Mistake Chapter 4

mistake 2nd

 

Title: Mistake Chapter 4

Genre: Romance,School Life,Sad,Friendship

Cast: Byun Baekhyun aka Baekhyun EXO

Kim Jongdae aka Chen EXO

Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Yousi aka Yousi (OC)

Sub. Cast: Jung Chan Rian aka Hanri (OC)

Kim Jongin aka Kai EXO

Oh Hayoung aka Hayoung Apink

Kim Jommyeon aka Suho EXO

Zhang Yi Xing aka Lay EXO

Jin Ran Kan aka Ran (OC)

Wang Xia Ji aka Xia (OC)

Daneun dan Hara (OC)

Rating: Teen

Length: Chaptered

Disclaimer: ini ff murni hasil pemikiran saya dan ide saya yang muncul secara tiba-tiba. Jadi kalau ada kesalahan sedikit, mohon diperbaikki ya chingu ^_^

Summary: Aku telah membuat kesalahan yaitu menyukai seorang namja yang tak seharusnya aku sukai.
Bagaimana ini?

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Preview:
Mistake Chapter 4

 

Yousi POV

Aku melangkahkan kakiku malas menuju kelas, entah kenapa badanku sangat tidak enak hari ini. Mungkin karena kemarin, saat makan malam. Disaat aku makan malam dengan hening dan nikmat tiba-tiba eonmmaku berteriak dari arah dapur dan mengatakan nasi yang aku makan adalah nasi yang basi.

Aku segera membuang makananku itu. Seketika juga perutku terasa mulas dan kembung hinggah sekarang. Untung, aku tidak terlalu banyak buang air. Hanya saja perutku yang masih mulas dan terasa kembung.

“Annyeong” sapaku kepada teman-temanku yang masih mengobrol pagi, mereka pun membalas sapaanku. Aku segera berjalan menuju tempat dudukku, aku terhenyak seketika.

Chen! Kenapa Ia masih duduk di tempatnya Xia?

“YA! Chen! Kenapa kau masih duduk disitu?!” marahku kepada Chen sambil duduk di kursiku. Chen menoleh kepadaku.

“Memangnya salah? Bahkan Xia saja tidak marah kalau aku duduk disini” balas Chen polos.
Memang sih, mana mungkin Xia berani mengelak permintaan Chen. Toh, Xia kan fangirl berat Chen.

Aku menghela nafas malas, tidak ada gunanya juga aku marah pagi-pagi. Malah, akan menambah mulas perutku.
Aku menopang daguku masih memikirkan tentang pemberian Sehun kemarin. Aku tidak boleh menerima pemberiannya Cuma-Cuma. Aku menghembuskan nafas pelan dengan mengumpulkan keberanian. Sebab yang duduk di sebelah Sehun adalah Baekhyun.

Aku berjalan menuju tempat duduk Sehun. keringat mulai membanjiri wajahku. Kenapa aku jadi tiba-tiba gugup begini ya? Memangnya siapa itu Baekhyun? Kenapa aku harus gugup dengannya. Mana mungkin Ia akan memarahiku?
Langkahku semakin mendekat ke arah tempat duduk Sehun. dan..

Kenapa kakiku tiba-tiba berbelok arah menuju tempat duduk Joha? Padahal sebenarnya tujuanku, pergi ke tempat duduk Sehun.

“Wahh, Yousi. Kenapa bisa kau kesini?” Tanya Joha kepadaku. Sohyun yang duduk di samping Joha pun menatapku dengan penuh tanda Tanya.

“Engg, aku aku. Mau Tanya, cara menggambar not balok itu bagaimana? Kau tahu kan Joha, kau sangat mahir menggambar not balok” tanyaku sambil menggaruk leherku.

“Astaga Yousi, hal segampang itu kau tidak tahu?!” ucap Joha sedikit histeris.

“Ya sudalah” aku berjalan meninggalkan meja Joha. Sempatnya aku masih mendengar Sohyun berkata, ‘dia aneh’
Aku kembali duduk di tempat dudukku. Kalau seandainya Xia yang duduk di sebelahku, pasti aku akan mendapat informasi terupdate di sekolahku ini. Bukan seperti Chen yang terus focus belajar.

“Yousi” panggil Chen. Aku menoleh kepadanya malas, kenapa guru tidak tahu masuk-masuk sih sejak kemarin? Padahal hari ini, ada 2 jam pelajaran Bahasa Korea. Oh ya, aku lupa! hari ini, hari Sabtu yang berarti aku akan jalan bersama Chen ke halte Myeongdam! Sial!

