[ONESHOOT] Wake Up

Tittle: Wake Up

Author: TheAngel

Cast: Byun Baek Hyun, Kim Ha Na

Genre: Sad, Fluff, Romance

Length: Oneshoot

Disclaimer: FF murni milik saya, jangan copas tanpa izin yaa

Author’s Note: Tinggalkan comment kalian ya^^ kalau ada typo, harap maklum yaa

Summary: “Aku tidak boleh menangis kan? Baiklah, aku akan menurutimu kali ini. Tapi tolong jangan pergi jauh-jauh.. Apa kau tidak tega melihat semua orang sedang menangis sekarang? Tolong bangunlah..” tanya Baekhyun kepada Hana.

 

“Aku ingin kritis dan dirawat di rumah sakit.” Kata Hana kepada Baekhyun sambil menaruh kepalanya diatas meja. Hana dan Baekhyun baru saja sampai dikelas pagi ini.

“Apa kau sudah gila?!” tanya Baekhyun marah. Baekhyun tidak kaget sama sekali. Sebenarnya sedari dulu Hana selalu menghayal dirinya tidak bisa dilihat oleh orang-orang. Dan menjaili teman-temannya yang lain. Itulah alasan utama ia ingin sekali kritis dan tak sadarkan diri.

“Tapi aku ingin melakukan semua hal yang aku bilang padamu..” kata Hana. Dia bilang bahwa ia akan pergi keliling dunia jika ia kritis, dan berlibur disana.

“Jadi kalau aku kecelakaan dan kritis, kau tidak perlu menangisiku. Karena aku sedang berlibur. Oh! Dan tentunya berlibur dari tugas-tugas juga!” kata Hana.

“Tanpa kau bilang juga aku tidak akan menangisimu satu tetespun.” Kata Baekhyun dengan angkuh.

“Lalu? Apa peduliku?” tanya Hana. Baekhyun diam. Dia kira Hana akan tidak percaya bahwa Baekhyun tidak akan menangisinya dan bertanya-tanya (atau mungkin kepikiran?) mengapa Baekhyun tidak akan menangisinya seperti didalam tv-tv.

Hana dan Baekhyun sudah berteman sejak SD dan sekarang mereka sudah SMA. Perjalanan yang cukup panjang untuk diceritakan. Ya, mereka sudah berteman 12 tahun. Mereka kelas 3 SMA sekarang. Dari semenjak SD, Hana memang suka menghayal hal-hal yang tidak jelas. Dan bedanya dengan perempuan lain yang selalu menghayal sendirian, Hana selalu menceritakan hayalannya kepada Baekhyun. Contohnya adalah hayalannya jika dia kritis dan dirawat dirumah sakit. Hana dan Baekhyun memang sangat dekat, tapi bukan berarti mereka tidak mempunyai sahabat yang lain.

Hana dan Baekhyun mempunyai banyak sekali teman. Dan mereka baik kepada semua orang yang ia kenal maupun yang baru ia temui. Namun, berbeda dengan Baekhyun, Hana merasa bahwa sahabat-sahabatnya meninggalkannya. Hana sering sekali menangis didepan Baekhyun. Tapi Baekhyun selalu tidak pernah menyemangatinya. Ia selalu memberi nasihat-nasihat-dan nasihat. Baekhyun sengaja berbuat seperti itu agar Hana tidak menangis jika menghadapi hal-hal yang kecil. Dan Baekhyun selalu berkata kepada Hana untuk tidak menangis didepan orang banyak atau orang lain selain dirinya. Karena Baekhyun tidak mau Hana dianggap lemah oleh orang lain. Baekhyun selalu menyuruh Hana tanpa memberitahui alasan mengapa ia menyuruh Hana untuk melakukan hal itu. Seperti hal yang tadi, sebenarnya ia mempunyai alasan yang kuat untuk menyuruh Hana melakukan hal itu.

Besok ada acara disekolah dalam rangka ulang tahun sekolah. Seluruh siswa dan guru diundang untuk makan malam bersama di restoran. Semua orang datang dengan gaun dan jasnya masing-masing. Begitupun dengan Hana dan Baekhyun.

