruk yang bisa menimpanya jika Ia ketahuan.

Arra. Asal jangan kau ungkit aku jika kau ketahuan.” tandasku

Deal.”

Deal.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Lee Hyerin!”

Hyerin mengehentikan langkahnya, dan berbalik. Memandang namja yang sekarang berlari kecil menghampirinya.

Mwo?”

Baekhyun mengatur nafasnya, kemudian Ia menatap Hyerin.

“Aku mau bicara.”

“Bicara saja.”

“Ku dengar kau selalu ada di rangking pertama sekolah ini. Benar kah?”

Hyerin menyernyit.

“Ini tidak ada hubungan nya dengan masalah yang kita seharusnya bicarakan.” ucap Hyerin singkat

“Aku tahu. Aku hanya mencoba bicara tentang hal lain padamu.”

Hyerin diam. Yeoja itu mulai melangkah lagi, membuat Baekhyun dengan cepat menyusul langkahnya.

“Katanya kau tidak suka jika ada yang berusaha menyaingi nilaimu, benarkah?”

Hyerin terus berjalan, mengabaikan namja itu.

“Aku yakin ucapanku benar.” ucap Baekhyun membuat Hyerin menghentikan langkahnya.

“Lalu kenapa?” ucap Hyerin

Baekhyun tersenyum.

“Aku mau memberimu penawaran.”

“Penawaran apa?”

“Kau jawab pertanyaanku, nanti setelah itu aku jawab pertanyaanmu. Bagaimana?”

Shireo.” ucap Hyerin singkat

“Jika kau tidak setuju,” Hyerin menghentikan langkahnya, memandang Baekhyun yang sekarang tampak memandang lapangan kosong di depan nya.

“Aku akan rebut gelar juara pertamamu.”

“Apa kau sedang mengancamku?” ucap Hyerin, tertawa sinis.

“Ya. Aku mengancammu.” sahut Baekhyun tegas

Hyerin tampak berpikir, tapi kemudian yeoja itu mendongakkan wajahnya memandang Baekhyun masih dengan tatapan dingin khas miliknya.

“Silakan saja. Kita lihat apa murid pertukaran bisa menyaingiku.” ucap Hyerin singkat sambil kemudian melangkah meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun membuka telapak tangan nya, memandang Elf mungil yang sedari tadi mendengar ucapan nya.

“Bagaimana tadi? Menurutmu dia akan takut?”

Elf mungil itu menggeleng.

“Jadi dia tidak akan takut?”

Anggukan kecil dari Elf itu membuat Baekhyun segera berdecak kesal. Ia memandang ke arah Hyerin yang sudah berjalan menjauh.

“Aku harus bagaimana supaya dia mau bicara…” gumam Baekhyun

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku tidak tahu jika kau masih berani mengikutiku. Sudah ku katakan untuk berhenti mengikutiku?”

Langkah Jungha terhenti. Dan sekarang yeoja itu tersenyum tipis memandang ke arah namja jangkung di depan nya.

“Aku tidak mengikutimu, aku hanya memastikan bahwa kau akan aman.” ucap Jungha ringan

“Aman? Hah. Sedari dulu aku sudah menjaga diriku sendiri. Pergilah. Kembalilah ke tempat asalmu.”

“Apa kau tidak merasa sedikitpun penasaran tentang alasanku mengikutimu terus?” ucap Jungha kesal karena sikap dingin dan cuek namja di hadapan nya.

“Tidak tertarik. Aku sudah bisa hidup lebih manusiawi disini.”

“Tidak ingin hidup bersama orang-orang yang sama seperti kita? Tidakkah kau takut kekuatanmu akan berkurang jika kau terlalu lama berada di tempat ini?” ucap Jungha

“Tidak.”

Jungha memutar bola matanya kesal.

“Park Chanyeol. Kau harus ikut denganku ke Akademi. Tidak mau tahu apa kau suka atau tidak. Kau tidak seharusnya ada disini. Dan kau harus aku bawa. Tidak boleh ada penolakan.” ucap Jungha akhirnya

Chanyeol menyernyit memandang yeoja di hadapan nya, tidak mengerti kenapa yeoja itu bisa bicara begitu terus terang padahal sudah jelas Chanyeol tidak akan mau.

“Aku tidak mau.” ucap Chanyeol

“Untuk apa kau terus ada disini huh!? Kau juga tidak menyukai manusia, tidak punya keluarga! Ish!”

Ucapan Jungha langsung membuat Chanyeol terdiam. Yeoja itu segera sadar pada perubahan yang terjadi pada Chanyeol.

“Aku tidak bisa ikut. Walaupun aku sangat ingin ikut kesana, aku tidak bisa.” ucap Chanyeol membuat Jungha kini bingung pada perubahan cara bicara namja itu.

“Maksudmu? Apa kau menyukai manusia disini? Atau kau punya urusan lain?”

“Aku… Aku harus menjaga seseorang disini. Jika aku pergi, dia mungkin akan terjebak dalam bahaya. Aku tidak mau membuatnya berada dalam bahaya.” ucap Chanyeol segera mengirimkan lebih banyak lagi pertanyaan di benak Jungha.

“Jadi kau suka pada manusia? Begitu?”

“Aku tidak menyukai manusia. Aku… hanya merasa bersalah pada seseorang. Dan aku rasa aku harus bertanggung jawab pada kehidupan nya. Memastikan dia akan aman. Itu saja. Jebal, jangan paksa aku untuk ikut bersama kalian, aku tidak bisa.” ucap Chanyeol.

Namja itu kemudian melangkah meninggalkan Jungha yang masih berdiri tak percaya. Tidak mengerti pada maksud yang di katakan Chanyeol, juga tidak mengerti masalah apa yang membuat namja itu berkeras tidak ingin pergi dari bumi.

Aish… Kurasa aku harus menggunakan ancaman yang sama seperti yang Baekhyun gunakan…”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hyerin,”

Hyerin mendongak, menyernyit memandang Jungha yang tiba-tiba saja menyapanya. Tidak seperti biasanya saat mereka saling mengabaikan.

Mwo?”

“Apa kau sudah bertemu rekanku?”

Nugu? Namja penguntit itu? Sudah. Kenapa? Kau mau mengancamku seperti caranya mengancamku juga? Silakan saja. Aku tidak takut. Aku tidak peduli pada ancaman bodoh murid pertukaran seperti kalian.”

Jungha mengerjap cepat. Ia paham jika Hyerin salah menangkap maksud ucapan nya. Yeoja itu dengan cepat berusaha mengoreksi kalimatnya.

“Bukan itu maksudku, aku mau berta—”

“Aku tidak mau bicara padamu. Atau pada rekanmu itu.” tandas Hyerin membuat Jungha berdecak kesal.

“Baiklah. Kalau begitu aku juga akan merebut gelarmu itu.” ucap Jungha ketus

Hyerin hanya menoleh sedikit, yeoja itu kembali memandang keluar kelas, dan memasang headphone nya. Tampak mulai sibuk dengan dunianya sendiri.

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Jungha’s Eyes…

“Siapa yang bisa mengerjakan soal ini?”

