(Twoshoot) Periculosa // Dangerous -Final

periculosa edit

Title : Dangerous

Author : Rahay™Kim

Cast : Byun Baek Hyun  as  Byun Baek Hyun

             Han Yi Seul

Support Cast : Ye Rin (G-Friend) | LuHan Xi | Oh SeHun

Length : Twoshoot

Genre : Psychology  ,Crime, Angst , Fantasy , Friendship , Little bit  Romance

Disclaimer : Fanfic ini  hanya fiksi  belaka . Storyline dan alur milik  Author . Semua Cast kepunyaan Tuhan , Ortu dan Entertainment nya masing -masing .  Keburukan Tokoh  dalam Fanfic  hanya Fiktif  dan tidak nyata / Imajinasi  penulis . Berharap baca Cerpen ini baik dan cermat  agar mengerti  alur  cerita nya okay 😉

Author Note : Ada yang nunggu ff abal saya ? Yaudah kalo gak ada gpp -__- .. Maaf late  update karena  ada hal -hal  mendesak  sehingga ff ini  yang udah abal  , terbengkalai pula #curhat #abaikan .

TOLONG  BANGET  BUAT  READERS RCL . Ini  Fanfic  Psikologi saya  yang perdana saya publish . Entah ini  masih  absurd atau malah bukan psikologi sama sekali  entahlah readers -nim-deul yang membaca dan menilai yaa ^^ .

  Jadi , Here are . This  Periculosa ~ aka Dangerous ..

Cr :  Peach Eka  Thanks for amazing poster

Quotes :  Semua nya terlihat baik , Padahal  sesungguh nya semua nya lebih berbahaya  dari  yang  di pikirkan _ Tae  Hyung

^^~Happy  Reading  ~ ^^

Previous

Shot 1 ~

Previous  Shot 1

Baek Hyun terdiam . Yi Seul mengerutkan dahi nya bingung ia kembali teringat dengan seseorang . “Apa maksud mu , Semua nya berlalu begitu cepat ? Byun –ssi”
“Aku benci ketika orang –orang bilang bahwa aku adalah anak tak tahu diri . Padahal , Ibu dan Ayah yang membuangku ke dalam jurang itu . Mereka GILA . Baiklah , aku akan lanjutkan”

Setelah aku tak lolos uji praktikum , Ayah ku mengirim ku ke rumah sakit tepat setelah aku kehilangan seorang gadis yang ku cinta . Dan , kedua orang tua nya menyalahkan ku atas anak gadis nya yang meninggal . Saat yang sama Ibu ku jatuh sakit . Dan , Ketika aku kembali Ibu ku sudah tak ada . Kemudian , Tae Hyung datang kekeluarga ku tanpa izin dari –ku .

“Eung .. Jadi , Tae Hyung itu adalah adik mu ? Ya tuhan , aku baru tau ternyata dunia ini sempit sekali”
Baek Hyun mendecak kesal mendengar kata – kata Yi Seul . Ia memutar bola mata nya dan berbicara dengan intonasi yang jelas dan menekan . “Tae Hyung , A dik Ang kat ku .Mengerti kan Yi Seul -ssi?” Ujar Baek Hyun , Wajah nya mendekat ke wajah Yi Seul . Membuat Yi Seul bergidik ngeri melihat Baek Hyun sekarang ini .
Dan sekarang , Ia tahu siapa yang ada di ingatan nya .Siapa orang yang tadi memenuhi pikiran nya.

 

 

~Periculosa  Final ~

 

Flashback ~

Yi Seul  bergidik ngeri  tatkala ia mendengar  berita -berita  mengejutkan yang ada di TV cafetaria  sebuah rumah sakit itu . “Ya Tuhan , Zaman sekarang sangat mengerikan” gumam Yi Seul seorang diri  membuat nya semakin bergidik karena  hamparan angin musim gugur yang mengusap lembut pipi nya dan membuat rambut hitam nya yang menutupi leher nya  ikut tertiup dan hasil nya rambut nya sedikit  berantakkan .

“Ada apa , Kau bicara sendiri ?” tanya seseorang berjas putih  pada Yi Seul . Ia mengambil posisi duduk  berhadapan dengan Yi Seul menyesap latte nya dan memberikan  segelas moccacino lain nya ke Yi Seul . “Iya” Jawab Yi Seul singkat  seraya ikut menyesap mocca nya .

“Kalau begitu , kau sekarang jadi sama dengan para penghuni di sini” ujar nya di ikuti dengan kekehan pelan khas  diri nya . Yi Seul mengerucutkan bibir nya dan memukul lengan lawan bicara nya itu cukup keras . “Jangan bicara sembarangan , Han” Ujar Y Seul  masih merasa tak terima walau ia tahu lawan bicara nya ini hanya bergurau .

 

Lelaki   bernama   Han   itu  masih meringis kesakitan setelah di pukul cukup keras oleh Yi Seul . “Jadi ,Kenapa kau tadi bicara sendiri ?” tanya Han lagi . “Aku mendengar TV di berita bahwa ada seorang wanita  mati  karena  sebuah racun zat kimia   yang   dapat   membuat  orang meninggal  dengan melumpuhkan  seluruh organ tubuh dalam waktu kurang dari  30 detik .Kejam Bukan ?”

Mendengar  penjelasan Yi Seul , Han hanya menangguk  dan kembali menyesap Latte nya . “Bukan kejam . Menurutku itu lebih mengarah ke hal yang Menakjubkan . Membuat seseorang lumpuh dalam waktu kurang dari setengah menit  dengan reaksi  melumpuhkan organ tubuh , Aku belum pernah mendengar atau pun menemukan kasus seperti itu di  dunia kedokteran selama beberapa tahun ini . Siapa yang membuat zat kimia itu kira-kira?”

Han malah terheran -heran dengan  hal yang Yi Seul ceritakan pada nya . Yi seul menggelengkan kepala nya dan hanya berdecak . “Ku pikir , Hanya orang gila yang dapat membuat nya ,Han . Pasti  Orang itu  sudah terlampau Jenius”

Han  menyenderkan badan nya . “Bukan Jenius , Tapi , Psycho . Dan , Ada seseorang seperti itu”

Yi Seul mengernyitkan dahi nya . Yi Seul mahasiswa Psikologi  dan  ia tahu  apa  arti  tatapan Han .

“Di Sini ?” bisik  Yi Seul . Han mengangguk . Manik Yi Seul  mengedarkan  pandang nya ke sekeliling rumah sakit itu . “Kau tak  perlu tahu , Semua orang di sini  adalah Psycho . dan aku baru saja menemukan   ini .”

Han  memberikan  sebuah  Jepit kupu -kupu berwarna hitam . Fokus Yi seul dari  Han menuju ke jepit itu lagi , lalu kembali  ke Han lagi  yang sudah menyengir menampilkan gigi rapih putih milik nya . “Han, Kupu -Kupu nya cantik . Tapi, mengapa warna hitam seluruh nya ?”

Han menaikkan bahu nya . Ia masih asik betul melihat ekspresi  Yi Seul . “Aku selalu menyukai mu ketika wajah ekspresi mu menjadi  bertanya -tanya” Kata Han .

“Hey, Xi Lu Han!!!”

Mereka berdua sama -sama tertawa  menikmati  hembusan angin musim  gugur yang membelai mereka berdua . Langkah berlari seseorang ke arah mereka . Mereka berdua sama -sama menoleh mendengar  seseorang memanggil nama lengkap Han keras -keras . “Ada apa ?”

“Terjadi keributan di Ruang pasien baru itu”

Kata  lelaki berjas putih yang sama dengan Han dengan nafas yang berburu . Han tak lagi mementingkan Yi Seul yang ada di dekat nya ia langsung bergegas menuju  ruangan yang di maksud dimana keributan terjadi .

Dan Yi Seul mengikuti Han di temani dengan dokter yang memberi tahu berita itu .

“Apa  ada  pasien baru ? Dokter Hoon” tanya Yi Seul  pada dokter berperawakkan tinggi dan berkulit susu itu . Yah , Yi Seul sudah cukup kenal dengan dokter -dokter di rumah sakit ini . Beberapa Pasien juga  mengenal   Yi Seul , Karena  sudah beberapa bulan ini  ia sedang  melaksanakan tugas akhir  kuliah nya untuk  masuk ke semester berikut nya . “Ada, ia baru saja masuk  beberapa hari   lalu . Aku  dengar , Zat Kimia  itu  di temukan di kamar nya”

“Zat Kimia ? Apa maksud mu ?” Tanya Yi Seul  yang masih tak mengerti arah perbincangan Dokter Hoon , Yang ia tanya adalah apa ada pasien baru di rumah sakit ini .