“BAEKHYUN!!! APA KAU PEREMPUAN?!” teriak Hana dari luar rumahnya Baekhyun.

“APA?! KAU BILANG AKU PEREMPUAN?! APA KAU TAU BAHWA KAU TELAT SATU JAM?!” teriak Baekhyun dari belakan Hana.

“Ya wajar saja.. aku kan perempuan.” Kata Hana dengan santai. Perempuan engga pernah salah.

“Ayo masuk, nanti kita telat karenamu.” Kata Hana (masih menyalahkan Baekhyun).

“Tapi ini kan mobilku..” kata Baekhyun bingung.

“Kau lupa kata-katamu sendiri? Semua barang-barangmu adalah barang-barangku juga.” Kata Hana menaikkan alis kanannya. Baekhyun diam. Dia memang pernah bicara seperti itu. Bukannya lupa, tapi otaknya belum terkoneksi dengan wi-fi bekerja dengan benar.

“Kau yang jadi supirnya?” tanya Hana tidak yakin.

“Iya. Kenapa?” tanya Baekhyun.

“Baiklah, aku ganti supir lagi hari ini. Silahkan pak jalankan mobilnya sekarang, saya sudah telat.” Kata Hana dengan angkuh, Baekhyun hanya diam menahan rasa amarahnya dan menjalankan mobilnya.

“Nama non siapa? Udah lama jadi pacarnya, eh salah. Maksudnya temennya tuan Baekhyun?” Tanya Baekhyun kepada Hana.

“Lah?” tanya Hana bingung.

“Kan saya supir baru, non.” Jawab Baekhyun santai.

“Bukan itu, pak. Maksud saya, ‘Lah? Kok nanya lagi? Bukannya udah saya kasih tau pas bapak jadi supir saya dulu? Bukannya bapak pernah jadi supir saya, abis itu ganti supir jadi supir yang biasanya nganter Baekhyun dan saya ke sekolah?’” tanya Hana santai (dia emang pinter banget ngelesnya).

“Ternyata emang bener ya, non. Yang namanya perempuan itu selalu bener.” Kata Baekhyun merasa dirinya kalah (lagi) oleh Hana. Kalau masalah jail-menjail memang Hana lah juaranya. Hana membalasnya dengan anggukan saja sambil tersenyum lebar.

Tak lama kemudian datang truk berkecepatan tinggi dari arah kanan pada saat mobil yang ditumpangi oleh Baekhyun dan Hana sedang memutar balik. Dan truk itu menabrak mobil yang ditumpangi oleh Baekhyun dan Hana.

“Ada apa ini? Tidak ada darah setetespun di bajuku..” tanya Hana.

“Oh itu diriku!” kata Hana sambil menunjuk dirinya yang sedang dimasukkan ke dalam ambulance.

“Tunggu.. Dimana Baekhyun?!” tanya Hana pada dirinya sendiri sambil mencari Baekhyun. Tidak ada waktu untuk kaget dengan keadaan ini. Lagipula, Hana juga sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan pada saat kecelakaan dan rohnya keluar dari dirinya. Yaa, seperti keadaan sekarang ini.

Tak lama kemudian Hana melihat Baekhyun yang sedang tergeletak diatas kasur beroda yang sedang diangkat ke atas ambulance.

“Hampir saja!” kata Hana sambil berlari dan masuk kedalam ambulance.

Lalu ambulance pun sampai di rumah sakit terdekat dan segera memeriksa luka Baekhyun.

“Ada luka yang cukup lebar. Kita harus segera melaksanakan operasi.” Kata dokter yang baru datang dan melihat luka Baekhyun. Merekapun membawa Baekhyun ke ruang operasi.

“Aku harus masuk kedalam!” kata Hana kepada dirinya sendiri.

“Maaf, anda tidak boleh masuk.” Kata dokter tadi sambil masuk kedalam ruang operasi sambil memakai sarung tangan plastiknya.

“Tapi-“ kata Hana terputus karena dokter tadi masuk dan menutup pintu ruang operasi.