Nan!”

Tentu saja Hyerin akan mengacung. Dia bergerak maju, dan mengerjakan soal di papan dengan cepat. Ku akui dia memang terlihat sangat pintar, walaupun kelakuan nya itu sangatlah menyebalkan.

“Bagus sekali Hyerin.” ucap seongsaengnim

“Aku bisa mengerjakan nya dengan cara yang lebih simpel seongsaengnim!”

Ah. Ya. Sunmi juga mulai terlihat menonjol di kelas. Sepertinya dia berniat untuk merebut gelar juara pertama.

“Benarkah? Coba maju nak.”

Aku bisa melihat jelas tatapan kebencian Hyerin, tapi yeoja itu dengan pasrah duduk di tempatnya. Memperhatikan dengan sangat teliti setiap tulisan yang Sunmi buat.

“Wah. Benar-benar cara yang simpel. Bagus sekali nak.” ucap seongsaengnim, menulis sesuatu di lembar absensinya.

Jelas Sunmi mendapat poin tambahan.

“Kita akan lihat siapa yang akan jadi juara pertama kelas kita untuk bulan ini.” ucapku pelan, aku tahu Hyerin mendengarku, dan Ia sekarang pasti sedang menatapku dengan sangat tajam.

Seongsaengnim, bukankah ada cara yang lebih simpel dari itu?” ucapku sambil mengacungkan tangan.

Persaingan ini akan jadi berat untuk Hyerin.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Hyerin tidak tampak baik akhir-akhir ini…”

“Ya, dia tidak pernah tidur di kelas, dan selalu berkutat dengan buku…”

“Tidakkah kau lihat dia jadi tambah pucat? Sepertinya dia sangat kaget karena kepintaran Sunmi yang mendadak itu.”

“Bukan hanya Sunmi. Murid pertukaran itu juga.”

“Oh. Geurae, sepertinya mereka berdua juga berusaha merebut juara pertama.”

“Kau sudah dengar soal murid pertukaran yang ada di kelas lain itu?”

Namja keren itu? Memangnya dia kenapa?”

“Ku dengar dia juga sangat pintar di kelasnya!”

Whoah. Sepertinya Hyerin punya banyak saingan untuk semester ini.”

Gumaman sangat pelan itu bahkan bisa ku tangkap saat aku masih di luar kelas. Hyerin pasti sudah ada di dalam kelas, seperti biasanya. Aku melangkah masuk. Tatapanku langsung tertuju pada Hyerin. Ia tampak sangat serius mencoret-coret bukunya.

Aku sekali lagi melemparkan pandanganku ke arah Hyerin. Ia tampak memandang ke arah Sunmi, dengan tatapan penuh kebencian khas miliknya. Ia meremas kertas coretan yang ada di tangan kirinya. Lalu Ia kembali fokus pada bukunya.

Kurasa seperti itu lah sifat asli Hyerin. Keras seperti batu. Tidak ingin di saingi oleh siapapun. Kurasa Ia benar-benar bersemangat untuk mengalahkan Sunmi. Berulang kali Ia dan Sunmi berdebat hanya karena sebuah soal di papan. Dan waktu pelajaran kami habis hanya karena satu soal itu.

Aku tidak merasa jika Hyerin menganggapku saingan beratnya, kurasa Ia dan Sunmi sudah punya masalah sebelum ini. Sepertinya, mereka sudah lama bermusuhan. Dan dari pemikiran logis yang Hyerin kemarin pikirkan, Ia tidak menganggapku maupun Baekhyun sebagai saingan beratnya karena kami hanyalah murid pertukaran pelajar.

Dan nilai baik kami tidak akan terlalu berpengaruh baginya. Sebenarnya pemikiran nya benar juga, entah kenapa aku masih berusaha untuk menyainginya di kelas, mungkin karena di Akademi aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk bersaing sedikitpun.

“Kau tidak bisa begitu saja menyilangkan persamaan vektor ini!” bantah Hyerin

“Kenapa tidak? Persamaan itu bisa di sederhanakan dengan cara ini.” ucap Sunmi tak mau kalah

“Vektor punya atura—”

Omo!”

“Astaga!”

“Apa yang terjadi pada Hyerin?”

Ucapan Hyerin terhenti. Ia segera menutupi hidungnya. Dengan jelas kami semua melihat darah mengalir keluar dari hidung yeoja itu.

“Aku izin ke toilet seongsaengnim.” ucap Hyerin cepat, Ia segera berlari keluar kelas

Sunmi lah yang tampak sangat senang akan apa yang terjadi. Ia tampak tersenyum, seolah hal ini lah yang Ia harapkan dari Hyerin.

Tapi aku merasa panik. Kenapa Ia jadi seperti itu? Apa Ia benar-benar belajar nonstop?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Aku melangkah cepat ke UKS saat bel panjang tanda pelajaran berakhir berbunyi. Tapi langkahku segera tersendat karena ada Baekhyun di depan kelas. Oh ya, beberapa hari ini Ia sering ada di kelas kami hanya untuk menunjukkan kepintaran nya di depan yeojayeoja di kelas dan membuat Hyerin berulang kali lebih kesal.

“Kau mau kemana?” ucap Baekhyun

“Sesuatu yang gawat terjadi pada Hyerin.” ucapku membuat Baekhyun terbelalak

Mwo?”

Tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun, aku segera melangkah ke UKS. Aku tahu Baekhyun mengikutiku, dan Ia pasti sangat penasaran pada keadaan yeoja yang merupakan jalan utama Baekhyun untuk bisa mendekati targetnya itu.

Langkah kami terhenti saat aku melihat Chanyeol di ujung koridor UKS. Ia tampak mengintip ke dalam UKS, beberapa kali, raut wajahnya tampak sangat khawatir. Beberapa saat Ia berdiri disana, sampai aku melihat—

“Kenapa dia kesana?” gumam Baekhyun saat targetnya berjalan masuk ke dalam UKS. Melihat masuknya namja itu ke dalam UKS, Chanyeol segera melangkah pergi. Seolah menghindari namja itu.

“Dia targetmu kan?” ucap Baekhyun

“Ya. Dan targetmu juga ada di UKS. Ayo cepat, seperti nya mereka berdua ada hubungan nya dengan Hyerin.” ucapku, menarik lengan Baekhyun untuk segera melangkah ke UKS.

Baekhyun menyentuh punggung tanganku tanpa ku komando. Dan aku bisa mendengarkan apa yang dua orang—Hyerin dan target Baekhyun—itu bicarakan.

“…belajar terlalu keras?”

Ani.”

“Lalu bagaimana bisa sampai begini?”

Nan gwenchana.”

“Kau sudah makan?”

Tidak ada sahutan.

“Hyerin? Apa Appa mu masih seperti dulu?”

Hening selama beberapa saat.

“Nan gwenchana. Kembalilah ke kelasmu sebelum ada yang melihat.”

Tsk, ini, makanlah. Aku yakin kau belum makan seharian.”

Shireo. Aku akan makan nanti.”

