OH MY LOVER – SLICE #2 — IRISH’s story

irish-oh-my-lover-fixed

Oh My Lover

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Mizuni Ayumi

Supported by EXO and VIXX Members, with OCs

A fantasy, romance, and slice of life story rated by PG-17 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.


©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Kau tahu, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Termasuk tentang kau, Mizuni.”


Previous Chapter

Chapter 1

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Baekhyun memandang yeoja yang sekarang Ia sembunyikan disebuah ruangan kecil. Bersama dengan satu temannya, namja itu baru saja melihat visualisasi kejadian beberapa hari lalu dengan kemampuan temannya.

“Kurasa dia tidak berbohong.”

“Benarkah Chanyeol-ah?”, ucap Baekhyun, tatapannya masih tertuju pada yeoja yang sekarang tampak tertunduk dan memainkan jemarinya itu.

“Ingatan tidak pernah berbohong, Baekhyun.”, ucap namja lain bernama Chanyeol itu sambil menepuk bahu temannya.

“Apa yang akan kita lakukan sekarang?”, tanya Chanyeol lagi

Baekhyun tampak berpikir, tapi akhirnya Ia memberi isyarat pada Chanyeol untuk keluar dari ruangan itu, membiarkan Baekhyun kembali bisa membuat yeoja itu berada dalam aura mencekam yang memang jadi kelebihannya.

“Jadi, siapa namamu?”, ucap Baekhyun saat Chanyeol menutup pintu ruangan

“Yumi. Mizuni Ayumi. Dari Jurusan Sastra.”, ucap yeoja itu tanpa berani menatap Baekhyun, diam-diam, Baekhyun tersenyum samar.

Kelebihannya memang membuat orang yang ada didekatnya bisa merasa ketakutan dan seolah berada dalam aura yang mencekam dan menyeramkan. Seperti yang terjadi pada yeoja yang sekarang berkeringat dingin karena ketakutan dihadapannya ini.

“Jadi Mizuni-ssi, kau tidak mengadukan kami pada polisi, juga tidak menemui kami untuk segera memberikan bukti ini—seperti keinginanmu diawal tadi—jadi apa tujuanmu tetap menyimpannya sampai hari ini?”, ucap Baekhyun, duduk di kursi kosong yang ada dihadapan yeoja itu.

Sementara Yumi tampak tertunduk, dan diam. Jari-jari yeoja itu saling bertahutan dan malah mulai memucat karena Ia mencengkram jemarinya terlalu erat.

“Kau tidak mau bicara?”, ucap Baekhyun lagi, kini Yumi menatap namja itu, hanya sedetik sebelum Ia kembali tertunduk.

“Aku takut.”, ucap Yumi akhirnya

“Takut?”, ulang Baekhyun dan dijawab dengan anggukan pelan oleh Yumi

“Sangat takut.”, kata yeoja itu menegaskan kalimatnya

“Kenapa?”

Baekhyun kembali tersenyum, dan Ia bisa mendengar Yumi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, yeoja itu kini semakin tertunduk dan terpojok, semakin ketakutan.

“Mizuni-ssi…”, ucap Baekhyun dengan nada pelan, tapi bisa membuat Yumi bahkan tidak berani bergerak sedikitpun dari tempatnya.

“Aku sangat takut. Bahkan sebelum aku melihat kalian di stasiun, aku sudah sangat ketakutan karena melihat Ahjussi itu dalam keadaan menyeramkan. Dan saat… saat… saat aku melihat kalian…

“Rasanya aku baru saja melihat kalian saling mengangguk dan aku baru saja berkedip dua kali saat tiba-tiba seorang ahjussi jatuh dengan keadaan yang tidak kalah menyeramkannya dengan ahjussi sebelumnya…”

Baekhyun memperhatikan raut wajah Yumi yang tampak sangat ketakutan saat kata-kata panjang itu meluncur keluar dari mulut mungilnya. Yeoja itu bahkan tidak sempat mengambil nafas di sela-sela ucapannya.

“Ah… Begitu rupanya.”

Yumi kembali terdiam. Sementara Baekhyun melanjutkan ucapannya.

“Mizuni-ssi. Berapa orang yang sudah tahu tentang hal ini?”, tanya Baekhyun

Kali ini, Yumi memberanikan diri menatap namja itu.

“Maksudmu?”, tanya yeoja itu lirih

“Berapa orang… yang sudah tahu tentang kami karena kau?”, ucap Baekhyun mempertegas kalimatnya.

Yumi mengerjap beberapa kali sebelum Ia akhirnya menyernyit.

“Aku bahkan sangat ketakutan saat melihat kalian setelah hari itu, dan bahkan saat masuk ke kampus aku ingin jadi tidak terlihat karena ketakutanku. Dan kau pikir aku berani membuka mulut?”, ucap Yumi dengan nada tak percaya yang kental dalam suaranya.

Sudut bibir Baekhyun terangkat membentuk senyuman, dan senyuman itu berhasil membuat Yumi kembali menciut ketakutan.

