[BFFI FREELANCE] First Love [1]

image

Title: First love (Chapter 1/Prolog)

Author: ByuneeAi (@syarifahaini054)

Main Cast: Kim Yura (OC) dan Byun Baekhyun (EXO)

Genre: Romance, Fluff(gagal), friendship, scholl life, dll.

Rating: PG-15

Legth : Chaptered

Summary: Kim Yura adalah gadis biasa yang tak mengenal dan tidak tau menau apa yang dinamakan cinta. Dan tak mengetahui bahwa rasa awal mengagumi seseorang, bisa menyukai bahkan mencintainya. Sampai dia bertemu seorang pria di sekolah barunya, Senior High School. Bagaimana perjalanan first love Yura? Apakah pria tersebut memiliki perasaan yang sama terhadapnya? Ataukah sebaliknya?

Declaimer: Cerita ini pure punya author, dan diadaptasi dari pengalaman pribadi seseorang. Jangan jadi plagiat or copy paste. Jan lupa RCL.

Happy reading, uri readers-deull ^_^

Author POV

Sinar matahari pagi dan semilir angin sejuk menghiasi pagi hari seorang gadis cantik yang berusia 15 tahun. Dia selalu saja bahagia dan ceria setiap harinya. Sama halnya dengan pagi ini, gadis itu dengan senyuman yang terus mengembang dibibirnya membayangkan apa yang akan terjadi dengannya nanti. Yup, gadis itu adalah Kim Yura. Mungkin orang-orang yang melihatnya akan berpikir ada yang aneh dengan gadis itu, tetapi Yura tak mengindahkan bahkan memikirkannya. Pikirannya hanya dipenuhi mengenai sekolah barunya. Yah, ini adalah hari pertama sekolah sejak dia secara resmi di terima di sekolah impiannya sejak dulu, yakni Performing Art School of Seoul. Aneh memang, tapi gadis ini bahkan memikirkan masuk sekolah tersebut sejak dia SD (-_- SMP aja belum, udh pikir SMA, knp kaga sekalian nentuin suami aja).

Yura POV

Aaaaaa aku rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya sekarang melihat sekolah baruku. Bahkan aku sudah menjadi murid resmi di sekolah ini. Jangan heran mengapa aku sangat senang hanya dengan menjadi salah satu siswi di sekolah ini, karena memang aku sudah mengidam-idamkan masuk di sekolah ini sejak SD hehehe. Entah kenapa aku sangat menyukai sekolah ini, aku juga tidak tau (cewe aneh–“). Yang jelas aku sangat menyukainya.

Seperti siswa baru pada umumya, aku mencari kelas yang akan kutempati belajar nanti. Nah!! Ketemu, aku berada di kelas 10-2, yah tidak buruk berada dikelas tersebut dengan siswa seperti aku. Tanpa berlama-lama, aku memasuki kelas baruku itu dengan tengok kiri dan kanan seperti orang kebingungan sambil melihat-lihat bangku kosong yang bisa aku tempati. Aku pun memilih duduk pada bangku kosong dibagian belakang tepatnya bangku ketiga. Sebenarnya, aku menyukai bangku paling depan, tapi mau bagaimana lagi bangku itu sudah terisi oleh orang lain. Tidak apa-apalah Kim Yura.

Setelah duduk aku hanya diam seperti orang bisu, dan hanya melihat teman kelas baruku lalulang di depan kelas. Ada yang sibuk berekenalan satu sama lain, dan ada yang saling berbagi cerita. Aku hanya duduk sendiri, jadi tak ada teman yang bisa kuajak bicara. Apalagi aku memang malas untuk menegur atau menyapa orang yang tak kukenal.

Tak terasa bel berbunyi, pertanda jam pelajaran pertama akan dimulai. Siap belajar Yura, jangan menyia-nyiakan kerja kerasmu untuk masuk ke sekolah ini dengan malas-malasan disini. Fighting!!., aku menyemangati diriku sendiri hehe…

Yura POV END

Author POV

Kim Yura memang seperti itu, dia akan menjadi gadis dingin ketika dia sendiri tanpa ditemani berbincang-bincang oleh orang terdekatnya. Dia hanya akan berbicara jika ditanya, setelah itu dia kembali diam tanpa memberikan tanggapan atau bertanya sekedar basa-basi kepada lawan bicaranya (read: orang asing). Padahal tadi pagi dia senyum-senyum sendiri dijalan.

***

Tak terasa jam pelajaran pertama berakhir, itu pertanda kebebasan bagi para siswa-siswi di SOPA tersebut dengan merenggangkan tubuh, menenangkan pikiran setelah belajar, dan ada sebagian yang ke kafetaria hanya sekedar mengisi perut mereka. Berbeda halnya dengan Yura, gadis itu lebih memilih duduk diam di kelas, entah mengapa gadis itu merasa lebih nyaman jika berada di kelas. Sampai akhirnya ada seorang siswi yang membuyarkan lamunanya.