“Nanti? Kapan? Kau mau menunggu tubuhmu pingsan? Hyerin-ah, apa kau tidak pernah berkaca? Jadi seperti apa sekarang tubuhmu? Bagaimana bisa kau tidak peduli pada keadaanmu huh?”

Nada bicara namja itu terdengar marah. Dan Hyerin hanya menyahutinya dengan erangan pelan.

Nan jinjja gwenchana. Kau selalu menganggapku seperti anak kecil.”

Namja bernama Kyungsoo itu menghela nafas panjang.

“Melihat keadaanmu seperti ini membuatku merasa bersalah Hyerin-ah…”

“Untuk apa? Kau tidak salah apa-apa.”

“Karena aku kau jadi harus—”

“Aku ingin istirahat Kyungsoo-ah. Jebal.”

Hening sebentar.

Arraseo. Kau harus makan ini oh? Aku kembali dulu ke kelas.” ucap Kyungsoo dan hanya di sahuti Hyerin dengan gumaman pelan.

Ankylophsyra…”

Baekhyun sudah hafal begitu banyak spelling. Dan sangat mudah baginya untuk melafalkan kata-kata itu demi keselamatan kami. Seperti sekarang saat Ia membuat kami tidak terlihat ketika Kyungsoo berjalan keluar UKS.

“Kurasa dia sudah baik-baik saja.” ucapku pada Baekhyun

Baekhyun tampak terdiam. Membuatku iseng berusaha menembus pikiran nya.

…jika dia sakit bagaimana? Aish… Tapi ini bukan salahku. Aku mengancamnya supaya dia mau bicara, lagipula, dia lebih kesal pada teman sekelasnya itu kan?…

“Kau benar. Dia tidak kesal sama sekali pada kita. Dia kesal pada Sunmi.” ucapku membuat Baekhyun berdecak.

“Tukang intip pikiran.” ledeknya

“Terjadi begitu saja, aku tidak berniat mengusik pikiranmu,” sanggahku

Ia hanya memutar bola matanya, kemudian menghela nafas pelan.

“Aku tetap khawatir.” ucapnya

“Ayolah, sejak kapan anak manja sepertimu bisa khawatir pada keadaan orang lain huh? Kurasa orang-orang akan kaget karena perubahanmu selama beberapa hari di bumi.” godaku membuat Baekhyun terkekeh pelan.

“Kau bicara apa? Aku bilang aku hanya khawatir. Itu saja. Tidak berarti aku berubah,” ucapnya mengelak

“Lalu? Kenapa kau khawatir padanya?” ucapku

“Karena dia sepertinya ada hubungan nya dengan target kita.”

Aku dan Baekhyun sama-sama tersadar pada kebetulan yang aneh ini. Bagaimana bisa Hyerin mengenal dua orang itu? Padahal sikap mereka seolah menunjukkan mereka tidak saling mengenal?

Apa ada sesuatu yang pernah terjadi di antara mereka?

“Kurasa… Ini saat nya kita mengguna—”

Chronopshyra.” ucap Baekhyun memotongku

“Benar.”

“Tapi bukankah mesin itu hanya ada di Akademi? Apa kita perlu membawa Hyerin ke Akademi?”

Aku menggeleng.

“Tidak bisa. Kau tahu kan pengamanan di Akademi itu seperti apa? Kita bisa langsung di kenakan poin.”

“Tidak ada cara lain. Harus dengan alat itu.”

Aku segera memutar otakku.

“Tapi, jika membawa Hyerin ke Akademi, itu artinya kita harus menceritakan semuanya padanya? Tentang jati diri kita? Dan tentang tujuan kita untuk meminta bantuan nya? Iya kan?”

“Dan kita harus jelaskan bahwa kita akan melihat semua yang terjadi di masa lalunya.” ucap Baekhyun

Aku terdiam. Membayangkan seorang manusia seperti Hyerin untuk tahu tentang keberadaan kami saja sudah membuatku merinding, dan sekarang Ia harus tahu segalanya tentang kami, baru kami bisa mendapatkan bantuan darinya.

“Tenang saja, aku akan urus itu, kau urus saja Akademi. Kau kan lebih pintar bicara pada mereka.” ucap Baekhyun

Mwo? Ya! Kau tahu kan seperti apa mereka yang menjaga Chronophsyra?” ucapku terbelalak

Baekhyun tersenyum lebar, lalu menepuk puncak kepalaku beberapa kali.

“Kau kan mengenal Sehun.” ucapnya membuatku segera teringat

“Oh. Kau benar! Baiklah. Aku yang urus Akademi. Kau urus Hyerin.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hyerin masuk ke kelas. Ia membolos dua pelajaran setelah kejadian tadi. Dan seperti biasanya, Ia tampak tenang. Seolah tidak terjadi apapun sebelum itu. Mengingat aku harus mengurus keadaan di Akademi sekarang membuatku tahu jika aku harus meninggalkan sekolah ini selama beberapa waktu.

Neo gwenchana?” tanyaku pada Hyerin, walaupun aku tidak ingin terlihat terlalu akrab dengan nya, tetap saja, dia teman semejaku untuk sementara ini, dan juga, dia akan membantuku, jadi, kurasa aku harus peduli pada keadaan nya.

Hyerin hanya menanggapi dengan anggukan samar. Wajah Hyerin masih tampak pucat, dan tanpa sadar, aku jadi memperhatikan Hyerin. Hyerin beberapa senti lebih tinggi dariku, tapi tubuhnya sangat kurus, dan kulitnya juga pucat. Itulah kenapa Ia terlihat semakin aneh dengan rambutnya yang berwarna sangat kontras.

Dan juga, Hyerin selalu menggerai rambutnya, membuatnya terlihat seperti tipikal gadis nakal. Di Akademi, murid setipe Hyerin mungkin sudah terkena hukuman berat. Sayangnya dia ada di dunia manusia, dan karena kepintaran nya, seongsaengnim pasti berpikir dua kali untuk berani menegur Hyerin.

Dan mengingat bahwa dia akan segera masuk ke dalam Chronopshyra, membuatku membayangkan, seperti apa sosok Hyerin di masa lalu. Apakah dia sudah jadi seperti ini sejak dulu? Atau tidak? Jika dia dulu tidak seperti ini, apa alasan yang membuatnya jadi seperti ini?

“Kenapa kau memandangku terus?” tanya Hyerin membuatku tersadar

Ani. Gwenchana.” ucapku sambil kemudian fokus pada bukuku

Apa keadaan Hyerin sekarang ada hubungan nya dengan targetku dan Baekhyun? Ah. Sekarang aku jadi tidak sabar untuk bisa mengintip masa lalu Hyerin.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Keadaan Hyerin semakin hari semakin buruk. Sekarang yeoja itu sama sekali tidak pernah tidur di sekolah. Dan tidak makan atau minum apapun. Dia terlihat sangat pucat. Terutama karena penampilan nya terlihat semakin acak-acakkan.

Ujian juga semakin dekat, dan persaingan nilai di kelas kami jadi semakin menakutkan. Terutama bagi murid lain yang tidak pernah melihat Hyerin mengerjakan soal di papan tulis dengan cara yang kejam—karena Ia terus mematahankan kapur saat berhenti menulis, membuatku dan mungkin beberapa yang lain nya, yakin jika yeoja itu sangat emosi saat mengerjakan soal.