“Bahkan kau tersenyum seperti itu saja aku sudah takut, Baekhyun-ssi.”, ucap Yumi membuat Baekhyun menatap yeoja itu, lama.

“Senyum ini memang bertujuan untuk menciptakan ketakutan.”, ucap Baekhyun sebelum Ia akhirnya memejamkan matanya sejenak, berpikir.

“Baekhyun-ssi…”

“Hm?”, Baekhyun menyahut ditengah-tengah pemikirannya.

“Sekarang… Apa yang akan terjadi padaku?”, tanya Yumi membuat Baekhyun membuka matanya.

“Aku sedang memikirkan hal itu saat kau bertanya.”, ucap Baekhyun

Yumi membuka mulutnya, hendak bicara, tapi yeoja itu akhirnya menelan kembali semua ucapannya.

“Kami tidak pernah membiarkan seorangpun yang tahu tentang kami untuk hidup lebih lama. Bagaimana menurutmu?”, ucap Baekhyun

Butuh beberapa detik bagi Yumi untuk tersadar atas maksud ucapan namja itu, tapi Ia akhirnya tertunduk.

“B-Baekhyun-ssi… Apa kau aka—”

“Kembalilah ke lapangan, teman-temanmu pasti sudah mencarimu.”

Nde?”, Yumi menatap namja dihadapannya tidak percaya

“Aku membuat satu pengecualian untukmu, Mizuni-ssi. Pastikan kau menjaga mulutmu supaya nyawamu tidak terbuang sia-sia.”, ucap Baekhyun

Perlahan, senyum muncul diwajah yeoja yang sedari tadi meringkuk ketakutan itu.

“Benarkah?”, ucap yeoja itu

“Hanya jika kau menjaga mulutmu setelah keluar dari ruangan ini. Kurasa setelah kau tahu bahwa kami berbeda, kau pasti tahu kami bisa tahu apapun yang terjadi bukan?”

Yumi mengangguk mantap.

“Aku bersumpah aku tidak akan mengatakan apapun pada siapapun.”

“Bagus. Keluarlah.”, ucap Baekhyun

Jeongmal… gomawo…”

Yumi berdiri, walaupun lutut yeoja itu masih goyah. Dan melihat ketakutan masih melingkupi yeoja itu, entah mengapa, untuk pertama kalinya Baekhyun merasa terganggu atas hal semacam itu.

“Mizuni-ssi.”

“Y-Ya?”, Yumi menatap namja itu sekarang

“Duduklah dulu, dan pejamkan matamu.”

Nde?”

Kening Yumi sudah berkerut sempurna saat mendengar Baekhyun bicara seperti itu. Tapi karena namja itu terus menatapnya, Yumi akhirnya duduk, dan dengan ragu menutup matanya.

“Kau bisa buka matamu setelah merasa lebih baik.”

Baekhyun membuka telapak tangannya, dan cahaya terang berpendar keluar dari tubuh namja itu, perlahan, menyelimuti Yumi, membuat yeoja yang tadinya memejamkan mata dalam ketakutan itu perlahan tersenyum.

Dan melihat keadaan Yumi perlahan membaik, Baekhyun berdiri dan beranjak meninggalkan yeoja itu.

Beberapa menit Yumi terpejam, dengan cahaya berpendar itu masih menyelimutinya. Dan tak lama, Ia akhirnya membuka matanya, seiring dengan hilangnya cahaya berpendar itu dari sekitarnya.

Yeoja itu tersenyum, walaupun Ia tahu Ia sudah sendirian diruangan itu.

Gomawo…”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Apa yang kau lakukan padanya hyung?”, tanya Kyungsoo saat Baekhyun kembali

“Tidak ada.”

Mwo?”, kali ini Sehun yang angkat bicara

“Dia tidak akan mengatakan apapun.”, ucap Baekhyun

“Dan kau tidak melakukan apapun padanya?”, ucap Kyungsoo tak percaya

Hyung… Bagaimana jika dia—”

“Baekhyun benar. Yeoja itu tidak akan bicara apapun.”, ucap Chanyeol memotong ucapan Sehun.

“Apa yang terjadi dengan kalian berdua?”, ucap Sehun bingung karena sikap dua orang yang tidak biasa-biasanya membiarkan masalah berlalu begitu saja.

“Mereka benar-benar membiarkan masalah ini berlalu begitu saja.”, ucap Kyungsoo saat Suho datang menghampiri mereka.

Sementara itu Suho tersenyum samar, tentu Ia bisa tahu rencana apapun yang orang lain pikirkan, itu adalah kemampuannya.

“Kau tidak akan membiarkannya begitu saja bukan, Baekhyun?”, ucap Suho

Baekhyun tersenyum tipis, dan memandang ke arah seorang yeoja yang kini tampak bicara dengan beberapa orang temannya itu. Yeoja yang awalnya tengah tertawa lepas itu perlahan diam, dan menyernyit, sebelum tiba-tiba Ia melemparkan pandangannya ke arah Baekhyun.

