OH MY LOVER – SLICE #1 — IRISH’s story

irish-oh-my-lover-fixed

Oh My Lover

With EXO’s Byun Baekhyun and OC’s Mizuni Ayumi

Supported by EXO and VIXX Members, with OCs

A fantasy, romance, and slice of life story rated by PG-17 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.


©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Kau tahu, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Termasuk tentang kau, Mizuni.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Prologue.

Udara jadi satu-satunya jarak. Diantara sosok berparas sempurna yang kini tampak memejamkan matanya, dengan seorang gadis yang tak bisa mengontrol seluruh tubuhnya untuk tak bereaksi berlebihan saat melihat sosok itu

Tak sampai sepuluh centi jarak yang tercipta, dan euforia penuh kebahagiaan itu sejenak mencipta kekosongan didalam batin gadis itu, keheningan, kebingungan. Namun hanya sejenak, dan tak sampai satu detik.

Karena didetik selanjutnya gadis itu sadar, sosok sempurna ini tengah meregang nyawa, karena dirinya.

Tangan gadis itu terulur untuk menyentuh permukaan kulit sosok itu, begitu ingin menyentuhnya karena rasa rindu mendalam yang dipendamnya selama berminggu-minggu tanpa kehadiran sosok itu.

Tapi Ia terhenti. Sekarang seseorang menariknya, seolah membangunkannya dari euforia aneh yang membuatnya bertahan dalam kebahagiaan, sosok itu mencengkramnya, membalikkan euforia itu menjadi sebuah elegi.

Gadis itu menatap nanar sosok yang mencengkramnya, tatapan lembut tak berdosa itu, senyum manis yang dimiliki sosok itu walaupun Ia lebih sering berwajah dingin, paras sempurna yang juga dimilikinya, semuanya melebur dan mencipta satu emosi yang sama bagi gadis itu, ketakutan.

Sebuah ketakutan yang sudah sangat sering dirasakannya. Bahkan hampir dianggapnya sebagai bagian dari kehidupan kecil barunya. Namun kali ini, ketakutan itu mencekamnya hingga Ia yakin tulang-tulangnya mungkin menciut ketakutan didalam sana.

Gadis itu ingin menyembunyikan dirinya, tak ingin mempercayai fakta yang kini dihadapinya. Sakit, nyeri, gadis itu terluka, tak hanya secara fisik namun secara mental. Namun Ia tahu Ia tak bisa menunjukkan ketakutannya sekarang, bahkan berekspresi takutpun Ia enggan.

“Kau… juga akan mati sekarang, Yumi-chan.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

Hidup di dunia ini selama ratusan tahun membuat bangsa kami tahu perubahan signifikan yang terjadi pada kehidupan manusia disini. Yang jelas, di abad ke empat saat bangsa kami menduduki bumi, aku dan beberapa orang temanku sadar, bahwa manusia yang tahu jika kami punya kelebihan akan cenderung membenci kami.

Walaupun aku tidak bersama mereka dalam waktu yang lama, setidaknya aku sudah melalui beberapa puluh tahun disini. Dan aku sudah bisa dengan mudah beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Dan dimasa ini, sudah dua tahun kami menghabiskan waktu disebuah Universitas pinggiran di kota Seoul. Walaupun kami hidup berpindah-pindah, mempelajari kehidupan dinegara-negara lain, berganti-ganti nama dan pekerjaan, membuat identitas palsu, mencari tempat tinggal, dan berusaha menghindari orang-orang yang mungkin mengenal kami, tapi kota Seoul begitu mudah menerima kami.

Terutama karena kami tidak harus melakukan pekerjaan berat untuk mendapatkan uang. Kehidupan yang kasar di Seoul sudah mengubah kami untuk bekerja menjadi sosok yang menyeramkan.

Pembunuh bayaran.

Kami sudah tinggal di Seoul sejak lima belas tahun lalu, dan kehidupan mempermudah kami untuk tetap berada di universitas atau sekolah menengah. Hanya perlu berpindah-pindah saja. Dan perbedaan kami dengan manusia juga mempersulit mereka untuk menemukan kami.

Pekerjaan yang terkesan keji memang, tapi bukankah setiap harinya kami membunuh banyak orang untuk menghentikan rasa haus kami? Bukankah kami sudah terlahir untuk jadi pembunuh?

Hanya saja dalam dua tahun ini, beberapa orang yang jadi sasaran kami adalah anak-anak muda, dan membuat entah oknum mana berhasil menyebarkan issue—yang sebenarnya adalah fakta—bahwa kami adalah pembunuh bayaran yang selama ini diburu.

Tentu saja hal itu membuat mahasiswa universitas ini berusaha menjauh dari kami. Dan ku buktikan, mereka takut pada kami. Terlihat dengan bagaimana mereka tidak pernah berusaha untuk terlihat menonjol atau menarik perhatian kami, dan bagaimana cara mereka menatap kami, cara mereka bicara tentang kami, bahkan pikiran mereka tentang kami.

