[BFFI FREELANCE] Donuts

Judul : Donuts
Cast : Leana kim, byun baekhyun
Lenght : Drabble
Genre : Romance, hurt, family, Sad
Rate : pg-13

OOC/The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission. Happy reading!

A present by Sebut Saja Tetelan

 

-RnR please

 

Donat menyatukan apa yang sudah hilang, dengan lubang ditengah lingkarannya yang menyatu….

 

Donat mampu memperbaiki lubangnya yang sudah rusak….

 

Donat akan selalu hadir di meja sebagai pengertian bahwa semua akan baik baik saja….

 

Tak ada hal buruk yang akan terjadi….

 

Kita akan baik baik saja ….

 

Percayalah….

 

 

~~’u’~~’w’~~’m’~~’w’~~’u’~~ 

 

   Lagi. Lagi. Dan lagi. Gadis mungil itu melahap donat dengan berbagai macam topping diatasnya. “Leana,,” nama gadis itu demikian disebut, membuat ia berhenti  dari  aktifitas rutinnya itu

“cepat lah tidur ini sudah larut. Dan sikat gigimu dengan benar” ujar wanita berparas keibuan  kepada sang anak yang berusia 5 tahun, anaknya sangat menggilai  kudapan dengan ciri khas lubang ditengah lingkaran itu.

   “sebental lagi saja ibu,, hanya tiga donat lagi” ucap leana memelas, menampakan wajah memelasnya, namun hati teguh yang dimiliki leana juga dimiliki nyonya kim, yang kini hanya menggelengkan kepalanya. Tanpa ada celah untuk anak kesayangannya itu.

   

   “kau bisa memakan itu besok. Ibu beritahu, donat coklatmu akan lebih enak bila kau masukan dulu ke kulkas,lalu berikan lah dan makan bersama teman temanmu” leana kecil mengerjap lucu, seolah tidak percaya, membuat ibunya mengangguk sungguh-sungguh berusaha meyakinkan putri kecilnya , dan gadis kecil itu langsung berlari menuju lemari pendingin, Tempat ibunya biasa menaruh sayur mayur, dan beberapa lusin donat milik leana.

 

 

12 tahun kemudian..

   Leana kembali memasukan donat kedalam mulut nya. Kebiasaan yang tak pernah hilang sejak ia kecil. Memakan donat sebelum tidur, donat dengan topping coklat selalu menjadi kesukaannya hingga kini. Topping terenak sepanjang masa, Saat ini ia mampu menghabiskan satu lusin donat manis, ya. Ibunya sendiri pun bahkan tak mampu menghentikan kebiasaan ini.

 

   Namun hari ini, pertengkaran antara dirinya dan nyonya kim kembali mengudara, sudah 7 kali dari 3 hari yang lalu, rumah yang penuh dengan wangi donat ini, selalu penuh dengan hawa panas dari pertengkaran. Bersitegang dengan ibu sendiri, membuat moodnya sangat buruk, bahkan lebih parah lagi, byun baekhyun. Ia terkurung karena dirinya, pemuda semanis donat coklat itu terkurung, dijaga oleh seluruh pegawai disana. Dirumahnya. Istananya. Penjara lelaki itu.

 

   Dan saat asap pertengkaran antara leana dan ibunya membumbung tebal, mampu membuat asupan donat gadis itu berlipat ganda. Yang biasanya hanya satu lusin berlipat hingga tiga lusin. Gadis itu sungguh frustasi saat ia mengingat pesan singkat baekhyun yang terakhir kali, seperti telepati saja, lelaki itu mengetahui kebiasaannya “jangan terlalu banyak memakan donat lea, itu tidak sehat. Kau bisa gemuk, kita akan menikah. Aku janji. Tapi aku tidak akan mau ya menikahi gadis gendut yang gila memakan donat, sampai bertemu ditaman. Aku sayang kamu.” Segaris senyum terpaksa terbit. Nyatanya? Pria manis itu sama sekali tidak datang. Ia ketahuan.