“Ah mengapa aku harus menunggu.. Ayolah, menunggu adalah hal yang paling aku hindari. Biasanya kan si Baekhyun yang selalu menungguku, tapi kenapa jadi aku yang menunggunya?” gerutu Hana, tiba-tiba ada suster yang baru datang membawa sekantung darah dan menabrak Hana. Hana kaget. Kenapa suster itu melewatinya seperti itu saja? Padahal suster tadi benar-benar menabraknya.

“Kenapa aku bisa menembus manusia? Itu suara apa?” tanya Hana tentunya kepada dirinya sendiri. Hana mendengar suara orang menangis. Sepertinya ia mengenali suara ini..

Hana, bertahanlah.. Kau pasti kuat!!” itulah yang terdengar di telinganya, seseorang itu berbicara dengan suara terisak-isak. Suara ini aneh sekali.. Hana benar-benar pernah mendengar suara ini.

Tak lama kemudian Hana mendengar suara lagi, ia mendengar “Mari kita awali operasi ini dengan berdo’a.. Berdo’a mulai.”.

“Suara apa lagi ini?” tanya Hana kepada dirinya sendiri. Dia sangat bingung sekarang. Satu-satunya hal yang ia sadari ialah : Dia sedang tidak bersama dengan tubuhnya, ia hanya berupa roh sekarang.

“Lalu.. Kenapa dokter tadi bisa melihatku?!” tanya Hana setelah menyadari hal yang mengganjal.

Beberapa jam kemudian suster yang menabraknya tadi keluar bersama rekan-rekannya yang lain dari ruangan operasi sambil membawa Baekhyun keluar. Baekhyun dipindahkan ke ruangan rawat inap. Semua dokter dan suster yang melaksanakan operasi tadi sudah keluar dari ruangan Baekhyun, kecuali dokter yang bicara pada Hana tadi. Maka Hana pun masuk kedalam.

“Anak muda, masuklah. Tidak perlu heran mengapa saya bisa melihat anda, saya memang bisa melihat roh-roh yang masih bergentayangan. Dia hanya mempunyai luka biasa, dan dia sudah bisa pulang besok. Dimana tubuhmu,nak? Apa kau sudah menengok dirimu sendiri?” tanya dokter tadi, Hana hanya menggeleangkan kepalanya.

“Oh iya, saya hanya ingin memberi tahukanmu. Jika kau mendengar suara-suara yang aneh, itu adalah suara yang ada di tempat tubuhmu berada. Jika kau mendengar ada suara yang menangis, mungkin orang tuamu sedang menangisimu disana. Jangan pergi jauh-jauh dari tubuhmu, nanti kau akan sulit untuk masuk ke tubuhmu lagi. Saya pergi dulu.” Kata dokter tadi yang sempat membuat Hana kaget.

“Jadi, suara yang menangis tadi adalah suara Mama yang sedang menangis.. Berarti aku juga dioperasi tadi..” kata Hana kepada dirinya (lagi).

“Syukurlah dia tidak apa-apa..” kata Hana sambil memperhatikan Baekhyun yang sedang terlelap dalam tidurnya.

“Lalu bagaimana dengan diriku? Ah itu masalah belakangan. Yang penting Baekhyun harus tidak kenapa-kenapa.” Kata Hana masih memperhatikan Baekhyun.

“Dia tampak sangat polos jika sedang tertidur pulas.. Terakhir kali aku melihatnya tidur saat camping, dia tidur tidak seperti ini.. Dia tampak sangat polos sekarang, kalau dulu.. Dia terlihat sangat lelah..” kata Hana sambil tertawa.

Hana menunggu Baekhyun untuk bangun dari tidurnya. Entah mengapa ia tidak merasakan kantuk sama sekali. Dia menyusun rencana untuk esok hari, ia ingin ke bandara dan pergi ke Hawaii. Dan ke Jeju Island, dan.. Ah ada banyak sekali tempat yang ingin ia kunjungi. Tiba-tiba terdengar suara dari mulutnya Baekhyun Hana.. Hana.. Aku sudah terlalu bosan memimpikanmu dalam tidurku.. Tolong jangan berada dipikiranku terus.. Tolong jangan berada jauh dariku.. Tolong tetaplah bersamaku..

