(Twoshoot) Periculosa // Dangerous

req-kim-rahay3Title : Dangerous
Author : Rahay™Kim
Cast : Byun Baek Hyun as Byun Baek Hyun
Park Eun Bin as Han Yi Seul
Support Cast : Ye Rin (G-Friend) | LuHan Xi | Oh SeHun
Length : Twoshoot
Genre : Psychology ,Crime, Angst , Fantasy , Friendship , Little bit Romance
Disclaimer : Fanfic ini hanya fiksi belaka . Storyline dan alur milik Author . Semua Cast kepunyaan Tuhan , Ortu dan Entertainment nya masing -masing . Keburukan Tokoh dalam Fanfic hanya Fiktif dan tidak nyata / Imajinasi penulis . Berharap baca Cerpen ini baik dan cermat agar mengerti alur cerita nya okay 😉

Author Note : Keep RCL !! Dont be SILENT Reader !! . Ini Fanfic Psikologi saya yang perdana saya publish . Entah ini masih absurd atau malah bukan psikologi sama sekali entahlah readers -nim-deul yang membaca dan menilai yaa ^^ .Ada  beberapa  lirik  lagu  EXO di  sini ..
Kenapa Baek Hyun ? Yup , aku cuman pengen manfaatkan muka sangar nya dia pas pake eyeliner yang keliatan manly bgt ituu cocok buat jadi psikopat gituu . Jadi , Here are . This Periculosa ~ aka Dangerous ..

Quotes : Semua nya terlihat baik , Padahal sesungguh nya semua nya lebih berbahaya dari yang di pikirkan _ Tae Hyung

Cr : LayKim @ Indo Fanfiction Arts . Thanks A Lots
^^~Happy Reading ~ ^^

Introduce Character

Byun Baek Hyun Umur 23 tahun . Berasal dari. Gyeonggi-do , Kota Bucheon . Pemilik Cafe Byun yang di warisi dari Kedua orang tua nya . Yatim piatu . Seorang perfeksionis . Pernah di Rehabilitasi di rumah sakit Jiwa karena tingkat Frustasi nya yang meningkat saat umur nya 20 tahun .Tinggal dengan adik bernama Tae Hyung

Han Yi Seul . Umur tidak di ketahui .Berasal dari Seoul . Mahasiswi di University Yonsei namun berhenti di tengah jalan pada semester ke 5 karena himpitan biaya. Sekarang menjadi Pengajar Bimbingan konseling di Sekolah Menengah Atas .

Tae Hyung . Nama belakang tidak di ketahui .Umur 19 tahun . Diangkat oleh Ayah Baek Hyun dari panti asuhan yang habis terbakar sehingga seluruh berkas hilang .Tidak Ingin menggunakan Byun sebagai nama belakang nya .Sekolah tidak tetap karena selalu di Drop out atau Mengundurkan diri tanpa sebab .

Happy reading ^^

09.00 am ~

Tirai Cafe yang tadi nya masih tertutup rapat kini. telah terbuka lebar , Cahaya mentari masuk dengan leluasa nya tanpa perlu ijin dari si pemilik Cafe .
Papan yang menginteruksikan toko tutup kini. berbalik menjadi tulisan Buka
Namja itu mentautkan senyum nya . dan menata kembali beberapa properti yang menurut nya kurang tepat posisi nya . Tipikal orang yang Perfeksionis .
Setelah selesai dengan semua itu , Ia segera mengenakan celemek nya dan baju ala waitress khas cafe -cafe . Ia melihat pantulan diri nya di cermin . sudah merasa sempurna dengan penampilannya , Ia pun segera kembali ke meja kasir .
***

10 menit sebelum nya .