Melihat hal itu, Baekhyun tersenyum samar, membuat yeoja itu segera mengalihkan pandangannya dari namja itu.

“Dia memang tidak bisa lepas begitu saja.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Yumi!”

Yumi tersentak saat seseorang meneriakkan namanya ketika Ia tengah berjalan ke arah lapangan yang entah berapa lama Ia tinggalkan itu.

“Ah, kau mengagetkanku saja.”, ucap Yumi pada yeoja yang sekarang menatapnya khawatir itu.

“Kau darimana saja?”, tanya yeoja itu

“Eh?”, Yumi menyernyit

Ya! Aku mencarimu dari tadi! Ku kira kau hilang!”, ucap yeoja itu kesal

Sebagai jawaban, Yumi tertawa pelan.

Ya! Kenapa kau tertawa?”, ucap yeoja itu kesal

Aigoo, mianhae Minhee-ah…”, ucap Yumi

“Aish, ceritakan, kau darimana?”, tanya yeoja bernama Minhee itu

“Hmm, aku tadi membantu menyiapkan di backstage.”

“Eh? Backstage?”, ucap Minhee dengan raut bingung

“Hmm, wae?”

Minhee merengut, membuat Yumi akhirnya tertawa.

“Aish, ya! Kenapa memasang wajah seperti itu huh?”, ucap Yumi

“Aku tidak memeriksa backstage. Dari tadi aku heboh mencarimu diantara penonton. Seseorang bilang kau keluar dari barisan penonton.”, ucap Minhee

“Oh, geuraeyo? Apa di universitas ini ada orang lain yang punya wajah mirip dengan wajah cantikku?”, ucap Yumi membuat Minhee mengetuk kepala yeoja itu pelan

Neo michyeoseo?”, ucap Minhee

“Auw! Ya!”, bentak Yumi, tapi dua yeoja itu akhirnya tertawa bersama

Tak lama, Yumi tiba-tiba menyernyit, entah kenapa Ia merasa ketakutan. Yeoja itu mengalihkan pandangannya, dan tersentak saat tatapannya bertemu dengan sepasang mata milik sosok yang tadi bicara dengannya.

“Yumi? Gwenchanayo?”, tanya Minhee

“Hmm? Gwenchana.”, ucap Yumi saat Ia mengalihkan pandangannya

Diam-diam yeoja itu berpikir. Aneh saat Ia merasa ketika namja itu tengah memandangnya.

“Apa sesuatu terjadi karena kami bicara…”

“Huh? Kau bilang apa Yumi?”, tanya Minhee

“Eh? Ani, bagaimana kalau kita makan? Aku lapar…”, ucap Yumi merajuk

Minhee kembali menjitak yeoja itu.

Paboya, sejak kapan kau bisa makan huh?”, ucap Minhee membuat Yumi hanya tertawa pelan.

“Kalau begitu ayo temui yang lainnya.”, ucap Minhee sambil menarik Yumi untuk beranjak pergi dari tempat itu.

Yumi hanya bisa menggeleng-geleng pelan, berusaha menyingkirkan pemikiran anehnya. Ia tidak boleh mengingat masalah itu lagi.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Mizuni-ssi.”

Yumi tersentak saat mendengar seseorang menyebut namanya. Ia mendongak dan terpaku melihat dua orang namja tengah melangkah ke arahnya.

“N-Neo…

Salah satu namja itu, Baekhyun, tersenyum, senyum yang membuat Yumi menyernyit dan mengalihkan pandangannya.

“Apa kami begitu menakutkan?”, ucap Baekhyun membuat Yumi menatapnya lagi

“Kenapa kalian disini?”

“Kau pasti sudah tahu.”, sahut Baekhyun membuat Yumi mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya yeoja itu membuka mulutnya tak percaya.

“Tapi… ini… dirumah sakit…”, Yumi bergumam pelan

“Lalu kenapa kau sendiri ada disini? Ingin menjadi saksi hidup lagi?”, ucap Baekhyun membuat Yumi hanya menatap namja itu sekilas.

“Apa aku gila? Aku kesini untuk makan siang.”, Yumi mencibir, membuat Baekhyun menatap yeoja itu, lama.

“Mungkinkah kau…”

Mwo?”, Yumi memandang namja yang sekarang menatapnya penuh rasa penasaran itu.

“Aku tidak berpikir ada dokter yang mau tertarik pada yeoja sepertimu.”, ucap Baekhyun sekenanya sebelum akhirnya Ia dan Kyungsoo melanjutkan langkahnya.

Yumi menatap dua orang itu dan akhirnya melengos kesal.

“Apa aku seburuk itu?”, ucap yeoja itu kesal

“Mizuni Ayumi,”, seorang perawat muncul dari balik pintu ruangan

“Ah, nae,”, ucap Yumi sebelum Ia berdiri dan masuk ke dalam ruangan itu

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Nah, kau sudah selesai makan.”