Ya, kami memang pembunuh yang diburu oleh polisi Seoul selama ini. Tapi kelebihan kami membuat tak satupun jebakan mereka mengenai kami. Kami bisa bergerak dalam kecepatan yang memungkinkan kami tidak terlihat di kamera apapun. Kami bisa berpindah tempat dengan cepat, dan punya kelebihan untuk menghancurkan benda apapun tanpa menyentuhnya.

Lalu bagaimana kami akan mengakhiri semua ini? Mudah. Kami hanya perlu berpindah ke negara lain yang jauh dari Seoul. Mencari bangsa kami yang mungkin ada dinegara lain.

Hyung,”, Sehun menyadarkanku

“Ada apa?”

“Dia orangnya.”, Sehun mengedikkan dagunya menunjuk ke depan, ke arah panggung dimana sekarang beberapa orang mahasiswa tengah menampilkan perform untuk perayaan ulang tahun universitas ini.

Tatapanku tertuju pada seorang yeoja yang tampak tengah menari bersama empat temannya, dan tentu saja senyum tersungging di wajahku. Dia adalah manusia yang sudah beberapa hari ini ku cari.

Dia melihat saat kami melakukan tugas. Dan itu artinya Ia juga harus di lenyapkan sebelum Ia bicara apapun bukan?

“Siapa nama yeoja itu?”, ucapku pada salah seorang murid yang berdiri di depanku

Dua murid yeoja itu menoleh takut-takut padaku, lalu memandang ke panggung.

“Y-Yang mana?”, tanya mereka pelan

Yeoja berambut panjang dan sekarang berdiri paling depan.”

“Yumi?”, ucap yeoja satunya pada temannya

“Namanya Yumi?”, ucapku

Yeoja itu memandangku, dan mengangguk pelan.

“Mizuni Ayumi dari jurusan Sastra.”

Sejenak aku terdiam mendengar nama itu, tapi aku segera menyadarkan diriku. Sebuah kenangan pahit diam-diam menyusup masuk dalam ingatanku, merebut tempat sempit yang tersisa saat aku tak benar-benar mengizinkan ingatan buruk itu untuk muncul disana tanpa seizinku.

“Dia cantik juga…”, gumamku pelan, membuat dua yeoja itu saling berpandangan dan akhirnya memandang ke arah yeoja bernama Yumi itu.

Tanpa menunggu waktu lama, aku segera melangkah keluar dari barisan, dan dengan langkah panjang aku ke arah panggung. Yeoja itu dan kelompoknya sudah selesai dengan penampilan mereka, dan yeoja bernama Yumi itu sudah turun dari panggung.

Aku memandang ke arah Sehun, dengan satu isyarat Sehun mengangguk, dan…

SRASH!!

Lampu disekitar panggung langsung mati. Membuat keadaan di tempat ini sekarang gelap gulita. Tentu saja sudah sangat wajar mendengar yeojayeoja menjerit ketakutan.

Aku dengan mudah mengenali yeoja itu, dan aku segera menariknya dengan kasar untuk menjauh dari keramaian. Ia menjerit tentu saja, tapi jeritannya tercampur dengan jeritan-jeritan lain yang membuat pemberontakannya sia-sia.

Karena lampu cadangan dipanggung sudah mulai menyala, aku membekapnya, membuatnya sekarang hanya bisa meronta lemas karena kekuatannya tentu tidak sebanding denganku.

Dan tindakan memberontak hanya membuat yeoja ini kehabisan tenaganya. Dengan cepat aku membawanya keluar area universitas, dan sekarang Ia terjebak bersamaku di sudut pertokoan yang sepi, hampir tidak ada orang yang pernah lewat disini, aku sudah tahu itu tentu saja.

Neo nuguya!?”, teriaknya membuatku tertawa pelan, tidak akan ada yang mendengar teriakannya.

“Kurasa kau sudah tahu siapa aku.”

Aku mendengar helaan nafas terkejutnya, dan segera, saat Ia sudah mulai bisa beradaptasi dengan cahaya remang disekitarnya, yeoja itu tampak sangat terkejut.

“B-Byun Baekhyun…”, ucapnya pelan

“Bukankah kami sangat terkenal di universitas?”, ucapku membuatnya menutup mulutnya dengan cepat.

“Kau mau apa?”, tanyanya hati-hati

Aku melangkah mendekatinya, membuatnya merangsek mundur menjauhiku. Walaupun Ia berlari aku bisa mengejarnya dalam sekejap, perlawanan hanya membuat yeoja ini membuang waktunya saja.

“Bukankah kau melihatnya?”

Nde?”

“Terowongan kereta, dua hari lalu, jam 8 malam.”