Jam menunjukkan 9 tepat di arloji yang dengan anggun melingkar di lengan kecil milik seorang Yeoja cantik dengan berperawakkan tak terlalu tinggi juga tak terlalu kecil itu.
Langkah nya terhenti ketika salah satu indera nya mengindentifikasi aroma yang sermebak hingga sukses menghipnotis otak nya .
Fokus nya menangkap sebuah bangunan bergaya Vintage bartuliskan Byun Cafe , yang masih nampak sepi dari depan .
“Seperti nya baru buka ” Gumam nya sendiri .
Karena yang ia tahu , 4 sampai 5 tahun ia melewati daerah itu Tak pernah sekalipun cafe terlihat sepi setidak nya pasti ada satu atau dua orang yang sekedar minum kecil atau sekedar memakan cake atau mungkin sekedar bergurau .
Sehingga rasa penasaran nya muncul ,
“Seenak apa sih minuman dan cake di sini sampai -sampai orang -orang antri untuk ke sini .”
Dengan langkah mantap dan yakin pun akhirnya si yeoja itu masuk ke dalam cafe tersebut .
Tak ada siapa pun di dalam , hanya terdengar mesin kopi yang tengah beroperasi dan bunyi baling kipas angin yang berputar. Sungguh Cafe ini sangat unik , mungkin barangkali inilah sebab nya Cafe ini ramai pengunjung setiap hari nya.
“Ternyata juga ada roti dan juice , apa yang sebaik nya ku pesan”
Ia melihat menu yang tercantum di meja pemesanan . Ia mengetuk -ngetuk meja tempat nya duduk tak lama , seorang namja keluar dari ruang bertuliskan ‘Staff only’ sudah lengkap dengan celemek dan baju waitres nya .
“Anyeonghaseo , Maaf membuat mu menunggu . –
Apa Ingin pesan sesuatu ?”
Tanya Namja itu dengan senyum sapa ala penjual yang menjajakan barang nya pada raja si pembeli .
Yeoja itu beranjak bangun dari tempat nya duduk ,menghampiri meja pemesanan tempat namja itu tengah berdiri di balik nya .
“Nde , Gwaenchanhayeo”
Jawab yeoja itu singkat .
“Bisakah kau membuat pesanan sesuai yang ada di sini ?”
Tanya si yeoja menyerah kan secarik kertas berisi daftar pesanan . Sang Waitres melihat nya dengan seksama .
“Nde , Jamsiman-nyeo . .”
Kata si Waitress itu mulai membuat pesanan si pelanggan pertama nya di pagi hari ini .
“Semua nya jadi 30. 100 Won , Agasshi”
Yeoja itu memberikan uang tunai pas , dan segera mengambil pesanan nya itu dan segera keluar dari Cafe itu .
“Terimakasih , silahkan berkunjung kembali ”
Ujar si waitress itu masih dengan senyum lebar yang terpampang di wajah nya , walau jelas . Yeoja itu hanya meninggalkan punggung belakang nya pada nya tanpa membalas sepatah kata pun .
————————-
“Hyeong !”
Seorang Namja berseragam sekolah datang memasuki cafe itu di tengah keramaian , membuat beberapa pasang pengunjung Cafe itu menatap heran .
“Baek Hyun Hyeong !” panggil namja itu ke arah waitress dengan nametag bermarga Byun itu .
“Aku sedang sibuk ! Ini belum jam pulang sekolah . kau -‘
Mulutnya langsung terkatup tatkala fokus nya melihat Namja berseragam itu wajah nya sudah lebam berwarna biru keunguan .
“Uruslah adik mu dulu , Tidak enak di lihat oleh pelanggan . Aku akan mengambil alih dan mengurus semua nya”
saran rekan yang juga waitress cafe itu . Berperawakkan tinggi kurus dengan mata bulat dan suara bass .
“Baiklah , Gumawo Yeol -ra” ujar nya seraya menepuk bahu rekan nya itu
Namja bernama Baekhyun pun menuruti saran rekan nya itu dan segera membawa Namja berseragam tadi ke ruang belakang yang adalah Rumah nya .
————————–
Tanpa banyak bicara ia mengambil kotak P3K dan mulai mengobati adik nya itu .
“Apa tidak bisa kau bersekolah saja , tanpa membuat keributan ? ”
Tanya Baek Hyun seraya mengolesi luka adik nya dengan cream penghilang memar .
Adik nya tak menjawab dan meringis kesakitan .
“Hyeong .”
“Hmm?”
Baek hyun menjawab panggilan sang adik dengan dehaman pelan . Bukan , bukan nya ia tak ingin membuang suara nya sia -sia . Hanya saja , adik nya sudah sering membuat nya kesal dan kali ini ia hanya sedang berusaha untuk mengendalikan emosi di dalam jiwa nya .
“Aku di tendang keluar dari sekolah , ” Ujar sang adik dengan seringaian nya .
Mungkin level emosi Baek Hyun masih di tingkat menengah saat ini , dan bisa menjadi level atas dan meledak jika adik nya itu memancing emosi nya dengan pernyataan yang tak berguna .