Hun  mengalihkan manik nya ke Yi Seul . “Zat Kimia yang sama yang terkandung di badan seorang wanita  yang tubuh nya melumpuh dalam waktu kurang dari  setengah menit  itu .Itu di temukan oleh Ayah nya sendiri  di kamar  tidur nya . Kata nya juga ia punya ruang sediri untuk  membuat eksperimen nya  itu .”

Mereka kini  tiba  di dekat  kamar pasien baru  itu .

“Bukan nya mayat wanita  itu  di temukan di area  danau  daerah  Buchang -do ? Bagaimana bisa ?”  Sebuah lubang penasaran  memenuhi  benak  Yi Seul . Dokter Hoon membisikkan sesuatu di telinga Yi Seul .

“Di tambah wanita itu adalah Dosen nya dari  Universitas tempat  ia  Kuliah” Imbuh Dokter Hoon  antusias .Mata Yi Seul  membulat  sempurna . ‘Jadi , wanita  itu di  bunuh ?’ hanya pertanyaan itu yang terus terekam di benak  Yi seul . Mereka pun menonton  dari  jauh  dokter Han  yang mulai  masuk  ke dalam  keributan itu .

*

*

 

“Hey ! Kau anak  bajingan ! Gara -Gara kau ! Putri ku mati..” Seorang  lelaki  paruh baya menghajar pipi pasien itu  keras -keras .

Aniyeo !” si pasien menyangkal dan tersenyum sakartis .

“Kau itu  membuat putri ku takut ! Kau pembunuh ! Kau harus nya masuk ke dalam penjara dan Membusuklah di sana!! ” ujar sang wanita paruh baya dengan isakkan tanpa henti .

Dokter Han segera datang dan melindungi pasien nya yang hendak di pukul dengan sebuah bangku kayu  kecil yang ada di ruangan itu . “Hentikkan ! ! Tuan . Ini  tak  akan menyelesaikan masalah” Ujar Han  sebagai  penegah .

“Anak  ini  Pembunuh ! Dia  tak  hanya membunuh  satu  orang , Tapi  Dua orang ! Minggir ! Atau kau yang akan kena” Pria itu  sudah penuh amarah dan emosi  . Sungguh , Ia ingin menghabisi  nyawa pria itu sebagai  ganti  nyawa anak nya  yang mati .

“Tenang dulu , Tuan ! Tuan dan Nyonya  silahkan  Bicarakan ini  dengan ku .” Han masih  berdiri di depan pasien nya dan menahan emosi  sang lelaki  tua itu .

“Dokter  Oh ! panggil  beberapa perawat  dan bawa Baek Hyun  pergi  dari  sini . Taruh dia di ruang Isolasi . Sementara  waktu ”  perintah  dokter Han dengan teriakkan .

“Baiklah ” Dokter Oh  segera  masuk dan membawa Baek Hyun  pergi  dari  ruang  rawat nya .

Dan Pasien  bernama Baek Hyun itu  hanya terdiam dan mengikuti kemana dokter Oh akan membawa nya . Kemana ? Tentu ,Menuju  ruang  isolasi .

Baek  Hyun masih  menatap tajam kedua orang tua itu dan  menghentikkan langkah nya sebentar .

“Ye Rin mati  bukan salah ku  ! Kalian  harus  tahu  itu, Kalian para  orang tua ! ”  Kata Baek Hyun dengan menyunggigkan seringaian nya .

“Tuan  dan Nyonya , Mari  bicara  di  ruangan ku~”

Dokter Han  berjalan menuju  ruangan nya . Yi Seul hanya tersenyum kecil melihat Han . Sungguh , Ia benar -benar  dokter mengagumkan . Tak salah juga , Ia memilih  Han sebagai  kekasih nya .

*

*

*

 

Kini , Baek Hyun  melangkahkan kaki nya keluar  ruang rawat nya di temani dengan Dokter  Oh   Menghindari  pertikaian nya dengan  Orang Tua Ye Rin , Kekasih nya yang meninggal  akibat  Bunuh diri . Tragis  .

Fokus  Yi Seul  langsung teralihkan begitu  Han pergi entah mengapa , Maniknya kembali menangkap sosok yang baru bersama nya . Dokter Hoon yang sudah membawa seorang pasien , Bukan Hoon yang menarik  perhatian nya namun , Pasien yang berada di samping nya . Dan , Yi Seul  bertemu tatap dengan Baek Hyun selama beberapa detik hingga  Baek Hyun melewati  diri nya .

Rasa nya hanya  ada  kekelaman dan misteri  di balik tatapan nya . Entah mengapa , Hawa  sekitar nya berubah  menjadi  terasa begitu  negatif . Hampir sebagian bulu halus di tangannya berdiri .

Seseorang menepuk bahu nya . “Aku  harus mengurus nya dulu , Lain kali  kita  bicara lagi ne ? Han -ssi”  Kata Dokter Hoon seraya memberikan tepukan pelan pada Bahu Yi Seul .Ia memanggil  Yi Seul dengan marga karena  ia  tidak bisa ngomong huruf  ‘S’  dan Yi Seul  hanya ingin sekali lagi melihat tatapan pasien itu . Namun , sayang ia hanya memandang lurus ke depan dan tak menoleh sedikit pun . Untuk pertama kali nya ia melihat tatapan menakutkan itu .

Flashback End ~

*

*

 

Yi  Seul kembali  teringat  dengan  seseorang . Yah , setidak nya  satu orang itu  sukses  kembali  membuat nya untuk  membuka  kenangan itu . Kenangan nya bersama  orang itu . Bersama siapa ? Tentu , orang itu  adalah  Han .

Ia tidak  merasa berterimakasih  pada Baek Hyun . Justru , Ia rasa  dengan  begitu  Sungguh , Ia ingin kembali  menjalankan  niatan jahat nya . Niatan jahat  yang sudah  ia  urungkan dalam beberapa bulan ini . Setidak nya dalam dua musim ini  Yi Seul  tak  pernah lagi  menjalan kan niatan nya itu .

Niatan yang jika ia kerjakan akan menjadi sebuah  pembalasan  dendam  yang  sangat  Kejam  dan  Tragis .

“Aku  Tiba  Han . .”  Yi Seul  tiba  di  sebuah  bukit  dengan  banyak  gundukkan hijau  dan batu  nisan  yang tertanam di setiap  gundukkan itu .

Ia mengelus  batu  nisan  itu  tertera  nama seseorang yang  sangat  berarti  untuk nya . Orang  yang  Ia  cinta  sampai  titik  darah  penghabisan . Orang yang  membuat nya  ingin memasuki  dunia  baru nya  yaitu  Psikologi . Orang yang mengajarkan nya  bahwa  Jiwa  kosong itu  harus  di  isi  dengan  sebuah  cinta  dan kasih  agar  bisa  terus  bertahan .

Orang  itu   adalah  Xi  Lu Han . Rusa  kesayangan nya . Bulir -bulir  lain selain  air mata nya . Mulai  berburu  terjatuh dari  awan  yang   bergemuruh  dan  menggumpal  berwarna  abu -abu  kehitaman . “Maafkan aku , Karena  aku terkadang  melupakan mu ”

Yi Seul  terisak , ia berusaha mengusap nya .  Namun , Ia  tak tahu mana yang air mata  dan mana   yang  air  hujan . Semua nya terasa sama .

“Seharus nya Aku  menolong mu , Waktu  itu . Jika  aku  tak  terlalu  takut  untuk  keluar  dari  persembunyian ku , Jika saja  Hoon  datang lebih  cepat  bersama  polisi  dan  petugas  medis  lain . Aku  sadar , Aku  terlalu  bodoh  Han . Maafkan aku”

Tiba -Tiba seseorang datang dan memayungi  Yi Seul . Kepala Yi Seul  menengadah ke arah orang tersebut .

“Jika di sini lama -lama tak baik , Ayo Ikut dengan ku dan hangatkan badan mu , Saem”

Mendengar  ajakkan  seseorang yang  adalah  murid nya  ia hanya menuruti  dan segera  bangun dan berlalu  dari  tempat itu . Sebelum nya ia sudah menaruh  rangkain bunga penub warna di atas gundukkan tanah itu , Yang adalah  makam Han .