Juga, aku tidak bisa menghitung Sunmi sebagai saingan yang ringan bagi Hyerin. Entah karena apa, seongsaengnim sering meminta Sunmi untuk mengerjakan soal, dan menolak Hyerin.

Karena Hyerin terlalu sering mengambil semua soal selama ini? Seongsaengnim bahkan memintaku untuk mengerjakan walaupun sebenarnya aku tidak mau—bukan karena Hyerin, tapi karena aku terlalu sibuk untuk memikirkan kata-kata yang akan aku ucapkan nanti saat aku muncul di Akademi.

Keadaan Hyerin yang berubah drastis, juga karena Baekhyun yang masih dengan kekanak-kanakkan nya berusaha menyaingi pamor Hyerin hanya dengan cara memamerkan kepintaran nya yang menurutku sangat tidak sinkron.

Tentu saja kami punya tingkat intelegensi yang jauh lebih tinggi daripada manusia biasa. Aku menghitung masuk Hyerin dalam kategori manusia biasa disini walaupun Ia memang sangat jenius. Tapi tetap saja, rasanya sangat kekanak-kanakkan ketika Baekhyun terus bersikap seperti itu dan… menurutku malah memperparah keadaan Hyerin.

Ini sudah keterlaluan.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Baekhyun. Kita harus bicara.” ucapku di satu hari, menarik Baekhyun dari kerumunan yeoja yang tadinya tengah di ajari Baekhyun, entah sejak kapan Ia jadi tutor dadakan di kelas ini.

Mwo?” ucapnya saat aku sudah menariknya cukup jauh dari kelas

“Tidak bisakah kau hentikan tindakanmu itu?” ucapku

“Maksudmu?”

“Jangan ke kelasku lagi. Jangan jadi sok pintar lagi. Kau hanya akan membuat Hyerin marah. Kita membutuhkan bantuan nya, ingat?”

“Aku tahu. Aku hanya mau membuktikan ucapanku padanya.” ucap Baekhyun

Tsk. Kau sama sekali tidak mengerti!” ucapku marah, dengan segera aku menyentuh bahu Baekhyun, Ia akan bisa mendengar pikiran Hyerin yang beberapa hari ini aku dengar.

Kenapa semuanya begitu tiba-tiba seperti ini?

Aku tidak suka saat banyak orang berusaha merebut posisiku. Aku tidak suka!

Sunmi, Jungha, dan namja itu Semuanya begitu membencikan. Kenapa mereka semua berusaha merebut posisiku? Apa mereka pikir empat orang akan bisa jadi posisi yang pertama di sekolah?

Jika salah satu di antara mereka bisa mengalahkankuBagaimana?

Aku masih bisa di sini kan?

“Apa maksudmu?” ucap Baekhyun membuat ku tersadar dan tidak lagi mengirimkan pikiran Hyerin padanya.

“Kau memperparah keadaan nya. Apa kau tidak lihat keadaan Hyerin seperti apa? Dia sudah seperti orang penyakitan!” ucapku kesal setengah mati

Baekhyun diam.

Aku hanya ingin dia memperhatikan bahwa aku ada Bukan mengabaikanku

“Tidak seperti ini caranya Baekhyun. Kau tidak harus membuatnya marah untuk membuatnya memperhatikanmu.” ucapku berusaha menjaga nada bicaraku.

Baekhyun mendongak, lalu mengalihkan pandangan nya. Aku mengerti Baekhyun sangat tidak terbiasa untuk tidak di perhatikan. Karena nyatanya di Akademi dia adalah orang paling berpengaruh.

Anak pemilik Akademi, dan tidak ada satu orangpun berani macam-macam padanya. Dan secara otomatis semua keinginan Baekhyun pasti terpenuhi dengan mudah. Termasuk jika Ia ingin diperhatikan. Walaupun disini, nyatanya Ia masih mendapatkan banyak perhatian, aku tidak mengerti kenapa ketidak pedulian Hyerin pada keberadaan nya membuat Baekhyun begitu terusik.

Karena Ia selama ini selalu di perhatikan? Dan Ia tidak bisa menerima jika ada satu orang yang tidak peduli padanya? Dan apa hal itu bisa di jadikan Baekhyun sebagai alasan untuk membuat keadaan Hyerin semakin parah.

Lagipula, jika Baekhyun mengatakan bahwa Hyerin tidak memperhatikan nya, Ia jelas salah. Yeoja itu selalu berpikir marah saat melihat Baekhyun muncul. Bukankah itu salah satu bukti bahwa Ia memperhatikan bahwa Baekhyun ad—tunggu. Apa perhatian yang di maksud oleh Baekhyun bukanlah perhatian yang aku maksud?

“Baekhyun, apa kau menyuka—”

“Tidak. Aku akan kembali ke kelas. Beberapa hari lagi kita mulai ujian, dan aku harus dapatkan posisi pertama. Dan juga, aku akan bicara pada Hyerin tentang rencana kita, setelah ujian sebaiknya kita siap-siap berangkat.” ucap Baekhyun memotong ucapanku

Apa Ia paham tentang apa yang aku mau bicarakan? Atau mood nya berubah karena aku terdiam terlalu lama dan jelas sangat tampak berpikir tentang keadaan nya sekarang?

Aish… Sekarang aku punya masalah baru.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Sudah beberapa hari ini Baekhyun tidak muncul di kelas Hyerin. Dan hal ini membuat Jungha panik, berpikir jika Baekhyun marah pada perkataan nya.

Tanpa yeoja itu tahu, Baekhyun sebenarnya ingin memperhatikan reaksi Hyerin saat Ia tidak muncul. Tapi, seperti yang Baekhyun duga, yeoja itu tampak seolah tidak ada yang berubah. Ekspresi yeoja itu sama saja. Seolah ketidak munculan Baekhyun selama beberapa hari, maupun kemunculan namja itu selama jam istirahat di kelasnya tidak pernah terjadi.

Dan sekarang, Baekhyun tengah memandang diam yeoja yang tengah sibuk dengan bukunya. Diam-diam namja itu menghela nafas panjang.

“Apa iya aku membuat keadaan nya tambah parah…” gumam Baekhyun, memperhatikan Hyerin yang sekarang menutup bukunya, dan tampak memejamkan mata.

Tampak jelas yeoja itu kelelahan. Tapi Hyerin kembali membuka matanya, dan mengusap-usap pipinya, seolah berusaha menghilangkan kelelahan yang terlihat jelas di wajah yeoja itu.

“Aku harap Hyerin yang jadi posisi pertama.”

Geurae, rasanya kasihan saat Hyerin belajar sampai seperti itu,”

Hm, lagipula, Sunmi kan selama ini selalu ada di bawah Hyerin, tidak mungkin dia bisa mengalahkan Hyerin.”

“Benar. Jika Hyerin ada di posisi pertama, dia pasti tidak akan belajar sampai seperti ini lagi.”