“Wae ? Karena kau terus mencari masalah dan berkelahi ?”
terka Baek Hyun sembari membereskan peralatan Kotak P3K dan menaruh nya ke tempat semula .
“Ani , Karena aku memacari gadis nya Nam Joon anak dari pemilik sekolah ”
ujar sang adik sembari mengganti baju seragam nya dengan kaos oblong .
“Kalau begitu , Mata mu pasti sudah buta dan telinga mu sudah tuli hanya karena seorang wanita . Aku akan memasukkan mu ke sekolah lain dan berhentilah menjadi pembuat onar “Cerca Baek Hyun mengutuk adik nya sendiri .
“Kau boleh mengkhawatir kan ku tetapi jangan membuat ibu dan ayah jadi khawatir juga karena ucapan mu”
Langkah Baek Hyun menuju pintu terhenti , tepat setelah adik nya berbicara seperti itu . Namun , ia tak berbalik dan hanya menghilang di balik pintu kayu itu.
***
Malam nya ->
“Terjadi sesuatu pada Tae hyung ?”
Tanya Waitress Jangkung bertag-name Park Chan Yeol sambil melanjutkan aktivitas nya sedang mengepel lantai .
“Entahlah , anak itu di Drop out lagi dari sekolah nya . Orang tua ku hanya menyusahkan ku saja dengan meninggalkan Tae Hyung bersama ku”
Baek Hyun menghela nafas nya berat setelah berkeluh kesah pada rekan kerja nya sekaligus sahabat nya dari SMA .
“Oh ya , Byun-ah tadi aku menemukan ini di bawah meja. Tangkap !”
Chan Yeol melempar sebuah Tag name atau lebih tepat nya ID karyawan dan BaekHyun menangkap nya .
“Catch Ya! ”
Baek Hyun menyipitkan mata nya , hanya bermaksud untuk membuat Fokus nya menjadi jelas ia pun mengambil kaca mata milik nya yang berada di laci barulah tulisan Di ID itu terpampang jelas di mata nya .
-Han Yi Seul- itulah nama yang tertulis di ID yang berada di tangan nya
-SMA Seoul- itulah lembaga yang tercantum di ID itu lengkap dengan Alamat dan Jabatan .
“Yeoja ini seorang Guru di SMA Seoul .Tadi pagi ia adalah pelanggan pertama ku ”
“Apa dia menarik perhatian mu byun -ah ? Tenang saja , Nanti juga orang nya akan kembali ke sini ”
Chan Yeol bersuara yang baru saja keluar dari Ruang ‘Staff Only’ dengan pakaian yang sudah berubah menjadi pakaian bebas .
“Nan Kkanda !” Chan yeol pamit pergi dan melesat menggunakan sepeda nya .
Selepas Chan Yeol berlalu , Baek Hyun segera mematikan lampu cafe nya dan menutup jendela nya dengan tirai . Kemudian fokus nya menangkap sosok yang baru ia lihat nya pagi ini .
Entah , tiba -tiba ia mentautkan bibir nya dan sebuah senyum terlukis di wajah nya . Ia pun segera keluar menghampiri sosok itu, berharap objek yang ia kejar belum terlalu jauh jarak nya .
“Cheogi -yeo !”
Baek Hyun memanggil gadis itu , namun ia masih terus saja berjalan , Sampai akhir nya tangan nya menggapai bahu si gadis lalu yeoja itu berbalik namun ia salah orang .
“Maafkan aku .” Baek Hyun menbungkuk hormat sebagai tanda maaf karena memanggil apalagi menyentuh orang yang salah . dan Sungguh , itu membuat nya malu .
Ia pun berbalik arah kembali menuju cafe nya . Dan tak di sangka sosok yang ia cari berada di hadapan nya sekarang .
“Eoh , Byun -ssi . Pemilik cafe Byun kan ?”
tanya gadis itu dengan antusias seolah -olah ia telah mengenal baek hyun begitu lama .
“Nde , kau benar . Bagaimana kau ?”
Bingung . itulah ekspresi Baek Hyun ketika melihat gadis ini.
“Tertulis di Plampang Cafe mu . Mungkin kau menemukan -”
Tanpa mendengar kalimat lengkap dari si yeoja ia langsung memberi ID card milik yeoja itu yang Chan yeol temukan di Cafe .
“Rekan ku yang menemukan nya , Ku pikir jika tidak bertemu dengan mu hari ini , aku akan mengantar nya ke tempat kerja mu besok , Yi seul -ssi”
“Tak perlu Byun -ssi , itu merepotkan mu . Kalau pun aku tak bertemu dengan mu , besok aku akan lewat sini karena aku harus ke stasiun subway untuk berangkat kerja . Nama ku Han Yi Seul”
Yeoja bernama Yi seul itu mentautkan senyum nya dan mengukurkan tangan kanan nya menginteruksikan Baek Hyun untuk memperkenalkan diri nya juga .
Baek Hyun pun membalas uluran dan menjabat tangan Yi Seul dengan ramah .
“Oh ya , Byun Baek Hyun -imnida .”
“Omong -omong Baek Hyun -ssi , Terimakasih sudah mengembalikan ini pada ku , aku pikir sudah hilang . Hampir saja aku kehilangan pekerjaan ku”