Yi Seul  tiba  di  rumah  pondok  dan  di dalam nya sudah  menyala  perapian  tradisional  dan  Anak murid nya mempersilahkan masuk . “Duduk lah , Saem . Aku  akan  ambilkan baju  ibu ku  sebagai  ganti    bajumu   yang   basah .”

Yi Seul  masih  bingung  siapa  murid nya ini . Karena sudah  beberapa kali  ia di pindah tugaskan ke beberapa sekolah di Seoul . dan beberapa antara nya di daerah luar tak terlalu  jauh dari  Seoul .

“Maaf  merepotkan mu . Tapi , Saem  lupa  kau  siswa  di SMA  mana ?”

“Ahh , Tentu saja saem  Lupa . Aku murid  di SMA  Incheon . Nama ku Park Ji Min . Saem Ingat sekarang ? ”

Yi Seul  mencoba  mengingat . Mulut nya sedikit terbuka setelah beberapa saat tadi  terkatup  rapat . Bak  anak  kecil yang  mendapat  nilai  sempurna . “Teman nya Tae Hyung ? Benar kan ?”

“Ya Ya Kau benar Saem . Mengapa hanya Tae Hyung yang  di ingat .” ujar  Ji Min sedikit kecewa .

“Tapi kan , Tae Hyung itu  terkenal  karena  pembawa masalah . Jangan terlalu  cemburu karena kau  tak dikenal  Ji Min . Apa kau ingin terkenal seperti Tae Hyung karena  hal  buruk ?”

Ji Min hanya menggeleng pelan . “Tidak Saem . Dan kau harus  tahu . Tae Hyung  tak  seburuk  itu . Dan itu adalah BENAR . Setelah  dari SMA Incheon dimana kau  mengajar  sekarang ? ”

Walau begitu , Ji Min tetap membela  sosok Tae Hyung . Yi Seul  mengerti  , Karena  ia pikir  Ji Min teman nya dan ia jauh lebih mengerti Tae Hyung  di banding diri  nya , Yang kata nya guru Bimbingan Konseling tapi  ia malah tak tahu apapun tentang Tae Hyung .

Terhitung Tae Hyung cukup  sering  di panggil  ke ruang guru dan akhir nya di kenai point setelah menolak untuk  berkonsultasi  pada nya selaku  Guru  Bimbingan Konseling sewaktu  ia  mengajar  di sana .

Ji Min memberikan teh hangat pada guru nya itu . Yi Seul  adalah sosok yang  ia  kagumi . Selama  Yi Seul  mengajar  di sana . Dan sekarang ia serasa mendapat  Jackpot  sekarang . Kapan dan di mana lagi  ia akan bertemu dengan guru nya ini .

“Gantilah baju mu , Saem . Kau akan sakit nanti .Aku melihat mu  terdiam di sana selama 1,5 Jam di bawah gerimis dan setengah jam nya di bawah hujan lebat . Aku salut pada mu karena kau tak menggigil sekarang .”

Yi Seul hanya tersenyum kecil . Benar juga apa yang dibilang Ji Min . Bahkan ia tak sadar , sudah selama itu kah ia bersimpuh di makam Han . Yi Seul pun segera  memasuki sebuah kamar setelah di tunjukkan Ji Min untuk berganti pakaian di toilet yang ada di kamar Ibu nya .

*

*

Hujan masih  mengguyur daerah itu . Motor  yang  dikendarai  oleh Tae Hyung tiba -tiba saja mati . Sebetul nya ia berniat  untuk  kembali pulang ke Seoul  karena pasti  sang Kaka akan khawatir  pada nya jika  ia tak pulang .

Ia tak ingin  jika  kejadian itu  terulang lagi . Setidak nya tidak  untuk  yang ketiga kali nya . Bagi nya tinggal  dengan orang yang  sembuh dari  sakit  jiwa itu lebih mengerikan daripada ia tinggal dengan  orang  gila asli .

Ia pun memutuskan  untuk  kembali  ke tempat  yang ia  kunjungi  sebelum nya . Dan dari sana ia  bisa menghubungi  kaka nya karena baterai  ponsel nya lowbat .dan mengatakan gurauan agar  jangan khawatir  pada nya . Ia bahkan ingin bilang jika ia tak mau  kembali  ke rumah itu  karena menakutkan . Ia bisa  bilang  begitu , Jika  ia  punya nyawa  lebih  dari  satu .

Tae Hyung mengetuk rumah pondok itu . Berharap  teman nya ini  mau  menerima nya dalam waktu beberapa jam . Setidak nya hingga hujan lebat ini  berhenti .

“Sebentar ~” teriak seseorang dari  dalam . Tae Hyung bertanya -tanya .

‘Ada apa ? mengapa suara gadis  yang menjawab. Tunggu , Ia tak datang kerumah yang  salah kan ?’

Setidak nya itulah yang  ia pikirkan . Hingga  seseorang membuka engsel pintu  itu dari  dalam . Fokus  Tae Hyung  yang tadi nya santai  berubah menjadi  kaget . Begitu  juga  dengan orang yang membuka pintu .

 

“Tae  Hyung ? Ada apa kau kembali ? Apa ada yang ketinggalan ? ” tanya Ji Min yang sudah berdiri  beberapa  meter  di  belakang pintu .

Tae Hyung  sedikit  menundukkan kepala nya . Sebagai  tanda  hormat mungkin saja . Lalu , segera memasuki  rumah  bersuhu  hangat itu . Cocok  untuk nya  yang hampir  mati  kedinginan .

“Motor ku  mogok  , dan  aku  perlu  mengechas  batere ku  agar  bisa  menghubungi Hyeong ku . Boleh kan ? ”

Ji Min menepuk bahu  Tae Hyung pelan . “Hey ~ Kita teman . Kau jangan khawatir , Bahkan  kau  bisa  menginap  bersama  Yi Seul -Saem . Itupun kalau  kalian  mau . Aku senang  rumah ku menjadi  ramai ” Kata  Ji Min seraya mengedip kan mata nya pada Yi Seul .

Yi Seul pun kembali menutup  pintu  . Mereka pun berkumpul  di ruang tengah  setelah Tae Hyung  berganti  baju  dan  menjemur  jaket nya yang basah di dalam ruangan yang cukup  lebar  untuk ukuran  tiga  orang itu .

Ji Min menatap  kedua  orang   yang  ada di  hadapan nya . “Hey ! Kim Tae Hyung . Kau tak  mengucapkan salam  pada  guru mu ?”

Tae Hyung hanya mendecak . Yi Seul  menyelak pembicaraan mereka . “Tidak perlu , Ji Min -ah . Sekarang aku mengajar  di SMA  nya Tae Hyung yang sekarang . SMA Seoul . Kami  sudah sering bertemu ”

“Han -saem , Benar .”  Tae Hyung  ikut  membantu  Yi Seul  meyakinkan Ji Min . Ji Min memukul  punggung Tae Hyung keras .  “Kenapa , Kau tak bilang ?”

 

“Apa harus ? Jika kau mau minta nomor nya . Orang nya ada  di sini . Minta  saja  sendiri ” Ujar  Tae  Hyung  dingin . Yi Seul  hanya terkekeh kecil  melihat  wajah  Ji Min yang sudah merah  padam . Tae Hyung beranjak dari  ruangan itu  ke kamar Ji Min di mana ia biasa menginap  jika  kaka nya sedang  mengijinkan nya .

“Hei ! Kim Tae Hyung ! Kau berasa  kamar  ku itu  milik  mu saja ~” Ji Min mendecak sebal .

“Aku  tinggal  dulu , Ji Min -ssi . Aku akan membuatkan minuman hangat  untuk Tae Hyung dan Kau .” Yi  Seul  beranjak dan menuju dapur .

“Tidak , Saem . Aku ingin tidur saja , Oh ya . Kusarankan pulang bersama Tae Hyung saja esok pagi . Kau bisa  tidur  di kamar ibu ku .” Ji Min menyarankan karena Huja di luar seperti nya tak akan berhenti  dalam waktu dekat dan  sudah larut malam terlalu bahaya jika seorang gadis  pulang sendirian .

“Bagaimana dengan mu ? Apa ibu mu tak pulang ?” tanya Yi Seul . Ji Min  hanya tersenyum sakartis .

“Ibu ku tak kan pulang malam ini . Dan aku  akan tidur di ruangan rahasia .Selamat Malam ~ Saem”

Ji Min segera  ke lantai atas  di mana ada satu pintu kayu di sana . Dan Ji Min menghilang di balik pintu itu . Yi Seul pun kembali melanjutkan membuat minum untuk  mereka berdua karena tadi  Ji Min menolak .