“Aku menjemputmu dimana?” Tanya Chen kepadaku.

“Err, kau jemput saja di halte depan sekolah. Aku akan menunggu disana” ucapku, daripada kuberitahu alamat rumahku yang membuatnya kebingungan.

“Baiklah” balas Chen dengan singkat. Aneh, biasanya dia selalu minta jawaban yang bertele-tele dan harus lengkap.
Mana Xia duduk lagi bersama Hayoung. Mereka Nampak asyik bercerita, apakah Xia akan lupa kalau aku adalah temannya?

^^^^^^^^^^^^^^^

Tak terasa pelajaran telah selesai, aku dengan cepat berjalan kaki menuju ke rumah. Aku harus menunggu Chen di halte depan sekolah lebih awal. Soalnya latihan di rumahnya Ran jam 4 sore, sedangkan sekarang sudah jam setengah dua siang. Jam sangatlah cepat, aku harus bergerak cepat juga.

Sesampainya dirumah, aku langsung bergegas menuju kamar. Beristirahat sejenak sekitar 30 menit, lalu aku bergegas mandi. Setelah itu, aku makan siang. Syukurlah, eonmma sudah memasak makan siang. Meskipun masih tertinggal di panci, tapi aku bisa merasakan makanannya masih hangat.

Segera saja, kusendok nasi dan yukgaejang yang ada dalam panci dan mulai makan dengan lahap dan terburu-buru pastinya.

Aku mengecek semua perlengkapan untuk kerja kelompok, termasuk dengan membawa pianika milikku. Aku memakai jaket, karena kurasa hari ini anginnya kencang. Mungkin, sedikit lagi musim salju?

Aku keluar dari rumah, tanpa mengunci pintu. Itu sudah biasa, mana ada pencuri yang mau masuk rumah sesederhana milikku ini. Bahkan sampai para pencuri yang masuk meninggal pun, emas dan harta yang bernilai mahal tidak akan ada dirumahku ini.

Eonmmaku mungkin pulang bekerja sekitar jam 10 malam. Aku tidak tahu apa pekerjaannya, tapi entalah. Kalau aku bertanya, pasti akan dimarahi atau didiami saja. Ayahku sudah meninggal dari 5 tahun lalu, meninggalkan aku dan ibuku sendirian. Setelah itu, masa kecil atau masa laluku hilang dan lenyap dari ingatanku dari sekarang.

Kata ibuku, 2 hari setelah ayahku meninggal. Aku terkena batako yang tidak sengaja jatuh dari atas rumah tetanggaku yang sedang direnovasi, hinggah aku lupa ingatan. Tapi, kata ibuku itu lebih bagus. Masa kecilku tidak enak untuk diingat.

Aku hanya mengingat sebagian dari masa kecilku, termasuk namja yang membantuku itu. Aku rasa aku menyukainya.
Tanpa sadar, aku sudah sampai di halte depan sekolah. Aku duduk di tempat duduk yang telah disediakan, kalau saja Chen tidak datang. Aku akan berangkat sendiri menggunakan bus yang sedari tadi lalu lalang di hadapanku.

Aku mengeluarkan ponselku, karena merasa ada yang menelepon. Ternyata benar, di layar ponselku terpampang jelas nama kontak ‘Chen teman sekelas Yousi’aku langsung saja menjawab panggilannya.

“Annyeong Yousi! Kau dimana?” Tanya Chen dari seberang sana.

“Aku sedang menunggumu selama 10 menit di halte depan sekolah. Kapan kau datang? Kalau tidak, aku naik bus saja” ucapku panjang lebar dengan nada datar yang dilebih-lebihkan.

“An, arrageta. Aku dalam perjalanan” ucap Chen sembari memutuskan panggilannya.

“Yousi?!” aku menoleh ke samping, ke arah sumber suara yang memanggilku. Suara Sehun

“Sehun? kenapa kau bisa ada disini?” Tanyaku dengan sangat keheranan. Sehun selalu muncul secara tiba-tiba, apakah Ia punya kekuatan teleportasi? Bukankah dia jalan sama-sama dengan Kai?

Ataukah Kai menyuruh Ia dan Hayoung juga menunggu di halte depan sekolah?

“Aku disuruh Kai menunggunya di halte depan sekolah, kau pasti menunggu Chen kan?” Jelas Sehun kepadaku.