Perlahan, mata yeoja itu melebar, dan Ia segera tergeragap kaget.

“Kau melihatnya…”, ucapku, mengetahui bahwa reaksinya adalah bukti bahwa Ia benar-benar melihat kejadian itu.

Yeoja itu tidak bicara apapun dan malah melangkah mundur menjauhiku, membuatku dengan tidak sabar menarik lengannya, dan menyentakkan tubuhnya ke tembok.

“Kau sudah tahu siapa kami bukan? Kau pasti punya bukti tentang kejadian itu.”

Ia tampak berusaha membuka mulutnya dan bicara, tapi lenganku sekarang menahan lehernya, dan membuat tubuhnya terangkat sedikit.

Tangan yeoja ini berusaha melepaskan diri, memukul-mukul lenganku, sampai Ia sadar jika Ia tidak bisa menandingi kekuatanku, Ia akhirnya pasrah, dan hanya memejamkan matanya.

Ku sadari tangannya bergerak mengambil sesuatu, dan aku melepaskannya, membuatnya terjatuh dan terbatuk-batuk dengan menyedihkan.

“Kau punya ucapan selamat tinggal?”, ucapku sebelum membiarkan diriku berubah menjadi sosokku yang sebenarnya.

Tangan gemetar yeoja ini bergerak mengambil sebuah bolpoin, dan Ia meletakkannya di dekat kakiku.

“Rekaman ini… Karena rekaman ini… Aku mengikuti kalian…”

Aku menatap bolpoin itu sejenak, sebelum akhirnya aku berubah menjadi sosok manusiaku dan bergerak mengambilnya, ada tombol kecil berwarna gelap pada pegangan bolpoin itu, dan aku menekannya.

“…Kau datang juga untuk membunuhku…”

“Ya. Dan sepertinya kau sudah sadar akan ajalmu.”

“Hahaha! Kalian kira aku tidak punya rencana untuk membuat semua orang tahu bahwa kau, Byun Baekhyun, dan teman-temanmu adalah pembunuh?”

“Kau pikir kami tidak memikirkan segalanya?”

Aku tersentak. Suara itu. Adalah suara korban kami sebelum kami pergi ke terowongan kereta dan membunuh korban lain, dan menyadari bahwa yeoja ini melihatnya.

“Bagaimana kau…”

“Aku ada disana… Setelah kalian pergi. Ahjussi itu memegang bolpoin ini diakhir hidupnya.”

“Lalu dengan ini kau berniat mengadukan kami?”

Yeoja itu mendongak, menatapku.

“Aku bilang aku menyusul kalian ke terowongan kereta karena ingin memberikan benda ini pada kalian.”, ucapnya lirih

Aku menyernyit.

“Lalu apa tujuanmu memberikannya pada kami?”

Ia tertunduk, dan aku bisa mendengar Ia terisak pelan.

Ahjussi itu… Sudah membunuh dua saudaraku…”, ucapnya saat Ia mendongak dan memandangku.

“Dan… kau…”

“Aku sangat berterima kasih pada kalian… Enam tahun aku membenci ahjussi itu karena Ia bisa berkuasa dikantor setelah membunuh dua saudaraku… Tapi aku sadar, hal seperti itu membuatku merasa sangat bersalah dan tertekan…

“Aku… tidak pernah benar-benar berharap Ia mati.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Seorang yeoja berdiri diam di depan namja paruh baya yang sekarang tengah merokok dari cerutunya dan menatap yeoja itu dari atas sampai bawah.

“Aku benar-benar takjub karena Ozawa punya tiga putri yang sama cantiknya.”, ucap namja itu membuat yeoja di depannya melengos pelan.

“Hentikan semua ucapan menjijikkanmu itu.”

“Kau tahu, aku heran kenapa dua kakakmu memilih untuk mati daripada bersama denganku. Apa adiknya ini juga berpikiran sama?”

Yeoja itu mendongak, menatap namja paruh baya itu penuh kebencian.

“Aku sudah tahu itu! Aku tahu kau membunuh dua kakakku!!”, teriak yeoja itu membuat namja paruh baya dihadapannya tertawa keras.

“Benar. Aku memang membunuh mereka. Tapi apa polisi bisa memburuku?”

Yeoja itu mulai terisak pelan.

“Aku akan membuktikannya. Aku akan membuktikan bahwa kau salah…”

“Tuan Han, klien anda sudah menunggu diluar ruangan saya…”

Terdengar suara sekertaris namja paruh baya itu dari pengeras suara kecil di mejanya.

“Keluarlah Mizuni, kita lanjutkan pembicaraan menarik ini nanti.”, ucap namja paruh baya itu enteng.

Yeoja itu masih berdiri kaku, lutut yeoja itu bahkan gemetar menahan emosi bergejolaknya pada namja paruh baya dihadapannya.