*

*

Nada sambung  terdengar di seberang telpon . Namun tak  diangkat juga  ia pun di alihkan ke pesan suara .

“Hyeong ? Ini  aku , Tae  Hyung . Maaf , Aku tak bisa pulang sekarang karena di sini hujan lebat  dan motor ku rusak . Jadi , ijin kan aku untuk  menginap di rumah Ji Min ,Nde ?  Aku mohon agar  kau  tak marah . Knock -Yeo”

Mendengar  Tae Hyung  berbicara dengan nada seperti itu  di  telpon , Yi  Seul  yakin  pasti  Tae Hyung menyembunyikan sesuatu  dari nya . Barangkali , Ia bisa  mengetahui sebab Tae Hyung menjadi  anak berandalan .

Yi Seul  mengetuk pelan pintu kamar yang sudah sedikit  terbuka itu . Tae Hyung menoleh . “Aku membawa  teh hangat  untuk mu .”

“Masuklah , Ini kamar nya Ji Min bukan kamar ku . Saem , Kau tak  perlu  sungkan .” Tae Hyung beranjak dan berdiri di depan jendela  ke arah luar .

Yi Seul  memberikan teh nya pada Tae Hyung dan Yi Seul berdiri di samping Tae Hyung ikut menyesap teh nya .  Benar juga kata Ji Min , Tae Hyung tak seburuk yang terlihat  di luaran .

Tae Hyung menyesap  teh nya . Ia tak benci  Yi Seul , Ia hanya  tak suka , hanya itu . Apa sebab nya ? Karena ia tahu suatu hal . Ia tahu niatan buruk Yi Seul . Untuk  itu  ia sangat  menghindari  Yi Seul .

“Saem ? ”

“Ya ?”

“Apa  kau  tahu  aku  adik nya Baek Hyun ?” tanya Tae Hyung

“Ya Aku tahu .”

“Lalu , Bukankah hari  ini  Hyung  pergi  bersama mu ? Mengapa  kau bisa  di sini ?”

“Memang , kami berpisah  setelah makan siang . Karena sahabat nya Chan YEOL  menelpon nya .Dan aku memutuskan  untuk  mengunjungi  seseorang”

Fokus Tae Hyung kini  menatap Yi Seul . “Mengunjungi  kekasih mu ? Yang di atas bukit  sana ?”

Yi Seul  kaget  mendengar  pertanyaan Tae Hyung . “Bagaimana kau tahu ?”

“Aku  tadi  juga dari  atas sana . Mengunjungi  Ayah  dan  Ibu  nya Hyeong . Karena , Hyeong tak  pernah  mau  untuk  mengunjungi nya .”

Yi Seul  mengerutkan kening nya . Ia melihat  sorot mata  Tae Hyung . Yi Seul  tahu  bahwa Tae Hyung sedang  jujur sekarang .

“Dia  Ayah  dan  Ibu mu juga Tae Hyung . Mengapa  ia tidak  mau ?”

Tae Hyung menaikkan bahu nya . ” Hyung bilang , Orang tua  nya jahat . Karena , mengirim nya  ke  rumah  sakit  jiwa  tanpa  sebab  yang  pasti .”

“Lalu , Seperti nya kau sangat menyayangi  orang tua Hyung mu . Kenapa kau  tak mau menggunakan Byun sebagai   nama belakang mu ?”

Tae Hyung tersenyum sakartis . “Tidak -Saem . Aku  tidak  ingin  menjadi bayang  -bayang nya  Baek Hyun  Hyung . dan Mungkin Hyung  tak kan setuju juga  jika aku  menggunakan marga keluarga nya untukku .”

 

Saat  itu   terjadi  kebakaran di  panti  asuhan tempat ku  tinggal . Saat   itu   Ayah nya Baek Hyun Hyung  menjadi  sukarelawan  untuk  memadamkan api  . Ayah nya petugas pemadam saat  itu .

Pada saat  kebakaran   aku  masih   berada  di  ruang  baca panti   asuhan . Dan  Ayah  yang menyelamatkan ku . Ia  bilang  bahwa   aku  mirip  sekali  dengan  anak nya . Dan  ia  bertanya pada ku  .

 ” Siapa namamu , Nak ?”

Aku  tak  dapat menjawab  karena  nafasku  sudah  sesak . Aku hanya  mendengar  ia  berkata

“Mulai  sekarang , Kau  adalah  anakku . Panggil  aku  ayah .”

Setelah  kejadian  itu  , Aku  hidup  bahagia  bersama  Ayah  dan  juga  Ibu  yang mulai  sakit  mungkin karena  memikirkan Hyung  yang  tak  kunjung  kembali  dari  rumah  sakit .

Aku  tak tahu dimana Rumah sakit Hyung di rawat . Ku kira  hanya  rumah sakit  di mana ada orang sakit di sana . Dan , Suatu  pagi . . Aku bertanya  pada ayah

“Ayah , Dimana  rumah  sakit  Hyung  di rawat ?”

“Ia  di  rawat  di  rumah  sakit  khusus . Untuk  mengembalikan  jiwa nya . Tae Hyung  tak  perlu  menanyakan tentang Hyung  lagi , Yang  jelas  ia  tak akan  kembali  dalam  waktu dekat  ini .”

Aku  yang saat  itu  tak  terlalu  memikirkan kata -kata  Ayah  hanya  menurut saja . Sampai  tiba  waktu nya  . Ibu  meninggal  dan  pada  upacara  pemakaman seseorang  datang  dengan senyum nya  yang cerah  dan menawan  .

“Ayah ! Aku  pulang ~”

Ayah  sedikit kaget  melihat  seseorang  yang memanggil nya  ayah  . Aku  sadar , Itulah  orang nya , Hyung ku  yang bernama Byun Baek Hyun .

“Baek Hyun ? Kau sudah baikkan ?”

“Apa  yang  ayah  bicarakan ? Aku  tidak  gila  , Yah . Upacara  pemakaman siapa ini ? Dan siapa  anak  lelaki  itu ?”

“Ibu mu . . Ini  pemakaman Ibu mu , Baek . Dan  ayah  menangkat anak ini  dari  panti  asuhan  yang terbakar .”

“Mwo ? Jadi , Ibu . . Lalu , Apa yang ayah  lakukan sekarang dengan anak itu ? Dengar , Ayah . Hanya aku  Byun Baek Hyun seorang  anak mu . Hanya  aku . Ayah pikir  aku  akan membusuk  di rumah sakit  jiwa  itu ? dan membawa anak  ini  bersama mu .Kembalikan ia  kepanti  sekarang ”

“Tidak . Dia anak ayah . Ayah  yang  akan mengurus nya .Kajja , Tae Hyung -ah”

“Baiklah . Apapun mau  ayah , Terserah . Tapi , Jangan berani -berani  nya kau  menggunakan nama  Byun sebagai  nama belakang mu . Camkan itu . Tae Hyung .”

Sungguh , Tatapan nya saat  itu  tak  pernah  ku lupa .

 

“Itu  sebab nya kah , Kau  tak menggunakan nama belakang mu ?”  Tanya  Yi Seul .

“Nde . .”

“Lalu , Mengapa nada  bicara mu  di telpon  terdengar  bergetar  sekali ? padahal  kau hanya bicara lewat  pesan suara .”

Tae Hyung duduk di atas kasur  dan Yi Seul  duduk di bangku kecil  dekat  kaca .

“Hyung benci  ketika  aku  tak pulang kerumah dan  tak  memberi  nya kabar . Hyung benci ketika  aku  baik -baik saja , Hyung juga benci  ketika  badan ku tak ada luka  sedikit pun . Hyung Benci  saat  aku  membahas  kedua  orang tua nya .”

” Apa  kau  tahu , Tae Hyung . Riwayat  penyakit  jiwa  apa  yang  ia  miliki ?”

Yi Seul  bertanya dengan tatapan menyelidik .

“Aku  tak  mengerti  apa  penyakit nya . Yang jelas  Suasana hati  nya  memiliki perubahan yang ekstrim dan tak menentu setiap  saat . Ia juga  seperti  punya  rasa  kepuasan setelah melukai  diri ku   dengan  apa  saja .”

Yi Seul  tampak berpikir . “Sindrom  Bipolar . Baek Hyun  memiliki nya . Kau  sering di pukuli oleh nya ? mengapa kau  tak  bercerita  pada ku , Tae Hyung ? Jadi , sesungguhnya kau  tak pernah berkelahi begitu?”