“Ne, mana Hayoung?” tanyaku kepada Sehun

“Kalau dia, katanya masih bersiap-siap” jawab Sehun.
Aku hanya mengangguk-angguk dan mengembalikan pandanganku ke depan jalan. Aku dan Sehun terlibat dalam keheningan yang sangat lama. Sungguh sangat ganjil.

Oiya! Chen kapan Ia datang? Kalau lama begini bisa-bisa aku naik bus saja.

“Ajjushi!” aku langsung berdiri melambai-lambai kepada bus yang berjalan menuju halte.

“Sehun aku dahulu ya!” aku segera menaikki bus.

“Aku juga!” Sehun buru-buru mengikutiku masuk ke dalam bus.

“Bukannya kau dengan Hayoung sama Kai?” Tanyaku kepaanya.

“Biar mereka berdua jalan sendiri, lagipula kau tahu halte Myeongdam kan? Kai juga tahu” jawab Sehun.
Aku hanya mengangguk mengerti kemudian mengambil tempat duduk dekat jendela. Bus lumayan sepi hanya ada 6 orang penumpang plus aku dan Sehun. sehun mengambil tempat duduk di sebelahku.

“Aku tidak bisa duduk sendiri” Sehun tersenyum kepadaku. Aku hanya merasa kaku dengannya yang hampir sama dengan Chen, sok-sok an akrab.

^^^^^^^^^^^^^

Author POV

“Dimana Sehun?!” Hayoung menggerutu kesal, ketika mendapati halte depan sekolah kosong. Tidak ada Sehun yang tengah menunggu disana.

“Dia itu bodoh atau apa? Kenapa jalannya sendiri? Katanya dia akan menungguku disini?! Apakah Ia sudah jalan sendiri dengan kkam itu? Kalau aku tidak ikut latihan, percuma saja aku dandan secantik ini untuk Baekhyun oppa!” gerutu Hayoung panjang lebar

“Hayoung, Sehun eodiga?” Tanya Kai secara tiba-tiba dan menghampiri Hayoung.

“Jadi, Sehun oppa jalan sendiri?” Hayoung bingung.

“Kau, kenapa Sehun tidak ikut?” Tanya Kai

“Pabbo!” marah Hayoung kesal kepada Kai.

“YA! Kenapa kau bilang aku pabbo?! Jaga perkataanmu ya!” bentak Kai

“Yousi!?” suara teriakkan seseorang sekaligus bel klakson mobil, menghentikan pertengkaran kecil tapi sengit antara Kai dengan Hayoung

“Chen? Kenapa kau ada disini?!” Tanya Kai. sementara Hayoung hanya bingung sendiri, Ia tidak mengenal Chen.

“Aku, menunggu Yousi. Kalian berdua kenapa ada disini?” Tanya Chen balik kepada Kai

“Chen, lebih baik aku menumpang dengan mobilmu saja” Kai dengan cepat membuka pintu mobil Chen dan langsung naik dan duduk tepat di sebelah Chen.

Hayoung hanya mengangakan mulutnya, melihat tingkah Kai. ‘Benar-benar tidak tahu etika’ batin Hayoung

“Hei! Kau tidak mau ikut menumpang?” tawar Kai. sementara Chen masih hanya masa bodoh.

“Hn, baiklah” ucap Hayoung malas dan menaikki mobil Chen.

“Ajjushi ayo jalan, biarkan namja disebelahku ini yang menunjukkan arah” perintah Chen malas. Kenapa niatnya untuk jalan bersama Yousi terkandas?

“Nampaknya, Sehun bersama yeoja rendahan itu. Park Yousi” batin Hayoung sambil menatap keluar jendela mobil.

^^^^^^^^^^^^

Yousi POV

“Kajja, kita sudah sampai” ucapku kepada Sehun. Sehun mengikutiku menuruni bis.

“Biar aku yang bayar, kau belum punya kartunya kan?!” aku bicara kepada Sehun dan segera membalikkan wajahku tanpa memedulikan ekspresinya.

“Ini yang namanya halte Myeongdam” ucapku lagi berlagak seperti penjelas wisata.

Ah! Aku sadar, sedaritadi hanya aku yang berbicara. Aku merasa seperti orang cerewet saja.

“Kau mau bicara apa?” apa ini?! Pertanyaan bodoh yang aku lontarkan kepada Sehun.

Dan aku mulai sadar, seluruh pandangan di halte Myeongdam ini tertuju kepada Sehun. mungkin akan ketampanan Sehun dan gayanya yang cool menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di halte Myeongdam terutama para yeoja.

Aku merasa sebagai kutu pengganggu disini. Mereka menatap Sehun kagum, aku yang merasa aneh.