Yura POV

Bel pertanda istirahat pertama sudah berbunyi, dan itu tandanya aku bisa berkeliling untuk melihat sekolah baruku ini dengan leluasa. Tapi, rasanya sangat malas untuk melakukan itu karena tak ada yang menemani.

Terlalu fokus dengan pikiranku sendiri, tanpa sadar ada seorang siswi, yang juga teman kelasku duduk pada bangku kosong disebelahku. Aku melihatnya dengan tatapan bingung “kenapa orang ini duduk disini? Bukannya dia sudah mempunyai tempat duduk sendiri? Tapi aku merasa senang jika ada yang menaminiku duduk disini apalagi aku belum mempunyai teman” pikirku dalam hati.

“Hei kenapa kau melamun? Apa ada yang salah denganku?” gadis cantik itu menyadarkan lamunanku sambil memeperhatikan dirinya sendiri, melihat apakah ada yang salah dengan dirinya.

Aku hanya menggelengkan kepala sambil memberikan senyuman manis padanya. Dia pun membalas senyumanku.

“Ada apa?” aku memulai pembicaraan dan langsung menanyakan maksud kedatangannya ke bangkuku.

“Tidak ada, aku hanya ingin berkenalan denganmu hehe” dia hanya berbicara dengan menundukkan kepalanya sambil mengaruk-garuk tengkuknya, dan aku yakin itu tidak gatal sama sekali.

Aku hanya mengernyitkan dahiku, bingung dengan tingkahnya. Sadar dengan yang kulakukan dia pun berbicara “ehm.. eh.. aku.. namaku Jung Hana, namamu?” katanya sambil menyodorkan tangannya untuk saling bersalaman. Aku pun tersenyum, menerima uluran tangannya itu.

“Aku Yura, Kim Yura”

Yura POV END

***

Author POV

Semenjak hari dimana ada seorang siswi yang berkenalan dengan Yura, gadis itu sudah tidak bisu dan dingin lagi. Hari-harinya ditemani dengan sahabat barunya. Yah, dia menganggapnya sahabat, karena mereka memang dekat satu sama lain. Dan yang membuat Yura semakin menyukai Hana adalah karena mereka berdua memiliki kesamaan, dari jumlah keluarga mereka, jumlah saudara, bahkan mereka juga sama-sama anak bungsu dan masih banyak kesamaan yang lainnya. Hana juga bercerita bahwa sejak hari pertama masuk sekolah bahkan dari Masa Orientasi Siswa Hana sering memperhatikan Yura, entah mengapa ada yang menarik pada diri dan kepribadian Yura. Padahal, sebelum ini mereka sudah pernah berbicara satu sama lain, tetapi memang Hana yang memulai pembicaran dan hanya mendapatkan tanggapan yang cuek oleh Yura. Tetapi Yura lupa dengan semua itu, dia menganggap bahwa ini adalah kali pertama untuk mereka saling berbicara. Sekarang saja, Hana sudah menjadi teman sebangku Yura. Hana juga memperkenalkan teman dekatnya yang lain pada Yura, sampai-sampai deretan bangku mereka sama, dari depan sampai belakang mereka semua bersahabat. Tetapi, hanya sederet bangku itu saja kebelakang, yang lain mereka tidak dekat. Bahkan Yura bersikap dingin kepada mereka semua.

Sampai suatu saat, persahabatan mereka diisi dengan cerita cinta yang umum dikalangan remaja seumuran mereka. Tak terkecuali Yura. Gadis cantik itu mulai tertarik dengan salah satu sunbae di sekolahnya. Entah sejak kapan dia menyadarinya, tetapi dia selalu saja senyum-senyum sendiri ketika melihatnya bahkan hanya dengan menbayangkannya saja.

“Yura, kenapa kau senyum-senyum sendiri eoh? Apa yang kau lihat?” heran dengan tingkah sahabatnya itu, Hana pun membuka suara dengan menanyakannya langsung. Berharap mendapatkan jawaban yang membuat rasa penasarannya hilang, tetapi malah sebaliknya, Hana tak mendapatkan tanggapan apapun dari Yura, membuat hana kesal dan mengikuti arah pandangan mata yang sedang dilihat oleh Yura. Membuat Hana manggut-manggut sembari memperlihatkan smirknya.

Menyadari dengan perubahan raut muka sahabatnya itu, Yura pun melirik kesamping mendapati Hana yang sedang ber smirk ria.

“Hei, sekarang kau yang aneh. Kenapa wajahmu seperti itu, mirip evil tau” dengan beberapa kata yang keluar dari mulut Yura itu, cukup untuk membuat kepalanya sakit akibat jitakan keras Hana.

“Ahh appo, ish kau itu. Kalau bentuk kepalaku berubah bagaimana eoh?” Yura dengan kesalnya melampiaskan kekesalannya itu hanya mendapatkan tatapan tajam dari Hana.

“Salahmu sendiri mengataiku seperti itu, muka seperti princess begini dibilang evil. Dan tidak ada sejarahnya hanya dengan menjitak, kepala bisa berubah bentuk tau” jawab Hana tak kalah kesal, dan hanya dibalas dengan dengusan oleh Yura sambil memalingkan wajahnya dari Hana.