“Aku dipukuli  oleh  orang lain  rasa nya lebih baik , Daripada Hyung ku sendiri yang memukuli ku . Rasanya lebih menyakitkan . Aku  tak dapat bercerita pada mu , Aku hanya  tak ingin Hyung menjadi  jelek  di mata  orang lain .”

Jelas Tae Hyung dengan mata yang sudah berkaca-kaca . Tae Hyung menundukkan kepala nya , Ia terisak dalam diam .

Yi Seul  sungguh tak  habis  pikir . Mengapa ia bisa keluar  dari  rumah sakit begitu  cepat . Bipolar nya itu bisa saja membahayakan orang lain . Ia sudah salah menilai Tae Hyung .  Yi seul kini  duduk di samping Tae Hyung dan mengelus pelan punggung lelaki  itu .

Dan seperti nya tekad Yi Seul  sudah bulat untuk kembali  menjalan kan niatan jahat nya itu .

Yaitu  dengan  menukar  nyawa Baek Hyun dan mengembalikan roh orang yang ia cinta yaitu Han . Jika Baek Hyun mati , Jasad nya kosong kemudian akan di isi oleh roh Han yang sudah mati . Itulah niatan  jahat  Yi Seul .

Toh , Baek Hyun yang membuat Han mati dengan cepat . Semua nya akan setimpal kan ?

pikir Yi Seul .

Dilihat nya tengkuk Tae Hyung yang membiru , Yi Seul  menyentuh nya . Tae Hyung mengerang kesakitan . Di buka nya kaos Tae Hyung . ia lihat begitu banyak memar di bagian punggung nya .

“Ya tuhan ! Tae Hyung . Baek Hyun yang melakukan ini  pada mu ?”

Tae Hyung langsung berdiri dan menurunkan kaos nya .  “Saem tak perlu ikut  campur .”

“Bagaimana bisa ? Ini  sudah parah Tae Hyung . Kau  harus  Visum ke rumah sakit , Bisa saja ada luka  dalam di tubuh mu .”

Tae Hyung menepis tangan Yi Seul yang memegang tangan nya . “Semua nya akan terulang lagi , Saem . Ketika  aku  sembuh , Baek Hyung akan memukuli ku lagi . Cukup  kau  dan Ji Min saja yang tahu .”

“Ji Min tahu ?” Yi Seul mengecilkan suara nya .

“Hanya tahu , aku dipukuli . Tidak tahu kalau Baek Hyun -Hyeong orang nya .”

*

*

Baek Hyun berjalan melewati sebuah toko binatang peliharaan . Manik nya tertuju pada sebuah  hamster cokelat  kecil  yang sedang makan .

Ia pun memutuskan memasuki toko itu . “Ahjussi , Berapa hamster ini ?”

 

 

Baek Hyun terus menyungutkan bibir nya , manik nya hanya menerawang beberapa  orang  yang  sedang  bermain basket .

“Baekkie ! Byun Baek , Ada apa ? Wajah mu murung sekali”

Tanya seorang gadis yang sudah  duduk manis  di samping nya . Ia membelai lembut rambut  lelaki itu .

“Aku gagal  uji praktikum . Aku di keluarkan , Ye Rin” 

“Bagaimana bisa ? Baek , Aku punya sesuatu  untuk mu”

Ujar  Ye rin kekasih nya itu seraya mengeluarkan sebuah kandang kecil  berisi hamster .

“Woah ! Ini hamster . Aigoo , Gwiyeowo~ . Gumawo , Chagi .”

Baek Hyun berterimakasih dan mengecup kening gadis itu lembut .

“Jadi , Aku mohon  jangan bersedih lagi , Baek Hyun ”

Baek Hyun tersenyum lebar pada Ye rin .

“Baiklah ~ . Ayo , Aku tunjukkan pada mu  percobaan ku  untuk  uji  praktikum yang gagal  tadi . Kau pasti akan  terkesan .”

Ajak Baek Hyun dengan segera menarik tangan Ye Rin . “Baiklah , Baek . Pelan -pelan saja”

*

*

Mereka pun tiba di dalam rumah Baek Hyun . Keadaan rumah tampak sepi , karena sang Ibu sedang mengurus Cafe dan Ayah nya sedang bertugas . Hanya ada ia sendiri di rumah .

“Wow ~ Kamar mu cukup  menarik dan unik  Byun Baek .” Puji Ye Rin seraya mengedarkan pandang nya ke sekliling kamar Baek Hyun . Selama berpacaran  baru  pertama kali , ia  ke kamar Baek Hyun . Sebelum nya , ia sudah sering berkunjung , Namun Baek Hyun tak pernah mengijinkan nya untuk  masuk ke dalam kamar nya .

“Kau suka ? Ayo , ada satu  ruangan yang  akan ku tunjukkan pada mu . Hanya  aku yang tahu ruangan ini . Orang tua ku saja tak mengetahui nya . Untuk itu , Kau orang yang beruntung bisa  masuk  ke ruangan rahasia ini .”

Baek Hyun menggeser lemari buku nya dan ada sebuah pintu di sana . Baek Hyun membuka pintu nya dan di ruangan itu  benar -benar  ruangan Baek Hyun seorang anak  IPA yang senang dengan percobaan aneh  yang Ye Rin  tak  mengerti .

“Ayo , Masuk ~”  Baek Hyun menggandeng tangan Ye Rin dan masuk  ke dalam ruangan .

Tak lupa  ia membawa hamster yang di berikan Ye Rin  untuk nya . Dan menaruh nya di atas meja kayu  dan membiarkannya di sana .

“Ruangan ini  menakjubkan , Byun Baek .”

Sanjung  Ye Rin . Ia tak  menyangka kekasih nya itu hebat  juga . Pantas saja ia  bisa masuk  IPA dengan pemikiran  jenius nya .

Baek Hyun mengeluarkan beberapa zat kimia dan memasukkan nya ke dalam suntikkan . “Apa yang mau kau lakukan ,Baek ?”

“Menyuntikkan Zat Kimia  ini  ke hamster nya dan kita lihat  apa  reaksi  nya”

Mendengar  kata -kata  Baek Hyun , Ye Rin sedikit  bergidik . Baek Hyun benar -benar melakukan nya .

“Baek ! apa yang kau lakukan ?”

tanya Ye Rin . Melihat  reaksi hamster  itu  seperti kesakitan  dan setelah nya tak bergerak  dalam hitungan detik .

Ye Rin membulatkan mata nya , Dan reaksi  Baek Hyun  tersenyum menang . “Yeah ! Aku berhasil . Kau  terkesan kan , Ye Rin -ah”

Ye Rin menelan  ludah  nya . Melihat  ekspresi Baek Hyun  yang tanpa  rasa bersalah dan melihat hamster nya tak kunjung bergerak lagi  membuat Ye Rin semakin bergidik ngeri . Ia hanya dapat  memberikan sebuah senyum kecil dan tepuk tangan kecil , Yang ia tahu Baek Hyun  tak  suka  jika  di tolak  atau pun di bilang tak sempurna .

 

“Baek ~ Hamster nya tak bergerak , Apa kau  membuat nya mati ?”

Dengan ragu  Ye Rin bertanya pada Baek Hyun . Ia sedikit melangkah mundur beberapa jengkal  dari  hamster  yang sudah terbujur  kaku itu . Tak henti -henti nya ia menelan ludah .

“Tidak , Dia  hanya lumpuh  sesaat . Kau  ingin mencoba nya ? ”

Baek hyun mendekat  ke arah Ye Rin . “Baek ! Mungkin  lain  kali . Aku  harus  segera  pulang , Jin Woo  sudah  menjemputku  di depan . Aku pergi . Baek  ~ Sampai  Jumpa. ”

Ye rin segera  mengambil  langkah  seribu  dari  ruangan itu . Sungguh , Ia ketakutan setengah mati . Ia merasa  itu  bukan Baek Hyun yang ia  kenal .

*

*

Seminggu  berlalu ~

“Ye Rin , Kenapa  kau  lama sekali ? Aku  sudah  menunggu mu  ber jam -jam  di sini , Apa  kau  ada  mata  kuliah  yang penting ?”

Ujar Baek Hyun menggerutu  seperti  anak  kecil . “Ya Baek , Ada  . sangat -sangat  penting .”