Jinjja? Ah, pantas saja aku sudah merasa kenyang sedari tadi.”, ucap Yumi sebelum Ia merapikan pakaiannya dan tersenyum pada dokter itu.

“Eh? Jarang sekali kau tidak protes saat ditengah-tengah makan.”, canda dokter itu membuat Yumi merengut.

“Ah, aku rasa banyak masalah akhir-akhir ini yang membuatku harus makan banyak.”, ucap Yumi

Dokter yeoja itu tertawa pelan.

“Benarkah? Masalah dengan namja-mu?”, tebak dokter muda itu

Mwo? Aniyo unni. Ini bukan masalah dengan Haekyeon oppa.”, ucap Yumi

“Lalu?”

Yumi sudah akan membuka mulutnya dan mulai bercerita saat Ia sadar bahwa Ia tidak seharusnya membicarakan masalah itu.

Unni tahu… beratku naik dua kilo dalam tiga minggu. Dan ini buruk. Aku ingin diet, tapi bagaimana caranya aku diet sementara aku sama sekali tidak pernah makan apapun?”, ucap Yumi membuat dokter muda itu tertawa

Omona, uri Yumi sudah besar dan bisa memikirkan masalah diet.”, ucap dokter itu membuat Yumi ikut tertawa pelan.

“Teman-temanku banyak menawarkan obat-obat penurun berat badan. Dokter tahu, aku khawatir dengan beratku ini, Appa mungkin tidak akan kuat menggendongku lagi.”, ucap Yumi kembali mengundang gelak tawa diruangan kecil itu.

Aigoo… Yumi, kau ini sudah berumur berapa huh? Masih juga suka jika digendong Appa mu?”, ucap dokter muda itu

Yumi terkekeh pelan.

“Mau bagaimana lagi, Appa tidak memperbolehkanku pacaran dengan namja korea, memangnya Appa berharap anaknya ini dengan orang Jepang juga? Aish…”, Yumi menggerutu pelan.

“Memangnya apa yang salah dengan keinginan itu?”

Yumi menatap dokter di depannya.

“Dokter tahu kan aku sejak lahir sampai sebesar ini sudah tinggal di Korea? Aku bahkan memanggil orang tuaku dengan sebutan Appa dan Eomma. Satu-satunya yang membuatku terlihat seperti orang Jepang hanya namaku saja.”, ucap Yumi

“Itu karena kau tidak pernah mau mengunjungi orang tuamu di Osaka,”

Shireo, Appa pasti akan bicara soal perjodohan.”, ucap Yumi singkat

Yeoja itu kemudian menatap keluar jendela, dan terkejut saat melihat Baekhyun dan temannya tengah melangkah diluar.

“Apa yang kau lihat?”, tanya dokter itu saat melihat Yumi tertegun cukup lama

“Eh? Aniyo, aku hanya jarang melihat-lihat keluar ruangan ini. Ah, dok, jeongmal gomawo, aku akan datang lagi jika kesulitan makan.”, ucap Yumi sambil mengenakan jaketnya dan beranjak turun dari tempat tidur.

Arraseo. Kau juga harus hati-hati. Jangan beraktifitas berat dan hindari benturan diperutmu, arra?”

Arraseo!”

Setelah menerima resep dari dokternya, Yumi kemudian melangkah keluar ruangan. Ia tampak tergesa-gesa ke apotik yang ada diluar rumah sakit. Sejenak, mata yeoja itu menatap berkeliling, mencari keberadaan dua orang itu.

Merasa tidak menemukan tujuannya, Yumi akhirnya menyerah. Yeoja itu meletakkan resepnya di kotak kecil disana, lalu duduk bersama beberapa orang lainnya yang juga menunggu nama mereka dipanggil untuk mendapatkan obat.

Yumi mengusap perutnya pelan, dan menghembuskan nafas panjang.

“Sampai kapan hal seperti ini terus terjadi…”, gumam yeoja itu pelan

“Yoo Haesung!”

Yumi mendongak saat seorang perawat muncul dari jendela kecil yang ada di loket. Dan seorang yeoja muda berdiri. Yeoja muda itu tadinya tampak tengah meminum jus, dan akhirnya Ia meletakkan jus itu di kursinya, sebelum akhirnya Ia melangkah ke depan.

Gamsahamnida…”, ucap yeoja muda itu pada perawat disana

Ia berbalik dan hendak melangkah pergi saat tiba-tiba saja Ia terjerembap dan terbatuk-batuk. Membuat orang-orang disana terkejut.

“Uhuk! Uhuk!!”

Bahkan Yumi pun terbelalak saat yeoja muda itu terbatuk-batuk darah. Dan tampak sangat kesakitan. Perawat-perawat yang ada didekat sana pun segera menolong, tapi tak lama, yeoja muda itu tak bergerak.

Yumi melemparkan pandangannya ke tempat duduk yeoja muda tadi, tapi Ia tidak menemukan gelas jus yang tadi diminum oleh yeoja muda itu. Yeoja itu kemudian mengedarkan pandangannya, tapi Ia tidak menemukan sosok yang dicarinya. Dan hal itu membuat Yumi mendengus kesal.