Baek Hyun terkekeh kecil mendengar gadis ini yang ternyata lumayan banyak bicara .
“Bukan kah jika sudah menjadi guru kau akan di pekerjakan tetap ? Kau tak mungkin di pecat hanya karena kau menghilangkan ID mu kan”
“Aku hanya guru honorer Baek Hyun -ssi ..”
Yi Seul tersenyum simpul , kemudian memasukkan Id nya ke dalam tas tangan yang ia bawa. “Kalau begitu , sebagai ganti nya aku akan mentraktir mu . Kau ingin apa ? Atau , aku harus melakukan sesuatu untuk mu ?”
Penawaran Yi Seul membuat Baek Hyun hanya terkekeh , nyata nya di dunia yang sudah modern begini ternyata masih ada yeoja seperti Yi Seul , dan itu sedikit menggelitik hati nya . Baek Hyun menggaruk tengkuk nya yang tak gatal , seperti nya rasa gugup telah merasuki diri Byun Baek Hyun.
“Cukup hanya datang ke kafe ku setiap hari , itu sudah cukup dan aku anggap kita impas. Ehm, Bagaimana Yi Seul-ssi ?”
“Ngg.. Baiklah , aku akan menjadi pelanggan tetap mu . Mulai besok”
Yi Seul menepuk bahu Baekhyun pelan , kemudian tersenyum membuat seorang Byun Baek Hyun terpana . “Aku pulang dulu , Byun –ssi . Pastikan kau buka lebih awal besok , karena aku akan ada urusan lain di pagi hari , jadi aku harus berangkat lebih pagi juga . Itjima” Yi Seul kemudian pergi setelah memberi salam hormat .
Dan Baek Hyun ? Kalian akan tahu seperti apa ekspresi nya . Pipi nya sudah merona , merah padam . Tae Hyung kemudian datang , dan kemudian menghampiri Baek Hyun . Tae Hyung bergidik melihat raut wajah Baek Hyun . Ia mengantongi kedua tangan nya di saku celana.
“Hyung ? aku merinding melihat wajah mu. Masuklah , sudah larut malam .”
Baek Hyun hanya menghela nafas nya . Karena sesungguh nya ia sangat malu karena tertangkap basah oleh Tae Hyung tentang ekspresi wajah nya .
*( Dengan cepat , aku kehilangan tempat dan arah ku ) Byun Baek Hyun*
2 Minggu kemudian . . .
“Baek Hyun –ssi ?!” teriakan seseorang itu membuat Baek Hyun tersontak kaget . Ia terbangun dari tidur nya . Baek Hyun mengucek kedua mata nya yang kini terasa berat , efek dari tidur nya . “eoh ? Yi Seul –ssi , ku kira kau tak kan datang”
“Seharusnya kau tidak tidur disini , ini taman dan itu adalah tempat umum . bahkan , anak anak yang bermain di sana terus memotret mu dan mentertawai mu selagi kau tidur tadi”
“aah , anak –anak kurang ajar ! lihat saja nanti” Baek Hyun bangkit dari duduk nya , Yi Seul segera menahan tangan nya . “Lihatlah , kau terkena jebakan ku sekarang . Soal , anak – anak memotret mu itu bohong . Tapi , sungguh . . mereka mentertawai mu terus sebelum aku datang” . Mendengar penjelasan Yi Seul , Baek hyun menghela nafas nya berat .
“Ooh , ayolah . Yi Seul –ssi , kau harus tahu dengan siapa kau bercanda sekarang . Aku tak kan memaafkan jika itu bukan diri mu” Baek Hyun kembali duduk di samping Yi Seul . “Ya , Ya .. Maafkan aku , Byun –ssi . Satu Point minus untuk mu dari penilaian ku . Tingkat Emosional mu Tinggi” Yi seul berbicara dengan senyum yang terus merekah di wajah nya .
“Apa seburuk itu ? Lalu , bagaimana dengan nilai positif nya ?” Pertanyaan Baek Hyun membuat Yi Seul tampak berfikir sejenak . Lalu , ia tersenyum penuh arti . “Yang penting adalah kau tetap bisa mempertahankan nilai positif mu . EOH ?! sudah hampir mulai film nya , Ayo Byun –ssi kita harus cepat”
Dalam hitungan detik Yi Seul langsung mengganti topic pembicaraan . dan Baek Hyun hanya mengikuti langkah Yi seul tanpa berpikir panjang tentang topic sebelum nya .
Skip ~
*(“Kau layak nya sebuah lukisan dalam pandangan ku” ) Byun Baek Hyun*
Manik milik Baek Hyun masih asik menatap objek yang kini tengah terduduk manis di samping nya , dan focus gadis itu masih asik menatap lurus kedepan menikmati layar lebar dengan bantuan proyektor . Berbagai adegan dalam film mulai bermunculan . Dan setelah layar kembali berlayar warna hitam Yi Seul baru menangkap kembali manik milik Baek Hyun . “Film nya seru juga kan ? Baek Hyun –ssi . Tak salah kita tadi memilih menonton ini daripada film Horror” Ujar Yiseul sembari merapihkan baju nya dan menepuk –nepuk pelan celana nya yang terkena remah popcorn .
“Baek ?”