“Ah dasar, bahkan dia memimpikanku setiap hari.. Tapi dia selaluu saja memarahiku lagi-dan-lagi. Dasar, orang bodoh. Kalau kau sudah bangun, akan kujitak kau!” kata Hana sambil tertawa, dia masih menunggu Baekhyun untuk bangun. Dan beberapa jam kemudian (maksudnya keesokan harinya) Baekhyun pun bangun.

“Ada apa ini?” tanya Baekhyun pada dirinya sendiri sambil membuka matanya.

“Hana. Hana.. HANA?!” teriak Baekhyun sambil melepas infus yang berada di tangannya lalu berlari keluar ruangan rawat inap. Hana menelan ludahnya, ia tak percaya orang yang selalu menyuruhnya untuk melakukan banyak hal ternyata selalu memikirkan dirinya.

“Hei!! Tunggu aku!!” kata Hana sambil berlari menyusul Baekhyun. Mereka melewati dokter yang bisa melihat Hana kemarin.

“Hei anak muda! Kau bisa terbang!” kata dokter yang kemarin melihat Hana.

“Aku bisa terbang? Baiklah. Semuanya akan semakin mudah saja.” Kata Hana, ia mencoba terbang. Dan.. Ia berhasil. Wah betapa senang dirinya sekarang.

Baekhyun berlari sambil mengeluarkan dompetnya lalu mengambil salah satu kartu ATM nya dan menaruh kartu ATM nya di kasir sambil berkata “Baekhyun, orang yang baru rawat inap kemarin malam.” Dan melanjutkan acara larinya.

Baekhyun berlari keluar rumah sakit dan naik ke taksi yang baru saja menurunkan penumpangnya.

“Ke rumah sakit yang paling dekat dengan rumah sakit ini. Tolong pak, agak cepat ya.” kata Baekhyun, lalu taksinya pun bergerak. Baekhyun memeriksa handphone nya, dan ada banyak telfon dari keluarganya dan Hana. Ada juga sms yang menunjukkan letak keberadaan Hana dirawat. Tak lama kemudian taksi yang Baekhyun tumpangi terjebak macet yang sangat panjang. Maklum saja, sekarang hari Senin. Dan merupakan jam kerja. Baekhyun mulai risih. Dia benar-benar tidak bisa menunggu lagi kali ini.

“Ini pak, ambil saja kembaliannya.” Kata Baekhyun sambil memberikan uang 100 won dari dompetnya.

Lalu Baekhyun keluar dari taksi itu dan berlari sekencang mungkin. Ia berlari tergopoh-gopoh. Dan pada saat ia berlari, ada orang yang menabraknya dan dia pun jatuh. Namun, Baekhyun langsung berdiri lagi secepat mungkin dan melanjutkan larinya. Hana benar-benar tidak tega melihat Baekhyun seperti ini. Dengan keadaan kepala yang masih terbalut dengan kain yang dipasang dokter kemarin, ia berlari dengan cepatnya. Sedangkan Hana tidak merasakan apapun sekarang. Dia benar-benar tidak merasakan luka apapun.

Mianhae.. Jinjja mianhae..” kata Hana sambil menyusul Baekhyun. Baekhyun sedang kelelahan sekarang, dan sedangkan Hana bisa terbang tanpa mengandalkan tenaganya.

“Hanna, tunggulah aku.. Aku akan menyusulmu beberapa menit lagi..” kata Baekhyun sambil memperbaiki baju kemeja putihnya. Jasnya tertinggal didalam taksi, ia benar-benar tidak membutuhkan itu sekarang.

Tak lama kemudian semua yang dilihat Baekhyun menjadi memburam, dan lama kelamaan semuanya menjadi hitam dan gelap gulita. Hana panik. Ia bingung harus berbuat apa sekarang. Untungnya, tak lama kemudian ada orang yang menelpon ambulance. Dan membawa Baekhyun ke rumah sakit. Baekhyun pingsan. Ia benar-benar kelelahan sekarang. Dan tak lama kemudian Baekhyun bangun dari pingsannya.