“Aish… Aku bisa gila jika terus seperti ini…”, ucap yeoja itu sebelum akhirnya Ia memilih untuk diam dan membiarkan beberapa orang membawa yeoja muda yang sekarat itu masuk ke dalam rumah sakit.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Yumi menatap obat yang ada dipangkuannya, lalu menatap ke arah kiri dan kanan secara intens, berharap bus mungkin lewat di sana. Karena kematian yeoja muda diapotik tadi, semua orang yang ada di apotik dibawa ke kantor polisi untuk menjadi saksi dari kejadian itu.

Dan sekarang Yumi terpaksa menunggu bus sendirian dihalte dekat kantor polisi itu. Walaupun hari belum terlalu malam, tapi menunggu sendirian dihalte tidak jadi hal menyenangkan bagi yeoja itu.

Tatapan Yumi kemudian tertuju pada seorang namja yang berjalan sendirian di seberang jalan.

“Oh… Namja itu…”, Yumi menajamkan pandangannya, dan berusaha mengenali wajah namja itu, sampai kemudian Ia mendesah pelan.

“Ah, geurae. Pantas saja wajahnya familiar, dia teman namja bernama Byun Baekhyun itu.”, ucap Yumi

Yeoja itu akhirnya kembali melemparkan pandangannya ke arah kiri dan kanan, berharap ada bus yang benar-benar muncul. Tapi kemudian Ia tersadar.

“Oh chakkaman, kenapa namja itu sendirian?”

Yumi memandang ke arah tempat namja itu tadi berada, tapi namja itu sudah tidak tampak dimanapun.

“Jadi kau yeoja yang dibiarkan hidup oleh Baekhyun?”

Yumi tersentak saat mendengar seseorang bicara. Yeoja itu menoleh dan hampir saja berteriak saat namja yang tadi dilihatnya sekarang sudah duduk di sebelahnya, hanya berjarak tak lebih dari dua meter.

“Apa kau hantu!?”, ucap yeoja itu kaget

“Kau sudah tahu itu kan? Kami bisa melakukan apapun.”, ucap namja itu enteng

Yumi segera menutup mulutnya, dan memandang kaku ke tanah.

“Tenang saja, aku bukan Baekhyun yang bisa membuatmu merasa ketakutan hanya dengan mendengar suaranya.”, ucap namja itu membuat Yumi menatapnya.

“Sebenarnya… aku takut pada kalian semua.”, ucap Yumi polos

Namja itu tersenyum samar.

“Semua mahasiswa berkata seperti itu dibelakang kami. Namamu Yumi bukan? Aku Suho.”, ucap namja itu, mengulurkan tangannya pada Yumi.

Yumi sejenak terdiam, tapi namja bernama Suho itu kemudian tersenyum.

“Sudah ku katakan aku tidak akan membuatmu merasa ketakutan. Tenang saja Yumi-ssi, kami tidak akan berbuat jahat padamu jika kau tidak bicara apapun pada orang lain.”, ucap Suho membuat Yumi akhirnya memberanikan diri menjabat tangan namja itu.

Gomawo…”

“Untuk apa?”, Suho memandang yeoja yang tiba-tiba saja mengucapkan terima kasih dengan begitu tulus itu.

“Karena membiarkanku hidup tentu saja.”, ucap Yumi kemudian

Suho mengangguk-angguk pelan.

“Kau pengecualian yang pertama. Jadi aku sangat berharap kami tidak harus menyesal karena membuat pengecualian.”, ucap namja itu

Yumi menggeleng-geleng cepat.

Aniyo, tentu saja kalian tidak akan menyesal. Aku sungguh tidak akan bicara apapun. Aku sudah bersumpah.”, kata Yumi dengan wajah serius yang membuat Suho tertawa pelan.

“Kalau begitu jangan sampai kau melanggar sumpahmu.”

Yumi mengangguk. Yeoja itu kemudian memandang ke arah jalanan, sekali lagi berharap ada bus yang berbaik hati lewat di halte kecil itu.

“Apa aku perlu memanggil Baekhyun?”, ucap Suho membuat Yumi segera tersentak

“Untuk apa?”, ucap yeoja itu dengan raut ketakutan

“Memberimu tumpangan tentu saja.”

“A-Ah. Tidak perlu. Sebentar lagi pasti ada bus yang datang.”, Yumi tersenyum pada namja disampingnya.

“Aku yakin Baekhyun tidak akan keberatan.”

“Aku baru mengenal kalian karena kejadian hari itu, rasanya aneh jika seperti ini.”, Yumi bicara dengan nada pelan.

Suho memandang yeoja itu, lalu menyernyit.

“Apa anehnya?”

“Itu karena… Karena di kampus tidak ada yang pernah melihat kalian bicara.”, kata Yumi, mengingat-ingat soal pembicaraan kecil yang biasa terjadi antara Ia dan beberapa temannya dikantin.