Lamunan Baek Hyun buyar seketika “Nde ? Kau bicara apa tadi Yi seul -ssi?”
Baek Hyun gelagapan menjawab Yi Seul yang jelas saja hanya memanggil nama nya .
“Aku bilang film ini seru , lebih baik dari pada ajakkan mu untuk menonton film horror”
Terang Yi Seul lagi . Ia berjalan meninggalkan Baek Hyun sesudah nya , Baek Hyun hanya menggaruk tengkuk nya dan kembali mengekori Yi Seul dari belakang dan keluar dari bioskop .
.
.
“Jadi , Yi seul -ssi ? darimana kau tahu aku punya tingkat emosi yang sangat tinggi” tanya Baek Hyun di sela -sela langkah nya kini mereka berjalan berbarengan .
“Hmm , Ayo kita bicarakan hal ini sambil makan . Ini sudah waktu nya makan siang , Byun -ssi . Kau tak lapar ?”
Ajak Yi Seul dan pergi ke salah satu kios kecil di tepi jalan . Sebuah kedai mandu berdiri cukup kokoh di sana , Dengan aksen bangunan yang sudah cukup berumur bisa di bilang Seorang Byun Baek Hyun yang suka rapih dan bersih sedikit membuat nya bergidik ketika ia tiba di tempat itu .
Mungkin ia tak kan masuk jika Yeoja ini tak meminta nya untuk makan di sana .
“Yang penting rasa nya , Bukan tempat nya Byun -ssi” ujar Yi Seul seraya memasuki tempat makan itu . Dengan langkah gusar Baek akhir nya memasuki tempat itu dan mereka duduk di sudut bangunan dekat dengan jendela yang terbuka di lantai 2 .
Jujur saja , Baek berpikir jika tempat ini di renovasi dan di percantik lagi , Ia pikir tempat ini akan menjadi tempat terbaik untuk melihat pemandangan untuk melihat seluruh kota ataupun melihat cakrawala yang tenggelam di ufuk barat .
Seorang pelayan pun datang dan membawa pesanan Yi Seul yaitu Teh Hijau dan 2 mangkuk mandu .
“Terimakasih . – Byun -ssi . Ayo makan , Aku jamin kau pasti akan suka”
Yi seul mulai makan sedikit demi sedikit mandu yang masih hangat itu .
Tanpa banyak bersuara Baek Hyun hanya mulai makan dan menikmati Mandu nya . Tak salah juga Yi Seul memilih menu ini sebagai makan siang mereka . Rasa nya sudah sangat lama Baekhyun tak merasakan Mandu seenak ini . Bahkan seperti nya ia lupa bagaimana rasa nya .
Yi Seul yang menyadari raut wajah Baek Hyun yang berubah mulai bersuara .
“Kau baik-baik saja ? Apa tidak enak , Byun -ssi” tanya Yi Seul . Baek hyun hanya menggeleng . Dan tetap melanjutkan makan nya . Ia hanya tidak ingin terlihat bodoh dan seperti anak kecil yang permen nya jatuh hanya karena ia terpeleset . Ia lelaki berumur 23 tahun , menangis bukan lah hal yang harus ia lakukan sekarang .
Ia hanya tidak tahu mengungkapkan perasaan nya , apa kata yang tepat untuk kategori Ia merindukan sosok seseorang . Sosok yang ia kenal sejak ia kecil .
Yah , Baek Hyun merindukan Ibu nya . Dan untuk Yi Seul ia tahu betul sorot mata Baek Hyun dan apa yang ada dalam pikiran Baek Hyun sekarang ini . Ia pikir gurauan bukan waktu yang tepat sekarang .
Ia hanya melanjutkan makan nya , dan hanya menunggu kapan Baek Hyun bersedia untuk membagi cerita nya dan apa yang ia pikirkan .
Baru kali ini sorot mata Baek Hyun terlihat tenang dan tulus .
.
.
“Aku teringat Ibu ku . Aku tak pernah memakan nya setelah ia meninggal”
Baek hyun mulai bersuara , Yi seul menyesap teh hijau nya . “Maafkan Aku , Byun -ssi .”
“Tidak apa . Aku bahkan lupa bahwa aku punya ibu dulu” Baek kembali pada diri nya lagi .
Yi Seul tersenyum lega , karena melihat Baek murung menurut nya itu membuat nya lebih gelisah entah mengapa .
“Bagaimana Beliau , meninggal ? Kalau boleh tahu”
Baek Hyun mengangkat bahu nya dan merasa cuek atas pertanyaan Yi Seul barusan . “Ehm , Ia sakit mungkin saja”
Yi Seul terkekeh mendengar Jawaban Baek Hyun yang menurut nya tak meyakinkan. “Mungkin sakit ? Oh Ayolah Baek . Jangan berkata seperti itu , Kau tak bisa bohong pada ku . Aku ini Mahasiswa psikologi”
Baek Hyun sedikit tersedak ketika mendengar kata terakhir yang Yi Seul lontarkan dari mulut nya . “Psikologi ? Lalu , Kau sekarang hanya menjadi Guru Honorer . Di mana lisensi kedokteran mu hah ?”
Baek Hyun berbicara dengan nada sedikit mengejek . Dan reaksi Yi Seul hanya tetap tenang walau ia merasa hati nya geram . Tapi , Toh Baek Hyun hanya mengutarakan pendapat nya.