“Ah, ya, dan mungkin setelah ini dia bisa memikirkan sedikit keadaan kulitnya, lihat? Wajah Hyerin kusut sekali, aigoo, untung saja aku tidak seperti Hyerin yang mati-matian berusaha mendapatkan nilai sempurna, aku pasti tidak akan punya waktu untuk merawat kulitku.”

Ya! Kau bicara begitu, lihat saja badan Hyerin, kau pikir dia kurus kering begitu bukan karena terus belajar? Dia pasti sangat jarang makan.”

“Oh! Geurae geurae! Apa sebaiknya kita buat perayaan jika nanti Hyerin dapat posisi pertama? Kekeke~”

Sstt, shikeuro. Sudah ayo, sebentar lagi bel masuk.”

Baekhyun memandang diam tiga orang yeoja yang tadi sibuk bicara soal Hyerin. Dan sekarang sudah melangkah masuk ke dalam kelasnya. Membuat tatapan Baekhyun kembali tertuju pada Hyerin.

Namja itu terkesiap saat nyatanya Hyerin tengah menatap ke arahnya. Baekhyun segera mengalihkan pandangan nya, dan memutuskan untuk beranjak dari kelas itu. Beberapa langkah menjauh, Baekhyun memutar badan nya, dan sedikit menjorokkan badan nya untuk melihat Hyerin.

Namja itu terpaksa menelan kekecewaan saat nyatanya Hyerin sudah tidak memandang ke arahnya. Yeoja itu malah menunduk dan fokus pada bukunya.

“Mungkin tadi dia tidak melihat ke arahku. Aku saja yang berharap dia melihatku. Ish…” gumam Baekhyun sambil tersenyum kecut.

Bagi namja itu, rasanya aneh saat Ia tidak bisa mendapatkan perhatian dari manusia di bumi ketika Ia bahkan mendapatkan banyak perhatian dari bangsanya di Akademi. Bagi namja itu, sikap dingin Hyerin berhasil membuatnya frustasi dan sangat ingin yeoja itu memperhatikan nya.

Tapi seolah Hyerin adalah manusia pertama yang di ciptakan untuk tidak memperhatikan keberadaan Baekhyun, yeoja itu tidak pernah sedikitpun memperhatikan keberadaan Baekhyun, bahkan nama namja itu saja Hyerin tidak tahu.

Kembali, hal itu membuat Baekhyun semakin frustasi. Kenapa yeoja itu tidak mau memperhatikan nya? Kenapa yeoja itu tidak mau menganggapnya ada? Kenapa yeoja itu tidak takut sedikitpun pada ancamannya?

Dan seperti bertanya pada batu, pertanyaan Baekhyun itu seolah tidak akan pernah menemukan jawaban. Karena sampai beberapa hari selama Baekhyun muncul di hidup yeoja itu dan berusaha mendapatkan perhatian nya, selama itu juga lah yeoja itu sama sekali tidak terpengaruh oleh keberadaan nya.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Dari sini kita berpisah, nanti temui aku jika kau sudah dapat tanggal pasti kapan Chronopshyra nya bisa di pakai. Mengerti?” ucap Baekhyun

“Bukannya seharusnya aku yang bilang begitu?”

“Maksudmu?”

“Temui aku jika Hyerin sudah mau menolong kita.” ucap Jungha

Baekhyun tampak berpikir, lalu mengangguk-angguk.

“Benar. Aku akan mengabarimu jika nanti Hyerin mau membantu kita.” ucapnya mengulang sebagian pernyataan Jungha.

“Baekhyun.”

“Ya?”

“Kau tidak marah kan?”

“Soal apa?” ucapnya, menyernyit bingung.

“Perkataanku hari itu,”

Baekhyun tersenyum tipis, lalu menggeleng.

Ani. Gwenchana, sudah sana berangkat.” ucap Baekhyun

“Jangan mengancam Hyerin lagi, mengerti?”

Nan arraseo.” ucap Baekhyun

“Baiklah. Aku berangkat, annyeong.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku penasaran tentang siapa yang akan jadi peringkat pertama di sekolah.”

Langkah Hyerin terhenti. Ia memandang Baekhyun yang berdiri tak jauh di depannya, bersandar di tembok, memandang lurus ke depan dan bicara seolah tak ada Hyerin di sana padahal nyatanya namja itu bicara pada Hyerin.

“Kau tidak terlihat di kelas beberapa hari ini.” ucap Hyerin berhasil membuat sikap cuek Baekhyun berubah.

Tanpa bisa menyembunyikan kekagetan nya, Baekhyun sedikit terlonjak, dan langsung melangkah mendatangi Hyerin.

“Kau tahu aku tidak muncul di kelasmu?” tanyanya

Hyerin memandang namja itu.

“Tentu saja. Tidak ada yang berisik di kelas, aku merasa lebih tenang saat belajar.” ucap Hyerin dengan nada sinis, namun entah mengapa berhasil membuat senyum muncul di wajah Baekhyun.

“Aku kira kau tidak pernah memperhatikan keberadaanku.” ucap Baekhyun pelan

“Siapa bilang aku tidak memperhatikan keberadaanmu? Suara bernada tinggimu itu sangat mengganggu pendengaran.” ucap Hyerin

Baekhyun tertawa pelan, tapi kemudian tawa namja itu hilang, dan bergantikan dengan wajah serius.

“Hyerin, aku ingin bicara.” ucap Baekhyun

“Bicara apa?”

Eum, keundae, bisa kita tidak membicarakan nya di sini?”

Hyerin menyernyit, yeoja itu melangkah meninggalkan Baekhyun, membuat Baekhyun dengan cepat menyusul langkah yeoja itu.

Ya! Hyerin! Lee Hyerin!”

Seolah tak mendengarm Hyerin masih melangkah, dan dengan tak sabar, Baekhyun menarik lengan yeoja itu.

“Kau pikir kau mau pergi kemana huh?” ucap Baekhyun

“Mencari tempat untuk bicara.” Hyerin berucap, yeoja itu memandang tangan Baekhyun yang ada di lengan nya, membuat Baekhyun dengan segera melepaskan cekalannya.

“Tidak usah bicara jauh-jauh, disini saja.” ucap Baekhyun berusaha mengalihkan perhatian Hyerin

Arra.” ucap Hyerin sambil kemudian duduk di depan salah satu kelas

Dengan kaku Baekhyun mengikuti yeoja itu, duduk di bangku yang sama, tapi berjauhan dari tempat Hyerin duduk.

“Kau mau bicara apa?” ucap Hyerin membuat Baekhyun tersadar dari lamunan nya

Eng, soal… permintaan tolongku,” ucap Baekhyun

“Oh. Jadi kau mau menjawabku sekarang?”

“Nde?”

“Kenapa kau sangat ingin tahu apa aku punya teman atau tidak? Apa hubungan nya denganmu? Kenapa harus aku yang kau tanyai? Masalah apa yang akan kau bicarakan dengan nya?”

Baekhyun tertawa pelan.

“Kau benar-benar pintar, bisa mengingat pertanyaan itu dengan sempurna.” ucap Baekhyun

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.”

