Mistake Chapter 2

mistake 2nd

 

Title: Mistake Chapter 2

Genre: Romance,School Life,Sad,Friendship

Cast: Byun Baekhyun aka Baekhyun EXO

Kim Jongdae aka Chen EXO

Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Yousi aka Yousi (OC)

Sub. Cast: Jung Chan Rian aka Hanri (OC)

Kim Jongin aka Kai EXO

Oh Hayoung aka Hayoung Apink

Kim Jommyeon aka Suho EXO

Zhang Yi Xing aka Lay EXO

Jin Ran Kan aka Ran (OC)

Wang Xia Ji aka Xia (OC)

Daneun dan Hara (OC)

Rating: Teen

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

Mistake Chapter 2

 

 

Yousi POV

 

Dengan langkah malas, aku memasukki kelas hari ini. Sudah bangun kesiangan lagi, datang ke sekolah terlambat dan disuruh memungut sampah sebagai hukuman. Teman-temanku masih ada yang bermain dan mengobrol di depan kelas. Suasana di dalam kelas juga tidak jauh berbeda dari suasana di depan kelas.

Aku menghempaskan tubuhku di atas kursi milikku ini. Dan mengeluarkan buku pelajaran. Hari ini pelajaran pertama adalah Bahasa Inggris dan dilanjutkan dengan Bahasa China. Aku sampai bingung, sekolah ini menambahkan pelajaran utama yaitu bahasa Cina. Matilah aku, bahasa Inggris saja jatuh bangun apalagi bahasa Cina.

Teman-temanku dengan tergesa-gesa berlari menuju ke tempat duduk mereka masing-masing, termasuk Xia. Penyebabnya adalah Jung seosangnim sudah datang. Disinilah dimulainya Neraka 3 jam!

Aku hanya menopang daguku malas, memperhatikan penjelasan Jung seosangnim tanpa mengerti satupun kosatakata bahasa Inggris yang ia bicarakan. Aku menoleh ke Xia yang sibuk mencatat. Rajin sekali dia.

“Nah, setelah penjelasan tadi. Ibu akan membagikan kelompok Bahasa Inggris. Kelompok pertama, ibu yang bagi. Kelompok kedua sesuai dengan nomor urutnya masing-masing”ucap Jung seosangnim yang membuatku mengerutkan dahi tanda tak mengerti sama sekali.

“Kelompok Pertama

1)Heo Ji Dae

2)Jin Rin Sung

3)Kim Jongin

4)Jung Daerin

5)Shin Kae Jung

6)Do Kyungsoo

7)Byun Baekhyun

8)Park Yousi

APA!!!!!!! Aku sekelompok lagi dengan Baekhyun? Apa tidak salah? Sudah 2 kali pembagian kelompok, dan aku terus sekelompok dengan Baekhyun?

Tidak terasa pembagian kelompok telah selesai.

“Saya rasa sudah cukup jelas, silahkan membentuk kelompok!” perintah Jung seosangnim dengan suara tegas. Mau tidak mau pun, aku harus bergegas menuju tempat kelompok satu.

Aku dengan cepat meraih tempat duduk di antara kedua teman yeojaku. Aku beruntung tidak duduk di sebelah Baekhyun. Kalau mungkin aku duduk dengannya, bisa-bisa aku sangat gugup.

“Kaejung, tolonglah geser sedikit kesana. Disini sempit” ucapku agak dengan kesengajaan. Karena Kaejung duduk tepat di sebelah Baekhyun yang sibuk dengan lukisannya. Maksudku adalah Baekhyun dekat dengan Kaejung. Agar aku bisa tahu, sifat Baekhyun itu seperti apa. Apakah Ia suka duduk dekat dengan yeoja atau tidak.

“Tapi, disini sudah tidak bisa lagi, Yousi” elak Kaejung halus

“Disini sempit sekali Kaejung, tidakkah kau melihat aku menderita kepanasan disini? Kan diantara kau dan Baekhyun ada sedikit kelonggaran jarak tempat duduk. Jadi rapatkan saja” ucapku panjang lebar dan secara tiba-tiba Baekhyun menatapku tajam.

Aku terserentak kaget, aku berusaha mengalihkan pandanganku dari tatapan tajam Baekhyun yang berusaha mengunciku. Teman yeojaku yang lain, menatap Baekhyun dengan penuh rasa kagum.