Ujar Ye Rin  apa  ada nya . Sebenar nya sejak hari itu  ia  menjadi  takut  di dekat Baek Hyun . Apalagi di tambah , Teman -teman nya menyarankan untuk  tidak  dekat  lagi  dengan Baek Hyun .

“Terakhir kali , kau  bilang  pada ku bahwa Jin Woo menjemput mu bukan ? Siapa Jin Woo itu ?”

“Jin Woo itu  adik lelaki ku , Byun Baek . Kau cemburu ?”

“Tapi , saat  dengan nya . Kau bahagia sekali . Bilang  saja  dia  itu  pacar baru mu kan ?” tuduh Baek Hyun  pada Ye Rin

Baek Hyun sudah memegang sebotol kecil  berisi air  keras . Ye Rin yang  tahu itu mundur beberapa langkah . “Byun Baek , Dia itu  adik ku . Pacar ku hanya kau , Sadarlah ~”

Baek Hyun mengelus pipi Ye Rin . Ye Rin  hanya memejamkan mata nya karena takut . Ia bagaikan di  ujung maut  sekarang . Sungguh , Baek Hyun yang ia kenal  bak  hilang  di telan  bumi .

 

“Kalau begitu , aku akan menumpahkan air keras ini  pada mu dan setelah itu  seperti  janji mu kemarin , kau akan mencoba Zat Kimia percobaan ku kan ? dengan begitu  kau tak akan merasakan sakit nya , Ya kan  Ye Rin ku sayang ~”

Wajah Baek Hyun mendekat ke Wajah Ye Rin . Ia mencium pipi gadis itu singkat . Rasa kepuasan terlihat di wajah nya .

Ye Rin mendorong Baek Hyun . Hingga ia tersungkur ke tanah .

“Kau Gila Baek ! Kau Psycho !”  Ujar Ye Rin yang terisak dan melangkah mundur menjauh dari Baek Hyun .

Baek Hyun tertawa dan segera bangkit dan berjalan ke arah Ye Rin . Hingga Ye Rin berada di batas  tembok gedung .Jika ia  melangkah lebih jauh ia akan jatuh  dari  lantai paling atas gedung itu .

“Berhenti di situ ! Jangan mendekat , Baek !”

Baek Hyun masih melangkah dan tersenyum sakartis . “Kau tak mau menepati janji , Sekarang kau  memerintahku ? Cih ! Berani nya kau !”

Baek Hyun berlari  ke arah gadis itu . Mata Ye Rin membulat , Tak sengaja  kaki nya tak menapak dengan benar dan tergelincir . dan

Buk !!!

Sebuah bunyi hantaman keras terdengar di bawah . Baek Hyun tersadar . Ia langsung melihat ke arah bawah . Mata segaris nya melebar sempurna . Di lihat nya Ye Rin yang telah terkapar dan bersimbah darah . Darah segar mengalir dari kepala nya . “Ye Rin -ah !!”

 

 

Baek Hyun  terbangun dari  tidur nya . Tubuh telah penuh peluh keringat . Tae Hyung menghampiri nya .

“Hyung ? Kau baik -baik saja ?” tanya Tae Hyung seraya memegang dahi  Baek Hyun .

“Kau demam , Hyung . Istirahatlah , akan aku telpon Chan Yeol Hyeong  untuk mengurus cafe  hari  ini.”

Baek Hyun tak menjawab . Ia masih termangu , memikirkan apa dan siapa yang ada di mimpi nya . Jika itu kekasih nya , mengapa ia bisa lupa ? Yang Ia  ingat , Ia pernah masuk  rumah sakit jiwa . Hanya itu .

“Apa terjadi  sesuatu kemarin , dengan Yi Seul -saem ?”

“Yi Seul -saem ? Maksud mu ?”

“Dia mengajar di SMA Seoul kan ? Itu SMA ku juga .Apa Hyeong lupa ?”

“Kata nya kau Di drop out .”

“Tak jadi . Aku akan ke sekolah hari ini , Jaga diri mu baik -baik . Oh ya , Hyeong ~ . aku tahu kau tidak suka di nasihati oleh orang lain .”

“Lalu ? Ada apa ?”

“Hindarilah Yi Seul -saem . Dia bukan gadis yang baik . Dia punya niatan buruk dimana kau  tak akan percaya .”

“Bagaimana bisa kau bicara begitu ?”

“Nanti , Aku ceritakan pada mu .Aku pergi dulu , Hyeong ”

“Geurae ~”

Tae Hyung menghela nafas lega . Ia selamat hari ini .

*

*

“Aku sarankan malam ini adalah waktu yang tepat  untuk mengembalikan  Han ke sisi diri mu”

“Nde , Halmeoni . Mohon bantu aku ~”

“Baiklah , Segera temui  Orang yang kau jadikan korban dan cegah dia untuk menemui orang selain diri mu . Sampai waktu bulan muncul  dan menjadi  bulat  sempurna .”

Yi Seul pun pergi dengan segera dari tempat itu .

‘Tunggu sebentar lagi , Han . Kau bisa kembali bersama ku’ gumamnya dalam hati .

Namun , seseorang melihat nya .

 

“Han kau  mau  kemana ?” tanya Yi Seul mengekori di belakang Han .

“Pasien ku , Baek Hyun . Ia telah di tetapkan sebagai  tersangka  utama dalam kasus pembunuhan dengan Zat  Kimia  itu , Yi Seul . Aku harus  menemui nya , menginterogasi nya karena polisi  tak bisa melakukan nya . Besok , ia juga harus   menghadiri   sidang  putusan .”

terang Han pada Yi Seul . Ia menaiki anak tangga menuju atap di mana Baek Hyun meminta nya untuk menemui nya di sana .

“Han ~ Kau serius  mau  menemui nya ? Baek Hyun itu  Psycho , Bisa saja  ia membahayakan diri mu.”

Ujar  Yi Seul  ketakutan , Bahu kecil nya mulai  bergetar . Han memegang bahu Yi Seul dan membuat nya tenang , Han tersenyum .

“Kau bisa mengawasi ku dari balik pintu ini . Jika terjadi sesuatu , Segera hubungi  dokter Hoon .Arraseo ?” 

Yi Seul menanggukkan kepala nya walau  Han  tau  Yi  Seul  ragu .

*

*

Sudah  cukup  lama Han  berbicara  dengan Baek Hyun  namun tak  jua  usai . Di Lihat nya Baek Hyun memegang sebuah benda kecil  di tangan nya .

Yi Seul  menyipitkan mata nya , mencoba memperjelas lagi , Benda apa yang ada di tangan Baek Hyun . Yang  Ia  sembunyikan .

Dalam hitungan detik mata nya membulat . Buru -buru  saja ia  menelpon Dokter Oh  untuk  segera kesini .

“Hoon -Sonsaeng , Cepatlah  datang ke atap . Bawa polisi  yang berjaga di depan kamar Baek Hyun , Nde ? Terjadi  sesuatu di sini .”

Sambungan telpon segera  ia putus . Ia ingin keluar , Namun . Ia terlalu  takut  jika sendirian . Dilihat nya Baek Hyun mulai berjalan mendekat ke arah Han yang sedang berdiri membelakangi Baek Hyun  .

*

*

“Dokter Han ~”

Panggilan Baek Hyun membuat Dokter Han membalikkan badan nya . Dan , Tiba -Tiba saja badan nya terasa mati rasa seketika . Ia bersimpuh di hadapan Baek Hyun .

“A-apa Yang , K-kau ?”

Sayup -sayup manik  Han menagkap sebuah obejek lain . Sedang berlari ke arah nya .

 “Han ! Han ! Apa yang terjadi ?”  Yi Seul terduduk bersimpuh melihat Han yang perlahan membeku . Air mata mengalir dari bola mata Han .

“Aku memberikan nya , Karena berkali -kali dokter Han terus menanyaiku Zat Kimia ini . Sekarang rasakan dengan baik -baik ~ . Dokter Han”

Ujar Baek Hyun tawa nya meledak , rasa puas terlukis  di wajah nya . Tak ada rasa bersalah atau hal semacam nya di wajah Baek Hyun .

 

Barulah Dokter Hoon datang membawa tim medis .dan Baek Hyun langsung di tangkap dan di borgol kedua tangan nya oleh para polisi itu .

Baek Hyun hanya tersenyum sakartis melihat Yi Seul dan Han .

 

14 : 40 Siang

Sayup -sayup  iris  cokelat  milik nya  terbuka  perlahan , Cahaya yang langsung menembus masuk  ke retina nya  membuat nya mengerjapkan mata nya berkali -kali  berusaha menyesuaikan lingkungan sekitar , Setelah itu  fokus nya kembali  normal .