Baekhyun terdiam sebentar. Sampai akhirnya namja itu memberanikan diri untuk bicara setelah Ia berulang kali meyakinkan dirinya.

“Aku sangat butuh bantuanmu. Aku… semua masalah ini ada hubungan nya denganmu, dan aku hanya bisa minta tolong padamu.”

“Masalah apa? Apa hubungan nya denganmu? Apa yang membuat masalah itu berhubungan denganku?”

Baekhyun menyernyit. Tampak berpikir lagi. Tak lama, Baekhyun mendengar suara tawa pelan Hyerin.

“Kau bahkan belum menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang sebelumnya. Dan pertanyaan yang sekarang juga belum kau jawab. Apa kau benar-benar akan bicara jujur?” ucap Hyerin sambil kemudian berdiri, dan melangkah pergi.

Baekhyun memandang yeoja itu, sampai akhirnya namja itu kehilangan kontrolnya untuk menahan diri dan menyusun kata-kata.

“Kau mengenal Kyungsoo dan Chanyeol bukan?” ucap Baekhyun berhasil membuat langkah Hyerin terhenti.

Yeoja itu berbalik, memandang Baekhyun.

“Memangnya kenapa?”

“Mereka berdua sama sepertiku, dan seperti Jungha juga. Mereka bukan manusia. Kami adalah Aviopshyra. Manusia yang punya kelainan genetik. Dan kami tidak seharusnya ada disini, ada Akademi yang khusus di buat untuk bangsa kami. Dan aku maupun Jungha, harus membawa dua orang itu ke Akademi tempat kami berasal, supaya mereka bisa hidup seperti Aviopshyra lain nya.”

Baekhyun memperhatikan ekspresi Hyerin. Namja itu menyernyit bingung saat melihat sudut bibir Hyerin sedikit terangkat membentuk senyuman, lalu yeoja itu kembali menunjukkan raut dingin nya, dan melangkah mendekati Baekhyun.

“Lalu?” tanya Hyerin sambil duduk di bangku tempat Ia tadi awalnya duduk.

“Kebanyakan manusia yang tahu jika kami berbeda, menganggap kami sebagai sesuatu yang harus di musnahkan. Jadi mereka menciptakan Aviatopshyra, yang bekerja untuk memusnahkan bangsa kami. Itu juga jadi ancaman bagi Kyungsoo dan Chanyeol jika mereka tetap ada disini.”

“Hmm… Apa hubungan nya semua yang kau ucapkan itu dengan ku?”

“Apa kau pernah tahu kejadian penghancuran kota empat tahun lalu?” tanya Baekhyun, dan di jawab dengan anggukan pelan oleh Hyerin. Yeoja itu tampak ragu-ragu untuk mengangguk.

“Di hari itu, ada banyak kesalah pahaman di bangsa kami. Dan di hari itu, salah seorang pimpinan Aviopshyra, menghancurkan kota. Dan membuat pandangan semua orang jadi negatif terhadap keberadaan kami.”

“Apa kau bicara soal Ayah Kyungsoo?”

Baekhyun tersentak. Ia memandang yeoja itu tak percaya.

“Kau tahu?”

“Ya. Aku tahu Kyungsoo bukan manusia. Aku hanya tidak tahu dia makhluk apa. Apa kau bicara soal Ayah Kyungsoo? Beliau yang empat tahun lalu membuat kota ini rusak, kata Kyungsoo, Ayahnya marah karena di tipu oleh bangsanya.” ucap Hyerin

“Kami tidak menipu Ayah Kyungsoo… Dia—”

“Aku tidak mengerti soal hal itu. Dan sebaiknya jangan kau jelaskan. Jelaskan saja kenapa kau meminta bantuanku.” potong Hyerin cepat

“Aku meminta bantuanmu karena kau mengenal Kyungsoo, dan karena… di hari itu, mungkin ada orang yang berpikir jika hancurnya kota itu bukanlah hal yang buruk.”

Hyerin menyernyit bingung.

“Aku tidak mengerti.” ucapnya

Baekhyun menghela nafas panjang.

“Aku membutuhkan bantuanmu karena aku memerlukan ingatanmu. Tentang kejadian selama empat tahun ini. Supaya aku dan Jungha bisa membuat Kyungsoo dan Chanyeol ikut bersama kami. Sudah jelas?”

Hyerin mengangguk pelan.

“Jadi, aku sudah menjelaskan nya, sekarang, aku jelaskan masalah utamanya.”

“Apa itu?”

“Tidak semua orang berpikir jika kejadian empat tahun lalu itu adalah kejadian bagus. Dan di antara beberapa orang yang masih sangat mengingat jelas kejadian itu, ada satu orang yang pasti menilai kejadian itu sebagai hal yang bagus,”

“Siapa?”

“Temanmu. Dia teman dekatmu. Dan juga dekat dengan Kyungsoo. Jungha melihat di pikiran Kyungsoo, dan tahu jika Kyungsoo selalu memikirkan temanmu itu, dan Kyungsoo bilang hanya temanmu itu yang berpikir jika keberadaan mereka adalah sebuah keajaiban.”

Hyerin diam. Memandang kosong ke arah lantai, membuat Baekhyun memandang yeoja itu khawatir.

Neo gwenchana?”

“Jadi, kau membutuhkan ingatan temanku itu untuk membuat Kyungsoo ikut bersama kalian?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Advertisements

81 Comments Add yours

  1. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  2. Unni~
    Agak kurang ngga ngerti sama jalan ceritannya><
    Trus, waktu diawal awal itu aku rada bingung, soalnya banyak nemu kata 'yeoja'
    Kalo, aku boleh saran,.. mending jangan kebanyakan kata yeoja, trus jangan diulang ulang pemakaian kayanya..
    *cuma saran aja~~


    Keep write!
    화이팅!

    Liked by 1 person

    1. Typoo…
      *…trus jangan diulang ulang pemakaian katanya..*

      Liked by 1 person

    2. IRISH says:

      Wkwkw iya ini ff lama soaln dan aku masih agak males ngebein nyaa huahahahah thanks yaaa

      Like

    3. IRISH says:

      Masya allah typo semua -_- ff lama ini, aku jd msh agak males buat ngebetain, begitu, nanti chap 3 kuusahain ngebeta dulu

      Liked by 1 person

      1. Bhak :”v typo lagi itu~

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Gapapa typonya masih manusiawi :v

        Liked by 1 person

      3. Unni~
        Ntar malem update nggak?

        Liked by 1 person

      4. IRISH says:

        Ya ampun semalem ku ketiduran hiks iya aku updateee~~ XD

        Like

  3. min yoonmi says:

    kakak~ ^^)/

    Liked by 2 people

    1. IRISH says:

      Yoonmiiii :v

      Like

      1. min yoonmi says:

        aku lupa mau komen apa ._.

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        …….akumah apa atuh cuma butiran debu yang nunggu komenmu :’)

        Like

  4. suretodream says:

    Aviopshyra it apa????
    Aviatopshyra it apa?
    Trs baekhyun sm hyerin baklan ada cinta lokasi gk??