“Kau sudah dengar kan? Kaejung bilang, tidak bisa lagi. Maunya kau apa?!” nada bicara Baekhyun terdengar sengit. Haduhh, kalau tiba-tiba aku dan Baekhyun terlibat dalam pertengkaran bisa gawat nih!
Bisa-bisa, aku dibenci oleh hampir seluruh murid yeoja di sekolah ini.

“Ne, ne aku mengerti” ucapku malas berusaha mengelak dari perang dingin yang mulai diciptakan Baekhyun.

“Dasar bodoh” umpatnya.

Aku membulatkan mataku terkejut, namun segera aku menghela nafas. Kesabaran sangat diperlukan saat ini. Ini adalah kerja kelompok yang berarti kita harus rukun dan bekerja sama.

“Perhatian semua, saya akan berikan sebuah teks. Setiap kelompok teksnya berbeda, dan masing-masing teks ada 12 soal. Batas waktu pengerjaannya, hanya 35 menit. Dengan jawaban yang harus didiskusikan terlebih dahulu!” ucap Jung seosangnim tegas.
Lembaran teks pun dibagi.

Masing-masing siswa mendapat 1 lembar. Aku menatap malas lembar teks yang berisikan paragaraf berbahasa Inggris yang menggunakan kosakata super sulit.

Ya ampun, padahal baru kelas 2 SMP sudah mendapat tugas serumit ini.
Baekhyun tetap focus dengan lukisannya. Seakan masah bodoh dengan lembar teks bahasa Inggris yang sudah terletak di hadapannya.

“Waktunya dimulai dari sekarang” ucap Jung seosangnim membahana. Dengan malas, aku membaca teks bahasa Inggris ini. Dan perlahan, aku mulai mengerjakan soal demi soal.

“Baekhyun, kau tidak mengerjakannya?” Tanya Kyungsoo yang memecah keheningan kelompok.
Aku menatap Baekhyun dari balik lembar bahasa Inggris. Berharap Ia memberikan jawaban yang keren.

“Kalian mengerjakan semuanya dan diberikan kepadaku, kemudian aku yang menilai. Mana yang pantas” ucap Baekhyun santai sambil masih focus dengan lukisannya.

Hebat sekali dia!! Rasanya ingin aku masukkan lembar ini dimulutnya. Aku tahu dia pintar, tapi tidak seherusnya seperti itu.

“Waktunya tinggal 15 menit” suara Jung seosangnim menyadarkan ku lagi dari pikiranku yang tertuju kepada soal nomor 12.

Semua teman kelompokku memberikan lembar mereka di Baekhyun dan hanya tinggal aku. Aku dengan secepatnya mengerjakan lembar soal itu.

“Yousi, kalau kau tidak kumpul dalam hitungan ke-3, namamu tidak ada dalam daftar kelompok. Kau tidak aktif” ucap Baekhyun sambil tersenyum smirk.

Aku segera memberikan lembarku kepada Baekhyun. Setelah 5 menit, Ia membaca lembar-lembar kami semua dan mengoreksinya.
Ia menghela nafas lalu.

“Jawaban yang paling tepat dan akan kita pakai adalah jawaban milik Park Yousi” ucap Baekhyun santai sambil memberikan tatapan matanya kepadaku. Teman-teman sekelompokku menatapku, sambil membukakan mulutnya.

Aku sendiri terkejut, dan ingin sekali tertawa. Dari tatapan mereka semua menandakan bahwa aku adalah ‘orang jenius pilihan Baekhyun’

Dan ini lagi? Kenapa harus Baekhyun?!

Segera saja teman-teman sekelompokku menyalin hasil pekerjaanku ke pekerjaan mereka. Kecuali Baekhyun, yang focus lagi dengan lukisan miliknya. Aku melihat-lihat di kelompok lain. Tanpa sengaja, pandangan mataku bertemu dengan tatapan mata Chen.

Kami berdua terlibat eye contact sementara. Kemudia aku mengalihkan pandanganku segera. Namun aku masih merasa, Chen menatapku dari tempat duduknya di kelompoknya.