Aku membencimu! Aku sangat membencimu!

Seorang namja yang berdiri di balik pintu menyernyit saat mendengar jeritan seorang yeoja di dalam pikirannya.

“Ku kira Ia sendirian didalam sini.”, ucap namja itu pada temannya

“Apa maksudmu Kyungsoo?”, ucap namja lain menatap bingung

“Aku mendengar pikiran seorang yeoja di dalam ruangan ini.”, ucap namja bernama Kyungsoo itu.

“Bukankah Jongin sudah memberi kita jadwal rinci nya?”

“Aku tidak tahu hyung, kita lihat saja apa hubungan orang ini dengan nya.”, ucap Kyungsoo.

Tak lama, dua orang itu sedikit terkejut saat pintu di depan mereka terbuka. Menampakkan seorang yeoja yang terisak pelan, berjalan cepat dengan tertunduk, sangat terlihat jika yeoja itu tengah menangis.

“Awasi pikiran yeoja itu.”

Arraseo hyung,”, ucap Kyungsoo sebelum mereka berdua melangkah masuk ke dalam ruangan kedap suara itu.

“Wah wah, aku tidak menyangka jika kalian berhasil mengelabui sekertarisku.”, ucap namja paruh baya itu, menatap dua orang namja dihadapannya dengan senyuman yang jelas dibuat-buat.

“Kau kira apa tujuan kami kesini?”, ucap namja bernama Kyungsoo itu

“Aku tahu, akhirnya kau datang juga untuk membunuhku…”, ucap namja paruh baya itu, tangannya tampak menekan sebuah tombol dimejanya.

“Ya. Dan sepertinya kau sudah sadar akan ajalmu.”

“Hahaha! Kalian kira aku tidak punya rencana untuk membuat semua orang tahu bahwa kau, Byun Baekhyun, dan teman-temanmu adalah pembunuh?”, ucapnya lagi sambil kemudian duduk bersandar dengan santai

“Kau pikir kami tidak memikirkan segalanya?”, namja lain bernama Baekhyun itu tersenyum sinis, dan bertepatan dengan saat Ia tersenyum, lampu diruangan itu seketika padam.

“Ah, menyiapkan kamera-kamera tersembunyi untuk merekam kami rupanya.”, ucap Baekhyun memandang kamera-kamera kecil berkedip pelan dibeberapa tempat.

“M-Mwo!?”

“Apa lagi yang sudah kau siapkan?”, ucap Baekhyun, namja itu menengadahkan tangannya, dan cahaya tampak keluar dari tangan namja itu, cahaya yang dengan jelas bisa membuat dua orang itu melihat ekspresi ketakutan dari korbannya sekarang.

“Pengawal yang menunggu alarm pertolonganmu diluar ruangan?”, tambah Kyungsoo sambil menjentikkan jarinya, dan…

SRASH!!

Sebuah kotak dibawah meja namja paruh baya itu menimbulkan ledakan pelan. Dan membuat namja paruh baya itu tersentak kaget.

“Kalian… Kekuatan apa yang kalian miliki sebenarnya!?”, teriak namja paruh baya itu membuat dua namja muda dihadapannya tertawa.

“Kau kira kami manusia biasa seperti lawan-lawan bodohmu yang lainnya?”, ucap Baekhyun, Ia dan Kyungsoo sekarang dalam langkah pelan mendekati namja paruh baya itu, membuatnya terhuyung mundur dan terpojok.

“Semua orang akan tahu tentang kalian! Tunggu saja!”, teriak namja paruh baya itu sementara sekarang Kyungsoo menggerakkan tangannya, membuat namja paruh baya itu kesulitan untuk bernafas walaupun namja itu tidak menyentuhnya.

“Kau punya kata-kata terakhir?”, ucap Baekhyun sebelum Ia memejamkan matanya dan membuat cahaya menyilaukan keluar dari tubuh namja itu, dan menyelimuti namja paruh baya dihadapannya.

“Aaakkhh!!!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Yeoja itu kini duduk terpekur dan menangis tanpa henti. Terlalu sakit bagi batinnya untuk menerima kenyataan bahwa Ia dipaksa untuk bersama dengan orang yang membunuh dua orang kakaknya hanya karena orang itu mengancam nyawa kedua orang tuanya.

Terlalu berat bagi yeoja itu untuk sanggup menahan beban yang harus dihadapinya sekarang. Beberapa menit yeoja itu terisak di sebuah sofa yang ada diruang tunggu dilobby, sampai tiba-tiba Ia tersentak saat lampu padam secara tiba-tiba.

Beberapa orang tampak dengan panik berusaha keluar dari gedung itu karena tahu jika gedung tertutup kedap udara itu cepat atau lambat akan membuat mereka kesulitan bernafas. Sementara beberapa orang lain tampak mencari security untuk menyalakan sumber listrik cadangan.