Tak salah juga .
“Ya ampun Baek ! Tidak , Byun -ssi . Aku ini hanya mahasiswa MA HA SIS WA . Aku belum menyelesaikan nya . Aku harus bekerja jadi Guru Honorer pun karena aku di percaya untuk menjadi pengajar . Aku hanya akan datang ketika anak -anak mempunyai masalah”
“Ya Tuhan ! Maafkan perkataan ku barusan Yi Seul -ssi . Jadi , Kau seperti konsultan begitu ?”
Yi Seul terkekeh pelan sembari menanggukkan kepala nya . “seperti Itulah Byun –ssi , Cham ! Kan’ point mu berkurang lagi . Kau tipe orang yang emosian , dan kadang juga berbicara tidak di pikir dulu , apakah kata –kata mu itu menyakitkan untuk orang lain atau tidak ? Aku benarkan ? Aku sarankan untuk mencoba intropeksi diri , Byun –ssi .”

Setelah mendengar nasihat Yi Seul yang menurut nya hanya membuat nya telinga nya panas saja . Ia hanya lebih memilih bungkam dibanding mengatakan prahara kata yang hanya membuat suasana hati nya hancur dalam sesaat . Baek HYUN benci di nasihati . bahkan orang tua nya saja tak pernah sampai seberani Yi Seul menasihati hal – hal yang kira nya perlu di perbaiki , Yang Baek HYUN ingin kan adalah membiarkan sendiri , sampai ia sendiri tersadar bahwa hal itu keliru .