 

    Namun jelas tercetak di dahinya bahwa ia bukanlah gadis pemberontak. Ia sudah berjanji pada tuhan. Namun tidakah kini tuhan mengerti keadaannya? Leana mulai menangis menciptakan kanal yang melewati pipinya secara perlahan, kanal itu kini turun ke hatinya, air asin itu semakin membuat luka dihatinya menganak, tergores semakin dalam, menancap dengan keras dan perih.

 

   Ia menyapa tembok dengan kepala belakangnya. Sakit. Namun lebih baik. Lagi. Dan lagi. Suara tembok itu terdengar hingga teras. Membuat nyonya kim meneriakan namanya keras keras. Menyuruh gadis bermata bulat itu menghentikan aktifitasnya. Dan menjanjikan 5 lusin donat coklat. Namun leana tidak ingin berhenti. Gadis itu memiliki semua yang ada pada diri nyonya kim. Bahkan ia memiliki hati keras seteguh karang milik ibunya itu. Gadis keras kepala  itu terus melakukannya.

    

    “ini lebih baik daripada donat,” lirih. Kata itu diucapkan nya dengan lirih. Memorinya dengan baekhyun terputar dengan sangat rinci, berputar seperti kamarnya kini. Berputar dan membuatnya mual. Suara pintu diketuk dengan tidak sabaran tak membuat gadis itu berhenti. Sudah ku bilang ia punya hati seteguh karang. Leana kembali terisak. Ia benci harus mengakui hal ini. Namun memang Ia bukanlah gadis yang kuat seperti putri negeri dongeng. Snow white dan Cinderella dengan ibu tirinya atau yang lain.

 

   Kini nyonya kim meminta bantuan yuji—adik wanita leana satu satunya. untuk mendobrak pintu berwarna putih itu, berkali kali. Tak sempat.leana sudah tumbang, seperti pohon oak yang termakan rayap lalu jatuh, bedanya. Leana bukanlah gadis setegak pohon oak. Ia hanya seemah pohon ek muda. Tak ada yang menyadari bahwa leana perlahan lahan menuju hitam yang dingin. Bergelut dalam oksigen yang kian menipis diparu- parunya. terengah seperti ikan yang terdampar dipinggir pantai. Di awal ada rasa tercekik di leher-nya lalu turun hingga dada dan terus hingga otaknya. Inikah kematian?

 

   Saat pintu putih bertanda ’keep out!’ dengan berbagai stiker emboss 3D itu terbuka lebar. Cairan merah pekat sudah mengalir dan terggenang dari kepala lea, banyak sekali, menempel bergumpal gumpal didinding. Membuat gadis dari keluarga kim itu tergugu. Berkomat kamit tanpa suara. Merapal doa yang diajarkan ibunya. Dan apapun yang ia ingat. Ia terus Merapal. Hilang kesadarannya,sedikit demi sedikit. Mulut berbibir apricot itu mengeluarkan busa berwaran putih. Nyonya kim dan yuji tak mampu menahan teriakannya yang bergema gema. Namun tak ada satu katapun yang mampu menarik kesadaran leana kembali. Hari ini gadis itu lebih tangguh hatinya “maaf, tapi aku ingin tidur” pelan sekali, nada frasa terakhir itu terucap oleh leana, sebelum ia berangsur angsur terapung dalam hitam yang dingin.

 

Putih? Seperti wipe cream?

Tak apa ia suka wipe cream  putih yang banyak.

Apa aku akan mati? Lalu bagaimana dengan baekhyun?

Maafkan aku baekkie.

 

 

************************************************************************************************

 

The end!

P.S. udah bacakan? Pasti nya udah. Jadi jangan jadi silent reader yang ga bertanggung jawab. Tolong comment dibawah ya. Jangan diem aja. Silahkan comment kritik justru lebih baik lagi, semoga kalian suka ya sama ceritanya. Sankyu!

 

 

 

With love

sebut saja tetelan ♡

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Deborah sally says:

    Kagak paham. Dari donat ke mati.

    Like

  2. sicachu says:

    gagal paham :””””””””””””

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s