“Tanpa kami bicarapun orang-orang sudah banyak bicara tentang kami. Bukankah begitu?”

Yumi tertawa pelan dan mengangguk.

Geurae, kalian pasti sudah tahu tentang itu.”

Perhatian dua orang itu teralihkan saat sebuah motor balap berwarna hitam berhenti di depan halte, dan perlahan, Yumi mulai menciut takut melihat penampilan pengendara motor itu.

“Suho-ssi… Dia… Baekhyun?”, ucap Yumi pelan

Suho tertawa mendengar ucapan Yumi, dan terutama karena ucapan yeoja itu memang benar.

“Kau sudah benar-benar hafal aura yang Baekhyun miliki.”, ucap Suho

Dan benar saja, sang pengendara motor itu akhirnya membuka helmnya, dan Yumi tentu saja berjengit kaget saat melihat Baekhyun lah yang ada disana.

“N-Neo… Bagaimana kau bisa ada disini?”, ucap Yumi tak percaya

“Suho hyung memanggilku.”, sahut namja itu ringan

“K-Keundae… Suho-ssi…”, Yumi menatap dua namja itu bergiliran

Suho menunjukkan sebuah ponsel yang ada ditangannya. Membuat Yumi membulatkan matanya, benar-benar tidak percaya jika beberapa menit lalu Ia dan Suho bicara soal Baekhyun dan sekarang namja itu benar-benar ada dihadapannya.

“Ponsel memang berguna. Dan karena Baekhyun sudah datang, aku yakin Ia tidak keberatan memberimu tumpangan. Antarkan Yumi ke rumahnya, Baekhyun-ah. Dia sudah duduk disini selama tiga jam.”, ucap Suho sekarang membuat Yumi menatap namja itu tak percaya.

“Bagaimana kau tahu?”, Yumi seolah menjadi orang bodoh ditempat itu, karena Ia lah satu-satu nya orang yang tidak tahu apapun.

“Banyak hal yang akan kau tahu jika dekat dengan kami dalam waktu yang lama. Aku pulang dulu, sampai bertemu lagi, Yumi.”, Suho melambai pada dua orang itu sebelum Ia melangkah pergi.

Dan kepergian Suho membuat Yumi tersadar bahwa Ia sekarang bersama orang yang bisa membuatnya merasa sangat ketakutan bahkan hanya dengan mendengar suara namja itu.

“Mizu—”

Nde?”, ucap Yumi cepat tanpa sengaja memotong ucapan Baekhyun yang akan menyebut nama belakangnya.

“Kau benar-benar berharap aku memberimu tumpangan?”, tanya Baekhyun dan dijawab dengan gelengan pelan oleh Yumi.

Ani, kau bisa pulang, aku akan menunggu bus datang.”, kata Yumi pelan

“Dan setelah aku datang kesini, kau menyuruhku pulang?”, ucapan Baekhyun kini membuat Yumi menatap namja itu, lama, dengan tatapan penuh rasa bersalah.

Mianhae…”

“Kemari.”

Yumi awalnya menatap namja itu ragu, tapi melihat Baekhyun yang terus memandangnya dalam diam, Yumi akhirnya melangkah mendekati namja itu. Baekhyun dengan sigap menarik lengan yeoja itu sehingga Yumi sekarang berdiri dihadapannya.

“Kau tahu, setelah membiarkanmu hidup, aku mulai terpikir hal lain.”

“N-Nde?”, Yumi menatap namja itu tidak mengerti

Baekhyun yang awalnya tertunduk, kini menatap Yumi, membuat yeoja itu berjengit takut saat merasakan ketakutan yang jauh lebih mencekam dari sebelumnya.

“B-Baekhyun-ssi…”, suara Yumi bergetar hebat saat Ia bicara

“Kalau kau mau tetap hidup…”, Baekhyun mendekatkan wajahnya ke arah yeoja itu, dan bisa dengan jelas mendengar deru nafas ketakutan yeoja itu.

“…turuti semua perkataanku.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

P.S :

Oh iya, sekedar gambar pendukung biar bisa bayangin seperti apa Kang Minhee yang jadi temen nya Ayumi di sini ._.

Kang Minhee-CH2

Advertisements

77 Comments Add yours

  1. Deborah sally says:

    Baekhyun menyukai gadis itu

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahaha iya bener XD thanks komennya

      Like

  2. suretodream says:

    Baekhyun suka, a to sekedar mau ngancem yumi aj sih?
    Ato jangan2 do next chapnya baekhyun may cium si yumi lg,, hehehe,,

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha hayo tebaaakk dia mau kek gimana itu XD thanks ya komennya

      Like

  3. Nurnie says:

    Wahhh cntikk yaa . Heheh
    seruu nichh mkin lma !! Lnjuttt eonni . 🙂

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hehehe iya dia cantik XD thanks komennya