“Aku di infus lagi?! Aku mau mencari Hana! Bukan dirawat terus!” kata Baekhyun sambil melepas infus yang ada ditangannya (lagi). Hana hanya bisa diam melihat Baekhyun yang ternyata memang selalu memikirkan dirinya kapanpun.

Baekhyun ingin beranjak dari ruangannya sekarang. Tapi secara tiba-tiba dia melihat nama rumah sakit yang sedang ia tempati di pintu ruangannya sekarang.

“Kalau jodoh memang tak akan kemana-mana.” Kata Baekhyun sambil tersenyum menatap logo dari rumah sakit ini.

“Dasar..” kata Hana pelan.

Lalu Baekhyun langsung keluar dan mencari ruangannya Hana. Hana berada di lantai yang sama dengan tempat Baekhyun berada. Dan benar saja, tidak lama setelah itu ia melihat ada mamanya sedang menangis bersama dengan papanya dan keluarga Hana. Hana mulai sedih melihat keluarganya sedih.

Mamanya Baekhyun ingin langsung memeluk anaknya dan menanyakan apa ia baik-baik saja, tapi Baekhyun langsung bilang “Tidak apa-apa” secara otomatis kepada orang tuanya. Baekhyun langsung berjalan pelan ke arah Hana, matanya berkaca-kaca sekarang. Apalagi pada saat melihat Hana lebih dekat. Sekarang Baekhyun dan Hana sedang berdiri disamping tubuh Hana yang sedang tergeletak diatas kasur rumah sakit.

“Aku tidak boleh menangis kan? Baiklah, aku akan menurutimu kali ini. Tapi tolong jangan pergi jauh-jauh.. Apa kau tidak tega melihat semua orang sedang menangis sekarang? Tolong bangunlah..” tanya Baekhyun kepada Hana. Mata Hana mulai berkaca-kaca. Perkataan Baekhyun benar-benar teresap didalam hatinya. Hana menangis tanpa suara. Dia menutupi mulutnya, dia takut akan ada seseorang yang mendengarnya.

Lalu Baekhyun menenangkan orang tuanya yang sedang menangis. Lalu bertanya kepada dokter yang ada di tempat itu. Ya, memang benar. Hana sedang dalam masa kritis.

“Sedang apa kau disini? Kau tidak akan kembali ke tubuhmu lagi jika kau tidak mencari satu orang lagi..” kata seseorang yang tiba-tiba muncul didepannya.

“Kau.. siapa?” tanya Hana.

“Aku? Akulah malaikat pencabut nyawamu. Kau belum waktunya untuk meninggal. Kau harus mencari satu orang lagi untuk meneteskan air matanya untukmu.” Kata malaikat itu.

“Satu orang? Memang aku butuh berapa orang untuk bisa kembali kedalam tubuhku?” tanya Hana.

“Kau butuh 100 orang, dan kau telah mengumpulkan 99 orang.” Kata malaikat itu.

“99 orang? Apa kau bisa menyebutkannya?” tanya Hana.

“Baiklah, aku akan sebutkan satu demi satu.” Kata malaikat itu lalu mulai menyebutkan orang-orang yang sudah meneteskan air matanya untuk Hana. Lalu, pada saat malaikat itu sudah menyebutkan semuanya, Hana melontarkan pertanyaan lagi.

“Teman-temanku juga menangisiku?” tanya Hana.

“Ya, kau tidak mempercayaiku?” tanya malaikat itu.

“Bukan itu, mereka itu adalah teman-teman yang sudah meninggalkanku..” kata Hana sambil menundukkan kepalanya.

“Jangan bersedih, nak. Mereka sebenarnya adalah teman sejatimu. Aku akan menunjukkan padamu sesuatu.” Kata malaikat itu sambil menggerakkan tangannya. Dan secara tiba-tiba ada ada Kim Hee dan yang lainnya sedang menangis tersedu-sedu dirumahnya masing-masing. Hana tak kuasa menahan air matanya. Ia telah salah menilai teman-temannya.

“Lebih baik kau mencari satu orang lagi untuk melengkapi persyaratan yang ada. Dan hari ini adalah hari terakhirmu menjadi seperti ini.” Kata malaikat itu.