Sementara tatapan yeoja itu kini tertuju ke arah sebuah pintu kaca yang terbuka beberapa meter jauhnya dari tempatnya duduk sekarang, seseorang tampak berdiri di sana, Ia tidak bisa melihat dengan jelas sosok itu dibawah penerangan sangat minimal seperti ini, tapi samar-samar Ia bisa melihat dua orang berjalan dari dalam ruangan berpintu kaca itu.

Yeoja itu merasa aneh saat melihat dua sosok itu tampak seolah mengangguk, dan akhirnya tiga sosok itu melangkah santai keluar gedung, dan tentu saja melewatinya.

“Stasiun bawah tanah, rute 8.”, ucap salah seorang diantara mereka, dan yeoja itu menatap ke arah perginya tiga orang itu.

Di depan gedung—dimana pencahayaan tampak lebih terang karena terkena cahaya lampu jalanan—dan masuk ke dalam sebuah mobil.

Tersentak, yeoja itu segera berdiri. Sadar bahwa dua sosok itu tadi keluar dari pintu kaca yang jadi satu-satunya jalan masuk menuju ruangan orang yang sangat dibencinya dan telah mengungkapkan fakta pahit padanya tadi.

Dengan ragu yeoja itu mengeluarkan ponselnya, dan menyalakan video camera, membuat blits keluar dari ponselnya, dan memberinya cukup pencahayaan untuk masuk ke dalam pintu kaca itu dan menyusuri ruangan yang tadi didatanginya.

Yeoja itu melangkah cepat, takut seseorang mungkin mengikutinya, dan akhirnya tertegun saat pintu ruangan yang tadi dimasukinya terbuka.

“Bukankah tadi Ia punya tamu lain…”, gumam yeoja itu sebelum Ia melangkah masuk ke dalam ruangan, dan samar-samar mendengar erangan kesakitan lemah.

Ia mengarahkan cahayanya ke seluruh penjuru ruangan, dan hampir saja menjerit saat melihat sosok yang sangat dibencinya sekarang terkapar di lantai dengan bersimbah darah. Sosok itu bahkan menatap ke arahnya dengan sisa kekuatan yang Ia miliki.

“T-Tolong… aku…”, ucap sosok itu lemah membuat yeoja itu segera berbalik, hendak keluar ruangan dan meminta pertolongan, sebelum Ia kembali tersadar dan akhirnya menghentikan langkahnya.

Ia berbalik, menatap sosok itu, dan menatap beberapa cahaya redup berwarna merah yang berpendar disekitar ruangan itu.

“K-Kau…”

“T-Tolong…”

Yeoja itu terisak pelan.

“Bukankah kau sudah membunuh dua saudaraku?”, ucap yeoja itu dengan suara bergetar, sadar jika sosok di depannya cepat atau lambat akan mati.

“Bukankah takdir itu adil? Kau memang pantas mati…”

Yeoja itu terkesiap saat lampu disekitarnya menyala secara tiba-tiba. Dan kini Ia melihat sosok itu memegang sebuah bolpoin ditangan kanannya, dan membuat tulisan dilantai dengan sisa darahnya.

Yeoja itu melangkah mendekat, dan membaca tulisan yang ada dilantai.

“Universitas Songwon… Byun Baekhyun…”

Beberapa lama yeoja itu terpaku, sebelum akhirnya Ia menarik bolpoin ditangan sosok itu dengan cepat, dan menggunakan sepatunya, Ia menggosok-gosok tulisan dilantai sampai tulisan itu tercampur dengan darah lainnya.

“T-Tidak…”

“Ini karma atas semua perbuatan jahatmu!”

Yeoja itu bersuara keras, dan akhirnya melangkah menjauh, menghindari bekas darah menjadi jejak dilantai, Ia melepas sepatunya dan akhirnya berlari keluar ruangan, berusaha menghindari semua orang, tidak ingin orang-orang tahu jika Ia baru saja membiarkan seseorang mati mengenaskan didalam ruangan.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sudah hampir dua jam yeoja itu duduk di rute delapan stasiun bawah tanah yang terletak tak jauh dari gedung yang tadi didatanginya. Yeoja itu duduk dengan resah, sebenarnya tidak mengerti juga mengapa Ia menghabiskan dua jam ditempat itu.

“Mereka pasti ada disini. Pasti…”, ucap yeoja itu yakin, sementara Ia sibuk menggesek-gesekkan kakinya di tembok yang tertutup dibawah kursi yang Ia duduki, berharap bekas darah di sepatu yang Ia kenakan akan hilang atau setidaknya tersamarkan.

Tak lama, yeoja itu tersentak saat benar-benar melihat sosok yang dikenalnya berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.