      Like

  4. eeeeegi says:

    aku suka ceritanyaaa kereen bahasanya juga enak dibaca
    semangat terus yaa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD huehehe syukurlah kalo suka, thanks komenny ya

      Like

  5. Cho Hyun Ri says:

    Akhirnya dipost juga chapter 2nya setelah nunggu 5 hari 😀

    Makin ke sini makin seru, senangnya Baekhyun ngelepasin Yumi ? Ya walaupun masih di awasin.. Apalagi Baekhyun kayaknya ada maksud tertentu tuh bilang kalo Yumi harus menuruti perkataannya ? 😀

    Kalo aku udah jadi Yumi, mungkin bener bakal jadi gila karena liat kematian ? apalagi untuk kedua kalinya -_-

    Penasaran, ditunggu chapter berikutnya ya ? keep writing ^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe XD ada juga yang ngitung dia di post berapa hari XD hahahahahaha iyeepp syukurlah kalo makin seru aku khawatir jadi boring XD hahahaha emang ada apa2 tuh si bekyun XD tunggu next chap dariku ya, thanks komennya XD

      Like

  6. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  7. della delia says:

    Ahhh gk ngerti maksud ceritanya,,,baekhyun itu apa trus knp yumi gk bsa makan dan apa maksudnya dia makan siang di rmh sakit?
    Ceritanya bingungin tapi kerenn dan kyanya cerita ini jatuhnya ke arah romance ya kak?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Ohooooooo bener sekali XD cerita ini bakal banyakan romance nya hehehehe ku selipin fantasy sedikit2 biar ga jenuh krn aku kebanyakan bikin fantasy, thanks komennya ya

      Like

  8. apa yg bakalan terjadi selanjutnya yeth ¿¿¿
    hhmm jdi penasaran 🙂
    ugh,, next next next !!! jan lama2 yo cuz aye bakal periksa terus tiap hari kesini 😀 wkwk aye mah emang kek gono orangnye

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe XD penasaran ya? Tunggu aja next chap nya XD thanks komennya ya

      Like

  9. tartar61 says:

    chater 3nya kakak aku penasaran..

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Sabar ya hahaha XD

      Like

  10. Aihara says:

    Itu kenapa yumi makan tapi di rumah sakit? masih belum ngerti, jadi penasaran>< hayo hayo baekhyun suka kan sama yumi haha 😀 tapi yumi masih ketakutan bahkan saat sekedar ngerasain auranya~ jadi suka juga sama ff ini (y)

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha tebak hayoo tebaakk kenapa dia disana wkwkwk XD iya tuh si baek jd serem disini wkwk thanks komennya

      Like

  11. heyitsbii says:

    Ohh goddd…. napa fanfic buatan kak irish kece badaii sihh ?? Oke, mulai detik ini aku putusin jalo I’m your fans kaakkk woeehhh *nyalain kembang api* *jeder jeder*

    Btw aku uda lama gak ngunjungi wp pribadi kak irish soalnya aku inget kalo kak irish mau libur bentar, ehh taunya pas aku balik uda banyak fanfic numpuk, sampe bingung mau baca mana dulu. Ehh baii kaakkk mau lanjut baca yg slice 3 . Dadaaahhhh

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD huhuhu jangan ngefans aku aku hanya author biasaa XD syukurlah kalo ff nya ga absurd XD wkwkwkwk iya emaangg mau libur tp semua ff ku jadwal selama libur XD hohoho selamat membacaaaaa jangan bosen yaa XD

      Like

  12. mega says:

    wuowwww!! so sweet baek nya , mulai keliatan garang

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD garang? hahahaha dia gak jadi gak waras lagi nih disini XD

      Like

  13. zhafi says:

    daebakkkk ,,, aku suka

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Duh duuhh syukurlah kalo suka :3 thanks komeennyaa

      Like

  14. byunrose says:

    Cerita ini sgt misterius… Yumi knp dan Baek itu apaan.. sejenis vampire lg eon? apa drakula? apa kubus? #eh? incubus mksudx 😀 hadeh

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hayoh tebak disini dia sejenis apa wkwk thanks komennyaa

      Like

  15. myze says:

    yumi ckt apa koq g bs mkn?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Sakitnya masih rahasia XD

      Like

  16. Kirain si yumi ini sebatang kara pas baca sipaman yg dibunuh baekhyun ngebunuh 2 kaka yumi, trus tiba2 yumi bicarain appa sama eommanya

    Trus yumi itu kenapa jd kedokter pas gabisa makan, sakit kah?

    Ahhh,, penasaran

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD aduh iya dia sebatang kara, butiran debu, yumi mah apa atuh /elah/ XD wkwkwkwk
      penasaran? tunggu lanjutannya yg masih dalam proses/?