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hayoloh apa itu :’v iya kubikin cilok eh cinlok hahahaha

      Like

      1. suretodream says:

        eeeheeeiii kita nanya malah ditanya balik, ya udah kalo gitu buat si baek makan cilok aj :3

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        XD kalo jawabannya ada di next chap gimana doongg wkwwkwk cilookk buset dah cilookk

        Like

  5. tyazputri says:

    jadi penasaran sama masa lalu hyerin,dan sosok sahabat yg ada dipikiran kyungsoo dan hyerin.
    apa sahabat hyerin itu mati saat kejadian 4 tahun lalu???

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehe iya sahabatnya ilang intinya ._. Begitu/? Btw nama kamu kek nama temenkuuu :’ kujadi plesbek

      Like

      1. tyazputri says:

        ilang ya?? kirain mati
        duh nama pasaran…. hahahahaha

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        XD iya ilang wkwk duh sampe aku spoiler disini wkwkwk

        Like

  6. heahunie3107 says:

    Hallo irish ini keren aku sampai bingung mau komen apa, apa sehun akan muncul next part. Temen hyerin udah meninggalkan, dan ada hubungannya dengan kejadian 4th lalu. Orang yg ingin di jaga Chanyeol adalah hyerin. Asyik di kelilingi orang ganteng. Aku juga mau. Hyerin keras kepala banget namun tangguh. Baekhyun belum sadar kalau ada rasa ketertarikan sama hyerin, jungah juga berjuang dengan pulang ke akademi. Ini keren…. Next aku tunggu…

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Haloooooo XD wkwkwkwk temennya itu ilaangg nanti kuceritain gimana dia bisa ilang hahahaha iya asik hyerin tp dia kek gitu orangnyaa~ thanks komennya ya{}

      Like

  7. shinersb says:

    Ku tak tau harus komen apa. Tapi kutunggu nextnya!!♡

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Yuhuuu XD thanks yaa

      Like

  8. heyitsbii says:

    Waakksss… btw biarkan aku ngakak dulu kakkk… XD kak irish tau, saking panjangnya chap ini sampe 2 hari aku bacanya, trs dibaca sambil makan. Gilaakkk ini beneran 7000 kata ? Demi apa panjang bet sumpah XD tapi gaapa lahhh… lagian critanya gak bikin nyesel juga kok…

    Awalnya aku agak gapaham sama chap ini. Trs lama kelamaan akhirnya inget deehhh apa aja yg udah kejadi di chap 1. Daaannnnn…. gua kesel sama kyung sama hyerin juga. Oh tambah lagi baek. Kyung sama bapaknya mah salah pahaammm… hyerin juga. Kolot banget jadi orang. Sumpah gaya gaya hyerin itu ngejek banget. Yg diresekin anak tapi wajahnya tenang aja. Rambut merah, baju press body. YaAllah, kalo disekolah ada modelan hyerin di sklh udah pasti gabakal aku jadiin temen. Baek samaan. Plis deehhh pengen banget gua teriak diwajahnya “plis baek gua tau lu cogan awaw,wajah imut badai. Tapi plis gausah gengsian gitu laahhhh…. lu itu suka sama hyerin njiirr. Sama perasaan ndiri aja gapeka-_-” eiyaaa… temen hyerin itu ilang ato mati ato gimana ? Apa ilangnya gara2 dia inget kejadian 4 taun lalu, jadi kayak disedot gituu…
    Hyerin marah yaa grgr tau kalo baek cuma mau pikirannya temen hyerin ?

    Btw eh gila… gak kerasa komenku panjang bet. Bisa2 ngalahin panjang fanficnya XD

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iya aku niat banget bikin yang panjang, dendam sama yang sering minta dipanjangin next thor kulelah hayati ndak kuat /apasih/ XD wkwkwk sampe 2 hari duileh lain kali pendek deh serius wkwk ini aslinya 2 chap kujadiin 1 soalnya udah setengah bulan dia ku cuekin hahahahahaha
      Hyerin pas jadi songong ya XD wkwkwkwkwk aduh kyungsoo itu juga jaim jaim XD pengen kulempar aja XD wkwkwwk baek mah sukanya jaim biar keren XD wkwkwk temennya? XD nanti aku jelasin dia ilangnya kenapa huahahahahahaha di sedot XD kek sedotan aja disedot XD wkwkwk
      ya ampun iya nyaingin ficlet inih komennya XD

      Like

      1. heyitsbii says:

        Haha XD tuhkan bener feelingku. Ini kayaknya 2 chap jadi satu. Iyaa… biasanya kan gitu di fanfic fantasy, jadi kalo ada yg inget sama suatu kejadian, ntar disedot. Kek model”an ufo gituu…

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Wkwkwkwkwkwk XD abisnya aku terlalu semangat publish wkwk duh liat aja ntar temennya itu kenapa/? XD

        Like

      3. heyitsbii says:

        Okeehhh… XD

        Liked by 1 person

  9. Nurnie says:

    Puas bcanya eonni !!
    Msihh pnsarann sma chanyeol, app yg mw d.jaga sm chan si hyerin yaa ??
    Truss hyerin mw ikut k.akadmi gc yaa ???

    Nextt . Lnjuttt truss 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD chanyeol kenapa chanyeol XD wkwkwkwk puas lah ini puanjaang wkwkwk thanks yaa

      Like

  10. zhafi says:

    hollllaaaaaaaaaaaaa aku suka banget ,,, penuh teka teki …..
    Aviopshyra apa rish ,, aku nyari di goigle g ada / itu berhubungn dengan mitologi yunani ya???
    Chaniiiii ,,,, melindungi hyerinnn,,,
    Wahhh aku penasaran bangett sama kejadian 4 tahun lalu & seolmi,,,,

    Kutunggu next chap nyaaa,,,

    Huwaaaa irishhh OML kapan di publish ???

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD gak ada emang di gugel aku bikin istilah sendiri loh XD hebat malah kalo ada di gugel XD wkwkwkwk enggak nanti yang berhubungan itu yang makhluk-makhluk lain, tapi dikit doang keknya wkwk thanks yaa, sabar OML nya dalam proses XD

      Like

      1. zhafi says:

        wkkkkkk iya benr2 ni orang hahahaahhaaa ,,,,, XD di google yang keluar malah ff mu hahhaaa ,,,,
        Ni chap panjang banget rishhh udah gitu tbc pula wkwkwkwkwkkwk
        Aku sampe membatin kapan nih selesaii ,,, kyaknya si irish emng sengaja buat yang panjangg wkwkwkk

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Loh serius aku emang mengarang bebas wkwk XD eh gayaaa ff ku masuk gugel yes /bangga/ wkwk XD iya ini aslinya 2 chap kujadiin satu aja sekalian wkwk XD aku lagi bersemangat sama ff main cast baek soalnya huahaha

        Like

      3. zhafi says:

        wuhaaaahhaaahahhh
        Cucok binggo deh dapet temen yang punya bias sama haahhaahhah wkwkwkkw ,,,, aku tambah semangat baca ff mu hahahha

        Mana ff nya fantasy semua ,,,
        Ohhhh aku suka banget ,,,, apalagi kalo karakter si baek ituuu yang coolllll wkwkwk

        Liked by 1 person

      4. IRISH says:

        XD enth kenapa cabe/? Selalu ngegodain aku sama lirikan dan senyum sama suaranya yg husky wkwkwkwkwk jadi aku suka membayangkan dia jadi makhluk2 aneh huahahahahaha XD

        Like

  11. myze says:

    irish wp pribadi km apa namanya?