Ia tentu mengenalnya. Walaupun enam orang itu berdiri ditempat yang berbeda-beda, tapi Ia bisa mengenali enam orang itu dengan jelas. Yeoja itu belum sempat menjernihkan pikirannya saat tiba-tiba saja sebuah kejadian terjadi dengan terlalu cepat dalam pandangannya.

Entah sejak kapan seorang laki-laki yang tadinya tampak berdiri dengan beberapa orang di dekatnya, membawa sebuah koper kecil, tiba-tiba saja sudah ambruk dengan tiga pisau menancap di tubuhnya, dan sebuah senar yang secepat kilat melewati namja itu, membuat kepala namja itu terlepas dalam hitungan kurang dari satu detik.

Hampir semua orang tidak menyadari apa yang terjadi, bahkan yeoja itu bersumpah Ia hanya sempat melihat enam orang itu saling melempar anggukan. Dan detik selanjutnya Ia sudah mendengar jeritan ketakutan.

“Mereka… benar-benar pembunuh seperti yang anak-anak katakan?”

Hyung.”

“Ada apa Sehun-ah?”, ucap Baekhyun menatap namja yang sekarang menatap ke semua arah.

“Ada yang melihat kita.”, ucap Sehun

“Maksudmu?”

“Seseorang yang mengenal kita. Dia melihat kita—”, Sehun menghentikan ucapannya dan tatapannya tertuju pada seorang yeoja.

Sementara yeoja itu sekarang terkesiap. Dan dengan langkah tergesa-gesa segera beranjak pergi dari tempat itu.

“Aku akan mengejarnya.”, ucap Sehun sebelum Ia berlari mengejar yeoja itu

Tapi seolah tahu bahwa dirinya di incar, yeoja itu berlari ketakutan menyusup diantara beberapa orang, dan akhirnya mendapatkan celah untuk masuk ke dalam kereta.

Sementara Sehun akhirnya terhenti saat tidak menemukan yeoja itu.

“Kau menemukannya?”

“Tidak. Tapi aku sepertinya mengenal wajahnya…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

Halohaaa XD aku kembali dengan membawa fanfiction baru XD masih dengan genre fantasy XD tapi ceritanya beda jenis (?) kok XD hoho~ dan berhubung ada sesuatu di kehidupan nyata, mungkin aku cuma bisa menjadwal publish fanfict ku sampai akhir oktober huhu~ maaf banget kalau aku agak telat ngebales komentar nya yaa XD tapi aku bakal usahain untu cepet-cepet ngebales kok XD thankyou~ see you on next chap XD oh iya, di sini Baekhyun kubuat jadi pembunuh huhu tapi tenang aja fokusnya ke romance kok gak ke adegan bunuh-bunuhan (?)

Advertisements

79 Comments Add yours

  1. suretodream says:

    Kyaa,, Bagus, aku gk sabar buat nunggu next chapternya

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe XD selamat menunggu chap 2 nya XD thanks komennyaa

      Like

  2. 8tones says:

    oooh aku baru sadar ini chapter 1, ku kira oneshoot hehe
    jgn lama” publishnya 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahaha iya gapapa XD chapter 1 ini barusan wkwk thanks komennya kak~

      Like

  3. Cho Hyun Ri says:

    Waah keren.. aku suka ^^
    Alurnya menarik, feelnya dapet, tulisannya juga rapih..
    genrenya fantasy pula, tapi aku masih bingung sebenarnya Baekhyun dan yang lainnya itu makhluk apa ? kalo bukan manusia ?

    Kasian Mizuni, kedua saudaranya dibunuh.. huhu 😦

    Jadi makin penasaran sama chapter berikutnya, ditunggu ya ? keep writing ^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehe XD thankyouuu~~ wah iya tp maaf diksiku masih bener2 kurang –‘ wkwkwk mereka semacam apa ya ._. Aduh aku belum nemuin deskripsi buat mereka ._. Thanks komennyaa XD ditunggu ya next chap darikuu

      Like

  4. Wihhh Baekhyun ^0^
    Masih dengan genre fantasy hoho 😀
    Wahhh bagus2 saya suka saya suka 😀
    Next thor .. next !!!

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Iyaaaa XD huhuuu aku suka genre ini jadi susah move on nya XD thanks komennya ditunggu ya next chap darikuu~~

      Like

  5. avlentcs says:

    ff nya bagus ^^ baekhyun ini jenis makhluk apa nih? hehe. mizuni kasian yah dituduh sm baekhyun T_T terus sekarang baekhyun hobinya bunuh2an nih?.. serem wkwk

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahaha yang jelas dia bukan manusia nih XD huhu~ dia pindah profesi XD

      Like

  6. PINGKUnakw says:

    lhuk lhuk… baekhyun udah nggak teriak kesakitan lagi nih???? hahahaha
    tapi tetep aja nih, Baekhyun sukanya mandi-mandi darah/?
    takut banget ama si cabe #dilembarbaekhyunsandal #dicekikEXO-L #justkiddingbro

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huahahahaha udah gak teriak2 hahaha udah gak jaman (?) XD akhirnya dia dpt peran teges XD

      Liked by 1 person

      1. PINGKUnakw says:

        sekarang kerjaannya pake ilmu dukun/?
        tinggal dilihat kedepannya apa ia masih bermulut manis XD. maka dari itu semangat untuk melanjutkannya, qaqa…. KAK IRISH AKU PADAMU!/?