Aku segera duduk di salah satu tempat yang kosong. Diikuti Sehun yang juga duduk di sebelahku. Aku sedikit kaku, karena Sehun. ia seperti membuatku agak aneh. Tapi tak seperti Baekhyun.

Hei!!!!! Kenapa aku membawa Baekhyun dalam hal ini? Bodoh!

“Kalian ternyata sudah disini terlebih dahulu” tiba-tiba Kai menghampiri aku dan Sehun. bersama Hayoung kemudian Chen yang datang sambil memasukkan tangannya di saku celananya. Dan menatap Sehun tajam kemudian beralih menatapku.

“Oh, ne. aku dan Sehun,tadi naik bus bersama” aku langsung berdiri dari tempat dudukku.

“Heh, Sehun. kau meninggalkanku, saudaramu ini hanya untuk naik bus bersama dia?!” ucap Hayoung secara tiba-tiba dengan nada suara yang dipertinggi. Membuat dalam sekejap, orang-orang yang berada di halte Myeongdam menoleh kepada kami berlima.

Hah?! Yang Hayoung maksud adalah aku? Sehun yang mau mengikutiku naik bus, bukan aku yang memaksanya.

“Kau bisa diam?!!” balas Sehun dengan bentakkan yang keras. Membuat raut wajah Hayoung berubah.

“Dasar, memang kau yeoja suka cari masalah” ledek Kai terhadap Hayoung.

“Daripada kau? Namja hitam yang sok-sok an cool” ejek Hayoung sengit

“Kau Ya!” marah Kai

“YA! Apa apa?” tantang Hayoung

“Tidak bisakah kalian diam!!!!!” marah Sehun lagi. Lagi-lagi kami menjadi pusat perhatian. Aku merasa sebagai pembuat masalah disini.

Kai dan Hayoung saling terdiam.

“Ehm, Yousi. Sebentar saat pulang, aku ingin bicara denganmu” Chen mulai membuka suara dan pasti ada sangkut pautnya dengan aku.

“Ne” jawabku datar.

“KYAAAAAAAA!!!!!!! BAEKHYUN OPPA!!!!!!” tiba-tiba Hayoung berteriak histeris mengagetkan kami berempat.

“Bisakah kau diam?!” kesal Kai

“Mana mungkin, ada yeoja yang diam kalau ada namja cool dihadapannya” jawab Hayoung sinis kepada Kai

“Kau tidak lihat Yousi itu” balas Kai

“Dia itu agak tidak normal” MWOOO???!!! Tidak normal? Mungkin kau! Hanya pergi latihan kelompok pun berdandan dan memakai baju mewah.

“Kapan Ran datang?” Baekhyun menghampiri kami. Aku hanya terpaku menatap wajahnya yang sangat tampan dan menghipnotis diriku seketika, dia merubah warna rambutnya menjadi merah.
Kulitnya yang putih sangat cocok dipadukan dengan jaket dan kaosnya serta celananya yang sangat keren bagi dirinya. Ohlala, Baekhyun memang tampan. Kuakui sekarang!

“Tunggu sebentar lagi dia pasti datang” jawab Kai.

“Umur panjang” sambung Kai dan ternyata benar. Ran sudah datang.

“Kau percaya takhayul? Dasar kampungan” sinis Hayoung terhadap Kai
Sejenak Kai menatap Hayoung tajam seakan ingin menerkamnnya. Begitupun dengan Hayoung.

“Yeoja cerewet!” ejek Kai kesal

“Namja hitam sehitam panci gosong, berhidung pesek yang dipaksa mancung, rambut berwarna coklat yang tidak cocok dengan kulitmu yang hitam ditambah lagi tidak tahu etika kesopanan saat mau menumpang di mobil orang lain” Hayoung balas meledek Kai dan itu membuatku menatapnya bingung, dia dengan cepatnya mendeskripsikan Kai. padahal Ia barusan pindah 2 hari yang lalu.

“Hei?! Apa yang kau maksud?! Daripada kau?! Yeoja yang berdandan dengan make up menor ditambah dengan memakai celana pendek seperti baju tidur ditambah rambut yang sok-sok an di warnai pirang padahal tidak cocok dengan wajahmu yang sangat TUA padahal baru berusia 15 tahun. Bahkan Yoona SNSD lebih menawan daripada kau!!!!” Kai mulai emosi.

Astaga kenapa mereka berdua selalu bertengkar?

“Kajja kita jalan, kalian sudah lengkap kan?” Tanya Ran kepada kami sehinggah mengalihkan Kai dan Hayoung dari pertengkaran mereka.