Tatapannya membuatku merasa risih. Dan terganggu pastinya. Buat apa Ia menatapku? Aku yang biasa-biasa saja ini memangnya punya daya tarik apa?

“Waktu habis, silahkan bentuk kelompok kedua” ucap Jung seosangnim lagi. Aku melihat teman-teman sekelompokku berjalan meninggalkan kelompok ini. Dan hanya tersisa aku dengan Baekhyun saja. Aku sontak mengambil tasku dan mengumpat gugup. Mengapa aku bisa sebodoh ini, menunggu Baekhyun.

“Hei, yang nomor urut 7 dan 8 tetap pada kelompok awal” ucapan Baekhyun membuatku berhenti berjalan. Aku balik gugup dan duduk di tempatku semula.

Suara bantingan tas di kursi yang berada tepat disampingku, membuatku sukses menoleh ke samping. Chen sudah duduk di sampingku sambil tersenyum. Ha? Bukankah, masih banyak tempat yang lain? Kenapa harus aku?

Beberapa temanku yang lain mulai datang mengisi tempat-tempat duduk yang kosong. Hanri yang semula bersemangat ingin duduk di sebelah Baekhyun pun mendengus kesal karena tempat terlebih dahulu diambil oleh Yixing.

Xia juga ternyata sekelompok denganku. Ia mengambil tempat duduk di sebelahku tepatnya. Aku merasa sedikit aneh dan sangat terkejut, yang duduk di sebelah Chen adalah Baekhyun dan tanpa sengaja lagi tanganku bersentuhan dengan tangan Chen.

Segera saja kujauhkan kursiku darinya.

“Silahkan, mengerjakan soal kedua” ucap Jung seosangnim tegas. Aku menghela nafas lagi, disuruh kerja soal begini terus membuat aku bisa gila. Aku hanya menatap hambar kertas soal dihadapanku, sedangkan temanku yang lain sibuk mendiskusikannya. Mungkin di kelompok ini yang masah bodoh hanya aku dan Baekhyun.

“Yousi, ini” aku menoleh dan terkejut. Chen memberikan pekerjaan bahasa Inggrisnya kepadaku. Aku menatapnya dengan maksud ‘tidak usah’ karena aku malas berbicara saat ini.

“Salin saja, nanti akan diambil nilai” ucap Chen lagi, nampaknya Ia berusaha menyakinkanku. Aku menggeleng kepala.

“Biar aku kumpul yang susulan saja” ucapku malas. Ia menatapku sengit. Kemudian dengan cepatnya,Ia mengambil buku tugasku dan menyalin dari buku tugasnya ke buku tugasku.

“YA! Chen! Sudah kubilang tidak usah!” bentakku dengan suara yang pelan. Ia berhenti menyalin, kemudian menatapku lekat. Aku menatapnya kesal dengan kelakukannya yang bisa dibilang aneh sangat aneh!

“Terserah kau” Chen membalikkan badannya membelakangiku. Aku hanya menghela nafas, kemudian menopang daguku lagi. Hinggah tepukan di bahuku menyadarkanku sehinggah kau berbalik. Dan ternyata itu adalah Jung seosangnim.

Aku meneguk liurku sendiri dengan susah payah. Menatap Jung seosangnim dengan takut-takut.

“Kau tidak mengerjakan tugas Yousi? Kau sudah selesai?” Tanya Jung seosangnim dengan nada yang mencekam. Aku merasa seperti diinterogasi oleh pak polisi.

“Ha, aku aku, aku” kenapa mulutku jadi kaku ya? Matilah, kalau Jung seosangnim sampai tahu aku belum mengerjakan. Matilah aku.

Bisa-bisa aku jadi korban penggaris kayunya yang panjangnya 100 cm itu.

Semua tatapan di kelas tertuju kepadaku. Kecuali Baekhyun dan Chen yang Nampak masa bodoh. Aku merasa menyesal, tidak mau menyalin pekerjaan Chen tadi.

“Kau bisu Yousi?!” nada suara Jung seosangnim meninggi dan membuat bulu kudukku merinding seketika. Apalagi dengan tatapan seisi kelas yang menatapku dengan maksud ‘cepat bicara, kalau kau tidak mau dihukum’

“Aku..bel…” ucapanku terpotong dengan ucapan Baekhyun yang membuat aku melonjak kaget.