        Like

      2. IRISH says:

        XD bermulut manis? Aahh baekhyun sih berwajah manis ya hahahahahahahaha XD aduh duh tunggu aja si cabe jadi kek gimana sekarang XD

        Liked by 1 person

  7. Deborah sally says:

    Wuizh ada Byunbaek :3

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Byun baek debut lagi (?) XD hahaha thanks komennyaa

      Like

  8. IRISH says:

    Reblogged this on IRISH SHOW.

    Like

  9. Nurnie says:

    Bguss kq eonni, fntsi bngdd, deg2an jg .. Krennn ..
    Tp agak sdkit bngg schh, msih blum mdeng .
    Ocee L, next eonni 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD haloooo huehehe iya ini fantasy banget nih XD thankyou komennyaa

      Like

  10. della delia says:

    Kerennn!!!!
    Di tunggu next chap nya 🙂

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Thankyou XD tunggu ya next chap nyaaa

      Like

  11. Aihara says:

    Baekhyun dan kawan-kawan itu sebenarnya makhluk apa(?)
    Dan gimana itu kelanjutan Mizumi yang lagi mau dibunuh Baekhyun??
    Seru, suka banget^^
    ditunggu banget ya kelanjutannya 😀

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahaha XD hayo coba tebak mereka makhluk apa XD ehem eheem tunggu aja di next chap nya XD

      Like

  12. heyitsbii says:

    kakak tau aja kalo aku lagi pengen baca fanfic ttg pembunuh tapi genre romance. apa jgn2 kita ada ikatan batin yak ? :v

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahaha iya nih keknya kita sehati deh XD tunggu ya next chap dariku

      Like

  13. edyoxoo says:

    walah baek jadi makhluk yang entah apa namanya terus suka ngebunuh orang (?) okelah kak cerita apa aja pasti jadinya keren.. ditunggu lanjutannya ya kak

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hahahahaha XD makhluk apa hayo makhluk apa wkwkwk XD tunggu ya next chap nya XD thanks komennya

      Like

  14. mega says:

    fantasy nya adek irish emg keren,
    dapat bgt alur nya
    keep writing dek

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Aduh kaakk XD biasa ajaa iniii aku kirain malah jadi aneh ff nya hohoho XD thanks komennya kakk

      Like

  15. zhafi says:

    Sippp ,,,

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Thanks komennyaa:33

      Like

  16. uchie vitria says:

    salma kenal aku reader baru disini
    ijin baca” ya
    jadi baekhyun dan kawanannya ini makhluk apa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Haloooo thanks udh nyempetin baca ff absurd ini XD aheemm jawabannya ada di next next chap nya :’3

      Like

  17. myze says:

    2 baekhyun membnh didepan umum kn,npa sehun hny mencurigai yumi?

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Eyy ada alasannya ituu XD

      Like

  18. Wouw! Baekhyun jadi vampire
    Emang pas ama matanya itu,hhehhehe

    Dan ini ko, padahal mereka udah digosipin sebagai pembunuh, tapi masih aja betah tinggal di seoul

    Penasaran ama kelanjutannya keanya bakal maraton bacanya nih, aku liat udah publis beberapa chap

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Hiiihh aku gemes bayangin dia jd model gini XD wkwkwkwkwk ah mereka gapeduli gosip tuuhh/? Udah kelanjur betaah wkwkwk XD iyaapp udh publish sampe 8 .___. Thanks nyaaa udh nyempetin waktu buat baca dan komen{}

      Liked by 1 person

  19. Furry Allmy says:

    Hi kak irishhh^^.. Aku nggak sengaja main main ke blog kak irish.. eh ketemu ni ff.. trus genrenya fantasy, genre yg paling aku suka #nggak nanya :D. certitanya bener bener daebak !! Huhu.. s baek jadi pembunuh bayaran , nggak kebayang wkwkwkw. itu si baek dkk sebenernya mahluk apa sih kak ? hehe. kak ijin baca nekt chap ya.. fighting^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Halohaaaa XD aku emang suka fantasy XD kebanyakan ff ku fantasy sayang XD wkwkwkwk aduh dia cocok gak sih jadi gini/? XD thanks yaa udah main ke blogkku{}