Mata nya masih  terasa berat . Fokus nya menangkap sosok lain berada di  ruangan itu . Entah mengapa , Bibir nya serasa  ingin bertautan membentuk  sebuah senyuman seringaian .

Tersadar  dari  tadi  merasa di  perhatikan , Yi Seul  menoleh  ke arah  Baek Hyun  tertidur . “Oh , Byun -ssi . Kau  sudah bangun , Ayo  Makan aku  sudah  menyiapkan makan siang  untuk  mu, walau aku tahu ini sudah lewat jam nya.”

Ujar Yi Seul  tersenyum  . Baek Hyun segera beranjak dari tempat  tidur nya .

“Bagaimana kau bisa masuk  ke sini ?”

Tanya Baek Hyun dengan tatapan menyelidik . Ia tak suka dengan orang yang  sembarangan  masuk  ke dalam  rumah nya .

“Eeh ? Pintu  di luar  tak  terkunci , Tae Hyung mengatakan bahwa  kau  demam  hari  ini . Untuk  itu  aku  kesini , Kebetulan aku  tak  ada Jam mengajar  hari  ini .  Makanlah ~”

Mendengar penjelasan Yi  Seul  , Baek Hyun  tak membahas nya lebih jauh lagi . Ia hanya makan saja , Karena memang perut nya  sudah demo  minta  di  isi  makanan .

“Suara  cicit  apa itu ? Kau mendengar nya , Yi Seul -ssi ?”

Pertanyaan Baek Hyun membuat Yi Seul menoleh ke arah Buffet  beberapa meter dari  mereka dan menunjuk sebuah kandang bercat  hijau  cerah .

“Hamster mu , Byun -ssi . Mungkin Ia haus , Sebentar aku akan memberikan nya minum”

Baek Hyun ikut melirik ke arah yang di tunjuk Yi Seul bertapa terkejut nya Baek Hyun ketika melihat Hamster berwarna cokelat pekat itu. Sampai -sampai  ia  tersedak makanan nya yang masih  ia kunyah .

“Uhuk ! Uhuk !” Baek Hyun memukul  dada nya pelan dan meminum  segelas  air putih .

“Byun Baek -ssi , Kau tak apa ?” Ia memukul pelan punggung Baek Hyun .

” Tak apa , Bagaimana Hamster itu  di sini ?”

Pertanyaan Baek Hyun membuat Alis Yi Seul bertautan , Dan keheranan .

“Kau  yang bilang sendiri membeli nya kemarin , Kau  menuliskan itu  di akun SNS mu”

Jawaban Yi Seul membuat otak nya terasa mati . Ia tak dapat berfikir ataupun kembali  mencerna  apa  yang  ia lakukan kemarin . Ia hanya tak merasa Ia membeli hamster itu , Jelas saja itu  hamster  yang ada di mimpi nya .

“Yi Seul -ssi ? Apa kau kenal dengan seseorang bernama Ye Rin ?”

Tanya Baek Hyun . Untuk  kedua kali nya sorot mata Baek Hyun menjadi  tenang namun bercampur  rasa  takut . Ia tak pernah menemukan tatapan itu di manik seorang Byun Baek Hyun . Yi Seul  masih  ingat  jelas  nama itu .

“Tidak , Byun -ssi . Ada apa ?”

“Tak ada apa -apa . Hanya  sosok dan seorang bernama Ye Rin  itu  muncul  di mimpi ku.”

Terang Baek Hyun dan berjalan menuju kulkas dan mengambil  sebotol  air  dingin .

Yi Seul melirik Jam di ponsel nya .

‘Sebentar lagi , Han . .’

“Jangan terlalu di pikirkan , Byun -ssi . Toh , Itu hanya mimpi .”

Baek Hyun tak menjawab nya , Ia hanya melangkahkan kaki nya di mana Kandang Hamster  itu  terletak .

“Yi Seul -ssi , Kau tahu ?”

“Tahu apa ?”

“Di dalam mimpi ku , Ye Rin memberikan Hamster  ini  sebagai  hadiah . Setelah  itu , , Aku  membuat  hamster nya menjadi  Lumpuh .”

Mendengar  ocehan  Baek Hyun barusan membuat  Yi Seul  memiringkan bibir nya dan tersenyum sakartis . Tatapan menyeramkan itu kembali  di lihat nya setelah  beberapa tahun berlalu . Untuk  yang keduakali  nya Yi Seul  melihat nya .

“Kau  tidak  membuka  pintu kamar  itu kan ?” Tanya Baek Hyun dan menunjuk sebuah pintu lain yang ada  di kamar Baek Hyun .

Yi Seul melirik  ke arah yang sama .

“Tidak .”

“Yasudah , Baguslah . Karena Gara -gara pintu itu  aku di kirim  paksa oleh  ayah ku ke Rumah Sakit itu . Dan aku tak bisa melanjutkan kuliah IPA ku. Jadi , jangan coba -coba menjadi  orang yang menyebalkan seperti  mereka , Arra ~ Yi Seul -ssi.”

*

*

Tae Hyung  memasuki  sebuah  rumah abu  dan berdiri di depan  sebuah lemari kaca .

“Hai , Jin . Lama Tak jumpa , Aku harap kau  tenang  di sana .

Dan , Kau tahu ? Jin . Yi Seul -saem , gadis yang  kau  suka itu  sampai  akhir nya Kau  merelakan nyawa mu sendiri  hilang . Ia mulai  berbuat  hal  yang sama , seperti  yang  Ia  lakukan pada mu dulu .

Dan , Aku  takut . Kalau Hyeong -ku  yang akan menjadi  target selanjut nya . Menurut mu , Apa harus aku mengatakan hal  ini  pada Hyeong ? apa dia percaya  kata -kata ku ?

Bukan kah , Mustahil  mengembalikan roh ke jasad lain yang bukan jasad asli nya ? Aku takut  Hyeong terperangkap  oleh  gadis  itu .”

Setelah  bergumam sendirian , Ponsel Tae Hyung berbunyi dan  itu  panggilan dari  Chan Yeol .

 

“Yeobeoseyeo ? Nde , Ada Apa Chan Hyeong?”

— ‘Maaf , Aku baru menghubungi mu . Aku tak bisa  mengurus Cafe hari ini dan aku tak bisa ke rumah  untuk mengurus Baek Hyun . Jadi , Aku  titipkan  Baek Hyun , Ke Yi Seul.’–

Tak  perlu  basa basi  lagi , Tae Hyung langsung pergi  dari  tempat  itu . Ia Tahu  Hyeong nya sedang  dalam bahaya sekarang . Tae Hyung tak ingin  kejadian  teman nya Jin  terulang lagi .

Tae Hyung mencoba menghubungi  Baek Hyun namun , ponsel nya tak  aktif .

*

*

*

Jam menunjukkan  18 : 50

 

“Baek , Ada  apa  dengan ponsel mu ?” tanya YiSeul .

“Entahlah , Aku  hanya menaruh nya  di dalam aquarium  ikan itu ? Aku bosan , ponsel ku  terus berbunyi .”

Dilirik nya Aquarium ikan itu . Hanya ada beberapa properti  untuk aquarium nya . “Tapi , Ikan nya tak  ada Baek ?”

Baek Hyun melirik ke aquarium itu , Ia hanya menaikkan Bahu nya . Tak tahu .

“Dulu , Aku senang melakukan percobaan  dengan binatang . Kau ingin lihat percobaan awal  hingga terakhir ku ? Ayo , Ku tunjukkan . Kau pasti  terkesan . ”

Baek Hyun dengan antusias menarik lengan Yi Seul . “Sebentar , Baek . Aku akan membuka jendela dan membiarkan udara masuk .”

Yi Seul  segera menuju arah balkon dan membuka jendela lebar -lebar . Manik nya menatap  hamparan  langit gelap  tak  berawan dengan cahaya bulan .

“Baek , kemarilah sebentar .”

‘ini saat nya . Sudah bulan purnama .’ batin Yi Seul  dalam  hati .

Baek  tak banyak  bicara  ia  hanya  berjalan ke arah Yi Seul  berdiri  sedang menatap ke arah luar .

*

*

Tae Hyung turun dari  subway . Berlari Menuju halte Bus  untuk  menunggu bis  yang tiba selanjut nya .

Kepala nya menengadah ke arah langit tak berawan . ‘Bulan Purnama .’