“Dia sudah mengerjakannya seosangnim, bukunya ada disini” ucap Baekhyun santai sambil menunjukkan buku yang membuatku mengerutkan dahi. Setahuku, aku tidak pernah punya buku seperti itu. Namun papan nama dibuku itu, bertuliskan ‘Park Yousi, VIII B’

“Baiklah, kerjakan lanjut yang belum selesai” Jung seosangnim berjalan meninggalkan kelompok kami. Aku menghela nafas lega, karena akhirnya bisa terbebas dari interogasi menyeramkan itu.

“Haduhhh!” aku memegang kepalaku sakit, karena mendapat lemparan keras di kepalaku. Dan ternyata, itu adalah buku yang tadi Baekhyun tunjukkan kepada Jung seosangnim.

“Untukmu” ucap Baekhyun kepadaku sambil menunjuk buku itu. Kemudian Ia kembali focus dengan lukisannya. Aku masih terkejut, dengan perlakuan Baekhyun yang tidak terbiasa itu.

Ia sebaik itu terhadapku, kenapa?

Aku mengambil buku pemberian baekhyun tersebut. Didalamnya sudah lengkap tugas Bahasa Inggris yang ditulis dengan rapi dan bersih. Dengan tulisan tangan milik Baekhyun. Aku menatapnya kagum.

Aku sempat melihat Chen yang nampaknya marah? Ah sudalah, masa bodoh. Yang penting, tugas bahasa Inggrisnya sudah ada.

Eh, ngomong-ngomong hari ini hari Kamis. Berarti lagi 1 hari adalah hari Sabtu. Hari dimana, kelompok seni budayaku akan latihan di rumah Ran. Tidak sabar..

^^^^^^^^^^^^

Bel pulang sekolah telah berbunyi,

Dengan cepat aku melangkahkan kakiku keluar kelas, karena keadaan perut yang tidak menentu ini. Namun segera tanganku ditahan oleh tangan orang lain. Itu membuatku berbalik menghadap orang yang menahan tanganku tersebut. Chen? Kenapa?

“Aku butuh penjelasanmu mengenai hal yang tadi” ucap Chen dingin masih sambil memegang tanganku. Aku segera menepis tangan Chen.

“Tadi itu apa?” tanyaku tidak mengerti dengan pertanyaan Chen.

“Kau kenapa tadi tidak mau menerima pekerjaanku dan hanya menerima pekerjaan Baekhyun?” Tanya Chen. Aku hampir saja memuntahkan isi perutku yang kosong. Dia hanya menanyakan hal sepeleh itu? Tidak ada topik pertanyaan yang lain lagi kah?

“Hanya itu saja, kurasa tidak perlu dijawab” aku berjalan meninggalkannya, namun Ia lagi-lagi menahan tanganku dan membuatku berbalik kepadanya lagi.

“Itu sangat penting bagiku, aku butuh jawabannya” sergah Chen dengan nada serius.

Aku hanya berdecak kesal, berharap ada seseorang yang membantuku saat ini. Dan ternyata betul, dari arah sana Yumi bersama Kaji temanku dari kelas lain berjalan menuju ke arah aku dan Chen.

“Yumi! Kaji!” aku langsung memanggil mereka, sambil melambaikan tangan kiriku. Chen menatapku tidak mengerti. Aku bisa merasakan genggaman tangannya di tanganku sedikit merenggang.

“Kenapa Yousi?” Kaji menghampiriku terlebih dahulu. Langsung saja aku berlari ke belakangnya, sehinggah tangan Chen terlepas dari tanganku. Kemudian, aku mendorong Kaji hinggah mendekat ke Chen.

“Chen, mau bicara denganmu. Aku pergi dulu ya!” aku tertawa senang sambil berlari meninggalkan Chen dan Kaji yang bingung sendiri.

^^^^^^^^^^^^

Hari ini, aku dengan semangat memasukki kelasku seperti biasanya. Aku tidak terlambat lagi hari ini, berhubung cuacanya yang cerah. Aku menduduki kursi milikku ini. Aku menoleh ke samping, dan menghela nafas berat.

“Daneun, Xia belum datang ya?” tanyaku kepada Daneun yang duduk di depank.