    Liked by 1 person

  12. zhafi says:

    yaampunnn si cabee ,,, emang bener2 //wkwkwk//
    Iya bener2 XD

    ”wajahmu mengalihkan duniaku”
    hahahahahh
    Senyumnyaa yang err 😉 tingkahnya yang super hiperaktif itu loh haahhahahaaahhhaaa
    Dan auranya saat nyayi 😉
    Wkwkwkwkwkkwkwkw

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha iya makanya aku betah demen sama si cabe wkwk abisnya dia lucu XD
      Kalo nyanyi mukanya serius ;_;

      Like

  13. kirito says:

    Uwaaaaa keren kak ya ampun suka banget sama dream wkwkkw… next chapter kak jangan lama” ya!!! Fighting!!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hueeee XD soalnya puanjang ya? Wkwkwkwkwk XD thanks komennyaa

      Like

  14. PINGKUnakw says:

    waduhhh si baekhyun mah jangan deket-deket ama hyerin ah, aku nya dikemanain/?
    eh si seolmi seolmi ta sapa gitu siapa sih? jangan-jangan aku lagi/?
    oke lanjutkan lagi kak! fighting! PINGKUnakw selalu disisimu. kkkkk 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hayoloh kamunya dikemanain XD akupun gak mengerti/? wkwkwkwkwk XD iya seolmii~~ hayoloh dia siapa ya XD
      thankseuuu ;*

      Like

  15. Aihara says:

    Jangan-jangan teman Hyerin yang dimaksud Baekhyun itu yang selama ini Hyerin cari dan bahkan sampe ngebuat dia merasa bersalah banget?
    Hyerin tuh aneh ya, unik gitu, jadi penasaran sama dia~

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD huahahaha siapa ya siapa XD wkwkk

      Like

  16. myze says:

    q br ingat cp cow yg nampar hyeri di chapter 1 pacarnya sunmi?!?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Wah tokoh yg kamu tanyain ini tokoh gapenting disini ._.

      Like

  17. sehunwife says:

    Kasian hyerin harus nginget2 seolmi, padahal dia udh nyoba ngubah rasa bersalahnya. gangerti emang seolmi kemana sih?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hyerin gabisa lupa sama sahabatnya yang ilang XD wkwkwkwkwk dia illaannggg

      Like

  18. anggunrania says:

    wait… aku mau tanya jungha itu cewek ya, aku kira dia itu cowok loh selama ini hahaha

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      jungha itu ceweeee buakakak XD

      Like

  19. ziuziu says:

    Aduh nama istilah nya aneh aneh dan lagu enak baca kesendat gara2 gabisa baca istilah nya itu hahaa
    aku sih bingung bingung tapi ngerti (bhaqqq apaan ini)
    ya intinya hyerin kyungsoo chanyeol seolmi itu saling berhubungan di masa lalu. aku sih yakin banget sama seolmi yg nganggap keberadaan makhluk kyk baek jungha itu keajaiban. tapi kalo sekira nya tebakan aku salah jan di ketawain ya hahah

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Buahahahha istilahnya kenapa sih ah XD wkwkwkwkwkwwkk iyep, bener, intinya mereka saling berhubungan XD wkwkwkwkw thanks yaa

      Like

  20. Baby Tippa says:

    riiiiiiisssssshhhh aaahhh kebiasaan deh buat cerita yg bikin gregetan sendiri sampe dibuat penasaran mulu,tuh otak dibuat dimana sih berbagi ilmu dong mau ngisi blog nih hahhahaha 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD buakakkakakaka harus gitu kak biar ttp ada yang baca ceritanya XD

      Like

  21. Jadi yang dijaga chanyeol itu si hyerin ato kyungsoo ya
    Sepertinya emang baekhyun harus melihat pikirannya seolmi
    Tapi seolminya kan
    Ckckckckck
    Gimana ya pas hyerin akhirnya cerita nanti jd sedih

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD enaknya siapa yang dijaga wkwkwkwkwk tebak aja coba tebak XD wkwkwkwkw

      Liked by 1 person

      1. Aku aja ya yg dijagain *eh,hahahaha

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        XD ini gombalan 2016

        Liked by 1 person

  22. ByunWind says:

    Makhluk apa itu? Aviopshyra?? kaya nama latin tumbuh2an ya 😀 Ko bisa dapat ide istilah begituan yak?? hahaha…

    Aq masih belum paham Baekhyun punya keistimewaan apa sih disini? Di chapter 1 kayanya disebut klo Baek bisa melihat apa yg akan dilakukan seseorang (bener gk ya?) Tapi kayanya sangat jarang di gunakan ya sama Baek? Justru Jungha yg lebih menonjol sama kekuatan baca pikirannya. Klo Baek punya kekuatan bisa melihat masa lalu seseorang yang dia sentuh keren kali ya? Klo melihat masa depan kan gk mungkin. hahaha…

    Apa chanyeol yg menyembunyikan sahabatnya Hyerin? karena itu chanyeol merasa bersalah sama hyerin? Aah.. entah lah.. baca next chap dulu aah….

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      nama tumbuhan kan monokotil sama dikotil itu kan ya? XD wkwkwkwkwkwkwk
      entahlah keistimewaan baekhyun adalah karena dia itu baekhyun? XD wkwkwkwkwkwwk
      chanyeol itu gausah dipertanyakan, idup dia aja udah mencurigakan XD

      Like

  23. KimIsti says:

    Sumpah. Ni crita bikin otak ku bisa encer. Wahahahahaha…… aku suka bgt

    Like

  24. denia says:

    Tetep yabaekhyun sifat kekanakannya nggak berubah

    Like

  25. kaitoarbii says:

    ini baek jdimakhluk apa sih??
    lanjut baca aja deh yaa..

    Like

  26. PNhd_RV says:

    Aku greeegeeettttt…….sumpahhhhh…..kayanya hyerin punya masalah yg dia simpen rapat”. Nah itu, trs kayanya baek suka ya.. sama hyerin *sambil senyum evil punya hunhun*

    Like

  27. KiranaXo says:

    mungkin yg di maksud baekhyun itu seolmi yak emang, mereka berempat punya ingatan ug penting di masa lalu wahhh

    Like

    1. IRISH says:

      XD buakakakakakak enaknya siapa yang dia maksud

      Like

  28. Eliza says:

    Timely & beautiful. Thank yoaL“.ustly there is the level of our soul and this what is truly driving us. The agenda of the soul is help us to awaken and it is helping us interact with others to create situations that make us see. On the level of soul even the worst adversaries are co-operating and communicating with each other in loving kindness. No matter what.”I know this to be true. I love & trust the agenda of the soul.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s