“Ngomong-ngomong, aku lagi suka sama salah satu sunbae di sekolah kita” mengingat akan sunbaenya, Yura dengan semangat memberitahu Hana bahwa dia sedang menyukai seseorang sekarang ini. Awalnya Yura tak ingin menceritakannya pada siapa pun tetapi, karena dia tipe orang yang tidak bisa memendam sesuatu sendiri makanya dia memutuskan untuk menceritakannya pada Hana.

“Benarkah? Siapa? Jangan-jangan sunbae yang kau lihat dari tadi itu yah?” jawab Hana sambil menggoda Yura membuat gadis itu tersipu.

“Yah, kau juga ternyata mengetahuinya. Entahlah aku sangat suka melihat dan membayangkannya. Padahal aku tak tau apapun mengenaninya? Namanya saja aku tak tau” seketika membuat Yura lesu mengingat bahwa dia memang tak mengetahui apapun mengenai sunbaenya itu.

“Kenapa kau tak mencari tau tentangnya saja? Aku bisa membantumu” jawab Hana membuat Yura tersenyum.

”Tak perlu, aku merasa mengetahui privasi seseorang itu tak baik, Hana” jelas Yura.

“Tapi kalau hanya sekedar mengetahui nama dan kelasnya, itu tak sampai menggagu privasinya, Yura. Lagi pula, kalau dilihat-lihat dia tak terlalu terkenal di sekolah ini, aku saja baru melihatnya sekarang. Nanti aku coba tanyakan dengan Minhwa, siapa tau dia mengetahui mengenai sunbae itu.” Jelas Hana pada Yura, memang tidak ada salahnya hanya mengetahui nama dan kelas orang yang kita sukai, hal itu juga tak sampai menggangu privasinya. Hanya saja Yura yang terlalu berlebihan menganggap privasi sunbaenya itu diganggu.

“Ehmm.. baiklah kalau begitu. Dia memang tak terkenal, bahkan dia bersikap dingin dan tertutup. Tapi, entahlah aku menyukainya, itu yang membuatku tertarik. Dia tak seperti pria pada umunya, dia berbeda. Aku saja bingung apa yang membuatku bisa tertarik padanya, padahal kalau dipikir-pikir masih gantengan Sehun sanbae.” Setelah mendengar pernyataan dari Yura, Hana tersenyum “sepertinya kau jatuh cinta Yura” ucap Hana dalam hati.

“Itu yang namanya cinta Yura” jawab Hana membat Yura mengernyit

“Cinta? Aku bahkan hanya mengaguminya saja. Apakah itu yang dinamakan cinta?” jawaban Yura tersebut, membuat Hana menatap Yura sembari tersenyum

“Memangnya cinta itu apa menurutmu?” tanya Hana, membuat Yura berpikir

“Dari buku yang pernah ku baca, cinta adalah ketika kau melihat seseorang yang kau suka, tubuh akan bereaksi dan menghasilkan zat yang bernama dopamin yang membuat seseorang bahagia. Kalau tidak salah sih. Aku lupa” pertanyaan Yura membuat Hana memutar matanya malas

“Yura dengarkan, cinta tak perlu definisi atau pun teori. Cinta itu muncul dari dalam hati bukan dengan pikiran. Dan itu secara almiah terjadi tanpa kau menduganya, bahkan tempat, waktu dan kondisinya pun kau tak dapat memprediksikannya. Semuanya terjadi begitu saja. Meskipun sedikit banyak aku mengetahuinya tanpa melalui teori, tetapi aku merasakannya Yura, maka dari itu aku memberitahumu. Dengan caramu menyatakan sunbaemu itu padaku, aku tau kau pasti sedang jatuh cinta. Pernahkah kau mengetahui, bahwa rasa cinta itu berawal dari perasaan kagum atau suka. Ingat Yura rasa suka dan cinta memang berbeda tetapi kedekatan antara keduanya sangat tipis. Seseorang yang sedang jatuh cinta tak memiliki alasan atas pertanyaan mengapa aku menyukainya? Atau, apa yang membuatmu menyukainya? Karena cinta itu dirasakan tanpa ada teori maka dari itu, menjelaskannya pun tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mencitai seseorang itu tak perlu alasan, Yura hanya perlu menunjukkan dan membuktikannya saja dengan perbuatan dan tingkah laku.” Jelas Hana panjang lebar, membuat Yura diam sekaligus bengong.

Benarkah aku jatuh cinta?

~TBC~

Hai ketemu lagi. Gimana ceritanya, jelek? Nggak bagus? Maklum yah, kan masih pemula. Maka dari dibutuhkan kritik dan saranya yah, biar tau dimana yang salahnya dan bisa dilanjutin cepet.

Makasih banget buat chida atas posternya dan aisyah, ayu yang turut membantu memeberikan saran :* .

See you next time yeorobeunn ^_^…

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. amalia says:

    nice nice walaupun baru pertama kali pemilihan katanya bagus ko gampang di ngerti hehehe

    Like

  2. Naila says:

    Keren kok

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s