Ia mengacak rambut nya frustasi . Ia menghubungi Baek Hyun namun , hasil nya sama saja nihil . Menghubungi polisi ? Oh ayolah , ini bukan langkah terbaik untuk situasi  sekarang .

Menunggu bus terlalu lama , Ia pun segera  berlari . Menuju  rumah nya dan Baek Hyun .

*

*

“Ada apa memang dengan bulan purnama ?” Tanya  Baek Hyun dengan tatapan datar .

“Hanya melihat nya saja , terlihat indah .”

Yi Seul segera mengambil  segelas  air putih  dan memberikan nya pada Baek Hyun .

“Aku pernah dengar , Jika di bulan purnama tanpa awan di langit . Arti nya , Roh -Roh mati  akan mencari  jasad  baru  untuk  di tempati .”

Mendengar Baek Hyun berbicara seperti itu . Yi Seul  terdiam . ‘Darimana ia tahu ?’  bathin nya .

Kini , Baek Hyun menatap Yi Seul  dan menaruh segelas air tadi  di  meja kecil  yang ada di dekat nya .

“Han Yi Seul , Kita  bertemu  di Rumah sakit itu . Saat  Aku  di pindah  ke ruang isolasi , kau  ada di sana . Kau  kekasih nya Dokter  Han kan ?”

Baek Hyun menyudutkan Yi Seul hingga ke tembok . Mengunci  pergerakan Yi Seul . Tangan sebelah nya memegang jarum suntik itu .

“Lepaskan ! Byun ! Kau  yang membunuh Han ! Ya , Kau  orang nya . Kau membunuh nya dengan Zat  Kimia  itu .Kau psycho !”

Yi Seul  meronta memberikan perlawanan terhadap Baek . Namun , Baek Hyun masih  menahan Yi Seul .

“Oh ! Jadi , Kau ingin mengembalikan Roh nya Han ke  tubuh ku , begitu ? Tidak , Aku bukan psycho . Aku sudah  bilang pada mu waktu itu , Dokter Han yang terus meminta ku untuk menjelaskan Darimana Zat Kimia itu kudapatkan .”

Ujar Baek Hyun dengan senyuman seringaian nya .

“Kau itu  Psycho ! Kau membunuh  Ye Rin mu itu dan  Dosen fakultas mu sendiri ! Apa kau tak ingat ?! Seharus nya kau mati ! . Dan kembalikan Han pada ku !”

Yi Seul  berteriak di depan Baek Hyun . Membuat Baek hyun geram dan menampar keras pipi Yi Seul .

“Mereka semua nya yang meremehkan ku ! Kau tak tahu apapun , Gadis Jalang ! Rasa bersalah mu itu  membuat mu  sakit jiwa , Han Yi Seul ! dan , Ye Rin ? Ia tergelincir sendiri . Ia pantas mati ! karena tak menepati janji nya .”

Baek Hyun  memegang pipi Yi Seul dan menangkat nya .

“Kau  Bajingan ! Byun Baek Hyun !”

Ujar Yi Seul dan meludahi  Baek Hyun . Tak terima , Di pukuli nya gadis itu  hingga banyak memar di sana .

Seseorang berjas  putih masuk  dan  segera  melerai  kedua  orang itu .

“Baek hyun ! Hentikkan !Hey ! Sadarlah !” Ujar seseorang itu menahan Baek Hyun dan segera mengambil jarum suntik yang berada di tangan Baek Hyun dan menyuntikkan nya ke tengkuk Baek Hyun perlahan Baek Hyun menenang dan tak sadarkan diri .

Beberapa orang lain  datang , dan sirine ambulan pun berbunyi .

“Bawa segera  gadis  ini  ke rumah sakit .Cepatlah ~”

“Nde ! Dokter Park . ”

Tae Hyung datang , dan segera masuk ke rumah . “Chan Hyeong ! !” Tae Hyung segera  membantu  Chan Yeol  dan membawa nya ke mobil  ambulance . “Hyeong -mu , harus kembali  di rawat , Tae Hyung .”  ujar  Chan Yeol .

“Baiklah ~ Jika  itu  yang  terbaik .”

*

*

*

 

“Di rumah tua  itu , Kau berbicara sendiri . Dan kau anggap  bahwa kau berbicara dengan nenek -nenek  . Kau itu  skizofrenia , Han Yi Seul ! . Tak mungkin roh orang mati  dapat masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih hidup . Jadi , Sadarlah !”

 

Mata  Yi Seul  langsung terbuka sepenuh nya . Kalimat  itu terus saja mengiang  di telinga nya bahkan walaupun orang itu  tak  ada  di sekitar nya .

Fokusnya  hanya melihat langit -langit  berwarna putih  cerah dan di samping nya ada jendela dengan teralis besi dan pintu  putih  dengan teralis  besi berwarna putih juga .

Skizofrenia ? Aku ?” Yi Seul  bertanya pada diri nya sendiri . Yah , ia sudah tak asing dengan ruangan ini . Toh , ia pernah magang di sini sebagai mahasiswa . Dan , inilah ruang yang di tempati  Baek Hyun dulu . Ia terkekeh pelan dan kemudian menjadi  keras seorang diri .

“Han ! Aku  gila  Han !” teriak nya .

*

*

*

Setelah  beberapa bulan berlalu , Kini  musim gugur  telah  datang . Baek Hyun merapihkan barang nya dan Ia mengganti pakaian nya dari pakaian rumah sakit menjadi pakaian biru tua dengan nomor  di sebelah kanan nya . Dan terdapat nama di bagian dada kirinya .

“Tuan Byun ?” panggil seseorang perawat  dan sudah ada beberapa orang lain di luar yang menunggu nya .

“Ya ? Aku sudah siap .  Terimakasih sudah mengijinkan ku untuk tinggal di sini sebelum aku meninggalkan dunia  luar yang indah ini , Dokter Park Chan Yeol . dan juga Tae Hyung , Maafkan aku”

Ujar  Baek Hyun dengan senyum simpul nya . ia memeluk sang adik erat . “Jangan lupa untuk mengunjungi ku , belajarlah yang rajin , Tae Hyung . Urusi juga Cafe  Byun ya . .”

Tae Hyung melepaskan pelukannya . “nde , Hyung .   Aku janji .”

Chan Yeol menepuk  pundak Baek . Baek tersenyum pada Tae Hyung dan Chan yeol . kemudian ,  dua orang sipir membawa Baek Hyun dan  segera  masuk  ke dalam bus  tahanan . Ya , Rumah Baek Hyun  yang  selanjut nya . Untuk  menebus  seluruh  kesalahan nya di masa lalu , menyelesaikan masa Hukuman nya .

Dibalik sebuah pintu teralis  sepasang mata lain menyaksikan kepergian Baek Hyun . Gadis itu  tersenyum .

“Anyeong ~ Byun Baek Hyun dan juga  Han”

 

~ E / N / D ~

 

Nah loh .. ada yang bingung gak sama ending nya ? kacau banget deh kaya nya XD.

 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. laychen says:

    Hah ? Mksdnya apa ??
    Jd bingung . Siapa yg sakit dan siapa yg bangkit ?

    Like

    1. Rahay™Kim says:

      Yang skt itu baekhyun. >_<
      Nah, knp baekhyun jd baik diakhir ??
      Karena ,, dia udh dimasukkin sebagian nya roh lu-han
      Maap gaje XD
      Dan makasih udh baca dan ninggalin komentar

      Liked by 1 person

  2. anna says:

    wowowowowowow rumit, gak nyangka yg buat zat kimianya itu baekhyun. gak ngrtti juga kenapa baek tega ngebunuh bukan deng apasih hmm ngebiarin yerin mati cumagrgr ga nepatin janji, padahal pacar kan? harusnya dia sayang banget ke yerinnya-_- honestly aku ga berpihak ke siapapun disini wkwkw keduanya sama2 jahat, baekhyun itu katanya sakit ? kenapa malah jd tahanan, bukannya di rehab dulu?;_; trs ga kepikiran juga kalo yi seul ski apasih syndromnya itu wkwkw kyk film its ok its love yah:p yaokoknya keren deh!!

    Like

    1. Rahay™Kim says:

      Hai hai .. Makasih udah bc dan komen yap .
      Iya bener bgt baek bgtu tega di sini .. Dia di tahan karena hukuman nya dia ngebunuh yerin dan dosen serta terakhir Han, nyakitin tae hyung juga jadi dia di penjara smbil di rehab gtu,chingu 🙂 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s