“Eh, kayaknya Hanri belum datang” aku mulai berbicara

“Hanri belum datang, eodiga?” Tanya Ran

“Mollayo” jawabku pasrah.

“Lebih baik kita jalan, waktuku hanya sedikit” ucap Baekhyun dingin

“Tunggu!!!!!!” teriak Yixing bersama Suho yang berlari sangat cepat menuju kami.

“Ah, kalian lama sekali. Hampir saja kami mau jalan” ucap Kai

“Karena dia, aku juga ikut terlambat” elak Suho sambil menunjuk Yixing

“Dia?! Siapa itu Dia?” penyakit Yixing mulai kambuh. Kami semua hanya bisa menghela nafas pasrah.

“Dia itu kau!” marah Suho karena tidak bisa sabar kalau penyakit amnesia Yixing mulai bereaksi.

“Kau? Mana yang kau? Kau itu aku apa kau? Ya! Kau itu kau!” perkataan Yixing membuat kami semua menggelengkan
kepala secara kompak.

“Ayo jalan, waktuku hanya sedikit” kesal Baekhyun, membuat Suho dan Yixing berhenti dari persengitan mereka.

Aku penasaran, apa yang membuat Baekhyun jadi seperti ini? Memangnya Ia mau kemana hinggah waktunya hanya sedikit?

“Oh, geurae kajja” ucap Ran.

Kami berjalan bersama menuju ke rumah Ran yang tidak jauh dari halte Myeongdam.

^^^^^^^^^^

Author POV

“Ahh! Jinjja! Kenapa mereka lebih dahulu jalan?!”teriak Hanri frustasi

“Aku akan tetap jalan! Demi Baekhyun!!!!!!” Hanri bertekad kemudian berjalan meninggalkan halte Myeongdam.

^^^^^^^^^^^

Yousi POV

Aku berjalan sendiri di belakang. Entah kenapa kakiku lama kelamaan lemas, dibelakangku hanya ada Baekhyun dan Sehun.

Chen berjalan didepanku bersama Kai,di depan mereka ada Suho dan Yixing dan didepannya lagi Ran dengan Hayoung.

Pikiranku seakan kosong, entah kenapa seakan memory masa kecilku memaksa, ingin kembali melekat dipikiranku.


“HEI AWAS!!!!” teriak seorang yeoja berumur sekitar 9 tahun kepada seorang namja yang berumur sama dengannya.
Namja itu tidak menyadari akan batako yang akan jatuh dari lantai atas rumah yang sedang direnovasi.

“Wae?!” Tanya namja itu ketus, yeoja itu segera berlari memeluk namja itu hinggah mereka berdua terjatuh

PAKKK!!!!!!!! Suara benturan keras batako mengenai kepala yeoja itu hinggah berdarah,

“Kau tidak apa-apa, kan?” yeoja kecil itu tersenyum kemudian setelah itu seluruh penglihatannya kabur dan menjadi gelap.

Apakah yeoja kecil itu aku? Lalu namjanya siapa?

“YOUSI!!!!” suara teriakkan Sehun menyadarkanku dari lamunan masa kecilku dan aku sadar bahwa sebuah bus berjalan dengan kecepatan tinggi ke arahku.

TREEEEEEEETTT!!!!!!!! Bunyi klakson bus yang panjang membuatku menutup mataku rapat-rapat, karena bunyinya yang terlalu memecahkan telinga.

Aku masih dalam keadaan utuh dan dengan posisi berdiri dan dihadapanku ada Sehun?! yang tengah memelukku, erat.

Aku melihat dari balik pelukkan Sehun, Baekhyun menatap Sehun dengan tatapan marah. Sedangkan Chen dan yang lainnya, mungkin sudah jalan terlebih dahulu.

Sehun melihatku dan menatapku dengan khawatir. Aku merasa aneh dengannya.

“Kau tidak apa-apa, kan?”

^^^^^^^^^^^^^^^

Huaaaaaaahhh!!!!!!!!! Selesai dahhh ceritanya!!!!! Makin bikin aku gilla!!! (kenapa eror sih -_-)

ini gayanya Hayoung yang mau kerja kelompok:

b5da99eb56403acd179f55ff41fc3ce5

 

Terima kasih sudah mau membaca

Jangan lupa tinggalkan comment

NO siders dan NO plagiarism!!!!!!

Jussseyo ^_^

Advertisements

One Comment Add yours

  1. maya says:

    next eon 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s