“Maksudmu adalah Harus 100 orang yang menangisiku dalam waktu dua hari? Baekhyun.. Apa dia benar-benar tidak menangis..” kata Hana. Lalu Hana kembali ke tempat dimana Baekhyun dan keluarganya berada. Disana ada Baekhyun dan dokter sedang berbicara didepan tubuh Hana.

“Jika dia masih belum bangun juga setengah jam lagi, maka dia dinyatakan tidak bernyawa.” Kata dokter, Baekhyun kaget.

Ya! Hana! Kumohon bangunlah sekarang! Setidaknya kau harus bangun beberapa menit sebelum setengah jam! Hana!!” seketika itu juga air mata Baekhyun mengalir deras. Baekhyun menangis sambil berdiri disebelah tubuh Hana. Lalu Hana melihat semuanya gelap, dan pada saat ia membuka matanya ia sudah dengan tubuhnya lagi.

“Kau bilang kau tidak akan meneteskan air matamu satu tetespun.” Ledek Hana sambil duduk sila diatas kasurnya. Baekhyun langsung tersenyum malu karena didapati ia telah menangis.

“Ayo, peluk aku. Mama,Papa,Om,Tante, semuanya boleh memeluk aku.” Kata Hana dengan girang. Lalu Baekhyun langsung memeluk Hana dengan erat.

“Hei, kau mengagetiku lagi untuk yang kesekian kalinya.” Kata Hana.

“Kau sudah mempermalukanku di depan orang tuaku. Jadi, aku juga harus mempermalukanmu didepan orang tua mu.” Kata Baekhyun.

“Ah, sudah! Lepas!” kata Hana, kebiasaannya muncul lagi. Teriak-teriak.

“Tolong bilang pada teman-temanku ‘Terima kasih karena telah mendo’a kan ku dirumahnya masing-masing.’” Kata Hana, Baekhyun langsung melaksanakan apa yang Hana perintahkan.

“Tapi aku juga punya satu pertanyaan untukmu.” Kata Hana.

“Tanyakan saja..” jawab Baekhyun santai.

“Apa kau benar-benar memikirkanku setiap hari?” tanya Hana. Mungkin orang tuanya Hana dan Baekhyun mendengar pertanyaannya itu. Baekhyun langsung menutup mulutnya Hana dengan tangannya.

“Hah? Apa kau gila? Aku rasa kau perlu istirahat yang banyak..” kata Baekhyun sambil tersenyum ke arah orang tuanya dan orang tua Hana.

“Hei! Aku pasien disini!” kata Hana.

“Tapi.. Kau tau darimana tentang itu?” tanya Baekhyun angkuh sambil mengetikkan jarinya di handphonenya Hana (masih melakukan hal yang disuruh Hana tadi).

“Kau memimpikanku setiap hari, kan? Aku tau itu..” kata Hana, Baekhyun langsung menelan ludahnya.

“Apa kau benar-benar menyukaiku?!” tanya Hana sedikit teriak.

“Ya.” Kata Baekhyun. Orang tua mereka berdua hanya tertawa mendengar percakapan mereka.

“Lagian juga tidak ada yang melarang kan?” tanya Baekhyun. Orang tua mereka mengangguk lalu tertawa.

-the end-

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. Reblogged this on theresiaangelx and commented:

    Reblog this on theresiaangelx

    Like

  2. Ara says:

    Aku baru baca nih… cerita nya seru thor!!!

    Like

  3. BilBil says:

    Minnnn boleh repost ga? Di line@ nanti aku kasih link yang lengkapp
    Id : hiapink

    Like

  4. Monicaa says:

    akhirnya happy ensing jga. kirain bkal sad ending. ff nya kren thor. trus berkarya ya thor..

    Like

  5. Monicaa says:

    akhirnya happy ending jga. kirain bkal sad ending. ff nya kren thor. trus berkarya ya thor..

    Like

    1. Cie ketipuu. Makasih yaa

      Like

  6. melodyalthea says:

    Hyunnie!! Hana emang daebak-_- Good job thor!

    Like

    1. Makasihhh maaf ya late responnn

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s