      Like

  20. Ariskachann says:

    Annyeong haseyoooo, irish-ssi aku reader baruuu niiih. . . ijin baca ff kamuuu yaaaa ^^ ??
    Anyway aku suka genrenyaa fantasy apalgi yg mainnya mantan aku Baekie imoooeeet!!! tapi imutnya disini udah ilang keknyaaa ^^
    lanjuut baca yaaa ^^
    gamsahamnidaaa

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD huahahaha haloooo thanks banget udah nyempetin baca ff absurd ku huhu aku terharuu~ jangan bosen ya sama ff ku XD

      Liked by 1 person

      1. Ariskachann says:

        Gak bakal bosen kok apalgi kalo authornya baek kek kamuuu. . Udah nyempetin bales komenan aku yg absurd wkwkwk. . . Seneng deeh ^^

        Liked by 1 person

      2. IRISH says:

        XD aku suka balesin komen2 XD bikin kenal satu-satu sama readers huahahaha XD lumayan nambah temen juga :3 thankyou yaa

        Liked by 1 person

  21. sisiliakarin says:

    HUAAAAA KEREN KEREN
    NEXTTTTTT NEXTTTT NEXTRRR

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe XD udah ku next tuhh

      Like

  22. Salsa says:

    Sorry baru komen reader baru hehe✌… hadeuuh bakehyun yang unyu berubah jadi kejam di ff ini :v tapi gpp biar bantuin mizuni bales dendam 😂

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Huehehehe gapapa santai aja aku orangnya XD wkwkwkwkwkwk thanks yaaaa

      Like

  23. Salsa says:

    Sorry baru komen reader baru hehe✌… hadeuuh bakehyun yang unyu berubah jadi kejam di ff ini :v tapi gpp biar bantuin mizuni bales dendam 😂 sekali lagi maaf baru comment hehe…. 😄

    Liked by 1 person

  24. anggunrania says:

    ini kawanan baekhyun jd monster kah? waahh keren tapi…. ^.^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Kawanan XD buseeett

      Like

  25. sehunwife says:

    Kyaa, bagus banget kak ceritanya. Suka bangets sm genre fansasynya. apalagi sikap baekhyunnya disini manly banget wkwkw

    Like

    1. IRISH says:

      Huhu~ iya baekhyun yang selalu cabe disini jadi manly huhu XD thanks ya udah bacaaa

      Like

  26. KimIsti says:

    Ijin baca thor. Aku suka fantasy dan aku suka bgt karakterx baekhyun yg gak biasa ini…

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Yuhuu selamat membacaaa XD wkwkwkwkkwk

      Like

  27. piyung says:

    ini menarik, sayangnya aku bacanya sekarang dalam keadaan ngantuk jadi feelnya blm dpet- hahaha

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD hahahahahah bacanya jangan sambil ngantuk2 doong

      Like

  28. byunjungie says:

    uwaaah daebak!!!
    haloo aku readers baru ^^,salam kenal,ijin baca chap selanjutnya yaah^^

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      Halooo~~ thanks udah nyasr di ff ini XD

      Like

  29. ByunWind says:

    Akhirnya aq baca Oh My Lover chap1.. ternyata ini genrenya fantasi jg ya, kaya One N only sama Dream. Smuanya Baekhyun jadi makhluk ‘sesuatu’, bukan manusia tulen. Hahaha… Kapan2 jadiin Baek manusia dong, manusia blasteran apa kek gt, contohnya manusia pnyihir ato manusia setengah dewa mungkin? hahaha… biar tetep bergenre fantasi..

    Liked by 1 person

    1. IRISH says:

      XD akhirnya oh akhirnya ada yang nyasar lagi di ff abnormalku ini XD wkwkwkwkwkkwk
      Kalo sampe konsep penyihir dan dewa aku masih belum banyak referensi XD

      Like

  30. PNhd_RV says:

    Aigoo…..iige mwoya…
    Keren wohoo… ketemu lagi chap selanjutnya. Btw baekhyun dkk itu makhluk apa?

    Like

    1. IRISH says:

      XD mereka makhluk astrall

      Like

  31. ipos says:

    wahhh.. ceritanya daebakk..
    hm.. baekhyun jadi vampire kah ?_?

    Like

  32. si says:

    Nemu ff kak irish lagi :).. ff nya kak irish bagus semua, saya suka saya suka *apasihgaje *abaikan.. baca semua ffnya kak irish lah.. 🙂
    ijin baca kak

    Like

    1. IRISH says:

      buakakakakaka astral semua iya dek epep aku mah XD

      Like

  33. hyuncan says:

    wah keren banget thor….daebak👍entah kenapa di tiap ff irish hyun ngerasa si cabe berasa sesuatu banget deh…next kak😊😊😅😘😙

    Like

  34. Jean says:

    Wow baekhyun cs jadi pembunuh keren(?) Wkkw

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s