“Xia? Tadi kakaknya datang dan bilang dia sedang sakit demam” ucap Daneun kepadaku tanpa berbalik mengahadapku.
Berarti aku duduk sendiri hari ini? Tanpa ada teman untuk mengobrol?

Kejadian yang sama terulang seperti kemarin pagi, teman-temanku tergesa-gesa duduk di tempat mereka masing-masing. Ternyata yang masuk kelas kami adalah walik kelas kami. Victorya seosangnim. Ia masuk tidak sendiri, tapi di temani oleh seorang yeoja dan seorang namja yang berpakaian seragam sama dengan kami.

Mungkin mereka murid baru yang akan masuk di kelas kami?

“Nah, seosangnim bersama kedua murid baru yang akan menjadi bagian dari kelas VIII B. mereka berdua pindahan dari New York. Mereka berdua bersaudara, orang tua mereka beradarah Korean-Eropa” jelas Victorya seosangnim.

Aku menatap mereka, yang yeoja sangat cantik begitupun dengan yang namja sangat tampan. Mereka terlihat sangat sempurna.

“Yang namja namanya Oh Sehun dan yang yeoja namanya Oh Hayoung” Victorya seosangnim memperkenalkan mereka berdua. Kemudian mempersilahkan mereka berdua untuk mengambil tempat duduk yang kosong.

Namja baru itu, menatap kursi kosong di sebelahku. Ia melangkah semakin mendekat dengan kursi Xia yang kosong itu. Sementara teman-teman yeojaku hanya bisa diam, terpana dengan wajahnya yang tampan dan gayanya yang cool.

Aku meneguk ludahku cepat, melihat Ia semakin mendekat ke mejaku. Ah, bagaimana ini? Kalau nanti besok Xia masuk bagaimana?

Sebelum namja itu sampai pada mejaku, aku merasa sudah ada yang terlebih dahulu duduk di kursi Xia di sampingku. Segera saja aku menoleh. Dan kenapa yang duduk disana, harus Chen?

 

Namja baru itu, aha namanya kan Oh Sehun. kupanggil saja Sehun itu berdecak kesal, lalu melewati mejaku dan berjalan menuju tempat duduk Chen yang sudah kosong di samping Baekhyun.

Aku menatap Chen tidak percaya. Daneun dan Hara pun menutup mulut mereka sambil membulatkan mata menatap Chen shock.

Kemudian ekspresi mereka berubah menjadi kagum terhadap Chen.

Aku menatap Chen malas, kenapa Ia bisa datang duduk di sebelahku?

Beberapa teman yeojaku yang lain terlihat saling berbisik dan melihat ke arah aku dan Chen. Apa mereka kira aku dan Chen punya satu hubungan begitu? Lebih baik aku pergi menjual tomat di tokoh sayur ajjhunma Song daripada harus bersama si Chen itu.

Kemudian aku menoleh ke belakang, melihat Sehun sedang sibuk dengan PSPnya. Padahal baru pindah juga langsung masa bodoh dengan pelajaran.

Aku berbalik mengalihkan pandanganku menuju ke depan. Sudah cukup kejadian aneh yang kualami selama berhari-hari yang

berturut-turut dan melibatkan namja-namja yang popular.

^^^^^^^^^^^^

Author POV

Tanpa disadari oleh Yousi, Sehun menatapnya lekat dari belakang. Tatapan tajam.

“Kurasa, kita bertemu kembali disini, nona Park” Sehun tersenyum misterius

^^^^^^^^^^^^
Selesai daaahh chapter 2nya ini. Maaf kalau nggak jelas plus banyak kesalahan penulisan huruf,kata,atau kalimat

Maaf juga, saya tidak bisa membalas comment chingudeul soalnya untuk menghemat paket di modem saya dan waktu yang minim.

Jangan ada namanya plagiarism (mana mungkin ada yang mau niruin ff nggak jelas begini)
Terima kasih sudah mau membaca
Dan jangan lupa tinggalkan comment

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Nurnie says:

    Hayoo ad hub app antra sehun sma yeusi ..??
    Lnjuttt

    Like

  2. suretodream says:

    Kapan nextnya keluar?

    Like

    1. tianiexo says:

      Sedikit lagi chingu berhubung masih lallalala~ terima kasih yaa

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s