      Liked by 1 person

      1. Okesip dilanjutin bacanya,hahaha

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        Yepyepyep XD

        Like

  17. Furry Allmy says:

    Daebakkkk… Kak irish kenapa yumi nggak bisa makan ?? Yumi punya penyakit atau apakah ? ceritanya masih membingungkan.. Baekhyun kayaknya udh ada rasa suka ma yumi #soktau. Ijin baca next chap^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD yumi yumiiiI~~~~ kenapa ya diaaa~~ XD wkwkwk thanks komennya ya

      Like

  18. Ariskachann says:

    kekekeke, Ayumi mulai dimodusin ama Baekiee. . keren2
    gak sabar baca lanjutannya ^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahaha baek pinter ngegombal ni XD hahaha thanks yaa

      Liked by 1 person

  19. Baru nemu ff ini hehehehe,izin baca yaaa,aku reader baru disini🤓🤓

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe thankyou yaa :3 semoga sukaa

      Like

  20. purita oh says:

    aaaa joha joha neomu johaaa this story!!
    emang udah ga diragukan lagi karya kak irish itu keren”..

    “Aku ingin diet,tapi bagaimana caranya aku diet sementara aku sama sekali tidak pernah makan apapun?”
    ini maksudnya apa kak?? kalo ga pernah makan lah terus kok bisa idup?? apa ini makannya pake selang?? atau pake obat trus kenyang begitu aja gitu?? ohh ini bener sesuatu yg berbeda

    ahhh johaaa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Karyaku absurd2 puriiiii😂😂😂😂😂 aku terharu ada yg bilang karyaku keren hiks 😂😂😂😂 itu rahasia perusahaan dia makannya gimana HUAHAHAHAHAHAHAHA XD nanti aja ku jelasin XD

      Like

  21. Keren, bisa aja baekhyun suka sama yumi.
    Penasaran.
    Next chap..

    Like

  22. Salam kenal.
    Reader baru, kak.

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iyaa :3 salamkenal juga yaa

      Like

  23. Salsa says:

    Ngeliat foto minhee berasa ngaca /plak\ si baek suka sama yumii yaaa sejak kapan???!!! :v

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Cielah huahahahahahaha XD duh lop at first sight jangan2

      Like

  24. anggunrania says:

    loh kok aneh ya?? yumi mau makan kok hrus ke rumah sakit dulu, trus dia kenyang dari mananya, emang dia makan apa????

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hayoh dia kenapa hayoh XD

      Like

  25. sehunwife says:

    Seneng banget pas baekhyun tiba2 dateng ke halte😹. ternyata suho baik yah, dia tau yumi udh nunggu 3 jam dan langsung manggil baekhyun. baik banget deh suho.
    tapi yumi kayaknya udh ketakutan banget sm baekhyun sampe segitunya wkwkw

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Buahahahahaha XD baekhyun juga baik looohh seriuuss wkwkwk XD

      Like

  26. KimIsti says:

    Turuti keinginan baekhyun???? aku curiga…..

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Wuahahha curiga kenapa? XD

      Like

  27. piyung says:

    owh ya ampun! Itu yumi makan apaan? Apa ada penyakit yang gak boleh makan? Ah aku mulai berfikir keras!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hayoloh dia ada penyakit apa XD coba tebak

      Like

  28. uchie vitria says:

    yumi juga aneh sich apa dia bukan manusia juga
    atau manusia yang memiliki keistimewaan
    penuh teka teki banget ya

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      bukaaannn~~ aahh haruskah aku menjawab pertanyaan retoris ini~

      Like

  29. byunjungie says:

    uwaaah main daebak!!,aku suka banget sama karakter baekhyun disini,aaah pokoknya aku suka ceritanya ^^,izin baca part selanjutnya ^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      baekhyunnya manly gak cabe-cabean XD

      Like

  30. hyunmipark22 says:

    Eonni yaaah.. bang baek di jadiin apa lagi di sini? Sesuatu banget sih dia. Aku curiga sama si bang baek kakak.

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD dijadiin apa enaknya wkwkwkwkwkwk jangan curiga sama bias akuh doongg

      Like

  31. PNhd_RV says:

    Ommo….ini gmn dung? Baek mau ngelakuin apa hayoo

    Like

    1. IRISH says:

      XD wkwkwkwk dia mencurigakan ya

      Like

  32. hyuncan says:

    Itu si baekhyun mau modus ya…..dasar cabe😂😂😂
    kok si yumi makannya harus di rumah sakit sih??? Terus dia makan apa kok bisa langsung kenyang?? Hyun jadi penasaran kak😯😯😅😁

    Like

  33. hyuncan says:

    Itu si baekhyun mau modus ya…..dasar cabe lu baek😂😂😂
    Si yumi makan apa di rumah sakit?? Terus kok langsung kenyang??? Hyun jadi penasaran😁😁😄

    Like

  34. Luna says:

    Ceritanya asik, alurnya sedang, dan yang terpenting adalah romance nya pas. Waduh aku ngomong gini kek berasa sok tau baget dah. Wkwkwk. Well I love your ff and I think you really do a good job Authornim.

    Like

  35. Jean says:

    Permintaan baekhyun berat deh kayaknya. Ntar dia minta macem2 lagi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s