“Jadi , aku akan ceritakan pada mu beberapa hal . Aku namakan beberapa Hal ini sebagai SPOILER” ujar Baek Hyun seraya mengetukkan jemari lentik nya di meja , memberi beberapa ketukkan ringan , yang membuat sedikit merinding . Yi Seul merasa tertantang melihat ekspresi wajah Baek Hyun yang berubah –ubah dan yang dilihat nya , Baek Hyun terlihat seperti Psycho –saat ini . Membuat nya kembali teringat sesuatu atau mungkin seseorang .
Manik cokelat Baek Hyun menatap kelangit –langit restoran itu , mencoba memulai ingat apa saja yang termasuk dari SPOILER itu . Darimana ia harus memulai nya .

Saat itu , umur ku 20 tahun . Aku seorang mahasiswa tahun pertama jurusan Ipa .Tapi , aku tak mengerti , mengapa pada saat mengadakan sebuah tes praktikum untuk membuat percobaan zat kimia , aku di keluarkan . Dan , dengan tiba –tiba saja semua berlalu begitu cepat .

Baek Hyun terdiam . Yi Seul mengerutkan dahi nya bingung ia kembali teringat dengan seseorang . “Apa maksud mu , Semua nya berlalu begitu cepat ? Byun –ssi”
“Aku benci ketika orang –orang bilang bahwa aku adalah anak tak tahu diri . Padahal , Ibu dan Ayah yang membuangku ke dalam jurang itu . Mereka GILA . Baiklah , aku akan lanjutkan”

Setelah aku tak lolos uji praktikum , Ayah ku mengirim ku ke rumah sakit tepat setelah aku kehilangan seorang gadis yang ku cinta . Dan , kedua orang tua nya menyalahkan ku atas anak gadis nya yang meninggal . Saat yang sama Ibu ku jatuh sakit . Dan , Ketika aku kembali Ibu ku sudah tak ada . Kemudian , Tae Hyung datang kekeluarga ku tanpa izin dari –ku .

“Eung .. Jadi , Tae Hyung itu adalah adik mu ? Ya tuhan , aku baru tau ternyata dunia ini sempit sekali”
Baek Hyun mendecak kesal mendengar kata – kata Yi Seul . Ia memutar bola mata nya dan berbicara dengan intonasi yang jelas dan menekan . “Tae Hyung , A dik Ang kat ku .Mengerti kan Yi Seul -ssi?” Ujar Baek Hyun , Wajah nya mendekat ke wajah Yi Seul . Membuat Yi Seul bergidik ngeri melihat Baek Hyun sekarang ini .
Dan sekarang , Ia tahu siapa yang ada di ingatan nya .Siapa orang yang tadi memenuhi pikiran nya.

To Be Continued .

Pertama , aku  gk  tau  kenapa  bisa  kaya  gini   tulisan nya munkin karena ngetik di hp . Harap  maklum ~

Okay , Kenapa di sini saya buat dua bagian ? karena kalian udah tau lah . Yup ! Author yang emang seneng ngalor ngidul ke mana -mana mengakibatkan FF ini jadi super duper panjang ! Pas diliat lagi sekitar 12000 words deh . Dan Rahay gak mau kalian bosen dan akhir nya malah baca FF laen dan gak ninggalin jejak di comment box . Dan Tolong sekali Untuk para readers karena saya author baru saya butuh PENILAIAN dari kalian semua nya . Emang sih Rahay Maksa , tapi ayo dong di sini aku butuh sebuah motivasi dan apresiasi . Cukup sekian terimakasih 🙂

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. reisya soo says:

    bagus…moga d next chapternya..bisa trungkap alasan baek masuk rumah sakit jiwa…

    Liked by 1 person

    1. Rahay™Kim says:

      Hehehe terimakasih sudah baca dan komen 😀 . . Ditunggu aja Chapter selanjut nya sekaligus chapter final hihihi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s